Warning: You're welcomed to press the back button if you are not a NaruHina fan.

Dengan semangat dua sejoli yang saling mencintai itu sama-sama melahap ramen yang sudah disediakan Teuchi . Kedua penikmat ramen yang terobsesi dengan makanan itu terus melahap, mengunyah, melunakkan makanan itu, dan menelannya sepuas-puasnya. Namun kebahagiaan sempurna sulit dicari, hingga mereka sampai ke titik seorang gadis datang dan menarik mangkok ramen itu dari genggaman Hinata tanpa terduga, kemudian membuang dan menumpahkan kuah dan sisa ramen ke kepala Hinata hingga ia basah kuyup.

"Dasar, sok sekali kau menghadapi para fans SasuHina! Sadar tidak, sih, kalau kau penggnggu NaruSaku?"

Sepertinya para penggila shipmenyerangnya. Mungkin mereka menemukannya karena Hinata sempat meng-comment di kiriman Naruto bahwa mereka akan pergi ke kedai ramen. Mau selembut apapun Hinata, ia menjadi cukup kesal karena diperlakukan begitu hina.

"Mau apa kau? Sakura-chan mencintai Sasuke, aku mencintai Hinata dan kau tak punya hak untuk menghakimi pilihan kami!" Naruto sang pahlawan dunia shinobi berusaha menjadi pahlawan dalam cinta.

Tanpa mereka sadari, para NaruHina lovers sedang berbahagia di balik semak-semak. Mereka mendapat inspirasi dari Hinata untuk menguntit sesuatu yang mereka cintai.

"Lihat itu? Naruto-sama begitu tampan!" bisik salah satu antusias.

"Yang lebih penting lagi, ia melindungi Hinata-sama!" Layaknya seorang fangirl sejati, yang lain ingin berteriak-teriak.

"Apa-apaan, sih, NaruSaku ini? Butthurt sekali. Harusnya mereka mendatangi Kishimoto, bukan Hinata."

"Payah, emang. Tapi lumayan lah biar kita bisa menonton ship kesukaan kita saling melindungi, hihihi," timpal salah satu dari mereka sambil terkikik kesenangan.

Namun, aksi seorang pahlawan yang dilancarkan Naruto terpaksa harus dilindas oleh kedatangan para SasuHina lovers yang terdiri dari golongan fanatik. Mereka pun ikut-ikutan gaya NaruSaku yang melempari Hinata dengan kuah.

"Berlagak pahlawan, pula. Selamatkan dirimu yang bodoh itu sebelumnya!" hardik salah satu dari mereka dengan kasar.

Salah satu dari fans SasuHina sebenarnya adalah Hinata-centric, dan sebenarnya lebih mencintai NaruHina dari segala pair. Ia berdalih memasuki golongan fanatik SasuHina agar ia bisa melihat secara langsung dan dekat ship yang fanart, doujin, ataupun fanfic-nya setiap hari membuatnya tertawa cekikikan. Namun tak disangkanya akan berakhir seperti ini. Tak tahan, ia ingin melindungi OTP-nya, tapi dengan lebih cepat mereka sudah menyekap kedua orang itu.

"Gotcha. SasuHina, bawa dia ke pelukan Sasuke, kami akan bawa dia ke tempat Sakura."

"Oke, sip!" Fanbase yang bertemanan itu pun saling mengacungkan jempolnya. Kemudian mereka segera berlari sejauh-jauhnya, berupaya memisahkan pasangan itu, lupa kalau Sasuke adalah pacar Sakura dan hari ini menghabiskan waktunya bersama di sebuah restoran, seperti yang di -share Sakura di Instagram. Mereka tak berpikir kemungkinan bahwa NaruHina akan bersama lagi, ya?

Dari jauh para shipper NaruHina terdiam hingga hanya jangkrik yang menjadi melodi keheranan mereka.

"Apa hanya aku, atau Naruto-sama dan Hinata-hime benar-benar lupa kalau mereka shinobi?"

"Sepertinya. Mereka benar-benar lovebirds. Pasti mereka kira mereka sedang berada di sinetron," ucap salah satu dari mereka gemas.

