GAJE d'Next!


Sequel dr GAJE by Anak-anak Prince of Tennis


Same place, same time...


Disclaimer: tokoh orisinil: Konomi-sensei, cerita orisinil: Nadha yg immmooeeeettt! (Shiraishi: Author! Imut tuh 'I, muka tua! Wkwkwkwkws!)


Chp. 2: That Evening ~Some GAJE Scene~


Mohon enjoy saja, segaje apapun cerita ini...


Suatu sore yang ceraaaahhh...

"Shiraishee!" panggil Kintaro yang udah loncat-loncat depan pintu, "Hahaha... Zaizen ada video lucu! Ada Shiraishi-nya!"

Shiraishi muncul dengan keheranan, "Perasaan gue nggak ada ngapa-ngapain deh..." gumamnya, dan Shiraishi jatuh bedebam setelah menginjak handuk Kenya.

"Ahahahaha... kayak gitu videonya! Tapi Shiraishee nimpa orang!" seru Kintaro. Shiraishi langsung menyambar hape yang tengah dimainkan Zaizen di pojok ruangan. Dan...

"OHHHH!"

"Zaizeeeeeennn...!"

"DARI..."

"... MANA..."

"... ELO..."

"... DAPAT..."

"... NI..."

"... VIDEO?!"

seru Shiraishi garang pada kouhainya.

"Laah... orang author yang ngasih aku." ujar Zaizen sambil ngeluarin sesuatu yang lebih canggih daripada hape touch screen yang disita Shiraishi dari saku jaketnya. Android!

"Waaah... si author itu..." gumam Shiraishi dengan napas memburu. Author langsung cabut dan MABIT di sekolah, tak pernah ingin kembali lagi ke rumah (Author: Shiraishi itu... ABOMINABLE!)


Shiraishi: Baiklah, dikit catetan buat dear readers yang kece-kece-jangan melayang ya! N'tar jatuhnya sakit!-kerana author kita yang tersayang *mata penuh glare n' blaze* dah pergi, biarkan saya yang ambil alih POV. Setuju sodara-sodara?


POV Unlocked: Shiraishi's POV

Jadi ntuh author keterlaluan, memberi Zaizen hadiah gosip yang sangat gilaa!

Begini ceritanya, dear readers. Masih ingat nggak tadi pagi kita harlem shake? Naaahh... MUNGKIN kalian semua udah lupa, tapi aku masih ingat kejadian detailnya. Saat itu pukul 7 lewat 24 menit, WIB (lho? lho?)-maksudku WNJ (wilayah negara J-Punk, hohoho...), tepat saat harlem shake akan selesai. Kita masih sebok (sibuk kamsudnya) dengan gayanya AKB 48. Tapi aku tergelincir dan menimpa Kirihara-kun dan... itu terjadi! Ya! Itupun terjadi!


No One's POV

Tulilililittt... hape Shiraishi bunyee, author nyemak dikeet~~

From: Author Gila

To: s_shitenhouji

Message: Ini sih mendingan gue yang ngarang, drpd elo gga to-de-poin, gga frontal. Bilang ajalah, kalian tanpa sadar saling kamplang, dan mmmfffffbbbbzzzttt (Shiraishi membekap mulut author-eh, ini pake SMS ya? Shiraishi menutup bagian pesan ini dan menggantinya dengan huruf-huruf gaje. Masih rindu gajemaniax? :D)


Back to Shiraishi's POV

Udahlah, nggak usah pikirkan apa kata author, kecuali kalo mo kutabok *Shiraishi Glare n' Blaze Mode*. Oke! Kalian boleh bayangin apa aja, yang jelas... itulah yang terjadi!

(Zaizen: Buchou gaje amat...

Kenya: Namanya juga fic GAJE, Zaien...)

Pokoknya apapun itu, aku ingin sekali menghajar si author yang sedang MABIT bareng teman-temannya. Tapi ya sudahlah... Setelah menjambak rambut Zaizen keras-keras (Shiraishi, kamu pasti ketularan virus terbaru; Sadisitis dari dua makhluk yang jadi inang alam d'virus; Yukimura n' Fuji!) dan memaksanya menghapus ntuh video, aku bisa duduk tenang di dekat kolam renang melihat anak lain sedang bersenang -senang, main air dengan cara ditendang. Dan aku melihat sekelebat bayangan-itu Yukimura!

"Halo, Shiraishi." sapa Yukimura.

"Oh, haloo..."

"Kamu nggak ikut berenang?"

"Nggak. Kamu?"

"Baru aja selesai. Dah ganti baju nih."

"Oho..."

"Jadi, apa kegiatan kita besok, nih? Kan tadi pagi kita udah jalan-jalan ke mal, hmm... yang aku lupa namanya..."

"Kata Atobe, dia ntar mo ngajakin kita ke Kebun Raya Bogor."

"Hah? Asyiiikk! Nanti aku mau minta bibit bunga bangkai, ah! Kira-kira ada nggak di sana, ya? Aku mau tanam di rumah."

