Neottaemunae (baecause you)

By :

Kim Elin

.

.

Cast :

Namjin

Kim Namjoon

Woo (Kim) Seok Jin

Woo Ji Ho (zico)

.

.

Other Cast :

BAP member,BTS member, Kiddoh Top Dog.

.

.

Genre :

Romance,friendship,little hurt

.

Warning!

TYPO,OOC,bahasa berantakan,GS!(Gender Switch)

.

Summarry:

Woo Seok Jin seorang yeoja cantik sederhana yang bertemu dengan namja kecil yang manis bernama Jiho, anak yang ia temukan di depan pintu rumahnya. Jin yang iba pun merawat Jiho, namun tanpa ia ketahui Jiho membawa ia ke takdirnya. Bertemu dan menjalin kasih, dengan seorang Rapper agency terbesar bernama Kim Namjoon. Namun perjalanan mereka tidak akan berjalan dengan mulus. Banyak rintangan yang menunggu mereka.

.

.

.

Kim Elin Present.

.

.

..

.

.

..

.

.

..

.

..

(detail umur para cast, Jin 24 ke 25 thn. Namjoon 25 ke 26 thn. Hoseok 27 ke 28 thn. Yoongi 24. Jungkook 22. Jimin 25. Taehyung 24. Kidoh/hyosang 27. Himchan 40. Yongguk 43. Jiho/Zico 1 tahun.)

.\.

.

.

.

.

,

.

.

.

Sudah 2 minggu Nmjoon tidak bertemu dengan Jin kekasih hatinya, seminggu yang pertama ia habiskan untuk menenangkan diri dan mempersiapkan comeback stage miliknya. Kedatangan sang ibu minggu lalu membuat ia harus menahan kembali keinginannya untuk bertemu Jin. Sudah berbagai telfon dan sms yang masuk kedalam ponselnya namun tidak ia angkat ataupun balas kalau itu dari Jin.

"eotthokkae? Eomma sudah berkata seperti itu di depan umum.. aku harus bagaimana?"

"tidak.. tidak seorangpun bisa mengatur hidupku.. bahkan itu eomma sekalipun.."

"aku harus menemuinya..."

.

.

Sore itu angin bertiup membelai wajah seorang wanita cantik yang kini tengah menunggu di sebuah taman.. ia menunggu seseorang..

"Namjoon mungkin sudah tidak mengi ginkanku lagi.. terakhir kali dia marah besar padaku.." gumam wanita itu.

"Jin?"

Panggil seseorang membuat wanita bernama Jin itu mengangkat kepalanya.

"ah.. Hyosang!" balas Jin sambil tersenyum.

"sedang apa kau disini?" tanya Hyosang

"tidak sedang melakukan apa apa.. aku hanya kebetulan jalan ke arah sini.. lagipula taman ini dekat kawasan rumahku.." ujar Jin

"benarkah? Ah.. sudah lama kita tidak bertemu nee?" ujar Hyosang sambil menatap Jin.

"hahaha nee.. oh iya! Setiap kali aku berpergian aku selalu membawa ini.. terimakasih sudah meminjamkannya padaku" ujar Jin sambil memberikan tas berisi jaket dan kemeja Hyosang.

"wah.. bahkan aku sudah lupa kalau baraangku ada padamu.."

"Tapi aku tidak pernah lupa..." balas Jin membuat Hyosang terkekeh dan mengusap rambut Brunette miliknya.

(rambut all member BTS era I NEED YOU)

Perlahan Hyosang mendekat dan memeluk tubuh langsing Jin, membuat sang pemilik tersentak.

"entah kenapa aku merindukanmu.." ujar Hyosang membuat Jin bingung.

.

.

Seorang namja berabut kebiruan keluar dari mobil mewah miliknya. Ia menatap jengah penuh amarah kearah 2 manusia yang berada dihadapannya ini.

Tangannya yang bebas dengan cepat mendial nomer seseorang. Seorang wanita yang berada dihadapannya melepaskan pelukannya dari namja yang tengah ia peluk dan mengangkat ponselnya yang berdering.

"Namjoon-ah!? Darimana saja kau! Kenapa tidak mengangkat telfonku? Aku merindukanmu.." terdengar sahutan dari ujung sana.

Namjoon tersenyum miring, hatinya ter iris sekarang.

"aku sibuk.. mianhae.. kau ada dimana?" tanya Namjoon sambil terus memperhatikan wanita yang hanya berjarak beberapa meter dihadapannya.

"a-aku ada di rumah..." jawab wanita itu.

"kuraeyo? Mana anakku?" tanya Namjoon masih dengan senyum miringnya

"Jiho sedang tidur... kau berada dimana?" tanya wanita itu membuat Namjoon melangkah mendekati 2 manusia yang berada dihadapannya.

"usaha membohongi yang sangat bagus SEOK JIN! Aku berada disamping kirimu sekarang." Ujar Namjoon.

Jin terkejut melihat Namjoon yang berada disamping kirinya sambil tersenyum miring dan memegang ponsel di telinganya, begitu pula hHyosang, ia juga terkejut namun masih bisa mengontrol air muka miliknya.

