Game On

Tittle: Game On

Disclaimer: Cast punya Tuhan, Orang Tua, dan agency masing masing. But this FANFIC is MINE

Pair: Our Lovely Couple KrisTao;Taoris;

HunHan

ChanBaek

Other Pair: Unofficial pair;KrisYeol,HunTao

Genre: Romance,Drama

Rated: M

Warning: THIS IS YAOI! HATE YAOI? DON'T READ. EASY RIGHT?

More TYPO here

Summary: I heard you're a player. So, let's play a game

.

.

.

Chapter 9

.

.

.

"Hah"

Helaan nafas itu terus keluar dari mulut Zi Tao. Angin malam yang masuk lewat jendela kamarnya sama sekali tidak mengusiknya. Pikirannya hanya tertuju kepada satu orang,yaitu Xi Luhan. Sahabatnya. Bukan, mantan sahabatnya, yeah mungkin untuk saat ini karna ia tidak tahu apa status dirinya di mata Luhan. Mungkin mantan sahabat atau bahkan.. musuh?

Zi Tao menyesal karna menghina Luhan tadi. Sumpah demi apapun dia menyesal. Pada saat itu emosinya naik karna Luhan menuduhnya sembarangan. Zi Tao bahkan sama sekali tidak ada rasa dengan Sehun. Ia hanya menganggap Sehun sebagai seorang sahabat dekat dan tidak lebih dari itu.

Ditambah lagi hari pertunangannya semakin dekat. Hari pertungannya dengan si Kris Wu itu! Mengingat itu saja sudah membuat kepala Zi Tao ingin pecah. Dan dia juga ragu ingin mengundang siapa. Luhan? Ia pasti sudah menganggapnya sebagai musuh mungkin, Sehun? Zi Tao takut jika dia mengundang Sehun, Sehun akan patah hati. Murid Hanyang? Ayolah, sebagian dari mereka, para wanita bahkan membencinya. Zi Tao tidak tahu akan berbuat apa lagi. Ia pasrah, menangis pun dia tidak bisa sekarang ini. Jujur dia sangat menyesal. Menyesal karna menghina Luhan, menyesal karna bergabung dengan permainan konyol yang Kris buat, dan sangat menyesal karna membuat persahabatan ia, juga Luhan dan Sehun hancur. Ia sangat menyesal.

Drrt..Drrt..

Ponselnya bergetar. Terpampang jelas caller id yang muncul di layar ponsel mahalnya itu. Zi Tao melirik ponselnya.

Kris Wu

Jujur, dia sama sekali tidak ada niat untuk mengangkat telpon dari si brengsek itu. Tapi, jika dia tak mengangkat panggilannya, Zi Tao yakin Kris akan mengoceh sangat panjang besok.

"Ada apa?"

"Besok aku akan menjemputmu, tapi kita tidak ke sekolah"

Zi Tao mengerutkan dahinya

"Hah?"

"Kita tidak ke sekolah,idiot!"

"Iya aku tau bodoh! Maksudku kenapa?"

"Ibumu belum memberi tahu?"

"Memberi tahu apa? Katakan yang jelas dasar brengsek!"

"Mulutmu menyebalkan ya? Kita akan mencari cincin tunangan besok"

Hening, Zi Tao tidak membalas

"Hey, kenapa diam?"

"T-tidak ada. Baiklah, jemput aku jam 7"

"Okey, jam 7"

"Night Kris"

"Malam juga Zi Tao"

Tuut..

Sambungan terputus. Kepala Zi Tao sangat pusing sekarang. Besok dia akan mencari cincin tunangan? Seriuskah?

"Ya Tuhan, bantu aku"

.

.

.

Jam menunjukan arah pukul enam lewat tiga puluh menit. Matahari belum terlalu naik dan Zi Tao juga sama sekali belum ada niat untuk beranjak dari kasurnya. Tubuhnya masih terbalut selimut tebalnya. Membuatnya sangat malas untuk bangun, padahal ia tahu kalau Kris sebentar lagi akan datang menjemputnya tapi biarlah apa pedulinya?

Lagi lagi pikiran Zi Tao melayang. Melayang memikirkan Luhan, Sehun, acara pertunangannya, mencari cincin tunangannya bersama Kris dan hal hal menyebalkan lainnya. Kenapa Tuhan memberikan cobaan seperti ini kepadanya? Jujur ia merasa berat dengan cobaan ini. Ia ingin meminta maaf kepada Luhan, tapi sudah terlambat karna Luhan sudah sangat membencinya sekarang.

