Neottaemunae (baecause you)
By :
Kim Elin
.
.
Cast :
Namjin
Kim Namjoon
Woo (Kim) Seok Jin
Woo Ji Ho (zico) 4 thn
.
.
Other Cast :
BAP member,BTS member, Kiddoh Top Dog.
.
.
Genre :
Romance,friendship,little hurt
.
Warning!
TYPO,OOC,bahasa berantakan,GS!(Gender Switch)
.
Summarry:
Woo Seok Jin seorang yeoja cantik sederhana yang bertemu dengan namja kecil yang manis bernama Jiho, anak yang ia temukan di depan pintu rumahnya. Jin yang iba pun merawat Jiho, namun tanpa ia ketahui Jiho membawa ia ke takdirnya. Bertemu dan menjalin kasih, dengan seorang Rapper agency terbesar bernama Kim Namjoon. Namun perjalanan mereka tidak akan berjalan dengan mulus. Banyak rintangan yang menunggu mereka.
.
.
.
Kim Elin Present.
.
.
..
.
.
..
.
.
..
.
..
(detail umur para cast, Jin 24 ke 25 thn. Namjoon 25 ke 26 thn. Hoseok 27 ke 28 thn. Yoongi 24. Jungkook 22. Jimin 24. Taehyung 24. Kidoh/hyosang 27. Himchan 40. Yongguk 43. Jiho/Zico 1 tahun.)
.\.
Ada yang nanya kenapa aku pilih Jiho alias Zico Block B sebagai bayinya, entah karena perasaan aku ato Cuma salah liat tuh anak alias Zico mirip banget ama Namjoon, sama kadang kadang dia itu keluhatan kayak perpaduan Jin dan Namjoon gemes deh lihatnya!.
.
.
.
.
.
.
.
.
Yoongi berjalan memasuki toko buku yang berada diemperan kota seoul itu, toko buku itu bisa dibilang toko buku yang cukup antik melihat buku bukunya yangkebanyakan buku buku tua. Yoongi menyukai buku buku semacam ini, ia berjalan melalui beberapanrak buku yang berada dibagian pojok mencari buku yang ia perlukan dan saat menemukan bukunya ia tidak bisa mengambilnya.
Yoongi berusaha keras mengambil buku itu namun tetap saja tidak bisa, sampai sebuah tangan terjulur dan mengambil buku itu.
"lain kali kau harus memakai higheels untuk mengambil buku ini agassi." Ucap seorang pria yang berada dibelakang yoongi yang ternyata ia itu pria yang mengambil bukunya.
"YAA! Apa maksudmu eoh!" Yoongi menjerit ia merampas kasar buku yang telah diambil namja itu.
"maksudku kau terlalu pendek adik kecil" balas namja itu
"yaa! Jangan memanggilku adik kecil aku ini seorang wanita karir! Aku ini pengacara negara!" yoongi menunjuk id card miliknya.
"hahaha adakah pengacara berdandan sepertimu? Yang aku tau pengacra selalu tampil elegant!" balas namja itu.
Yoongi terdiam, ia berfikiir, memang sih pengacara itu tampil elegant tidak seperti ia. Yoongi merutuk penampilanya yang saat itu memakai celana jins sobek sobek,tanktop hitam, kemeja merah dan sepatu kets sambil menggendong tas ransel ditambah rambut pendek sebahunya yang ia ikat dan ia tambahkan topi menambah kesan ketomboyannya.
Pria itu tertegun. Ia merasa telah bersalah mungkin ucapanya telah melukai hati wanita cantik ini..
"ma-maafkan aku.. a-aku tid- yaa! Agassii!"
Baru saja namja itu mau meminta maaf yoongi sudah melemparkan buku itu padanya dan berlari keluar toko. Tanpa pikir panjang namja itupun mengejar Yoongi.
Yoongi berlari sampai di persimpangan jalan. Ia berhenti dan menghapus airmatanya kasar. Yoongi tidak memperhatikan dimana tempatnya berhenti saat ini namun ia tahu betul bahwa ini jalanan.
"NOONAA! AWASS MENYINGKIR!" seru seorang anak kelas diseberang jalan.
"YAAA! CEPAT MENYINGKIR! BUS AKAN MENABRAKU AGASSI!" teriakan seorang yeoja di persimpangan jalan itu membuat Yoongi menoleh.
Benar saja, sebuah bus tingkat melaju ditengah ramainya hiruk pikuk seoul. Bis itu semakin mendekat! Yoongi ingin lari dari tempat itu namun kakinya lemas ia takut, apa yang harus ia perbuat sekarang? Saat bus itu sudah sangat dekat Tiba tiba sebuah tangan menariknya. Tangan itu menarik yoongi yang hampir saja tertabrak. Yoongi jatuh dalam pelukan namja itu.
"YAAA! Apa kau gila? Jangan berdiam diri ditengah jalan seperti itu lagi!" seru pria itu. Yoongi memeluk erat pria itu, kakinya lemas. Ia bahkan tidak bisa berdiri dengan baik ia gemetaran bahkan sampai menangis.
"hikss.. aku. takut.." pria itu tersadar yoongi memeluknya dan menangis erat. Para pengguna jalan melihat mereka dengan intens.
"tidak apa-apa kau selamat.. aku disini.." dan ria itu menepuk nepuk bahu yoongi untuk menenangkannya.
.
.
.
.
.
Jin menatap kotak merah yang ada ditangannya ia tersenyum, ia menatap kalung perak berbandul kristal berwarna biru yang berbentuk seperti airmata itu.
