GAJE d'Next!


Sequel dr GAJE by Anak-anak Prince of Tennis


Same place, same time...


Disclaimer: tokoh orisinil: Konomi-sensei, cerita orisinil: Nadha yg goookiiiiillllll! (Kirihara: Kata Yagyuu-senpai, go-kill itu artinya pergi membunuh! Jadi author mo bunuh sapa?)


Chp. 3: The Next Day ~Our Time is Here~


Gone are the days of summer!

We couldn't change it if we tried

Why would we want to, let's go where we got to

Out paths will close again in time

It's never the same tomorrow

And tomorrow is never clear

So c'mon, c'mon, y'know!

Our time, our time is here...

(Our Time is Here-Demi Lovato)


No One's POV

"Ciap-ciaaaapp! Hari ini qhite mo pergi ke Kebun Raya Bogor!"

"YEEE! BOGOR, BOGOR! Ini Bogor, ya?"

GEDUBENG!

"Kinchan, ini Depok!"

"Lho, pake apa dong ke Bogornya?"

"Pake kereta dong, kalo enggak angkot!"

Dan Shitenhouji pada bisik-bisik, "Kebayang nggak Atobe naik angkot?"

"Bisa jadi Headline News!"

Mereka cekikikan.

"Ya nggak pake kereta lah. Oresama udah nyiapin kendaraan khusus." tiba-tiba Atobe muncul di ambang pintu, nggak pake assalamu'alaikum, nggak pake permisi, excuse me, gomen kudasai...

"Ohayou, Atobe." sapa Shiraishi. Atobe cuma senyum tanpa menjawab, "Kalian udah siap-siap belum? Nanti oresama tinggal nih." katanya sambil melihat kamar Shitenhouji yang naudzubillah berantakan.

Gimana keadaan cleaning service hotelnya ngelihat kamar ini, ya? Pasti jantungan.

Berantakan versi Shitenhouji adalah; tirai bengkok, lemari terbuka dan isinya berhamburan, gantungan miring, selimut di mana-mana, bantal-guling nongkrong di beranda yang pintunya kebuka, dan 5 anak dengan muka inosen (pengecualian buat Zaizen), bloon bak orang polos (polos tuh gada mukanya!) duduk di tengah-tengah karpet yang penuh dengan snack-snack dan remah-remahnya.

"SHITENHOUJI, AKAN ORESAMA BUNUH KALIAN KARENA TELAH MEMBUAT MALU ORESAMA DI HADAPAN PIHAK HOTEL!"

"WAAAAA!"

Syukurnya nggak jadi dibunuh. Jadi, cerita ini masih lanjuuuutt!

KEBUN RAYA BOGOR (author dah lama gga ke sini, jd rindu~~~)

"BOGOR! BOGOR!" Kintaro masih tereak-tereak.

"Sssttt, Kinchan!"

"Mo piknik di mana?"

"Di sebelah sana aja, yang deket bunga bangkainya."

"Fuji! Tidak mau, nya~~~!"

"Eiji, ayo dong, kan nggak apa-apa. Kufoto samping bunga bangkainya sekalian." Fuji membujuk sahabatnya yang tidak mau piknik dekat bunga bangkai.

'NYAAA~~~!" Eiji kabur ketika disodorin bunga bangkai sama Fuji (hah? Fuji cabut bunga bangkainya, ya?)

Setelah menggelar tikar, mereka mulai bersantai di bawah pohon dekat bunga bangkai sambil ngobrol (Eiji akhirnya mau duduk di sana setelah Oishi memberinya teddy bear). Atobe memasang sun block di kulitnya dan memakai kaca mata hitam, lalu bersantai. Yukimura menikmati semilir angin dan pemandangan di sekitarnya. Tezuka pergi memancing (hah?). Dan Shiraishi berjalan-jalan sekitar, mengawasi Kintaro yang lagi main frisbee dengan seekor anjing jalanan.