"Sebenarnya itu bukan salahku. Kan Sehun yang menyukaiku, dan aku juga sama sekali tidak ada rasa dengan Sehun. Xi Luhan menyebalkan,ugh!" gumamnya penuh dengan kekesalan

Tapi jika dipikir pikir lagi, sepertinya ia harus meminta maaf duluan. Tidak ada salahnya kan meminta maaf duluan walaupun kita tidak salah? Yeah, Zi Tao akan meminta maaf kepada Luhan besok.

Kriet..

Bunyi pintu kamar terbuka terdengar jelas oleh Zi Tao. Zi Tao melirik ke arah pintu kamarnya dan melihat seseorang yang masuk.

"Kris?"

"Zi Tao?"

Dahi Zi Tao mengerut

"Cepat sekali kau datang" ujar Zi Tao

"Apa salah? Lebih cepat lebih baik" balas Kris sinis

"Haish!"

Zi Tao lalu beranjak dari tidurnya dan berjalan pelan ke arah kamar mandi.

"Mau kemana?" tanya Kris

"Tentu saja mau mandi"

"Aku mau bicara"

Zi Tao berbalik dan menatap Kris aneh, sedangkan Kris menatap Zi Tao dengan tatapan serius.

"Serius sekali"

"Duduk disini" kata Kris sambil menepuk nepuk tempat tidur Zi Tao—supaya Zi Tao duduk disampingnya. Zi Tao hanya menurut dan langsung duduk di samping Kris.

"Ada ap- mhh~"

Zi Tao terkejut bukan main karna Kris tiba tiba menciumnya. Bibir Kris mendominasi penuh bibir Zi Tao dan itu membuat Zi Tao lemas dan juga membalas ciumannya. Lidah mereka saling bergelut dan membuat pagi di kamar itu terasa panas.

"Mmh~ Krissh~" desah Zi Tao membuat Kris semakin melahap bibir Zi Tao dengan ganas.

Zi Tao lalu mengalungkan kedua tangannya di leher Kris dan Kris memeluk pinggul Zi Tao sambil meraba raba area bawah si bottom. Zi Tao bersumpah ia sangat menyukai pagi ini. Sangat menyukai. Tapi, ketika Zi Tao tengah merasa kenikmatan, Kris malah melepas ciuman mereka dan menatap Zi Tao dengan tatapan yang sangat dalam.

"Kenapa kau melepasnya?" kecewa Zi Tao sambil mem-pout kan bibirnya dan membuat Kris langsung mengecup pipi Zi Tao dengan sangat cepat.

"Kau menikmatinya?" goda Kris, dan semburat merah perlahan mulai muncul di kedua pipi Zi Tao.

"Tentu saja! Ish,tak peka" balas Zi Tao sambil menepuk pelan dada Kris.

"Come on babe, kita bisa melanjutkannya nanti, okey?"

"Okey. Jadi apa yang ingin kau bicarakan, Kris?"

Kris mengigit bibir bawahnya sambi mengangaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal—seperti orang kebingungan.

"Ada apa?"

"You like a mean girl"

"Hah?

"Luhan ke klub kemarin malam dan aku melihat dia melakukan seks dengan dua gadis di pojok ruangan"

Zi Tao terdiam. Tangan dan kakinya kaku. Ia terkejut, sangat sangat terkejut. Tidak mungkin Luhan melakukan seperti itu.

"Jangan bercanda,Kris. Tidak lu-"

"Aku serius, Zi Tao. Ia melakukan seks dengan dua gadis sekaligus dan itu diluar kamar! Bersumpah aku saja tidak pernah melakukan seks dia luar kamar"

Kepala Zi Tao berdenyut. Ya Tuhan! Ini tidak mungkin.

"Kenapa dia melakukan itu?" ucap Zi Tao lirih, matanya mulai berkaca kaca tanda dia ingin menangis. Kris yang melihat calon tunangannya dalam keadaan yang tertekan seperti itu langsung memeluk Zi Tao erat.

"Hiks, ini salahku. Hiks "

"Zi"

"Dulu dia mencium bau klub malam saja sudah ingin muntah, tapi kenapa sekarang dia melakukan seks dengan dua orang gadis? Hiks di luar kamar lagi!"