"untuk apa dia memberiku hal seperti ini.." Jin bergumam.
"aku harap kau menyukai hadiah dariku, ps : jangan lupa dipakai setiap hari" begitulah isi kartu berwarna pink itu. Lagi-lagi Jin tersenyum.
"yaa... akan kupakai.." ucap Jin kemudian menaruh kembali kalung itu didalam kotaknya.
Jin menoleh kearh Jam pukul 9 malam.. Jiho harus segera mendapatkan susunya dan tidur..
Jin melangkah kearah boks bayi berwarna baby blue milik Jiho. Ia tersenyum melihat bayi gembul itu yang tengah bermain dengan permainan yang diberikan Namjoon. Satu set kotak kotak kayu berbagai warna dan berbagai bentuk yang dapat di susun dan sepasang kaos bergambar iron man menjadi hadiah Namjoon.
"ayoo.. kesini Jiho sayang.. waktunya minum susu dan tidur.." ucap Jin. Wanita cantik itu menggendong Jiho dan membawanya ke dapur untuk mengambil susunya.
Seusai membuat susu untuk Jiho Jin segera menggendong anaknya dan meminumkan susu itu. Jin menepuk nepuk bokong bayi gembul itu dengan perlahan ia membawa bayi itu ke kamarnya.
Jiho sudah terlelap, Jin menyelimuti bayi itu dan mencium pipinya. Sesaat kemudian terdengar suara gaduh dari bawah, jin pun turun.
.
.
Di ruang tengah Himchan tengah mengomel, entah apa yang membuat wanita berkepala empat itu mengomel terus menerus.
"Ya! Nappeun yeoja! Kemana saja anak itu huh? Apa ia tidak ingat pulang lagi?" jejar Himchan
"ada apa eomma?" Jin datang dan segera mengelus bahu wanita dihadapanya itu.
"yeoja itu.. apa ia sudah tidak ingat pulang lagi? Ini sudah larut dan ia belum pulang juga! Yeoja brengsek.." balas Himchan
"eomma.. jangan begitu.. yang eomma katakan brengsek itu anak eomma juga.." ujar Jin
"tapi Jin,..
"sudah lah eomma... appa bawa eomma ke kamar saja.. appa dan eomma silahkan tidur biar aku yang menunggu Hoseok oppa dan Yoongi." Ujar Jin final
"baiklah sayang.. kalau ada sesuatu segera ketuk pintu kamar kami" ujar Yongguk kemudian membawa Himchan ke kamarnya.
.
Sudah 30 menit Jin menunggu kedatangan Hoseok dan Yoongi tapi tidak ada tanda tanda juga. Jin menghembuskan nafas berat..
"hhhh... kemana saja anak itu?"
Yang Jin khawatirkan bukanlah Hoseok tapi Yoongi. Anak itu memang terkenal bandel tapi tidak sampai seperti ini.. bahkan telfon dan smsnya pun tidak di jawab sama sekali membuat Jin semakin khawatir.
CKLEK..
Pint rumah itu pun terbuka menampilkan seorang namja tampan dengan jas yang sudah di buka. Jin segera bangkit.
"Jinnie? Kenapa belum tidur? Menungguku?" tanya Hoseok
"aniya oppa.. aku menunggu Yoongi.. anak itu belum pulang juga.." jawab Jin
"apa? Anak itu belum pulang? Sudah kau telfon?" tanya Hoseok
"sudah tapi tidak di jawab.. sms ku juga tidak dijawab.. oppa sudah makan? Apa perlu kusiapkan?" tanya Jin
"aish anak itu! Tidak usah oppa sudah makan, oppa ganti baju dulu.." ujar Hoseok sambil melangkah ke kamarnya.
10 menit kemudian Hoseok keluar dari kamarnya dengan menggunakan celana kain bermotif kotak kotak dan kaus oblong berwarna putih.
"apa dia sudah pulang?" tanya Hoseok. Jin menggeleng.
"dia pasti pulang.." Hoseok mengelus punggung Jin. Ia tahu kalau Jin pasti sedang Khawatir.
.
TING TONG! TING TONG!
Suara bel yang berbunyi membuat Jin dan Hoseok langsung bangkit. Hoseok berlari kearah pintu dan membukanya.
"yaa! Kau anak nakal!- HEH?! Siapa kau?!" Hoseok terkejut yang ia dapati bukan Cuma dongsaengnya tapi juga seorang pria yang tengah menggendong adiknya.
"oppa ada apa?!" jin yang mendengar Hoseok yang setengah menjerit itu segera berlari kearah pintu.
"lihat ini Jin anak ini sudah berani pulang dengan seorang pria." Seru Hoseok.
"a-aniyo ahjussi bukan seperti itu.." pria itu mencoba mengelak.
"astaga Yoongi! Oppa.. biarkan dia masuk dulu!" ujar Jin sambil membuka pintu dan menarik namja itu masuk.
"bawa dia ke kamarnya oppa.. aku yang akan bicara dengan namja ini.." ujar Jin dan Hoseok pun membawa Yoongi ke kamarnya.
.
"jadi kenapa Yoongi bisa pulang bersamamu? Park-Ji-Min" Jin mengeja satu persatu nama namja yang ada dihadapannya ini.
"Jin noona?" naja bernama Jimin itu terkejut.
