Neottaemunae (baecause you)
By :
Kim Elin
.
.
Cast :
Namjin
Kim Namjoon
Woo (Kim) Seok Jin
Woo Ji Ho (zico)
.
.
Other Cast :
BAP member,BTS member, Kiddoh Top Dog.
.
.
Genre :
Romance,friendship,little hurt
.
Warning!
TYPO,OOC,bahasa berantakan,GS!(Gender Switch)
.
Summarry:
Woo Seok Jin seorang yeoja cantik sederhana yang bertemu dengan namja kecil yang manis bernama Jiho, anak yang ia temukan di depan pintu rumahnya. Jin yang iba pun merawat Jiho, namun tanpa ia ketahui Jiho membawa ia ke takdirnya. Bertemu dan menjalin kasih, dengan seorang Rapper agency terbesar bernama Kim Namjoon. Namun perjalanan mereka tidak akan berjalan dengan mulus. Banyak rintangan yang menunggu mereka.
.
.
.
Kim Elin Present.
.
.
..
.
.
..
.
.
..
.
..
(detail umur para cast, Jin 24 ke 25 thn. Namjoon 25 ke 26 thn. Hoseok 27 ke 28 thn. Yoongi 24. Jungkook 22. Jimin 24. Taehyung 24. Kidoh/hyosang 27. Himchan 40. Yongguk 43. Jiho/Zico 1 tahun.)
.\.
Ada yang nanya kenapa aku pilih Jiho alias Zico Block B sebagai bayinya, entah karena perasaan aku ato Cuma salah liat tuh anak alias Zico mirip banget ama Namjoon, sama kadang kadang dia itu keluhatan kayak perpaduan Jin dan Namjoon gemes deh lihatnya!.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jungkook dan Taehyung kini tengah duduk di meja berbentuk persegi panjang di agency Jungkook sebut saja itu ruang rapat karena memang digunakan untuk rapat. Ruangan itu hanya ada Taehyung, Jungkook, CEO Bighit entertaiment, Manager Jungkook dan beberapa kru agency.
"jadi? Apa rencanamu Jungkook?" tanya sang CEO
" tunggu sebentar! Lihat ini.." Jungkook menyambungkan ponselnya dengan kabel LCD.
Layar putih yang ada di hadapan mereka pun menampilkan akun SNS Jungkook yang tengah menampilkan foto mesranya bersma Taehyung.
"Jungkook?! Apa maksudnya ini?" sang manager mulai bingung.
"ini langkah pertama kita, dan lihat ini.." ujar Jungkook kemudian mengklik inbox yang berisi komentar para fans.
.
"lihat! Kini dia berani mempost fotonya bersama Taehyung oppa! Aish jinjja wanita ini benar benar murahan! Aku ragu apa ia masih cukup perawan atau tidak"
"tutup mulutmu jalang! Kalau kau hanya mau menyampah di akun SNS Jungkook kami lebih baik kau pergi. Bahkan Taehyung oppa nampak lebih cocok bersama dengan Jungkook daripada dengan NENEK SIHIR itu!"
"yaa.. dan lihat disini siapa yang beruntung! Dia pikir dengan menyebarkan kabar murahan itu Jungkook kami akan jatuh! Hahaha HYOSUNG JALANG!"
"perempuan tidak tau guna! Bisanya hanya merusak hubungan orang saja!"
"dan IDOLAMU bisanya MENGHANCURKAN KARIR ORANG hahahah!"
"Jungkookie~ jangan patah semangat kami tahu kau tidak bersalah! Kami tahu kau yang benar.. nenek sihir itu hanya sirik padamu!"
"kami mencintaimu Jungkookie~"
"semangat!"
"cih"
"kalian tahu! Jungkook akan mengadakan pers besok dan ia akan membongkar semuanya! Pastikan kalian menonton TV besok!"
"hahaha kau sudah tidak sabar melihat kelinci itu masuk penjara!"
"tidak dalam mimpimu sayang! Jungkook kami pasti menang! Jungkookie~ hwaiting!"
.
Jungkook pun mematikan layar ponselnya. Dan mencabut kabel LCD itu.
"lihat.. baru langkah pertama sudah banyak orang yang mendukung kita.." ujar Jungkook.
"lalu selanjutnya?" sang CEO bertanya.
"tinggal menunggu besok saja.." jawab Jungkook.
"pengacaranya?" sang manager bertanya.
"kuhubungi sekarang!" ujar Jungkook sambil mengangkat ponselnya dan menekan ikon kontak yang tertulis 'Gulaku sayang Yoongi' dan men loaspeakkannya.
.
.
"eonnieee!" Jungkook berseru.