Aku langsung shock mendengar perkataan si buchou Rikkai. Aku yakin, nggak hanya seluruh Kanto yang bisa nyium bau busuknya, tapi Kansai dan Kyushu region juga masuk! Namun bagaimanapun juga, bunga itu kan bunga langka, jadi Yukimura tetap akan berbangga menunjukkan bunga itu dan melasah-maksudku menghajar-siapapun yang mengejeknya.

"Mungkin saja ada..." gumamku sambil mengangguk-angguk di tempat. Ahh, Shiraishi dongdong, emang ada yang jual bibit bunga langka illegally? Bisa-bisa kena tangkap pemerintah!

"Oh, sore ini, aku mau ke tempat orang jualan bunga di Jakarta, mau ikut?"

Dan kemudian, aku, Yukimura, dan Fuji telah berada di antara deretan rak berisi bunga dan potnya. Fuji memilih kaktus liar yang tengah berbunga. Yukimura sukses mendapatkan bibit bunga bangkai yang tengah dicarinya.


Nyemak sikit~~ #HeyI'vebackfromMABITatmyschool!

Shiraishi: Ternyata aku nggak dongdong, tapi author SGM (sinting, gila, miring) n' sedeng ini yang dongdong!

Author: WUAPPAAAH, KAMU BERANINYA BILANG GUE DONGDONG?!

Shiraishi: Authooor! Ngajak fight keee?

Author: Ayooookk! Kalo mo fight, ayoooookkk!

Readers: Pliiiiss, back to the story donk!

Yukimura: Apa-apaan ini, memalukan! Jangan berantem di sini, dong!

Kirihara: *nyemak* Yok, fight! Mmm... aku dukung author atau Shiraishi-san, ya?

Yukimura: Lho, Aka-chan!? Jangan manas-manasin suasana, dong!

Author: Pliiiiiss, Akaya yang cute, ganteng, baby-face, kece, imut, n' lucuu... dukungin gue, dong! Yayayayaya? Nanti aku kasih kamu Wii baru deh! (waddhusshh! sejak kapan gua janji begini?! rumah gua gga punya wii!)

Kirihara: Hmm...

Shiraishi: Dukung aku aja, Kirihara-kun! Ingat, aku partner doublesmu di U-17! Emang kamu tega nyakitin partner sendiri?

Yukimura: *kebawa suasana* Udah, dukung aku aja, Aka-chan! Khan akhyuu buchou-mu donkkk...

Readers: *muyeng-muka puyeng* Plis deh, kami nih lagi mo baca cerita, bukannya nonton tarung dangdut! (?!)

Author: Ayooo!-atas permintaan para readers (Readers:?! SEJAK KAPAN KAMI MINTA SEPERTI ITU?!)-kita tarung dangdut, Shiraishi! Suara gue yang lebih kece daripada suara luuuuu~~

Shiraishi: Sapa bilang?! Author gga pernah bikin rekaman sendiri!

Author: Suara gue ini terlalu indah untuk dipamerkan, n' gue gga mau pamer!

Kirihara: Waduuuh! Udah yuk, fight berakhir donk! Kasihan nih para readers, udah puyeng penuh jayusities kayak gini!

Author: Kalo itu kata Akaya, aku setuju buanggets! Dah, kita lanjut behind the scene ya, Shiraishi?

Shiraishi: Sapa takut?! Gua terima tantangan lu!


Maafin iklan tadi ya guys... maafin juga tentang si author yang super-gaje itu. Dia adalah penyebar penyakit gajemaniax, AIDS, TBC (masih ingat? Baca GAJE by Anak-anak Prince of Tennis agar kholas) yang sangat berbahaya di dunia ini. Jadi, hati-hati, jangan terlalu dekat dengannya (Author: Teganyaaaaa~~~~~~! Gua adalah pelopor cerita GAJE ini, ingat?!).

Oke, back to the story, aku membeli bunga kertas berwarna-warni dalam pot. Pasti cantik kalau Kaburiel naik ke atas situ... Dia menjadi the Prince of Paper Flower! Hahaha...

Dalam perjalanan pulang, kami menemukan Kirihara, Zaizen, dan Kaido.

"Eh, Mura-buchou habis dari mana?" tanya Kirihara, melihat kantong bibit yang dipegang buchounya.

"Dari toko bunga. Aka-chan mau?" Yukimura menyodorkan satu bibit bunga. Kirihara-kun, itu tuh bibit bunga bangkai, bukan bunga mawar ato melati!

"Heee? Aqhoe nggaa pandai beqhebon (masute berkebun), Mura-buchou..." si kouhai membalas dengan cengiran. AIDSnya keluar neeeh...

"Hahaha... nggak apa-apa. Tanam aja di rumahmu, ntar aku bantuin."

Dan dengan sangat terpaksa Kirihara menerima ntuh bibit bunga bangkai. Kita liat aja kalo si bunga udah besar, ntah apa responnya.


tO bE cONTINUED~~


Maafkan aku chp. 2 harus berakhir di sini.
Soalnya... aku harus ... MAKAN! HUAHAHAHAHAHAHA!


?