Kuroko Tetsuna = 23tahun
Akashi Seijuurou = 29tahun
Chapter 2
"enmh..." desah Tetsuna saat sinar Matahari merambat melalui celah ventilasi kamar. Ia membuka matanya perlahan. Kepalanya terasa sangat sakit dan berdenyut. Padangannya masih kabur, Tetsuna berusaha memfokuskan padangannya.
"Ini di-dimana?" tanya Tetsuna entah pada siapa. Ia masih memegangi kepalanya. Seingatnya tadi malam ia pergi ke Bar dan meminum wine.
"Oh! Astaga! Aku lupa."
Tetsuna menuruni kasur ukuran King Size itu dengan hati-hati. Kepalanya sangat pusing, tapi dia harus segera pergi dari sini. Berjalan dengan hati-hati lalu memuka pintu dan...
"Kau sudah bangun?" tanya lelaki berambut merah darah itu kepada Tetsuna. Ia hanya memakai kaus oblong berwarna hitam dan celana pendek merah serta handuk kecil dipundaknya. Wajahnya tampan dan yang pasti lebih tinggi dari Tetsuna.
"Eemnh Kau si-siapa?" oh tuhan kelapanya terasa mau pecah. Kepalanya sakit sekali. Ia merasa seperti sedang melayang.
Melihat tubuh gadis surai biru itu mulai oleng Seijuurou dangan sigap langsung menopang tubuh Gadis itu dan membantunya duduk di ranjang. Seijuurou mengambil segelas air putih hangat dan memberikannya pada Tetsuna.
"Ari-gatou" ucap Tetsuna sambil meminum perlahan air hangat itu. Tubuhnya sekarang jauh lebih baik dari pada yang tadi. Ia memandang kearah Seijuurou yang balik memandangnya.
"Tadi malam aku bertemu denganmu di Bar. Saat itu kau sedang mabuk berat. Jadi aku memutuskan membawamu kesini. Karena kau tidak membawa dompet atau kartu tanda pengenal" jelas Akashi sambil melemparkan sebuah jaket kepada Tetsuna. Jaket untuk apa? Tetsuna penasaran.
"Pakai jaket itu. Kau tau pakaian yang kau gunakan sekarang bisa membuatmu masuk angin" lanjut Seijurou sambil tetap memperhatikan Tetsuna yang mulai memasang jaket.
Seijurou bersyukur karna ia bukan Lelaki yang suka meniduri gadis sembarangan. Kalau seandainya bukan dia yag membawa gadis bersurai biru itu, ia jamin kalau gadis itu tidak akan aman. Saat bertemu di Bar saja gadis itu hanya mengenakan Short Dress ketat berwana hitam yang pas di tubuh rampingnya. Paha dan punggung nya terekspos begitu saja. Dan Seijurou akui bahwa Gadis surai biru dihadapannya tergolong gadis yang cantik dengan wajah putih pucatnya yang menawan. Sekilas bisa Seijurou lihat kalau gadis itu merona karena Seijurou secara tidak langsung seperti menyindirnya.
"Arigatou emh..."
"Seijurou..Akashi Seijurou"
.
.
.
Mobil sport hitam itu melaju kenjang membelah jalan kota Tokyo yang mulai padat di Pagi hari. Suasana dalam mobil itu sangat tenang. Tetsuna sibuk melihat seperti apa tokyo saat ini sedang Akashi fokus pada jalan yang ada didepannya.
Rasanya sudah lama sejak Tetsuna meninggalkan Tokyo, kira-kira 7tahun yang lalu dan Tokyo berkembang sangat pesat tidak kalah dari wilayah yang ada di Eropa maupun Amerika.
Akashi yang tadinya fokus pada jalanan sedikit melirik kearah Gadis surai biru tersebut. Yang begitu serius memandangi jalanan kota Tokyo sampai tidak sasdar kalau sedari tadi Seijuurou memperhatikannya. Ah Seijuurou hampir lupa , di bahkan belum menanyakan nama gadis disampingnya ini.
"Jadi siapa namamu?" tanya Akashi yang kembali memperhatikan jalanan didepannya. Gadis surai biru itu menoleh.
"Kuroko Tetsuna-desu" jawab Tetsuna seadanya.
Mobil Akashi tiba-tiba berhenti. Sontak membuat Tetsuna terkejut.
"Sudah sampai" ujar Akashi sambil melepaskan sabuk pengaman yang melekat ditubuh pemuda itu yang kemudian mendekatkan dirinya kepada Tetsuna.
"Tetsuna, kusarankan kepadamu. Serumit apapun masalah yang kau hadapi, Bar bukanlah tempat menyelesaikannya. Mengerti?"
Jantung Tetsuna berdegup kencang. Wajahnya yang putih pucat berubah menjadi kemerehan. Bagaimana dia bisa bernafas normal jika jaraknya dan Akashi sangat lah dekat.
"Ba-baiklah A-akashi-san" gugup Tetsuya sembari memalingkan wajahnya kearah jendela. Sehingga bisa ia rasakan kalau saat ini deru nafas Akashi menerpa kulit lehernya, menimbulkan sensasi aneh yang belum pernah Tetsuna rasakan.
"Dan satu lagi Tetsuna, tak perlu memanggilku se-Formal itu"
"Ha'i Akashi-kun"
.
.
.
Gururan air dari Shower itu membasahi tubuh polos Kuroko Tetsuna. Setibanya apartemen ia langsung mandi untuk mendinginkan tubuh dan pikirannya. Ia ingat kalau beberapa hari ini iya terus terusan merokok dan meminum wine. Tetsuna benar-benar stres pasca pembatal pernikahannya itu. Membuatnya kalut dan tak tau harus berbuat apa. Pergi jauh dari Newyork , pergi dari Orang Tuanya dan memutuskan untuk menetap di Jepang. Entah smapai kapan.
