Summary :: Miku dkk selalu saja dikejar-kejar fans nya di Vocaloid hari, Miku dkk dipindahkan sekolahnya ke sekolah menengah biasa bernama Olympus Academy karena urusan pekerjaan. Keadaan sekolah yang sangat 'berbeda' dari biasanya JUSTRU membuat Miku dkk merasa tentram. Seperti apakah Olympus Academy itu?

Character :: Jangan tanya! palingan cuma banyak OC doang

Genre :: Humor, School Life, Sports, Romance, dll.

Rated :: T untuk berjaga-jaga

Disclamer :: Vocaloid by Yamaha Corporation. OC by Me and Others


=Let's Start the Story=


OSHIMA AIRPORT - TOILET
"Hueeeeeeeeeeeeeeeeeeekh!" Rin muntah-muntah di kamar mandi. Di belakangnya, Len sibuk menepuk-nepuk punggung Rin dengan tenaga yang lumayan sedikit keras. Lalu kemudian diusap-usap.

"Huweeeeng…. Hapeku tercinta dengan strap Negiii…" Miku mewek dengan pipi disenderkan ke dinding. Sambil asyik (what?! asyik?! *Author dihajar Miku*) Miku memeluk-meluk batere HP dengan penuh cinta dan kasih sayang *Author buru-buru handstand pas Miku nancepin Negi Sword miliknya ke lantai*.

"Sudahlah Miku… nanti beli saja lagi… lagian, waktu itu kan kamu belinya juga kita jalan-jalan di Akihabara (1) pas lagi ada diskon 80%..." kata Luka dengan senyum andalannya menepuk-nepuk pundak Miku. Tetapi, Miku tidak menjawab niat baik Luka.

"Tapi hape ini tuh udah menemaniku dalam suka dan duka tauuuuu! banyak kenangan di dalamnyaaaa!" rengek Miku kembali merengek kemudian menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya. Kaito mendengarnya langsung cengengesan.

"Hah? jelas saja kau sayang banget sama hape itu! orang di situ banya SMS dari artis-artis kayak HSY (Hey Say Jump) kalo enggak Kyary Pamyu Pamyu…" cengir Kaito memandangi Miku dengan tatapan agak sinis dan disambut dengan lemparan koper seberat 20 kg milik Miku.

"Bawel! pokoknya sekarang gimana doooong?!" rengek Miku dengan kaki digoyang-goyangkan seperti anak kecil minta balon.

"Miku, sebaiknya kamu berhenti merengek deh…" kata Len memandang aneh ke Miku. Mukanya memerah malu.

"Memangnya kenapa?"

"Lihat saja sendiri!"

Miku melihat ke sekelilingnya dan ternyata semua orang-orang di sekelilingnya tengah memandanginya dengan tatapan seperti sedang melihat pengemis/orang gila yang ada di pinggir jalan.

"APA KALIAN LIAT-LIAT HAH?!" bentak Miku marah. Serentak semua orang di toilet pada lari tunggang langgang keluar dari kamar mandi. Sehingga di kamar mandi hanya terdapat Luka, Miku, Len, Kaito, dan Rin

"Miku, kurasa… teriakanmu agak… berlebihan?" tanya Rin memperhatikan seisi toilet yang sudah kosong melompong. Sama kayak Author kalau mau ke WC jam 12 malem… *YA JELAS LHA!*

"Nggak kok! buktinya, kacanya nggak pecah kayak biasanya kalau aku lagi ngamuk di WC sekolahan.." kata Miku enteng lalu menaruh batere HP-nya di saku celana.

"Yaa.. memang sih…" kata Rin menggaruk-garuk kepalanya. Bingung mau ngomong apa lagi (Ya kalau begitu nggak usah ngomong! *dihajar Rin*).

"Kalau gitu, nanti setelah semua urusan selesai, nanti beli Hape lagi aja… batere itu mah dibuang aja… memangnya mau diapain lagi?" kata Luka menenangkan. Miku berpikir sejenak lalu mengangguk.