"jadi siapa pria itu Seok Jin? Mantan suamimu? Waahh... aku meninggalkan berita apa selama 2 minggu ini.." ujar Namjoon sambil menatap Jin dan Hyosang dingin.

Jin mulai berkaca, ia tidak tahu Namjoon berada di taman ini, ia tidak tau Namjoon melihatnya bersama Hyosang.

"Nam-namjoon-ah, aku bisa jelaskan semuanya.. a-aku.."

"jadi.. apa kau yang bernama Hyosang?" tanya Namjoon. Hyosang mengangguk

"charanda! Tadinya aku ingin mengajakmu bertemu di taman ini, memberikanmu bunga ini, dan mengajakmu berkencan.. serta meminta maaf karna aku sudah marah waktu itu.. tapi.. aku malah meliat sebuah tontonan yang manis..."

Namjoon berusaha menahan emosinya, sungguh ia ingin sekali meninju Hyosang sekarang. Ia mengeratkan pegangannya pada sebuket bunga mawar yang tengah ia pegang.

"Namjoon.. hikss.. dengarkan aku dulu.." ujar Jin. Namjoon tak menatap kearahnya lagi.

"bunga ini.. kurasa sudah tidak pantas lagi aku berikan.." ujar Namjoon, ia melihat bunga mawar itu.

BRUK..

DRAKKK...

DRAKKK...

Namjoon membuang bunga itu tepat dihadapan Jin dan menginjaknya hingga kelopak kelopaknya terlepas tak karuan..

"Namjoon-ssi bukan—"

"aku tahu.. sudahlah.. annyeong!" Namjoon berbalik ia pulang membawa luka yang hebat..

Namjoon tak lagi mendengar teriakkan Jin yang memekkakkan telinga, ia terus menyetir mempercepat pacuan mobilnya. Dalam mobil Namjoon menangis, baru kali ini ia merasakan luka yang begitu dalam luka yang disebabkan oleh orang yang sangat ia cintai.

.

.

Tidak beda jauh dengan Namjoon, Jin pun segera berlari pulang tanpa menghiraukan Hyosang yang memanggilnya, dengan sekuat tenaga ia berlari menuju rumahnya dengan airmata yang terus bercucuran dipipinya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"jungkook-ah! Sampai kapan kau akan bersikap seperti ini?" tanya Taehyung.

Jungkook hanya diam, ia terus melanjutkan kegiatan Stretching miliknya.

"JEON JUNGKOOK!"

"YAA! Tidak bisakah kau tidak berteriak! Kau fikir suaramu bagus sampai kau berteriak seperti itu hah?!" balas Jungkook sambil menunjuk wajah Taehyung.

"jangan diamkan aku seperti itu..." ujar Taehyung sambil menarik Jari Jungjook yang berada tepat dihadapannya.

"lepaskan! Cih! Aku mau mendiamimu atau tidak kan terserah padaku." Balas Jungkook sambil merenggangkan otot tangannya.

"Jungkookie~"

"jangan panggil aku seperti itu.." ujar Jungkook sambil mengangkat kakinya hingga sampai ke kepala.

"ayolah.. sampai kapan kau seperti itu padaku... aku sudah minta maaf.." ujar Taehyung

"tapi aku tidak memaafkanmu" Jungkook mulai menari dengan anggun.

"ayolah.. apa kau tau, saat kau pulang dengan keadaan menangis aku merasa bersalah, entah kenapa.." Taehyung mulai mengikuti gerakan tarian Jungkook.

"lalu apa masalahku?"

"aku kan sudah meminta maaf.. soal aku dan Yein, dia hanya kunggap sebagai adikku saja, lagipula dia agak mirip denganmu.." ujar Taehyung membuat Jungkook berhenti menari.

"YA! Jangan samakan aku dengan wanita itu!" Jungkook naik darah.

"aku tidak menyamakanmu dengan dia.. aku hanya bilang kalau wajahmu agak mirip dengan Yein!" ujar Taehyung sambil menggenggam tangan Jungkook. Jungkook menatapnya.

"walaupun kau jauh lebih cantik dan seksi darinya..." lanjut Taehyung membuat Jungkook merona.

"apa yang—"

CUP~

Taehyung mengecup bibir Jungkook membuat ia sangat terkejut.

"yaa!—"

CUP~

"kau! Ap—"

CUP~

"ayo kita mulai dari awal Jungkookie.. tanpa ada setingan dan paksaan.." ujar Taehyung.

"apa maksudmu.."

"ayolah Jung. Aku tau kau itu pintar dan pasti mengerti apa maksudku.." ujar Taehyung sambil menatap Jengah Jungkook

"jadi kau.. ingin aku.."

"pertama tama maafkan aku terlebih dahulu, kalau kau belum memaafkanku itu akan menjadi beban.." ujar Taehyung.

"baiklah aku memaafkanmu.." ujar Jungkook

"kedua, jadilah pacarku kembali Jungkook.. kumohon.." ujar Taehyung sambil mengeratkan pegangan tangannya.

"a-apa? Jangan bercanda Tae"

"apa wajahku terlihat bercanda? Jungkook.. ayolah.. baru kali ini aku memohon pada seseorang.."ujar Taehyung.

"baiklah.." ujar Jugkook sambil menundukan kepalanya.

.

.

.

.

.

