Halo, minna :)

Kagoya akhirnya kembali dengan chapter 12 !

Enjoy !

Haruno Sakura

Summary : Another Story About Sakura's Life History ...

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Part 10. The Plan Starts

"Dimana Hime-sama?" tanya Pein.

"Dia sedang mengunjungi tempat itu." jawab Konan.

"Aku masih tidak mengerti kenapa Hime-sama mencuri Permata Abadi," Hidan menyahut. "memangnya itu apa?"

"Permata Abadi adalah senjata rahasia kita," Pein menjawab. "permata itu berisi chakra para hokage Konoha. Hime-sama akan menjadi tidak terkalahkan begitu ia bisa menguasai permatanya."

"Itu berarti pekerjaan kita untuk mencuri semua monster berekor akan menjadi lebih mudah!" Hidan menyahut dengan gembira. "Dia benar-benar pintar."

Pein mengangguk dan tersenyum puas. Impiannya tentang Akatsuki berkuasa di dunia ninja akan segera terwujud.

Sakura Haruno akan mengabulkan impiannya.

XXX

"Kau benar-benar mengelabui mereka."

Sakura tidak perlu menoleh untuk mengetahui siapa yang berbicara kepadanya. Hanya ada satu anggota Akatsuki yang memiliki suara begitu dalam dan dingin, namun tetap memiliki sepercik kehangatan. Itachi Uchiha.

Sakura memandang Permata Abadi di telapak tangannya dan diam.

"Menurutmu rencana ini akan berhasil?" tanya Sakura pelan.

Itachi memandang punggung Sakura yang menghadapnya. Terkadang, ia tidak dapat mempercayai bagaimana kuatnya Sakura dalam hal ini. Dia mengambil keputusan yang begitu drastis, namun ia berhasil menyembunyikan tujuan sebenarnya dari para anggota Akatsuki lainnya.

Bahkan Pein tidak menyadari tujuan Sakura sebenarnya.

Dan Itachi juga tidak akan tahu apabila Sakura tidak menyadari bahwa Itachi menyusup ke dalam Akatsuki atas perintah Hokage Ketiga.

"Itachi, Hime-sama memanggilmu."

Itachi mengerutkan keningnya. Tidak sering Sakura memanggilnya. Sakura lebih sering memanggil Konan ataupun Pein untuk menyampaikan keputusannya.

"Hime-sama."

"Masuk."

Itachi membuka pintu ruang kerja Sakura dan melihat gadis itu sedang menatap keluar jendela. Itachi memandang ke sekeliling, dan ia menyadari bahwa hanya ada dirinya dan Sakura di dalam ruangan itu.

Sakura membalikkan badannya dan menatap Itachi.

"Aku memerlukan bantuanmu." ujarnya pelan.

"Bantuan?"

Sakura mengangguk.

"Kenapa aku?"

Sakura tersenyum kecil. "Karena diantara para anggota Akatsuki, hanya kau yang menjadi mata-mata disini. Aku tahu Hokage Ketiga mengirimmu kesini."

Napas Itachi tercekat. Sakura.. mengetahuinya?

"Tidak usah cemas," Sakura berujar. "aku tidak akan membunuhmu apabila kau masih ingin hidup. Tapi, aku meminta kerjasamamu agar tujuanmu yang sebenarnya tidak terungkap."

Itachi menyipitkan matanya. "Kau... mengancamku?"

Sakura tertawa kecil. "Kurang lebih," sahutnya. "tapi diatas segalanya, aku meminta bantuanmu karena aku ingin kau berkhianat. Bersamaku."

"Berkhianat?" tanya Itachi. "Bersamamu? Apa maksudmu?"

Sakura menghela napas singkat. "Konoha memiliki satu harta berharga, dan itu adalah Permata Abadi. Permata itu berisi chakra para Hokage Konoha."

Sakura menatap Itachi. "Dan aku ingin mencurinya."

Itachi terdiam sesaat. "...Baiklah. Lalu, apa hubungannya dengan kau mengajakku berkhianat?"

"Aku yakin kau mengetahui tentang impian Pein menjadikan Akatsuki sebagai kelompok ninja yang paling berkuasa di dunia ninja. Dan itu adalah alasan mengapa Pein memimpin kalian—menggantikan ayahku—mencuri monster berekor."

Sakura terdiam sesaat dan Itachi menggangguk.

"Dan aku yakin kau mengetahui bahwa Pein mempercayaiku mewujudkan impiannya."

Itachi mengangguk lagi.