"aigo! Kelinci sialan! Apa yang kau lakukan huh?! Kenapa kau melakukan tindak kekerasan! Kau tahu! Aku menjatuhkan piringku saat mendengar berita dimana kau menampar si Hyosung itu! Dan sialnya kenapa kau mengapload foto seperti itu di akun SNS mu hah?! Kau mau membuatku mati muda?" jejar Yoongi saat ia tahu yang menelponya itu Jungkook
"eonni maafkan aku.. yang jelas aku membutuhkan bantuanmu besok di persku untuk menuntutnya!" ujar Jungkook
"manuntut?! Hey ayolah! Jelaskan masalah ini padaku! Dahulu." Ujar Yoongi dan Jungkook pun menjelaskanya dari awal sampai akhir.
"eonni kumohon bantu aku.." ujar Jungkook sambil mempoutkan bibirnya.
"baiklah.. akan kutuntut dia dengan pasal pencemaran nama baik, perlakuan tidak menyenangkan. Serta kalau nanti dia membawa saksi aku akan melayangkan tuduhan memberi kesaksian dan keterangan palsu. Serta managemennya akan kutuntut dengan pembelaan pihak yang bersalah." Jelas Yoongi. Para staf pun menganga mendengar tuntutan yang diajukan Yoongi.
"baiklah eonniku sayang.. aku tunggu kau besok."ujar Jungkook.
"dimana?"
"di Imperial Hotel" jawab Jungkook.
"baiklah aku akan kesana setelah sidangku selesai. Mungkin sekitar pukul 2 siang. Oh ya! Pastikan kau mengundang pihak lawan dan ada bukti bukti yang mendukung. Itu akan mempermudah gugatanmu!" ujar Yoongi.
"baiklah eonni.. terima kasih" ujar Jungkook kemudian mematikan ponselnya.
.
.
"hebat! Hanya kasus seperti dia sudah menuntut dengan pasal sebanyak itu"seru sang manager.
"aku akan membayarnya mahal! Dia mengalirkan keuntungan" ujar sang CEO.
"ini belum seberapa sajangnim.. kita hanya memerlukan sedikit pemanis.." ujar Jungkook kemudian kembali mengutak atik ponselnya.
"halo? Jungie!" seruang sang yeoja diseberang membuat para kru menatap jungkook
"eonniee... hikss.. kau tau aku dituduh hal yang macam macam oleh Hyosung, padahal aku tidak melakukannya!" Jungkook mulai berpura pura menangis.
"aigoo.. jungie jangan menangis.. apa yang bisa eonni perbuat untukmu?"
"eonni kan seorang dokter aku mau eonni datang di Imperial Hotel jam 2 nanti! Eonni harus membongkar kedoknya itu! Luka biru dipipinya itu pasti hanya efek makeup!" ujar Jungkook
"baiklah baiklah.. eonni akan datang! Jangan menangis ne. Sekarang lebih baik kau istirahat dan kompres matamu! Kau akan sulit dirias kalau seperi itu,."
"baiklah eoonni.." dan sambunganpun terputus.
.
"Gongsil-ah.. untuk besok berjagalah di depan pintu ruang pers dan jika ada seorang yeoja bernama Min Yoongi dan Woo seokjin segera bawa mereka masuk." Ujar Jungkook.
"dan kalian berdua?" sang CEO bertanya pada Jungkook dan Taehyung.
"memangnya ada apa dengan kami?" tanya Jungkook
"apa yang akan kalian lakukan besok?" tanya sang CEO
"hanya memberi tahu publik bahwa kami memang memiliki hubungan.. iyakan sayang?" ujar Taehyung membuat Jungkook terkejut
"iya.. tentuu.." balas Jungkook.
"siapkan dirikalian besok! Pers akan dimulai pukul 2!"
.
.
.
.
.
.
Yoongi menggulingkan tubuhnya di kasur empuk miliknya. Kepalanya sakit saat ini.. memikirkan kasus yang akan ia tutup besok dan melayangkan gugatan yang pas membuat kepalanya berdenyut sakit. Ditambah lagi dengan Jungkook yang terlibat masalah dengan artis yang lain membuat kepalanya semakin bertambah sakit.
One message arrive
Ponsel Yoongi berdering menandakan satu pesan masuk, Yoongi segera mengambil dan membuka pesan itu. Sedetik kemudian bibirnya dihiasi dengan pout imut.
" pelajari kembali kasusmu, semangat untuk besok dan kita akan bertemu lagi"
Sudah dapat ditebak pesan itu dari siapa.. Park-Ji-Min. Yoongi pu dengan cepat membalas.
"yak! Neo! Siapa yang mau bertemu denganmu huh?! Aku berharap tidak akan bertemu denganmu!"
Setelah pesan itu terkirim, dengan cepat pula Yoongi mendapatkan balasan.
"sepertinya sudah menjadi takdir kalau kita terus bertemu.. hahaha.. lihat saja, pasti kau akan merindukanku.."
