Tittle: Miracle (2/?)

Author: Lee Suhae

Main CasT: Lee Donghae

Lee Sungmin

Choi Siwon

Kim Jongwoon

Main Pair : Sihae

Genre : Romance, sad, boy x boy , brothership

Rated: T

Sumarry : Kisah tentang Lee Donghae . Menyukai seorang namja tampan , yang ternyata juga disukai oleh Hyungnya . Tapi siapa yang akan dipilihnya ?

.

.

Lee Suhae:::::::::::::::::::::::::::

Sebelumnya ,

Donghae tersenyum , "Kim Siwon , Siwon ", Donghae mengeluarkan i-pad dan langsung memasangkan earphone di telinganya , "Hmh, Sungie Hyung ", gumam Donghae saat ia mendengar rekaman lagu yang dinyanyikan Yesung khusus untuknya .

Donghae mengedikkan bahunya , saat sepintas nama Siwon melintas dipikirannya .

"Aneh ", gumamnya pelan .

Lee Suhae::::::::::::::::::::::::::

Hari minggu kali ini tidak seperti hari-hari sebelumnya . Langit sedikit mendung , namun tidak mematahkan semanga namja manis yang kini tengah berdiri didepan pintunya dengan menggunakan pakaian simple unuk berolahraga . Kaos oblong dan celana pendek sebatas lutut . Sederhana , namun sangat terlihat istimewa bagi namja tampan yang tengah memperhatikan dari kejauhan .

"Hae", Donghae tersenyum saat ia merasakan tubuhnya didekap begitu hangatnya oleh Hyungnya , Sungmin .

"Apa kau lama menunggu hm?",tanyanya yang digelengkan oleh Donghae . Donghae memeluk tubuh Sungmin , " Hyung, aku merasakan hawa dingin yang berbeda pagi ini , apa langit tak berteman denganku kali ini ?",tanyanya dengan nada yang terdengar sedih .

Sungmin tersenyum seraya mengelus pipi Donghae , walau Donghae sama sekali tak akan tahu kalau Sungmin tengah memperlebar senyumnya kala ia melihat sosok yang sangat dicintainya menghampirinya .

"Aku rasa sebentar lagi akan hujan , bagaimana kalau hari ini tak usah ke taman , kita kerumah ku saja", Donghae tersenyum mendengarkan ajakan Yesung . Karena dia tahu , dia sangat tahu . Siapa pemilik suara indah itu , pemilik aroma tubuh yang sangat wangi ini . Yesung , seseorang yang sangat ia cintai , seseorang yang selalu masuk kedalam mimpinya , walau ia tak tahu bagaimana rupa dari Yesung . Namun satu yang diketahuinya , bahwa Yesung mempunyai wajah yang sangat tampan .

Tunggu , Donghae mencintai Yesung ? Lalu Sungmin ?

"Min , bisakah aku meminjam Hae sebentar ?",tanya Yesung kepada Sungmin yang masih terus memandangi genggaman Yesung di jari-jemari Dongsaengnya .

"Sungmin ?"

"huh?"

Yesung tersenyum , membuat hati Sungmin seakan memanas, bukan hanya hatinya saja , melainkan matanya . Ia tak sanggup untuk menahan tangisnya , tapi ia tak boleh menangis disini . Yesung tak boleh tahu kalau dia tengah terluka sekarang . Tak boleh .

'Dia hanya inginkan Donghae , tanpa aku '

Sungmin menganggukkan kepalanya terpaksa, "Ne, kau boleh membawanya , tapi awas kalau dia sampai lecet hm", goda Sungmin yang sukses membuat Yesung tertawa kecil , "Tentu, tentu , karna aku kan menyayanginya, tak mungkin membuatnya terluka ", Sungmin menghentikan tawanya saat mendengar ucapan terakhir Yesung yang membuat seketika hatinya hancur .

"Hyung, aku kerumah Sungie Hyung dulu hm", pamit Donghae yang tentu saja diabaikan oleh Sungmin . Sungmin masih dalam pikirannya sendiri .

