Neottaemunae (baecause you)
By :
Kim Elin
.
.
Cast :
Namjin
Kim Namjoon
Woo (Kim) Seok Jin
Woo Ji Ho (zico)
.
.
Other Cast :
BAP member,BTS member, Kiddoh Top Dog.
.
.
Genre :
Romance,friendship,little hurt
.
Warning!
TYPO,OOC,bahasa berantakan,GS!(Gender Switch)
.
Summarry:
Woo Seok Jin seorang yeoja cantik sederhana yang bertemu dengan namja kecil yang manis bernama Jiho, anak yang ia temukan di depan pintu rumahnya. Jin yang iba pun merawat Jiho, namun tanpa ia ketahui Jiho membawa ia ke takdirnya. Bertemu dan menjalin kasih, dengan seorang Rapper agency terbesar bernama Kim Namjoon. Namun perjalanan mereka tidak akan berjalan dengan mulus. Banyak rintangan yang menunggu mereka.
.
.
.
Kim Elin Present.
.
.
..
.
.
..
.
.
..
.
..
(detail umur para cast, Jin 24 ke 25 thn. Namjoon 25 ke 26 thn. Hoseok 27 ke 28 thn. Yoongi 24. Jungkook 22. Jimin 25. Taehyung 24. Kidoh/hyosang 27. Himchan 40. Yongguk 43. Jiho/Zico 1 tahun.)
.\.
.
.
.
.
,
.
.
.
Jin tengah memotong motong buah yang akan ia,Hoseok,Yoongi dan Jiho makan sebagai snack mereka siang ini.
Jiho tengah bermain bersama Hoseok danYoongi yang tengah menonton tv. Yoongi yang bosan memindahkan channel berita siang itu menjadi berita gosip.
.
Seorang rapper terkenal yang berasal dari BigHit entertiment tertangkap basah sedang berada di sebuah mall di kawasan Myeondong bersama seorang wanita.
.
"ada ada saja.. masih siang sudah bergosip ria.." ujar Hoseok sambil memangku Jiho
"iya oppa.. tapi aku penasaran siapa rappernya.."
.
Rapmonster rapper berusia 25 tahun ini tengah berada di tengah kejayaan ditengah karirnya namun, ia tertangkap basah tengah melakukan kencan bersama dengan seorang wanita yang belakangan ini diketahui sebagai seorang dokter.
.
"appa!" Jiho Menjerit.
"Namjoon oppa?! Aku tidak tau kalau dia seorang pablik figur!" Yoongi ikut menjerit
"Jinn! Jiiin!" Hoseok berseru memanggil nama Jin.
"ada apa Oppa!" Jin berlari dengan celemek yang masih menempel di tubuh rampingnya.
"lihat eonni!" seru Yoongi sambil menunjuk televisi
.
Tidak hanya berjalan bersama sang wanita Rapmonster diketahui juga menggendong seorang anak lelaki berusia sekitar 1 tahun. Mereka terlihat memasuki sebuah toko pernak pernik pernikahan.
Menurut keterangan sang pemilik toko Rapmonster berjalan bersama anak dan istrinya yang turut membantu pemotretan majalah yang akan meramaikan toko pernikahan mereka.
.
"Na-Namjoon? A-ada apa ini?" Jin Tertegun.
"appaa! Appaa..." Jiho tak berhenti berseru.
"itu kau kan Jin? Wanita itu? Dan anak itu Jiho kan?"
" iya.. itu aku.. ada apa ini? Ah! Itukan ahjumma di toko pernikahan itu!"
.
"iya.. saya yang meminta bantuan mereka.. mereka sangat baik sekali.. agassi itu sangat cantik dan juga suaminya sangat tampan.."
"apa yang membuat anda yakin bahwa mereka suami-istri?"
"aku yakin karena anaknya sangat jelas memanggil mereka dengan sebutan appa dan eomma.. mereka juga sangat mesra, lagipula mereka sangat cocok.. anak mereka sangat mirip seperti pria itu.."
"anak? Mereka punya anak?"
"iya.. aku sempat mengambil gambarnya.. lihat.. lucu kan?"
.
"oh tidak! Itu Jiho!" seru Yoongi.
.
Dapatkah pihak Rapmonster menjelaskan hal ini?