"Shiraishi-saan! Sendiri aja?" tanya Kirihara yang tiba-tiba muncul dari belakang.

"Hah, kamu juga?" Shiraishi balas bertanya. Kirihara hanya mengangguk, "Bosan diem-dieman aja. Hiyoshi cuma baca buku mulu, Kaido latihan, Zaizen nge-tweet. MALEZ, LEZ, LEZZZZZZZZ!" AIDS dan TBCnya keluar (agar paham apa maksud kedua nama penyakit tsb., direkomendasikan membaca GAJE by Anak-anak Prince of Tennis).

"Ya udah, ikut aku aja." ajak Shiraishi. Keduanya berjalan mengikuti arah jalan kecil aspal itu. Ada pohon-pohon dan selebihnya padang rumput, jangan lupakan bunga bangkainya. Ada anak-anak bermain bola, dan orang-orang lain yang sedang piknik.

"Kirihara-kun..." gumam Shiraishi.

"Pa an?"

"Mo es krim?"

Pas seorang tukang es krim lewat dengan lagunya. Shiraishi dan Kirihara langsung bekejar dengan mamang es krim yang laju banget itu.

"Maaaaaannnggg! Matte, matte!" (emang mamangnya ngerti bahasa Jepang?!)

"Haiiiii!" sang mamang menghentikan engkolannya (ternyata ngerti!)

"Mang, hosh... es coklat satu dong!"

"Wah, abis ni Bos!"

Mereka berpandangan.

"Vanlia?"

"Abis juga Bos!"

Mereka berpandangan lagi.

"Stroberi?"

"Abis semua, Bos!"

"Jual es krim apa, dong?"

"Es krimnya abis semua!" si mamang berseru.

Dan mereka saling berpandangan untuk ketiga kalinya.

"Lha, terus situ napa jualan?"

Si mamang tampak agak kesal, "Es krim gua udah laris habis, makanya gua mo pulang! Eh kalian nyamper-nyamperin segala."

Dan si mamang ngengkol sepeda es krimnya. Pulang.

"URUSSAAAIII! (?!) NAPA JUGA DATANG PAS DIPANGGIL!" Kirihara menjerit tak sopan dan tak tahu adat.

"Ane juga dah aus amat..." (aus di sini neh haus, bukan aus beneran!) gerutu Shiraishi.

"Ya udah, kita balik aja, ambil minum." saran Kirihara. Keduanya pulang dengan tenggorokan yang udah meradang. Dan sesampainya di tempat piknik...

"Waah, airnya dah abis, coyy!" balas Kenya, "Chitose itu nafsu banget minumnya. Katanya radang tenggorokan." sambil menunjuk Chitose dan beberapa kantong obat radang tenggorokan.

"Gua juga bakal radang tenggorokan nih kalo gada air!" seru Shiraishi sebal. Ia melirik Kirihara yang menjulurkan lidah sambil ber-hah, hah. Dia ngejek sapa? Gga ada apa-apa di depannya, tuh.

"Pha... nass..." balas si anak Rikkai yang gimbal-gimbal itu.

Nyook, kita pasang sebuah lagu jadul yang pernah terkenal untuk mendeskripsikan kepanasan mereka saat ini!

Panas, panas, panas!...

Ah, author gga hapal. Udah deh, karaokenya.

(padahal baru segini nyanyinya... T_T)

Dan akhirnya mereka makan siang di sebuah warung es krim yang fiktif, nggak jauh dari Kebun Raya Bogor. Shiraishi memesan es krim vanila yang diberi topping sirup dan oreo, sementara Kirihara memesan es krim coklat yang penuh taburan kacang dan coklat serut. Mereka menikmati es krim mereka sambil ngobrol sedikit.

"Shiraishi-san, ntar sapa yang bayar? Kita juga nggak bilang-bilang kalo kita tancep ke sini." ujar Kirihara sambil menyuap es krimnya.