'Aku bodoh, aku bodoh , KAU BODOH LEE SUNGMIN',teriaknya dalam hati . Yesung yang melihat sorot mata kesedihan dan gurat kekecewaan dari mata dan wajah Sungmin hanya melirik sekilas . Pandangannya kini terfokus pada namja manis yang kini semakin mempererat genggaman tangannya , dan memperlebar senyumannya .

"Naiklah", pinta Yesung lembut . Dengan hati-hati Donghae meraba-raba punggung Yesung . Entah kenapa ia merasa hatinya seakan berpacu dengan cepat . Ini bukan pertama kalinya Yesung menggendong dirinya , namun jujur saja ia merasakan kegugupan yang luar biasa . Atau mungkin ada sesuatu yang akan terjadi ?

"Bye Hyung", Sungmin tersenyum pahit melihatnya . Ia mengangkat tangannya saat melihat Yesung menyunggingkan senyuman manisnya .

Setetes air matanya jatuh , bergulir turun membasahi pipi mulusnya . Ia mencengkeram dadanya dengan kuat , saat merasakan jantungnya benar-benar sakit saat ini .

Dia berlari kedalam rumahnya . Berlari sebelum ada yang melihatnya menangis dengan pilu .

Dia bodoh , dia mencoba menutup matanya !

Dia tahu, teramat tahu , kalau Yesung , seseorang yang sangat dicintainya , mencintai adiknya sendiri . Namun , apa salahnya jika mengharap ? Tak salah bukan ?

Lee Suhae::::::::::::::::::::::::

"Bagaimana rasanya , apa enak?", tanya Yesung sambil memperhatikan raut wajah Donghae saat mencicipi hasil masakannya . Masakan yang baru pertama kali ia mencobanya , yah , tak terlalu mewah , hanya semangkok sup tulang iga .

Donghae menutup matanya sejenak , lalu tersenyum sangat indahnya , membuat Yesung tersenyum melihatnya . Setidaknya masakan yang ia pelajari malam tadi dengan Eommanya tak sia-sia .

"Bagaimana?", tanya Yesung lagi, saat Donghae masih dan terus mengembangkan senyuman manisnya .

Donghae mengangkat tangannya , lalu dengan cepat Yesung menangkapnya dan ia bawa untuk menyentuh pipinya yang chubby itu .

Kini Donghae dapat merasakan kulit halus milik seseorang yang sangat teramat ia cintai . Donghae mencintai Yesung sejak lama . Awalnya rasa suka itu hanya sebatas Dongsaeng dan Hyung . Namun lama-kelamaan rasa itu semakin memudar , tergantikan oleh perasaan yang lain . Perasaan cinta yang semakin menguat . Perasaan rindu yang semakin mendera , Donghae sadar , rasa suka , sayang , rindu dan cinta yang ia berikan ke Sungmin , berbeda dengan apa yang ia berikan ke Yesung .

Ia telah jatuh hati saat pertama kali mendengar suara hangatnya yang bisa membuat jantung Doghae berhenti berdetak sejenak ,

"Hyung , masakanmu sangat enak , gomawo", Yesung tersenyum manis mendengar ucapan Donghae yang benar-benar membuat hatinya seakan melayang saat ini .

Pujian kecil, yang bisa membuat ia benar-benar hatinya dipenuhi oleh bunga-bungan sakura .

Yesung mengajak Donghae berdiri , menggenggam erat jari-jemari lentik Donghae . Ia usap rambut coklat milik Donghae . Donghae tersenyum , sambil memejamkan matanya , menikmati sentuhan halus dan lembut bibir orang yang dicintainya itu, di permukaan kulit keningnya .

Yesungpun memejamkan matanya . Walau hanya kecupan yang ia berikan di kening Donghae, sudah membuat hatinya bahagia . Ia senang dengan apa yang ia lakukan .

Setidaknya cintanya akan terbalas bukan ?

Tanpa disadari Yesung , Donghae menjatuhkan air matanya . Hanya setetes , namun menyiratkan sejuta kata dan do'a disana .

"Kau mau mendengarkan Hyung bernyanyi?", Donghae mengangguk antusias menjawabnya . Yesung tersenyum dan karena terlalu senangnya , ia membawa Donghae kedalam pelukannya .