"Aku memfoto adegan tadi, akan kumasukkan Instagram. Semoga Hinata-sama memberikan like."

"Aku mau buat fanfiction seperti ini, ah," yang lainnya tak mau kalah.

"Hei, hei ... kita harus mencari kemana OTP kita tersayang pergi, dong! Yang masalah lain singkirkan saja!"

"Aku akan menyelamatkan Hinata-hime. Sasuke sedang berada di restoran Yukina," dengan sigap salah satu dari mereka mengecek Instagram Sasuke.

"Aku menyelamatkan Naruto-sama yang tampan, dong! Biar ia memperhatikanku. Sakura sedang berada di restoran Yukina."

Gerombolan itu baru sadar kalau Sasuke dan Sakura sedang dinner di tempat yang sama. Kemudian ekspresi mereka berganti senyum iblis dan tawa kencang terdengar memenuhi sekitar kedai ramen. NaruSaku bodoh! pikir mereka sebelum kemudian berlari kencang menuju tempat OTP mereka berada.

Hei, hei. Kalian sendiri bodoh karena tidak sadar sebelumnya.

"Ugh ... mereka belum bayar," gerutu Teuchi baru menyadari apa yang baru saja terjadi.

.

Tanpa basa-basi, rombongan NaruSaku dan SasuHina memasuki restoran Yukina yang terkenal mahal itu sambil menyeret dua makhluk menyedihkan yang seharusnya dengan chakra-nya bisa melepaskan diri, namun seperti kata para NaruHina lovers, mereka terlalu mendalami ini dan merasa mereka sedang berada di sinetron yang sering ditayangkan dari channel Indonesia yang sensasional, Ind*siar. Channel kesukaan para shipper yang berulangkali meminta para pemilik Ind*siar untuk menjadikan OTP-nya sebagai pemeran utama di sinetron terbaru.

Ah, daripada mengupas tajam mengenai Ind*siar setajam silet, kita kembali ke cerita.

Sakura berteriak cemas, juga tidak peduli meskipun orang lain melotot melihatnya. "Apa-apaan ini? Kenapa Naruto dan Hinata seperti ini?" Di belakangnya Sasuke hanya menyerngit tak suka dinner yang susah payah ia buat, rencanakan, desain, diskusikan dengan teman-teman, dan sampai membuatnya membaca banyak majalah atau mem-browsing di internet (karena Sasuke tak bertalenta menjadi romantis) hancur begitu saja.

"Kau dengar itu? Sakura-chan menyebut nama Naruto!" pemimpin dari shipper itu mengomando mereka semua untuk menggila.

"CANON, CANON, CANON. CANOOOON, CANON, CANON, CANON, CANOOON," mereka menyanyikan lagu kebangsaan NaruSaku sambil terpelanting ke lantai karena gejolak kesenangan. Jika salah satu dari kalian adalah shipper NaruSaku yang kesasar ke fanfic ini, saya beritahu, lagu yang mereka nyanyikan menggunakan melodi Baby dari Justin Bieber.

Namun ada kebodohan lagi-lagi. Yah, semua shipper bisa kehilangan kendali dan pertahanan bila melihat OTP-nya melakukan sesuatu yang membuat mereka puas. Tak terkecuali NaruHina, lho.

Naruto segera beranjak dan melepaskan Hinata kemudian kabur dari restoran menuju ke ruangan VIP. Ia melihat pelayan di situ dan menyuruhnya mengunci ruangan itu. Setidaknya hanya ada satu orang yang melihat apa yang akan Naruto lakukan.

Dan untung. Sangat untung. Pelayan itu pribadi seorang fans NaruHina.

Dan untung. Sangat untung. Sangat beruntung ia akan melihat moment NaruHina yang akan datang.

.

Petugas keamanan yang melihat para shipper NaruSaku dan SasuHina mengacaukan segalanya segera saja bertindak dan mengusir mereka jauh-jauh dari tempat yang seharusnya nyaman dan aman itu. Mungkin petugas ini fans SasuSaku, pikir Sakura yang tak tahu kenapa tiba-tiba berpikir seperti itu.