Yoongi berdecak. "ck! Pede sekali dia!" kemudian ia membalas pesan Jimin.
"pede sekali kau.."
"baiklah selamat tidur juga cutie pie"
Balasan yang tidak nyambung memang,.. namun balasan pesan itu sanggup membuat pipi Yoongi memunculkan rona pink yang terasa panas serta degupan kencang didadanya.
"ah! Apa aku akan cepat mati? Disini berdetak cepat sekali.. omoya jantngku! Kuharap kau masih sehat!" ujar Yoongi
.
.
.
.
.
.
Jin turun dari mobil bersama Namjoon yang menggendong Jiho. Kenapa Jiho ada pada Namjoon? Jiho ingin dipangku Namjoon yang sedang menyetir, apa boleh buat Namjoon pun mengabulkannya. Entah kenapa sejak awal Jiho sudah sangat akrab dengan Namjoon.
"masuklah.." ujar Jin sambil menarik Namjoon masuk.
.
"aku pulang.." ujar Jin. Yoongi yang mendengar suara Jin segera keluar dari kamarnya.
"eonnie!-ups.." Yoongi segera membekap mulutnya saat ia tahu bahwa Jiho sedang tertidur.
"kau sudah makan Yoongi? Eonnie bawakan makaroni scoutle kesukaanmu.." ujar Jin.
"wah terima kasih eonni... ah.. annyeong Namjoon oppa." Sapa Yoongi.
"annyeong Yoongi.." balas Namjoon.
"Namjoon-ah, bawa dia ke kamar.." ujar Jin sambil menuntun Namjoon ke kamarnya dan Jiho.
.
Jin membuka pintu ber cat putih itu, nampaklah sebuah ruangan besar dengan sebuah ranjang queen size , lemari besar, meja rias,meja belajar, dan sebuah boks bayi.
Namjoon segera menidurkan Jiho di ranjang Jin. Sementara Jin membuka jas dokternya. Mereka terlihat seperti suami istri sekarang..
"kau lelah Namjoon-ah? Mau kuambilkan minum?" tanya Jin
"ah tidak usah Jin-ah aku langsung pulang saja.." ujar Namjoon.
Namjoon pun membungkuk dan mencium pipi Jiho.
"tidur yang nyenyak.." ujar Namjoon kemudian bangkit dan menatap Jin.
"kau memakainya?" tanya Namjoon saat melihat Jin yang memakai kalung yang ia berikan..
"ya.. kalung ini sangat cantik." Ujar Jin. Namjoon mendekat.
"sangat cocok untukmu.." ujar Namjoon sambil menatap kalung itu. Jin menatapnya.
.
Jin pun mengantar Namjoon sampai ke depan pintu. Namun sebelum Namjoon memasuki mobilnya ia melakukan sesuatu.
.
-CUP-
.
Mata Jin membulat sempurna ia terkejut, sangat terkejut saat Namjoon tiba tiba mencium pipinya.
"kalau anaknya kucium, ibunya pun akan kucium.. karena yang spesial bagiku bukan hanya anaknya. Tapi juga ibunya.." ujar Namjoon sambil mengelus rambut Jin.
"selamat malam.. dan mimpi pindah.."ujar Namjoon sambil tersenyum.
"selamat malam juga Namjoon-ah.." balas Jin sambil melambai kearah Namjoon yang sudah melajukan mobilnya.
Jin sangat senang sekarang entah kenapa ia ingin sekali meloncat loncat kegirangan. Namun karena ada Yoongi dibelakangnya ia harus menjaga imejnya.
"omoya! Jadi apa yang kalian lakukan tadi huh? Berciuman?" ujar Yoongi.
"siapa yang berciuman?" ujar seorang pria yang berdiri dibelakan Jin siapa lagi kalau bukan Hoseok.
"jin-HMPPT!" Yoongi hampir saja berujar kalau bukan Jin yang segera membekap mulutnya.
"aniya oppa.. Yoongi hanya membicarakan soal drama tadi." Ujar Jin
"yak kau! Anak kecil! Besok kau harus menghadiri sidang! Kenapa belum tidur juga huh?! Sana masuk dan segera tidur" seru Hoseok membuat Yoongi segera berbalik dan memasuki kamarnya sambil menggerutu.
.
"aigoo.. anak itu selalu saja membuat leherku sakit sepulang kerja.." ujar Hoseok sambil melonggarkan dasinya.
"tapi kau akan merindukanya saat dia sudah menikah dan memiliki keluarga baru oppa... lebih baik oppa nikmati saja saat saat seperti ini.." ujar Jin sambil memijat kepala Hoseok.
Sudah menjadi kebiasaan bagi Jin saat Hoseok pulang kerja ia akan membuat teh madu kesukaan Hoseok dan mendengar Hoseok bercerita sambil memijat kepalanya.
