Konichiwa, minna :D
Kagoya kembali dengan chapter 9 ! :)
Enjoy !
Haruno Sakura
Summary : Another Story About Sakura's Life History ...
Disclaimer : Masashi Kishimoto
"Kita bertemu lagi."
Sasuke tidak dapat mempercayai penglihatannya. Ia tidak dapat mempercayai pendengarannya. Ia tidak mempercayai kebenarannya. Ia tidak mempercayai perasaannya yang sebenarnya.
Ia tidak dapat mempercayai sosok Sakura yang berdiri tepat di hadapannya. Rambut gadis yang ia cintai itu tetap lurus dan panjang, berwarna merah muda yang manis. Kini Sakura sudah bertambah tinggi, dan wajahnya berubah dewasa, menjadi lebih cantik dan lebih menarik. Jubah Akatsuki-nya melambai lembut diterpa angin, dan kedua mata emerald gadis itu tetap bersinar. Tidak ada yang berubah bagi Sasuke, kecuali Sakura bertambah cantik dan kini ia pemimpin Akatsuki.
Sasuke tidak dapat mempercayai kalimat yang baru saja terlontar keluar dari mulut Sakura. Suara gadis itu lebih lembut dibandingkan sebelumnya, dan Sasuke tidak menangkap nada kesedihan dibaliknya. Suara Sakura begitu tenang, tegas, jernih, dan mengalir.
Ia tidak dapat mempercayai kebenaran yang ia hadapi sekarang. Bahwa Sakura adalah pemimpin Akatsuki, dan ia datang bukan untuk kembali ke Konoha tetapi mencuri Permata Abadi. Sakura datang sebagai musuh, dan Sasuke menyambutnya dengan kenyataan pahit. Bahwa mereka bertemu kembali bukan untuk menyongsong akhir bahagia berdua melainkan bertarung. Sasuke tidak percaya bahwa kini ia, yang berdiri di depan kantor Hokage, harus bertarung melawan gadis yang ia cintai sepenuh hati selama ini.
Sasuke tidak dapat mempercayai perasaannya. Ia tidak tahu bagaimana perasaannya. Tentu saja, Sasuke bahagia sekali bertemu kembali dengan Sakura. Debar jantungnya menggila ketika ia melihat gadis itu. Namun, melihat jubah Akatsuki yang Sakura pakai, otaknya berpikir ulang. Mungkinkah gadis yang ia temui semasa kecil itu berubah menjadi pemimpin kelompok ninja paling jahat yang pernah dikenal? Mungkinkah gadis yang ia cintai selama ini berubah menjadi musuh yang harus ia lawan? Bisakah Sasuke melawan gadis itu? Sanggupkah ia melukai gadis itu? Mampukah ia bertarung melawan Sakura, dan mempertahankan Permata Abadi?
Astaga, kenapa takdir bisa sekejam ini?
"Aku tidak akan membiarkanmu mengambil Permata Abadi!" Seruan Ino menyadarkan Sasuke kembali.
Pemuda itu tidak berkata apa-apa, hanya diam dan memandang Sakura.
"Ah, putri Yamanaka. Sudah berubah rupanya. Kau bertambah... apa kata yang tepat? Dewasa? Hmm, bukan itu. Sebentar," Sakura terdiam. "ah, biasa."
"Apa maksudmu?!" tuntut Ino.
"Apa? Kenapa? Mari kutanyakan satu hal padamu. Apa jurus favoritmu masih jurus memindahkan jiwamu itu?" tanya Sakura.
"Kau.." geram Ino.
"Kuanggap ya. Astaga, sudah tiga tahun dan jurus favoritmu masih sama?" tanya Sakura sambil tertawa kecil.
"Kau memang lancang, Haruno!" sambar Ino. "Seharusnya kau keluar saja dari desa ini dan tidak usah kembali!"
"Kau kira aku mau kembali?" sambar Sakura.
Deg! Jantung Sasuke seolah berhenti berdetak.
"Aku tidak akan menginjakkan kakiku di desa ini lagi, kalau bukan demi Permata Abadi." lanjut Sakura.
"Pulang saja kau ke markas Akatsuki!" perintah Ino.
"Ino, cukup." potong Sasuke.
"Sasuke! Kenapa kau harus selalu membelanya?!" tanya Ino gusar.
"Kita disini untuk menghentikan Akatsuki mengambil Permata Abadi, bukan untuk berdebat seperti ini." jawab Sasuke.
"Ah, bungsu dari Uchiha." ujar Sakura. "Rupanya kau pemimpin mereka."
"Dia menyebalkan sekali," gerutu Shikamaru. "apa kita tidak bisa membungkamnya saja?"
"Dia kuat." sambung Neji.
"Hah, sekuat apapun dia, tidak akan menang melawan kita semua!" sambar Naruto.
"Kau mau coba?" tantang Sakura.
"Aku yang maju pertama!" sahut Ino segera. "Akan kutunjukkan padanya bahwa jangan pernah mempermainkan Yamanaka Ino!"
Sakura tersenyum. Ino yang geram segera menerjang maju. Tanpa basa-basi, gadis berambut kuning panjang itu segera melayangkan tinju kanannya, dan tendangan kaki kanannya. Dengan mudah, Sakura menepis tinju Ino dan menghindari tendangan gadis itu.