"Hyung, aku tak bisa bernafas", ucap pelan Donghae . Yesung yang tersadar akan pelukannya yang terlalu kuat akhirnya dengan perasaan kasihan dan tidak ikhlas melepaskan pelukan itu .

Yesung tersenyum , walau senyumannya hanya bisa dilihat oleh mata hati Donghae .

"Kajja, kita ke kamar ", Yesung memeluk punggug Donghae, dan menuntunnya berjalan mengikuti langkahnya .

"Appa dan Eomma mana Hyung ?",tanya Donghae saat ia baru ingat bahwa saat ia menginjakkan kakinya dirumah Yesung , ia tak mendengar suara gaduh yang ditimbulkan oleh kedua orang tua Yesung . Dan , panggilan Appa dan Eomma sudah menjadi kebiasaan Donghae sejak dulu . Yesung adalah tetangga Donghae sejak 5 tahun silam . Dan saat itulah ia merasakan bahwa ada getaran cinta yang tercipta saat medengarkan suara indah milik Yesung .

Suara yang mampu membuat hatinya tersenyum , mampu memberikan cahaya untuk mata gelapnya .

"Appa dan Eomma sudah keluar , katanya ingin ke makam Halmoeni ", Donghae hanya ber-oh ria menjawabnya .

Lee Suhae::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: ::

Siwon tengah asyik menonton siaran telivisi , menghiraukan sang Hyung yang tengah berfacial ria . Sesekali Siwon melirik , kadang ia tersenyum sendiri saat melihat tingkah Hyungnya yang diluar batas kenormalan .

"Heii, kenapa kau ganti saluran televisinya Siwon-ah",bentak Heechul . Siwon menaikan satu alisnya , "Bagaimana kau tahu aku mengganti saluran Hyung ? bukankah kau tak lihat ?",tanya Siwon sambil memperhatikan wajah Hyungnya yang bewarna hitam pekat . Yah, Hyungnya tengah menggunakan masker wajah – lumpur , dan kedua matanya juga tak lepas dari kedua belah timun yang dipotong tipis-tipis .

"Aku bisa mendengar , kau kira aku tuli eoh ! biar mataku tertutup oleh timun ini ", tunjuk Heechul si namja cantik pada kedua matanya , " aku masih bisa merasakan dan mendengarkan ", Siwon terhenyak mendengar penuturan sang Hyung . Ia tersenyum kecil saat kejadian kemarin sore terlintas di pikirannya .

Flashback on ,

Siwon tengah terduduk dibangku taman . Entah kenapa ia jadi ingin melihat matahari terbenam , karena memang tempat yang sekarang ia duduki ini adalah tempat yang sangat tepat untuk menyaksikan sang penguasa siang kembali ke peraduannya .

Siwon tersenyum sangat lebar , menampilkan sederet gigi putihnya yang berjejer rapi dan kedua lesung pipinya . Ia memejamkan matanya , menikmati sentuhan lembut angin sore yang menyapanya .

Ia membuka matanya , dan menolehkan wajahnya kea rah samping , tepat pada itulah , ia melihat sesosok namja manis tengah berjalan dengan sangat dan teramat hati-hati . Siwon tersenyum melihatnya . Namun entah kenapa , tubuhnya seakan menolak dirinya ingin beranjak .

Tiba saatnya ia berlari dan mendekap tubuh namja manis itu yang hampir saja terjatuh akibat ia tanpa sengaja menendang sebuah gundukan tanah , bekas anak-anak kecil bermain . Mungkin karena ia tak melihat atau karena ia memang tak bisa melihat .

Siwon mendekap tubuhnya , dengan sangat erat . Hingga wajah mereka bertemu . Siwon memandang wajah manis itu tanpa kedip , seakan takut melewatkan walau hanya satu detik keindahan yang melebihi keindahan apapun didunia ini . Namun sayang, tatapan hangat itu tak terbalaskan . Tatapan kosong dan tanpa cahaya , tapi Siwon tak sedih , karena namja manis itu tersenyum begitu indahnya .

