Konichiwa, minna-san..

This is chap. 6

Please enjoy.. :D

Haruno Sakura

Summary: Another Story About Sakura's Life's History..

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Part 6. Sakura's Choice and The New Life

Sakura's Room

Sakura mengernyit bingung. Apa maksud surat dari Pein ini? Pilihan? Pilihan untuk apa? Kenapa dia harus memilih? Dan kenapa pilihan ini ditunggu? Hingga malam akhirnya merambat, dan Sakura mulai mengantuk, gadis itu tetap tidak mendapatkan jawaban untuk pertanyaannya.

DUAARRR!

Dengan segera, Sakura segera membuka kedua matanya. Bunyi apa tadi? Ledakan? Sakura pun bangun dari tempat tidurnya dan membuka tirai kamarnya. Matanya membelalak ketika ia melihat asap tinggi membumbung dari pusat kota Konoha. Dengan segera, Sakura keluar dari kamarnya dan berlari menuju pusat kota Konoha.

"Sasuke.." desahnya. "Kumohon, kumohon… Kau harus baik-baik saja, Sasuke!"

XXX

Sakura berhenti di depan ledakan. Ia menangis, mengira seluruh mayoritas penduduk Konoha itu tidak selamat.

Sakura menggigit bibirnya. "Sasuke..!" Ia mendesah. "SASUKE!"

"Pergi."

"Eh?"

"Pergi, Sakura-hime."

Sakura mengerjap-ngerjapkan matanya. "Jyuubi?" tanyanya.

Jyuubi, sang bijuu berekor sepuluh yang berdiam di dalam Sakura tengah bertelepati dengan Sakura.

"Pergi." ulang Jyuubi.

"Untuk apa?" tanya Sakura.

"Pein menunggumu. Orochimaru juga." jawab Jyuubi.

"Pein dan Otou-san?" ulang Sakura.

"Ya." jawab Jyuubi. "Sakura-sama ingat tentang surat dari Pein?" tanya Jyuubi.

Sakura mengangguk.

"Sakura-sama harus memilih. Antara menjadi pemimpin Akatsuki, menggantikan Rein-sama atau tetap menjadi putri tiri Orochimaru." ujar Jyuubi.

"Eh?" Sakura terkejut.

"Sakura.."

Sakura segera menoleh ke arah sumber suara. Matanya membelalak.

"Sasuke!" serunya sambil menghampiri Sasuke yang tengah bersandar di sebuah batang pohon. Tubuhnya penuh abu, dan nafasnya tersengal-sengal.

Sasuke segera memeluk Sakura erat begitu Sakura berlutut di hadapannya.

"Syukurlah.." desah pemuda itu. "Syukurlah, kau baik-baik saja.."

Sakura pun membalas memeluk Sasuke dengan erat.

"Kau tidak apa-apa kan, Sasuke?" tanya Sakura begitu ia melepaskan pelukannya.

Sasuke mengangguk sambil tersenyum. "Aku baik-baik saja."

Sakura tersenyum lega.

"Sakura." panggil Sasuke.

"Ya?"

"Kau.. Apa kau akan pergi?" tanya Sasuke.

Deg! "Eh?"

"Jangan bilang kau tidak melihatku membaca surat dari Pein itu. Siapa Pein?" tanya Sasuke.

Sakura terhentak. "Ano.. Pein itu.."

Sasuke tetap diam, menunggu jawaban dari Sakura. Akhirnya, Sakura menghela nafas pelan, lalu ia memutuskan bahwa Sasuke harus tahu semuanya.

"Sasuke, aku akan menceritakan sesuatu padamu. Tapi berjanjilah, jangan bicarakan hal ini pada siapapun." ujar Sakura.

Sasuke pun mengangguk.

"Kau tahu kan soal klan Haruno?" tanya Sakura.

"Ya." jawab Sasuke.

Sakura berdehem sejenak, lalu melanjutkan. "Aku adalah satu-satunya orang dari klan Haruno yang tersisa. Aku… Lalu, aku.. Diangkat menjadi anak Orochimaru."

