Neottaemunae (baecause you)

By :

Kim Elin

.

.

Cast :

Namjin

Kim Namjoon

Woo (Kim) Seok Jin

Woo Ji Ho (zico)

.

.

Other Cast :

BAP member,BTS member, Kiddoh Top Dog.

.

.

Genre :

Romance,friendship,little hurt

.

Warning!

TYPO,OOC,bahasa berantakan,GS!(Gender Switch)

.

Summarry:

Woo Seok Jin seorang yeoja cantik sederhana yang bertemu dengan namja kecil yang manis bernama Jiho, anak yang ia temukan di depan pintu rumahnya. Jin yang iba pun merawat Jiho, namun tanpa ia ketahui Jiho membawa ia ke takdirnya. Bertemu dan menjalin kasih, dengan seorang Rapper agency terbesar bernama Kim Namjoon. Namun perjalanan mereka tidak akan berjalan dengan mulus. Banyak rintangan yang menunggu mereka.

.

.

.

Kim Elin Present.

.

.

..

.

.

..

.

.

..

.

..

(detail umur para cast, Jin 24 ke 25 thn. Namjoon 25 ke 26 thn. Hoseok 27 ke 28 thn. Yoongi 24. Jungkook 22. Jimin 24. Taehyung 24. Kidoh/hyosang 27. Himchan 40. Yongguk 43. Jiho/Zico 1 tahun.)

.\.

.

.

.

.

,

.

.

.

Jungkook turun dari mobil mewah milik Taehyung dengan langkah anggunya ratusan wartawan pun segera menyergapnya. Jungkook hanya tersenyum ke arah wartawan.

Taehyung segera menggandeng Jungkook memasuki gedung agencynya. Menghiraukan segala pertanyaan yang dilontarkan para wartawan.

.

.

"aishh Jinjjaa! Wartawannya banyak sekali.. bisa bisa aku sesak nafas!" seru Jungkook saat tiba di dalam ruangan pribadi miliknya.

Sang manager segera memberikan minuman kesukaan Jungkook yang segera ditenggak oleh Jungkook.

"itu semua karna kalian berpacaran.. tapi itu bagus juga.. karena dapat meningkatkan popularitas kalian berdua.." ujar sang CEO yang sudah tiba di dalam ruangan itu.

"sebenarnya kami tidak pacaran,.." ujar Taehyung. Membuat manager Jungkook dan sang CEO kaget.

"APA?! Lalu kalian?!" sang CEO kaget dan menunjuk Taehyung dan Jungkook bergantian

"hanya untuk bumbu tambahan.." ujar Jungkook. "apa jadwalku hari ini?" tanyanya. Sang manager membolak balik kertas yang ada di tangannya.

"kau ada pemotretan bersama Taehyung di studio tuan Oh. Kau harus mengisi acara music setelah ini.. setelah itu ada interview. Dilanjutkan dengan syuting iklan juga.." ujar Sang manager..

"kenapa harus dengan dia? Perasaan masalah ini sudah kelar minggu lalu.. dan tiba tiba saat aku bangun pagi ada seseorang yang mengetuk pintu rumahku mengantarku untuk pergi ke agency." Ujar Jungkook sambil menunjuk Taehyung

"dia sudah menjadi artis agency ini.. aku menariknya bersama Rapmonster dari TS entertaiment." Ujar sang CEO

"APA?!" Jungkook terkejut

"YA! Kau berteriak tepat ditelingaku bodoh!" seru Taehyung.

"dan kalian saling berteriak.. mulai sekkarang aku manager kalian berdua. Sekarang segera menuju Van!" seru sang manager sambil memukul Jungkook dan Taehyung menggunakan majalah.

.

.

Di dalam Van Jungkook tetap menunjukan wajah tak berdamainya ke arah Taehyung. Namun Taehyung malah menunjukkan wajah acuhnya.

"aku akan pemotretan dengannya tema apa?" tanya Jungkook

"seragam SMA. Kalian akan menjadi model kumpulan foto untuk demonstrasi pakaian SMA." Ujar sang manager.

Dan mereka pun kembali diam.

.

.

.

.

.

"selamat atas kelahiran putri anda, Jang HyunSeung-ssi" ujar sang wanita berpakaian operasi itu.

"terima kasih dokter Woo.. sudah membantu persalinan istri saya.. saya berterima kasih dokter.. terimakasih.." Hyunseung berkali kali menjabat tangan Jin.

"sama sama.. silahkan menikmati waktu kalian.." ujar Jin kemudian meninggalkan suami-istri tersebut bersama bayinya.

.

.

"shift anda sudh selesai dokter Woo. Silahkan kembali.. anda harus menjemput anak anda kan?" ujar sang Suster.

"baiklah.. sampai jumpa.." dan Jin pun meninggalkan rumah sakit dengan senyuman yang merekah.

Tanpa sadar ada seseorang yang mengikutinya.

.

.

Jin tiba di tempat penitipan anak tempat Jiho di titipka. Jin langsung saja mengambil anaknya. Karena ia sudah sangat rindu dengan anak berumur 1 setengah tahun itu..

"Jiho tumbuh dengan sangat baik eonnie.. dia sangat baik.. dia juga sangat dekat dengan Kyung.. ia sangat suka bermain dengan bayi perempuan itu.." ujar Sujeong saat mengantar Jin di depan pintu pnitipan

"jinjja? Aigoo.. Jiho-ya.. suka bermain dengan Kyung ne?" tanya Jin ke Jiho yang hanya mengangguk imut.

