Halo, minna-sann :D

Kagoya kembali dengan chapter 10 !

Sakura vs Sasuke is here !

Enjoyyy !

Haruno Sakura

Summary : Another Story About Sakura's Life History ...

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Part 8. The Battle

"Sasuke, semua kuserahkan padamu!" seru Hokage Kelima, Tsunade, sambil berlari keluar dari kantornya. "Aku akan membantu pertarungan di kota. Jaga Permata Abadi-nya!"

Sasuke mengangguk sekilas, dan memperhatikan Tsunade berlari menuju kota. Dua tahun yang lalu, Tsunade terpilih menjadi Hokage yang baru, menggantikan Hokage Keempat yang memilih pensiun dini.

Sasuke menatap Sakura dibalik mata merah sharingan miliknya. Ia dapat melihat dengan jelas sharingan Sakura, mata yang diberikan Orochimaru pada gadis itu ketika ia masih kecil. Ketujuh teman-temannya sudah terkapar pingsan diatas tanah, dan kini terserah Sasuke untuk menghentikan Sakura.

Perempuan melawan Laki-laki.

Pink melawan Hitam.

Akatsuki melawan Konoha.

Haruno melawan Uchiha.

Sharingan melawan Sharingan.

"Aku akan menghentikanmu, Sakura." ujar Sasuke.

Sakura tidak berkata apa-apa. Ia menatap Sasuke dengan tatapan dinginnya dibalik mata sharingannya.

Sasuke segera menerjang maju. Gerakan pemuda itu begitu cepat, namun Sakura bisa mengikutinya. Sasuke melayangkan tinju kanannya dan Sakura menghindarinya. Sakura membalas dengan melancarkan tendangan kaki kirinya, namun Sasuke mampu menghindarinya.

Dengan sharingannya, Sasuke dapat melihat dengan jelas chakra Sakura dan harus ia akui, chakra Sakura sangat besar.

Sasuke dan Sakura terus beradu tinju dan tendangan. Sasuke pun melayangkan tendangan kaki kirinya, namun Sakura dapat menepisnya. Lalu, pemuda itu mengenggam lengan kiri Sakura dan memutar tubuhnya. Sakura ikut berputar.

Dengan cepat, Sasuke melayangkan tendangan lutut kanannya, namun Sakura dapat menghindarinya. Sakura menyentakkan lengannya, lalu melompat mundur beberapa langkah.

"Kau kuat." gumam Sasuke. "Sesuatu yang kuharapkan dari pemimpin Akatsuki."

Sakura tetap tidak berkata apa-apa. Ia menarik nafas, lalu melayangkan tinjunya pada tanah. Dengan segera, tanah tempat Sasuke berpijak retak, namun Sasuke melompat dan mendarat di sebuah batang pohon untuk menghindarinya.

"Persis seperti Hokage Kelima." ujar Sasuke. "Sepertinya kali ini kau serius."

Sakura tetap tidak berkata apa-apa. Ia melompat ke atas, lalu dengan cepat mengincar dagu Sasuke dengan lutut kanannya. Sasuke menyadarinya, dan dengan sepersekian detik Sasuke memundurkan kepalanya untuk menghindari tendangan lutut Sakura. Sakura segera berpegangan pada sebuah ranting pohon kuat, memutar tubuhnya, lalu hendak menendang punggung Sasuke dari belakang. Namun Sasuke bergerak cepat. Ia menunduk, menangkap kedua kaki Sakura yang melewati punggungnya, menariknya hingga pegangan Sakura terlepas, dan melayangkan tinju kanannya. Sakura segera menyilangkan kedua tangannya, menghalang tinju Sasuke mengenai wajahnya. Namun, tinju Sasuke berhasil membuat Sakura jatuh berdebum ke tanah. Debu tanah segera mengepul.

Sasuke melompat turun. Dari balik debu, Sakura berdiri. Kedua mata sharingannya menatap Sasuke dengan tajam. Kedua mata sharingan Sasuke juga menatap Sakura dengan seksama.

"TIdak sia-sia kau menjadi kesayangan klan Uchiha." ujar Sakura.

"Sakura, apakah kita tidak bisa menyelesaikan ini dengan baik-baik?" tanya Sasuke.

Sakura terdiam lalu tertawa. "Apa yang kauharapkan, pangeran Uchiha? Aku akan menyesali pertarungan ini, menyetujui usulmu dan melupakan segala dendamku?"

Sasuke tidak berkata apa-apa, hanya menatap Sakura dengan pahit.

"Tidak!" Sakura balas menatap tatapan Sasuke dengan tatapan teguh. "Aku tidak akan memaafkan desa ini semudah itu!"

Sasuke menatap Sakura tetap dengan pandangan pahit, yang Sakura balas dengan tatapan keras kepala. Lalu pemuda itu menghela nafas dan memantapkan hatinya.

"Kalau begitu, kau akan kuhentikan. Sampai disini saja, Sakura." ujar Sasuke.

Sakura tersenyum. "Kita lihat nanti siapa yang menghentikan siapa."