Shipper NaruHina kecewa. Yah, mau bagaimana lagi. Mereka ingin sekali melihat adegan romantis NaruHina, namun keamanan ini menghalangi. Beruntung, sih, NaruSaku dan SasuHina tidak mengganggu. Tapi tetap saja.

"Ah, shipper NaruHina yang satu ini mengirim snapchat padaku! Lihat, lihat, NaruHina sedang ciuman!"

"Suruh dia untuk merekamnya sebagai video agar nanti kita bisa nonton bersama-sama!" Dengan kompak shipper NaruHina yang lain berkata dengan cepat. Mereka begitu antusias dan tak sabaran.

"Ya, ya, ya. Lihat saja nanti."

.

Sebelumnya ...

"Hinata, apa yang mau kaupesan?" tanya Naruto dengan lembut. Hinata tersipu melihat tampannya laki-laki yang sudah ia dambakan selama satu dekade lebih ini. Dan rona merah yang terselip di pipi Hinata yang putih bersih juga membuat Naruto menyeringai tipis, entah kenapa ia semakin mencintainya saja. Rasa cinta mereka selalu bertambah, berkembang, dan membanyak setiap detiknya.

"Ehm ... grape milkshake saja," kata Hinata. Tempat ini hanya menyediakan minuman, sih, kalau mau pesan makanan pintu yang dikunci itu harus dibuka dan siapa tahu para shipper datang lagi. Yah, soalnya mereka tidak tahu kalau orang-orang itu sudah diusir petugas keamanan. "Naruto-kun ... hanya ada kita di sini ... ruangan VIP itu lebih mahal kan? Dan kita tadi belum bayar di kedai ramen ..."

Glek! Hebat sekali Hinata sudah memikirkan keuangan sampai sejauh itu. Naruto menguras otaknya karena ia mengingat ada rencana yang ia buat, dan barang yang ia beli yang akan menghabiskan banyak biaya. Tapi sudahlah ... "Ah, tidak usah pikirkan itu, Hinata." Entah mengapa, Naruto merasa lebih keren dari biasanya. Apakah laki-laki yang berdompet tebal terlihat lebih tampan? Namun Naruto yakin Hinata tidak memiliki pola pikir seperti itu.

Asalkan ia adalah Naruto Uzumaki, Hinata akan mencintainya.

Hahaha! Senang sekali mengingat Hinata mencintainya, dan hanya dia. Hinata dimilikinya sepenuhnya. Kemudian matanya melihat ke arah Hinata dengan intens. Kenapa gadis ini begitu cantik? Ia begitu rupawan karena matanya yang lebar itu menatapnya dengan tatapan yang polos, tak ternodai.

Memang, tatapan itu tak berbeda dari yang selama ini diedarkannya pada Naruto, namun juga tidak sama. Gadis itu begitu manis. Pipinya yang memerah ketika dipandangi pun membuat Naruto bergetar tidak bisa menahan gejolak yang mencengkram jantungnya yang berdebar-debar seolah ingin meledak kalau keinginannya tak terpenuhi.

Dan ... dan, bibir ranum yang tak pernah lagi ia tempelkan ke bibirnya sendiri. Bentuknya yang seperti busur Cupid menggoda Naruto untuk memilikinya lagi. Ruangan VIP yang dipenuhi AC itu tak kuasa menahan keringat yang mengalir deras dari kulit Naruto.

Di saat yang sama, tangan Hinata gemetaran. Ingin meraba pipi mulus Naruto yang menggemaskan, merasakan permukaan telapak tangannya bersentuhan, berciuman dengan permukaan pipi yang berwarna tan itu.

Dan tanpa sadar ia sudah melakukannya.

Dan ... bibir ... bibir ... ugh, Naruto pasti mengira ia mesum karena terus memandangi bibirnya. Tapi ia tak bisa berhenti. Seolah-olah, kalau Naruto tidak ingin Hinata terus menatapinya dengan aneh, Naruto harus membuat Hinata merasakannya.

Dan permohonannya terkabul.