"ya.. aku melakukan ini semua karena aku sangat menayanginya.. dulu saat ia lahir akulah yang paling bahagia setelah appa dan eomma.. aku begitu ingin menjadi kakak yang sempurna baginya.. oleh karena itu aku tidak pernah melewatkan sedikitpun perkembangan yang terjadi padanya.." terang Hoseok.
"benarkah? Aku jadi mengerti perasaan oppa ketika aku memiliki Jiho.."
"aku begitu ingin melindunginya karena ia anak yang paling gampang menangis.. ia sangat cengeng.. makanya.. untuk saat ini jika ia sudah memiliki pacar aku ingin ia mengenalkan pacarnya padaku.. aku ingin pacarnya tidak membuat Yoongi menangis. Karena kalau sampai aku akan membunuhnya" ujar Hoseok. Jin tersenyum
"oppa ternyata menjadi seorang kakak yang memiliki 2 adik itu tidak mudah ya.. kau harus membagi pikiranmu antara keluarga dan pekerjaan.. oppa hebat!" seru Jin.
"oleh karena itu kalau sampai kau dan Yoongi menangis karena seorang pria aku tak akan segan segan membunuh pria itu.."
Dan biarkan kakak adik ini mengobrol sepanjang malam.
.
.
.
.
.
.
.
"hakim dan para petinggi sidang akan memasuki ruangan sidang,hadirin silahkan berdiri dan beri hormat kepada sang hakim" ujar sang pemimpin sidang memuat semua orang yang ada didalam ruang sidang itu berdiri dan membungkuk saat sang hakim dan para petinggi sidang memasuki ruangan.
"sidang pemutusan penjatuhan hukuman terhadap tersangka Tae Ill Gok dan Park Hyun Sik terhadap korban Kwon Hae Yul resmi di buka! Hadirin dipersilahkan duduk." Sang pemimpin sidang pun mempersilahkan Hadirin untuk duduk.
Yoongi kini tengah menatap satu persatu para personil pengadilan itu dengan seksama ia grogi setengah mati. Namun tiba tiba mata sipitnya membulat. Ia melihat namja yang sangat ia benci..
Park Ji Min
Yang duduk di kursi kejaksaan.
"sedang apa dia disitu? Kenapa dia duduk disitu? Dan apa apaan wajahnya itu? Apa dia Jimin yang ku kenal?" tanya Yoongi pada dirinya sendiri hingga ia tidak sadar kini sudah gilirannya menyampaikan pembelaan.
"EKHEM! Tolong pada pihak Kwon Hae Yul silahkan menyampaikan tuntutan anda." Ujar sang Hakim membuat Yoongi langsung berdiri.
"kami menyatakan menuntut tersangka dengan hukuman 35 tahun penjara dan denda 300 juta won atau setara dengan hukuman 7 bulan penjara, berdasarkan undang undang pemerkosaan, perampokan, dan percobaan pembunuhan serta pihak Kwon Hae Yul yang meminta perlindungan diri dari pihak Perlindungan hak asasi wanita dan anak. Kami harap permohonan kami di kabulkan yang mulia." Ujar Yoongi.
Sang hakim tampak berfikir keras selama beberapa saat membuat Yoongi mengeluarkan keringat dingin. Namun sang hakim berujar.
"apa tidak ada tuntutan lain dari jaksa serta jelas penjatuhan hukuman terhadap tersangka?" tanya sang hakim terhadap Jaksa yang membuat sang Jaksa berdiri dan menyampaikan tuntutannya.
"saya menolak tuntutan dari pihak Kwon Hae Yul dengan alasan Kwon Hae Yul juga menjadi tersangka dalam kejadian ini. Serta pembelaan yang terjadi dan tuntutan pemenjaraan yang sebaiknya. Pihak tersangka Tae Ill Gok dan Park Hyun Sik diberikan keringanan 10 tahun penjara dengan denda 20 juta won dikarenakan pasal yang dipergunakan oleh pembela kurang akurat!. Pasal yang mengenai pemerkosaan, perampokan kini beralih status menjadi percobaan pemerkosaan dan perampokan karena sang korban Kwon Hae Yul belum diperkosa dan di rampok sama sekali. Melainkan kami menjatuhkan tuntutan hukuman penjara terhadap Kwon Hae Yul selama 5 tahun penjara karena ia telah membunuh salah satu dari tersangka sebelum para tersangka melakukan tindak kejahatan. Kami mohon pertimbangkan hal ini yang mulia." Ujar sang Jaksa yang tidak lain tidak bukan adalah park Jimin itu.
Yoongi dan Jimin saling bertatapan Jimin tersenyum padanya .
"apa apaan dia mematahkan tuntutanku!" jejar Yoongi.
"saya telahmemutuskan!" ujar sang Hakim. Membuat Yoongi dan Jimin menoleh.