Sasuke tidak membuang waktu. Ia membuka segel, lalu melancarkan bertubi-tubi bola api dari mulutnya. Sakura menghindari setiap bola api Sasuke, lalu menerjang maju sambil mengayunkan tinju kanannya.

Sasuke memutar tubuhnya, dan melompat ke belakang untuk menghindari ayunan Sakura. Ia mengambil beberapa kunai dari sakunya dan melemparkannya kepada Sakura. Sakura menendang semua kunai itu. Sasuke lalu segera menerjang maju dan melayangkan tinjunya pada Sakura. Sakura menangkisnya lalu melayangkan tinjunya ke dagu Sasuke. Sasuke yang tidak sempat menghindar segera terlontar ke atas. Namun, pemuda itu menundukkan tubuhnya dengan segera, mengambil beberapa bom cahaya dari sakunya dan melemparkannya ke arah Sakura.

Bola-bola cahaya itu segera meledak begitu menyentuh tanah, dan debu tebal kembali mengepul. Sasuke mendarat turun dan mengusap dagunya yang nyeri. Dengan mata sharingannya ia menatap kepulan debu itu.

"Uchiha!" seru Sakura. Gadis itu membuka jubah Akatsukinya, meniup habis debu yang mengelilinginya.

Sasuke tidak menyerah. Ia menerjang maju sekali lagi, lalu melayangkan tinju dan tendangan pada Sakura.

"Kenapa, Sakura?" tanyanya. "Kenapa kau harus melakukan ini?"

Sakura melayangkan tendangan kaki kirinya, mengincar pinggang Sasuke. Sasuke berkelit, dan melayangkan tinjunya pada perut Sakura. Sakura menangkap tangan Sasuke lalu mereka saling bertatapan dengan keteguhan hati masing-masing yang tersembunyi dibalik sharingan-sharingan mereka.

"Kenapa?" gumam Sakura. "Karena aku ingin balas dendam."

Sakura menendang debu, dan Sasuke kehilangan penglihatannya selama satu detik. Pemuda itu melompat mundur, memberi jarak yang cukup jauh antara dirinya dan Sakura.

Sakura menatap Sasuke dengan dingin dibalik sharingannya. "Seharusnya bukan kau yang menjadi anak kebanggaan klan Uchiha, melainkan kakakmu."

Deg! Jantung Sasuke berdegup lebih kencang mendengar kalimat Sakura.

"Ya, Itachi Uchiha." ujar Sakura.

Deg! Sasuke menatap Sakura.

"Dia mengkhianati klanmu, bukan?" tanya Sakura.

"Dia tidak mengkhianati klan Uchiha." jawab Sasuke.

"Tapi dia diusir. Kalau tidak, bagaimana mungkin dia bisa bergabung dengan Akatsuki?" tanya Sakura lagi.

"Tidak." jawab Sasuke.

"Ah, aku mengerti." gumam Sakura sambil tertawa kecil. "Dia melarikan diri."

Sasuke tidak berkata apapun, hanya semakin tajam menatap Sakura.

"Kenapa melarikan diri? Jangan-jangan dia sudah tidak tahan lagi tinggal di desa ini." tebak Sakura.

Sasuke menatap Sakura dengan tidak percaya. Apakah benar ini Haruno Sakura yang dulu? Haruno Sakura yang ia cintai sepenuh hati? Haruno Sakura yang akan ia bawa kembali ke Konoha? Haruno Sakura yang sudah mencuri hatinya bertahun-tahun silam, semenjak mereka kecil? Haruno Sakura yang begitu tegar?

"Kau bukan Sakura." ujar Sasuke. "Sakura yang kukenal tidak seperti ini."

Sakura mendengus. "Sayang sekali, Sasuke. Tapi, Sakura yang dulu sudah mati. Aku yang menggantikannya."

Sasuke mengepalkan kedua tangannya lebih erat. "Dan aku akan menghentikanmu. Apapun caranya."

Sakura mendengus sekali lagi. "Tekadmu sungguh pantas dikagumi. Kurasa kejadian kakakmu yang melarikan diri membuat kau bertambah dewasa. Tapi Sasuke, ingatlah ini. Aku tidak akan pernah kembali. Tidak ke Orochimaru, tidak ke desa ini. Dan tidak kembali padamu."

Sasuke tersentak. "Apa maksudmu?"

Sakura tertawa pelan. "Apa kau tahu aku menyesal bertemu denganmu?"

Sasuke tercekat. "Menyesal?" Pemuda itu merasa sebilah pisau menusuk hatinya, karena ia tidak pernah menyesal bertemu dengan Sakura. Tidak, ia bersyukur bertemu dengan Sakura.

Sakura mengepalkan kedua tangannya dengan erat. "Ya, aku menyesal, Uchiha Sasuke! Seharusnya aku tidak pernah bertemu denganmu!" serunya sambil menerjang maju.

Gerakan Sakura lebih cepat, dan semakin banyak pukulan serta tendangan yang gadis itu lancarkan. Sasuke menangkis semuanya. Namun, ketika Sasuke sedang lengah selama sepersekian detik, tinju kiri Sakura berhasil bersarang di perutnya, dan pemuda itu segera melompat mundur.