"jadi? Bagaimana?" tanya Jin. Jimin pun menceritakan semuanya, dimulai dari dia yang bertemu Yoongi di toko buku hingga berakhir dengan Jimin yang tertidur di mobilnya membuat ia harus membongkar tas milik Yoongi demi mendapatkan alamatnya.
.
"yaa! Nappeun! Yeoja nakal! Kenapa dia bisa pulang bersama seorang pria sih! Apa yang sudah ia perbuat diluar sana sampai ia harus pulang bersama seorang pria!" jejar Hoseok saat ia kembali ke ruang tengah.
"tenanglah oppaa.. Yoongi tidak seperti apa yang oppa pikirkan.." ujar Jin
"tapi Jinnie.. kalau appa dan eomma melihat ia yang pulang bersama seorang pria aku jamin eomma pasti langsung serangan jantung.." balas Hoseok.
"oppa kejadianya tidak seperti itu.. namja ini menolong Yoongi karena ia hampir saja di tabrak Bus! Saat namja ini ingin mengantar Yoongi pulang Yoongi tertidur, jadi namja ini mencari alamat Jimin melalui kartu penduduknya.. lagipula dia ini adik kelas ku saat aku masih dijepang dulu.. namanya Jimin. Dia orang baik oppa." Jelas Jin panjang lebar.
"a-apa? Jadi kau kenal anak ini?" tanya Hoseok.
"iya oppa jadi kalau ada sesuatu yang terjadi dengan Yoongi aku akan langsung memenggal kepala Jimin." Ujar Jin.
"ma-maaf Jin noona.. aku harus segera pulang.. em.. Hyung aku harus pulang juga.." ujar Jimin menengahi Jin dan Hoseok.
"baiklah.. pulanglah!" balas Hoseok.
"hati hati di jalan.." ujar Jin sambil mengantar Jimin sampai didepan pintu.
"ne noona.."
.
.
.
.
CLING..
Bell cafe itu berdering menandakan ada pelanggan baru.
Wanita cantik itu melepas kacamata hitam yang ia kenakan, mencari keberadaan namja yang ia cari.. dan walla, seorang namja melambaikan tangannya.
Wanita itu berjalan kearah meja dengan nomer 9 itu.
"annyeong Jimin-ah.. sudah lama?" tanya wanita itu ke namja yang ia panggil Jimin tadi.
"aniyeo noona.. baru sejam" ujar Jimin
"maaf.. sejam menurutku sudah lama.. aku harus menangani pasien tadi.." balas sang wanita.
"gwaenchana jin noona, jadi kau seorang dokter sekarang?" tanya Jimin ke wanita bernama Jin itu.
"tentu.. aku dokter baru.." balas Jin sambil memasukkan tanganya ke saku jas miliknya.
"chukkae.. oh iya jadi ada apa noona memanggilku kesini? Merindukanku?" tanya Jimin.
"yaa! Siapa yang merindukan anak nakal sepertimu? Yoongi ingin bertemu denganmu.. ia harus mengembalikan hondiemu." Jawab jin
"ooh.. Yoongi.. dia anakmu noona?" tanya Jimin
"aniyeoo.. dia adikku.." jawab Jin.
"aku kira dia anakmu noona.. dan kau pasti sudah menikah? Suamimu tampan sekali.." ujar Jimin membuat Jin menganga.
"su-suamiku? Siapa?" tanya Jin.
"aish! Apa noona lupa dengan suami noona sendiri? Itu! Pria yang seminggu lalu membukakan pintu untukku.." jejar Jimin
"maksudmu Hoseok?" tanya Jin
"ohh.. jadi namanya Hoseok? Kau jahat sekali noona tidak mengundangku saat kau mau menikah.." ujar Jimin.
"dia kakakku..." ujar Jin. "ah! Itu dia.. yoongi baru saja turun dari bis. Aku pergi dulu!" ujar Jin kemudian bangkit.
Sebelum ia pergi Jin mengubah penampilanya dulu, ia tidak ingin ketahuan oleh adiknya itu. Jin memakai kacamata hitamnya dan memoleskan lipstick hot red dibibirnya.
"haruskah kau melakukan itu noona?" jimin bertanya pada diri sendiri.
.
Seorang wanita cantik bersurai cokelat itu memasuki cafe, mata sipitnya segera mencari meja dimana tempat orang yang ia cari duduki. Dan walla, ia menemukan meja dengan nomer 9.
Yoongi melangkah kearah meja yang ada dipojok cafe itu.
"Hello." Sapa Yoongi.
"oh. Sudah datang?" balas Jimin.
"aku fikir salah orang ternyata benar.. kau idiot" balas Yoongi sambil meletakkan jasnya di kepala kursi.
"terimakasih atas ejekannya sayang.." balas Jimin
"sekali lagi kau ucapkan kata itu kau tidak akan keluar cafe ini dengan selamat." Ujar Yoongi sambil menatap Jimin intens.
"jadi ada apa? Jin noona bilang kau ingin bertemu denganku" tanya Jimin to the point
"aku mau mengembaikan ini. Ya... jujur saja aku berterimakasih.. sudah mengantarku pulang waktu itu." Ucap Yoongi sambil memberikan tas berisi Hondie milik Jimin.
"sama sama.. jadi? Apa kau dimarahi?" tanya Jimin.
"tidak juga.. kau tau.. kakaku itu bawelnya minta ampun dia hanya mengomeliku kenapa bisa ceroboh sampai hampir tertabrak dan pulang bersama seorang pria" terang Yoongi
"itu tandanya dia menyayangimu.. oh ya mau pesan sesuatu?" tanya Jimin.