"seperti apa Kyung itu Jiho-ya?" tanya Sujeong

"Kyung-ie neomu yeppeottdha" ujar Jiho khas dengan cadel bayinya.

"aigoo aigoo.. Jiho bilang Kyung cantik ne?" tanya Jin dan Jiho kembali mengangguk.

"cantikan mana dengan eomma?" tanya Hoseok yang tiba tiba muncul dibelakang Jin.

Memang hari ini adalah jadwalnya menjemout Jiho dan Jin karena hari ini hari kamis, ia bisa pulang lebih cepat dari kantornya.

"Kyung lebih thantik!" ujar Jiho

"aigooo.. hahaha.." dan semua orang oun tertawa mendengar penuturan Jiho.

"sudah sudah.. kalau begitu kami pulang dulu ne.. annyeong Sujeong-ssi." Ujar Hoseok sambil menggandeng Jin bersama Jiho memasuki mobilnya.

.

"jadi namanya Jiho.. akan kuambil kembali anakku.. tunggu saja.."

.

.

.

.

.

.

.

Malam itu, Yoongi berguling guling di tempat tidurnya. Wajahnya merah padam. Jantungnya berdegup kencang. Jangan tanyakan kenapa karena Yoongi sedang membayangkan 'dia'.

Siapa lagi yang ia bayangkan kalau bukan Jimin? Kejadian seminggu lalu dimana jidatnya yang terluka dan Jimin yang segera berlari dari apartemennya menuju rumahnya dan mengobati jidatnya yang terluka.

Itu semua karena sang ayah dan ibu yang tidak ada di rumah. Mereka sedang mengajak Jiho jalan jalan dan sang eonni dan oppa yang belum pulang.

Wajah Yoongi kembali memerah membayangkan wajah Jimin yang begitu dekat dengan wajahnya.

"Khajimaaa! (Hentikan) kau membuat wajahku panas dan jantungku berdetak kencang! Aku tidak mau mati muda sebelum aku memiliki suami!" seru Yoongi sambil menunjuk boneka kucing besarnya.

Namun bukannya degupan itu berhenti malah semakin kencang saat Yoongi dengan tidak sengaja mengingat ucapan Jimin. Ia makin mendekap dadanya

"jangan menangis cutie pie, lukamu akan segera sembuh.. apa kau tahu aku sangat khawatir huh?"

"khajimaaa! Aishh!" Yoongi kembali berteriak.

.

"kami pulang!" seruan dari ruang tamu itu membuat Yoongi segera meloncat dari tempat tidurnya dan keluar kamarnya dengan terburu buru.

"eonniii!" teriakan Yoongi memecahkan telinga, membuat Himchan dan Yoonguk yang berada di taman belakang pun segera berlari ke dalam.

.

"ada apa Yoong? Jangan berteriak seperti itu! Ini sudah malam" seru sang ayah. Namun tidak di gubris oleh Yoongi.

"eonni! Aku rasa aku akan cepat mati! Jantungku sudah rusak!" seru Yoongi membuat semuanya kaget.

"APA?! Jantungmu rusak? Aigoo anak gadisku.." Himchan segera memeluk Yoongi yang masih panik itu.

"apa benar? Duduklah!" Jin berseru. Ia mengambil stetoskop dari kantungnya dan memasangnya ke telinganya.

Yoongi duduk menghadap Jin.

"iya eonni.. jantungku selalu berdetak kencang! Sagat kencang!" ujar Yoongi.

"apa itu serius?" Hoseok memucat

"iya.. jantungnya berdetak sangat cepat oppa.." ujar Jin. Himchan dan Yongguk panik.

"lalu apa harus dibawa ke rumah sakit?" tanya Yongguk.

" aku belum tahu appa.. selain itu apa yang kau rasakan Yoongi?" Jin mulai khawatir.

"seluruh tubuhku panas, apa lagi wajahku.. dan aku merasa ada sesuatu yang geli.. seperti terbang di perutku.. sangat geli.. terkadang mereka juga naik ke dada.." terang Yoongi dengan antusias.

Jin diam. Ia merasa ada yang aneh dengan adiknya ini.

"selain itu?" tanya Jin

"aku juga kadang merasa senang kesal dan gelisah sekaligus.. rasanya sangat tidak enak eonnie.. ayolah,.. aku tidak ingin mati secepat itu.." jejar Yoongi sambil meremas kamisol putihnya.

Jin tersenyum.. ia tahu tanda tanda penyakit apa ini...

"siapa?" tanya Jin membuat Yoongi menatapnya bingung

"hah?"

"siapa yang kau fikirkan sampai kau seperti ini?" tanya Jin sambil melepas stetoskop miliknya.

"...Jimin..." ujar Yoongi sambil menunduk. Jantungnya kembali berdetak sekarang. Himchan Yongguk dan Hoseok menatapnya penuh tanya.

"KYAAAAA!" Jin tiba-tiba berteriak dan melompat dari kursi membuat semuanya melihatnya bahkan sampai maid rumahnya pun kaget melihatnya.

"ada apa Jinnie?" Hoseok beranjak ia membiarkan Jiho duduk di kursi.

"OPPAA! Uri Yoongi sedang jatuh cintaa! KYAAA!" seru Jin membuat semuanya kaget. Terlebih Yoongi yang langsung mematung.

"a-apa?!" Hoseok tampak terkejut.

