Game On
Tittle: Game On
Disclaimer: Cast punya Tuhan,Orang Tua,SMENT,dan EXO. But this fanfic is Mine
Pair: Our Lovely Couple KrisTao or TaoRis
HunHan
ChanBaek
Other Pair: Unofficial Pair;KrisYeol,HunTao
Seme!Kris Uke!Chanyeol
Seme!Sehun Uke!Tao
Other Cast: EXO's members
Genre: Romance,Drama
Rated: T+
Warning: THIS IS YAOI! HATE YAOI? DONT READ. EASY RIGHT?
More Typo Here
Summary: I heard you're a player. So, lets play a game
.
.
.
Chapter 7
.
.
.
" Apa yang kau bilang kepada Ibu mu? Kenapa kau setuju dengan pertunangan ini? Kau mau mengecoh ku ya? Kau mau membuatku kalah dari permainan ini? "
Lagi lagi pertanyaan itu yang Kris lontarkan. Dan Zi Tao hanya menanggapi dengan diam. Jadi semua ini salahnya? Salahnya karna menerima pertunangan ini?
" Kau menyalahkanku? "
" Tentu aku menyalahkanmu! Bilang saja kau menyukaiku jadi kau menyetujui pertunangan ini kan? "
Zi Tao menatap Kris dengan tatapan tak percaya. Menurutnya, Kris sudah kelewatan.
" Kau jangan sok tahu ya. Aku menyetujui pertunangan ini bukan karnamu! Ini demi Gucci! Jika aku menolak pertunangan ini, semua aset ku akan ditarik dan aku tidak bisa mendapatkan Gucci selama 3 tahun! Kau mengerti? "
" Kau hebat berbohong ya, Zi Tao? "
" Sialan kau Kris! "
Dan satu tinjuan mendarat di perut Kris. Okey, Kris tak ingin berbohong tapi tinjuan yang Zi Tao berikan kepadanya benar-benar sakit. Dan dia lupa jika Zi Tao itu atlit Wushu. Sialan.
" Ya! "
" Aku bukan murahan, Kris! Aku masih mempunyai harga diri. Aku menerima tunangan ini karna aku tidak ingin mengecewakan Ibu-ku bukan karna aku menyukaimu. Dan kau pegang kata-kata ku, aku tak akan pernah mencintaimu atau menyukaimu! "
" Kau akan jatuh dalam pesonaku, Zi Tao "
" Semoga berhasil "
Perlahan Zi Tao melangkah pergi dari Kris, tetapi langkahnya terhenti ketika lengannya dipegang kuat oleh Kris.
" Tinjuan mu sakit. Kau harus membayarnya "
Zi Tao mengerutkan dahi nya bingung. Dan ketika ia ingin angkat bicara, mulutnya dibungkam oleh mulut Kris. Kris menciumnya. Lembut, bukan ciuman paksaan ataupun ciuman candaan. Ini seperti ciuman yang tulus. Zi Tao pun membalas ciuman manis Kris itu. Mereka saling melumat. Tetapi, Kris berhenti tiba-tiba dan itu membuat Zi Tao bingung dan cukup kecewa.
" Zi Tao, aku akan membuatmu berlutut di kaki ku. Aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku. Dan aku akan membuatmu kalah dalam permainan ini "
Deg
Suara dingin itu, Zi Tao mendengarnya lagi. Kris mengeluarkan suara dinginnya tadi. Jadi ciuman itu hanya untuk menggodanya?
" Brengsek kau Kris! "
" Simpan dulu kata-kata kotormu, Zi Tao "
" Kau ingin mempermainkan ku? "
" Bukannya dari awal tujuan ku seperti itu? Mempermainkan seorang Huang muda yang manja? "
Zi Tao mengepalkan kedua tangannya. Buku-buku jari nya pucat dan keringat dingin keluar di sekitar wajahnya. Tidak, ia bukan ketakutan tetapi ia menahan emosinya.