.

.

"kau telat 20 menit Kim." Ujar seorng wanita paruh baya dihadapan namja bersurai biru pucat dihadapannya.

"jweosong habnida eomma" ujar Namja itu.

"Namjoon-ah, kenalkan.. ini Elin. Dia wanita yang eomma bicarakan waktu itu." Ujar sang ibu.

(maap reader, elin numpang eksis dulu..)

Namjoon menatap wanita yang ada dihadapannya ini, cantik memang, namun masil lebih cantik Jin. Ah apa yang ia pikirkan! Seharusnya ia segera melupakan wanita itu.

"annyeong hasseyo" ujar Elin.

"ne, annyeonghasseyo.." balas Namjoon sambil tersenyum.

"bagaimana? Dia cantik kan? Selain itu Elin Juga lulusan terbaik universitas Chunghak tahun ini, dia masih muda, dan tentunya masih lajang dan terawat. Tidak seperti wanita itu.." ujar sang ibu sarkatis

"eommaa.."

"ngomong ngomong.. apa kau sudah memutuskan hubungan dengan janda itu?" tanya sang ibu sambil meminum teh krisan miliknya.

"y-ya.. sudah.." ujar Namjoon, mengingat Jin membuat ia kembali merasa sangat sedih.

"itu lebih baik.. aahh.. aku tidak bisa mmbayangkan anakku memiliki hubungan dengan seorang janda... chaa~ sekarang lebih baik kau ajak Elin berkeliling.." ujar sang ibu membuat Namjoon beranjak.

.

.

.

.

.

.

Sudah 3 hari Jin berperilaku seperti mayat hidup, wajahnya pucat, pipinya meniru karena ia tidak mau memakan apapun.. kalau bukan karena bibi Ahn dan sang ibu, Himchan Jiho tidak akan terurus. Jin mengalami frustasi yang sangat besar, setiap malam ia akan menangis meraung raung membuat Hoseok harus memeluknya sabelum Jin melukai dirinya.

Sore ini Hoseok tidak bekerja, ia memutuskan menumpukan pekerjaanya pada wakil presdir dan sekretarisnya untuk sementara. Matanya menatap Jin yang tengah duduk menatap kosong layar televisi yang mati.

Hoseok membawa sepiring stroberi dan semangkuk cokelat cair, biasanya Jin akan sangat menyukai makanan ini..

"Jinnie?" panggil Hoseok. Jin hanya diam

"oppa bawakan cemilan kesukaanmu..." ujar Hoseok sambil menyuapi Jin dengan stroberi yang sudah ia lumuri dengan cokelat.

Perlahan Jin membuka mulutnya,hoseok tersenyum. Akhirnya adik kesayangannya bisa memakan makanan yang ia berikan. Dari kejauhan sang ayah dan ibu pun ikut tersenyum.

"kau ingin menonton? Kuraeyo.." Hoseok pun menyalakan benda berbentuk persegi panjang yang ada dihadapannya.

Siang tadi, Kim Jaejoong, ibu dari Rapmonster menklarifikasi masalah yang tengah menimpa anaknya di depan media.

"anakku tidak pernah berurusan dengan wanita manapun.."

"apalagi dengan janda anak satu itu! Aku tidak akan pernah sudi"

.

"apa apaan nenek sihir itu! Beraninya mengatai anakku!" seru Himchan

"eomma.." Jin membuka suaranya, membuat Himchan terdiam.

.

"kalian lihat wanita ini... lihatlah.. dia Kim Elin, dia yang akan kutunangankan dengan anakku Kim Namjoon, dia lebih baik daripada wanita itu.."

"mulai sekarang jangan ada seorang pun yang menggosipkan anakku dengan wanita jalang itu lagi"

.

"WHATT?!" Hoseok dan Himchan menjerit.

Jin menunduk, ia menatap kalung kristal pemberian Namjoon, ia mulai menangis, menangis dalam diam..

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Seorang pria bersurai biru pucat duduk di depan wanita dengan surai pendek sebahu berwarna pastel terdiam beberapa saat..

"jadi, ada apa memintaku bertemu disini?" tanya Pria itu.

"oppa... jangan perlakukan Jinnie Eonni seperti ini.. kasihan dia oppa.. dia begitu mencintaimu.." ujar sang wanita sambil menatap pria itu.

"mau bagaimana lagi... aku lebih terluka disini Yoongi." Ujar sang pria sambil menatap wanita yang bernama Yoongi itu.

"oppa, kau salah pahamm.." Pria itu—Namjoon—mendongak

"bagian mananya yang salah hmm? Kurasa itu semua sudah jelas.." ujar Namjoon sambil menyesap kopinya.

"kau hanya melihat dengan matamu, tidak mendengar dengan telingamu, tidak bertanya dengan bibirmu dan tidak merasakan dengan hatimu. Kau salah besar.." ujar Yoongi sambil menarik nafas panjang.