Ia belum siap sang adik tengah jatuh cinta. Cukup saja ia mengetahui bahwa Jin tengah menjalin kasih dengan seorang pria bernama Namjoon. Dan sekarang ia malah menerima kenyataan bahwa sang adik tengah Jatuh CINTA.

"jinjjayo? Akhirnya Yoongi jatuh cinta juga.. tunggu.. Jimin? Siapa itu?" tanya Yongguk.

Mulut Jin hendak terbuka namun tiba tiba Yoongi berlari kearah berlari sambil berkata.

"JANGAN BAHAS SOAL INI LAGI ATAU AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN SEMUA!"dan berakhir dengan bunyi BLAM dari pintu kamarnya.

.

.

.

.

.

.

Jungkook merenggangkan tubuhnya. Habis ini masih ada 1 adegan lagi.. beruntung ia hanya mengiklankan makeup dari brand terkenal. Jadi dai tidak perlu berada di luar ruangan dimana udara malam sangat tidak baik untuk kulitnya.

Jungkook tersentak ketika sepasang tangan kekar melingkar dipinggang rampingnya.

"mereka memperhatikan kita Jung! Ikuti saja permainannya." Bisikan seorang Namja itu membuatnya tersadar.

Yaa sedari tadi ia dan Taehyung menjaga jarak. ia juga dapat melihat dimana para kru memperhatikan ia dan Taehyung yang berjauhan.

"aaahh.. aku lelah sekali.." ujar Taehyung

"tinggal satu adegan lagi lalu kita pulang Oppa.." Jungkook membalik tubuhnya dan mengelus surai oranye milik Taehyung.

Taehyung tampak cemberut. Jungkook menyentil hidungnya.

"Yaa! Jangan cemberut seperti itu.." seru Jungkook.

"tidak bisakah ini dipercepat? Aku lelah.." ujar Taehyung.

"eonnie! Tidak bisa ini dipercepat? Tae oppa sudah lelah.." seru Jungkook pada sang manager.

"baiklah!.. adegan 301 dimulai!"

Dan Jungkook pun bernafas lega. Taehyung melepas pelukannya.

.

'kenapa aku jatuh cinta padanya sih? Ini namanya jatuh di lubang yang aku gali sendiri! Aku harus bisa melupakannya!'

.

.

.

.

.

.

.

.

Seusai makan malam bersama keluarganya Hoseok memutuskan untuk melanjutkan kerjanya di kamarnya hingga larut. Saat pekerjaannya telah selesai ia pun duduk di ranjangnya sambil membaca buku, menunggu kantuk mendera.

Hoseok terkejut melihat sang adik yang sudah memasuki kamarnya sambil membawa bantal berwarna putih. Ia segera menutup buku yang sedang ia baca.

"ada apa Yoong?" tanya Hoseok.

"oppa.. tidak bisa tidur.. aku mimpi buruk.." jawab Yoongi sambil berjalan ke arah Hoseok.

"aigoo.. sini.." Hoseok menepuk nepuk tempat disampingnya. Yoongi pun mengikuti. Ia berbaring di ranjang Hoseok.

Hoseok mengelus rambut cokelat milik adiknya ia merindukan moment ini.. sudah sejak lama Yoongi tidak bermanja padanya.

"Yoongie berapa umurmu?" Hoseok bertanya.

"24 tahun.." jawab Yoongi.

"berarti sudah 6 tahun Yoongi menjalani masa dewasa.. Yoongie lepas dari oppa pas umur Yoongie menginjak 18 tahun.. "ujar Hoseok masih mengelus rambut Yoongi. Yoongi menatapnya.

"waktu itu Yoongie sudah berteman dengan Jungkook..." lanjut Hoseok.

"oppa.." panggil Yoongi

"ne?"

"apa oppa sebegitu sayangnya sama Yoongie sampai sampai oppa mengingat apapun tentang Yoongie?" tanya Yoongi membuat Hoseok tersenyum.

"tentu.. dulu saat Yoongie lahir oppa merasa menjadi kakak yang paling bahagia di dunia.. waktu Yoongie pertama kali duduk saat oppa yang mengajarkannya, Yoongie pertama kali berjalan bersama oppa.. sampai oppa masuk sekolah dasar Yoongie menangis begitu keras karena ingin ikut oppa.." Hoseok menerawang sambil tertawa geli mengingak wajah lucu Yoongi saat berumur 3 tahun menangis di depan pintu gerbang sekolahnya.

"tapi sekarang adik oppa sudah besar.. dia sudah menjadi pengacara negara yang hebat! Bahkan adik oppa sudah mulai menyukai seseorang.." ujar Hoseok. Yoongi dapat menatap luka dari ucapan Hoseok.

"tapi Yoongie lebih sayang, suka,cinta sama Hoseok oppa.. oppa kakak yang paling hebat yang pernah ada!" dan Yoongi pun memeluk Hoseok. Sementara Hoseok hanya tersenyum sambil membalas pelukan adiknya. Sambil memejamkan mata dan mengikuti adiknya ke alam mimpi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Hari ini merupakan hari libur bagi Jin. Ya memang shiftnya setiap akhir pekan di ganti oleh dokter Lee. Hari ini dia punya janji dengan Namjoon yang akan mengajaknya jalan jalan bersama Jiho. Jadi pagi- pagi Jin sudah bangun dan membantu bibi Ahn dan Himchan memasak di dapur.

Jiho sudah bangun, dengan anteng ia tengah meminum susunya di meja khusus miliknya ditemani sang harabeoji yang tengah mengiris pisang,apel dan bluberry untuk sarapan paginya.

"good morning.." ujar Yoongi dengan mata setengah tidur.