"ah iya memikirkan kasus ini membuatku pusing dan lapar." Ujar Yoongi. Jimin tersenyum iapun memanggil pelayan dan membiarkan Yoongi memesan.
"jadi kau sudah punya kasus yang akan ditangani?" tanya Jimin saat pelayanya telah pergi.
"ya.." balas Yoongi
"kasus seperti apa?" tanya Jimin
"kau tahu pembunuhan sekaligus pemerkosaan yang terjadi di daerah Gangnam?" tanya Yoongi
"yaa.. aku tahu.. kasus itu terjadi diantara 3 pria dan satu wanita kan? Sang wanita hendak dirampok dan diperkosa. Namun karena dia melakukan perlawanan dia membunuh 1 diantara kawanan pria itu kan?" jawab Jimin.
"ya! Kau benar! Keluarga korban wanita meminta perlindungan pada negara dan memakaiku sebagai pengacara mereka sedangkan tersangka juga meminta perlindungan. Dan kau tahu sidang pertamanya sudah berlangsung seminggu kemarin.. dan besok adalah sidang kedua vitisi hukumnya." Jejar Yoongi.
"jinjja? Lalu pembelaan seperti apa yang akan kau lakukan?" tanya Jimin sambil tersenyum. Yoongi mengangkat garpunya dan berujar
"aku membela atas undang undang pertahanan diri,pemerkosaan dan perlindungan terhadap wanita. Aku yakin para tersangka akan dijebloskan ke sel penjara." Jawab Yoongi
"Jinjja? Kau yakin? Lalu kau menuntut mereka berapa tahun?" Jimin berujar sambil meminum lemon tea miliknya.
"pemerkosaan, perampokan dan percobaan pembunuhan. 35 tahun mungkin cukup untuk mereka. Dan denda 300 juta won." Jawab Yoongi sambil menghabiskan minumanya,. Jimin lagi lagi tersenyum.
"kalau begitu kau cukup hebat Yoongi.." ujar Jimin.
'tunggu sebentar kau seperti mengerti tentang apa yang aku bicarakan?" yoongi merasa bingung
"tentu karena aku juga maasiswa hukum sepertimu.. mana ponselmu?" tanya Jimin sambil mencari ponsel Yoongi.
"i-ini" yoongi melongo, ia tidak percaya bocah konyol dihadapanya ini adalah siswa hukum juga sepertinya. Dan tanpa sadar dia menyerahkan hpnya pada jimin.
Jimin menekan sederetan angka di ponsel Yoongi dan menelfonya. Tidak lama kemudian ponselnya yang berada di atas meja bergetar.
"yakk! Apa yang kau lakukan?" jejar Yoonggi saat melihat ponselnya sudah ada di tangan Jimin.
"menyimpan nomermu dan nomerku." Ujar Jimin sambil terus focus pada ponsel yoongi
"tidak sopan!" Yoongi berusaha menggapai ponselnya yang berada ditangan Jimin.
"ternyata kau suka warna putih dan angka 3 yah? Skin hp gantungan ponselmu angka 3 tapi theme ponselmu cuttie pie." Jimin masih membongkar isi ponsel Yoongi
"jimin! Kembalikan..!" seru Yoongi.
"aku akan mengembalikannya, asalkan kau berucap dengan manis! Setidaknya aku lebih tua darimu.." ujar Jimin. Yoongi merona ia tidak mau meminta barang itu dari Jimin.
"bagaimana?" tanya Jimin lagi.
"o-oppa.. Banhwanie Juseyo~ (kakak tolong kembalikan)" Yoongi berujar dengan menengadahkan tanganya meminta, wajahnya yang memerah membuat ia terlihat sangat manis dimata Jimin.
"aigooo Kiyeowo..chaa! ini.. lain kali bersikap manis seperti ini lagi Yoongi-ya." Ujar Jimin sambil mengelus rambut Yoongi dan mengembalikan ponsel miliknya. Yoongi hanya bisa menunduk.
"aku harus pergi.. daahh.. dan mungkin kita akan sering bertemu Yoongi-ya!" ujar Jimin kemudian melangkah pergi menuju kasir dan pergi keluar cafe. Yoongi hanya bisa mengutuk dirinya.
"sialan.. disini berdebar!" ujar Yoongi sambil memegangi dada kirinya.
.
.
.
.
.
Jin melangkahkan kakinya memasuki ruangan pribadi miliknya. Kaca mata hitamnya sedari tadi ia lepas, jin memeriksa berbagai macam dokumen yang ada diatas mejanya.
"Woo uisanim, sudah waktunya anda memeriksa pasien dikamar 301" seorang perawat berujar kepada Jin, langsung saja ia bangkit meraih stetoskop miliknya dan pergi ke kamar yang dimaksud.
.
.
"Hyuna-ssi, tenang saja bayimu tidak apa apa, kau mesti istirahat disini selama beberapa hari lagi, detak jantung bayimu normal, pergerakan-nya juga normal mungkin sekitar 5 hari lagi kepala sang bayi akan tepat menghadap kearah jalur lahir dan kita bisa mulai menghitung periodik kelahiran bayi anda.." Jin berujar sambil tersenyum.
"Hyunseung-ssi, tolong jaga kesehatan istri dan juga anakmu agar mereka bisa selamat dan tetap sehat saat persalinannya nanti, jangan lupa kontrol makanan dan minuman yang akan dikonsumsi sang ibu. Oh iya! Sang ibu tidak boleh jenuh.. jadi akan sangat baik jika membawa Hyuna-ssi ke taman rumah sakit dan taman bermain anak agar fikiranya tetap fresh!" lanjut Jin sambil membereskan segala macam peralatan yang ia pakai.
