Game On
Tittle: Game On
Disclaimer: Cast punya Tuhan,Orang Tua,SMENT,dan EXO. But this fanfic is Mine
Pair: Our Lovely Couple KrisTao or TaoRis
HunHan
ChanBaek
Other Pair: Unofficial Pair;KrisYeol,HunTao
Seme!Kris Uke!Chanyeol
Seme!Sehun Uke!Tao
Other Cast: EXO's members
Genre: Romance,Drama
Rated: T+
Warning: THIS IS YAOI! HATE YAOI? DONT READ. EASY RIGHT?
More Typo Here
Summary: I heard you're a player. So, lets play a game
.
.
.
Chapter 8
.
.
.
Sore pun berlalu. Langit cerah di Seoul tergantikan oleh langit malam dengan taburan bintang-bintang yang membuat kesan indah. Zi Tao tengah terduduk diam di balkon kamarnya. Pemuda itu hanya memandang kosong langit malam. Pikirannya melayang kemana-mana. Yeah, dia sedang memikirkan masalah-masalah yang menimpanya belakangan ini. Termasuk masalah Kris yang ternyata menjadikannya seorang marionette.
" Hah, mau bagaimana lagi? Sekarang ini aku adalah marionette Kris. Dan tugasku sangat mudah, hanya membuat seorang Park Chanyeol jatuh cinta dengan Kris Wu "
Deg
Jantungnya berdegup kencang. Zi Tao merasa hatinya sakit ketika ia berkata seperti tadi. Oh ayolah, mudah bukan untuk membuat Chanyeol menyukai Kris, tapi kenapa hati nya tidak mau melakukan itu? Apa ia menyukai Kris?
" Apa?! Tidak! Aku tidak menyukai Kris. Aku tidak menyukai Kris. Haish! Pria itu membuatku gila! "
Zi Tao bermonolog. Benar bukan, ia sama sekali tidak menyukai Kris, tapi kenapa hatinya perih ketika memikirkan Kris dan Chanyeol?
" Aku tidak boleh jatuh cinta dengan Kris. Aku tidak boleh kalah "
Ucap Zi Tao sambil mengangguk pasti. Ia lalu mengambil ponsel nya yang berada di kantung celananya dan membuka menu kontak. Ia ketik nama 'Luhan' di sana dan menelpon pria manis itu.
Tut
" Halo? "
" Ayo keluar, Lu. Jalan-jalan "
.
.
.
" Katanya jalan-jalan, kenapa malah ke bar Zi Tao? "
" Berisik. Sudahlah, diam dan ikuti saja aku "
Luhan menggembungkan pipi nya kesal dan berjalan masuk ke dalam bar mengikuti langkah kaki Zi Tao. Suara musik yang keras masuk begitu saja ke dalam telinga mereka. Luhan sempat menutup kedua telinga nya sedangkan makhluk manis yang berada di depannya itu hanya berjalan dengan kerennya.
" Lu, kau ingin memesan apa? "
Ucap Zi Tao sambil mendudukan dirinya di kursi meja bartender dan disusul oleh Luhan.
" Jus jeruk ada? "
" Serius? Ini bar, Lu. Bukan kafe untuk anak kecil "
Luhan berdecak kesal.
" Soda. Aku mau soda "
" Kenapa kau tidak pesan milkshake juga? Sialan "
Luhan menggigit bibir bawahnya dan menatap Zi Tao kesal.
" Ya sudah, aku duduk di sini saja "
" Baiklah, aku ingin bernari-ria dulu "
" Jangan minum alkohol, Zi Tao "
Zi Tao mengangguk malas. Lalu ia berjalan ke lantai dansa, tempat beberapa orang sedang menari dengan gila. Melihat pemandangan itu tambah membuat hasrat Zi Tao untuk bernari semakin dalam. Ia lalu bernari asal-asalan layaknya seorang yang kesurupan. Sedangkan Luhan hanya menatap bosan Zi Tao di meja bartender.
" Hey tampan, mau pesan apa? "
Luhan lalu mengalihkan pandangannya ke arah wanita bartender yang sedang tersenyum dengannya itu. Tidak biasanya seorang wanita yang menjadi bartender, pikirnya.
" Eum, ada jus jeruk tidak? "
Tampak si wanita bartender dengan wajah yang cukup cantik itu tertawa kecil. Luhan lalu mengerucutkan bibirnya dan menatap datar si wanita itu.
" Ini bukan kafe untuk anak kecil "
" Kau sama seperti Zi Tao "
" Siapa Zi Tao? "
" Orang gila yang sedang bernari di sana "
Luhan lalu menunjuk Zi Tao yang sedang bernari-nari sambil menatap malas si wanita bartender.