"Siip!" seru Len. Semuanya menoleh ke arah Len yang ternyata sedang asyik main game di PSP yang entah sejak kapan ada di tangannya.

"Sip kenapa?" tanya Kaito.

"Ehehe… Magoichi Saika sudah level 20!" jerit Len girang lalu memeluk Kaito. Uhm, maaf… tapi Author nggak tahan sama YAOI lhoo.. jadi, dijamin ini bukan berarti YAOI, ok?

"Mago apa?" tanya Rin heran.

"Magoichi Saika! Samurai Warriors!" seru Len. Ooh, jadi daritadi lagi main game Samurai Warriors, tooh… Author ikutan dong! *Dihajar Len*

"Haaah, dikirain apaan.." desah Miku dengan sangat sebal.

"Memang dikiranya apaan? Hentai?" tanya Len menggoda. WOOOY LEEN! AUTHOR BUKAN BIKIN FIC RATE M! *nendang Len marah*

"Dikirain… Hapeku ketemu…"

BLETAAAAAAAK!

"ADDUH! KOK AKU DIPUKUL?!" protes Miku kepada sang pemukul sambil mengelus ubun-ubunnya yang jadi korban. Sementara, sang pemukul, Rin, hanya memasang ekspresi datar.

"Maaf, entah kenapa barusan aku pengen jitak orang…" kata Rin masih dengan ekspresi datar.

"Ya kenapa aku yang kena pukul?! Kan kamu bisa pukul Len aja!" protes Miku lagi.

"Heeeey! tolong jangan sebut namaku dalam pertengkaran!" seru Len bete.

"Memangnya di deket aku siapa lagi? Kaito dan Luka ada di sebelah Len yang jaraknya 1 meter 23 senti dari aku… sedangkan kamu jaraknya cuma 40 senti 3 milimeter dari aku… deketan mana coba?" ujar Rin menerangkan. Luka, Miku, Len dan Kaito shock, kok bisa menebak jarak segampang itu?!

"Kok bisa nebaknya?!" seru Luka kaget.

"Nebak aja…" jawab Rin santai.

"Sudahlah, yuk keluar! nggak ada gunanya di WC terus!" ajak Kaito memberi komando kepada semuanya agar berlari keluar dari toilet (kenapa mesti lari?). Lalu semuanya buru-buru keluar dari toilet dan terdiam sebentar setelah 5 langkah. Semuanya minus Kaito mendelik marah ke arah Kaito. Sementara Kaito memandangi mereka bingung.

….

"KOPER-KOPERNYA MASIH DI TOILET BA-KAITOOOO!"


=sorry, but this has been done and will continue to the next chapter=


1 = Tempat pertokoan kayak Harajuku sama Shibuya gitu.. disitu banyak barang-barang yang pastinya dicintai para Otaku (maniak game sama manga)

Maaf, yang fic sebelumnya itu bukan saya yang bikin… tapi si Anya *gebukin Anya* soalnya waktu itu saya rencananya kan mau nge-publish cerita setiap hari, tapi waktu itu saya harus jadi guru privat *?* buat si Gabriel, Tristan sama Onyx karena nilai mereka jeblok-jeblok dan Anya katanya bakalan gantiin saya bikin satu cerita. Terus setelah 3 hari *saya ngajarin trio bego#dihajar# itu selama 3 hari dan itu bagaikan neraka!* saya main lagi… tiba-tiba komputer saya ada banyak virusnya (8300 virus banyaknya). Untung saya ngerti komputer jadi bisa saya ilangin.. terus malah muncul virus Trojan sama Spyware! memang cuma sedikit, tapi ngehapusnya SUSAH! maaf yang kemarin itu jelek banget, jadi saya publish yang ada di flashdisk saya… dan saya minta maaf, padahal judulnya Toilet Argument, tapi mana bagian 'Argument' nya?! bodo ah! *dihajar* soooo

PLEASE
R
E
V
I
E
W
I
F
Y
O
U
C
A
N
OKAY?