PIK
.
DRRTTT DRRT
Bertepatan dengan hal itu ponsel Jin berbunyi.
"halo! Namjoon! Kau harus jelaskan ini semua!" seru Jin saat ia tahu yang menelfonya
"kau sudah melihat beritanya kan? Maaf kan aku! itu semua salahku!"
"apa maksudmu! Kau tidak pernah memberitahu kalau kau itu seorang publik figure! Aku merasa di bohongi!"
"aku minta maaf! Kita perlu bicara.. akan aku jelaskan.."
"kerumahku.. aku tunggu!" cetus Jin kemudian menutup telfonya sepihak.
.
Jin betul betul marah. Sangat marah.. ia tidak tahu kalau Namjoon berani membohonginya selama ini.. sudah 3 bulan hubungan mereka berjalan tapi Namjoon tidak pernah mengatakan apapun soal pekerjaaannya. Sudah berapa lama pula ia membatu dengan tugasnya yang tidak pernah melihat tv?.
Jin beranjak dari tempatnya namun Hoseok menahan lengannya,.
"ada apa?"
"ini urusanku.. jadi biarkan aku yang mengurusnya.. oh iya snacknya ada di dapur, Yoongi tolong ambil."
Jin pun melepaskan pegangan tangan Hoseok dan memutuskan untuk pergi ke kamarnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jungkook memperbaiki kacamata yang bertengger di batang hidung miliknya.
"jadi? Aku punya schedule apa hari ini?" tanya Jungkook.
"kau hanya punya satu pemotretan majalah dan selebihnya kau harus latihan ballet untuk persiapan comebackmu." Ujar sang manager.
"aku pemotretan sendiri kan?"
"tentu saja tidak.. kau akan pergi bersama Taehyung.." ujar sang manager. Jungkook tersenyum miring.
"kalau begitu cancel pemotretan itu. Aku tidak mau.. lebbih baik aku segera latihan."ujar Jungkook sambil beranjak.
"YAHH! Jungkook! Kau tidak bisa seenaknya!" seru sang manager.
"aku ini bintang.. aku bisa melakukan apapun.." ujar Jungkook
"tapi aku akan dimarahi! Aku sudah menanndatangani kontraknya!" seru san manager.
"karena itulah kau dibayar!"
"hey ada apa ini?pa kau bertengkar dengan Taehyung sampai tidak mau memenuhi pekerjaan itu?" tanya Namjoon sambil menyalakan tv
"Hyung!"
"hey ayolah.. kalian ini.. jangan kekanakan.. kali ini soal apa lagi?" tanya Namjoon
"ayolah oppa.. kita sudah selesai. Aku tidak punya hubungan dengannya sejak awal! Semuanya hanya setingan... dan semuanya sudah berakhir kemarin.. aku akan latihan.. kalau menjumpai wartawan.. kau silahkan bilang saja kalau kita sudah selesai.. aku tidak mau berurusan dengan mu lagi." Ujar Jungkook.
.
Rapmonster rapper berusia 25 tahun ini tengah berada di tengah kejayaan ditengah karirnya namun, ia tertangkap basah tengah melakukan kencan bersama dengan seorang wanita yang belakangan ini diketahui sebagai seorang dokter.
Tidak hanya berjalan bersama sang wanita Rapmonster diketahui juga menggendong seorang anak lelaki berusia sekitar 1 tahun. Mereka terlihat memasuki sebuah toko pernak pernik pernikahan.
Menurut keterangan sang pemilik toko Rapmonster berjalan bersama anak dan istrinya yang turut membantu pemotretan majalah yang akan meramaikan toko pernikahan mereka.
.
"JIN EONNIE!" seru Jungkook.
"Kau tertangkap Hyung!" balas Taehyung.
"Oppaa! Jadi gadis yang kau maksud itu Jin eonnie? Astaga! Kenapa dunia ini sempit sekali!"
.
"iya.. saya yang meminta bantuan mereka.. mereka sangat baik sekali.. agassi itu sangat cantik dan juga suaminya sangat tampan.."
"apa yang membuat anda yakin bahwa mereka suami-istri?"
"aku yakin karena anaknya sangat jelas memanggil mereka dengan sebutan appa dan eomma.. mereka juga sangat mesra, lagipula mereka sangat cocok.. anak mereka sangat mirip seperti pria itu.."