" Dia manis "
" Kau menyukainya? Dia sudah punya pacar loh "
" Wuah, apakah kau pacarnya? "
Luhan menggeleng sambil tersenyum
" Tidak, aku temannya. Aku Xi Luhan, bagaimana denganmu? "
" Cina ya? Aku Choi Sulli. Salam kenal "
Luhan tersenyum.
" Ya, salam kenal juga "
" Lu, boleh minta nomor ponselmu? "
.
.
.
" Dia minta nomor ponselku Zi Tao! Astaga! "
" Oh Tuhan, Lu! Biasa saja, tolong "
" Tapi dia meminta nomor ponselku! "
Zi Tao hanya menghela nafasnya kesal. Oh ayolah, ia sudah sangat tahu jika si wanita bartender yang Luhan bilang bernama Sulli itu meminta nomor ponsel sahabatnya itu. Tapi, kenapa pria manis di sebelahnya ini sangat heboh?
" Kau menyukai wanita itu ya? "
Luhan menggeleng.
" Nah, kenapa kau sangat senang ketika wanita itu meminta nomor ponselmu? "
" Yah, kau tahu kan, aku tidak seterkenal kau Zi Tao. Dan sangat jarang ada orang yang meminta nomor ponselku, terlebih wanita. Tentu aku sangat senang. Apalagi Choi Sulli itu cantik! "
Zi Tao memiringkan kepalanya bingung.
" Tunggu, bukannya kau itu 'pecinta sesama'? Maksudku, kau kan baru putus dari Kai beberapa bulan lalu. Dan sekarang kau malah jatuh cinta dengan seorang wanita. Keren "
Luhan hanya terdiam dan pikirannya melayang ke beberapa bulan yang lalu. Yang pada saat itu, dia telah dimiliki oleh seorang Kim Jong In dan putus beberapa bulan setelahnya karna Do Kyungsoo—sahabatnya. Yeah, seperti cerita cinta biasa. Triangle Love. Ada kata-kata sayang dan juga kata-kata munafik.
" Sulli belum masuk daftar-ku "
" Wah, kau ini sulit ditebak ya Lu "
" Kau juga begitu kan? "
Zi Tao mengangguk pelan. Ia lalu berjalan ke arah mobilnya yang terparkir indah dan masuk ke dalamnya. Sedangkan Luhan hanya berdiri diam, dan melihat Zi Tao dari luar yang sedang menghidupkan mobil mahalnya itu. Lalu setelahnya, tampak kaca samping Zi Tao turun.
" Lu, mau kuantar? Atau naik taksi? "
" Aku naik taksi saja, Zi Tao. Lagipula setelah ini aku akan ke rumah Sehun "
Zi Tao mengangguk mengerti.
" Aku duluan dulu ya. Jangan pulang malam-malam dan hati-hati "
Luhan tersenyum sambil menganggukan perintah Zi Tao. Lalu kaca yang tadinya itu turun, dinaikan lagi oleh Zi Tao. Dan perlahan, mobil itu berjalan pergi meninggalkan Luhan yang masih berdiri terdiam.
" Hah, hidup memang menyebalkan "
.
.
.
Yeah, ini bisa dibilang pagi tersial Zi Tao. Oh tentu saja, barusan Zi Tao bangun dari tidurnya dan pemandangan yang ia nampak adalah Kris yang sedang berada di meja belajarnya sambil menatap dirinya dengan tatapan yang err—liar. Sejenis itulah. Dan itu membuat Zi Tao melemparkan bantal, selimut, dan juga boneka-bonekanya ke arah Kris. Setelah aksi nekat Zi Tao tersebut, Kris hanya bisa diam dan menatap kesal calon tunangannya itu.
" Lain kali, jika kau berani-beraninya masuk ke dalam kamarku tanpa seizin-ku, aku berani bersumpah kau akan ku-mutilasi, Kris "
Mendengar suara dingin Zi Tao membuat bulu kuduk Kris berdiri seketika. Jujur saja, suara Zi Tao lebih terdengar mengerikan dari suara Ayah-nya yang sedang marah.
" H-hey, Ibu-mu yang menyuruhku untuk masuk ke kamarmu. Jadi jangan salahkan aku karna aku tak meminta izinmu dulu. lagipula, kau tertidur sangat nyenyak. Mana tega aku membangunkanmu "
" Jangan banyak alasan, pirang "
Kris memasang wajah kesalnya. Benar-benar menyebalkan, batinnya.
