Halo, minna-san..

Nggak kerasa, udah masuk chap.7, lhoo!

Huehe..

Maaf banget ya updatenya telat abis, computer Kagoya baru aja dibetulin..

:D

Okay..

Read and enjoy!

Haruno Sakura

Summary: Another Story About Sakura's Life's History..

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Part 7. Sakura, The New Leader

3 tahun kemudian..

Akatsuki's base

"Sakura-hime." panggil Pein.

Sakura menoleh ke arah Pein. "Ng?"

"Kami sudah selesai menangkap Nichibi dan Sanbi." jawab Pein.

Sakura kembali memandang ke luar jendela ruangan. "Baiklah. Kau boleh pergi." ujar Sakura.

Pein mengangguk patuh, lalu hendak meninggalkan Sakura, sebelum gadis itu memanggilnya.

"Pein." panggil Sakura.

"Ya, Hime?" tanya Pein.

Sakura terdiam sejenak. "Besok siang kita akan menyerang Konoha untuk mengambil Permata Abadi." ujar Sakura.

Pein tersenyum lebar. "Baiklah, Hime."

XXX

Tsunade's Office

"Tsunade-sama! Kumohon!" pinta Sasuke.

"Sasuke, aku belum pasti apakah Akatsuki akan kesini atau tidak." ujar Tsunade, sang Hokage kelima.

"Meskipun begitu, aku ingin kau mengijinkanku bertempur melawan Akatsuki!" ujar Sasuke.

Tsunade menatap wajah Sasuke. Sasuke sudah berumur 16 tahun sekarang, dan kini ia akan bertemu dengan Sakura lagi. Setelah 3 tahun yang lalu, gadis itu meninggalkannya, kini gadis itu memberikan peringatan kepada Konoha untuk bersiap-siap, karena ia dan Akatsuki akan mencuri Permata Abadi.

Permata Abadi adalah permata yang berisi chakra dari Hokage Pertama hingga Hokage Keempat. Sebagai Hokage kelima, sudah menjadi kewajiban Tsunade untuk menjaga Permata Abadi.

"Sasuke," ujar Tsunade.

"Ya?"

Tsunade menghela nafas. "Baiklah. Kau boleh menghadapi Akatsuki. Ajak timmu juga." ujar Tsunade.

"Siap!" sahut Sasuke, lalu segera keluar dari ruangan Tsunade.

XXX

On a rooftop

"Kita akan melawan Akatsuki?" tanya Sai setengah tidak percaya.

"Akhatshuki? Shiapha ituh?" tanya Naruto dengan mulut penuh ramen.

"Naruto, telan makananmu dulu." tegur Sai.

Naruto menelan ramennya, lalu mengulangi pertanyaannya. "Akatsuki? Siapa itu?" tanyanya.

"Akatsuki adalah kelompok ninja jahat. Pemimpin Akatsuki baru saja memberikan surat peringatan kepada Hokage, bahwa Akatsuki akan mencuri Permata Abadi." jawab Sasuke.

"Permata Abadi? Apa itu?" tanya Naruto.

Sasuke mendecak. "Kau ini benar-benar tidak tahu apa-apa, ya." gerutunya. "Permata Abadi adalah permata yang berisi chakra Hokage Pertama hingga Hokage Keempat." jawab Sasuke.

"Siapa pemimpin Akatsuki, Sasuke? Setahuku, pemimpin Akatsuki sudah meninggal." tanya Sai.

Sasuke terdiam. "Aku adalah putri dari mantan pemimpin Akatsuki, Mikato Kyoga." ucapan Sakura pada malam itu tiga tahun yang lalu, masih terngiang-ngiang.

"Sakura mengirimkan surat pemberitahuan." ujar Tsunade. "Ia bilang dia dan Akatsuki akan mencuri Permata Abadi. Sepertinya, Sakura adalah pemimpin Akatsuki yang sekarang, menggantikan ayahnya dulu."

"Sasuke?" panggil Sai.

Sasuke membuang nafas pendek. "Pemimpin Akatsuki adalah Haruno Sakura." jawab Sasuke.

"Haruno Sakura?!" pekik Sai dan Naruto berbarengan.

"Si gadis dingin dari klan terbuang itu?" tanya Naruto.

Sasuke mengangguk.

"Si jinchuuriki Jyuubi itu?" tanya Sai.

Sasuke mengangguk.

"Si jidat lebar itu?" tanya Naruto.

Sasuke mengangguk lagi.

"Gadis yang meledakkan pusat Konoha tiga tahun yang lalu itu?" tanya Sai.

Sasuke segera menggeleng. "Dia tidak meledakkan pusat Konoha, Sai." jawab Sasuke.

"Gadis yang menampar Karin?" tanya Naruto.

Sasuke segera menggeleng lagi. "Karin yang menamparnya, Naruto." jawab Sasuke.

Naruto dan Sai segera berdesah. "Astaga, si gadis pink itu. Dia pemimpin Akatsuki?" tanya mereka tidak percaya.

Sasuke mengangguk.

"Sulit dipercaya." gumam Sai.

"Ditambah, dia adalah putri tiri Orochimaru." sahut Naruto.

Sai dan Naruto mengangguk-angguk.

"Kau ingin bertemu dengannya ya, Sasuke?" tanya Sai.

Sasuke menatap Sai lalu menghela nafas pendek. "Ya." akunya. "Aku memang ingin bertemu dengannya."

Naruto dan Sai saling bertatapan dan menghela nafas. "Sasuke, jangan bilang kau masih menyukainya." Ujar Naruto.

Sasuke menggeleng. "Aku tidak menyukainya, Naruto." Sahutnya.

"Benarkah?" Tanya Naruto dan Sai.

Sasuke mengangguk. "Aku tidak menyukainya." Ulang Sasuke. "Aku mencintainya."

Naruto dan Sai menganga sambil menatap Sasuke dengan takjub. "Kau… Mencintainya?" Tanya Sai.

Sasuke mengangguk. "Sangat mencintainya. Maka dari itu, aku akan membawanya pergi dari Akatsuki dan kembali ke Konoha." Jawab Sasuke mantap.

XXX

Akatsuki's base' gate

"Sudah siap?" Tanya Pein.

"Yosh!" sahut Deidara.

Sakura menatap pintu gerbang markas Akatsuki. Sudah tiga tahun ia memimpin Akatsuki, dan selama tiga tahun itu, Akatsuki sudah dikenal sebagai kelompok ninja jahat. Mereka menculik dan membunuh para Jinchuuriki dan mengambil bijuunya. Tapi, Sakura melakukan ini demi satu tujuan. Demi orang itu. Demi masa depan mereka. Demi dunia.

Horeee…!

Selesaiii…!

Review please?