Game On

Tittle: Game On

Disclaimer: Cast punya Tuhan,Orang Tua,SMENT,dan EXO. But this fanfic is Mine

Pair: Our Lovely Couple KrisTao or TaoRis

Other Pair: Unofficial Pair;KrisYeol

Other Cast: EXO's members

Genre: Romance,Drama

Rated: T+ ( Rating kadang berubah )

Warning: THIS IS YAOI! HATE YAOI? DONT READ. EASY RIGHT?

More Typo Here

Summary: I heard you're a player. So, lets play a game

Preview:

" Tunggu! " Sehun menarik lengan kanan Zi Tao

" Aku bilang nanti ber- "

" Kau dalam masalah! "

" Apa?! "

Chapter: 4

Zi Tao berlari ke arah gudang belakang Hanyang dengan sekuat tenaganya. Perkataan Sehun masih teringat jelas di dalam otaknya. Keringat dingin bercucuran di sekitar wajahnya. Jujur saja, baru kali ini seorang Zi Tao bisa berlari ketakutan seperti ini.

.

.

.

.

" Kau dalam masalah! "

" Apa?! " Zi Tao berteriak dan itu membuat Sehun menutup kedua telinganya

" Cepat lari Tao! "

" Tapi kenapa aku harus lari? A,apa salahku? Aku saja baru datang " Sehun menghela nafas nya samar samar lalu ia menggenggam tangan Zi Tao.

" Apa kau mau baju bersih dan rapi mu dilempar oleh telur telur bau? "

" Apa maksudmu Tuan Oh? "

" Fans Kris mengejar mu sekarang! " Dan Zi Tao tak bisa menahan wajah terejutnya

" T,tapi, apa salahku? " Sehun menggeleng sekuat tenaganya

" Aku tak tahu. Yang harus kau lakukan sekarang adalah pergi sejauh-jauh nya dari sini! "

Tao menghela nafasnya, dan tiba-tiba kakinya berlari dengan sangat kencang ke arah area belakang Hanyang

.

.

.

Tao menetralkan nafasnya ketika kakinya sudah berhenti di gedung belakang Hanyang. Ia menarik nafasnya dalam-dalam lalu mengeluarkan dengan perlahan. Okey, ini konyol memang. Berlari ketakutan seperti dikejar setan dan Zi Tao sangat tahu siapa setannya, Kris's Awesome Fans of course. Dan Zi Tao sempat berfikir kenapa penggemar gila Kris mengejarnya? Apa salahnya? Apa karna ia dan Kris kebetulan tidak masuk sekolah dan tiba-tiba sekumpulan orang gila itu mengejarnya? Oh tidak. Penggemar Kris pasti masih punya moral. Mereka tidak mungkin mengejarnya hanya karna ia kebetulan absen sama dengan Kris.

" Hey! Si Huang sialan itu tidak ada! Kemana dia? "

" Bukankah Sehun oppa bilang ia ke gudang belakang? Kenapa pria sial itu tidak ada? "

Zi Tao tak bisa menahan kaget nya ketika ia mendengar beberapa penggemar Kris berbicara. Sehun ini traitor ya? Sengaja menjebaknya?

" Cih, kurang ajar si Sehun itu " gumam Tao mengutuk Sehun.

" Sudahlah, ayo kita kembali ke gedung utama. Aku takut dosen masuk "

" Baiklah "

Zi Tao melirik segerombolan penggemar Kris itu pergi menjauh dari gudang belakang. Setelah yakin jika para 'warga desa' itu pergi, Zi Tao keluar dari persembunyiannya yang tak elit itu.

" Astaga Tuhan, apa salahku? "

Zi Tao mengacak rambutnya frustasi dan berjalan ke taman belakang Hanyang, tepat di belakang gudang tempat persembunyiannya tadi. Sepertinya ia tak akan masuk ke dalam kelas nya hari ini. Alasannya? Tentu saja ia tak mau baju nya kotor. Zi Tao sangat memperhatikan fashion daripada hal lain. Setelah sampai di taman belakang Hanyang yang cukup indah itu, Zi Tao mendudukan tubuhnya di sebuah kursi taman.

" Aku menyesal! Kenapa aku harus ikut permainan konyol ini? Bagaimana kalau aku kalah dan mendapatkan hukuman dari si tinggi Kris? Bagaimana kalau hukumannya seks? "

Zi Tao membelakan matanya. Dia merinding mendengar kata seks yang disebutnya tadi.