Jarak mereka terhapus dan mereka bisa memadukan kasih sayang yang sudah mereka rajut bersama. Hinata terasa manis seperti madu meleleh di bibirnya, dan Naruto hanya ingin meminta lebih dan lebih. Memperlama adegan yang mereka harap terus berlangsung untuk sisa hidup mereka, menyatukan dan mengkombinasikan sensasi dan perasaan yang meluap-luap di antara mereka. Mereka saling mencintai, dan tak ada siapapun yang bisa menepis ataupun membuang kenyataan itu. Mereka saling menginginkan satu sama lain untuk bersama, kalau boleh untuk selama-lamanya. Tak ada. Tak ada yang lebih mereka impikan dari kebahagiaan bersama. Dan banyak bayangan indah mengenai pernikahan melintasi benak mereka ketika ciuman itu berlangsung begitu lama di tengah bibir mereka yang bersatu.

Mereka bisa saling berbagi.

Mereka bisa mempunyai anak-anak yang lucu.

Mereka bisa berbahagia.

Mereka bisa menangis bersama-sama.

Mereka bisa memberitahu semua rahasia tanpa malu.

Mereka bisa bersama selama-lamanya.

Mereka bisa saling mencintai sehidup semati.

Tanpa menyadari Sakura dan Sasuke yang mengintip lewat kaca yang dibukakan sang pelayan yang juga menikmati SasuSaku (sebagai service lebih), sementara sang pelayan sibuk memvideokan.

Tanpa menyadari mereka mengatakan kalimat yang sama.

"Aku ingin bersamamu selamanya."

Kemudian Naruto beranjak dari kursinya. Hinata kira Naruto ingin pergi ke kamar kecil, namun ternyata laki-laki itu menatapnya teduh dan serius. Berlutut di depannya, membuka sebuah kotak berisi cincin sambil berkata.

"Nikahi aku."

Bukan pertanyaan, namun suruhan yang terdengar memaksa. Ah, Hinata malah sungguh bahagia mendengarnya. Mengingat segala bayangan indah yang merayapi pikirannya sementara mereka memadu kasih dalam sebuah sentuhan, Hinata jadi ingin menangis tersedu-sedu.

Naruto tahu dia tidak boleh egois dan bilang jangan menangis. "Menangislah. Dan, kumohon dengan sangat, terima aku."

"Tanpa memohon seperti itu kau sudah tahu jawabannya."

"Apa? Aku ingin mendengarnya langsung darimu, Hime."

"Aku bersedia menjadi istrimu dalam kondisi apapun. Menderita, bahagia, suka senang, hidup mati, dan semuanya. Aku ingin bersamamu. Aku ingin bersamamu selamanya! Aku mencintaimu."

"Aku juga mencintaimu." Antara ia memang habis kata-kata, atau memang terbawa suasana, atau memang tak pandai merangkai kata-kata, Naruto segera menjawab pendek.

Atau mungkin dia ingin mencium gadis itu lagi.

Ia mencuri kecupan singkat yang tak ditolak gadisnya, sambil menyematkan cincin di jari manisnya.

"Kita jadikan tempat ini tempat untuk berjujur-jujuran."

"Oke, Naruto-kun," jawab Hinata setuju.

"Aku jarang mandi."

"Aku punya foto kau sedang kencing di pohon."

Mereka berdua tertawa terbahak-bahak dengan kejujuran yang mereka nyatakan.

"Aku menyimpan upil yang kauselipkan di pohon," lanjut Hinata.

Naruto tertawa keras kemudian menjawab dengan jujur, "Aku mencuri celana dalammu."

"Apaaa?! Darimana?!"

"Saat itu aku kencan denganmu, kau membawa sesuatu berwarna putih yang bertuliskan Ch*rm di tasmu. Aku heran kok celana dalam bentuknya seperti itu. Iseng, aku mencurinya."

Apa?! ITU BUKAN CELANA DALAM! TAPI PELINDUNG WANITA KETIKA MENGALAMI SUATU MASA!

"Tak kusangka."

"Hei, hei. Akupun tak menyangka kau memfotoku kencing."

"Yah, tapi setidaknya Naruto-kun berbalik!"