"Tae Ill Gok dan Park Hyunsik divonis 10 tahun penjara dengan denda 20 juta setiap orangnya dan Kwon Hae Yul selaku korban kami berikan keringanan karena meminta haknya terhadap lembaga perlindungan oleh karena itu Kwon Hae Yul dijatuhkan hukuman 2 bulan penjara terrehabilitasi dengan ini, sidang resmi di tutup!"
.
DAK
DAK
DAK.
Ketukan palu sang hakim pun mengakhiri semuanya.
.
.
.
.
.
.
Diruangan itu situasi yang terjadi cukup panas padahal AC yang menyala menunjukkan suhu yang dingin. Para wartawan pun mulai berdatangan dan menyetel kamera serta notebook mereka. keduah belah pihak pun sudah ada mereka hanya tinggal menunggu pers ini dimulai.
Yoongi dan Jin pun sudah berada di loby hotel hanya tinggal melangkah ke ruang pers yang dilaksanakan di lantai 8. Kenapa mereka bisa tiba bersama? Itu karena Jin da Yoongi yang bertemu di basement dan memutuskan pergike ruan rapat secara bersamaan.
Jin yang tampak anggun dengan Jas dokter miliknya dan Yoongi yang terlihat elegant dengan setelan casual berwarna abu abu miliknya.
.
TING!
Pintu lift pun terbuka, Yoongi dan Jin segera melangkahkan kaki mereka ke arah ruang pers. Sesampainya di pintu pers security yang berjaga pun segera memblokir jalan mereka.
"aku Min Yoongi dari kantor pengacara internasional Seoul" ujar Yoongi sambil mengacungkan tanda pengenal milkinya
"aku Woo Seok Jin dari rumah sakit internasional Seoul Hospital" ujar Jin sambil menunjukan tanda pengenalnya juga. Dan pintu itupun terbuka.
.
.
Begitu pintu terbuka Yoongi dan Jin langsung melangkah ke meja pers. Jungkook tersenyum kearah mereka. Dan pers pun segera di mulai. Suasana tegang pun segera menyelimuti.
"saya melakukan konferensi pers ini untuk mengklarifikai masalah yang sebenarnya. Oleh karena itu saya juga turut mengundang pihak Hyosung yang sudah terlebih dahulu mengumbar beritanya di media." Ujar Jungkook
Para wartawan sudah mulai menulis dan mengajukan pertanyaan.
"jadi? Apa semua berita itu benar adanya Jungkook-ssi?" tanya salah satu wartawan
"tentu itu semua benar.. aku memang menamparnya.."ujar Jungkook.
"kenapa anda menampar Hyosung-ssi? Apa anda memiliki dendam pribadi?"
"tentu saja aku dendam.. wanita mana yang tidak akan dendam dan marah kalau ia dikatai PELACUR" jelas Jungkook
"HAH?" para wartawan menganga mereka tidiak percaya dengan perkataan Jungkook
"jangan percaya padanya.. dia bahkan mengambil kekasihku!" seru Hyosung sambil menunjuk Jungkook
"lihatlah wanita gila ini.. apa ada orang yang mau denganya? Dan jangan menunjuk Jungkook!" seru Taehyung sambil menyingkirkan tangan Hyosung. Jungkook tersenyum.
Para wartawan mulai membidik adegan itu mengambil beberapa foto.
"apa maksudmu Kim Taehyung?! Tidak taukah kau bahwa kau hampir menyetubuhiku!" seru Hyosung
"HAH?!" sang wartawan kembali menganga.
"igo igo igo.. siapa yang mau percaya omongan wanita sepertimu huh? Bukannya kau sendiri yang menjual dirimu? Lagi pula kau tidak memiliki bukti!" balas Taehyung membuat Hyosung menangis.
"kau Jahat!" serunya.
Para wartawan makin gencar, mereka makin semangat menulis hasil pers ini.
"kembali ke insiden penamparan jadi disini siapa yang benar? Hyosung-ssi mendapatkan lebam biri dipipinya." Seru salah satu wartawan
"karena aku berniat baik.. jadi aku memanggil dokter yang akan memeriksa lebamnya. Karena aku juga terkejut! Aku bisa menamparnya sampai membiru.." Jungkook mulai mengeluarkan tangis palsunya. Jin segera bangkit dan berjalan kearah Hyosung, perlahan ia membuka plesternya dan menyentuh pipi Hyosung. Anehnya saat ia menyentuh pipi Hyosung sebuah noda brwarna biru menempel di tangannya. Jin terkejut.
"apa ini?! Ini hanya makeup!" seru Jin yang merasa di bohongi.
"WAAHH!?" para wartawan kembali berdecak. Jin kembali dengan raut wajah kesal.