"anak? Mereka punya anak?"
"iya.. aku sempat mengambil gambarnya.. lihat.. lucu kan?"
.
"JIHO!" seru Namjoon.
BRAKK.
"mati kau Hyung!"
"RAPMONSTER! APA MAKSUDNYA INI? Istri? Anak? Apa ini!" seru sang CEO
"Jin! Aku harus pergi!" tanpa berujar lebih Namjoon segera melangkahkan kakinya keluar dari gedung agency yang tengah dilanda kabar besar itu.
.
.
Tokk.. Tokk. Tokk..
Namjoon kini berada di depan pintu kamar Jin. Ia menunggu Jin merespon ketukan pintunya.
"masuk"
Mendengar seruan dari dalam Namjoon pun membuka pintu bercat putih itu. Begitu membuka pintu itu ia merasa Hawa yang berbeda.
"Jin.."
"jelaskan." Bukan balasan ssahutan yang lembut menyambut Namjoon namun malah balasan dingin Jin yang ia temukan.
"baiklah.. baiklah.." Namjoon mengangkat tangannya dan mengusap rambut blonde yang ia miliki
"ini aku yang sebenarnya.. aku memang public figure.." ujar Namjoon.
"lalu kenapa kau berbohong? Aku sangat membenci pembohong" balas Jin masih memblakangi Namjoon.
"aku fikir kau lebih menyukai seorang pria yang biasa saja.. seorang pria pengusaha.. bukan entertainer sepertiku.. aku bisa saja memberitahumu.. tapi tidak bisa.."
"kau egois!"
"Jin dengarkan aku.." Namjoon berusaha mengontrol emosinya.
"aku tidak mau mendengar apapun!"
"JIN!" habis sudah kesabaran Namjoon. Ia pun membentak Jin. Jin berjenggit baru pertama kali ia dibentak oleh Namjoon. Ia merasa takut.
"hikss.. kau membentakku.." Jin terisak. Tangannya gemetar memegang kalung pemberian Namjoon yang ia kenakan.
"maafkan aku.. aku membentakmu.." Namjoon memeluk Jin dari belakang.
"tolong dengarkan aku.." ujar Namjoon sambil mengeratkan plukannya. Jin mengangguk.
"aku tidak ingin mengungkap identitasku karena tidak akan mudah menjadi kekasih seorang publik figure. Lihatlah baru kali ini saja kau sudah dianggap seperti itu,.. aku jamin kau tidak akan tenang dalam bekerja,.. maafkan aku.. ini semua salahku.. aku tidak ingin kau terluka., oleh karena itu aku yang akan menyelesaikan semuanya.. " ujar Namjoon.
"tapi.." Jin berbalik.
CUP.
Namjoon mencium bibirnya.
"biarkan aku yang bekerja.. kupastikan kau dan Jiho tidak akan terganggu.. cutilah hari ini.. jangan pergi terlebih dahulu.. aku akan mengurusnya.. jaga Jiho." Ujar Namjoon sambil menatap manik mata Jin.
"jaga dirimu.." ujar Jin. Ia berjinjit mengalungkan tanganya ke tengkuk Namjoon dan menciumnya. Mereka terus berbagi ciuman Lembut tanpa memikirkan keadaan sekeliling.
.
Meanwhile
.
Hoseok dan Yoongi mengintip kegiatan mereka dari balik pintu yang terbuka. Saat kejadian dimana Namjoon memeluk Jin, Hoseok dan yoongi hanya bisa menganga.
"dia romantis sekali.." ujar Hoseok.
"benar oppa.. aku tidak menyangka Namjoon oppa se-romantis itu.." ujar Yoongi.
"yak! Yak! Apa yang akan mereka lakukan!" seru Hoseok saat melihat Jin mengalungkan tangannya di leher Namjoon.
"sial! Yoong tutup matamu!" ujar Hoseok sambil menutup mata Yoongi
"aah! Oppaa.."
"sssstt! Lebih baik kita pergi darisini.."ujar Hoseok sambil menarik yoongi menjauh.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jin melangkahkan kakinya keluar rumah sakit. Baru saja ia sampai di loby rumah sakit ia sudah melihat berpuluh puluh wartawan, namun Jin tidak ambil pusing ia terus melangkah.
