Konichiwa, minna-san..

Akhirnya, setelah setahun lebih, Kagoya bisa melanjutkan cerita ini..

Hehe..

Oke, this is chap. 5..

Please enjoy.. :D

Haruno Sakura

Summary: Another Story About Sakura's Life's History..

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Part 5. Orochimaru and Akatsuki

Orochimaru's House and Laboratorium

"Tadaima." ujar Sakura.

"Okaeri, Sakura-chan." sapa Kabuto, asisten Orochimaru.

"Dimana Otou-san?" tanya Sakura. Ya, Sakura memang memanggil Orochimaru dengan sebutan 'Otou-san'.

"Sedang membuat ramuan untuk Sakura-chan. Tahapmu selanjutnya akan diobservasi malam ini." jawab Kabuto.

Sakura menyipitkan matanya. Observasi lagi? Apa ayah tirinya itu begitu ingin melihat perkembangan kedua mata buatan Sakura?

"Katakan pada Otou-san, aku mengerti." ujar Sakura.

"Baiklah, Sakura-chan." balas Kabuto.

XXX

"Uaaaarrrgghhhh! Otou-saaaannn! Sakiiiittt!" jerit Sakura.

Orochimaru hanya diam saja. Dalam lubuk hatinya, ia senang sekali. Kedua mata buatan yang ia tanam di dalam Sakura telah berkembang dengan baik.

"Hentikan pemasukan ramuannya, Kabuto." perintah Orochimaru.

"Baik, Orochimaru-sama." balas Kabuto, lalu menarik sebuah tuas, dan seketika itu juga, ramuan Orochimaru berhenti memasuki tubuh Sakura.

"Haah, haah, haah.." Sakura menhembuskan nafasnya berulang kali.

"Ughh.." erang Sakura, karena tiba-tiba, kedua tanda kutukannya sakit.

XXX

"Pein-sama. Apa kau yakin?" tanya Konan.

"Ya." jawab Pein mantap.

Konan menyipitkan matanya, lalu menutupnya. "Kami sudah siap, Pein-sama." ujar Konan.

Pein mengalihkan pandangannya dari jubah Kyoga yang tengah dipegangnya. "Baiklah. Ayo."

XXX

"Menyerang Konoha?" ulang Orochimaru.

Ia dan Akatsuki tengah bertemu di laboratorium Orochimaru, dan Akatsuki mengutarakan keinginannya untuk menjalin kerja sama dengan Orochimaru dan menyerang Konohagakure.

"Ya." jawab Pein.

"Untuk apa?" tanya Orochimaru.

"Untuk Sakura-hime." jawab Pein.

"Sakura?" ulang Orochimaru.

Pein mengangguk. "Hime tidak bisa lagi tinggal di Konohagakure. Ia selalu dilecehkan dan dihina. Lagipula, aku yakin kau juga ingin menghancurkan Konoha, Orochimaru-san. Karena kalau tidak, tidak mungkin kau memberikan Sakura-hime Byakugan dan Sharingan buatan." jawab Pein.

Orochimaru tertawa. "Kau orang yang cerdas, Pein, aku suka itu. Baiklah, aku tidak keberatan. Lagipula, negara itu memang benar-benar sudah rusak. Terlalu banyak kebaikan!" sahut Orochimaru.

Pein tersenyum. "Kurasa kita sudah mencapai kesepakatan, Orochimaru-san."

Orochimaru mengangguk.

XXX

"Sakura."

Sakura menoleh, dan bersamaan dengan itu, seluruh anak perempuan di kelas Sakura sibuk berbincang-bincang. Bagaimana tidak? Yang memanggil Sakura tadi adalah Sasuke, sang idola sekolah!

Sasuke menghampiri Sakura dengan kedua tangannya di dalam saku celana. Sakura yang tengah menikmati makan siangnya sendiri segera menghentikan kegiatannya itu.

"Hm?"

"Ayo makan bersamaku." ajak Sasuke.

Sakura mengerjap-ngerjapkan matanya, dan seluruh murid perempuan di kelas Sakura bertambah riuh.

"Kenapa aku harus makan bersamamu?" tanya Sakura.

Sasuke tersentak. "Karena.." Ia berpikir sejenak. "Karena kau istimewa bagiku, dan aku tidak ingin melihatmu sendiri seperti ini."

Muka Sakura memerah. "Kau.."

Tok!

Sakura menoleh ke arah mejanya. Secarik kertas yang telah dibentuk menjadi bola mendarat di atas mejanya. Dan Sakura melihat namanya tertera di atas kertas itu. Sakura pun mengambil kertas itu dan membukanya.

"Sakura-hime. Malam ini, Sakura-hime harus membuat pilihan. Kutunggu di pintu gerbang Konohagakure. Salam, Pein."

Sakura mengernyit. Pilihan? Pilihan untuk apa? Apa maksud Pein?

Chap. 5 pun selesaiii!

Hiks, dikiiiit bangeeet..

Maklum, ide Kagoya masih tipis..

Ehehe..

Oke, deh kalau begitu..

Review, please?

:D