"Kau sendirian ?", pertanyaan bodoh yang terlontar begitu saja dari mulut Siwon . Mungkin dirinya terlalu gugup, jika harus duduk bersampingan dengan namja manis yang tak henti-hentinya menebar senyum indahnya.

Donghae menggelengkan kepalanya , "Aniya , aku bersama Hyungku dan juga Yesung Hyung ", jawabnya dengan nada lembut tanpa mengalihkan pandagannya pada matahari yang sebentar lagi akan tergelincir .

Siwon menaikan satu alisnya . "Lalu kemana mereka ? kenapa kau berjalan sendirian ? itu akan sangat membahayakanmu !", raut kekhawatiran tergambar jelas diwajah tampan Siwon . Ia takut kalau Donghae kenapa-kenapa , dia tak mau hal buruk terjadi dengan Donghae .

Kenapa Siwon begitu pedulinya dengan Donghae ? Yah, sudah dibilangkan bukan , kalau Siwon telah jatuh cinta . Dan harapan untuk bisa bertemu dengan namja manis ini bisa terwujud .

Donghae tertawa kecil , "Kau tahu , aku hafal tempat ini , jalan ini , bangku ini, walau aku tadi sempat terjatuh , hehe, gomawoyo hm ", ujar Donghae ceria , " kau bisa lihat , tepat dihadapanku ada sebuah pohon yang berdaun sangat lebat , lalu tak jauh dari pohon tersebut ada sebuah patung , dan disamping patung itu ada sebuah kolam ikan ", Siwon mengangguk pelan dengan mata yang terus terfokus pada mata hitam pekat milik Donghae .

"Bagaimana kau tahu dengan semua ini ?", akhirnya Siwon bertanya mengeluarkan isi hatinya saat ini .

Donghae tersenyum , "Aku sudah sering ke tempat ini , hampir 6 tahun , bagaimana aku tidak hafal , walaupun tempat ini sudah direnovasi hampir ratusan kali , Hyungku selalu mengingatkanku dan memberitahuku segala hal , contohnya ini , bangku ini bewarna birukan ?", Siwon langsung memperhatikan bangku yang ia duduki .

Jujur, ia tak sempat memperhatikan , warna apa bangku yang tengah ia duduki saat ini .

Siwon tersenyum, "Kau hebat ", puji Siwon , Donghae menggelengkan kepalanya , "Bukan aku , namun Hyungku , aku takkan bisa mengetahui apa yang ingin ku ketahui kalau bukan Hyungku yang memberitahuku ", Siwon merasa senang mendengarkan celoteh beharga yang dilontarkan Donghae .

Siwon terus memandangi wajah Donghae , Donghae tersenyum , "Kau sangat tampan ", gumam Donghae pelan , namun masih bisa didengar oleh Siwon .

Siwon menggaruk dagunya , "Apa katamu tadi ?",tanya Siwon untuk memastikan .

Donghae menolehkan wajahnya , kini wajah mereka saling bertemu , "Kau sangat tampan , sangat tampan , dan senyummu , sangat istimewa", Siwon tersenyum mendengarnya . Hatinya merasa senang , padahal ini bukan pujian pertama yang ia dengar , ia sering mendengar pujian ini hampir setiap harinya , namun kali ini , pujian yang di ucapkan Doghae adalah pujian yang terbaik yang pernah ia dengar .

Donghae tersenyum sangat manis , lalu mengarahkan kembali arah tatapannya pada arah depannya . Mungkin , beberapa menit lagi , matahari akan benar-benar menghilang .

"Bagaimana kau tahu ? kau tak bisa melihat ku ?",selidik Siwon yang membuat Donghae lagi-lagi tertawa .

"Walau aku buta , aku masih bisa melihatmu melalui ini ", ucapnya sambil menyentuh dadanya dan jangan lupa senyum malaikat yang mengirinya .

Siwon terpaku sesaat , ini bukan mimpi bukan ? ini bukan hanya imajinasi ku saja kan ?

Senyum itu , senyum yang manis .

Siwon tersenyum dan ikut menikmati pemadangan yang begitu indah terhampar begitu jauh di atas langit sana . Burung-burung kecil berterbangan dan memperiuh dengan kicauan khasnya .

