Halo minna, Kagoya kembali dengan chapter 8 !

Enjoyy !

:D

Haruno Sakura

Summary : Another Story About Sakura's Life History...

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Sakura menatap gerbang Konohagakure yang besar, yang terlihat di kejauhan. Ia membayangkan desa yang ia tinggalkan tiga tahun lalu itu, desa dimana ia kehilangan semuanya. Dan Sakura teringat akan seorang laki-laki di desa itu yang Sakura tinggalkan. Uchiha Sasuke.

"Hime, bagaimana rencananya?" tanya Konan.

Sakura memandangi gerbang Konohagakure dan tidak berkata apa-apa. Memorinya kembali berdatangan tanpa henti, menampilkan bagaimana dulu ia mencintai desa itu, ketika klannya masih hidup.

Dan ingatan Orochimaru membantai habis nyawa klan Haruno kembali. Sakura mengepalkan kedua tangannya dengan erat, dendam membara di dalam hatinya.

"Hime?" panggil Konan.

Tidak, Sakura menggumam pelan dalam hati. Belum saatnya membalas dendam. Sekarang, ia harus mencuri Permata Abadi.

"Zetsu." panggilnya.

"Ya, Hime?"

"Kau pergi duluan. Selidiki keadaan dalam desa. Deidara, Sasori, kalian bersiap di depan gerbang. Jangan sampai ketahuan." ujar Sakura.

Zetsu, Deidara dan Sasori segera melaksanakan perintah Sakura. Angin berhembus pelan, meniup jubah Akatsuki dengan lembut.

Sakura mengaktifkan byakugannya, meneliti setiap chakra yang ada di dalam desa.

"Empat orang di belakang gerbang. Deidara, Sasori, tahan." ujar Sakura.

"Berapa banyak yang berjaga di kantor Hokage?" tanya Itachi.

"Delapan. Zetsu, masuk lewat bawah tanah." ujar Sakura.

Sakura memperhatikan delapan pusat chakra yang berada di sekitar kantor Hokage. Delapan pusat chakra berarti delapan ninja. Salah satunya memiliki chakra cukup besar. Sakura segera menon-aktifkan byakugannya.

"Pasang penghalangnya. Pemuda Uchiha itu akan mengaktifkan sharingannya." ujar Sakura.

Konan dan Pein segera melakukan beberapa segel, dan memasang penghalang.

"Sharingan?" gumam Itachi sambil berdiri di samping Sakura.

"Adikmu." jawab Sakura.

Itachi tidak berkata apa-apa.

"Sakura, apa kau tahu kebenarannya?" tanya Itachi.

Giliran Sakura yang tidak berkata apa-apa.

"Tentang aku?" tanya Itachi sekali lagi.

"Aku tahu." jawab Sakura.

"Lalu, kenapa?" tanya Itachi.

Sakura melirik Itachi dan mengaktifkan mangekyo byakugannya. "Uchiha Itachi, kalau kau mau mati sekarang, aku siap membunuhmu." ujar Sakura pelan.

Itachi menatap Sakura. "Kau sudah jauh berubah."

"Itu bukan urusanmu. Sebagai anggota Akatsuki, tutup saja mulutmu dan ikuti perintahku." ujar Sakura rendah lalu menonaktifkan mangekyo byakugannya.

"Saatnya akan tiba, Sakura. Sudah semakin dekat." ujar Itachi.

Sakura tidak berkata apa-apa.

"Kalau saatnya sudah tiba, apa kau akan siap?" tanya Itachi.

"Aku sudah siap jauh sebelum saatnya tiba." jawab Sakura.

"Ayahmu akan bangga sekali padamu." ujar Itachi.

"Aku yang memilih jalan ini, Itachi. Aku yang memilih hidup ini. Ayahku tidak memintaku mengikuti jejaknya ataupun meneruskan pekerjannya. Ia hanya ingin aku hidup." ujar Sakura.

"Kau tahu rencanamu berbahaya sekali." ujar Itachi memperingatkan.

"Tapi itu akan berhasil. Saat waktunya sudah tiba, aku akan mengakhiri semuanya. Aku akan mengembalikan semuanya." ujar Sakura.

"Dan dia akan kehilanganmu." gumam Itachi.

Sakura tersenyum pahit. "Tidak kalau aku hidup. Tapi kalau aku harus membayar dosa, maka ya, aku harus pergi."

"Apa tidak ada jalan lain?" gumam Itachi.

Sakura tidak berkata apa-apa.

"Hime?" panggil Pein.

"Ayo kita mulai." ujar Sakura. "Pein, Kakuzu, kalian timur. Hidan, Konan, kalian barat. Kisame, Itachi, kalian utara. Ayo kita berikan ucapan halo kepada Konohagakure."

Seluruh anggota Akatsuki segera bergerak sesuai perintah Sakura.

"Deidara, Sasori, buka gerbangnya. Zetsu, kau sudah sampai di kantor Hokage?"

"Sudah, Hime." balas Zetsu lewat telepati.

"Tetap disana dan jangan muncul ke permukaan. Deidara, Sasori, kalian mendapat kehormatan menerima penyambutan paling pertama. Silahkan bersenang-senang, dan jangan mati." ujar Sakura.

BOOM !
Pintu gerbang Konohagakure pun meledak. Deidara dan Sasori menerjang masuk, disambut oleh segerombolan ninja Konoha.

"Kisame, Itachi, Pein, Kakuzu, Hidan, Konan, kalian masuk." ujar Sakura.

Tak lama kemudian, Sakura bisa melihat asap mulai membumbung tinggi dari Konoha. Teriakan mulai terdengar disana-sini, dan Sakura dapat merasakan berbagai macam chakra yang beradu.

Ledakan dan asap semakin tebal, dan Sakura memutuskan untuk mengambil alih panggung. Sakura meloncat turun dari tempat ia mengamati dan melompati pepohonan untuk sampai di Konoha.

Sakura tidak melewati gerbang Konoha, melainkan melewati pepohonan di sekitar Konoha. Lalu, dengan satu gerakan cepat, Sakura melompat dan mendarat di depan kantor Hokage.

Delapan ninja sudah menunggunya. Naruto Uzumaki, Shikamaru Nara, Ino Yamanaka, Hyuuga Neji, Sai, Hyuuga Hinata, Tenten, dan Uchiha Sasuke.

"Sakura.." ujar Sasuke lirih.

Sakura tersenyum. "Kita bertemu lagi."

Yeaaah, selesaaaiiii !

This is still beyond perfect ._.

So, review please?

:D