Tetsuna mematikan shower mengambil handuk dan membalutnya pada tubuh polosnya itu.
Beranjak keluar dari kamar mandi, mengambil pakaian dan berakhir berbaring diranjang apartemen. Ia mengehela nafas. Ia harus move on dari Kagami, benar yang dikatakan Chihiro. Masih banyak lelaki lain diluar sana.
Tiit Tiitt Tiiit
Ah iya, ponselnya dimana? Ia bahkan lupa untuk hanya sekedar mengecek ponsel.
From : Kise Ryoka
To : Kuroko Tetsuna
"Aku dengar dari Chihiro-cchi bahwa Tetsuna-cchi pulang keJepang. Bagaimana kalau kita bertemu Tetsuna-cchi? Aku sangat merindukanmu"
Rasanya Tetsuna iangin tertawa saja bila mengingat teman super cerewetnya Kise Ryoka. Yang Tetsuna tau sekarang Kise bekerja di bank dan meninggalkan dunia model untuk sementara. Usia Kise sebenarnya lenih tua setahun diabnding Tetsuna tapi karena mereka sudah bersama sejak kecil, Tetsuna hanya memanggila Kise dengan namanya saja.
To : Kise Ryoka
"Baiklah Ryoka-chan"
Send
.
.
.
Kereta tujuan Kyoto akan berangkat sekita dua puluh menit dari sekarang. Dan wajah Kise Ryouka berubah sprti orang cemas. Maslahnya kemarin ia sudah mengundang teman kecilnya Kuroko Tetsuna. Tapi gadis itu belum datang sampai sekarang.
"Hei Kise, apa yang kau tunggu hah?" tanya Aomine yang penasaran mlihat orang yang ia sukai nampak cemas sejak tadi.
"Temanku belum datang-ssu"
Dari arah pintu masuk kereta Kise bisa melihat Gadis putih bersurai biru yang dijalin kebelakang. Sungguh tampak menawan. Kesan yang sangat feminim. Walau hanya memakai celana Jeans dan Kaus berwarna Cream. Ah Tetsuna-cchi nya tidak berubah.
"Tetsuna sini!" sorak Kise sambil melambaikan tangannya. Membuat Gadis yang dipanggil itu segera berlari kearah Kise.
"Tetsuna-cchi aku benar-benar rindu padamu-ssu" Kise sambil memelik Kuroko dengan erat.
"Kau tidak berubah Ryouka-chan"
Kise melepas pelukannya kepada Tetsuna kemudian memandang teman-temannya yang menatap baliknya dengan haran. Astaga Kise, kau lupa memperkenalkan Kuroko pada mereka. Yah walau pun Murasakibara Atsushi mengenal Tetsuna, karena mereka sempat sartu junior dan senior high school.
"Ah Kuro-chin! Lama tidak bertemu" Murasakibara melambaikan tangan dan kemudian melanjutkan makan snack yang ada ditangannya.
"Ha'i Murasakibara-kun"
"Oh iya Minna-san, Ini temanku Kuroko Tetsuna" jelas kise pada teman-temannya.
"Hai Tetsu! Aku Aomine Daiki" ucap seorang Pemuda berkulit hitam dengan rambut biru tuanya. Cukup tampan dan berwibawa.
"Kau bukankah gadis yang didiskotik itu?" tanya sorang pemuda berambut hijau dengan kacamata dan sebuah boneka Teddy Bear di tangannya. Cukup aneh.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Tetsuna, sungguh ia bingung karena ia tidak pernah brtemu pria itu sbelum ini.
"Ya, kau pernah bertemu dengannya Tetsuna. Hanya saja saat itu kau sdang mabuk." Jelas seorang pemuda yang duduk disamping Sikacamata tadi.
"A-akashi-kun"
Suatu kebetulan bisa bertemu dengan pemuda yang telah menolongnya ketika diBar waktu itu
Akashi Seijuurou hanya tersenyum sekilas kepadanya. Kenapa jantungku jadi seperti ini. Tetsuya memegangi dadanya sambil menghirup nafas dalam-dalam.
"Baguslah kalau kalian sudah kenal-ssu"
.
.
.
Kise mengajakku pergi ke Kyoto kepesta pernikahan sahabat kami ketika di Junior High School, Aida Riko. Pesta Pernikahan ya? Entah apa yang harus aku lakukan nanti saat pesta. Ini mengingatkanku pada Kagami.
Flashback
"Aku bisa jelaskan semua Tetsuna" Jelas Kagami brusaha meraih Kuroko kearahnya.
"Apa yang perlu kau jelaskan Taiga-kun! Apa hiks" aku membentaknya, kau tau Taiga-kun? Betapa sakit yang kurasakan?
"Ini semua kulakukan untukmu Tetsuna"
Air Mata itu menetes lagi. Aku tidak bisa menahannya. Melucur begitu saja. Mataku perih jika harus mengingat masa lalu suram bersama kagami.
"Kenapa kau menangis Tetsuna?" tanya seseorang yang duduk disebelahku. Akashi Seijuurou.
"Tidak. Aku tidak menangis Akashi-kun. Aku kelilipan"
Kau mencoba berbohong denganku Tetsuna? Aku tau ada yang kau sembunyikan. Dan aku tau kalau kau ke Bar waktu itu karena masalahmu kan ?
.
.
.
AN : Huahhhh! Capek ngetiknya.
Chapter kedua ini saya buat karena jeleknya kualitas Chapter Pertama
Terimakasih atas Review chapter pertama semoga chapter kedua memuaskan
Tapi untuk chapter yang sekrang AkaKuronya belum terlalu ngeh buat saya, jadi sampai jumpa di chapter selanjutnya !