"oh ayolah! Mana ada hanya dengan tamparan dapat menciptakan lebam biru? Terkecuali Jungkook meninjumu!" seru sang Manager
Kini pengacara Hyosung tidak tinggal diam dia meulai meluncurkan aksinya.
"aku Lee Sung Ho saya pengacara dari Jung Hyosung. Meskipun begitu akmi tetap melancarkan penuntutan terhadap Jugkook-ssi dengan asas hak asasi manusia, tindak kekerasan dan perbuatan tidak menyenangkan."ujarnya. yoongi naik pitam. Sudah jelas disini siapa yang salah tapi malah meluncurkan tuntutan.
"kalau begitu kami juga akan menuntut kalian balik! Sudah jelas disini Hyosung! Kau yang bersalah! Masih mau mengelak juga? Kau fikir kau dapat bebas dengan mudah? Tidak dalam mimpimu!" Seru Yoongi dengan bahasa informal membuat para wartawan berdecak kagum.
Hey ayolah mana ada seorang pengacara yang berujar tidak formal seperti itu? Haya Yoongi yang bisa.
"tapi anda tidak memiliki bukti! Kami memiliki bukti rekaman CCTV dan memiliki saksi!"ujar seseorang yang mereka tebak adalah CEO dari entertaiment Hyosung bernaung.
"siapa bilang? Kau fikir aku tidak ada disana? Aku tepat bersembunyi di belakang pintu dan dari yang aku lihat tidak ada siapapun disana. Dan aku memiliki rekaman video yang asli dan dapat mendengar suaranya! Apa kalian ingin melihatnya?" tanya Taehyung sambil mengangkat ponselnya yang sudah tersambung dengan kabel LCD dan speaker.
"NEE!" bukan hanya para wartawan yang berteriak namun Jin danYoongi pun ikut.
.
.
Dan tampillah sebuah Video. Yang menapilkan Jungkook dan Hyosung dengan wajah yang jelas.
"kau! Wanita murahan! Beraninya mengambil kekasihku!"
"apa maksudmu Hyosung-ssi?"
"kau fikir dengan munculnya kau aku akan tersingkir? Memang apa bagusnya dirimu?!"
"tunggu sebentar aku benar benar tidak mengerti apa maksudmu?"
"pertama kau mengambil kekasihku Kim Taehyung kan? Oh apa kau fikir aku tidak melihat kau yang berbicra dengan kekasihku dibelakang panggung?"
"lalu apa aku tidak boleh bicara dengan Taehyung-sii? Kau ini apa maumu sih?"
"hah dasar artis rendahan! Biar kutebak kau pasti telah tidur dengan Park CEO kan? Agar dia bisa memuluskan karirmu dasar wanita JALANG!"
PLAK! Dan satu tamoaran mendarat mulus di pipi Hyosung.
.
.
.
"WAAHH!" para wartawan kini terperangah mereka tidak menyangka Hyosung bisa seperti itu.
"kenapa kau tidak bilang kalau kau memiliki rekamannya sayang?" tanya Jungkook
"semalam aku lupa.." balas Taehyung.
Yoongi dan sang Manager naik pitam setelah tau kejadian aslinya.
"KAU WANITA MURAHAN! Beraninya kau mengatai Jungkook! Kau pikir apa bagusnya kau! Kau pikir management kami seperti managementmu?! Bahkan kau berani menjual diripu pada Taehyung yang nyatanya sudah menjadi kekasih jungkook sedari dulu! Dasar IBLIS!" seru sang Manager sambil menunjuk Hyosung yang memucat. Para kepala keamanan pun telah bersiap.
Yoongi berdiri ia merapikan blazer miliknya kemudian menatap nyalang kearah kubu Hyosung. Para wartawan mulai bersiap menulis dan memotret Yoongi.
"dengan ini kami menyatakan menuntutmu Hyosung dengan tuntutan pencemaran nama baik dan perlakuan tidak menyenangkan, sedangkan untuk management para saksimu diberikan tuntutan pemberian kesaksian palsu dan untukmu LEE SUNG HO! Kupastikan kartu pengacaramu dicabut hari ini juga karena menerima suap dan penyalah gunaan pekerjaaan sebagai pengacara yang seharusnya bisa jujur dala segala macam keadaan. Dan untuk TS ENTERTAIMENT kalian harus menutup management kalian karena kalian melindung pelaku penyelewenangan hukum seperti hyosung. Dan masalah ini akan kami bawa ke meja HIJAU!" jejar Yoongi panjang lebar.
Dadanya naik turun. Ia merasa tidak terima dengan semua yang telah dilakukan Hyosung pada Jungkook sahabat yang ia sudah anggap sebagai adiknya sendiri.
Para petugas keamanan segera membawa Hyosung dan kawanannya yang Shock berat membuat para wartawan berdecak kagum.