"morning Yoong. Bagaimana tidurnya nyenyak?" tanya Jin seusai memngecup kepala Yoongi

"dia tidak bisa tidur semalam.. katanya mimpi buruk.. dia pergi ke kamarku.." ujar Hoseok yang sudah rapih dengan kemeja kantornya.

"itulah sebabnya kalau kau tidak pernah berdoa sebelum tidur!" ujar Himchan sambil memberikan segelas susu untuk Yoongi.

"apa ada rapat hari ini?" tanya Yongguk pada Hoseok

"ya.. ada, hanya rapat untuk membicarakan soal investasi kita di China appa." Jawab Hoseok. Sambil bermain dengan Jiho yang sudah menghabiskan susunya.

"kau sibuk bahkan saat akhir pekan.. cobalah sekali kali limpahkan tugasmu pada wakil presdir Park itu" ujar Himchan sambil duduk dikursinya dengan membawa senampan roti bakar.

(aturan duduknya mereka itu, Himchan,Yoongi,Yongguk,Jin,Jiho,Hoseok)

"Chorong tidak bisa memegang semuanya eomma.." ujar Hoseok sambil mengambil rotinya.

"lalu untuk apa dia jadi wakil presdir kalau dia tidak bisa memegang semuanya?" tanya Himchan balik

"ini antara dia memang tidak bisa memegangnya atau oppa yang tidak mau membuat dia kesusahan." Ujar Jin

"lain kali aku yang akan muncul diperusahaan. Akan kuawasi si wakil presdir itu.." ujar Himchan membuat Hoseok menoleh kearahnya.

"eommaa..."

"waee?"

"eomma.. oppa sudahlah.. lanjutkan sarapan kalian. Dan kau Yoongi setelah ini segera mandi. Kau masih menggunakan kamisol." Ujar Jin final.

"baiklah eonnie.."dan Yoongi hanya menanggapi dengan malas. Sepertinya nyawanya belum terkumpul sempurna. Lihat saja ia masih menumpukan kepalanya di meja makan.

Drrrtt... Drrtt..

Ponsel putihnya berdering. Yoongi mengabaikannya.

"Yaa! Tukang tidur! Cepat angkat ponselmu..!" seru Hoseok dari meja seberang.

"biarkan saja oppa.. paling telfon tidak penting.." ujar Yoongi sambil meminum susunya.

"seberapa tidak penting kalau disini tertulis. 'Park Ji Min is calling'" ujar Yongguk sambil mengangkat ponsel Yoongi.

"UHUK!" Yoongi tersedak Himchan yang berada disampingnya segera menepuk punggungnya sementara Yongguk mengangkat panggilan dari Jimin dan menloaspeakkannya.

.

"good morning Cutie pie!" seru Jimin

"UHUKK!"

kali ini giliran Hoseok dan Jin yang tersedak roti mereka. Yoongi segera mengambil alih ponselnya dari tangan sang ayah dan mematikan mode loaspeknya.

.

"ada apa?" balasnya

"berniat berangkat bersama? Aku akan pergi ke kantor kejaksaan hari ini.."

"maaf aku bisa berangkat sendiri"

"kalau begitu sore ini mau jalan jalan? Ah! Aku dengar taman kota akan mengadakan pesta kembang api malam ini.."

"nanti saja aku sibuk bye."

.

DUK.

.

Dan Yoongi pun melmpar ponselnya ke sofa yang berada di ujung ruang makan itu.

"kau sibuk apa?" tanya Jin.

"pokoknya aku sibuk.." ujar Yoongi sambil memakan rotinya.

"berani taruhan kau pasti diajak kencan kan?" Hoseok mulai menggoda Yoongi..

"oppa!" Yoongi berniat menelmpar gelasnya namun.

"Min Yoongi! Duduk dan makan dengan diam! Min Hoseok. Habiskan sarapanmu dan segera berangkat kerja."sang ibu mengangkat pisaunya membuat mereka bungkam.

.

Kini hanya Himchan Yongguk Jin dan Jiho yang ada di rumah. Mereka sedang menikmati waktu emas mereka.

Himchan nampak tertawa melihat tingkah konyol Yongguk yang sedang mencoba membuat Jiho tertawa bersama Jin. Mereka berdua sama konyolnya.

"halaboji! Hahahaha.. halaboji luthuu! Ummaa.. hahaha jangan buat wajah thepelti ituu!"Jiho tertawa terbahak bahak melihat sang ibu dan sang kakek yang sedang bertanding membuat wajah Lucu..

"harabeoji yang paling lucu kan?"

"ani! Appa tidak lucu.. lucuan eomma kan Jiho.."

"yak anak kecil sudah membantah! Rasakan ini!" Yongguk pun menggelitik putrinya.

"hahahaha appaa! Hahaha.. appaaa...!" kini Jin yang tertawa Himchan pun berekting seolah olah menyelamatkan anaknya. Ia melempar guling kecil milik Jiho dan melemparnya ke arah Yongguk

"yak! Himee!" seru Yongguk

"hahaha.. Jiho ayo serang harabeoji!" Jin memprofokatori

"Kyaaa!"dan Jiho mun melempar mainan bola air miliknya.

"yaaa! Jihoo!" sang kakek kembali berseru Jiho tertawa.

"sudah lama kita tidak seperti ini ya.." ujar Himchan.

"yaa.. semenjak Hoseok masuk SMA dan semenjak Yoongi lulus dari kuliah mereka tidak lagi bermain bersama kita manula tua ini.." ujar Yongguk.

