GAJE d'Next!


Sequel dr GAJE by Anak-anak Prince of Tennis


Same place, same time...


Disclaimer: tokoh orisinil: Konomi-sensei, cerita orisinil: Nadha yg magniiifyyyyyyy! (Shiraishi: Hoeeekkk!)


Chp. 4: Two Times ~Confess Infrontally~


Should I admit this feeling?
Or shouldn't I admit and arrange my think?

(Should I-NadhaAkaya)


WARNING: Kita mulai serius... Mungkin HANYA akan SEDIKIT HUMOR yang KELUAR! Hiks... T_T


No One's POV

Malam itu, Shitenhouji menikmati jalan-jalan di bawah lampu-lampu depan hotel. Shiraishi main kejar-kejaran dengan Kenya dan Kintaro, dan pastilah Kenya menang! Zaizen nge-tweet dan Chitose hanya menikmati pemandangan langit gelap dan sedikit bintang karena polisi cahaya. (maksud gue POLUSI!)

"Eh, udahan masuk dulu yuk!" ujar Kenya, "Capek lari-lari terus!"

"Nanya? Satu kali lagi lah, Kenya!"

"Udahlah Kinchan, kan udah malam. Balek ke kamar, yuk."

Shitenhouji masuk kembali ke hotel. Sebelum itu, Shiraishi melihat seseorang menyelinap ke taman hotel. Tampaknya seusia mereka. Siapa ya?

"Kalian duluan deh, aku ada urusan. Daaahh!"

"Eh, Shiraishee!"

Shiraishi menyelinap mengikuti orang itu. Dalam remang-remang gelap, ia hanya melihat kulit putih dan rambut hitam berantakan.

"Sepertinya kenal, deh..."

Ia duduk seorang diri sambil membuka... PSP?

"Yap, sudah kuduga, itu... MFFBZZTMMM!"

Shiraishi terkejut. Mulutnya dibekap seseorang!

"Sshhtt... nanti ketahuan..." sebuah suara berusaha menenangkan. Shiraishi melirik. Ia tak mengenal orang yang memakai masker itu (padahal itu author T_T). Ia juga memakai baju hitam legam. Shiraishi khawatir ia akan diculik, jadi ia mencoba menendang orang itu kuat-kuat. Tapi...

"HIAAAAAAT!" sebuah tendangan terlancar, dan Shiraishi melihat Yukimura menendang si orang misterius (sekali lagi, itu kan author T_T).

"Shiraishi, kamu gepepe?" tanya Yukimura. Orang itu hendak ngacir, namun Yukimura langsung menjerit, "Aku belum selesai denganmu, neh!"

"Mura-buchou? Shiraishi-san?"

Kirihara memanggil.

"Hai Aka-chan!" setelah menabok orang itu keras-keras, Yukimura membalas si kouhai.

"Ampuuuuuuunnn! Ni gua, author!" jerit orang itu.

"Jangan bo'ong lu!" Yukimura kembali melepaskan tinjuannya.

"C, ciyuuuss!"

"Miapah?!"

"Mi Akaya!"

Dan Yukimura melepaskan pegangannya dan menarik masker orang itu hingga terlepas. Tampaklah muka si author yang cantik berseri diterpa sinar bulan (Yukimura: Hoeeekkk!)

"Maafin ane, authoooorr..." Yukimura memasang suara manis.

"Haha. Gepepe..." desah author, "Owe pergi dulu ya, banyak kerjaan. Bye kalian betiga!"


Shiraishi's POV

Dan author menghilang bak kelelawar malam (iyalah malam, emang ada yang siang?! ntar nabrak mulu kerjanya!)

"Mura-buchou belum tidur?" tanya Kirihara.

"Ini lagi mo tidur. Aka-chan belum mau tidur?"

"Mo ngabiskan level King dulu, donk!"

Yukimura memandangnya dengan glare.

"Alamax, keceplosan!"

"Nggak papa Yukimura, ntar aku anter dia ke kamar Rikkai." aku menawarkan diri untuk menemani Kirihara.

