Summary :: Miku dkk selalu saja dikejar-kejar fans nya di Vocaloid hari, Miku dkk dipindahkan sekolahnya ke sekolah menengah biasa bernama Olympus Academy karena urusan pekerjaan. Keadaan sekolah yang sangat 'berbeda' dari biasanya JUSTRU membuat Miku dkk merasa tentram. Seperti apakah Olympus Academy itu?

Character :: Jangan tanya! palingan cuma banyak OC doang

Genre :: Humor, School Life, Sports, Romance, dll.

Rated :: T untuk berjaga-jaga

Disclamer :: Vocaloid by Yamaha Corporation. OC by Me and Others

-Di Skip sampai sehari sebelum keberangkatan-


=Let's Start the Story=


BANDARA NARITA – WAITING ROOM
"Gilaaaaaa….. bandara itu hebat yaaah…" gumam Rin bersandar di pundak Len. Wajar saja Rin berkata begitu karena dia sendiri sudah sangat kecapekan. Daritadi, Miku dkk berusaha mencari-cari pintu masuk bandara. Bahkan mereka sudah mencoba berpencar untuk mencarinya. Dan 2 jam kemudian si pintu bandara itu akhirnya ketemu… TERNYATA pintu tersebut berada di depan tempat menunggu taksi dimana mereka turun barusan. Buat apa repot-repot coba kalau begitu?

"Bukan cuma hebat lagi… tapi emaizing!" jawab Len ikut-ikutan nyender di bahu Rin. Luka yang mendengarnya malah pengen ketawa.

"Len, bukan Emaizing… tapi amazing… masa gitu aja nggak tau sih, Len?" celetuk Kaito menggantikan Luka yang daritadi ingin mengucapkan kata-kata yang sama.

"Alah, bodo amat dah! yang penting yang dimaksud itu sama!" balas Len sebal. Mau emaizing, kek! mau amazing, kek… yang penting yang dimaksud itu sama! pintar bukan?

"Tapi nanti artinya jadi beda, Len… emaizing itu artinya beda lagi…" sahut Miku dengan lembut. Mendengar itu, buru-buru Luka mengambil buku 'Kamus Bahasa Inggris 7000 Halaman' dan membacanya dari awal sampai akhir. Lalu setelah selesai Luka memasukannya lagi ke dalam tas, malah makin pengen ketawa.

"Luka, kenapa sih kayaknya daritadi kamu kayak orang keracunan gitu?" tanya Kaito sweatdrop ngeliatin Luka yang mukanya kini astaganagabonarjadidua. Luka tidak menjawab. Sampai pada akhirnya unsure 'lucu' nya sudah membosankan, Luka baru menjawab.

"Eeeng… Miku-chan, emaizing itu bukan bahasa inggris… nggak ada artinya…" jelas Luka pada akhirnya mampu berkata-kata juga setelah barusan berusaha menantang 'maut'. Miku mendengar itu mukanya langsung merah padam. Malu, itulah kata singkat untuk menjawab pertanyaan 'Kenapa muka Miku menjadi merah?'.

" Yaaah, pokoknya gitu deh! oke, ganti topik! Menurut kalian Olympus Academy itu gimana? sekalian di chapter kemarin itu nggak dibahas sama sekali!" kata Miku mengganti topik. Yang lainnya langsung memasang pose berpikir paling keren. Lalu Miku mengambil 4 buah buku (seperti majalah) lalu melempakannya ke arah Kaito, Luka, Rin dan Len lalu mereka tangkap dan membacanya.

"… AJEGILE! INI SEKOLAH APA MALL?! GEDE AMAT! BANYAK GEDUNGNYA LAGI!" pekik Len melihat sampul majalah tersebut yang judulnya 'Olympus Academy Biodata'. Mau tau segede apa? coba cari di kakek gugel gambar Oxford University. Sama persis deh!

".. Dilengkapi fasilitas gedung sekolah, gedung asrama, hiburan, kantin, ruang praktik, gedung olahraga, taman, café, dll tsb.. keren! ini beneran sekolah biasa?! gambarnya kayak sekolah Harry Potter!" seru Kaito membaca halaman-halaman tersebut.

"Lebai deh… sama aja kok kayak Yamaha Academy tempat dulu kita sekolah…" kata Rin datar. Padahal sebenernya dia pengen pingsan, tuh… liat gambar sekolahnya. Akan tetapi, bukan Rin namanya kalau enggak jaim.. =..=

"Tapi, kurasa ini sedikit lebih besar, deh…" ucap Miku memandangi cover majalah tersebut.

"Bodo, ah!"

Para penumpang pesawat ALAOKA nomor 17 (ini saya asal yaah…) tujuan ke Bandara Oshima,pesawat akan segera lepas landas 10 menit lagi. Harap para penumpang dengan tujuan ke Bandara Oshima segera menaiki pesawat karena 10 menit lagi pesawat akan segera berangkat. Harap tidak ada barang yang tertinggal karena pihak kami tidak akan bertanggung jawab atas kehilangan atau ketinggalan barang. Sekali lagi, (2X ngomongnya). sekian dan terima kasih.

"Eh, udah mau berangkat tuh pesawatnya! yuk naik!" ajak Miku menenteng tas dan mulai berdiri menggeret kopernya. Semuanya mengikuti Miku mulai membawa barang bawaannya.


ALAOKA PLANE NO. 17 – 30 menit setelah lepas landas
Sebelum bagian ini dimulai, saya akan memberikan gambaran tentang pesawat ALAOKA. Kursi kiri diduduki 3 penumpang dan kursi kanan diduduki oleh 2 penumpang. Kursi kiri yang duduk urutannya dari pojok-tengah-ujung adalah Rin-Luka-Miku sedangkan kursi kanan dari pojok-ujung adalah Len-Kaito. Paham semuanya? kalau begitu… MARI KITA MULAI!