"Orochimaru? Siapa itu?" tanya Sasuke.

Sakura menjilat bibirnya yang mendadak kering. "Orochimaru.. Murid Hokage ketiga." jawab Sakura lirih.

Mata Sasuke membelalak. Orochimaru memiliki reputasi sebagai ninja paling jahat yang pernah Konohagakure miliki. Dan, sekarang.. Sakura adalah anak angkatnya?

"Kumohon, jangan menatapku seperti itu, Sasuke," pinta Sakura. "Dengarkan ceritaku sampai selesai. Karena setelah itu.." Sakura terdiam. "Aku.. Mungkin tidak akan kembali ke Konoha." lanjutnya.

"Apa?" tanya Sasuke.

Sakura menggeleng-geleng pelan. "Akan kulanjutkan ceritaku. Kau pasti ingat, ketika kau mendapatiku sedang menggunakan sharingan. Sasuke, aku tahu ini terdengar gila, tapi ini kebenarannya. Aku memiliki sharingan dan byakugan buatan. Orochimaru yang menanamkannya dalam tubuhku."

Sasuke terdiam. Ia kehilangan segala kata-kata untuk diutarakan. Ini.. Ini tidak masuk akal!

"Sasuke.. Aku ingin kau tahu semuanya tentangku. Aku.. Aku anak dari mantan pemimpin Akatsuki, Mikato Kyoga dan jinchuuriki Jyuubi yang pertama, Haruno Mayaka." lanjut Sakura.

Kedua mata Sasuke kembali membelalak. Sakura.. Putri dari Mikato Kyoga dan Haruno Mayaka?

"Sakura, kau.."

Sakura menelan ludah dengan gugup, lalu bangkit berdiri. "Aku harus pergi."

Lalu, Sakura pun mulai berjalan menjauh dari Sasuke yang masih terduduk dan bersandar di sebatang pohon. Sasuke masih terkejut, namun akhirnya ia masih bisa melontarkan sebuah pertanyaan.

"Kenapa hanya kau saja yang tersisa dari klan Haruno?"

Langkah Sakura terhenti. Setelah hening beberapa saat, Sakura memutar tubuhnya, menatap Sasuke dengan kedua mata emerald-nya yang sayu, lalu memutuskan menjawab pertanyaan Sasuke.

"Klanku dibantai. Oleh Orochimaru. Dan, kau tahu apa yang paling ajaib? Hanya aku yang diberikan kesempatan tetap hidup. Hanya karena saat pembantaian terjadi, aku masih di akademi." jawab Sakura. Air matanya mulai berlinang.

"Sakura.." hanya itu yang mampu Sasuke ucapkan.

Sakura pun membalikkan kembali badannya, membelakangi Sasuke. Ia membiarkan air matanya tumpah.

"Hime, pergi." Jyuubi kembali bertelepati.

"Juubi, aku akan memberikan pilihanku." balas Sakura dalam percakapan telepatinya dengan Jyuubi, dan ia menghapus air matanya.

"Kau akan pergi?" tanya Sasuke lagi akhirnya.

Sakura tidak berbalik menatap Sasuke, namun ia mengangguk.

"Kau sudah menentukan pilihanmu?" tanya Sasuke.

Sakura kembali mengangguk. Tiba-tiba, Sasuke bangun dan memeluk Sakura dari belakang. Sontak, Sakura terkejut, dan ia berusaha melepaskan diri dari Sasuke.

"Jangan pergi." lirih Sasuke.

"Aku tidak peduli kau berasal darimana. Aku tidak peduli siapa ayahmu. Aku tidak peduli masa lalumu. Yang kuinginkan hanyalah.. Kau berada di sampingku. Setiap hari, setiap saat." lanjut Sasuke.

Sakura tidak kuat menahan air matanya.

"Kumohon, Sakura.." desah Sasuke. "Jangan tinggalkan aku."