"Mianhaeyo sebelumnya , hmh, tapi bolehkah aku bertanya ?",tanya Siwon hati-hati. Mengingat hubungan mereka yang hanya sebatas teman dan baru bertemu dua kali ini .

Donghae mengangguk , "Jika aku tahu, akan ku jawab", jawabnya pelan . Ia mengertakan jaket yang ia kenakan , membuat Siwon serasa ingin mendekapnya , seperti pertama kali mereka bertemu .Tapi ia urungkan , ia tak berhak melakukan itu .

"hmh , apa sebabnya kau mengalami kebutaan ?", Siwon meneguk salivanya dengan usah payah . Dia sebenarnya tak berhak mengetahui hal pribadi seseorang dan padahal dia bukan orang yang suka mengurusi hal orang lain . Namun berbeda dengan Donghae , dia serasa ingin tahu hal apapun yang menyangkut dengan Donghae .

Penasaran, mungkin . Namun sepertinya lebih dari itu .

"Jika kau tak menjawab taka pa , ak-"

"Kebutaanku tak ada sebabnya , aku begini memang sejak lahir , namun sedikitpun aku tak menyesal mengalami hal yang menurut orang lain adalah kekurangan tapi ini keistimewaan untukku ", Siwon hanya diam mendengarkan penjelasan Donghae . Sebenarnya ia ingin menghentikan aksi keingin tahuannya , namun dengan cepat Donghae memotong ucapannya .

Bukankah Donghae tak keberatan ?

"Lalu , apa kau tak merasa sedih atau merasa ada yang kurang?",tanya Siwon , Donghae tersenyum dan berusaha mengulas senyum terbaiknya .

"Jujur, aku sedih , aku sedih karena , karena ", Donghae menjatuhkan air matanya , hatinya seakan tak kuasa menahan apa yang selama ini dipendamnya .

Siwon yang melihat hal itu, dengan cepat menghapus setetes buliran air bening yang jatuh dari mata Donghae, mengalir dan membasahi pipi mulusnya dengan usapan lembut ibu jarinya .

"Mianhae, jika kau tak ingin menceritakannya tak apa , aku minta maaf", sesal Siwon . Bukankah akibat rasa penasarannya , Donghae menangis ?

Donghae menggelengkan kepalanya , "Aniya , aku tak apa , aku ingin menceritakannya kepadamu , aku ingin kau dan semua orang tahu , bahwa aku sangat kuat dan tak terpukul dengan keadaanku yang seperti ini ",ucap Donghae diiringi dengan senyumannya .

Donghae menghela nafas , " Ada beberapa hal yang membuatku sedih menerima kenyataan ini , pertama aku sama sekali tak tahu , bagaimana wajah orangtuaku , hingga mereka akhirya meninggal karena kecelakaan , saat itu aku berumur 4 tahun dan Hyungku berumur 7 tahun ", Donghae menyeka air matanya sendiri , saat tiba-tiba air matanya itu ingin sekali keluar . Siwon pun memilih diam , walau matanya sudah memerah menahan tangis . Dan jangan lupakan hatinya yang bergemuruh .

"Aku tak bisa melihat wajah Hyungku, aku sangat ingin melihat wajahnya , melebihi keinginanku untuk melihat dunia yang indah ini , dan aku tahu ,betapa inginnya aku melihat kunang-kunang ", Donghae tertawa kecil , membuat Siwon tersenyum .

"Dan kau tahu , kenapa aku bisa kuat mejalani hidupku ini ?", tanya Donghae , Siwon menggelengkan kepalanya , walau sekali lagi , Donghae tak bisa melihat itu .

"Semua karna Hyungku ", ucap Donghae , "dan Yesung Hyung", lanjutnya dalam hati.

Siwon menjatuhkan air matanya , cerita kecil Donghae benar-benar membuat hatinya terketuk dan terharu .

"Kadang semua orang menganggap suatu kecacatan fisik adalah kekurangan , aku rasa pernyataan mereka salah , dan aku rasa merekalah yang cacat karena tidak tahu kenyataannya ", Donghae kembali menjatuhkan air matanya , namun ia sama sekali tak berniat menghapusnya . Ia biarkan air mata itu terus turun, hingga menetes membasahi kerah jaketnya .