"Tapi itu bukan alasanku kembali ke Akatsuki."

Itachi membelalakkan kedua matanya.

"Aku kembali kesini untuk mewujudkan impian ayahku. Menjadikan Akatsuki sebagai kelompok ninja yang layak dihormati. Mereka kuat, dan mereka pernah melakukan kesalahan, tapi itu bukan berarti mereka tidak pantas dimaafkan. Itu impian ayahku, dan aku bertekad untuk mewujudkannya."

Itachi hanya terdiam dan tidak dapat mengatakan apapun.

"Aku pernah bertemu dengan adikmu ketika aku masih kecil," Sakura tersenyum sedih. "kurasa aku menyukainya sejak pertama kali aku melihatnya." Lalu ia tertawa kecil. "Dan aku bertemu dengan kakaknya disini."

"Hime-sama.."

"Begini rencanaku ketika aku mendapatkan Permata Abadi. Sampai Naruto adalah satu-satunya ninja dengan monster berekor yang tersisa, kita tetap mencuri monster berekor. Ketika Naruto adalah satu-satunya jinchuriki, di saat itulah kita akan menyerang Konoha."

Itachi diam dan mendengarkan rencana Sakura dengan seksama.

"Aku akan membutuhkan bantuan kalian semua untuk menggempur Konoha, tapi jangan membunuh siapapun. Aku akan mengirim Zetsu untuk menyusup diam-diam dan mencuri Permata Abadi. Aku yakin Hokage Kelima akan mengirimkan ninja-ninja terbaik untuk melawanku, dan itu berarti teman-temanku. Aku akan menghadapi mereka."

"Kita akan pergi setelah Zetsu berhasil membawa lari Permata Abadi. Aku akan memberitahu Deidara untuk menjemputku, dan kita akan kembali ke markas."

Itachi mengangguk.

"Setelah itu, kita akan menggempur Konoha sekali lagi, dan menculik Naruto. Dengan demikian, aku yakin Hokage Kelima akan mengirim teman-temanku ke markas untuk menyelamatkan Naruto. Disaat itu, aku ingin kau mengumpulkan tubuh para jinchuriki di tempat itu. Aku akan menyuruh para anggota Akatsuki lainnya untuk menahan teman-temanku."

Itachi mengangguk sekali lagi.

"Disaat aku mengeluarkan Kyubi dari tubuh Naruto, disaat itulah aku akan menggunakan Permata Abadi."

"Bagaimana kau akan menggunakannya?" tanya Itachi.

"Aku akan menggunakan kekuatan Permata Abadi untuk mengeluarkan para bijuu dari segel mereka, dan mengembalikannya kepada para jinchurikimereka. Tapi, Permata Abadi harus dibantu oleh chakra Kyubi dan Jyuubi. Aku yakin Naruto tidak akan apa-apa, tapi aku tidak dapat menjamin aku akan bertahan hidup."

Napas Itachi tercekat. "Hime-sama.."

"Aku harus menggabungkan chakra Permata Abadi dengan chakra Jyuubi. Aku akan menarik chakra Kyubi keluar dan menggunakannya untuk memancing Permata Abadi agar aktif. Disaat itu, aku memastikan semua jinchuriki akan kembali hidup, tapi aku juga yakin Permata Abadi akan melakukan reaksi penolakan dengan chakra Jyuubi."

"Hime-sama! Kalau begitu, kau akan.."

"Kemungkinan besar aku tidak akan selamat." Sakura mengangguk. "Dan disaat itu terjadi, aku ingin kau menahan Sasuke agar ia tidak mendekatiku. Aku ingin dia bertahan hidup. Aku ingin dia selamat."

"Tapi, Hime-sama.."

"Aku ingin mengajakmu mengkhianati Akatsuki yang sekarang." Sakura berujar dengan tegas. "Aku tidak akan memaksamu untuk menyetujuinya, tapi aku berharap kau tetap akan melindungi Sasuke."

Itachi terdiam selama beberapa saat. Akhirnya, dia mengangguk.

"Baiklah, Hime-sama."

Itachi menghela napas singkat.

"Rencana ini harus berhasil, Hime-sama." jawab Itachi.

Sakura terdiam lalu mengangguk. "Katakan pada Pein kita akan menggempur Konoha malam ini. Dan katakan padanya, kita akan menculik Naruto."

Itachi mengangguk lalu pergi.

Selesai !

Akhirnya !

Hope you guys enjoy !

Tell me with your reviews !

P.S : Mungkin dua atau tiga chapter lagi, fic ini akan selesai :)