"ah! Itu dia.!" Seru salah satu wartawan
"dokter Woo Seok Jin, apa benar anda memiliki hubungan khusus dengan rapper bernama Rapmonster?"
"Jin-ssi mohon penjelasannya."
"Jin-ssi apa anak itu anak kalian?"
"dia mirip sekali dengan rapmonster-ssi apa itu anak kalian?"
Mendengar ada yang menyebut nyebut anaknya Jin berhenti. Ia tahu memang ia disuruh diam oleh Namjoon namun kalau terus terusan di buntuti seperti ini dia tidak akan mau. Ia dibuntuti bahkan sampai dirumahnya kalau bukan karena appa dan eommanya yang sudah menyediakan satpam di depan pagarnya ia jamin pasti ia akan terganggu.
"apa mau kalian?" tanya Jin
"Jin-ssi jawablah pertanyaan kami.."
"kalau aku memiliki hubungan khsus dengannya apa yang akan terjadi di dunia? Kalau aku tidak memiliki hubungan dengannya apa yang akan terjadi? Tidak ada kan?"
"oh.. soal anak itu.. kalian bisa melihatnya sendiri kan? Kuyakin kalian pintar hingga bisa menjadi wartawan. Jadi kalian bisa simpulkan sendiri."
.
PRAK
Baru saja Jin berjalan beberapa meter dia dilempari telur oleh sekelompok orang.
"YAAA! Dasar bajingan!" seru Jin yang melemparinya adalah anak remaja.
"kau wanita murahan!" seru salah satu anak berambut pirang.
PRAKK
Jin kembali dilempari telur
"YAAA! Anak anak kurang ajar!" seru Jin
"itu akibatnya karena mengambil Rapmon kami!" ujar seorang anak berambut merah
"yaa! Aku tidak mengambilnya bodoh! Kalian ini tidak pernah diajari soppan santun huh? Apa kalian pikir kalau Rapmon melihat kalian melukaiku ia akan mengampuni kalian? Huh tidak akan!" balas Jin
PRAAKK
"Diam kau jalang!"
"Yaaa!"
PRAKK.
PRAAKK
Mereka terus melempari Jin dengan telur dan tomat busuk tampa ampun membuat baju dan jas dokter yang ia gunakan kotor dan berbau amis.
GREB
Namun, Jin terkejut tiba tiba ada seorang pria yang memeluk dan membawanya pergi dari situ.
.
.
"terimakasih sudah menolongku.." ujar Jin pada namja yang ada dihadapannya ini.
"sama sama.. pakai ini.." ujar sang pria sambil menjulurkan sebuah handuk.
"kau jadi ikut ikutan basah.. dan bau telur karenaku.." ujar Jin sambil membersihkan wajahnya yang terkena telur dan tomat busuk.
"tidak apa apa.. lagipula lebih kasihan kau.. badanmu penuh telur dan tomat busuk.." ujar pria itu.
"lepaskan jaketmu, biar aku yang mencucinya.." ujar Jin.
"ah tidak perlu.."
"lepaskan saja.. biarkan aku berterimakasih dengan cara ini.." ujar Jin sambil menarik ujung jaket pria itu.
"baiklah" dan pria itupun melepaskan jaketnya.
"namaku Hyosang.. tapi kau bisa memanggilku Kiddoh" ujar pria bernama Kiddoh itu sambil menjulurkan tangannya yang disambut Jin.
"aku Jin." Ujar Jin sambil menjabat tangan Kiddoh.
"mari kuantar kau pulang.." ujar Kiddoh sambil beranjak.
.
.
.
.
.
.
.
"jadi apa hubunganmu dengan dokter itu?" tanya sang CEO
"aku tidak ingin bicara soal itu dulu.." balas Namjoon sambil menonton TV.
"yaa! Kau ini!"
"ayolah sajangnim, hadapi saja masalah ini dengan santai, toh juga kabar ini akan menghilang seiring berjalannya waktu.." balas Namjoon sambil memindah mindahkan channel.
"tapi Hyung, ini bisa berdampak terhadap karirmu! Kau tau.. Chanyeol sudah mengeluarkan single baru.. belum lagi sang pendatang baru double B itu!" ujar Taehyung.