" Iya iya, aku minta maaf. Sekarang bangunlah dan cepat mandi. Kita akan pergi bersama. Aku akan tunggu di bawah "
" Apa ini rencana licikmu? "
Alis Kris berkerut.
" Maksudnya? "
" Untuk apa kau menjemputku? Kau ingin membuat Chanyeol cemburu dengan cara menjemputku dan menebar kemesraan di depannya? "
" Wah, pikiranmu jauh ya. Memang benar sih, itu rencanaku. Tapi setengah dari perasaanku, aku tulus kok untuk menjemputmu "
" Kau berbohong dan aku tahu itu "
" Terserah kau sajalah, Zi Tao. Cepat mandi dan jangan lama-lama. Aku benci menunggu. Atau aku harus memandikanmu sekalian? "
" Yaa! "
.
.
.
" Ingat yang kukatakan, ucapkan 'sayang' denganku ketika kita berhadapan dengan Baekhyun dan Chanyeol. Kedua, peluk terus lenganku seakan kau tak akan pernah melepaskanku. Dan yang ketiga, cium bibirku. Mengerti? "
Zi Tao mengangguk mengerti dengan 'pengarahan' sialan Kris. Hatinya terasa diaduk ketika mendengar Kris berbicara seperti itu. Zi Tao menyimpulkan jika Kris sangat mencintai Chanyeol dari apapun.
" Baguslah kalau kau mengerti. Tolong Zi Tao, bantu aku. Kau tahu kan jika aku sangat mencintainya "
" Ya, aku tahu "
Zi Tao tersenyum manis—paksaan. Ia lelah dengan semua ini. Pikirannya tak menentu. Di satu sisi, hati nya 'mungkin' menyukai Kris dan di sisi lainnya Zi Tao tak ingin kalah dari permainan ini.
" Kris, apa permainan yang kau buat masih berlaku? "
Kris mengangguk. Ia lalu melingkarkan lengan kiri nya di pinggul Zi Tao.
" Tentu. Permainan itu masih berlaku "
" Termasuk dengan rencana untuk membuat Chanyeol jatuh cinta denganmu? "
Bukannya menjawab, Kris malah tertawa keras. Zi Tao hanya mengerucutkan bibirnya.
" Ya! Aku serius. Rencana itu kan tidak ada di dalam peraturan "
" Tunggu, apa kau cemburu? "
Zi Tao membelakan matanya. Ia lalu mencubit lengan Kris yang bertengger di pinggulnya. Sedangkan Kris berteriak kesakitan dan membuat para murid Hanyang menatap aneh ke arah pasangan sensional di kampus mereka itu.
" Sakit! "
" Masa bodoh! "
" Kau menyebalkan! "
" Lebih menyebalkan kau! "
Zi Tao lalu berjalan cepat meninggalkan Kris yang tengah merintih kesakitan. Ini gila, cubitan Zi Tao benar-benar sangat sakit.
" Tunggu aku! "
" Aku ada kelas! "
Kris mengerucutkan bibirnya kesal " Heh, bilang saja mau ke kantin. Bodoh "
" Kau yang bodoh, Tuan Bodoh! "
.
.
.
" Lalu dia tersenyum padaku ah ah itu belum saat terbaiknya! Lalu dia meminta nomor ponselku ah tunggu itu belum saat terbaiknya! Setelah itu dia tersenyum manis padaku! Argh! Aku yakin pasti dia menyukaiku! "
Sehun hanya bisa terdiam sambil menahan emosi nya yang memuncak itu. Ya Tuhan, tahukah kalian jika Sehun sudah mendengar cerita seorang wanita yang bernama 'Choi Sulli' itu berulang-ulang kali dari Luhan sehingga telinganya seakan ingin meledak. Sebenarnya 'sih tidak apa-apa mendengar Luhan yang bercerita berulang-ulang kali dengan wajah excited itu dan Sehun sama sekali tidak keberatan. Tapi masalahnya, suara Luhan itu sangat nyaring dan itu terdengar jelek di telinga Sehun.
" Ge, iya iya aku tahu. Aku tahu semua tentang Choi Sulli itu karna kau telah mengulang ceritanya selama 5 kali. Kau tahu tidak jika telinga ku sakit karna mendengar suara nyaringmu? "
Luhan mengerucutkan bibirnya.
" Tapi Hun, Choi Sulli itu cantik! Kan tidak biasa-biasa nya aku diminta nomor ponsel oleh seorang wanita cantik. Ya tidak? "
Sehun memicingkan matanya. Apa sebegitu cantiknya kah Choi Sulli itu bagi Luhan?
