Summary :: Miku dkk selalu saja dikejar-kejar fans nya di Vocaloid hari, Miku dkk dipindahkan sekolahnya ke sekolah menengah biasa bernama Olympus Academy karena urusan pekerjaan. Keadaan sekolah yang sangat 'berbeda' dari biasanya JUSTRU membuat Miku dkk merasa tentram. Seperti apakah Olympus Academy itu?

Character :: Jangan tanya! palingan cuma banyak OC doang

Genre :: Humor, School Life, Sports, Romance, dll.

Rated :: T untuk berjaga-jaga

Disclamer :: Vocaloid by Yamaha Corporation. OC by Me and Others


=Let's Start the Story=


OSHIMA AIRPORT – STATION 3
"Waduh, rame banget yak!" seru Rin menatap kerumunan orang yang bagaikan beras tumpah itu dengan tatapan malas. Wajahnya loyo dan mukanya kembali menjadi ungu. Masa iya mabok lagi sih?!

"Rin, kamu kok mabuk lagi?" tanya Len agak heran. Rin itu mabuk atau sengaja sih? kok mukanya jadi ungu gitu? hanya Tuhan, Author dan Rin yang tahu… *PLAK!* eh, maaf! saya kasih tau deh!

"… nggak pernah nonton anime atau kartun, ya? kalau ada firasat buruk, biasanya kan mukanya jadi ungu… tapi cuma dari jidat sampai hidung doang…" jelas Rin datar memandang Len dengan lemah.

"Yaaah, tapi ini kan bukan anime ataupun kartun… ini fanfic" kata Len nunjuk-nunjuk layar komputer Author. Sementara yang ditunjuk ngarahin kursor ke punggung Len, klik kanan, pilih Fight, terus klik 'pushed up to fall'. Jadilah, Len pun terjatuh dan ciuman pertamanya diambil oleh lantai.

"Aaaaw! Author-nya galak amat sih!" seru Len kepada Author sambil bangkit dari kubur(PLAK) maksudnya bangkit dari lantai. Sementara Authornya sendiri cuek terus ngarahin kursor ke muka Len, klik kanan, pilih Talk biar keluar Windows yang baru, di windows yang baru itu nulis sesuatu di komputernya terus klik icon Talk sehingga apa yang dia ketik jadi muncul di muka Len.

BODO AMAT! pake ngomong ini fanfic bukan anime atau kartun segala lagi… Lanjutin cepetan! sekarang gilirannya Kaito yang ngomong!

"Iya-iya Author bawel! KAITO! sekarang kata Authornya giliran kamu yang ngomong!" suruh Len kepada Kaito yang tengah menderita disuruh membawa seluruh koper dan tas milik Miku, Len, Luka dan Rin.

"Eh, iya… kumohoon… aku bukan kuli bangunan-eh, kuli barang maksudnya…" kata Kaito memelas. Sementara Miku mendenganya langsung mencibir.

"Bodo! lagian salah Kaito nii-chan juga sih! gara-gara Nii-chan minta buru-buru keluar dari toilet, barang-barang kita jadi ketinggalan di dalam KAN?!" omel Miku marah.

"Ya elaah, itu kan persoalan sepele banget! tinggal ambil terus keluar lagi!" protes Kaito. Tadi melas, sekarang protes? konsisten dong Kaito!

"Tapi tenagaku jadi terkuraas!" timpal Luka marah.

"Ya tapi kan-"

"TETAP SAJA TERKURAS BAKAITOOOO!" bentak Luka sama Miku galak. Kaito menciut 10 kali lipat dari ukuran normal-nya. Entah kenapa, lama-lama Luka disini jadi OOC ya? bodo ah!

"Iya deeeh.. terus, aku mesti ngapain biar kalian mau maafin akuu?" tanya Kaito kembali memelas. Kali ini, bukan cuma Luka dan Miku yang berpikir. Rin dan Len juga ikut berpikir.

"Umm.. bawa semua barang itu seenggaknya sampai jemputan datang!" suruh Len santai. Sementara Kaito memasang wajah yang seolah sedang menjadi pemimpin demo.

"MASALAH?!" geram Rin memelototi Kaito dengan garang. Kaito lalu menciut 23 kali lipat dari ukuran setelah dia menciut 10 kali lipat tadi.

"Ng-Nggak kok! Oh, oh iya! kapan jemputan dari Yamaha datang…?" tanya Kaito nyengir kuda. Luka menyambar hape di saku jaketnya lalu melihat jam.

