Halo, minna !

Kagoya kembali dengan chapter 13 !

2 update dalam satu hari ! Uu yeaa ~

Anyway, enjoy !

Haruno Sakura

Summary : Another Story About Sakura's Life History ...

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Part 10. Kyubi

Naruto sedang bermimpi mengunjungi berbagai macam stan ramen ketika ia mendengar ledakan di luar kamarnya. Ia segera terbangun dan duduk lalu melihat ke sekelilingnya.

Naruto mengedipkan matanya sembari mencerna sekelilingnya. Ia lalu teringat bahwa Konoha diserang hari ini, dan Naruto langsung teringat semuanya.

Bagaimana ia dikalahkan dengan mudah oleh Haruno Sakura.

Naruto mengangguk singkat ketika dia melihat kamarnya. Ia sedang berada di Rumah Sakit Konoha.

"Naruto!" panggil Ino sembari membuka pintu kamar Naruto dengan terburu-buru.

"Ino?"

Ino tidak membuang waktu dan segera menarik tangan Naruto. "Kita harus keluar dari sini secepatnya!"

Naruto nyaris saja terjatuh ketika berusaha menyelaraskan langkahnya dengan langkah Ino yang terburu-buru.

Ia dapat mendengar sebuah ledakan lagi.

"Ino! Apa yang terjadi?"

"Akatsuki menyerang lagi!"

"APA?!" seru Naruto kaget. "Kenapa?! Apakah Sakura belum berhasil mendapatkan Permata Abadinya?!"

"Dia sudah mencurinya, idiot!"

"Lalu, kenapa?!" tanya Naruto. "Dan jangan panggil aku idiot!"

Sebuah ledakan terdengar lagi dari kejauhan. Ino mempercepat larinya sekaligus menarik tangan Naruto lebih kuat. Mereka berdua keluar dari pintu belakang rumah sakit dan memasuki hutan.

"Karena Akatsuki mengincarmu, Naruto!" Ino berujar. "Mereka membutuhkan Kyubi dalam dirimu!"

Napas Naruto tercekat.

"Apa kau ingat Temari pernah memberi tahu kita bahwa Gaara menghilang? Beberapa bulan lalu, dia akhirnya mengetahui bahwa Akatsuki sudah berhasil menangkap Gaara dan mengeluarkan bijuu dari tubuhnya!" Ino melanjutkan. "Sekarang hanya tinggal kau, Naruto! Hanya tinggal kau dan Sakura yang masih memiliki monster berekor!"

"Ino! Disini!"

Naruto hanya bisa terdiam, bahkan ketika Ino dan ia berhenti berlari. Naruto bisa melihat semua teman-temannya, termasuk Sasuke.

"Naruto, kami akan melindungimu!" Ino berujar. "Tsunade-sama memerintahkan kami untuk melindungimu, jadi jangan tinggalkan kami! Jangan jauh-jauh!"

"Oh, betapa manisnya!"

Naruto, dan kesepuluh temannya menoleh ke arah sumber suara.

Dan Naruto dapat mendengar napas Sasuke tercekat.

"Sakura.." lirihnya.

Sakura berdiri di depan mereka, dan ada dua orang lagi di sebelah kiri dan sebelah kanannya.

Di sebelah kiri Sakura, berdiri seorang pria dengan rambut abu-abu dan ia membawa sebilah sabit besar. Ia tersenyum menyeringai.

Di sebelah kanan Sakura, berdiri seorang pria berambut kuning dengan sebelah matanya tertutup oleh poninya yang panjang.

"Yo!" sapa si pria berambut abu-abu. "Namaku Hidan."

"Aku Deidara." sapa si pria berambut kuning. "Kudengar sang jinchuriki Kyubi adalah seorang bocah dengan warna rambut mirip denganmu, dan itu berarti adalah kau, bocah berkumis kucing."

"Oooh!" Hidan berseru gembira. "Tapi, ada satu anak perempuan dengan warna rambut yang sama, Deidara!"

Deidara mendecih. "Bukankah dia yang bilang pada bocah Kyubi bahwa mereka akan melindunginya?"

"Ah ya, kau benar juga."

"Sakura!" Ino memanggil. "Hentikan semua ini!"

Sakura tidak menjawab apapun. "Hidan, Deidara, aku menyerahkan mereka semua kepada kalian. Aku akan mengatasi jinchurikinya."