Ino tidak berhenti sampai disitu. Dengan cepat ia memutar, menggunakan kaki kirinya untuk menendang bagian samping kepala Sakura. Dengan gesit Sakura menghindari tendangan kaki Ino dan melayangkan tinju kirinya.
BUK! Tinju kiri Sakura mengenai pipi Ino, membuat gadis itu mundur beberapa langkah.
"Ino!" pekik Hinata.
"Ah, diam!" sambar Ino. "Sial, dia kuat juga." gumamnya.
Ino kembali menerjang maju. Kali ini ia membuka segel, menempelkan kedua tangannya di depan mulutnya lalu menyemburkan bola-bola api. Sakura berlari menghindari bola-bola api tersebut. Lalu gadis itu menerjang maju, dan menonjok perut Ino.
"Ugh!" Ino jatuh terduduk sambil memegangi perutnya.
"Ino!" Hinata mengaktifkan byakugannya dan menerjang maju. Gadis berambut hitam panjang itu dengan cepat meluncurkan jurus telapak tangannya. Sakura menepis tangan Hinata dengan cepat pula.
Hinata mengerutkan keningnya, dan ia berkonsentrasi. Telapak tangan kanannya berhasil memukul bahu kiri Sakura, mendorong gadis itu mundur beberapa langkah.
"Bagus, Hinata!" puji Tenten.
Sakura tersenyum. Hinata kembali menerjang maju, kali ini jurus telapak tangannya jauh lebih cepat. Namun, dengan satu gerakan cepat, Sakura menepis tangan Hinata, melompat keatas, dan memutar tubuhnya, dengan segera berada di belakang Hinata.
DUK! Dengan tangan kirinya, Sakura memukul bagian leher Hinata, membuat gadis itu pingsan.
"Ah, serang saja dia!" seru Tenten menerjang maju.
Shikamaru, Neji, dan Sai mengikuti jejak Tenten. Sakura dengan mudahnya menghindari semua serangan mereka. Lalu, Sakura mengangkat kakinya, menginjakkannya ke tanah kuat-kuat dan menghancurkan pijakan para ninja yang menyerangnya.
Dengan cepat Sakura melayangkan pukulannya, membuat keempat ninja itu jatuh pingsan.
"Sakura, hentikan!" seru Sasuke.
"Hei, Sasuke, sampai kapan kau mau menyadarkannya? Dia tidak akan kembali! Kalau kau mau membawanya kembali, harus dengan paksa!" balas Naruto.
Sasuke terdiam. Naruto pun menerjang maju.
"Jurus seribu bayangan!" Naruto membuka segel, dan muncullah banyak sekali tiruan Naruto. Mereka mengelilingi Sakura. Sakura mengaktifkan byakugannya.
"Serang!" seru Naruto.
Sakura memusatkan chakra pada kedua telapak tangannya lalu memukul tiruan-tiruan Naruto yang menyerangnya. Satu persatu, tiruan itu kalah dan menghilang.
POOF! POOF! POOF!
"Kenapa, Sakura?" tanya Naruto. "Kenapa kau harus mengkhianati Konoha?"
Sakura tidak berkata apa-apa, namun tetap memukul habis tiruan Naruto. Naruto membuka segelnya sekali lagi dan muncul lebih banyak tiruan Naruto.
"Apa kau tidak tahu Sasuke menunggumu terus? Apa kau tidak tahu ia cemas memikirkanmu? Kenapa kau meninggalkan kami?" tanya Naruto.
Sakura menatap Naruto dengan marah. Mata byakugannya berubah menjadi mangekyo byakugan.
"Aku?!" pekiknya. "Meninggalkan kalian?! Bukankah kalian yang meninggalkan aku?"
"Apa maksudmu?" tanya Naruto.
Dengan geram, Sakura menghabisi lima tiruan Naruto sekaligus.
"Pernahkah kau memikirkan perasaanku, Naruto Uzumaki? Pernahkah kau mencoba berteman denganku? Tidak! Ayahku yang menyelamatkan desa ini, menyegel Kyuubi kedalam tubuhmu! Ibuku menyelamatkan desa ini kedua kalinya, menyegel Jyuubi kedalam tubuhnya, menjadikan dirinya jinchuuriki yang pertama! Dan apa yang klanku dapat? Tidak ada! Jangan bercanda kau, Naruto Uzumaki! Kenapa kau yang seorang jinchuuriki tidak dijauhi, sedangkan aku dijauhi?! Akatsuki membantu desa ini dua kali, dan tidak ada yang menghargainya! Sekarang, akan kubalas itu! Akan kubalas siapapun yang tidak memiliki rasa terima kasih sedikit pun pada Akatsuki!" seru Sakura.
Ia mengayunkan tangannya, dan seluruh tiruan Naruto habis. Dengan satu gerakan cepat, ia menerjang maju, memukul pingsan Naruto.
Tujuh ninja sudah dikalahkan. Sakura berbalik, menghadap Sasuke. Sakura menonaktifkan mangekyo byakugannya, dan mengaktifkan sharingannya.
Sasuke melakukan hal yang serupa. Kini, Sakura dan Sasuke berhadapan, siap bertarung dengan sharingan masing-masing.
Yeaaah, selesaaiiii !
Battle Sakura vs Sasuke in the next chapter !
Soooo ...
Review, please?