"sebentar lagi harusnya sampai sih… sekarang udah jam 11:53 dan mereka janji menjemput jam 12…" kata Luka memasukkan kembali hapenya kedalam saku celana.

"Humm… memang tadi kita nyampe di sini jam berapa?" tanya Miku menatap jam raksasa (?) yang ada di atas pintu masuk bandara.

"Tadi jam 11:30" jawab Len santai. Miku ber-ooh ria.

TIN TIIIIIIIIN!

"Heeeey!"seru seorang wanita dari dalam sebuah mobil Porsche Boxster S (wew!) warna hitam dengan kacamata hitam dan rambut coklat terang. Tangannya melambai-lambai ke arah Miku dkk.

"THANKS GOOOOD!" seru Kaito riang buru-buru membawa barang-barang anak-anak yang lain ke mobil itu. Laki-laki itu memandangi Kaito dengan tatapan kaget.

"Baru dipanggil udah langsung nyaut aja…" gumam laki-laki itu sweatdrop. Miku, Luka, Rin dan Len dengan tergesa-gesa mengikuti Kaito.

"Buseeet! Kaito nii-chan larinya udah kayak mau marathon 400 meter!" keluh Miku memegang kedua lututnya. Nafasnya terdengar sangat tersengal-sengal.

"Tau nih! gila!" timpal Len jatuh terduduk di lantai.

"Hehehe… habis, katanya aku boleh berhenti bawa barang-barang kalian kalau jemputannya udah dateng…" kata Kaito nyengir. Semuanya (minus Kaito) berpandangan lalu mengambil barang-barang mereka dari badan Kaito.

"Aiiih~ menghirup udara bebaaaas!" seru Kaito girang lalu muter-muter ala ballerina. Semuanya (lagi-lagi minus Kaito) sweatdrop.

"Oh, iya! kalian Vocaloid bukan?" tanya wanita itu dan disambut oleh anggukan mantap dari kelima personil Vocaloid itu.

"Baguslah! perkenalkan, aku manajer baru kalian! namaku Meiko Sakine tapi kalian cukup panggil aku Meiko-san!" kata Meiko memperkenalkan diri. Mereka (minus Meiko) mencerna sejenak lalu tersenyum.

"Bagus kalau kalian semua sudah mengerti, cepat masuk! direktur sudah menunggu kalian daritadi!" ajak Meiko tersenyum kepada mereka. Setelah bahu membahu memasukkan koper dan tas ke dalam bagasi. Mereka langsung masuk ke dalam mobil. Miku di sebelah Meiko sedangkan yang lainnya duduk di belakang.


IN THE CAR
"Wheeeee~" seru Kaito riang mengadahkan kepalanya ke luar jendela dengan riang gembira. Angin sejuk mengibaskan rambut biru lautnya.

"Kaito nii-chan! Ulah ngaluarkeun sirah ka luar jandela! dasar, manéh weruh harti bahaya teu da? engké lamun sirah manéh ketabrak mobil séjén kumaha? (Bahasa Sunda :: Jangan mengeluarkan kepala ke luar jendela! dasar, kamu tahu arti bahaya nggak sih? nanti kalau kepala kamu ketabrak mobil lain gimana?)" seru Miku menggunakan bahasa sunda. Semua yang mendengarnya langsung kaget plus sweatdrop. Miku malah terheran-heran.

"Ada apa?" tanya Miku agak bingung. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Ta-tadi kenapa Miku-chan pakai bahasa sunda? Miku-chan orang sunda?" tanya Luka terheran-heran. Miku terkekeh malu.

"Nggak tau, tadi disuruh sama Author ngomong kayak gitu… yaudah, ikutin aja" jelas Miku tersenyum manis. Tapi kalah manisnya sama sirup yang kemarin ada di makan malam Author. Saking manisnya, Author sampai melet-melet+mual+maagh kambuh! (gak nanya!). Yang lainnya ber-ooh ria mendengar penuturan Miku.

"Eh, ngomong-ngomong katanya manajer kalian yang sebelumnya itu namanya Kiyoteru Hiyama kan?" tanya Meiko membetulkan kaca spion di luar jendela.

"Iya! memangnya kenapa?" tanya Rin.

"Sebenarnya itu mantan suami saya lho…"

"HAAAAAAAAAAAAAAAAAH?!" jerit Miku dkk shock. Meiko hanya senyam-senyum aja.

"Ko-kok mau sih… Kok mau sih Meiko-san sama… bapak-bapak pedo itu?!" tanya Len shock berat.