Siwonpun hanya diam , ia tak ingin menghapus air mata itu . Karena itu akan menjadi gangguan , ia tahu kalau Donghae tengah meredam emosinya .

"Mereka pikir kami buta , kami kehilangan arah ? tidak , kami mempunyai insting yang kuat , kami tahu kemana seharusnya kami melangkahkan kaki , dan tahukah mereka , bahwa kami , kami sangat bersyukur memiliki keistimewaan ini", ucapnya dengan susah payah , karena memang ia menahan agar tangisannya tak semakin dalam .

Donghae menutup matanya dengan satu telapak tangannya , " Disaat mata ini tak bisa menampakkan cahaya , kami beruntung , kami tidak pernah melihat hal-hal yang buruk , hal-hal yang tidak pantas untuk ditunjukkan, tak perlu melihat keadaan dunia yang sebenarnya ", Donghaepun mengalihkan tangannya , menutup kedua telinganya , "saudara-saudaraku yang tak bisa mendengar , betapa beruntungnya mereka , tak pernah mendengar kata-kata buruk yang terlontar begitu kejam dari orang lain , tak perlu mendengar cacian , hinaan , dan makian , bentakan yang benar-benar membuat hati terluka ", Donghae menurunkan tangannya , menutup mulutnya , namun sedetik kemudian ia renggangkan , " Betapa beruntungnya saudara-saudaraku yang tak bisa berbicara , mereka takkan pernah mengatai orang bodoh, sial , mengumpat", Donghae merentangkan tangannya , "saudara-saudaraku yang tak mempunyai kedua tangan , betapa beruntungnya mereka , mereka tak pernah mencuri , melakukan hal-hal jahil dengan tangan-tangan mereka ", Donghae menghentakan kakinya , " dan betapa beruntungnya saudara-saudaraku yang tak mempunyai kaki , mereka tak pernah membuat orang untuk tunduk kepadanya , tapi kenapa mereka yang mempunyai fisik lengkap seakan tak mensyukuri nikmat tersebut , mereka menyia-nyiakannya ?", Siwon terenyuh mendengar penuturan Donghae .

Sangat benar apa yang baru saja dikatakan oleh Donghae . Bukankah kita diciptakan dengan fisik yang sempurna , namun kita menyalahgunakannya !

Tapi, bukankah kesempurnaan fisik tak akan berguna jika tidak diimbangi dengan kesempurnaan hati ? biarpun mereka yang mempunyai ' keistimewaan ' namun hati mereka melengkapi ' keistimewaan' dengan sikap tulus dan menerima , membuat ' keistimewaan ' itu benar-benar sempurna .

Flashback off

.

.

Heechul mengibaskan kedua tangannya didepan wajah Siwon , "Siwon-ah, Siwon-ah ", Siwon terkejut saat ia merasakan sebuah tepukan dipundaknya .

"Eh, oh Hyung ", tanggapnya gugup . Heechul menyipitkan matanya , mencium aroma lain dari raut wajah Siwon .

"Kau menangis ?"

"Aku menangis ya ?",tanya Siwon balik dan mulai mengusap-usap wajahnya .

Heechul memutar bola matanya malas, lalu bangkit dari sofa "Ku tunggu kau dikamarku , dan ceritakan apa yang kau pikirkan ", Siwon menutup matanya , dan merebahkan kepalanya pada bantalan sofa , "Donghae, kenapa kau begitu berharga untukku , dan bisakah aku menjadi matamu ", gumamnya , ia pun tersenyum kala mengingat wajah manis Donghae dan senyum malaikat Donghae yang begitu sayang jika dilewatkan .

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Life couldn't get better

Nan nol pume ango nara

Purun darul hyanghe nara

Jamdun noui ib machul koya

Life couldn't get better

Noui mame munul yoro jwo

Gude ne sonul jabayo

Life couldn't get better

Donghae bertepuk tangan saat mendengar lantunan merdu dari Yesung . Yesung tersenyum menanggapi sanjungan yang diberikan oleh Donghae , ia taruh gitar yang ia gunakan untuk mengiringi suara indahnya tadi.

