Game On
Tittle: Game On
Disclaimer: Cast punya Tuhan,Orang Tua,SMENT,dan EXO. But this fanfic is Mine
Pair: Our Lovely Couple KrisTao or TaoRis
Other Pair: Unofficial Pair;KrisYeol,HunTao
Other Cast: EXO's members
Genre: Romance,Drama
Rated: T+ ( Rating kadang berubah )
Warning: THIS IS YAOI! HATE YAOI? DONT READ. EASY RIGHT?
More Typo Here
Summary: I heard you're a player. So, lets play a game
.
.
.
Chapter 5
.
.
.
" Oh Tuhan! Aku tak percaya aku berkata seperti itu! Aku berkata seakan kau benar-benar milikku Kris. Wuah! Lega rasanya "
" Bisakah kau diam Huang? Aku benci mendengar suara nyaring mu itu "
Zi Tao hanya menganggap angin lalu gerutuan kekasih pura-pura nya itu. Entah kenapa setelah ia keluar dari aula Hanyang, tubuhnya terasa ringan dan ada gejolak aneh di hatinya. Ia seperti merasa senang membuat para penggemar Kris kaget dan menangis. Dan ia lebih senang ketika dirinya mengucapkan jika Kris itu miliknya. Yeah, walaupun hanya pura-pura, tetapi ia senang Kris menjadi kekasihnya.
" Hey, harusnya kau senang karna aku menjadi kekasih mu. Aku ini langka tahu "
" Iya langka, aku setuju. Mana ada pria seperti mu yang menyukai hewan pemakan bambu itu. Langka bukan? "
Zi Tao menyenggol lengan Kris kesal.
" Jangan asal bicara ya. Aku ini susah didapatkan. Dan seharusnya kau berterima kasih kepadaku karna kau tak akan diganggu oleh penggemar gila mu itu "
" Hey! Kau sadar tidak jika kau itu mengurangi penggemar ku? Popularitas ku menurun karna kau "
Zi Tao memutar bola matanya kesal. Inilah yang ia benci dari Kris, kecerewetannya.
" Iya iya aku sadar Tuan Wu yang terhormat. Padahal beberapa menit lalu kau bilang jika kau ingin melindungiku supaya aku tidak lagi dikejar-kejar fans gila mu itu. Labil! "
" Diamlah Huang "
" Okey aku menurut "
Setelah menyelesaikan adu debat itu, Kris dan Zi Tao hanya terdiam. Tidak ada yang berbicara selama beberapa menit. Mereka hanya berjalan tenang menuju kantin depan Hanyang. Langkah mereka terhenti ketika seseorang memanggil nama Kris.
" KRIS! "
Kris dan Zi Tao langsung berbalik dan menemukan Chanyeol yang tengah berlari ke arah mereka.
" Chan? Kau kenapa? "
" Jelaskan padaku bung! Kalian berpacaran? "
Kris dan Zi Tao menggeleng serentak dan itu membuat Chanyeol ingin menendang dua orang di depannya ini yang membuatnya heboh sendiri.
" Tidak?! Kalian serius? "
" Kami serius "
Jawaban dengan ekspresi polos Zi Tao membuat Chanyeol tertawa aneh.
" Kalian sadar tidak jika kalian menjadi Trending Topic Univeristy? "
Lagi lagi jawaban yang diterima Chanyeol hanya gelengan dari sepasang sejoli ini.
" Apa maksudmu, Chan? "
" Kris, berita jika kalian berpacaran sudah tersebar luas di Hanyang dan kalian menjadi bahan pembicaraan paling banyak di Web Kampus. Dan itu membuat penggemar mu menurun. Dan salah satu dari mereka sedang ada di rumah sakit karna mencoba untuk bunuh diri "
Kris menghadap Zi Tao dengan tatapan yang aneh.
" Sudah kubilang kan, Zi Tao sayang? "
" Bukankah ini semua idemu, Yifan gege? "
Chanyeol tak bisa menahan rasa kaget nya sekarang. Dan demi Tuhan ia seperti orang bodoh sekarang.