"kau melukai dirimu sendiri oppa.. Hyosang! Pria itu pengganggu, dia yang merindukan Jin eonni, pria itu yang memeluk Jin eonni, pria itu yang memaksa Jin eonni mengganti pakaiannya untuk sementara, Jin eonni terlalu baik, ia bahkan akan merasa sangat bersalah Jika menolak keinginan orang lain,"

"sadarlah oppa, Jin eonni hanya mencintaimu.. sudah berhari hari dia tidak mau makan dan tidak mau mengurusi jiho.. ia hanya bisa menangis, menggenggam kalung kristal yang kupikir pemberian darimu, ia juga memandangi foto kalian berdua saat di toko bahan pernikahan itu sambil berkata tidak mungkin.. ia hanya ingin berbicara dengan appa.. tidak denganku,eomma,hoseok oppa, bahkan Jiho.."

"sadarlah oppa, Jin eonni begitu tersiksa, apalagi begitu mengingat berita yang tanyang beberapa hari yang lalu, tentang pertunanganmu bersama wanita bernama Elin itu..." Yoongi menyudahi kalimatnya.

Namjoon mengusap wajah tampanya kasar , ia tidak mengetahui Jin sebegitu tersiksa karenanya, Jin begitu merasa terluka karena perbuatannya, ia menyesal sangat menyesal menyetujui saran ibunya agar mau ditunangkan dengan Elin.

"lalu harus bagaimana lagi Yoongi ya, karena dia aku tidak akan bisa bersatu dengan Jin, eomma ku melarang keras! Walaupun aku juga begitu mencintainya sama seperti Jin, tapi tidak bisa.." ujar Namjoon sambil menunduk

"dia? Siapa?" tanya Yoongi

"Jiho.. anak Jin, aku tidak bisa, walaupun aku memaksa pada eommaakan menikahi Jin aku takut eomma akan menyiksanya.." ujar Namjoon.

"Jiho? Jiho bukan anak Jin eonni.." ujar Yoongi membuat Namjoon mendongak.

"a-apa?"

"Jiho bukan anak Jin eonni... dulu kami ber empat bersahabat dengan baik.. aku,Jungkook, Jin eonni, dan Hyemi. Kami seperti saudara kandung, kemanapun kami selalu bersama, hingga Hyemi memutuskan ke Jepang dan meninggalkan kami. Namun kami tidak tahu kalau Hyemi pergi dengan keadaan tengah mengandung.. bahkan Jin eonni teman sekamarnya pun tidak tau.. suatu ketika saat Jin eonni pulang ia menemukan seorang bayi lelaki yang tergeletak didalam keranjang didepan kamarnya.." ujar Yoongi. Namjoon menatapnya antusias.

"lalu?"

"eonni menemukan sebuah surat yang ternyata dari Hyemi, dimana bayi itu tidak diakui oleh pacarnya, hingga saat bayi itu lahir pacarnya meminta bayi itu karena bayi itu seorang lelaki. Hyemi tidak mau, hingga ia meninggalkan bayi itu ditempat Jin eonni.. agar Jin eonni merawat bayi itu.."ujar Yoongi namjoon mengkerutkan alisnya.

"lalu dimana Hyemi?" tanya Namjoon.

"Hyemi tewas.. ia menenggak obat pembeku darah membuat jantungnya bereaksi dan meninggal.." jawab Yoongi.

"a-apa? Lalu?"

"kami kasihan pada bayi itu, akhirnya kami pun merawatnya, Jin eonni memberinya Nama yang sangat bagus.. kami bahagia, anak itu membawa kebahagiaan bagi semua orang.." ujar Yoongi, Namjoon terdiam.

"Hyosang... Jin eonni bilang ia pernah bertemu dengan pria itu tapi ia tidak tahu dimana.. tapi aku yakin oppa, Hyosang berbahaya untuk Jin eonni.." ujar Yoongi.

"lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Namjoon

"aku memohon oppa, tidak bisakah kau temui Jin eonni? Tolong jelaskan semua.. kami sudah sangat frustasi.. appa, eomma, Hoseok hyung bahkan Jungkook sekalipun sudah tidak tahu harus bagaimana lagi.." ujar Yoongi.

"aku akan menemuinya, tapi sebelum itu aku akan membatalkan pertunangan ini terlebih dahulu, meskipun harus memohon kepada ayahku."

.

.

.

.

.

.

.

.

Sudah 3 hari Jin tinggal di apartemen Namjoon . 2 hari setelah Namjoon bertemu dengan Yoongi di sebuah cafe, Namjoon datang menemuinya dan menjelaskan semuanya. Hampir saja Himchan dan Hoseok megusir dan memukulinya kalau tidak ada Yoongi disana.

.

Flashback.

Tokk.. tokk...

"untuk apa kau kesini?" tanya seorang wanita dengan mata sipit.

"siapa itu Yoong?" seorang pria

"untuk apa kau kesini brengsek?" ujar Hoseok sambil menatap namja dihadapannya dengan tatapan Jengah.

"untuk apa kau kesini setelah ibumu mempermalukan keluarga kami huh?" tannya Himchan

"oppa eomma, biarkan Namjoon oppa masuk dulu.. ini semua hanya sebuah kesalah pahaman biasa.."usar Yoongi.

"baiklah.."

.

Namjoon meringis, tatapan tak bersahabat dari Hoseok dan Himchan membuat ia merasa seperti pencuri yang ketahuan.

"appa!" seorang balita kecil bertubuh gemuk berlari ke arah Namjoon membuat Namjoon mengembangkan senyum dan menggendong balita itu..