"tapi karena sekarang ada Jin dan Jiho kita jadi menikmati masa tua kita dengan tenang gukkie.. ada penghibur.." ujar Himchan. Yongguk mengangguk.

"aku ingin merasakan kebahagiaan ini lebih lama.. walaupun Jin sudah dewasa dan bukan darah daging kita sendiri tapi dia yang memberi kebahagiaan.." ujar Yongguk sambil mengelus pucuk kepala Jin sayang.

"appa.. eomma.. tenang saja.. Jin akan lebih lama bersama kalian.. bahkan kalaupun Jin punya suami Jin akan tetap tinggal disini atau membawa kalian ikut dengan Jin.." ujar Jin sambil menggandeng tangan Himchan dan Yongguk.

"aniya Jinnie sayang.. saat kau punya suami, kau harus patuh kepada suamimu. Seperti kau patuh pada tuhan." Ujar Yongguk.

"tapi appa.."

"tidak bisa seperti itu Jinnie.. lihat rumah tangga appa dan eomma.. rumah tangga kami berjalan 18 tahun lamanya karena eomma mematuhi segala perintah appamu, mempercayai apapun yang appamu lakukan.. dan mencintai appamu apa adanya.. walaupun eomma harus pergi jauh berpisah dengan keluarga eomma yang berada di jepang tapi lihat.. kami tetap bahagia.. Jinnie.. kau harus patuh kepada suamimu kelak.." terang Himchan

"ne eomma.."

.

.

"eomma.. Jin pergi dulu nee?" ujar Jin sambil mencium tangan dan pipi Himchan.

"ne sayang hati-hati di jalan dan jangan pulang terlalu larut." Nasihat Himchan

"ne eomma... appa khalkaeyo (aku pergi)" pamit Jin pada sang ayah.

"Namjoon-ah jaga anak dan cucukku ne?"

"ne ahjumma ahjussi.. kami pergi.." dan Namjoon pun pergi.

.

"kita mau kemana?" tanya Namjoon

"kau yang mengajakku jalan jalan tapi kau yang tidak tahu mau kemana?" Jin mempoutkan bibirnya

"kau mau kemana dulu Chagiyaa.. ke toko kue? Toko baju? Atau toko apa?"

"kita ke myeondong saja.. disana punya semuanya" ujar Jin sambil membersihkan bibir Jiho yang tengah asik makan permen jellynya.

.

.

Kini Namjoon asik menemani Jin dan Jiho yang tengah mencari pakaian mereka. Jin tengah sibuk dibagian kemeja anak sementara Namjoon dan Jiho mengikutinya.

"ummaa! Ummaa! Igeoo! (ini)" ujar Jiho sambil menunjuk nunjuk kemeja dengan garis garis biru.

''wae? Jiho mau yang ini?" Jin berjongkok menyamakan tingginya dan Jiho

"nee.. ummhh appa!" belum seesai ia berbicara dengan Jin, Jiho sudah menarik Namjoon di bagian kemeja orang dewasa.

Jiho berhenti di depan sebuah kemeja bergaris garis biru sama seperti miliknya. Bedanya ini lebih besar.

"sayang.. coba lihat apa yang Jiho lakukan.." Namjoon memanggil Jin yang tengah memegang beberapa baju yang Jiho inginkan, termasuk kemeja itu.

"sepertinya dia ingin kembaran denganmu.. lihat baju ini sama persis.." ujar Jin sambil menyamakan baju itu dengan baju yang Jiho pilih.

"jadi Jiho ingin kembaran dengan appa nee?" tanya Namjoon. Jiho mengangguk.

"baiklah kita beli saja.. Namjoon-ah coba kalian coba.." ujar Jin membuat Namjoon dan Jiho memasuki kamar ganti.

Namjoon keluar sambil menggendong Jiho yang sudah mengenakan kemeja yang sama sepertinya. Jin tertawa.. ia merasa mereka berdua memang cocok.

"igeo! Lihat ini.. hahaha aku seperti melihat Namjoon kecil.. hahaha.." ujar Jin membuat Namjoon dan Jiho tertawa.

.

.

Namjoon, Jin dan Jiho kini berada di toko pakaian prempuan. Ini semua karena Namjoon yang memaksa Jin agar membeli beberapa potong pakaian dan berakhirlah di toko ini.

Namjoon dan Jiho kini tengah sibuk mencari baju yang pas untuk Jin, sementara Jin hanya melihat lihat beberapa aksesoris.

"appa! Igeo.." Jiho menunjuk sebuah dress berwarna putih dengan motif bunga-bunga berwarna biru selutut dengan potongan renda berwarna putih di bawahnya.

"apa ini akan cocok untuk umma?" tanya Namjoon sambil melirik Jin yang tengah berbicara dengan pelayan toko.

"nee.. atau yang ini thaja? Umma thuka walna pink!" ujar Jiho dengan liur yang sedikit meluber dari sudut bibirnya membuat Namjoon tertawa dan segera membersihkan bibir bayi itu.

Jiho menunjuk sebuah dress polos berwarna pink cotton candy dengan sebuah belt berbentuk rantai berwarna putih.

"kita beli keduanya saja.."ujar Namjoon kemudian menarik hanger kedua dress itu.

"appaa.. beli thepatu tuga! (appa beli sepatu juga)" ujar Jiho.

"tenang! Semuanya beres deh Jiho.." ujar Namjoon sambil melakukan wink bersama Jiho.

"apa sudah selesai?" tanya Jin.