" Oh Tuhan! Bisakah salah satu dari kalian menjelaskan apa yang terjadi di sini? "
" Kami tidak berpacaran, key? Aku dan Zi Tao hanya berpura-pura menjadi sepasang kekasih "
" Tapi bukankah kalian hanya bermain seperti sepasang kekasih? Kenapa bisa menjadi sepasang kekasih walaupun hanya bohongan? "
Zi Tao menggembungkan pipi nya kesal. Jujur saja, ia baru kali ini berbicara langsung pada Chanyeol dan ia kira Chanyeol itu seorang yang keren dan tak banyak bicara. Tapi ia salah besar, sifat nya sama seperti Kris.
" Begini Chanyeol hyung, para penggemar Kris tahu jika aku sangat dekat dengan teman tinggi mu ini. Dan tadi pagi, mereka mengerjarku dan aku berani bersumpah aku sama sekali tak tahu kesalahan ku sampai-sampai mereka mengejarku seperti orang tak bermoral. Demi keselamatan nyawa ku yang mahal ini, Kris memberikan ide licik yang menurutku gila itu "
Kris memandang kesal Zi Tao dengan tatapan 'dasar tak tahu terima kasih '.
" Ide? Ide apa? "
" Ide licik itu adalah kami berdua harus berpura-pura pacaran supaya penggemar Kris tak lagi mengejarku "
Chanyeol mengangguk mengerti lalu tersenyum dan menampakan gigi nya yang bagus itu.
" Jadi, kalian hanya berpura-pura menjadi sepasang kekasih? "
Kris dan Zi Tao mengangguk.
" Sudah mengerti, Chanyeol sayang? "
" Tentu Kris. So, bagaimana permainan konyol yang dibuat Kris? Apa masih berlaku? "
Kris mengangkat bahunya dan mengangguk lagi.
" Tentu, permainan itu masih berlaku. Intinya, jika Zi Tao jatuh cinta kepadaku, dia kalah. Benarkan, sayang? "
" Oh tentu saja dear. Hey, bagaimana kalau hari ini kita berkencan? Sesuai peraturan nomor delapan. Kau mau? "
Kris mengangkat sedikit sudut bibir kanan nya.
" Tentu aku mau. Aku akan menunggumu di parkiran nanti setelah kelas mu selesai. Kita akan naik mobilku "
" Aku merasa terhormat menaiki mobil mahal mu itu. Aku pergi dulu "
Zi Tao tersenyum nakal dan mencium bibir Kris. Setelah itu, ia pergi meninggalkan Kris yang cukup terkejut dengan tingkah nya dan Chanyeol yang merasa ingin pingsan ketika melihat adegan aneh tersebut.
" Ini bukan Kris yang kukenal "
" Kau akan melihat Kris yang merendah dengan seorang Huang Zi Tao, Chan "
" Oh, aku sangat menunggu saat itu "
Chanyeol lalu menepuk bahu Kris.
" Ayo ke gedung utama. Aku ada kelas "
" Sejak kapan seorang Wu Yi Fan peduli dengan masa depan dan kelas? "
.
.
.
Senyuman yang dibilang manis itu tak bisa Zi Tao lepas dari wajah nya. Ia sama sekali tak menyangka jika ia bisa mencium bibir Kris-okey mencium. Itu ciuman, bukan kecupan. Zi Tao sadar itu dan dia tak akan mengelak lagi. Dan dia sama sekali tak sadar bahwa sejak tadi ada seseorang yang memanggilnya. Siapa lagi kalau bukan si suara nyaring Xi Luhan.
" Zi Tao! Zi Tao! Zi Tao! "
Zi Tao menghirup nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan perlahan. Ia bersiap untuk mendengar ocehan,omelan,teriakan,pertanyaan dan hal-hal lain yang Luhan siapkan. Ia balikkan badan bagus nya itu dan pemandangan yang pertama kali ia lihat membuat mata nya terasa sangat perih. Tidak, bukan Luhan yang membuat mata indah nya perih, tetapi orang yang berada di belakang Luhan yang sedang berjalan dengan langkah takut-takut. Oh, ini dia. Si traitor sialan yang menyuruhnya ke gudang belakang tadi.
" Zi Tao! "
" Urusanku bukan denganmu, Luhan "
" Apa maksudmu? Kau punya banyak urusan denganku, Zi Tao yang terhormat " ucap Luhan sambil menatap Zi Tao dengan mata ber api-api.
" Urusanku lebih banyak dengan si pengkhianat itu "
Luhan memiringkan kepala nya tak mengerti.