"appa bogochipothoyo (bogosiposeoyo)" ujar balita yang bernama Jiho itu sambil memeluk Namjoon erat.

"nado bogosippo Jiho-ya.."ujar Namjoon.

"jadi? Ada apa? " tanya Yongguk.

"ini semua kesalah pahaman abeoji.. 3 minggu sebelum masalah ini muncul saya dan Jin bertengkar, kami bertengkar karena Jin yang waktu itu pulang dengan seorang ria, ditambah lagi pria itu mengangkat telfon yang saya tujukan untuk Jin."

"setelah itu kami sama sekali tidak berhubungan, seminggu kemudian, sya mengajak Jin untuk bertemu di sebuah taman dekat kompleks ini, tapi begitu saya sampai saya melihat ia tengah memeluk seorang pria. Saya menelfon, dan jin bilang bahwa ia sedang dirumah, jelas saya marah dan merasa cemburu, ia berbohong, saat dia tahu saya ada disitu saya segera pergi,"

"keesokan harinya ibu saya datang ke kantor agency, dia mengetahui berita hubungan saya dan Jin, ia menghardik dan mengata ngatai Jin hingga saat ia keluar dari gedung agency dia membeberkan berita itu.. jujur saya minta maaf abeoji, omonim.."

Namjoon berujar sambil menunduk, Himchan menghela nafas berat.

"setelah itu, Yoongi bertemu dengan Namjoon Oppa di sebuah restoran, Yoongi menjelaskan keadaan Jin eonni, sebenarnya Namjoon oppa tidak ingin berbuat seperti itu, tapi eommanya yang melarang namjoon Oppa berhubungan dengan Jin eonni karena berfikir Jin eonni adalah seorang janda beranak satu.." ujar Yoongi, Yongguk dan Himchan menoleh kearahnya.

"tapi setelah Yoongi jelaskan bahwa Jin eonni tidak pernah terikat sebuah pernikahan, dan Jiho juga bukan anak Jin eonni Namjoon oppa mengerti, ia membatalkan pertunangannya bersama Elin." Lanjutnya.

"a-apa? Kau membatalkan semuanya?" Himchan terkejut.

" iya omonim, saya membatalkan semuanya. Saya berbicara dengan appa dan eomma, mempertimbangkan semuanya matang matang, saya juga bilang kalau Jin tidak pernah terikat pernikahan dan soal Jiho juga. Awalnya eomma tidak percaya tapi saya menyuruh pengawal-pengawal appa untuk mencari tahu tentang Jin dan hasilnya Jin memang tidak pernah menikah ataupun memiliki anak... appa dan eomma pun menyetujui pertunangan ini dibatalkan.." ujar Namjoon.

"tapi Namjoon, karena tertekan dengan berita itu Jinie tidak mau makan dan tidak mau mengurus Jiho, ia hanya mengurung diri di kamar. Terkadang ia mau makan tapi jika appa ada di rumah dan menyuapinya.." ujar Hoseok

"maafkan aku Hyung.." ujar Namjoon

"lebih baik kau lihat Jin sekarang.. siapa tahu kalau melihatmu ia akan lebih baik" ujar Yongguk sambil bangkit.

"nanti aku antarkan makanan..." ujar Yoongi.

.

.

Sesampainya Namjoon di dalam kamar Jin suasana gelap langsung menyapanya. Jin sedang tertidur di kasurnya. Namjoon beranjak, menarik tirai besar yang berada tidak jauh dari kasur membuat sinar matahari segera masuk melalui tiras tiras jendela.

Jin masih belum terbangun. Namjoon duduk di kasur ia memandangi wajah Jin. Jin terlihat lebih kurus, pipinya yang sedikit chubby kini menirus. Perlahan tidurnya mulai terusik.

"ugh~" Jin melenguh kecil membuat Namjoon tersenyum

"selamat pagi menjelang siang princess"

"Na-namjoon?" Jin terlonjak

"ne.. ini aku.."

"aku pasti bermimpi.." ujar Jin. Namjoon mencubit pipinya.

"sakit?" tanya Namjoon. Jin mengangguk

"berarti bukan mimpi sayang.."

Jin segera beranjak memeluk Namjoon, ia memeluk Namjoon sangat erat. Namjoon tersenyum.

"Namjoon, aku dan Hyosang—"

"sssst... aku sudah tau soal itu.. sudah jangan diributkan lagi, aku minta maaf sudah salah paham. Soal Elin dan eomma tidak perlu difikirkan, itu semua tidak benar" ujar Namjoon sambil mengeratkan pelukannya.

"aku merindukanmu.."

"aku juga, tapi kau cukup menjadi anak nakal selama ini," ujar Namjoon. Jin mendongakkan kepalanya

"huh?"

"tidak ingin makan apapun, mengurung diri dikamar, tidak ingin bicara, tidak ingin mengurus jiho. Neo nappeun yeon! (kau wanita brengsek)" ujar Namjoon.

( neo nappeun yeon itu semacam kata umpatan atau makian di korea, biasanya, wanita wanita bar/pelacur sering disebut seperti itu. Ada juga sepasang kekasih yang kalau putus saling mengatai seperti itu. Tapi antar sesama teman itu hanya dianggap sebagai candaan.*just info*)

"huh... aku melakukan itu semua karena terlalu mencintaimu.." ujar Jin membuat Namjoon kembali tersenyum menampakkan diplenya.