"Ya nggak mau lha! makanya saya bilang dia itu mantan suami saya!" kata Meiko.

"Cerai?" tanya Kaito mengrenyitkan dahinya.

"Belum… baru pisah rumah" jawab Meiko santai. Semuanya (minus Meiko) langsung sweatdrop mendengar penuturan Meiko.

"Terus, kok bilangnya mantan suami?!" protes Luka.

"Pengennya sih mantan suami… tapi kasian anak saya dua di rumah… Yuki sama Iroha…" jelas Meiko. Semuanya lagi-lagi ber-oh ria. Meiko lalu mengarahkan mobilnya untuk belok ke kanan, memasuki tempat parkir sebuah gedung besar.

"Nah, sudah sampai! ayo, semuanya turun!" ajak Meiko mengomandoi (?) kelima budaknya (?!). Lalu mereka turun dari mobil dan mengikuti Meiko masuk ke dalam gedung.


SHIZUOKA YAMAHA CORPORATION PRODUCTION OFFICE – PRESIDENT ROOM
"Permisi, bos! seluruh anggota Vocaloid sudah datang semua!" kata Meiko memasuki ruangan sang direktur yang akan saya panggil Master disini.

"Baiklah, suruh mereka masuk! kamu tunggu di luar saja!" suruh Master. Meiko lalu keluar sambil misuh-misuh nggak jelas. Tak lama kemudia, Miku dkk masuk ke dalam.

"Permisi, kami Vocaloid! selamat siang!" kata Miku dkk serempak tapi intonasi suaranya tidak kompak. Ada suara riang, suara malas, suara datar dan suara bete.

"Hmm, saya dengar kalian dipindahkan dari cabang pusat Tokyo ke sini, ya.." kata Master mengusap dagunya.

"Oh, itu cabang pusat toh?" jawab Kaito dan langsung dibekap sama Len.

"I-iya!" kata Len menjawab pertanyaan Master dengan suara yang (memaksakan diri untuk) riang. Master menganggukkan kepalanya, mengerti…

"Yasudah, kalian taruh saja barang-barang kalian langsung ke hotel! Kalian besok boleh jalan-jalan dulu! malamnya baru taruh barang-barang kalian di asrama!" kata Master.

"Siap, Master!"

"Nah, kalau begitu… kalian boleh keluar dari ruangan saya sekarang!" kata Master itu dengan nada mengusir. Miku dkk cengo.

"Segitu aja nih, Master?" tanya Miku shock. Master mengangguk.

"Nggak ada lebhinya lagi, master?" tanya Luka. Master mengangguk lagi.

"Ciyus, enelan, miapah?" tanya Rin. "MIYABI!" jawab sang Master bete. 'pevert' pikir Rin.

"Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu, Master.." kata Luka. Lalu akhirnya mereka bergotong royong menggotong Kaito yang udah pingsan gara-gara dibekap sama Len terlalu kuat ke luar ruangan.


=sorry, but this has been done and will continue to the next chapter=


Maaf, lagi-lagi saya nyampah… kemarin saya nggak sempet publish cerita ini karena kemarin kan saya ada les (Saya les piano, sedangkan Anya les ballet)… Oh iya, saya baru dapat pengalaman tak terlupakan! jadi saya mau bagi-bagi cerita sebentar… kemarin, kan saya sama Anya naik sepeda sendiri-sendiri, terus kadang-kadang nggak jelas kita berdua balapan sama mobil. Terus, kita ngeliat ada mobil warna kuning (warnanya kayak mobil taksi inggris) yang nggak ada atapnya lagi jalan. Di dalamnya ada 2 orang, yang satu kribo, yang satu gondrong sepunggung. Mereka lagi ciuman! kita berdua pikir mereka itu pasangan muda-mudi yang masih kuliah. Karena penasaran, kita berdua sepakat mau balapan sama mobil itu. Pas kita udah sampai di sebelah mobil itu, mereka memang lagi ciuman… TAPI, DUA-DUANYA PUNYA KUMIS DAN PUNYA JAKUN! BETISNYA BULUAN DAN JELAS-JELAS MEREKA COWOK! karena shock kita minggir ke pinggir jalan. Kayaknya mereka berdua nyadar kita tadi ngeliat mereka, langsung ngebut.. Yaah, itulah pengalaman tak terlupakan saya. Bagaimana dengan pembaca? nanti kita bagi-bagi cerita, ya…

PLEASE
R
E
V
I
E
W
I
F
Y
O
U
C
A
N
OKAY?