" Siapa? "
" Si Tuan Oh, tentu saja! Dia yang menyuruhku ke gudang belakang, Lu! "
Luhan berbalik menghadap Sehun dan menatap pria yang ia sukai itu dengan tatapan tak mengerti.
" Oh Tuhan! Aku tidak mengerrti Zi Tao! Yang ingin kutanyakan sekarang apa kau benar-benar berpacaran dengan Kris? "
Zi Tao tak menjawab pertanyaan Luhan. Ia masih setia menatap Sehun dalam-dalam dan membuat yang ditatap merinding.
" Euh, Zi Tao. A-aku.. A-aku.. "
" Simpan alasan konyol mu itu, Oh Sehun. Urusanku masih banyak denganmu, apalagi dengan hidung dan kakimu itu. Oh Tuhan, sudah lama aku tidak mempraktekan Wushu. Bisakah kau menjadi lawan ku, Hun? "
Sehun menggeleng cepat. Bersumpah ia tak mau hidung dan kaki nya itu akan menjadi sasaran tendangan Zi Tao. Terakhir kali dia membuat Zi Tao marah, hidung nya mengeluarkan darah selama 3 jam tanpa berhenti.
" Zi Tao, dengarkan penjelasan ku dulu "
" Kau berpihak kepada fans Kris yang tak punya norma dan moral itu? "
Sehun menggeleng ketakutan dan itu membuat Zi Tao menyeringai. Perlahan Zi Tao berjalan ke arah Sehun dengan langkah seksi. Jika Sehun tak ingat situasi, sudah ia baringkan Zi Tao di kamar tercintanya itu dan bersiap mendengar desahan-desahan seksi yang Zi Tao keluarkan dari bibir 'wow' nya itu.
" Zi Tao, kau kenal aku, aku kenal kau. Kau lebih tau aku, Tao. Aku keceplosan. Saat itu aku khawatir denganmu dan- "
Dan Sehun berani tidur di bara api sekarang! Lihat saja telunjuk kanan Zi Tao yang sedang menutup bibirnya dan ekspresi yang dia keluarkan sungguh membuat 'makhluk di bawah' itu bangun dari tidurnya dan jangan lupa ekspresi yang Zi Tao keluarkan. Ekspresi yang siap untuk mendesah kan nama 'Oh Sehun'.
" Tak perlu mengeluarkan banyak penjelasan, Hun. Aku memang mengenalmu. Sangat mengenalmu malah. Kau, Oh Sehun, si pengkhianat "
Sehun lagi lagi menggeleng untuk beberapa kalinya. Oh tidak, hidungnya tak bisa diselamatkan sekarang.
" Apa maksudmu Sehun itu pengkhianat, Zi Tao? "
Zi Tao hanya tersenyum menyeringai ketika mendengar pertanyaan Luhan.
" Oh tidak ada, Lu ge. Hanya saja, Oh Sehun kita ini membuat hati ku sakit "
Sehun benar-benar tak bisa berkutik lagi. Bibir nya bungkam karna tatapan Zi Tao. Tatapan marah,kesal, dan ingin membunuh. Oh Ibu! Hidung ku bagaimana jadinya?!, batinnya.
" Kau harus membayar, Hun. Aku bisa mati karna penggemar Kris. Ck, untung saja tubuh ku kecil dan bisa masuk ke gudang belakang yang gelap dan sempit itu. Jika tidak, aku bisa dijadikan daging asap oleh penggemar Kris "
" Oh ayolah, Zi Tao. Dengar penjelasan ku dulu! Dan berhenti menatap hidungku seakan kau benar-benar ingin mematahkannya! "
" Memang begitu yang ku inginkan "
Pembicaraan Sehun dan Zi Tao benar-benar membuat kepala Luhan pecah. Dan sekarang yang ia inginkan adalah mematahkan hidung Sehun dan Zi Tao karna membuat nya tampak seperti orang bodoh yang butuh sebuah penjelasan.
" Hey! Hey! Jangan lupakan aku yang ada disini! Dan Zi Tao, jika kau berniat mematahkan hidung Sehun kupastikan hidung mu yang akan kupatahkan! "
Mendengar ancaman aneh Luhan membuat Zi Tao dan Sehun terkikik kecil. Oh Tuhan, Xi Luhan yang selalu dibilang manis dan cantik bisa mematahkan hidung Zi Tao? Apa jadinya dunia ini?