"lihat, kau tambah kurus chagiya.. tunggu sebentar aku akan ambilkan makanan untukmu.." ujar Namjoon sambil beranjak, namun..

"aku ikut.." ujar Jin sambil mengikuti Namjoon.

.

.

Sudah seharian penuh Namjoon menemani Jin. Banyak sekali kegiatan yang mereka lakukan, mulai dari makan bersama, bermain bersama Jiho, bercanda bersama Hoseok, menggoda Yoongi yang sedang saling mengirim pesan dengan Jimin, bernostalgia bersama Himchan dan Yongguk yang saling menceritakan kenangan masalalu, saat pertama mereka bertemu,menikah,hamil pertama kali, memiliki anak, bertengkar dan lain lain.

Hingga saat ini Namjoon beranjak ingin pulang, namun Jin menahannya. Jin seperti anak kecil sekarang. Ia merengek ingin ikut bersama Namjoon.

"Jinnie, Namjoon akan berkunjung lagi besok.. biarkan dia pulang nee?" bujuk sang ibu.

"aniya! Appa~ bantu aku," rengek Jin

"ada apa Jinnie? Sudahlah biarkan saja Hime.. Jinnie dan Namjoon baru saja bertemu setelah sebulan biarkan saja ia dan Jiho ikut bersama Namjoon." Ujar Yongguk

"tapi appa.."

"lagipula kita mempercayai Namjoon oppa kan? Untuk apa ragu?" ujar Yoongi.

"ayolah Hime izinkan Jinnie, lagipula Jinnie sekarang sudah kembali seperti semula.." ujar Yongguk

"ayolah eommaa... jebal.." Jin memohon. Himchan mengangguk

"ahn, tolong siapkan perlengkapan Jin dan Jiho secepatnya." Ujar Himchan membuat Jin dan Jiho berseru dan ber higfive ria.

.

FLASSBACK OFF

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Hoseok melngkahkan kakinya kembali ke ruangan besar miliknya, sepanjang perjalanan banyak para pegawainya yang menunduk hormat. Hoseok sangat disegani.

.

"ah, lihat itu.. putra tunggal keluarga Min itu, dia tampan bukan?"

"ia memang sangat tampan, aku bahkan bisa merasakan aura dan kharismanya dari sini.."

"yaa kau benar, tapi sayang dia masih lajang.. padahal usianya sudah menginjak 27 tahun."

"kupikir dia sudah punya istri... kau ingat wanita berambut brunette yang pernah datang kemari? Aku pikir itu istrinya.."

"aish.. kau ini, dia itu Seok Jin, adiknya.. cantik bukan?"

"yaa sangat cantik.. ahh.. sayang sekali, padhal aku mau saja dijodohkan dengan pria seperti Hoseok sajangnim.."

"aish! Jangan bermimpi kau.. hei kudengar dulu saat ia masih menjabat sebagai karyawan disini, dia pernah memiliki kekasih.."

"benarkah?"

"yaa.. kalau tidak salah namanya,.. eummm... Yoo Eun Hye."

.

Yoo Eun Hye.

Mendengar nama itu, Hoseok hanya tersenyum, memang, ia mendengar semua percakapan para pegawai yang menggosip kannya karena ia memakai sebuah alat canggih yang ia selipkan di telinganya agar dia bisa mendengar apapun dan mengontrol papun dalam perusahaannya.

.

Yoo Eun Hye.

Wanita yang sudah 7 tahun menghiasi kehidupan Hoseok. Wanita yang selalu menemaninya. Wanita yang selalu memberinya semangat. Wanita yang sudah 7 ahun menjadi kekasihnya. Pergi karena sebuah kecelakaan.

.

.

FLASBACK.

.

14, January. Hoseok age's 19

.

Seorang gadis cantik berambut cokelat berjalan menyusuri sekeliling taman yang mulai gelap itu, mata sipitnya bergerak mencari seseorang yang sedari tadi ia tunggu, tangan mungilnya menggenggam erat lentera kecil.

"Hosiki kau ada dimana? Jangan bersembunyi seperti itu... Hosiki ayolah.."

Gadis itu mulai kelelahan. Ia pun duduk disalah satu bangku.

TAK...

TAKK..

TAKK..

Perlahan lampu lampu taman itu mulai menyala, membuat taman itu menjadi terang. Gadis itu masih kukuh diam ditempat duduknya, ia yakin orang yang ia tunggu akan datang.

PYAARR..

PYARRR...

Kembang api berwarna warni meletus diudara membuat gadis itu mendongak dengan mata yang berbinar..

"indah sekali.."

Tanpa sadar, seorang pria dengan rambut cokelat gelap telah berada dihadapanya dengan seikat balon berwarna warni ditangan kirinya dan seikat balon hitam di tangan kanannya.

"Yoo Eun Hye!"

Merasa dipanggil gadis itu menoleh kearah suara di hadapanya..

"Hosiki?"

Pria yang tak lain adalah Hoseok itu mulai menunduk kala Eunhye mendekatinya.