"dan untuk semua wartawan disini kuharap kalian menyembarkan berita yang benar tanpa ada tambahan apapun. Mengingat kalau ada yang memberikan bumbu tambahan kalian pasti akan menjadi makanan Yoongi adikku. Jadi mohon kerja samanya.. " Jin membungkuk hormat
.
"dengan ini Konferensi Pers hari ini dinyatakan selesai."
.
.
.
.
.
Jin kini tengah menunggu Namjoon disalah satu restoran yang sering mereka kunjungi akhir akhir ini, mereka akan makanmalam berdua.. kenapa hanya berdua? Kemana bayi gembil yang mirip seperti Namjoon itu? Jiho sedang istirahat di rumahnya, ia bermain puas seharian bersama Halmeoni dan Harabeojinya.
Selepas kejadian di ruang pers tadi Jin pergi ke ruangan CEO dari Bighit entertaiment. Disana ia diberi sebuah amplop tebal yang ia tidak tau apa isinya. Saat ia menolak ia malah dimarahi oleh Jungkook. Jadi dia terima saja.. dan ia oun kembali kerumah sakit, mengecek semua jadwalnya, memeriksa pasien pasienya dan pulang.. namun saat ia sudah berada di dalam taksi Namjoon mengiriminya pesan untuk makan malam bersama.
.
Sekali lagi Jin membenahi dirinya. ia membenarkan ikatan rambutnya, polesan makeupnya dan dress biru laut yang ia gunakan. Ia memang belum sempat berganti pakaian karena saat itu ia berfikir segera pergi di resto itu lebih baik.
Jin terkejut saat tiba tiba setangkai mawar berwarna merah muncul dihadapanya..
"for my plesure princess" ah.. suara berat dan aroma maskulin itu menguar, membuat Jin tersenyum dan mengambil mawar itu.
"thank you Namjoon" ujar Jin. Jin terlalu kenal dengan Namjoon ia selalu tau aroma parfum yang digunakan Namjoon dan suaranya saat ia berujar.
"sudah lama?" Namjoon duduk di kursinya
"tidak juga.." balas Jin
"kenapa tidak memesan duluan?" tanya Namjoon.
"aku harus menunggumu.. aku tidak suka makan sendirian.." ujar Jin
"ah begitu.." dan Namjoon pun mengangkat tangannya ia memanggil pelayan untuk memesan makanann.
"jadi bagaimana dengan pekerjaanmu?" tanya Namjoon
"baik baik saja.." jawab Jin "oh ya! Terimakasih untuk bunganya.." sambungnya
"sama sama.. mana Jiho?" tanya Namjoon
"dia di rumah.. bermain bersama appa dan eomma.." ujar Jin
"ah begitu ya? Jiho memang pengertian.. dia tahu kalau aku juga butuh waktu berdua dengan ibunya ini.." ujar Namjoon membuat Jin merona.
.
Makanan mereka pun datang.. tak satu orang pun berbicara, mereka sibuk dengan makanan dan fikiran masing masing. Suasananya memang sangat canggung..
Hingga selesai makan tak satupun bersuara.. Namjoon merasa bersalah, ia ingin sekali memulai percakapan, tapi mulutnya sedaritadi gatal ingin mengatakan rahasia yang selama ini ia pendam.
"Jin.." dan akhirnya ia pun bersuara.
"ne?" Jin pun mendongak menatap Namjoon yang sudah berdiri.
"Namsan Tower dekat dari sini.. mau kesana? Langit malam disana sangat bagus.." ujar Namjoon. Jin berbinar dan langsung berdiri..
"aku mau! Kajjaa!" serunya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jimin berguling guling diatas kasur empuknya. Ia bingung harus melakukan apa sekarang.. ia sudah melakukan tugasnya.. ia sudah mengatur ulang gugatan yang akan ia canangkan disidang besok dan sekarang masih terlalu awal untuk tidur..
Jimin memainkan ponselnya ia sedang berfikir apa yang harus ia lakukan sekarang..
"ah! Aku telfon Yoongi saja.. mengganggunya mungkin lebih baik.." ujar Jimin kemudian membuka ikon kontak di Line massanger miliknya.
"ah.. ani.. lebih baik Video call" dan ia pun memencet akun Video call.. jimin berguling guling. Ia menunggu Yoongi mengangkat panggilanya.
Dan..
"ada apa?" Jimin langsung menegakkan kepalanya menghadap ponselnya. Namun ia terkejut begitu melihat wajah Yoongi yang cukup menyeramkan..
"aigoo.. wajahmu kenapa?" tanya Jimin.
"ah ini? Kepalaku terantuk meja tadi jadinya luka seperti ini.." ujar Yoongi.