" Oh Tuhan. Maafkan hamba mu ini. Aku belum mau mati karna dipukuli penggemar gila Kris "

Yeah, mati karna dipukuli penggemar Kris sungguh tak elit. Ia lebih mati karna tertembak pistol atau mati bunuh diri daripada mati karna pukulan maut fans Kris.

" Lebih baik aku bertemu Kris "

.

.

.

Kris masih setia memandangi Lemon Tea yang dipesannya 30 menit lalu tanpa meminumnya sedikit pun. Tampak pria tampan kelewat tinggi itu mengutuk pria yang ditungu nya selama 30 menit.

" Sialan Huang Zi Tao itu. Dia kira aku ini suka menunggu apa? "

" KRIS! "

Merasa namanya dipanggil, Kris membalikan tubuh tegapnya ke arah belakang. Dan tampaklah seorang pria yang ditunggu-tunggunya itu sedang berlari ke arahnya dengan keringat yang bercucuran. Oh Tuhan, Kris berani bersumpah jika Zi Tao sangat seksi dengan keadaan seperti itu.

" Hey! "

" Kau tidak melihat note itu? "

" Aku melihatnya " jawab Zi Tao sambil mengangguk

" Kenapa lama sekali datangnya? Aku sudah menunggumu selama 30 menit! "

Zi Tao menghela nafasnya kesal lalu ia duduk di samping Kris dan mengambil lemon tea punya pria disampingnya yang sedang menatap aneh ke arahnya.

" Minuman itu punyaku "

" Aku tahu. Tak salah kan? "

Kris memutar bola matanya malas. Ia paling benci miliknya diambil.

" Kau pesan lagi "

" Aku capek "

" Terserah kau saja "

Zi Tao tersenyum senang dan langsung meneguk habis minuman itu.

" Ada yang ingin kubicarakan, Huang "

Zi Tao mengangguk dan menaruh gelas kosong itu ke meja.

" Ada yang ingin kubicarakan juga, Wu "

" Kau duluan "

" Bisakah kau menyuruh para penggemar gila mu untuk tidak mengerjarku? "

Kris mengerutkan dahinya.

" Apa maksudmu? "

" Kau tahu, tadi aku barusan menginjakan kaki ku di lorong Hanyang dan tiba-tiba Sehun bilang jika para penggemarmu mengejarku. Okey, aku kaget saat itu dan aku langsung berlari ke gudang belakang. Dan kau tahu bagaimana tampang fans-fans mu itu? Mereka seperti warga desa yang mengejar seorang monster! Dan aku monster nya Kris! Demi Tuhan aku tidak tahu apa salahku sampai-sampai mereka mengerjarku. Ini semua suruhanmu kan?! "

Kris tertawa kecil mendengar cerita pendek partner permainan konyol nya ini dan itu membuat Zi Tao menginjak kakinya.

" Ya! Bodoh! Apa yang kau lakukan?! "

" Jangan tertawa! "

Kris mengelus kakinya yang di-injak Zi Tao dan menatap horor ke arah pemuda Panda itu.

" Sialan kau, Huang! "

" Terserah kau saja. Jadi, apa yang ingin kau bicarakan? "

" Aku sudah tahu jika jadinya begini. Kemarin, Joonmyeon bilang jika salah satu penggemarku melihat aku menginap di rumahmu "

Zi Tao membelakan matanya kaget. Tentu saja ia kaget, bagaimana bisa penggemar Kris tahu jika Kris menginap di rumahnya. Benar-benar penggemar tak bermoral, pikirnya.

" Serius? Lalu, mereka tahu jika kita melakukan ehem seks? "

Kris mengangkat bahunya.

" Aku tidak tahu. Makanya mereka heran kenapa aku tidak datang ke Kampus kemarin "

" Lalu apa yang harus kita lakukan? Aku tak mau jika dikejar-kejar seperti itu lagi. Mana mungkin seorang Huang Zi Tao berlari ketakutan seperti itu "

Kris tersenyum remeh ke arah Zi Tao.