" Apa kau menyukainya? "
" Eum, aku tidak sampai sejauh itu sih. Aku masih belum berpikiran untuk menyukainya "
Ada perasaan lega di hati Sehun ketika Luhan masih ragu dengan wanita bernama Sulli itu. Seperti perasaan senang atau berbunga-bunga. Ya, seperti itulah.
" Baguslah. Jangan terlalu cepat menyukai orang. Itu tidak bagus "
Luhan mengangguk mengerti.
" Aku mengerti. Ngomong-ngomong, mana Zi Tao? Bukannya dia lebih cepat datang daripada kita? "
" Ah, tadi dia mengirim pesan kepadaku jika ia dijemput Kris dan pergi bersama Kris. Lalu langsung ke kelas. Dia tidak sempat untuk menemui kita "
" Ck, si Kris Wu sialan itu. Seenaknya saja " cibir Luhan.
Sehun mengangkat bahunya dan tersenyum. Yeah, ia sangat mengenal Kris Wu. Seorang pria yang egois dan Sehun sangat benci ketika orang yang dia cintai seenaknya saja diperlakukan asal-asalan oleh Kris.
" Aku membencinya, Ge "
Luhan memiringkan kepalanya
" Siapa? "
" Kris, tentu saja. Dia seribu kali mempesona dibandingkan aku. Dan mungkin saja kan jika Zi Tao jatuh cinta dengannya? "
Keduanya terdiam dan sibuk dalam pikirannya masing-masing. Oke Sehun merendah, ia tahu Kris lebih kaya, keren, tampan, dan hal lainnya yang bersifat positif daripada dirinya. Dan inilah yang ia takutkan. Zi Tao akan jatuh cinta dengan Kris.
" Kau seratus ribu kali mempesona dari Kris, Hun "
Sehun tersenyum kecil
" Terima kasih untuk pujiannya tapi aku serius, ge. Kris memang 'lebih' daripada aku. Dan aku tidak bisa berbuat apa-apa kalau Zi Tao menyukai Kris "
" Apa kau akan bunuh diri? "
Pertanyaan Luhan membuat Sehun tertawa renyah.
" Bunuh diri? Tidak mungkin "
" Bukankah kau pernah bilang jika kau tidak berhasil mendapatkan Zi Tao, kau akan bunuh diri? Apa cintamu dengan Zi Tao mulai berkurang? "
Sehun menggeleng sebagai jawaban. Ia yakin seratus persen jika cintanya dengan Zi Tao sama sekali tidak berkurang. Ia yakin itu.
" Kau membuatku lemas, ge "
" Jika cintamu dengan Zi Tao berkurang Hun, itu artinya Zi Tao bukan cinta sejatimu "
Sehun memejamkan matanya sambil membayangkan Zi Tao. Tidak ada yang namanya cinta sejati. Menurutnya.
" Hun? "
" Cinta sejati itu mitos. Cinta sejati itu tidak ada. Cinta sejati itu hanya dongeng belaka " Ucap Sehun masih sambil memejamkan matanya.
" Kau tidak percaya dengan Cinta sejati? "
Sehun menggeleng. Ia buka matanya dan menatap dalam Luhan.
" Kenapa kau tidak percaya Cinta Sejati, Hun? "
" Karna kebanyakan manusia itu munafik. Dia mengaku cinta, padahal ada orang yang lebih ia cintai dari kita. Dan itu sama saja kebohongan. Makanya aku percaya jika cinta sejati itu tidak ada "
Luhan menunduk. Apa Sehun bukan cinta sejatinya?
" Apa kau punya cinta sejati, Ge? "
" Bukankah kau bilang jika cinta sejati tidak ada? "
" Tapi aku yakin jika kau pasti sedang menyukai seseorang yang kau anggap cinta sejatimu. Iya kan? Atau cinta sejatimu itu Sulli? "
Luhan menggeleng. Ia yakin jika Sehun sedang main-main, tapi cara bicaranya yang seperti itu membuatnya merasa jika cintanya dengan Sehun benar-benar bertepuk sebelah tangan.
" So, siapa cinta sejatimu ge? "
" Seorang..Pria "
Sehun mengerutkan dahinya.
" Pria? "
" Ya "
" Aku kira kau sudah beralih dengan wanita. Ternyata belum. Jadi, siapa pria beruntung yang mendapatkan pria cantik ini? "
Sehun tersenyum menggoda sedangkan Luhan masih menunduk. Apa ini saatnya? Apa ini saatnya untuk menyatakan cintanya kepada Sehun.
" Lu ge? "
" Kau, kau orang itu Hun. Kau "
" Huh? Aku tidak mengerti "
Luhan terdiam. Ia ingin menangis sekuat-kuatnya sekarang. Sehun ternyata tidak peka. Sangat tidak peka.