" Apa maumu, Kris? "
" Kau pelampiasan ku, Zi Tao "
Zi Tao kaget. Sangat kaget. Jadi dia ini pelampiasan Kris? Pelampiasan di bagian apa? Di bagian seks? Dan Zi Tao benar-benar menyesal dengan semua yang terjadi. Termasuk menerima permainan Kris itu. Ego benar-benar menjebaknya.
" Aku pelampiasanmu? "
" Ya, kau pelampiasanku. Baiklah, aku hanya ingin jujur kepadamu. Mengingat kau sebentar lagi akan menjadi calon istri ku "
Zi Tao menatap remeh Kris. Calon istri katanya? Zi Tao akan membuat Kris menjadi calon istri nya bukan calon suaminya.
" Katakanlah "
" Aku membuat permainan ini, karna satu alasan "
" Apa? "
" Kecemburuan. Aku cemburu "
Zi Tao memiringkan kepalanya tanda tak mengerti. Lalu ia masukan kedua telapak tangannya ke kantung celananya.
" Maksudmu? Kau cemburu kepada siapa? "
" Baekhyun. Aku cemburu kepadanya "
Baekhyun? Zi Tao mencoba mengingat-ngingat orang yang bernama Baekhyun itu.
" Baekhyun, dia anak seni. Sama seperti Jongdae, Luhan, dan juga Kyungsoo "
Dan Zi Tao ingat Baekhyun itu siapa. Byun Baekhyun, pacar resmi Park Chanyeol, sahabat Kris. Tetapi, kenapa Kris cemburu kepadanya?
" Kenapa kau cemburu kepada Baekhyun? "
" Karna ia telah mengambil Chanyeol dariku "
" Mengambil Chanyeol- apa? "
" Aku menyukai Chanyeol "
Zi Tao terpaku sekarang. Badannya tak bisa bergerak seakan ada sesuatu yang menahan semua gerakannya. Dan sesuatu yang menahan itu adalah perkataan Kris. Kris menyukai Chanyeol. Zi Tao cukup sakit hati mendengarnya.
" Apa maksudmu, Kris? "
" Aku menyukai Chanyeol sejak SMA dulu, Zi Tao. Tapi Chanyeol sama sekali tak tahu perasaanku itu. Ia hanya menganggapku sebatas sahabat, tak lebih dari itu. Sebenarnya aku ingin menyatakan perasaanku dari dulu, tetapi aku takut. Aku takut dia menolakku karna dia seorang yang normal. Dan aku menunggu saat yang tepat. Tapi aku terlambat. Chanyeol menyukai Baekhyun. Baekhyun menyukai Chanyeol. Mereka berpacaran. Aku tidak punya kesempatan untuk mengambil Chanyeol dari Baekhyun karna Chanyeol sangat mencintai Baekhyun "
" Lalu apa hubunganku dengan semua ini? Kenapa kau menarikku kedalam masalahmu? "
" Karna kau lah orang yang sangat cocok untuk kujadikan pelampiasan "
Zi Tao menghela nafasnya kesal.
" Aku bukan marionette mu, Kris. Aku bukan boneka mu. Kau tidak berhak membuatku sebagai pelampiasanmu "
" Ya, aku berhak. Permainan ini telah menarik mu untuk menjadi pelampiasanku. Aku membuat permainan ini supaya Chanyeol cemburu. Aku yakin suatu saat Chanyeol pasti akan menyukaiku. Dan dengan cara inilah aku membuat Chanyeol kembali kepadaku "
" Hati Chanyeol hanya untuk Baekhyun, Kris. Kau tidak bisa merubah perasaan seseorang dengan mengorbankan orang lain "
" Tidak ada yang tidak bisa di dunia ini, Zi Tao. Semakin dekat hubungan kita, semakin dekat pula tujuan dari rencana ku "
" Kau benar-benar Iblis! "
Kris tersenyum santai. Lalu Kris berjalan pelan ke arah Zi Tao dan mengelus pipi Zi Tao lembut.