" Luhan-ah, jangan bercanda. Kau tak akan bisa mematahkan hidungku. Sudahlah jangan menganggu acara ku untuk mematahkan hidung Sehun " ucap Zi Tao sambil berbalik menghadap Luhan. Sedangkan Sehun sedang mengutuk Zi Tao.
" Sudahlah Zi Tao. Waktu mu akan terbuang begitu saja hanya untuk mematahkan hidung Sehun. Lebih baik kita ke kantin, makan-makan dan jelaskan apa yang bisa membuat mu menjadi bahan pembicaraan di web sekolah. Kali ini aku yang traktir, kau juga Hun "
Sehun mengangguk senang. Kali ini hidung nya terselamatkan.
" Kau selamat Tuan Oh. Jika kau sengaja menjebakku lagi, aku benar-benar akan melarikan mu ke rumah sakit. Percayalah "
Ancaman Zi Tao lebih mengerikan daripada ancaman Luhan menurut Sehun. Dan ancaman sial itu hanya dijawab oleh anggukan mengerti Sehun.
.
.
.
" Jadi kalian hanya berpura-pura pacaran? "
Zi Tao mengangguk malas. Butuh waktu lama supaya Luhan mengerti apa yang ia jelaskan tentang hubungannya dengan Kris.
" Aku tak menyangka penggemar Kris senekat itu. Kau tahu Zi Tao, kau bisa dituntut karna membuat seorang wanita masuk rumah sakit "
" Lu, itu bukan salahku. Salah mereka karna menjadi penggemar Kris yang bodoh itu " ucap Zi Tao sambil memakan snack nya.
" Tidak salah untuk meng-idolakan seorang Kris Wu. Dan satu lagi yang harus kau jelaskan Zi Tao. Apa yang terjadi denganmu dan Sehun "
Sehun memutarkan bola matanya kesal. Kenapa pria manis di depannya ini selalu penasaran?
" Lu, sudahlah jangan dibahas. Hanya tidak kesengajaan "
Elakan Sehun membuat Zi Tao menatap kesal kearahnya. Apa katanya? Tidak kesengajaan?
" Jelaskan Oh Sehun "
" Intinya aku tidak sengaja bilang kepada penggemar Kris jika Zi Tao berada di gudang belakang! Pada saat itu aku panik. Lalu aku keceplosan. Dan tiba-tiba mereka pergi begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih kepadaku "
Zi Tao menatap kaget Sehun. Benar-benar ingin menjebak ya?, batinnya.
" Itu salahmu! Siapa suruh kau menjawab pertanyaan mereka. Bilang tidak tahu saja apa salahnya? "
Sehun mengangguk. Ia paling malas menjawab omelan-omelan Luhan.
" Iya iya Lu ge. Maafkan aku. Sebagai gantinya kutraktir kau Zi Tao. Ayo kita ke mall "
Zi Tao menggeleng dan itu membuat Sehun sekaligus Luhan menatap aneh ke arahnya.
" Kau serius? Baru kali ini kau menolak ajakan ku ke mall. Aku belikan Gucci. Kau mau? "
" Tidak. Hari ini aku ada kencan dengan Kris "
Jawaban Zi Tao membuat Luhan terbatuk-batuk karna makanannya.
" Serius? Aku bermimpi ya? "
" Tidak,Lu. Aku benar-benar akan pergi dengan Kris "
" Kau sudah terjerat pesona Kris, Zi Tao "
Zi Tao hanya terdiam mendengar perkataan Sehun. Benarkah ia sudah menyukai Kris? Jika iya, dia akan kalah dalam permainan ini nantinya.
" Apa kau menyukai Kris, Zi Tao? "
" T-tidak. Aku tidak menyukai Kris. Lagipula yang mengajak kencan itu aku. Mungkin kami hanya makan es krim di taman kota atau ke mall. Tidak lebih dari itu "
" Kau menyukainya Zi Tao. Cepat atau lambat kau pasti menyukainya "
Zi Tao menghela nafasnya. Ya, cepat atau lambat dia pasti akan menyukai Kris.
" Jangan bohongi perasaanmu, Zi Tao. Jika kau menyukai Kris, bilanglah "
" Aku sama sekali tak menyukai Kris, Lu. Hanya saja aku merasa nyaman di dekatnya "
" Kau akan kalah. Percayalah. Ayo taruhan Luhan ge. Kau memihak Zi Tao atau Kris?"