" Sombong sekali kau "

" Aku serius Kris. Aku tak ingin ada kegiatan kejar-mengejar setiap paginya "

" Aku tahu caranya. Bagaimana kalau kita pura-pura berpacaran? "

Zi Tao memandang aneh Kris. Seingatnya, peraturan yang diberikan Kris sama sekali tidak ada kata 'berpacaran' hanya ada kegiatan-kegiatan yang dilakukan sepasang kekasih. Dan Zi Tao yakin ia sama sekali tidak ingin menjadi pacar seorang Kris yang berwajah Lucifer itu.

" Kau berusaha membuatku kalah dari permainan ini? "

" Tidak termasuk. Kau kalah jika jatuh cinta dengan ku. Kita kan hanya berpura-pura berpacaran "

" Apa tujuanmu mengajak-ku berpura-pura berpacaran? "

" Supaya kau terhindar dari aksi kejar-mengejar dengan penggemarku "

Zi Tao memasang wajah berfikir nya. Jika ia berpura-pura pacaran dengan Kris, artinya setiap hari ia harus berdekatan dengan Kris di kampus. Dan itu membuatnya cepat jatuh cinta dengan Kris. Cih dasar licik!

" Hey, aku tahu isi otakmu Yifan. Aku tahu kau ingin mengalahkanku di permainan ini "

Kris memandang kesal Zi Tao. Anak ini tidak bisa diajak berbisnis ya? Padahal ini untuk keselamatannya juga, batinnya.

" Terima atau tidak Huang! Aku sebagai pembuat Game konyol ini juga harus bertanggung jawab! Jika kau mati karna penggemarku, aku bisa dibunuh oleh Tuan dan Nyonya Huang "

" Jadi intinya jika aku pura-pura berpacaran denganmu, para fans gila mu tak akan menggangguku lagi? Dan aku bisa melanjutkan hari-hari indahku? "

Kris mengangguk lemas. Zi Tao terlalu berfikir jauh menurutnya.

" Ah baiklah! Aku setuju Kris! "
" Mulai sekarang, panggil aku dengan kata-kata sayang. Itu termasuk peraturan nomor satu dan supaya fans-fans ku tak curiga "

" Baiklah baby. Aku tidak keberatan "

.

.

.

" Kau yakin melakukan ini, Kris?"

" Bukankah kau tadi setuju? Diamlah dan ikuti kata-kata ku "

Zi Tao mengangguk patuh. Sejujurnya, ia tidak setuju dengan hal yang Kris lakukan. Sesuai rencana, Kris akan mengumumkan kepada seluruh penggemarnya di aula Hanyang jika ia dan Zi Tao akan berpacaran. Zi Tao yakin pasti jika beberapa dari fans Kris akan pingsan karna kaget.

" Peganglah tanganku dengan erat dan pasanglah ekspresi sombong mu itu karna sudah mendapatkanku "

" Buat apa aku memasang ekspresi favoritku itu? "

" Supaya mereka yakin jika kita benar-benar berpacaran "

Zi Tao mengangguk lagi dan langsung memegang tangan Kris dengan erat, sangat erat malah.

" Kau menyukaiku ya? "

" Apa maksudmu? "

" Kenapa kau sangat erat memegang tanganku? "

Zi Tao langsung mencubit lengan Kris.

" Aw sakit sayang "

" Menyebalkan! "

Setelah sampai di aula Hanyang yang luas itu sambil berpegangan tangan tentunya, Zi Tao dan Kris berjalan ke tengah-tengah aula dan itu membuat beberapa orang melihat aneh ke arah mereka. Termasuk para penggemar Kris yang melihatnya menjerit histeris juga menangis ketika idola mereka berpegangan tangan dengan seorang anak pemilik Hanyang. Kris yang melihat penggemarnya bertingkah seperti itu hanya tersenyum kecil berbeda dengan Zi Tao yang was was jika ia akan dilempari telur oleh salah satu fans Kris yang tak bermoral itu.

" Kau yakin Kris? Penggemar mu akan pingsan nantinya "

" Kita lihat reaksi nekat lainnya, Huang "

Zi Tao hanya mengangguk. Lalu ia lihat Kris melepaskan genggaman tangannya dan menepuk-nepuk kedua tangannya. Semua orang yang berada di aula tahu pasti apa yang Kris lakukan langsung mendekat ke arah dua orang yang baru berpacaran itu, termasuk para wanita-wanita penggemarnya itu.