"Nggak usah repot-repot, Shiraishi. Kita semua kan capek abis muter-muter Bogor. Tidur, yuk!"

Kirihara bersungut-sungut sambil mengikuti buchounya dengan aku sebagai penguntit terakhir.

"Makasih ya, Shiraishi-saaan..." kata Kirihara ke arahku sambil nyengir, "Kita main PSP yok besok! Gantian!"

"Hmm..."


Ada sebuah kertas yang penuh dengan tinta. Sekarang lagi dibaca olehmu.

Tapi sebelum itu, Kirihara-lah yang membacanya. Kertas persembahan dariku untuknya, malam itu.

I always wanna do what you say...
'Cause I know I'm yours, anyway

Kirihara bengong di tempat dengan muka monyet.

"Jyaa..." aku pergi meninggalkan si Junior Ace yang nggak bisa berkata-kata. Sebelum pergi, aku sempat mendengar...

"Yagyuu-senpai, ini artinya ape beh?"

GDUBRAAKKK!

Dia nggak jago basa Inggris, yaa...

"Shiraishee!"

Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi...


No One's POV

"Yagyuu-senpai, ini artinya apa beh?"

Yagyuu memperhatikan tulisan tangan Shiraishi yang mirip tulisan dokter.

"Hmm... artinya adalah; 'Aku selalu ingin melakukan apa yang kamu katakan', 'Karena kutahu kumilikmu, lagipula'."

"Apa?"

Yagyuu mengulang perkataannya dan sepertinya, telinga Kirihara masih pekak, eh, budeg, eh, sama aja ya...

"APA?!"

Mendengar ulangan Yagyuu yang terakhir, Kirihara langsung NGUBRAAAKGH! ke lantai.

"... Kirihara-kun?"

Dan dia demam selama tiga hari.


Shiraishi's POV

"Aduuuh ... kamu enggak apa-apa, kan?"

Si kouhai membuka matanya perlahan dan menatap sekitar. Waktu itu hanya aku saja yang berkunjung, di hari ketiga anak ini sakit.

"Shiraishi-saan..."

"Maafkan aku ya, seharusnya aku..."

Kirihara menyentuh tanganku perlahan. Betapa dingin tangan anak itu sekarang. Kayak megangin gunung es di antartika!

"Kata Dokter, ini semua karena es krim yang kebanyakan kemaren." ia nyengir, "Waktu itu perutku udah penuh, tapi Niou-senpai nggak mau lagi esnya. Daripada mubazir alias kebuang, mending aku makan..."

Aku terenyuh mendengar perkataannya. Kirihara nggak suka membuang-buang makanan ya... Betapa baiknya hati anak ini. Aku hendak mengomentari tindakannya,

"WOI!" seseorang muncul. AUTHOR?!

"Akaya, kamu cakidh (duh, alay! masute sakit tauk!) ya? Ngapa nggak bilang aku, yank? Aku baru tahu dari tweetnya Niou, lho!" seru author sambil menyodorkan sebotol minuman hangat.

"Wooyy!" kamu yang sedang asyik-asyik baca langsung memanggil si author sedeng. Author c'lingak-c'linguk dan baru menyadari keadaan, lalu beranjak mundur dan meninggalkan kami.

Thanks ya dear readers! Akhirnya ntuh author menghilang, hehehe... Memang sedeng tuh orang.

(Author: O.o ! Tak bisa itu, tak boleh! Lagian, Qoq gue diusir, khan gue mo sama AKAYA!

Shiraishi: Mang gue pikirin?! :P

Author: AAAAAHHHH! Gimana ini?! Akaya ilang, gue dengan sapa?! *panik*

Shiraishi: Ma Sanada aja, kan nggak jelek-jelek amat.

Sanada: TARUNDORU!

Author: Wah, boleh itu! Yok, Sanada! Gua panggil lu Genchan mulai sekarang yaaaaa!