Luhan menggeleng cepat.
" Tidak Hun. Kita tak boleh membuat Zi Tao menjadi barang taruhan. Tapi intinya Sehun benar Zi Tao. Jika kau tak bisa menghilakan rasa nyaman itu dengan Kris, cepat atau lambat kau akan jatuh cinta dengannya. Dan Game Over. Kau kalah. Bersiaplah menerima hukuman seorang Kris Wu "
Sehun menjentikan jarinya, setuju akan pernyataan Luhan. Sedangkan Zi Tao masih setia untuk terdiam.
" Jika ia menyukaiku lebih dulu tetapi ia menyembunyikan rasa suka nya bagaimana? "
Pertanyaan Zi Tao membuat Luhan tersenyum manis.
" Zi Tao, rasa cinta atau suka itu tak akan bisa kita sembuyikan. Jika Kris menyukai mu lebih dulu, dia pasti akan menyatakan cintanya kepadamu "
" Menyatakan cinta? Kau serius Lu? Orang berwajah datar seperti nya bisa menyimpan semua perasaan. Bahkan ketika dia sedang emosi, dia hanya diam. Dan itulah kecurangan seorang Kris Wu "
Kali ini Sehun yang tersenyum manis.
" Pokok dari masalah ini adalah perasaan tidak bisa mempermainkan kita. Perasaanmu tidak bisa mempermainkan mu Zi Tao. Begitupun perasaan Kris. Perasaan selalu benar "
" Sehun benar. Baiklah Hun, aku memihak Zi Tao. Jika kau menang, kau bisa minta apapun dariku selama sebulan. Setuju? "
Sehun mengangguk setuju.
" Jika kau yang menang? "
" Cium aku "
" Kau menjijikan Luhan! "
.
.
.
Kris mengetuk-ngetuk kaca mobilnya bosan. Sudah 15 menit dia menunggu Zi Tao. Satu yang Kris tahu, jangan pernah membuat janji dengan seorang Zi Tao.
" Kris! "
" Itu dia. Si telat "
Tampak Zi Tao yang sedang berlari ke arahnya sambil tersenyum manis. Menurut Kris, jika Zi Tao itu manis dan cantik. Tapi sifat menyebalkannya yang ia benci.
" Kau menungguku? "
" Sudah berapa kali kubilang jika aku benci menunggu, Zi Tao? "
" Eum tak terhitung. Kita akan kemana? Mall atau toko es krim? "
Kris memasang wajah berfikir nya.
" Ayo ke hotel! "
Zi Tao menggeleng tak setuju.
" Tidak tidak. Aku tak mau ke hotel "
" Love Hotel bagaimana? "
" Toko es krim lebih bagus! Kemarikan kunci mobil mu. Aku tahu dimana toko es krim paling enak di Seoul "
Kali ini Kris yang menggeleng tak setuju. Ia tak ingin dirinya tiba-tiba mati jatuh ke Sungai Han karna Zi Tao yang mengemudi mobilnya.
" Oh Tidak. Kau itu tak bisa mengendarai mobil Zi Tao. Aku tak ingin mobilku lecet sedikitpun "
Mendengar penolakan Kris, Zi Tao pun memasang jurus andalannya. Puppy eyes nya tentu saja.
" Kris~ Ayolah~ Ya ya ya? "
Kris memutarkan bola matanya kesal. Ugh! Zi Tao sangat seksi sekarang. Dan mau bagaimana lagi? Sepertinya ia harus memesan satu mobil sport lainnya.
" Baiklah baiklah. Hentikan tatapan aneh mu itu "
Zi Tao mengangguk senang. Lalu dengan sangat keberatan, Kris menyerahkan kunci mobil kesayangannya itu kepada Zi Tao.
" Aih! Baik sekali pacarku ini. Aku mencintaimu, Kris "
" Jangan banyak rayuan. Cepat masuk mobil "
" Ayay Captain! "
" Satu lagi. Jangan menyentuh Ace ku! Dia anak ku satu-satunya. Jika ia jatuh dari kursinya, kupastikan kau akan kuceburkan di Sungai Han "
Dan setelah itu hanya terdengar gerutuan kesal dari bibir Zi Tao.
.
.
.
TBC
Yo! I'm back! Chapter 5 datang~ Ga nyangka chap kemarin banyak yang nge review. Kk~ Gomawo readers! /bow/ So,
Review?