"baikla.. terima kasih Woo Uisa"
"sama sama.." Jin tersenyum kemudian melangkah pergi keluar ruangan itu.
.
Ya.. Jin memang telah menjadi dokter, dia adalah dokter spesialis kandungan. Dia terkenal dengan keramahannya dalam menangani pasien membuat banyak dokter senior iri padanya.
"suster Byun setelah ini apa lagi jadwal saya?" tanya Jin kepada sang Suster yang mengontrol seluruh jadwalnya.
"anda hanya perlu mengontrol kondisi bayi dari keluarga Kim Joonmyeon uisanim" ujar sang suster.
"aahh.. JoonYi? Baiklah aku akan segera mengurusnya.." ujar Jin kemudian berbelok kearah ruang inap.
.
Di ruang inap bernomer 225 Jin menunaikan tugasnya mengontrol bayi.
Jin memperbaiki kondisi selimut yang membalut tubuh bayi perempuan itu. Kemudian menggendongnya dengan telaten.
"bagaimana keadaanya Uisa?" tanya sang ayah yang bernama Joonmyeon itu
"tali pusarnya sudah lepas, dia juga sudah di imunisasi yang pertama, JoonYi sudah boleh pulang sekarang.." jawab Jin sambil mengecup pipi gembil bayi itu dan memberikannya kepada sang ibu.
"syukurlah.." sang ibu bernama Yixing itu tersenyum.
"dan anda Yixing-ssi.. sudah kukatakan jangan bekerja yang berat berat sebelum operasimu kering total! Kalau kau memasuki rumah sakit ini lagi dengan alasan operasimu yang terbuka, aku tidak akan menerimamu sebagai pasien." Jejar Jin.
"baiklah Woo uisa.. aku tidak akan bekerja yang berat dulu" jawab Yixing.
"anak pintar! Joonmyeon-ssi ini resep untuk Yixing-ssi kuberikan dengan bentuk sirup dan suntik agar lebih mudah mengonsumsinya. Dan pastikan Yixing-ssi memeinum obatnya" ujar Jin
"baik uisa.."
"aku permisi dulu.."
.
.
Jin melangkahkan kakinya kearah ruangan miliknya, tugasnya sudah selesai untuk hari ini.. ia ingin segera pergi dari dari rumah sakit dan menjemput anaknya.
Jin mengemas barang barangnya namun tiba tiba ponselya bergetar menandakan ada telefon masuk.
"halo?"
"halo Jin-ah? Ini aku.."
"ah namjoon? Ada apa?" tanya Jin
"kau ada dimana?" bukanya menjawab Namjoon malah balik bertanya.
"aku ada di rumah sakit.." jawab Jin
"APA?! Sedang apa kau disana? Apa jiho sakit?" dan kita melupakan fakta bahwa Namjoon belum mengetahui kalau Jin adalah seorang dokter.
"hahaha, aku seorang dokter Namjoon patutlah aku berada disini.." Jin tertawa ia dapat mendengar jelas helaan napas Namjoon diseberang sana.
"Kau berhutang penjelasan Jin, oh-ya? Berniat makan malam bersama?" tanya Namjoon.
"boleh.. tentu saja, tapi kita harus menjemput Jiho dulu.." jawab Jin.
"baiklah akan kujemut.. dirumah sakit mana?" tanya Namjoon.
"ISH"
"baiklah.. sampai Jumpa.. dan sambungan telefon itupun terputus.
.
Jin melangkahkan kakinya keluar rumah sakit, ia masih mempertahankan dandanannya sejak ia keluar dari cafe. Rambut whine red nya yang ia curly dan ia biarkan tergerai, wajah putih mulus dengan polesan makeup natural, bibir kissable yang dilapisi dengan lipstick berwarna Hot red, tubuh indah dengan balutan jas dokter, kemeja berwarna pink dan rok berwarna hitam serta dengan sepatu ber hak 7 cm berwarna hitam menambah nilai plus untuk Jin.
"uh? Woo uisanim, annyeong hasseyo" sapa seorang pria dengan jas dokter miliknya, bisa ditebak bahwa pria ini adalah dokter seprofesi Jin
"ah.. ne annyeonghasseyo Jung uisanim.." balas Jin sambil tersenyum.
" mau kemana Woo uisaim? Jam anda sudah selesai?" tanya dokter Jung
"sudah uisanim.. saya hanya mau menjemput anak saya dan pergi makan malam.." jawab Jin
"begitu? Mau saya antar?" tanya dokter Jung.
"aniyeo, saya sedang menunggu seseorang terima kasih atas tawaranya Jung uisanim.. " ujar Jin
"ah sama sama, ah iya Jin uisanim, anda terlihat berbeda hari ini.. " ujar dokter Jung
"terlihat berbeda bagaimana?" tanya Jin
"anda terlihat jauh lebih cantik.. " ujar Dokter Jung membuat jin tersenyum.
"terimakasih atas pujiannya Jung uisanim" ujar jin.
"Jin?" suara itu menginterupsi. Jin menoleh dan melihat Namjoon.
"ah.. Namjoon! Dokter Jung saya pamit dulu.. semoga harimu menyenangkan!" seru Jin kemudian pergi bersama Namjoon.
.