" Ya, aku memang Iblis. Aku Kris Wu akan mendapatkan apa yang kuinginkan "
" Batalkan permainan ini "
" Tidak akan. Kau sudah menjadi milikku sekarang. Kau boneka ku, Zi Tao. Kau boneka ku karna kau sudah masuk kedalam perangkapku "
" Aku bisa keluar, Kris "
" Kau keluar, kuyakinkan hidupmu tak akan tenang "
Zi Tao tertegun. Lalu ia remas ujung baju nya dan langsung menunduk. Ia tak ingin menatap mata Kris.
" Lalu, kenapa kau marah saat aku menyetujui pertunangan itu? "
" Karna aku belum ingin sejauh itu. Aku hanya ingin bermain-main dulu denganmu, sayang "
Ucap Kris sambil mengecup pipi Zi Tao. Lalu setelahnya, ia elus rambut Zi Tao.
" Kau marionette ku, Zi Tao "
" Katakan yang kau inginkan, Kris. Akan ku turuti "
Kris menyeringai. Zi Tao sudah menyerah rupanya.
" Buatlah Chanyeol kembali kepadaku "
.
.
.
Zi Tao tertunduk lemas, hidupnya sudah hancur sekarang. Ini semua karna ego nya. Karna ego nya ia masuk ke dalam jebakan Kris dan karna ego nya juga ia menyetujui permainan ini. Dan yang harus Zi Tao lakukan sekarang adalah tunduk kepada Kris. Zi Tao sangat tahu posisi nya sekarang. Seorang maid yang akan melakukan apapun untuk master nya.
" Kris, kau benar-benar jahat "
Gumamnya.
Lalu ia peluk bantal nya dan menenggelamkan wajahnya di bantal itu. Ia pasrah. Menang, semua ini memang salahnya. Dan ia harus menerima resikonya.
" Baiklah, aku akan mencatat daftar-daftar yang akan kulakukan sebelum masuk ke dalam mimpi buruk ini "
" Kenapa kau menerimanya, Zi Tao? "
Mendengar suara orang dari arah pintu kamar nya, Zi Tao pun langsung mengalihkan pandangannya ke pintu tersebut. Sehun. Sehun sedang berdiri di ambang pintu kamarnya dengan wajah yang err kusut. Sangat kusut.
" Hun? "
" Kau, kenapa kau rela menjadi bonekanya? "
" Apa maksudmu? "
" Kenapa kau mau menjadi boneka Kris? "
Dan Zi Tao bisa ambil kesimpulan. Sehun mendengar pembicaraanya dengan Kris tadi.
" Kau menguping? "
" Tenanglah. Aku hanya mendengarnya sedikit "
" Dari bagian mana kau mendengar percakapanku dengan Kris? "
" Ketika Kris menjelaskan jika pria brengsek itu menyukai Chanyeol "
Zi Tao menghela nafasnya.
" Masuklah. Tutup pintu nya terlebih dahulu. Aku tak ingin Mama mendengarnya "
Sehun menurut. Lalu ia tutup pintu kamar Zi Tao dan menghampiri Zi Tao yang berada di atas ranjang nya.
" Jelaskan Zi Tao "
" Aku menyesal, Hun. Mau bagaimana lagi, aku harus menanggung resiko nya "
" Apa salahnya menolak? "
" Aku sudah masuk ke dalam jebakan Kris, Hun. Dan aku tak akan bisa keluar "
Sehun mengacak rambutnya. Lalu, ia genggam kedua tangan Zi Tao erat.