Kris mengelus elus punggung Zi Tao dengan lembut. Ia tahu jika Zi Tao terkejut dengan keadaan mantan sahabatnnya itu. Walaupun tampang luar Zi Tao sepeti anak berandalan dengan mulut liar, tapi di dalam ia sangat lembut dan sangat setia kawan. Kris tahu bagaimana perasaan Zi Tao sekarang.

"Zi Tao, sudahlah"

"Apa yang harus kubilang dengan Sehun? Hiks dia pasti akan membenciku karna membuat gege nya menjadi seorang berandalan. Hiks, apa yang harus aku lakukan Kris?"

Kris lalu melepaskan pelukannya dan menatap lembut Zi Tao. Ia lalu mengecup kedua mata anak panda itu dan tersenyum. Senyuman tulus yang sangat jarang Zi Tao lihat.

"Hey, itu semua bukan salahmu. Memang mulutmu itu sangat menyebalkan tapi sebenarnya kau tidak ingin mengucapkan kata kata kotor itu kan?" ucap Kris dan Zi Tao mengangguk.

"A-aku tidak sengaja saat itu. Aku terbawa emosi Kris"

"Aku tau babe. Kau memang kasar, tapi kau tidak akan sampai hati mengucapkan kata kata itu kepada Luhan"

Zi Tao mengangguk sambil tersenyum "Terima kasih, kau membuatku sedikit tenang"

"Benarkah? Oh pujian bagiku. Cepatlah mandi, kita akan mencari cincin itu"

"Aku mengerti"

Zi Tao lalu beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah kamar mandi.

"Hey Kris, kau sudah mandi?"

"Tentu saja sudah. Kenapa?"

"Yah sayang, padahal aku ingin mengajakmu bergabung"

Kris menyeringai "Babe, kau mengerti aku"

Dan tahu kan apa selanjutnya? Yeah adegan dewasa, seperti biasa.

.

.

.

Dilain tempat, sebuah kamar tidur dengan warna cream yang mendominasi tampak sangat berantakan. Baju juga beberapa pakaian dalam tampak berantakan di lantai, beberapa bantal juga jatuh ke lantai dan di sebuah tempat tidur terdapat satu orang pria dengan keadaan yang tidak enak untuk dilihat. Kemeja yang ia pakai tidak terkancing, area privasinya hanya ditutupi oleh celana dalam, dan yang lebih parah spreinya penuh bercak darah dan juga bau tak sedap. Sebut saja Xi Luhan yang tengah mengalami masa masa tidak menyenangkannya kemarin.

Mantan sahabat Zi Tao itu sangat kacau sekali. Bau dari sperma nya sangat mendominasi bau kamarnya. Luhan sebenarnya sudah bangun dari tadi tapi dia tidak ada niat untuk meninggalkan tempat tidurnya itu. Padahal sekarang sudah jam 10 pagi, bahkan ia tidak datang ke sekolah tadi.

"Hah" Luhan menghela nafas.

Kata kata Zi Tao kemarin sangat membekas di hatinya. Memang dia tidak pantas untuk Sehun, tapi Zi Tao tidak perlu menghinanya bukan? Dan lagi entah apa yang Luhan lakukan kemarin malam. Melakukan seks dengan dua orang gadis di pojok klub dengan lampu remang remang? Oh tidak, dia sangat menyesal karna melakukan itu.

Luhan sangat stres saat itu hingga dia mabuk mabukan, dan terjadilah adegan dewasa. Salah satu dari gadis itu ingin melanjutkan di rumah Luhan, karna Luhan mabuk ia hanya mengangguk ngangguk setuju saja dan alhasil kamarnya sangat berantakan sekarang. Luhan bahkan sangat malas untuk membersihkan kamarnya, haish terkutuklah pencipta alkohol!

Luhan juga sempat melirik lirik ponselnya yang sedari tadi bergetar. Dia tidak melihat siapa si penelpon tapi ia tahu siapa yang menelpon. Siapa lagi kalo bukan orang yang ia cintai, Oh Sehun. Mungkin sekarang ini Sehun sedang bertanya tanya kenapa ia tidak datang ke sekolah. Luhan sangat ingin menjawab panggilan Sehun tapi entah kenapa tangannya tidak ingin mencapai ponselnya yang terletak di meja nakas samping tempat tidurnya itu.