Sakura terisak. Sasuke pun membalikkan tubuh Sakura, dan kini Sasuke bisa melihat kedua mata emerald Sakura yang basah oleh air mata.

"Jangan menangis. Kau membuat hatiku sakit, bila kau menangis." ujar Sasuke sambil tersenyum. Ia pun menyapu air mata dari pipi Sakura dengan tangannya.

Lalu, Sasuke menggenggam wajah Sakura. Tak ingin melepaskan gadis itu. Sakura pun menggenggam tangan Sasuke.

"Aku harus pergi." ujar Sakura. Mantap.

"Sakura.." ujar Sasuke lirih. Mata onyx-nya menampilkan kesedihan yang besar.

"Aku harus pergi, Sasuke." ulang Sakura. "Semakin lama aku disini, semakin bahaya. Kau lihat ledakan tadi? Itu pasti perbuatan Otou-san dan Pein. Aku harus pergi."

Sasuke yang kehilangan kata-kata akhirnya hanya bisa memeluk Sakura erat. "Jangan pergi." ulangnya berkali-kali.

Sakura kembali menangis. Namun, ia membuka sebuah segel, lalu memusatkan cakranya pada leher Sasuke. Tak lama kemudian, Sasuke pun jatuh tertidur. Sakura menidurkan Sasuke di atas rerumputan di dekat mereka, lalu ia pun mengelus pipi Sasuke.

"Aku sayang padamu, Sasuke. Kumohon.. Tetaplah hidup. Apapun yang terjadi." ujar Sakura lemah.

"Hime." panggil Jyuubi.

"Aku tahu." balas Sakura dalam batinnya.

Ia pun memantapkan hatinya untuk berdiri, dan berjalan meninggalkan Sasuke. Sakura terus berjalan menuju pintu gerbang Konoha, tanpa menoleh kembali ke belakang sedikit pun. Ia pun akhirnya sampai di pintu gerbang Konoha. Ia melihat Orochimaru dan Kabuto di sebelah kirinya, dan Akatsuki di sebelah kanannya.

"Hime, kau akan memilih siapa?" tanya Pein.

Orochimaru tersenyum. Ia memang sudah tahu, bahwa Sakura akan memilih malam ini dari Pein. Dan ia yakin, Sakura akan memilih untuk bersamanya.

Sakura memejamkan matanya sejenak, lalu membukanya. Dengan segala kemantapan dan kesungguhan, Sakura pun menjawab. "Aku memilihmu, Pein. Aku memilih kalian, Akatsuki. Aku akan menjadi pemimpin Akatsuki, menggantikan ayahku."

Semilir angin berhembus, meniup pelan rambut pink Sakura yang panjang. Pein tersenyum lebar, sementara Orochimaru memandang Sakura bengis.

"Kenapa kau memilih Akatsuki, Sakura?" tanya pria ular itu dengan marah.

Sakura balas menatap Orochimaru. "Aku tidak sudi menghabiskan hariku lagi dengan seseorang yang membantai habis keluargaku. Tapi, terima kasih telah memberiku mata buatan yang luar biasa ini, Otou-san." jawab Sakura.

Orochimaru memandang Sakura dengan amarah, ketika gadis itu berjalan menuju Pein, dan mengambil jubah Kyoga dari tangan Pein. Orochimaru semakin marah, ketika Sakura mengenakan jubah milik Kyoga itu.

Kini, Akatsuki memiliki pemimpin baru. Haruno Sakura. Putri dari pendiri Akatsuki, Mikato Kyoga alias Haruno Rein dan jinchuuriki Jyuubi yang pertama, Haruno Mayaka.

"Ayo, kita pergi." ujar Sakura, lalu menghilang di kelamnya malam, diikuti dengan anggota Akatsuki lainnya.

"Kau akan mendapatkan balasannya, Sakura.." desis Orochimaru.

Horee…!

Selesaiii….!

Akhirnya, Chap. 6 selesai jugaaa…!

Kagoya akan berusaha untuk Chap. 7!

:D

Soo..

Review, please?

:D