" Kau salah masuk permainan, Zi Tao. Kau akan kalah "
" Aku belum menyukainya "
" Hampir. Kau hampir menyukainya. Kau salah, Zi Tao "
" Lalu apa yang harus kulakukan? Kau tahu bagaimana rasanya dijodohkan dengan musuh mu sendiri? Kau tahu bagaimana rasanya ketika dijodohkan dengan seorang Kris Wu? Ini serius, Sehun. Aku akan menikah dengan Kris. Dan aku tak bisa mengelak lagi "
Sehun terdiam. Perlahan, wajahnya ia dekatkan dengan wajah Zi Tao. Dan bibir itu pun membungkam mulut Zi Tao. Sehun menciumnya. Ini beda. Ciuman Sehun sangat berbeda dengan ciuman Kris. Ciuman ini lebih lembut dari ciuman Kris yang tadi. Apa Sehun menyukainya?
" Eungh~ "
Desahan pun lolos dari mulut Zi Tao. Sehun yang mendengar suara indah itu pun menambah lumatan. Kali ini ciuman lembut itu hilang. Sehun menciumnya dengan sangat ganas.
" Hunhh~ Euhh~ "
Yeah, inilah yang Sehun impi-impi kan. Zi Tao mendesahkan namanya. Iya namanya, bukan nama Kris.
Beberapa menit mereka berciuman dan ketika Zi Tao menepuk dadanya, Sehun sudah yakin jika orang yang dia cintai itu kehabisan nafas. Sehun pun dengan sangat terpaksa melepaskan ciuman manis itu dan langsung tersenyum manis kepada pemuda itu.
" Hah, apa yang kau lakukan? "
" Menciummu. Salah? "
" Tidak terlalu. Ciuman mu sangat bagus "
Sehun tertawa kecil mendengar pujian Zi Tao. Lalu mereka terdiam. Hening beberapa menit. Dan setelah itu, Sehun memulai pembicaraan.
" Aku menyukaimu, Zi Tao "
Zi Tao terdiam. Dia tak menampilkan ekspresi apapun. Tidak kaget, tidak marah dan juga tidak senang. Ekspresi datar.
" Sangat menyukaimu "
" Kenapa? "
Sehun menggeleng.
" Aku tak tahu. Intinya aku menyukaimu "
" Maafkan aku "
" Kau menolakku? "
Kali ini Zi Tao menggeleng.
" Aku tak akan mungkin menolakmu, Hun. Tapi, aku sedang berada di situasi yang sulit sekarang. Aku belum bisa menerima mu "
Sehun tersenyum. Ia lalu mengusap rambut Zi Tao dengan lembut dan menarik Zi Tao ke dalam dekapannya.
" Aku menunggumu, Zi Tao "
" Terima kasih. Jangan berhenti mencintaiku ya "
" Egois sekali~ "
.
.
.
Luhan hanya bisa tersenyum ketika melihat kedua sahabat nya saling tertawa. Ia hanya bisa pasrah sekarang. Ia tak bisa melakukan apapun ketika Sehun sudah jatuh cinta, terlebih jatuh cinta dengan Zi Tao. Dan Luhan bukan seorang yang munafik, dia cemburu dengan Zi Tao sekarang.
" Eoh? Serius Hun? "
" Eum. Itu keluaran terbaru loh. Kalau kau mau, akan kubelikan "
" Tentu aku mau. Kapan kita perginya? "
" Setelah pulang sekolah "
Lagi-lagi Luhan tersenyum. Ia merasa terasingi sekarang.
" Hey, kalian tidak mengajakku? "
" Ah ide bagus. Kalau begitu kau juga bisa mentraktir Luhan juga, Hun "
Sehun memutar bola matanya. Lalu memandang aneh kepada Luhan, dan yang dipandang hanya memandang balik dengan tatapan bingung.
" Apa? Kenapa kau melihatku sepeti itu? "
Ucap Luhan dan membuat Sehun mengerucutkan bibirnya. Lalu tanpa sepengetahuan Zi Tao, Sehun menggerakan bibirnya dan membuat kalimat 'Lu, biarkan aku berdua dengan Zi Tao'. Mengerti apa yang Sehun katakan membuat Luhan menganggukan kepalanya.