Ia bawa Donghae kedalam pelukannya , awalnya Donghae terkejut mendapat perlakuan mendadak dari Yesung . Namun saat dengan lembut Yesung mengusap punggungnya membuat Donghae tersenyum .

"Hae", Donghae bergumam menjawabnya . Yesung mempererat pelukannya , membuat Donghae menaikan kedua tangannya . Memeluk erat pinggang Yesung .

"Sebenarnya aku sangat mencintaimu Hae, perasaan ini sudah lama aku pendam , ingatkah waktu pertama kaliya kau bertemu dengan ku ?", Donghae mengangguk menjawabnya .

Tak mungkin Donghae melupakan begitu saja . Kenangan manis itu masih akan terus melekat dihatinya . Walau ia tak melihat apa yang terjadi saat itu , namun ia tahu , seseorang yang berada tepat dibawahnya , adalah orang yang bisa membuat hatinya berdetak dua kali lebih cepat .

Waktu sore itu, Donghae berjalan sendiri untuk menuju taman yang dibilang tak dekat dari rumahnya . Meninggalkan Sungmin yang masih berkutat dengan kelinci peliharaanya .

Dengan langkah yang ragu-ragu, Donghae melangkahkan kaki tanpa adanya gangguan . Hingga kejadian itu terjadi . Tubuh Donghae terhempas ke belakang, akibat tubrukan yang cukup keras dari seseorang yang menabraknya .

Disitulah mereka bertemu , pandangan pertama yang sangat berkesan untuk Yesung . Dan sentuhan yang berharga untuk Donghae .

"Hae, saranghaeyo, jeongmal saranghaeyo ", Yesung mengecup kening Donghae , membuat Donghae tersenyum riang menerimanya .

"Apa kau mencintaiku ?",tanya Yesung , Donghae mengangguk , "Hmh , aku memang mencintaimu Hyung, sejak lama , aku memang sudah jatuh cinta padamu ", jawab Donghae malu-malu. Yesung yang terlalu gemas , akhirya mencubit pipi Donghae yang tengah merah merona .

"Hae", Yesung membelai rambut coklat Donghae , "Apa kau mau menjadi kekasihku ?", Donghae tersenyum mendengarnya , "Ak-"

Tokk tokk

Yesung bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri pintu kamarnya , "Eomma",sapanya saat melihat seorang yeoja cantik tengah tersenyum manis ke arahnya .

"Eh ada Donghae", Eomma Yesung langsung masuk ke kamar Yesung , sebelumnya menyingkir sang anak yang menghalangi jalannya .

"Kau sudah lama tak main kesini , Eomma sangat merindukanmu ", Donghae tersenyum sambil menikmati usapan lembut dikepalanya .

"Ada Donghae aku dilupakan , dasar !", Sungut Yesung saat melihat sang Eomma memeluk Donghae dengan begitu erat dan mengecup pipi Donghae berkali-kali .

Namun beberapa detik berlalu ia tersenyum , ia menggaruk kepalanya .

"Ahh, nanti saja , lagipula aku sudah tahu sisi hatinya ", gumamnya pelan dan meninggalkan sang Eomma dan Donghae dikamarnya .

Dia melangkahkan kakinya menuruni anak tangga , lagi-lagi ia tersenyum . Bahagia dengan ungkapan Donghae mengenai isi hatinya , setidaknya cintanya terbalaskan . Ia menghentikan langkahnya , saat ia teringat kalau Donghae belum memberikan jawabannya .

"Nanti sajalah", ujarnya .

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Hujan semakin deras untuk turun . Membasahi tanah yang hampir tiga hari ini tidak tersentuh oleh air dari langit .

Sesosok namja manis tengah terduduk lesu . Tubuhnya ia sandarkan pada daun pintu . Hampir dua jam ia dalam posisi itu . Menangis .

"Hikks, kau bodoh Lee Sungmin , kau bodoh ", Sungmin memukul-mukul kepalanya sendiri , "Kau terlalu percaya diri , kau memalukan Sungmin , kau sangat bodoh , hhiikkss, hhikkss", Sungmin memperkeras tangisannya . Ingin melampiaskan rasa sakit hatinya .