"Tidak seharusnya aku menceritakan bagaimana aku bertemu bocah Uchiha itu padamu!" Sakura melanjutkan. Sebutir air mata nampak di ujung matanya. "Tidak seharusnya aku membiarkanmu tahu mengenai hal itu!"

Sasuke mengusap peluhnya yang menetes sepanjang pipinya.

"Aku tidak seharusnya membiarkanmu berada dalam hidupku, Sasuke! Untuk apa? Apa gunanya?" seru Sakura. Gadis itu mengambil sebuah kunai dari dalam sakunya. "Untuk apa aku membiarkanmu masuk ke dalam hidupku, padahal kau tidak ada keinginan untuk melakukan itu sama sekali!"

Sasuke tersentak. "Sakura?" panggilnya bingung. "Apa maksudmu, tunggu dulu. Kau bilang aku tidak ada keinginan untuk masuk ke dalam kehidupanmu? Sakura, itu keinginanku! Kau salah paham!"

Sakura menatap Sasuke dengan marah. "Aku? Salah paham?! Apanya yang salah paham?! Sasuke, kau masuk ke dalam kehidupanku karena aku membiarkanmu melakukan itu. Padahal aku tahu kau tidak mau! Kau hanya mengasihaniku, Sasuke!" seru Sakura lalu menerjang maju.

Sasuke mengambil beberapa shuriken dari dalam sakunya dan melemparkannya ke Sakura. Dengan kunainya, Sakura menangkis semua shuriken. Untuk mempertahankan dirinya, Sasuke juga mengambil dua buah kunai dari dalam sakunya, dan Sakura mengambil sebuah kunai lagi dari dalam sakunya.

CLANG! CLANG! CLANG!

Suara empat buah kunai beradu. Sasuke dan Sakura saling menatap dengan keteguhan hati mereka masing-masing.

"Siapa yang mengasihanimu?" tanya Sasuke marah sekaligus bingung. "Aku tidak mengasihanimu!"

"Ya, kau mengasihaniku! Kalau waktu itu kau tidak memergokiku memakai sharingan padahal aku bukan seorang Uchiha, kau tidak akan pernah mengenalku! Kalau bukan karena kau melihat mata kiriku berdarah, kau tidak akan berbicara padaku, kau tidak akan mengenalku! Kau berada disampingku hanya karena kau mengasihaniku, Sasuke! Seorang ninja yang tersisa dari klannya, yang memiliki mata buatan, memiliki orangtua buangan dan memiliki monster berekor di dalam tubuhnya!" seru Sakura.

Sasuke menggigit bibir lalu mengayunkan kunainya dengan sedikit lebih cepat. Sakura melakukan hal yang sama. Sebelah kunai gadis itu berhasil melukai pipi dan lengan Sasuke, membuat sayatan yang cukup panjang dan darah mengalir keluar. Sedangkan kunai Sasuke berhasil membuat sayatan panjang pada pipi dan pundak Sakura.

"Kau salah paham, Sakura! Aku tidak mengasihanimu!" seru Sasuke.

Sakura menggertakkan giginya, lalu mengayunkan kakinya dan menendang perut Sasuke dengan keras. Sasuke tidak sempat menghadangnya, sehingga pemuda itu jatuh berdebum.

Sakura mendarat di atas sebuah batang pohon.

"Zetsu." panggilnya.

PRAANG!

Sasuke bangkit berdiri dan melihat kaca jendela kantor Hokage telah pecah. Ia kembali menatap Sakura dan melihat gadis itu mengangkat tangan kanannya.

"Sampai disini." gumam gadis itu.

Lalu, Sasuke melihat sesosok bayangan hitam putih keluar dari jendela kantor Hokage dan menghilang ke dalam pepohonan. Sinar matahari menerpa sebuah benda yang bayangan itu pegang. Cahaya putih berpendar melewati mata Sasuke.

"Permatanya!" serunya.

Sasuke kemudian melihat sesosok burung besar berwarna coklat terbang rendah dan mendekati Sakura. Diatas burung itu terlihat sesosok ninja laki-laki berambut kuning.

"Hime!" seru ninja itu lalu mengulurkan tangannya dan menyambut uluran tangan Sakura. Sakura pun terbang pergi dibawa oleh burung itu.

"Sakura!" seru Sasuke.

Lalu, Sasuke melihatnya. Gadis itu menggumamkan sesuatu. Suara gadis itu terlalu pelan untuk Sasuke dengar, tapi Sasuke mampu membaca gerak bibirnya.

Maafkan aku, Sasuke... Tetaplah hidup, apapun yang terjadi. Aku.. mencintaimu.

Sasuke mengepalkan kedua tangannya. Dengan sharingannya, ia membuat sebuah janji pada dirinya.

"Aku harus membawa Sakura kembali ke Konoha. Apapun taruhannya."

Yeaaah, selesaaii !

Ini pertama kalinya Kagoya menulis adegan battle.

Aneh, ya?

For the repair, review please?

:D