"tentu.." jawab Namjoon

"ah! Umma! Jiho mau lihat kalungnya!" seru Jiho sambil berlari ke arah tempat kalung anak perempuan.

"Jiho mau beli untuk siapa? Kyung ne?" tanya Jin.

"nee! Kyung pelnah bilang dia thuka kalung!" ujar Jiho

"siapa itu Kyung sayang?" tanya Namjoon.

"heheh, Jiho sedang tertarik dengan anak seusianya yang bernama Park Kyung." Ujar Jin sambil tersenyum.

"jinjja? Woah.. agassi apa ada kalung untuk anak perempuan berumur 1 tahun?" tanya Namjoon.

"tentu ada tuan, tunggu sebentar.." ujar sang pelayan sambil berlalu.

Sang pelayan pun kembali dengan nampan yang berisi kotak kotak warna warni. Pelayan itu berlutut dan memperlihatkan kotak kotak itu ke arah Jiho yang tengah berbinar.

"appa ithinkan(izinkan) Jiho beli?" tanya Jiho pada Namjoon

"tentu saja.. pilih yang mana yang menurut Jiho cocok untuk Kyung itu.." ujar Namjoon. Jiho pun memperhatikan kotak kotak itu.

"umma bantu Jiho.." Jiho pun meminta bantuan Jin. Ia merasa terlalu bingung memilih kalung yang cocok untuk sang pujaan hati, Kyung.

Namjoon dan Jin pun ikut memperhatikan kalung itu. Entah memang jodoh atau bagaimana, pandangan Namjoon dan jin jatuh di pilihan kotak yang sama. Kotak berwarna putih yang berisi 2 pasang kalung yang saling menempel.

Namjoon mengambil kalung itu dan memperhatikannya, bentuk kalung itu seperti lubang kunci berbentuk lingkaran dengan lubang ditengahnya. Dan kalung yang satunya lagi berbentuk lubang yang ada di kalung berbentuk lingkaran itu. Bentuknya seperti tanda seru terbalik.

(bingung ama bentuknya? Bentuknya itu kayak kalung yang ada di drama high school love on yang dipake woohyun sama kim saeron itu loh.)

"ini saja sayang.. Jiho bisa pakai yang ini dan yang satunya lagi untuk Kyung.." jelas Namjoon sambil mengangkat kalung berbentuk tanda seru terbalik itu.

"ini namanya kalung cuple sayang.. kalung ini bisa satuin Jiho sama Kyung loh.. karena kalo kalung ini disatuin sama kalung jiho bentuknya jadi utuh.. jadi nggak ada lubang lagi.." jelas Jin saat melihat wajah bingung Jiho.

Jiho berbinar, dia segera mengangguk.

"bungkus yang ini. Dan satukan saja bersama belanjaan yang lain."ujar Namjoon.

"sini eomma pasangkan kalungnya.." ujar Jin. Jiho pun mendekat dan membiarkan ibunya memasangkan kalung berbentuk kunci yang mengisi lubang pada kalung yang satunya.

"ayo kita pergi.."

.

.

.

"kau ini bodoh atau bagaimana! Seharusnya kau mengecek modelnya! Apa ia benar benar mau atau tidak! Lihat kan! Fotografernya jadi menunggu! Sekarang mau tak mau cari penggantinya! Atau kau KUPECAT!" seruan yang berasal dari toko gaun pengantin itu menggelegar membuat orang orang yang lalu lalang menoleh.

Seorang wanita paruh baya keluar dari toko itu dengan lesu dan tangisan. Yang segera ia hapus.

Dari kejauhan Jin yang melihat sang wanita paruh baya itu menangis segera mendekat. Ia tak tega mlihat wanita itu menangis. Ia serasa melihat ibunya sendiri yang menangis dihadapannya.

"ahjumma.. waeyo?" Jin membantu wanita itu menegakkan tubuhnya dan memberikan saputangan miliknya.

"aku akan dipecat agassi.. aku akan dipecat.." ujar sang ahjumma sambil menghapus airmatanya. Wanita itu maih belum menatap Jin.

"kenapa kau akan dipecat ahjumma?"tanya Namjoon.

"aku gagal mencari model untuk majalah yang akan mempromosikan toko ini.. hikss.. tapi kalau aku dipecat aku tidak akan dapat membiayai anakku yang berada di rumah sakit.." sang ahjumma menangis mengingat sang anak yang tengah berjuang di rumah sakit.

"ahjumma.. jangan menangis.. apa yang bisa kubantu?" tanya Jin. Ia hampir menangis sekarang.

Sang ahjumma membersihkan jejak jejak airmatanya kemudian menatap Jin. Namun ia segera membelalak.

"yaampun.. agassi.. kau cantik sekali.." ujar sang ahjumma. Jin menyentuh wajahnya yang tidak memakai riasan apapun.

"kau sangat cantik agassi.. omoya! Ini kekasihmu? Tampan dan berkarisma... kalian tampak bercahaya kalau bersatu." Ujar sang ahjumma sambil mendekatkan Jin dan Namjoon yang tengah menggendong Jiho.

"ah.. ahjumma ini.." Jin tersipu.

"kalian bisa membantuku? Kalian bisa menjadi model untuk majalah itu kan? Kumohon.. kurasa kalian cocok.. kumohon.. agassi.." sang wanita itu mendekap tangannya.

"baiklah ahjumma.. jangan mendekap seperti itu.. kami akan membantu.." ujar Namjoon.