"Mikuu…. gimana, nih?" tanya Luka menoleh kepada Miku yang ada di ujung.

"Gimana? gimana gimana?" Miku balas bertanya. Maksudnya serius, tapi malah terdengar konyol. Tapi, Luka mengerti artinya.

"Ano… Rin mabuk…" kata Luka menunjuk Rin yang mukanya sudah agak membiru. Pipinya mengembung dan pupil matanya agak mengecil. Rin menutup mulutnya dengan saputangan.

"Hah? Rin kenapa?" tanya Len melongokkan lehernya panjang-panjang.

"Huem! yahelahsmawokhaH! (dugem! ya jelas mabok lah!)"

"Rasanya gimana? kayaknya menderita banget dari suaranya!"

"Puhengbeat!hiungheluargairulu! hengenhuntahhapihakhisaa (Puyeng berat! Hidung keluar air mulu! pengen muntah tapi nggak bisaaa)"

"Oh, berarti yang kayak biasanya ya.."

"Hiwa (iya)"

"Tapi bukannya tadi udah minum obat dari pramugari?"

"Hengakhmemhan… (enggak mempan)"

"Enggak mempan? minta lagi aja!"

"Nhahihoferhois (nanti overdosis)"

"Nggak bakalan deh! dijamin! kalau mau, nanti aku mintain sama mbaknya!"

"Nghahkhmahuuu (nggak mau)!"

"Kenapa?"

"Howathangakhenalk (obatnya nggak enak)"

"Tapi daripada mabok kayak gitu!"

"Hahihowathahenehanhengakheak ! (tapi obatnya beneran nggak enak!)"

"Ya pasrah aja!"

"Ghuakmawoooh! (Ggak maooo)!"

"Pilih mabok atau minum obatnya?"

"Mawmokhah (mabok lah)"

"Ya sudah! sabar aja kalo gitu!" jawab Len mengakhiri pembicaraan lalu memandangi jendela lagi.

"Len-Len, kamu ngerti apa yang Rin omongin?" tanya Kaito noel-noel Len. Mukanya agak horror. Rasanya kayak denger alien lagi ngobrol.

"Ngerti lah! secara gue adeknya… lagian gue udah biasa…" jawab Len datar.

"Luha-chaan~ (Luka-chan)" rengek Rin menoel-noel bahu Luka. Luka memandangi Rin dengan ramah.

"Ada apa?"

"Hesawathahherapahu-NGEKH! *suara idung* huapahhamahagihiih?! (Pesawatnya berapa lama lagi sih?!)" tanya Rin dengan nada anak kecil yang ikut arisan ibunya terus bosen minta ibunya pengen cepet-cepet pulang kerumah terus bobok (hah?). Luka cengo nggak ngerti artinya. Miku juga nggak ngerti artinya

"Len, tadi Rin-chan ngomong apaan sih?" tanya Miku mendongakkan kepalanya untuk melihat Len.

" tadi Rin bilang 'pesawatnya berapa lama lagi sih sampe' gitu.." jawab Len seraya penerjemah seorang artis. Lho? bukannya mereka memang artis? ah, sudahlah!

"Oooh, sekitar 20 menit lagi palingan…" jawab Miku santai lalu baca majalah yang ada di pesawat lagi.

"HAAAH?! mahihamahoong! (Masih lama dong!)" seru Rin dengan lemas.

"Eh, beneran 20 menit lagi nggak ya?" tanya Miku kepada dirinya sendiri. Saat dia merogoh-rogok kantongnya, tiba-tiba dia heran. "?"

"Kenapa Miku?" tanya Kaito.

"Eengh… Hp ku dimana ya? kok nggak ada?" tanya Miku agak nyengir kecut. Lalu merogoh-rogoh seluruh kantongnya. Tapi, yang dia temukan cuma batere HP-nya. "HAPEKU MANA?!" jerit Miku shock.

"Sssst!" seru semua penumpang pesawat. Miku langsung mingkem.

"Bukannya terakhir kamu ngotak-atik baterenya pas mau ganti kartunya di kamar mandi bandara?" tanya Len cuek bebek.

"Iya.. JANGAN-JANGAN KETINGGALAN DI KAMAR MANDI YA?!"

"SSSSSHHHHT!" seru semu penumpang untuk kedua kalinya.

"Bihahadi (bisa jadi)…" jawab Rin sama cueknya kayak Len. Mukanya masih tetep pucet. "UEKH!" ceguk Rin dengan suara pengen muntah.

" Te-terus gimana dong nasib HP-ku?" tanya Miku dengan nada memelas.

"Yaah, sabar ya Miku-chan… nanti beli saja pas udah sampai di Shizuoka.." jawab Luka sambil nyengir. Akhirnya Rin terpaksa menahan rasa ingin muntahnya sampai pesawat mendarat. Sedangkan Miku menangis tanpa suara sambil memeluk batere HP-nya, meratapi HP-nya yang hilang.


=sorry, but this has been done and will continue to the next chapter=


Maaf, ya… kayaknya yang chapter ini paling garing diatara fic-fic garing lainnya deh (bukannya ngeledek)… Soal ciri-ciri Rin mabuk itu sebenernya ciri-ciri temen saya, Jones, kalau mabok… kalau kasus hape-nya Miku itu pengalaman nyata saya sendiri. Tapi persoalannya beda, kalau Miku pas lagi ganti kartu pas di kamar mandi… kalau saya pas lagi iseng waktu di ruang tunggu Bandara Soekarno-Hatta pas mau berangkat pertama kalinya ke Inggris. Sooo….

PLEASE
R
E
V
I
E
W
I
F
Y
O
U
C
A
N
OKAY?