" Luhannie? "
" Terserah kau sajalah "
Luhan lalu berdiri dan berjalan meninggalkan Sehun sendirian yang tengah terbingung-bingung.
" Aku? Aku cinta sejatinya Luhan ge? "
.
.
.
" Aku menyukai Sehun! "
Zi Tao terdiam. Ia hanya memang bisa terdiam, dan juga terkejut. Tentu dia terkejut! 2 menit yang lalu, Luhan masuk ke kelasnya dengan santai. Untung saja murid kelasnya tengah keluar untuk istirahat dan hanya dia juga Kris yang berada di dalam. Dan dengan tiba-tiba, Luhan mengatakan jika ia menyukai Sehun didepannya dan Kris?
" Err, kau Xi Luhan kan? Kau menyukai siapa? Se..Se- "
" Sehun. Aku menyukai Oh Sehun "
Kris mengangguk mengerti ketika Luhan menjawab pertanyaannya. Sedangkan Zi Tao masih terkaget-kaget dengan pernyataan Luhan tersebut. Luhan menyukai Sehun? Kenapa tiba-tiba.
" Apa maksudmu, Lu? Kau menyukai Sehun? " Zi Tao angkat bicara
" Ya, aku menyukainya. Aku sangat menyukainya "
" Jika kau menyukainya, kenapa kau mengatakannya kepadaku? Kenapa tidak langsung kepada Sehun? "
" Lepaskan dia, Zi Tao. Jauhi Sehun "
Deg
Luhan, tiba-tiba suaranya menjadi dingin. Suara penuh amarah. Baru kali Luhan mengeluarkan nada bicara seperti itu.
" L-Lu.. "
" Kau tahu kan jika Sehun menyukaimu sedangkan kau sama sekali tidak menyukainya? Daripada membuat Sehun sakit hati, lebih baik serahkan Sehun denganku. Aku yang akan menjaganya. Aku akan menjaganya dengan cintaku "
Zi Tao tersenyum kecil—sinis. Kris yang melihatnya langsung merinding ngeri dan memeluk perlahan pinggul Zi Tao.
" Zi Tao, lebih baik kita ke kantin "
Zi Tao menggeleng sebagai jawaban. Ia lalu berjalan perlahan ke arah Luhan dan mendekatkan wajahnya ke telinga Luhan sambil membisikan sesuatu.
" Cintamu bertepuk sebelah tangan, Lu? "
Tangan Luhan terkepal erat. Zi Tao lalu menjauhkan wajahnya dari wajah Luhan dan menatap Luhan dengan pandangan remeh. Pandangan seorang Zi Tao jika bertemu seorang yang rendahan.
" Kau, sialan "
" Kasihan sekali kau, Lu. Kau menyukai Sehun padahal Sehun sama sekali tidak menyukaimu. Hanya dimintai nomor oleh seorang wanita dengan muka pas-pas an saja kau sudah berteriak histeris. Apalagi jika Sehun berbalas menyukaimu? Ah, aku tidak tau hal nekat apa lagi yang akan kau lakukan " ejek Zi Tao masih dengan senyuman sinis yang mengembang di bibirnya.
" Kau tidak perlu menghinaku, Tuan Huang "
" Kau bukan tandinganku, Lu. Jangan terlalu berharap kalau Sehun akan menatapmu. Sehun itu hanya menatapku, jadi jangan terlalu bermimpi tinggi. Sangat sakit jika jatuh "
Emosi Luhan memuncak. Ia lalu pergi ke luar kelas, meninggalkan Zi Tao yang tiba-tiba terdiam dan Kris yang memasang wajah bodoh.
" Kau mempunyai musuh, Zi Tao. Dan sialnya, musuhmu itu sahabatmu "
" Kurasa aku tidak punya sahabat. Ayo Kris, kita mencari Chanyeol. Bukankah itu tujuan kita? "
Kris tersenyum lebar.
" Kau memang mengerti aku. Lebih baik kau menyukaiku daripada Sehun "
" Sangat bodoh jika aku menyukaimu "
Kris mengerucutkan bibirnya. Lalu ia genggam tangan Zi Tao.
" Cerewet. Ayo cari Chanyeol "
.
.
.
TBC
HALO PEMBACA! Kembali lagi dengan saya~Astaga, udah lama ya saya ga ngepost FF di FFN lagi. Mianhae karna telat update /bow/. Bagi readers yang masih setia menunggu FF ini saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya! /cium satu satu/. Okey, ini lumayan panjang, dan chapter selanjutnya sedang dalam perjalanan. So,
Review?