"eunhye-ah sudah lama aku memendam semua ini, sudah sejak kita bertemu pertama kali di taman ini tepatnya sebulan lalu. Waktu itu aku hanya tertarik, tapi entah kenapa semakin lama aku tertarik dalam pesonamu membuatku jatuh cinta.. Yoo Eun Hye, Be My Girl?"

Eunhye tampak sedikit terkejut namun ia dapat mengontrol alur wajahnya. Tak dapat dipungkiri gadis ini memang sudah lama tertarik pada Hoseok lebih lama dari yang Hoseok kira. Ia sudah menjadi stalker Hoseok semenjak Hoseok menjadi tetangganya setahun yang lalu.. namun ia baru dipertemukan sebulan yang lalu bersama Hoseok secara resmi melalui taman ini.

"kalau kau menerimanya ambil balon berwarna ini, tapi kalau tidak kau bisa ambil balon hitam ini.." ujar Hoseok. Eunhye tersenyum dalam hati.

Tangan lentiknya ia arahkan ke tangan kanan Hoseok. Tempat balon hitam itu berada. Hoseok tampak kecewa ia berfikir Eunhye akan menolaknya. Namun ia sudah bersiap siap dari rumah..

Namun di lain dugaan, Eunhye memang mengambil balon hitam itu. Tapi sedetik kemudian balon itu ia hemoaskan keangkasa membuat balon hitam itu berhamburan ditengah gelapnya malam dibawah gemerlap bintang.

Eunhye mengambil balon berwarna warni yang ada di tangan Hoseok.

"aku menerimamu... tentu saja karena aku juga menyukaimu Hosiki.." ujar Eunhye sambil tersenyum manis. Membuat Hoseok tak tahan untuk memeluknya.

Berbagi kehangatan di malam bahagia sekaligus melegakan yang dirasakan oleh keduanya..

.

24, December. Hoseok age's 21

.

Hiruk pikuk bandara international Incheon tidak pernah terelakkan lagi, walau dimalam dingin yang diselimuti oleh bintik salju semua orang masih bekerja. Banyak penumpang keluar masuk bandara seperti seorang pria yang satu ini.

Pria dengan rambut hitam kelam ini tengah memandangi pemandangan kota seoul yang tidak pernah berubah. Selalu ramai. Dalam dingin dan selimut salju pria itu tersenyum.

"aku pulang eunhye..."

.

Rumah besar nan megah itu kini tengah dilanda kesibukan. Semua orang sibuk mempersiapkan makan malam.. karena ini malam natal..

Saking sibuknya tak ada satupun yang menyadari kedatangan seseorang yang memang sedari tadi di tunggu tunggu. Pria itu melangkah memasuki ruang makan tempat semuanya berkumpul.

Samar samar pria itu dapat mendengar percakapan keluarganya.

"Shin! Bawa supnya kemari.."

"Eunie~ apa cakenya sudah selesai?"

"sebentar lagi eomma.."

"jangan di comot terus Yoong!"

"eommaaa! Appa membentakku!"

"Gukkiee!"

"aku tidak melakukan apapun.."

"permisi nona muda, susu hangat dan cokelatnya sudah siap."

"yeayy!"

"Yoong! Jangan makan yang manis dulu! Nanti kau tambah gendut!"

"eonnieee!"

.

Pria itu lagi lagi tersenyum.. perlahan ia mulai memasuki dapur dan segera duduk di kursinya

"hanya mempersiapkan makan malam sudah ribut seperti ini..." ujarnya sambil mencomot permen cokelat yang ada di meja.

"HOSEOK OPPAA!" sang adik bungsu Yoongi segera menghambur kedalam pelukanya.

"Hoseok kapan kau pulang nak? Kenapa tidak mengabari kami dulu.." ujar sang ibu sambil gantian memeluknya.

"aku baru saja sampai dan sengaja tidak memberi tahu agar menjadi kejutan.." ujar Hoseok sambil tersenyum.

"lihatlah disini.. siapa yang dipertemukan setelah 2 tahun tidak bertemu.." goda sang ayah. Hoseok tersenyum.

"aku pulang.. Eunhye.." ujar Hoseok membuat Eunhye segera memeluknya sambil menangis.

.

.

30, March. Hoseok age's 23

.

"saegil Chukkae chagiya.." ujar Hoseok sambil memberika wanita yang berbeda 1 bulan dengannya ini sebuah cake kecil berbentuk hati.

"gomawo... Hosiki.." ujar Eunhye sambil tersenyum.

" tiuplah lilinmu..'

Perlahan Eunhye mulai memejamkan matanya, menangkupkan tangannya dan mulai berdoa.

'Tuhan, dihari ulangtahunku yang ke 23 ini aku berharap diberikan kesehatan dan umur panjang, berikanlah orang-orang yang aku sayangi selama ini berkah dan panjang umur dan berkatilah hubunganku bersama Hoseok sampai kami berada di depan altar, mengucap janji suci dihadapanmu Tuhan. Aku mencintainya.. kabulkanlah doaku selama ini.. amin..'

PFFTT..

Lilin itu pun ditiup Hoseok tersenyum, perlahan ia memngeluarkan sebuah kotak berwarna merah dihadapan Eunhye.