"Itu tetap saja pornografi!"

Kemudian mereka melanjutkan cerita mereka yang penuh dengan hal unik sambil tertawa terbahak-bahak. Mereka pikir itu rahasia mereka sendiri.

Lalu si pelayan datang mengingatkan, "Ada pesanan?"

Uh, oh. Aib mereka sudah terbuka lebar.

.

Fanbase NaruHina selalu punya topik untuk dibicarakan. Tentang rahasia mereka yang terkuak, tentang ciuman mereka, tentang keromantisan mereka. Jangan heran bila kata-kata penuh capslock mereka tuliskan di setiap caption dari post Instagram mereka.

Dan selesai pernikahan Naruto dan Hinata, ada seorang shipper memberikan caption di bawah foto NaruHina yang berciuman di masa pernikahan. "HAHAHAHA! LIHATLAH NARUSAKU DAN SASUHINAAAAAA! PAIRINGKU SUDAH MENIKAH, KAU MAU APA LAGI? MEREKA LEBIH INDAH DARI SHIP SHIP MU ITU! KALIAN HARUS MENONTON VIDEO YANG TERSEBAR! TAK ADA MALAM PELAMARAN SEROMANTIS DAN SEMANIS ITU! LUCU PULA! SHIPKU YANG TERBAIK! SEMOGA MEREKA TERUS BERSAMA, TERUS SALING MENCINTAI DAN MELINDUNGI, DAN MEREKA BAHAGIA SELALU DAN SELAMANYA. PUNYA ANAK LEBIH DARI SATU DAN SEMOGA SAJA NARUTO BISA MENGOLEKSI CH*RM YANG DIMILIKI HINATA DAN HINATA MENGOLEKSI UPIL NARUTO!"

Terimakasih, kau shipper paling gila NaruHina. Kau berhasil membuat OTP-mu tertawa selagi berpelukan.

"Ayo kita like dan comment. Ia pantas mendapatkannya."

"Tentu saja," balas Naruto setuju kemudian mereka melancarkan aktivitas yang membuat gadis itu bahagia setengah mati. Biasanya hanya Naruto sendiri, atau Hinata sendiri yang me-like sebuah post. Namun post-nya sekarang? Di-like dua orang! NARUHINA!

"HAHAHHAHAHAHAHAHAHA LIHAAAAT NARUTO DAN HINATA PASTI SEDANG BERMESRAAN DI KAMAR MEREKA! MEREKA BERDUA SAMA SAMA MELIKE POSTKU! AKU BISA GILAA AKU BISA MATI KARENA BAHAGIA"

Kemudian komentar iri berdatangan dari mana-mana. Kemudian mereka meninggalkan post itu.

"Ayo take a selfie," ajak Naruto sambil memamerkan senyuman giginya.

"Semuanya dimulai dengan selfie, ya?" tanya Hinata sambil terkikik kecil.

Namun selfie itu tak terduga. Bukan selfie yang saling melihat kamera, namun selfie Naruto yang tiba-tiba mencium bibir Hinata dan Hinata yang terkaget-kaget setengah mati.

"Akan ku-share di Instagram."

"Aku juga, kirimkan padaku lewat bluetooth," kata Hinata tak ingin kalah.

Setelah itu, pada jam 00.00, secara bersamaan mereka menge-post selfie mereka bersama, dengan caption "Haii NaruHina shipper, kami sudah menikah jadinya doakan kami agar selalu bersama, berdamai, bisa melewati semua rintangan, bisa terus membuat kalian bahagia, bisa mendapat anak-anak yang lucu, dan semuanya yang positif ya! P.S: Doakan kami dijauhkan dari haters."

Kemudian menutup handphone -nya, Hinata memeluk Naruto dengan erat namun lembut. Inilah pria yang takkan dilepasnya. Dan Naruto tahu, Hinata-lah orang yang ingin terus ia genggam bersamanya.

Selamanya.

END

Whoaaa... apa yang saya buat? Tolong berikan review yaa... seorang pembaca yang bijaksana akan meninggalkan feedback dalam bentuk apapun itu :D