"lebih baik kau urus urusan pertengkaranmu dan Jungkook! Kalian kan akan duet saat comeback nanti.." ujar Namjoon
.
Wanita yang belakangan ini digosipkan tengah menjalin hubungan khusus dengan RapMonster sore tadi diserang puluhan fans menggunakan telur dan tomat busuk tepat di depan plataran rumah sakit.
.
"MWORAGO?!" Namjoon terlonjak saat melihat tayangan di TV
"oh tidak.. kita akan dituntut oleh adiknya" sang CEO berjenggit, ia mengingat adik Jin adalah Yoongi sang pengacara bermulut pedas.
"hyung! Ponselku!" seru Namjoon sambil menepuk bahu sang manager. Setelah mendapatkan ponselnya Namjoon segera mendial nomer Jin.
.
Namun tiba tiba seoang namja menarik wanita itu dan membawanya pergi.
.
"kau dimana?" tanya Namjoon saat panggilan terangkat.
"maaf.. Seok Jin sedang di kamar mandi." Balas seorang pria.
Namjoon terkejut, iasangat terkejut seorang prialah yang mengangkat telfon jin.
"ku siapa dan dimana kalian?" balas Namjoon. Jari-jari tangannya terkepal kuat.
"kami di taman kota, oh.. aku Hyosang." Jawab pria yang bernama Hyosang alias Kiddoh itu
"kau tau seberapa lancangnya kau menjawab telfon istri orang?" ujar Namjoon sarkatis. Melihat sang Hyung yang sudah mulai naik darah, Taehyung menggeser ssedikit empat duduknya. Ia tau]kut akan terkena pukulan sang kakak.
"maafkan aku, aku tahu ini lancang tapi telfon seokjin terus berdering.." ujar Hyosang.
"dengar Hyosang-ssi, aku tidakk tau apa maumu, tapi kau mengibarkan bendera perang terlebih dahulu. Menjauhlah dari istriku atau kau akan ku bunuh!"
Sang manager dan sang CEO saling berpandangan. Mereka bingung. Taehyung menarik Jungkook dari Sofa yang ia duduki.
Hyosang memutuskan telfon secara sepihak, membuat Namjoon terkejut.
BRAKKK
Namjoon membanting ponselnya. Ia tidak dapat lagi menahan emosinya yang meluap luap.
"FUCK!" serunya.
"Namjoon-ah? Ada apa? Apa wanita itu benar benar istrimu?" tanya sang manager membuat namjoon bertambah marah.
"Hyung, sebaiknya...
Tanpa menunggu V menyelesaikan perkataannya Namjoon segera menyambar ponsel yang tergeletak di meja kaca itu.
.
.
.
.
.
"ahh... lelahnya.." Jin menutup pintu kamarnya dan berbalik.
Namun ia terkejut melihat seseorang yang tengah duduk dimeja belajarnya.
"Namjoonnie?" panggil Jin.
"selamat datang Seok Jin." Ujar Namjoon dengan dialeg formal. Jin terkejut.
"kenapa bisa disini? Kau tidak memberi tahuku kalau kau akan kesini.." ujar Jin sambil meletakkan tas miliknya.
"aku datang kesini sesaat selesai melihat tayangan tv yang menanyangkan kekasihku diserang oleh sasaeng fans di depan rumah sakit. Aku datang karena merasa khawatir dan juga MARAH." Namjoon menekan kata marah dibelakang ucapannya.
"ma-marah?" Jin gemetar, ia dapat dengan jelas melihat kilatan amarah di mata Namjoon.
"lihat saja, siapa yang tidak akan marah melihat wanita kesayangannya ditarik pergi oleh seorang pria." Namjoon beranjak ia berjalan ke arah Jin yang tengah menunduk.
"Na-namjoon kami.. kami tidak.."
"apalagi saat pria yang bernama Hyosang itu mengangkat telfonku.. aahh.. aku sangat marah.." Namjoon menyentuh pundak Jin.
"a-apa?" Jin terkejut, ia tidak tahu kalau Hyosang mengangkat telfon Namjoon.
BRUKK
Namjoon mendorong tubuh Jin hingga membentur tembok yang berada dibelakangnya. Jin meringis..