"Tenang, aku bawa uang, kok. Lagian emang kenapa kalo nggak bilang-bilang? Santai jak kalii..." balas Shiraishi, "Eh, kamu cemot tuh."

Ia baru saja mendekatkan mukanya ke muka Kirihara untuk menghapusnya, ketika si anak Rikkai menjilat lepotannya, "Enak!"

Kesempatan yang hilaaaaaang!

Sudahlah. Apa boleh buat. Shiraishi kembali konsentrasi pada es krimnya dengan in blue sementara Kirihara melirik ke jendela dan...

"WAAAAAA! Shiraishi-saaaannnn!"

"Hah? Apa, APA?!" Shiraishi c'lingak-c'linguk.

Di jendela, udah ada muka-muka yang mereka kenal, nempel dengan ekspresi berbeda-beda dan tangan masing-masing.

"Fuaaah, es krim! Koshimae, ayo kita masuk!"

"Mada mada dane."

"TARUNDORU!"

"Yudan sezu ni ikou."

"Oresama no bigi ni yoina!"

"Geki dasa daze."

"Gekokujyo..."

"Usu."

Yang lain masuk ke warung es krim dan tempat itu benar-benar jadi terasa amat sesak!

"Waaah... es krimnya enak-enaaakkk!" seru Marui yang udah melihat menu.

"Bik! Pesen es krim kolak sama rujak es krim satu, masing-masing porsi ekstrim ya!" seru Momo, "Oh ya, pake es dawet ama es goreng juga, yaa! Masing-masing atu!" masute satu)

Kasihan bibi yang punya warung neh kawalahan banget menghadapi perut-perut lapar mereka. Apalagi Marui yang pesen es krim eksotis dan memborong paling banyak.

"Bik! Es krim lemon campur astor! Es krim coklat dengan vla puding! Es krim ini, es krim itu..."

"Bik! Es kosong jak!"

"Bik! Es apa aja yang ada deh, kirim sini!" (wuah, puarrah buanggedh anak yang mesen ini!)

"Bik! Es ini..."

"Es itu..."

"Es sono..."

"Bik! Ge-pe-el ya! Gak pake lama!" (maxa bangedh ciiiihhh...)

"Bik, mo dibantuin?"

Semua menoleh ke arah Fuji yang memasang muka tenang-tenang saja.

"Nggak apa, ni?"

"Haha, enje, Bi."

"Makasih ya Nong. Tolong kupasin lemonnya ya..."

Semua bengong mendengar Fuji dengan amat sangat LANCAR ngomong bahasa Madura di hadapan mereka. Warung es krimnya bernama Warung Es Krim Madura, jadi wajar semua tahu pemiliknya orang Madura. Tapi... Fuji ngomong bahasa Madura...?!

Karena bantuan sang tensai Seigakulah mereka cepat menikmati es krim yang mereka nantikan.

"Kayaknya Fuji-san punya bakat meramu es krim." bisik Kirihara sambil cekikikan.

"Haha, bagus donk. Nggak payah beli es krim, minta dibuatin Fuji-kun aja tiap hari..." Shiraishi membalas sambil senyum, "Eh, kamu pesen berapa es krim?"

Kirihara menunjukkan kedua belah tangannya.

"Dua, ya?"

"Bukan! Ini!"

Ia menggerakkan kesepuluh jarinya.

"Sepuluh?"

"Iya."

"APPPAAAHHH?!"

"Apa, kenapa, memangnya?"

"Nggak sakit perut?"

Si Junior Ace menggeleng sambil nyengir, "BELUM sakit perut, kok."

Shiraishi mendesah.

"Bakaya, mau es krim gue?" tawar Niou sambil memamerkan es krimnya.

"Hmm... boleh aja."


tO bE cONTINUED~~~


Asyiknya makan es krim, tuh! Maaf kalo ceritanya minim humor, ya! Ini persembahan terbaikQqhoe!