"aku hampir tidak mengenalimu tadi.." ujar Namjoon.
"apa benar? Perasaan aku biasa saja.." balas Jin
"dandananmu.. kau seperti artis saja.." ujar Namjoon lagi
"dandananku?" jin kaget ia mengobrak abrik isi tasnya dan mengambil kaca yang ada di dalamnya, ia berkaca kemudian tertawa..
"hahaha, jadi ini yang membuat pasien dan rekan kerjaku memujiku cantik?" ujar Jin sambil menghapus lipsticknya.
"apa? Mereka memujimu? Jangan jangan dokter yang tadi juga?" tanya Namjoon
"oh dokter Jung? Tentu saja.. bahkan dia menawariku untuk pulang bersama, tapi aku langsung saja beritahu kalau aku sedang menunggumu.." ujar Jin sambil tersenyum. Namjoon yang sebelumnya merasa panas karena cemburu mungkin, langsung merasa senang. Jin menunggunya..
"kita sampai.. kajja, aku sudah tidak sabar bertemu dengan Jiho"ujar Namjoon sambil turun dari mobilnya.
Mereka pun memasuki tempat penitipan anak tempat Jin bekerja dulu..
"annyeong!" seru Jin. Sujeong sang pegawai langsung menoleh.
"eonni.. silahkan masuk.." ujar Sujeong. Jin pun melangkah masuk.
Kaki kaki Jenjangnya ia langkahkan ke sebuah kelas dimana sang anak berada.
"Jiho sayang.. ini eommaa.." ujar Jin saat melihat anaknya bermain dengan bayi lain. Jiho langsung menengadahkan tangannya saat melihat sang ibu sudah datang menjemputnya.
"mmaahh... ummahh!" serunya sambil berdiri. Jin menggendongnya.
"dan lihat, siapa yang datang?" Jin menggeser tubuhnya agar sang anak bisa melihat Namjoon. Jiho tersenyum kemudian berseru.
"appaahh!" seru Jiho. Namjoon mengambil alih Jiho dari pelukan Jin
"aigoo aigoo.. sudah berapa lama kita tidak bertemu humm? Jiho makin tampan nee?" ujar Namjoon membuat Jiho tersenyum.
Namjoon mlihat Jin yang tengah mendekati Sujeong yang tengah memeluk seorang anak lelaki berambut cokelat bermata sipit yang tengah memegangi perut.
"aigoo.. Sujeong-ah? Apa yang terjadi?" tanya Jin
"entahlah eonni.. Chanyoung mungkin salah makan, perutnya sakit.." ujar Sujeong.
"biar ku periksa.." ujar Jin sambil mengeluarkan stetoskopnya dari dalam tas dan memakainya.
"Chanyoung-ie buka bajumu.." ujar Jin. Chanyoung pun membuka bajunya. Jin mulai bekerja ia menekan stetoskop-nya pada daerah perut dan dada Chanyoung. Kemudian mengambil senter dan memeriksa matanya. Ia pun mengambil stick dan menempelkanya pada lidah Chanyoung. Jin tersenyum mengetahui hasil periksanya.
"dia salah makan.. yang aku lihat mungkin susu yang ia minum tadi berasal dari susu sapi.. anak ini alergi dengan susu sapi Sujeong-ah.." ujar Jin
"lalu apa yang harus aku lakukan? Chanyoung masih kesakitan eonni.." ujar Sujeong panik.
Jin mengeluarkan beberapa pembungkus permen jelly yang selalu ia bawa dan membukanya lalu menumpahkan isinya diatas piring, ia memanggil beberapa anak lain agar ikut menemani Chanyoung memakan permenya. Kemudian Jin mengeluarkan sbuah suntikan baru dan anti biotik serta pereda sakit.
"lihat Jin noona memegang 2 botol warna warni!" seru seorang anak laki laki bernama Insoo.
"wah botolnya cantik!" seru anak yang lain. Jin mengagkat suntikanya dan mencampur kedua obat tersebut dalam suntikan mebuatnya menjadi warna hijau.
"Chanyoung-ah apa kau suka permennya? Tanya Jin sambil mengoleskan kapas berlakohol pada lengan kiri Chanyoung.
"suka! Permennya sangat manis.. Baekyoung juga suka!" ujar Chanyoung. Jin tersenyum kemudian mulai menyunikkan cairan itu.
"apa Chanyoung senang?"
"tentu... "
"chaa.. sudah nuna suntik.. Chanyoung baik baik saja.." ujar Jin.
"benarkah? Oppa apa sakit?" tanya Baekyoung.
"aniyaaa.. tidak terasa apapun.." jawab Chanyoung. Jin membereskan peralatanya kemudian bangkit.
"kalau begitu aku pergi dulu.. Sujeong-ah, jaga anak anak.." ujar Jin
.
.
"aku tidak tahu kalau kau sehebat itu dokter Jin." Puji Namjoon
" aishh.. kau ini... kan sudah tugasku sebagai dokter.." ujar Jin sambil memperhatikan Jiho yang sedang memakan permen jelly.
"Yaa! Jiho sudah boleh makan?" jejar Namjoon, ia terkejut melihat Jiho yang tengah mengunyah permen jelly yang Jin berikan.
"tentu saja.. ia sudah berusia satu tahun.."jelas Jin.
"jadi dia bisa ikut makan dengan kita?" tanya Namjoon.
"tentu... kita mau makan dimana?" tanya Jin.