Ting!

Bunyi suara pesan masuk terdengar. Luhan terdiam sebentar dan langsung mengambil ponselnya. Ia buka passwordnya dan langsung membaca pesan yang dikirim oleh Sehun.

'Lu! Kau dimana?! Aku sendiri! Zi Tao dan kau tidak datang, ada apa dengan kalian? Kalian ingin mengerjaiku ya?'

Dahi Luhan mengkerut, Zi Tao tidak datang?, batinnya.

Ia lalu buru buru menelpon Sehun dan menunggu jawaban.

"Halo"

"Hey Hun, Zi Tao tidak datang?"

"Lu! Kau kemana saja?! Kenapa tidak datang huh?! Kau ingin membuatku seperti orang idiot yang tidak ada teman?!"

"Eum, badanku tiba tiba tidak enak. Maafkan aku"

"Kalau begitu kenapa kau tidak menelponku? Kau membuatku khawatir"

"Maafkan aku,hun. Aku baru bangun kau tahu?"

"Baiklah, aku akan kerumahmu nanti. Menjengukmu"

"Eh? Tidak perlu, kau tidak perlu kesini"

"Kenapa? Tumben sekali. Biasanya kau yang memaksaku untuk kerumahmu"

"I-itu, rumahku berantakan"

"Oh ayolah Lu, kamar Zi Tao lebih berantakan dari kamarmu. Sudahlah aku akan datang kerumahmu sambil membawa obat. Kau disana saja ya"

"Terserah kau saja. Kenapa Zi Tao tidak datang?"

"Aku juga tidak tahu. Dia sama sekali tak menelponku. Kris juga tidak datang hari ini. Mungkin Kris memaksa Zi Tao untuk pergi bersama dengannya kesuatu tempat. Haish, pandaku benar benar tersiksa dengan orang brengsek itu"

Luhan terdiam, Sehun ternyata benar benar mencintai Zi Tao rupanya.

"Setelah kelas berakhir,cepatlah kesini. Bawa makanan juga ya, aku lapar"

"Baiklah Lu"

Sambungan terputus. Luhan lalu menatap wallpaper ponselnya yang disana terdapat gambar dirinya,Sehun dan juga Zi Tao yang tengah tersenyum bahagia. Bibirnya melengkung sedikit. Ia lalu membuka galeri dan mengganti wallpapernya dengan gambar dirinya dan juga Sehun. Tanpa Zi Tao tentunya.

"Maafkan aku Zi Tao, aku mulai membencimu saat ini" gumamnya.

Ia lalu turun dari tempat tidurnya dan mulai membereskan rumahnya—terutama kamarnya yang sangat berantakan itu. Ia tidak mau Sehun melihat hal hal mengerikan seperti ini, terlebih spermanya. Ew! Menjijikan.

.

.

.

"Bukankah ini bagus,Zi?" tanya Kris lembut kepada Zi Tao sambil menunjuk cincin yang ia pilih. Saat ini mereka sedang berada di department store, tepatnya di toko perhiasan langganan ibunya Zi Tao.

"Aku lebih suka yang ini" jawab Zi Tao menunjuk cincin yang berada disebelah cincin yang Kris pilih tadi.

"Kau yakin kau ingin itu?" Zi Tao mengangguk.

"Baiklah,kita pilih ini saja" ucap Kris sambil tersenyum. Zi Tao terheran heran dengan sikap Kris yang seperti ini. Ia sangat lembut dan perhatian. Bahkan sepanjang jalan tadi, mulai dari dimobil sampai ke department store sekarang ini dia selalu menggenggam tangan Zi Tao tanpa melepasnya.

Zi Tao cukup takut dengan perliaku Kris, bisa saja kan dia ingin membuat rencana supaya Zi Tao jatuh cinta dengannya dan membuat Zi Tao kalah dalam permainan ini.

"Iya, aku dan tunanganku memesan yang ini saja. Tambahkan saja ukirannya sedikit dan bisakah cincin ini siap dalam 5 hari? Minggu depan acara pertunangan kami akan dimulai" jelas Kris

"Tentu saja, Tuan"

Zi Tao lalu tersenyum sendiri sambil menundukan wajahnya. Jujur saja dia sangat suka sifat Kris yang seperti ini, sungguh.