"Siap, Hime-sama!" Hidan dan Deidara berseru sebelum menyerang maju.

"Sasuke! Kau dan aku akan melindungi Naruto!" seru Shikamaru. "Ino, Kiba, Chouji, Neji, kalian atasi si pria kuning! Tenten, Hinata, Shino, Lee, kalian atasi si pria abu-abu!"

Tepat saat itu, Sakura sudah berada tepat di hadapan Shikamaru. Shikamaru segera melompat mundur dengan Sasuke, melindungi Naruto. Hidan dan Deidara segera menghadapi ninja Konoha lainnya di tempat lain.

Sakura mengaktifkan sharingannya. Sasuke mengikuti.

"Tunggu dulu, aku juga ingin ikut bertarung!" seru Naruto.

Tepat saat itu, Sakura menerjang maju dengan cepat sambil menarik sebuah kunai. Sakura mengayunkan kunainya yang ditangkis oleh Sasuke dengan kunainya.

Ini kali kedua mereka bertarung.

Pink melawan Hitam.

Akatsuki melawan Konoha.

Haruno melawan Uchiha.

Sakura melawan Sasuke.

Sharingan melawan Sharingan.

Baik Sasuke maupun Sakura bergerak dengan cepat, mengayunkan tinju dan senjata masing-masing dengan kecepatan yang sama.

Mereka berdua seimbang dalam kekuatan.

Shikamaru juga ingin membantu, apabila bulan tidak tertutup awan malam ini. Dengan tidak adanya cahaya, jurus bayangan Shikamaru menjadi sia-sia.

"Sasuke!" Naruto berseru. "Biarkan aku melawannya juga!"

Sasuke tidak menggubris Naruto dan terus menangkis serangan Sakura sambil melayangkan tendangan dan tinju. Mereka berdua akhirnya sama-sama melompat mundur ketika kunai mereka berdua patah.

Baik Sasuke maupun Sakura mengatur napas mereka masing-masing sembari menarik sebilah kunai lagi. Kedua mata sharingan mereka saling menatap, dan napas mereka yang terengah-engah mengisi udara dingin malam ini. Angin malam berhembus pelan dan tepat saat itu, Sasuke dan Sakura saling menyerang maju lagi.

Kunai mereka saling baku hantam dan keduanya menatap satu sama lain menggunakan sharingan mereka. Tidak ada kalimat yang terlontar dari keduanya, hanya tekad untuk mengalahkan satu sama lain.

Dan di saat-saat seperti ini, Shikamaru merutuki ketidakmampuannya untuk membantu Sasuke. Dan Naruto yang terus menerus ribut membuatnya pusing.

Namun, pertarungan Sasuke dan Sakura menarik perhatiannya. Mereka berdua sama kuatnya, sama cepatnya, dan sama pintarnya.

Sakura memang pantas disebut sebagai pemimpin Akatsuki dan Sasuke memang pantas menjadi anggota klan Uchiha.

Karena Shikamaru tengah memperhatikan pertarungan Sasuke dan Sakura, ia tidak menyadari bahwa seseorang berada tepat di belakang Naruto. Namun, Sakura melihatnya dengan ekor matanya.

Ia melompat mundur sekali lagi lalu menatap Sasuke dengan dingin.

"Hidan, Deidara, kita bersiap pergi." sahut Sakura pelan.

Sakura lalu mengaktifkan mangekyo sharingannya, dan Sasuke, Shikamaru, dan Naruto jatuh pingsan. Tidak jauh dari situ, kedelapan ninja lainnya juga jatuh pingsan, kecuali Hidan dan Deidara.

Itachi menatap tubuh Naruto lalu mengangkatnya dari tanah. Ia memperhatikan tubuh Sasuke yang terjatuh dan ia melihat Sakura berlutut di dekat Sasuke. Mata Sakura sudah kembali normal.

Sakura menatap Sasuke sambil tersenyum sedih dan mengelus pipi Sasuke dengan lembut. Meskipun pelan, Itachi dapat mendengar kalimat yang diucapkan Sakura.

"Maafkan aku, Sasuke.." ujar Sakura lirih. "Maafkan aku."

Mereka lalu segera pergi dari situ untuk kembali ke markas, dan Itachi tidak dapat melupakan bagaimana air mata Sakura mengalir ketika ia mencium kening Sasuke.

Selesai !

Chapter ini sedikit sedih :'(

Kagoya tunggu reviewnya ya !