"terimakasih... silahkan masuk.." ujar sang ahjumma sambil membuka pintu.

Jin membatu ia bingung antara harus masuk atau tidak.. kalau ia masuk berarti ia akan menggunakan gaun pengantin wanita yang sangat cantik itu dan tentunya ia akan di potret bersama Namjoon.

"ayolah Jin.. hanya gaun pengantin.. tidak ada yang buruk dari itu.. aku juga ingin melihatmu mengenakannya. Kau pasti sangat cantik" ujar Namjoon sambil menarik Jin masuk.

.

.

KLIK.

Bunyi jepretan kamera itu terdengar.

"apa ini? Apa wanita itu pacar Rapmonster? Apa mereka akan menikah? Mereka memasuki toko gaun pernikahan? Dan lihat? Siapa bocah itu?"

.

.

Jin memasuki toko itu dengan senyuman kaku. Sang ahjumma mengenalkannya pada sang pemilik toko.

"aigooo aigoo.. ini modelmu? Astaga.. yeppeonee.." ujar sang pemilik yang berperawakan seperti banci itu.

"Seok Jin imnida.."

"Namjoon imnida."

"woo Jiho imnida.. ahju—ssi?"

"aigoo.. anak ini manis sekali.. Heeyon. Kau jaga anak ini sementara aku merias wanita ini dan memakaikan gaun gaun yang akan dipotret! Dan kau Jonghae. Bawa namja tampan ini ke ruang ganti pakaikan ia jas nomer satu dan tata rambut dan makeupnya!" ujar sang pemilik toko sambil menarik Jin.

"Jiho jadi anak pintar nee.. tunggu appa dan eomma." Ujar Namjoon kemudian mengikuti Jonghae.

.

Namjoon sudah selesai mengganti bajunya. Iya juga sudah dirias. Rambut blonde miliknya disisir dengan rapih menambah kesan ketampanannya.(rambutnya Namjoon sama Jin era just one day! ganteng banget kan?)

"sudah selesai.."

Dan tiraipun terbuka. Namjoon terpesona. Ia sangat terpesona melihat Jin yang tengah memakai gaun pengantin. Jin terlihat sangat cantik.

Rambut kemerahan miliknya di cepol tinggi ke atas dengan hiasan mahkota berwarna putih yang tersambung bersama kain penghias berwarna putih bersih. Gaun putihnya yang dihiasi dengan brokat sepanjang tangan dengan beberapa kristal kecil berwarna putih. Leherjenjangnya terhias apik dengan kalung kristal pemberian Namjoon. Wajah cantik milik Jin yang dipoles dengan makeup natural khas pengantin menambah kesan cantiknya.

(bingung? Gaunnya itu ala ala kate midleton gitu.. bagus kan?)

"aaahh.. neomu yeppeothda.." ujar sang ahjumma.

"umma yeppeoo.." puji Jiho sambil mengacungkan jempolnya

"baiklah.. sekarang kita mulai pemotretannya.. Namjoon-ssi, Jin-ssi mohon kerja samanya.." ujar sang fotografer sambil membungkuk.

.

Dan mereka pun melangsungkan pemoretan Jin dan Namjoon berjalan dengan lancar dan tidak kaku, mereka bisa tersenyum penuh di kamera. Mereka berfoto dengan berbagai macam pose dan berbagai macam pakaian. Mereka sangat bahagia, seperti memang besok adalah hari pernikahan mereka.

Hingga tiba saat pengambilan foto terakhir. Background yang mereka gunakan adalah gereja.

Jin mengenakan setelan gaun yang sangat panjang dan mewah. Rambut kemerahan miliknya di biarkan terurai dengan sematan mahkota di atas kepalanya. Makeupnya kini berubah. Ia tampak lebih cantik dan anggun. Sedangkan Namjoon terlihat tampan dan berwibawa dengan setelan jas hitam yang elegan sama seperti Jin.

Jin berdebar sangat hebat. Digenggamnya dengan kuat sebuket bunga yang ia pegang.

Jin tepat menghadap Namjoon sekarang. Jantungnya berdegup kencang pipinya memanas yang ia yakini sudah memerah sekarang. Namjoon menggenggam tanganmiliknya dan ikut menggengam bunga yang ia pegang. Namjoon terlihat serius mendengar instruksi sang fotografer.

Namjoon menatapnya lembut.

"suatu saat kita pasti akan seperti ini Jin, berdiri di depan altar dan bersaksi dihadapan Tuhan dan semuanya. Bahwa kita akan saling mencintai.. aku mencintaimu.." ujar Namjoon kemudian mendekatkan wajahnya.

Dan ia pun mencium Jin, tepat saat itu pula sang fotografer tersenyum dan memotret mereka.

.

.

.

.

"bos aku yakin itu dia.. nah itu dia telah keluar bersama pacarnya.."

"segera selidiki tentang mereka.. aku akan menaikkan gajimu!"

"baik bos!"

Dan KLIK kembali orang itu memotret keluarga Namjoon yang tengah berjalan ke arah toko kue.

.

Seorang pria melangkah memasuki toko baju pernikahan itu

"ah maaf tapi hari ini kami tidak buka.." seru sang ahjumma.

"tidak apa, aku juga tidak berniat membeli.. apa yang tadi sepasang suami isstri?" tanya ria itu.

"kayaknya iya.. mereka juga membawa seorang anak laki laki yang sangat tampan.. mirip seperti ayahnya." Jawab sang ahjumma.