"dan melihat wanitaku pulang diantar olehnya bahkan memakai pakaian pria itu? Apa saja yang telah kalian lakukan hmm?" Namjoon bertanya.
Ia memang melihat Jin kembali dengan memakai kemeja putih polos yang kebesaran dan sebuah hotpants berwarna hitam yang ia yakini hanya hotpants itu milik Jin.
Namjoon mendekatkan wajahnya ke arah pundak Jin, tangannya yang bebas membuka 1 kancing teratas kemeja yang Jin pakai.
"bahkan bau parfumnya jelas bau parfum seorang pria." Namjoon menatap Jin.
Jin dapat melihatnya, ia dapat melihat guratan kekecewaan dan kemarahan yang Namjoon tahan.
"maafkan aku.. tapi aku benar benar tidak melakukan apapun.. Namjoon-ah, kau percaya kan?" Jin mulai berlinang air mata.
Namjoon menjauhkan tubuhnya, ia berjalan kearah tempat tidur dan mendudukinya.
"entahlah.. aku tidak tau harus mempercayaimu atau tidak.." Namjoon mengusap surainya kasar.
"hikss.. Namjoon.. aku betul betul tidak melakukan apapun.. hikss.." Jin jatu terduduk.
"kau harus mandi setelah ini.. aku harus pergi.. aku punya job." Namjoon segera beranjak dari duduknya.
"Namjoon.. hikss.. dengarkan penjelasanku dulu.. hikss.." Jin menarik lengan Namjoon.
"aku harus mendengar bagian mana lagi? Kau sudah menjelaskan semuanya.. aku mengerti.." Namjoon berujar tanpa menatap Jin.
"a-aku.. a-aku tidak seperti yang kau fikirkan.. aku tidak melakukan apapun.." jelas Jin.
Namjoon pun pergi tanpa mendengar penjelasan Jin dan meninggalkan Jin yang sedang menangis. Sungguh ia tengah dibakar amarah yang sangat besar..
.
.
.
.
.
.
.
.
Mobil aventaro putih itu berhenti tepat di depan gedung Bighit entertaiment. Seorang namja dengan surai biru pucat turun dari mobil itu.
Melihat sang bintang turun dari mobil puluhan wartawan itu segera berlari kearah sang bintang.
"Rapmon-ssi bisakah anda mengklarifikasi soal wanita dan anak itu?"
"Rapmon-ssi, siapa pria yang pernah menolong wanita itu?"
"Rapmon-ssi apa Jin-ssi benar istrimu?"
.
"hari ini aku datang untuk mengurus comeback ku bukan untuk mengurus masalah ini." Tukas Namjoon
"tapi sudah seminggu lebih anda tidak memberi penjelasan pada kami.."
"ya.. Rapmon-ssi tolong katakan hubunganmu bersama wanita itu.."
Namjoon tidak menghiraukan kata kata para wartawan lagi, ia segera melangkahkan kakinya memasuki gedung agency miliknya. Namun, begitu ia memasuki ruangan CEO ia dikejutkan dengan seorang wanita paruh baya yang tengah duduk dengan apik disalah satu kursi.
"e-eomma?"
Namjoon terkejut saat melihat sang ibu berada di dalam ruangan itu.
"urimaniya (sudah lama kita tidak bertemu) Namjoonie~"
GLUP!
Namjoon menelan ludahnya kasar, ia takut akan terjadi sesuatu yang tidak dapat ia bayangkan.. sang ibu yang datang jauh jauh dari LA pergi menemuinya.. pasti ada sesuatu..
"ada apa eomma?" tanya Namjoon sambil duduk.
"kau sudah dengar kabar tentang wanita itu kan? Kau tidak benar benar pacaran dengan janda anak satu itu kan?" tanya sang ibu. Namjoon mulai berkeringat dingin.
"e-eomma, sebenarnya.."
"jangan bilang kau betul betul memiliki hubungan dengan janda anak satu itu!" jejar sang ibu
"eomma aku bisa jelaskan semuanya.."
"aahh.. aigoo kepalaku.."
"eomma!"
"pokoknya kau harus segera memutuskan hubunganmu dengannya! Aku tidak ingin mempunyai menantu yang sudah pernah memiliki suami! Apalagi anak!" ujar sang ibu sembari bangkit
.