Sanada: TAWAKIGA, OMAE!)

semua bahasa Jepang di atas tak perlu ditranslatekan kerana tak pentinkk

Terpaan lembut tangan Kirihara mengejutkanku.

"Shiraishi-saan..."

"Iya?" tanyaku lembut.

"Ada si gontakure, tuh."

"Ha?"

"SHIRAISEE!"

Aku mendelik kaget melihat kedatangan Kinchan. Ya ampun, dateng-dateng lagi nih tamu tak diundang! AAAGHH!

Kinchan datang dengan muka khawatir, "Aku dengan Shiraishi sakit. Iya kah?"

Kami m'langa. Hah? Apa? Sementara itu, Kinchan sudah meraba keningku yang dingin berkat guyuran hujan ringan yang agak deras, "Waah! Shiraishee dingin! Sakit! Padahal katanya mau makan es krim lagi malam ini!"

Aku mendengar Kirihara cekikikan. Entah kenapa, senang rasanya bisa membuat orang tertawa.

"Nanya? Apa yang lucu? O.o " Kinchan tampak cemas.

Aku tersenyum dan membelai kepalanya, "Kinchan, yang sakit itu bukan aku, tapi Kirihara-kun." ujarku sambil menuding Kirihara yang cuma senyam-senyum.

"Tapi Shiraishi kan dingin. Artinya Shiraishi sakit!"

"Ini hanya karena hujan, kok."

"Ouh." si gontakure melesat ke dekat pintu, "Kirain Shiraishi sakit. Ya udah, aku balik dulu, ya!"

"Eh, Kinchan! Mo ke mana?!"

"Main dengan Koshimae!"

BLAM! Dan pintu ditutup, menyisakan kami berdua dalam kamar itu.

"Besok kita ke Jepang, jadi cepat sehat ya..." ujarku pelan sambil menggenggam tangan Kirihara.

"Hmm..." ia hening sebentar, "K, kalau aku mati, bagaimana dong?"

Aku sangat shock mendengarnya. Apalagi author yang sedang nguping di pintu. (Shiraishi: Author masih mikirin Kirihara niiihh)

"Kirihara-kun, jangan prasangka buruk, deh!"

"Yaa... khan hanya kemungkinan. Gurunya author bilang, kematian adalah hal terdekat dengan kita."

Kami hening sejenak.

"Kirihara-kun, aku... aku rela menukar nyawaku untukmu, biarpun aku hanya punya satu nyawa..." gumamku pelan. Kirihara menoleh cepat ke arahku.

"Tukar aja pake nyawa kucing. Ada 9 kan nyawanya?"

WAH! Ada penyusup muncul lagi di sini!

Niou mojok sambil mengelus-elus seekor kucing yang tampak suka ngoceh.

"Meow!"

"Nih, kucing. Kalo mo nukar nyawa ama dia aje..." Niou menyerahkan kucing itu pada kouhainya yang cuma bengong. Lepas itu ia meloncat turun lewat jendela dan... patah tulang.

Kami bedua hanya bisa tercengang dan m'langa gaya Adu Du dengan rahang patah melihat Niou dibawa ke kamar lain di rumah sakit ini.

Aku baru saja ingin mengatakan sesuatu, ketika Kirihara berseru, "Oh, Dokter!"

"Hai, Akaya. Shiraishi, sudah waktunya jam kunjung berakhir..." ujar sang dokter sambil tersenyum, "Kamu tampaknya sering ke sini."

"Saya hanya cemas dengan keadaan Kirihara-kun," sahutku sambil melepas genggaman tanganku pada tangan Kirihara.

"Tenang saja, dia sudah semakin baik dan demamnya mulai turun."

"Baiklah. Terima kasih infonya, Dokter. Aku pulang dulu, Kirihara-kun."

"Hati-hati, Shiraishi-saaan..."


tO bE cONTINUED~~~~


Memang nggak so sweet... tapi gpp khan? ;)


Siapkan diri kalian karena kisah GAJE ini akan segera berakhir!