"kau mau makan dimana? Kemanapun itu kalau bersamamu aku mau.." ujar Namjoon membuat Jin merona.
"restoran italia saja.. Jiho sudah bisa makan makaroni.." ujar Jin
"as your Wish my Princess" ujar Namjoon kembali membuat Jin merona.
.
.
.
"Jeon Jungkook! Sudah kubilang jangan pernah cari masalah dengan Jung Hyosung! Lihat?! Lihat berita ini! Karena kau menamparnya kau jadi kena sorotan media yang menghubung hubungkan kau dengan berita negative!" sang CEO membentak Jungkook dengan suara tingginya.
"maafkan saya.." ujar Jungkook sambil menunduk.
"maaf kau bilang?! Apa dengan maaf kau dapat memperbaiki semua masalah ini?!" bentakan sang CEO membuat Jungkook bungkam.
.
Jungkook memang tengah dalam masalah, insiden penamparan yang ia lakukan terhadap Jung HyoSung itu membuat kabar tak sedap menguar dari para media.
Sang manager menyalakan tv, niat memberi tahu Jungkook apa yang sudah dilakukan olehnya. Sebuah tayangan gosip mengawali semuanya.
"aktris pendatang baru Jeon Jungkook dikabarkan telah melakukan tindak kekerasan terhadap penyanyi muda Jung Hyosung! Diketahui Jungkook telah melakukan tindak kekerasan berupa penamparan di sebuah lorong stage tempat mereka tampil. Kejadian ini terekam jelas oleh CCTV tidak diketahui dengan jelas apa maksud dan tujuan Jungkook menampar Hyosung namun kita disini berada bersama Jung Hyosung yang akan menjelaskan semuanya." Ujar sang Host.
Kamera kini beralih kearah penyanyi muda itu berada, penyanyi itu tampil dengan sebuah plester yng menutupi lebam biru yang tentu saja hanya rekayasa makeup.
"Hyosung-ssi bisa anda jelaskan apa yang terjadi antara anda dan Jungkook-ssi?" tanya sang Host. Hyosung tersenyum.
"Cih! Kita lihat apa jawaban yang akan dia utarakan.." ujar sang Manager.
"Jungkook-ssi telah merebut kekasihku, saat di stage aku mengajaknya bicara baik baik, namun ia hanya menganggapku anjing yang menggonggong! Namun saat aku kembali mengajaknya bicara ia tiba tiba menamparku. Dan itu sangat keras, bahkan bekasnya sampai membiru." Ujar Hyosung.
"Merebut pacarnya? YANG BENAR SAJA! Siapa yang mau dengan alien itu? Dan mana ada hanya dengan tamparan bisa membuat pipinya membiru? Kebohongan yang sangat besar! " jejar Jungkook sambil menunjuk layar TV.
"lalu apa yang akan kau lakukan Hyosung-ssi?" tanya sang Host.
"aku akan menuntutnya atas tuduhan tindak perlakuan kekerasan!" ujar Hyosung dan –PIK- layar TV pun mati.
.
"kau lihat Jungkook! Kau akan dituntut! Ah! Aku akan rugi seberapa besar kali ini?! Aku bisa gila!" seru sang CEO.
"tidak perlu risau sajangnim." Ujar Jungkook. "kalau dia menuntutku, kupastikan dia pun akan aku tuntut balik, bahkan sampai antek anteknya sekalipun!" lanjutnya membuat sang CEO tersenyum cerah
"benar juga.. kenapa tidak terfikirkan dari tadi? Semua yang ia bicarakan itu kebohongan kan Jungkook sayang?" sang CEO melembut, Jungkook tersenyum simpul.
"tentu saja.." balas Jungkook
"kookie! Banyak fans Hyosung yang menghinamu! Mereka mengatakan kau wanita murahan, dan Fans mu sedang berperang melawan fans Hyosung! Mereka membelamu habis habisan! Sebaiknya kau segera membuka akun social mu dan tuliskan sesuatu!" ujar sang manager
"baiklah.. kita lihat siapa yang akan menang Hyosung?" Jungkoom tersenyum sinis, " Sajangnim~ tenang saja.. kau bahkan akan mendapatkan banyak uang setelah ini! Ini hanya masalah mudah.." ujarnya kemudian mengambil ponsel pintarnya.
"laksanakan pers besok malam! Sewa gedung yang paling mahal untuk bintangku yang satu ini! Dan hubungi Kim Taehyun! Pacar Hyosung itu. Ohya jangan lupa carikan pengacara nomer satu di Seoul!" seru sang CEO kepada antek anteknya.
"aku pergi sebentar! Oh ya.. untuk soal pengacara biar aku yang urus. Aku akan kembali lagi..." ujar Jungkook sambil melangkah pergi.
.
.
.
.
Namjoon, Jin dan Jiho tengah menikmati makan malamnya. Mereka makan dengan hikmat namun suasana berubah ketika seorang wantita dari meja seblah berujar.
"kau tau! Jungkook? Artis pendatang baru itu terlibat tidak kekerasan!"
Ucapan itu membuat Jin dan Namjoon menghentikan aktifitas makannya.
"benarkah? Dia kan anak manis. Kenapa bisa seperti itu?"
Namjoon mulai membuka ponsel pintarnya.
"dia telah merebut pacar Jung Hyosung! Kim Taehyung itu loh.."
"ahh jinjja? Murahan sekali.."
Mata Jin membelalak, ia tak percaya ia membongkar tasnya dan mencari sebuah benda berbentuk persegi dengan warna pink. Ya ponselnya. Namun Namjoon terlebih dahulu memberikan ponselnya .