" Aku mempunyai pengumuman untuk semua murid Hanyang! "

Zi Tao menghela nafasnya dan ia lirik Kris yang sedang menatap para penggemarnya yang sedang mengigit jari dengan wajah tak sabaran.

" Oppa, apa yang kau lakukan dengan Huang itu? Oppa berniat selingkuh dari kami? "

Pertanyaan salah satu penggemar Kris itu membuat Zi Tao menatapnya tajam. Dia kira Kris siapa? Kris itu punyaku! ,batin Zi Tao kesal. Yeah, walaupun Zi Tao tahu ini semua hanya bohongan.

" Ini yang akan kubicarakan. Dengarkan baik-baik. Aku, Wu Yi Fan sudah resmi menjadi kekasih Huang Zi Tao. Anak dari pemilik Hanyang ini "

Zi Tao benar, beberapa penggemar Kris ada yang pingsan, menjerit histeris dan hal-hal nekat yang tak pantas dilakukan oleh seorang wanita.

" Oppa! Apa yang oppa lakukan?! Kami mencintaimu oppa! Kami tak rela oppa berpacaran dengan Huang gila itu! Oppa bukan gay kan?! "

Zi Tao menatap tak percaya dengan penggemar Kris yang masih setia tak melakukan hal nekat itu. Zi Tao pun langsung angkat suara.

" Hey! Mulai sekarang aku adalah kekasih Kris! Kalian tak berhak melakukan apapun lagi kepada Kris! Kris adalah milikku! Aku paling benci milikku diambil! "

Ucapan Zi Tao membuat Kris tersenyum kecil. Menurut Kris, Zi Tao sangat keren sekarang. Dan dia rela motonya diambil oleh Kekasih Pura-pura nya.

" Dasar gay sialan! Kau akan kubunuh Huang! Kris itu milikku! Sialan kau! "

Teriak salah satu penggemar Kris. Kris yang melihat keadaan mulai mencekam langsung menarik Zi Tao ke dalam pelukannya.

" Zi Tao, balas ciuman ku "

Setelah berbisik erotis kepada Zi Tao, Kris langsung melumat bibir Zi Tao dan senang hati Zi Tao membalas lumatan itu. Pemandangan Kris mencium bibir Zi Tao itu membuat penggemar Kris shock dan beberapa dari mereka pingsan. Kris melirik sedikit para penggemarnya yang sedang terkejut itu lalu melepaskan ciuman nya dari bibir Zi Tao. Kris lalu mengelus pipi Zi Tao lembut.

" Kau aman sekarang "

Zi Tao mengangguk senang dan mereka berdua menghadap lagi ke arah penggemar Kris yang murka itu.

" Oppa jahat! '

" Oppa! Jangan pergi! "

" Oppa kita belum melakukan seks! "

" Oppa putuskan dia! Aku mencintaimu! "

Itulah beberapa teriakan penggemar Kris yang murka. Zi Tao hanya tersenyum sombong dan berbicara lagi.

" Sudah lihat kan? Aku dan Kris berpacaran. Jangan pernah menyentuh Kris sedikit pun! "

Kris mengangguk dan menarik Zi Tao dalam dekapannya lagi.

" So, jangan pernah mengganggu kekasihku lagi. Jika salah satu dari kalian menggangu ataupun mengejar kekasih ku lagi kupastikan kalian akan ditendang dari Hanyang "

Zi Tao tersenyum lalu membisikan sesuatu kepada Kris.

" Hanyang punyaku, Kris "

" Saham terbesar itu punyaku, Zi Tao "

" Punya Tuan Wu lebih tepatnya "

Lalu Kris mengecup dahi Zi Tao dan menarik pergi kekasih pura-pura nya itu keluar dari aula Hanyang. Sedangkan penggemar Kris? Oh mereka masih setia untuk menangis.

.

.

.

TBC

Hey! I'm back! Wuu udah lama ga update Game On. Author ngerasa fanfic ini jadi terbengkalai di laptop/? Dan juga Author ngucapin Selamat Berpuasa bagi yang Muslim. Chapter ini author turunin rated nya jadi T+ karna takut ngebatalin puasa reader. Dan maaf yang minta NC author berhentiin dulu. Masih puasa soalnya. Dan maaf sebesar besarnya kalo author belum balas review an reader. Tapi author bakal balas semua nya kok ._. So, tanpa banyak ini itu...

Review?