Kenapa bukan dia yang dicintai Yesung, kenapa harus adiknya ? Kenapa ?

"Hiikkkss, Yesung, hhiikkss, kau tahu , aku sangat mencintaimu , jeongmal saranghaeyo, hiikkss, JEONGMAL SARANGHAEYO YESUNG ", teriak Sungmin menggema beriringan dengan suara petir yang menggelegar .

Sungmin tak perlu takut kalau aksinya ini akan diketahui oleh Donghae . Karena dia tahu, Donghae tak mungkin pulang sekarang , apalagi dia sempat melihat Donghae pergi bersama Yesung dan kedua orangtuanya .

Hal itu semakin membuat hatinya sakit . Ia memukul-mukul dadanya dengan sangat keras , "Hentikan rasa sakit ini Sungmin , hentikan , biarkan Hae behagia , biarkan hhiikkss Hae bahagia ", lirih Sungmin . Ia sungguh tak sanggup menahan gejolak ini . Kecewa dan sedih .

Sungmin menggelengkan kepalanya , "Tak mungkin , aku tak bisa menghilangkan rasa cinta ini, tak mudah , hhiikkkss, bagaimana Tuhan ,hiikkss, kenapa kau biarkan aku jatuh cinta dengannya , hhikkksss", Sungmin menarik lututnya dan menangis sekencang-kencangnya .

.

.

.

Donghae terduduk tepat didepan pintu kamar Sungmin . Ia menutup mulutnya dengan kuat . Takut kalau Sungmin mengetahui kalau dirinya sudah pulang .

Donghae menggelengkan kepalanya , "Hikkkss, Min Hyung, mianhaeyo, hhiikksss, hhikkkssss", tangis tertahan Donghae . Air matanya terus saja mengalir .

Hatinya sakit . Siapa yang akan dipilihnya ? Kebahagian dirinya , kebahagian Yesung atau Hyungnya ?

Kebahagian Yesung tentu kebahagiannya , kebahagian Sungmin ? Yesung tak mencintainya !

"Hikkkss, mianhaeyo Hyung , hhikkkssss"

.

.

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: tbc ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Akhirnya selesai juga chap 2 . Padahal mau twooshoot , eh gk jadi …#selalu

Please reviewnya eoh ^^

Lullu20: yah hae emang mempunyai pesona yang sangat amat kuat , cinta segi 5 sama author … hhhhiiiii

Augesteca: threeshoot kayanya , heheheh , bener" sulit **

Noaiy: mau gimana lagi , kan pagi sampai sore saya kerja , hmh , ini saja selesai jam 01.23 … Yeah, Sihae :D

Casanova indah: nih sudah lanjutt , jangan dikasihani hae, ntr hae marah looo …

Kim Haemi: sudah lanjut, gamsa^^

BornFreeHae: eyang suburnya mana ? eh ? hmh, angelnya masih tertidur, jadi tunggu bangun aja yah , sekitar semingguan , kkkk~ ,

Arumfishy: nih sudh lnjut , Hae cinta Yesung :X …

Dew'yellow: nih suda lanjut, gamsa ^^'

Nnaglow: iya , sebenarnya kk juga gk tega , ^^ terus dibaca hmh ,

Arum Junie: yeah , bukan hanya menggoda, tapi juga bikin merangs*** , hihihihi

KittYoongFishae: nih sudah lanjut , ^^

Cutefish: tidak, dia cinta sama Yeye ..

Aulia: *.^ , nih sudah lanjut , gamsa^^

NRL LOVE FISHY: yah , pairingnya Sihae :D

Haelfishy: iya , betul , author juga ikutan pusing .

Hitomi: nih sudah lanjut, walau taka sap :D

Tiaraputri16: SIHAE FF , :D

Yulika: ammmmiiiiiiiiieeeeeeeeeennnnnnnnn

Shetea: iya , ortu mereka sudah meninggal, Min kan bersekolah kelas 3 .

.

Akhir kata author mengucapkan , gamsahamnida buat para readers yang sudah me'review ^^