"ah.. jadi itu anak mereka.. baiklah.. terima kasih ahjumma.. tetaplah tutup mulut soal aku yang menanyai soal ini.. ini untukmu.. oh iya pria itu adalah seorang artis, dia kujamin toko-mu akan segera terkenal dengan mudah." Setelah menyerahkan seamplop uang pria itupun pergi..

.

.

"mati kau Rapmonster, kami mendapatkan rahasiamu."

.

.

.

.

.

.

.

.

Jungkook berjalan menuju lift ditemani Taehyung yang berada di belakangnya sambil mendengarkan musik. Ia ingin makan malam bersama Taehyung malam ini.

TING!

Pintu lift pun terbuka, seorang namja dengan senyum merekah tengah memandangi ponselnya.

"oi Hyung!" seru Taehyung.

"ah! Tae!" balas sang Hyung. Yang tidak lain tidak bukan adalah Rapmonster alias Kim Namjoon

"darimana? Kau membawa banyak belanjaan.?" Tanya Taehyung

"kencan.." balas Namjoon

"oh! Bersama wanita berambut merah itu ya?" tanya Taehyung.

"iya.. ohya.. kau dan Jungkook akan pergi kemana?" tanya Namjoon

"kami akan makan malam.." jawab Jungkook.

"ah.. senang ya.. yang sudah pacaran bisa keluar dengan bebas." Ujar Namjoon.

"hyung! Kau yakin sewaktu kau pergi dengan wanita itu kau sudah mengganti mobilmu? Dan tidak bertemu dengan paparazi atau netizen atau semacamnya? Karena aku yakin kalau hubunganmu bisa terbongkar kau akan hancur hyung.." ujar Taehyung

"aku yakin tidak ada siapapun. Baiklah Taehyung! Sampai jumpa! Semoga makan malammu menyenangkan." Ujar Namjoon sambil berjalan menuju ruanganya.

.

.

Jungkook menekuk wajahnya sebal pasalnya dihadapanya tengah ada Taehyung yang sedang mengobrol mesra bersama wanita lain bernama Jung Yein.

Jungkook meminum anggurnya kemudian tersenyum ke arah Yein. Entah kenapa ia ingin sekali marah pada wanita ini.

"Taehyung oppa.. pesta ulangtahunku sebentar lagi, kau yakin akan datang kan? Kau sudah berjanji oppa.." yein bergelayut manja di lengan Taehyung.

"tentu saja aku pasti datang.." balas Taehyung.

Jungkook meremas gelas anggurnya, ia ingin sekali melempar gelas ini ke wajah Jung Yein itu.

'wanita terkutuk! Wanita terkutuk! Menjauhlah dari Taehyung!' batin Jungkook.

Namun bukannya makin menjauh Yein malah semakin menempel ke Taehyung. Jungkook menghembuskan nafas kasar. Diraihnya botol anggur dan mengisi gelasnya sampai penuh kemudian meminum isinya hingga tersisa setengahnya.

"Jung Yein-ssi" panggil Jungkook. Yein menoleh tanpa melepaskan kontaknya dengan Taehyung.

"bisakah kau tidak bergelayut seperti itu? Kau bisa duduk dengan tegak kan?" ujar Jungkook sarkatis.

"oppa~" Yein mengadu.

"Kookie, jangan seperti itu. Jangan kasar pada Yein." Ujar Taehyung. Jungkook menghabiskan anggurnya. Dan membanting gelas itu tepat dihadapan Taehyung dan Yein.

'sial aku benar benar cemburu..' batin Jungkook.

"aku selesai. Aku pulang!" seru Jungkook kemudian melenggang pergi.

"yaa! Jungkook!" Taehyung mengejarnya. Jungkook mempercepat langkahnya sehingga ia sampai di luar restoran. Namun saat ia memanggil taksi Taehyung menahan tangannya.

"bisakah kau jaga sikapmu? Apa kau tidak lihat? Yein kaget karena ulahmu yang menghentakkan gelas tepat dihadapanya!" seru Taehyung.

"tidak bisa. Aku tidak bisa." Balas Jungkook

"oh ayolah Jungkook jangan egois!" ujar Taehyung. Jungkook menghempaskan pegangan tangan Taehyung

"aku cemburu bodoh! Tidak bisakah kau berhenti idiot disaat seperti ini?!" seru Jungkook.

"hei ada apa denganmu? Kau cemburu? Bukanya kita tidak memiliki hubungan apapun? Jadi untuk apa kau cemburu?" ujar Tahehyung. Mata Jungkook mulai berair.

"yaa! Kita memang tidak memiliki hubungan apa apa! Memang tidak punya! Hikss.. dan tidak akan pernah memiliki hubungan apapun! Hikss.. TAKSI!"

Taksi itu pun berhenti Jungkook segera naik. Taehyung membatu ditempatnya, ini pertama kali ia melita Jungkook menangis, selama 2 minggu mereka menjalin hubungan palsu. Baru kali ini ia melihat Jungkook menangis dihadapannya dan entah kenapa itu membuat ia merasa begitu bersalah..

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

Hai hai hai.. tbc datang dengan nista..

Aku mau bahas tentang moment nih ya.. ini kan ffnya tentang NAMJIN jadi all ofnya tentang NAMJIN untuk yang minta banyakin Vkook maaf elin ga bisa.. nanti kapan kapan elin buat ff Vkook deh..

Bagaimana dengan chapter ini? Apa tambah bagus dan bikin penasaran atau tambah bikin bosan?

Tetap keep REVIEW DONG.. jangan jadi SIDERS yaa,,..