Jin membaca sederetan kalimat dalam artikel itu, matanya membulat sempurna melihat komentar komentar panas yang dilayagkan para fans. Ingin sekali ia berteriak bahwa Jungkook sahabatnya tidak seperti itu namun ia tidak bisa.
"pihak Jungkook belum membuka suara sama sekali, aku yakin ia tidak seperti itu." Ujar Namjoon. Jin sudah memberi tahu Namjoon bahwa ia bersahabat baik dengan artis satu itu.
"aku tahu.. tapi tetap saja aku khawatir.. bagaimana kalau dia..
"tenanglah Jin, aku tahu dia tidak akan apa apa.." ujar Namjoon. Mereka pun kembali melanjutkan makannya.
.
.
.
.
,.
.
.
.
.
Jungkook berjalan keluar dari kantor agency miliknya namun begitu ia keluar ia langsung saja ditarik oleh pria asing yang memasukan tubuhnya kedalam mobil.
Jungkook panik ia tidak tau apa yang akan dilakukan pria ini ia berteriak sambil menggedor gedor pintu mobil. Pria itu tidak peduli, ia malah melajukan mobilnya membawa Jungkoo pergi ke suatu daerah yang sepi.
"YAAKK! KAU SIAPAA!" jejar jungkook
.
-CKIITT-
.
Dan mobil itu pun berhenti. Pria itu membuka topinya, menampakkan rambut berwarna oranye terang dan membuka kacamata dan maskernya menampakkan wajahnya yang tampan.
"ini aku!" balas namja bersuara berat itu.
"Kim Taehyung?" ujar Jungkook
"ya!"
"YAA! Namja gila! Kenapa kau menculikku huh? Kalau kau mau bertemu denganku hubungi saja agencyku! Jangan menculikku seperti ini!" jejar Jungkook
"aku baru saja ingin menemuimu tapi kau sudah keluar tadi jadi langsung kutarik saja.. aku butuh bantuanmu!" ujar Taehyung membuat Jungkook melongo.
"bantuanku? Hey apa kau tidak lihat berita? Aku diseret kasus yang murahan karena kau tau!" jejar Jungkook
"Hyosung! Dia itu wanita gila! Kau tau! Dia ingin menghancurkan karirmu karena kau dia menjadi kekuarangan job. Kalian saingan tinggi! Kau tahu.. bahkan aku juga dijadikan bahan kegilaannya. Kalau bukan karena rahasia aku yang hampir menyetubuhinya akan terbongkar aku tidak akan mau pacaran dengannya. Jadi Jungkook! Aku butuh bantuanmu!" jejar Taehyung membuat Jungkook melongo.
Jadi itu alasan Kim Taehyung berpacaran dengan Jung Hyosung? Dan apa apaan itu? Taehyung mengatai Hyosung dengan ebutan 'wanita gila'. Kabar apa yang telah dia lewatkan?
"baiklah.. dengan bantuan mu aku bisa menang.. aku juga akan menuntut wanita itu!" ujar Jungkook. Ia membuka ponselnya dan menyetel aplikasi kamera.
"apa yang akan kau lakukan? Disaat saat seperti ini kenapa kau malah berfoto?" tanya Taehyun saat melihat Jungkook menata rambut caramelnya.
"ini langkah awal.. kita serang Hyosung dan fansnya juga.. walaupun mereka akan mencaci makiku di media. Sekarang lebih baik kita berfoto semesra mungkin" ujar Jungkook sambil mendekatkan diri ke Taehyung.
Taehyung yang sudah mengerti pun merangkul Jungkook dan menempelkan pipinya ke pipi Yeoja bergigi kelinci itu dan. KLIK! Satu foto pun jadi.
Jungkook cepat cepat membuka akun SNS miliknya dan mengepost foto itu dengan caption.
"dan pada akhirnya yang tidak bersalah akan menang. Jangan kau fikir dengan mulut embermu kau akan menang. Aku hidup dengan baik sebelum kau menghancurkan semuanya. Taehyung bahkan mendukungku.. hai para fansku! Jangan pernah lelah untuk terus mendukungku! Aku sangat mencintai kalian. Tunggulah dan kalian akan melihat yang sebenarnya!"
.
.
"kita ke kantor agency! Kita susun rencananya.."
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Maafkan saya! Kali ini 4000 word.
./.
Ada yang nanya umur elin berapa? Elin seumuran ama Hanbin..
./.
Ada yang nanya elin kewarga negaraan apa? Elin kewarganegaraan Korea selatan. Elin baru dapat kartunya 2 tahun yang lalu..
./.
Ada yang nanya nama lengkap elin siapa? Dan agamanya apa? Nama lengkap elin? Kim Hye Jeong. Agama? Kristen Protestan. Selama di indo Elin pake nama Elin.
./.
Ada yang nanya, kapan VKOOK nya muncul? Secepatnya!
./.
Kalo masih banyak yang mau ditanyain silahkan... maaf ya pertanyaannya yang lewat PM elin bahas disini, soalnya elin ga ada waktu ngebalas satu satu.. maaffffffffffffffffffff...
.
Untuk chapther ini suka nggak? Elin udah masukin MinYoon ama Vkooknya tuh... maafya kalo ngebosanin.. ngehehe... chapter selanjutnya? Secepatnya!
.
.
JNGAN LUPA KLIK KOTAK DIBAWAH INI.. JUSEYOO~