Ya.. wajah Yoongi memang menyeramkan mata sipitnya terlihat membengkak dan sembab, hidung dan alisnya berwarna merah dan ditambah lagi di ujung kiri jidatnya ada luka teriris yang disertai lebam biru disekitarnya.
Jimin bersumpah ia ingin sekali pergi ke rumah Yoongi dan segera mengobati lukanya. Ia sangat khawatir dengan keadaan Yoongi.
"apa kau menangis?" tanya Jimin
"a-ani.. hikss.." Yoongi berusaha mengelak namun denyutan dikepalanya terasa begitu sakit .
"a-aigoo! Yoongi-ya jangan menangis.." Jimin mulai panik. Ia bangun dari tempat tidurnya.
"hikss.. sakit sekali... eonnieee... ummaa!" Yoongi mulai berteriak saat darah kembali mengalir di pelipisnya.
"astaga astaga! Yoongi-ya! Kau berdarah! Cepat ambil tisu dan hentikan pendarahanya bodoh!"
Dan terjadilah aksi panik panik antara Jimin dan Yoongi.
.
.
.
.
.
.
.
Lagit malam yang kelam, bertabur bintang-bintang yang seolah olah menerangi gelapnya langit malam. Cahaya lampu berwarna warni berpedar di seluruh penjuru kota seoul malam itu..
"indah sekali.." jin berucap sambil menatap langit malam yang penuh gemerlap bintang dan Namsan tower yang dipenuhi jutaan lampu yang mengelilingi.
"tapi kau lebih indah Jin.." ujar Namjoon.
Jin terkejut pipinya merona halus, ia menoleh mendapati Namjoon yang tengah menatapnya dengan senyuman yang menampilkan dimple miliknya.
Namjoon mengambit kedua tangan Jin. Mengenggamnya halus dan mengelusnya. Jin dapat merasakan kehangatan disana.
Mereka berdua saling menatap. Jin jatuh kedalam pesona seorang Kim Namjoon yang sangat tampan dimatanya. Jarak perlahan tereliminasi, dan mereka membiarkan kedua belah bibir itu menyatu.
Namjoon menciumnya sangat lembut, hingga Jin dapat merasakan perasaan disana, perasaan yang sangat besar yang sangat ingin diledakkan.. Jin berdebar ia tidak tahu lagi kapan ia bisa mengontrol perasaanya.. otaknya buntu tidak bisa berfikir dengan jernih.
Perlahan ciuman itu terlepas, Jin menatap Namjoon tepat dimatanya. Obsidian hitam kelam yang membuatnya jatuh cinta saat pandangan mereka bertemu untuk pertama kalinya..
"aku tahu ini terlalu cepat.. aku tau kita baru mengenal selama 2 minggu tapi selama 2 minggu itu pula aku merasakan ini semua.. aku merasakan debaran ini, perasaan ini.. yang tidak dapat aku tahan lagi Jin.." ucapan Namjoon membuat pipi jin menghangat.. jantungnya berdegup kencang.
"aku mencintaimu Woo Seok Jin sejak pertama kali kita bertemu.. aku sangat mencintaimu.." Jin menatap mata Namjoon ia mencoba mencari kebohongan disana.. namun tidak.. ia tidak mendapat apapun.
"Namjoon-ah.. aku.."
"gwenchana.. tidak apa kalau kau menolakku.. aku juga seharusnya tahu diri ini terlalu cepat.." potong Namjoon.
Jin tersenyum, diangkatnya tangan kecil miliknya dan diarahkan ke pipi Namjoon. Jin mengelus pipi Namjoon perlahan. Namjoon menatapnya.
"aku juga.. aku juga.. aku juga sangat mencintaimu Namjoon-ah.." ujar Jin membuat Namjoon segera memeluknya erat.. menumpahkan segala kebahagiaan miliknya..
Mereka bahagia. itu saja...
Namjoon dan Jin sudah mengungkapkan perasaan mereka masing masing.. namun mereka tidak akan tahu.. rahasia yang mereka pendam akan menghancurkan usaha mereka selama ini..
.
.
.
.
.
"aku tahu aku masih menyembunyikan identitasku darimu... bukan berarti aku ingin membohongimu Jin, tidak! Aku hanya ingin melindungimu.. manjadi seorang public figure memang tidak mudah.. tapi ketahuilah.. aku melakukan ini semua demi dirimu..
Semuanya akan terbongkar kalau sudah tepat waktunya.."
-Kim Nam Joon-
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC!
.
.
.
.
.
Maafkan saya tbc lagi.. ngeheheh.. untuk para reviewers terima kasih.. atas dukungan kailan sudah membaca ff ini.. terima kasiiihhh..
.
untuk Vkook ada kok di chapter selanjutnya.. MinYoon juga..
.
Yang nanya Kiddoh kapan muncul? Ada deh,.. masih rahasia..
.
.
.
Sekali lagi Gomapta seumnidayo..