.
"Wooo! Bukannya itu ibu dari Rapmonster-ssi?"
Dan para wartawan itupun menyerbu ibu rapmonster yang baru keluar dari Bighit ent itu.
"eomonim. Bagaimana komentar anda tentang gosip Rapmonster yang dikabarkan telah memiliki seorang istri dan anak?"
"apa kabar itu benar?"
"maaf ya para wartawan.. asal kalian tau.. anakku itu berasal dari keluara terhormat.. dia tidak mungkin sudah memiliki istri dan anak dibelakangku.. dibelakang ibunya sendiri.. lagipula.. aku sudah menjodohkannya dengan calon yang tepat..!"
Dan mulai saat itu.. berita baru itupun mulai tersebar..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"kudengar akhir akhir ini Jin noona sering masuk tv karena skandalnya dengan rapper itu?" tanya Jimin sambil menatap yeoja yang sedang memakan tteokbukkinya
"yaa.. eonni sering masuk tv karena Namjoon. Kau tau! Aku rasa Jin eonni seperti dipermainkan.. Namjoon oppa masuk dalam kehidupan kami tanpa memberitahu identitas yang sebenarnya.. ah.. jinjja si brengsek itu.." jejar Yoongi.
"hei! Anak kecil! Jaga ucapanmu! Kau tidak boleh memanggi lorang lain dengan sebutan brengsek! Aish jinjja nappeun! Dan panggil aku Oppa! Aku lebih tua darimu!" ujar Jimin sambil mengajungkan sumpitnya.
"Shireoyo!" dengan sebal Yoongi meraih gelas cappucino miliknya dan meminum cappucinonya.
"aish jinjja! Apa kau selalu seperti ini didean semua pria?" tanya Jimin saat melihat cream dari cappucino itu sedikit menempel dibibirnya.
"seperti apa maksudmu!jangan sembarangan!" Yoongi melotot. Sunggu Jimin sangat ingin tertawa melihat wajah Yoongi yang sangat lucu dimatanya.
"igeo! Ada cream dibibirmu!" ujar Jimin. Yoongi mengangkat tangannya berniat mengusap bibirnya dengan tanganmiliknya.
"ya! Itu kotor! Sini.."
CHUP!
Jimin menarik tangan mungil milik Yoongi membawanya agar sedikit lebih dekat dan. Menciumnya. Yoongi terkejut, jantungnya berdetak tak karuan..
Jimin mulai menyesap bibir tipis milik Yoongi, melumatnya lembut tanpa memperdulikan suasana cafe yang ramai. Yoongi bingung, ia tidak tau harus bagaimana.. ia tidak pernah sekalipun berciuman.. ini kali pertamanya.. Yoongi masih diam seperti itu hingga ia sadar Jimin telah melepaskan ciumannya.
"woah diluar dari dugaanku.. bibirmu manis sekali Yoongi-ya.." ujar Jimin sambil menatap Yoongi yang menunduk.
"o-oppa.. ba-bagaimana.." Yoongi terbata, ia memegangi bibirnya, ia masih dapat merasakan bibir Yoongi disana..
"hei Min Yoongi!" panggi Jimin. Yoongi mendongak.
.
"aku menyukaimu... bagaimana ini?"
.
.
.
.
.
.
TBC.
.
Hosiki sama siapa? Nanti Elin bikin bareng Chorong.. heheh miaaaaaannnn!
.
Aduh disini,. Banyak banget yang pingin NamJin segera nikah ya? Hahaha.. Namjin nggak semudah itu nikah di ff elin.. harus langkahin Hyosang dulu alias Kiddoh dan ibunya Rapmon!.
.
Vkook? Maaf dikit yah di chapter ini?
.
Disini hubungan Yoongi sama Jimin yang paling lambat.. si Yoongi elin bikin jadi cewek polos dan galak..
.
Gimana chapter ini? Ngebosenin? Mian... elin lagi gabut nih..
.
Oh iya elin bikin ff baru nih.. judulnya Princess & Prince School baru ada teasernya doang.. kalo komennya bagus dan banyak bakalan elin lanjutt..
.
Soo segini doang ya.. untuk chapter ini.. Pyoong~!
.
.
NO SIDER IN HERE! COMMENT PLEASE!