"Zi,kau kenapa?"

"Heum? Ah tidak ada"

"Benarkah? Apa kau lapar? Kita bisa mampir sebentar ke toko es krim atau ke restoran. Kau mau?"

"Yeah aku lapar. Tapi bukankah kau tidak menyukai es krim?"

Kris tersenyum kecil "Jika kau ingin es krim, aku tidak keberatan untuk membeli es krim"

"Aku agak ragu denganmu"

"Ragu apanya?" tanya Kris sambil membayar pesanan cincinya tadi lalu berjalan keluar dari toko itu sambil menggenggam erat tangan Zi Tao tanpa ada niat untuk melepaskannya.

"Kenapa kau sangat baik denganku? Dan sedari tadi kita di mobil kau selalu menggenggam tanganku"

"Memangnya salah?"

"Bukannya kau tidak suka?"

Kris berhenti dan lalu menatap Zi Tao lembut "Menjelang acara pertunangan kita, aku akan mulai baik denganmu. Dan tolong, kau juga jaga mulutmu okey?"

Zi Tao mengangguk mengerti "Aku mengerti, tapi apakah kau masih menyukai Chanyeol?"

"Tentu saja. Aku tidak akan berhenti mencintai dia"

"Benarkah? Lihat saja, aku akan membuatmu bertekuk lutut denganku"

Kris tertawa kecil "Berusahalah Huang. Aku mendukungmu"

"Aku akan berusaha"

.

.

.

TBC

Hay Kalian! Aah apa kabar readerku?! Ya Tuhan, udah lama ya aku ga update cerita di FFN. Jujur aku sibuk banget, dan juga sangat ga sempat buka laptop. Maaf *bow

Udah hampir satu tahun aku ga update Game On. Maaf untuk sekali lagi buat kalian menunggu FF aneh ini. Dan maaf juga kalau chapter ini pendek atau aneh karna jujur aku juga beberapa kali melihat ulang chapter chapter selanjutnya untuk membuat chapter ini—karna lupaxD.

Jadi, khusus chapter ini aku akan membuat sesi Q&A dimana pertanyaan pertanyaan readers yang dulu akan aku jawab di chapter ini.

Tolong dibaca ya, karna ada hal hal penting yang akan aku sampain disini

Q: Apa ini FF translate-an?

A: Maaf, tapi FFku ini sama sekali bukan FF translate an. FF ini aku buat sendiri dan sama sekali tidak mencontoh FF dari author lain. Jika ada kesamaan alur itu adalah kebetulan. Memang alur di cerita ini bisa dibilang 'mainstream' tapi disini aku buat ceritanya menjadi cerita yang rumit dan bercabang cabang. Memang repot untuk dibaca, tapi aku harap para reader tetap mau untuk membaca FF ini *bow

Q: Kenapa unofficial pair nya KrisYeol?

A: Nah ini yang akan aku coba jelaskan. Kenapa aku memilih KrisYeol? Kenapa aku ga memilih KrisBaek, KrisSoo atau Kris dengan uke lainnya. Kenapa? Jadi pernah aku ngeliat salah satu foto KrisYeol yang so sweet nya minta ampun dan aku gasuka dengan kedekatan Kris dengan Chanyeol jadi aku buatlah pair disini KrisYeol. Tapi bukan berarti aku ga suka Chanyeol ya

Q: Alurnya kecepatan

A: Benar, memang aku sengajain alurnya cepat. Dari chap 1 sampai 8 aku buat alurnya cepat, tapi pas chap 9 sampai seterusnya akan ada konflik konflik yang membingungkan juga adanya klimaks, jadi di chap 9 sampai seterusnya alurnya akan aku lamain

Q: Tanda Baca

A: Terima kasih banyak buat ElflaCherry yang udah ngasih tau aku tentang tanda baca yang aku pakai di FF ini. Seperti setelah tanda petik di pembicaraan tidak perlu ada spasi. Dear, di chapter ini sudah kurubah ya. Makasih sudah ngasih tau hal hal kecil yang seperti ini. Terima kasih banyak^^

So, itulah beberapa review an yang aku dapat di chapter chapter kemari—yang masih jadi pertanyaan di pikiran para reader. Jika ada pertanyaan lagi bisa ditanya kok dan akan aku jawab di chapter selanjutnya.

Review?