" A-ah Zi Tao. Sepertinya aku tidak bisa ikut "
" Kenapa Lu? "
Luhan memasang wajah befikir. Oh ayolah, alasan apa yang akan ia katakan sekarang?
" Eung "
" Luhan tidak bisa ikut karna ia akan pergi dengan Kyungsoo nanti, Zi Tao "
Yeah, Sehun penyelamatnya. Luhan pun langsung mengangguk cepat ketika mendengar pernyataan Sehun. Anak albino itu benar-benar tidak ingin Luhan menganggu date nya dengan Zi Tao.
" Oh begitu. Sayang sekali Lu, tidak seru kalau tidak ada kau. Tapi mau bagaimana lagi. Yah sebagai gantinya, aku akan membelikan sesuatu untukmu. Kau mau apa, Lu? "
" Ah, terserah kau saja. Aku akan menerima apapun itu "
Zi Tao mengangguk mengerti.
" Ah ya, aku melupakan sesuatu. Jong In sedang menungguku di kelas. Nanti kita bertemu di parkiran ya, Hun. Pakai mobilku saja. Aku pergi dulu "
" Sampa jumpa, Zi Tao! "
Luhan tersenyum untuk beberapa kalinya. Ia lalu mengalihkan pandangannya ke Sehun. Tampak Sehun sedan tersenyum puas sambil melihat kepergian Zi Tao.
" Terima kasih Lu. Kau memang yang terbaik "
'Jika aku yang terbaik, kenapa kau tidak mencintaiku? Kenapa kau malah mencintainya?'
" Sama-sama, Hun. Aku melakukan ini demi kau "
.
.
.
" Jadi, kenapa kau tidak menolaknya saja? Ibu mu kan tahu jika kau tak menginginkan pertunangan ini "
" Kau kira semudah itu, Chan? "
Chanyeol membalasnya dengan gelengan, lalu ia tundukan kepalanya. Tadi pagi, saat Kris mengatakan jika Zi Tao dan dia akan bertunangan membuat tubuhnya lemas. Ayolah, yang bertunangan itu kan Kris, bukan dia. Kenapa jadi dia yang seperti putus asa.
" Aku harap kau bahagia, Kris "
" Kau gila, Chan? Mana bisa aku bahagia dengannya. Aku sama sekali tidak mencintainya "
" Yeah, mungkin beberapa minggu didekatnya bisa membuatmu mencintainya "
Mendengar perkataan konyol Chanyeol membuat Kris melemparkan bungkus snack kosong kepada Chanyeol. Dan Chanyeol hanya tertawa kecil.
" Aku bercanda, Kris "
Kris menghela nafasnya. Ia lalu menundukan kepalanya mengacak rambutnya frustasi.
" Aku tidak bisa membantumu, kawan "
" Aku tak perlu bantuanmu, Chan. Berikan saja aku dukungan "
" Semangat! "
Kris lalu menghadap Chanyeol dan tersenyum kepada orang yang ekhem-dicintai-ekhem nya itu. Lalu, Kris beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah Chanyeol yang tengah duduk di pinggiran kasur nya itu sambil tersenyum.
" Ada apa? Kau sangat mengerikan ketika tersenyum seperti itu "
Grep
Kris memeluk Chanyeol. Kris memeluk Chanyeol dengan sangat erat. Dan yang dipeluk hanya terkejut.
" Terima kasih, Chan. Kau memang yang terbaik. Aku mencin- menyayangimu "
Chanyeol mengangguk lalu membalas pelukan Kris.
" Yeah, aku juga menyayangimu sobat. Oh iya, setelah ini bersihkan kamarku ya. Bungkus-bungkus snack mu masih berantakan "
" Sial "
.
.
.
TBC
Okey pendek saya tau. Sangat tau malah -_- ohiya akhirnya ada yang tahu kalau chap kemarin ada typo. Seharusnya, kalimat Tao itu saya buat 'Kuliah' bukan 'SMA'. Mianhae /bow/ Tanpa banyak ini itu
Review?