"apa ini?" tanya Eunhye.

"buka saja.."

Eunhye pun membuka kotak itu. Terlihatlah sebuah kalung berwarna putih yang ia yakini terbuat dari perak. Kalung itu ada 2 buah. Berinisial E&H. Eunhye mengambil kalung itu dengan hati hati.

"ini untukku?" tanya Eunhye sambil menunjukkan sebuah kalung berinisial E.

"tidak, yang itu untukmu" ujar Hoseok sambil menunjuk kalung yang berinisial H.

"yang ini intukku.." hoseok mengambil kalung berinisial E dihadapannya dan segera memakainya.

"terima kasih.." Eunhye yang telah mengerti pun memakai kalung itu.

"ini artinya kau milikku, dan aku milikmu.. kita selamanya satu.. dan tidak akan terpisah.."

"ya.. ita tidak akan terpisah..."

.

.

08, September. Hoseok age's 25.

.

'sebuah kecelakaan pesawat terjadi dini hari sekitar pukul 3 pagi pesawat penerbangan dari Jepang yang akan menuju Korea hilang kendali saat memasuki area jangkauan korea utara. Pesawat diperkirakan jatuh sekitar 23.500.67 km dari perbatasan darat korea selatan. Saat ini, tim penyelamat yang bertugas mencari para korban tengah diberdayakan. Pihak korea utara pun turut membantu peristiwa ini.'

.

'setelah 5 jam pencarian korban terakhirpun ditemukan dalam kondisi kritis. Korban diketahui bernama Min Hoseok. Dari data yang di peroleh sebanyak 150 penumpang yang berada dalam pesawat 49 orang dinyatakan tewas dalam peristiwa, 27 orang kritis, 33 orang di temukan dengan luka parah akibat kebakaran singkat dan 40 orang berhasil menyelamatkan diri sementara 1 korban dinyatakan hilang. Korban diketahui bernama Yoo Eun Hye berusia 25 tahun berasal dari Korea selatan.'

.

11, December. Hoseok age's 25.

Setelah 3 bulan terbaring koma di rumah sakit angin segar menimpa keluarga Min Hoseok. Pasalnya tadi siang mendadak ada pergerakan yang ditunjukkan olehnya..

Seorang pria dengan jas putih keluar dari ruangan.

"bagaimana keadaan anak saya dokter?" tanya sang ayah.

"pasien sudah dalam keadaan stabil dari komanya, ia sudah dapat di jenguk.." jawab sang dokter

"baiklah.. terimakasih dokter.."

Mereka pun memasuki ruangan Hoseok.

"Hoeseok... bagaimana keadaanmu nak? Appa khawatir.." ujar sang ayah.

"appa... eomma... sudah berapa lama aku disini? Apa yang terjadi?" tanya Hoseok.

"sudah 3 bulan kau berada di rumah sakit ini Hoseok.. pesawatmu mengalami kecelakaan.." ujar sang ibu.

"kecelakaan? Eunhye! Dimana Eunhye!" Hoseok mulai panik.

"maafkan eommaa... hikss.. maafkan eomma... hikss.." Hoseok semakin terkejut melihat ibunya tiba tiba menangis..

"Appaa! Dimana Eunhye! Dimana dia! Dia selamat kan! Dimana dia!" seru Hoseok. Sang ayah hanya diam

"dimana Eunhye eommaa! Hikss.." Hoseok terisak, Himcan memeluknya makin erat

"maafkan eomma... Eunhye menghilang... tidak ada satu orang pun yang menemukan Eunhye.." ujar Himchan sang ibu.

"apa?! Tidak! Tidak mungin! Eunhye pasti masih hidup! Dia pasti akan muncul dan memberikan kejutan untukku! Tidak eomma! Andwaee!" hoseok mulai tak karuan.

"hikss... Eunhye eonni memang tidak ditemukan oppa.. ada yang bilang ia sudah tenggelam.. hikss.. bahkan puing puing pesawak kalian ditemukan dalam keadaan tidak lengkap.. hikss..." ujar Yoongi

"andwae! Andawee! Maldo adwae! Hikss... Eunhye tidak mungkin meninggalkanku! Andwaee! EUNHYEE!"

BRUK.

"DOKTER!"

.

.

FLASHBACK OFF

.

.

Hoseok menggelengkan kepalanya ia kembali mengingat masa lalu, masa dimana ia dan eunhye pernah bersama... pernah bersatu.. bahkan tidak pernah ada kata berpisah untuknya dan eunhye..

Hoseok memegang kalung berbandul huruf E yang menggantung dilehernya. Kalung yang sejak dahulu tidak pernah ia lepas.. kalung yang selalu meyakinkannya kalau Eunhye masih hidup.

.

"Eunhye-ah.. eodisseyo? Bogoshipposseo,.. neomu bogoshipposeo"

.

.

.

.

.

.

.

Siang itu, seorang wanita cantik tengah menikmati acara jalan jalannya bersama sang anak lelaki yang sangat imut, siapa lagi kalau bukan Jin dan Jiho.

"eommaa... Jiho mau kethitu.." ujar sang anak sambil menarik tangan Jin

Jiho melangkah kearah ayunan yang berada di tengah taman itu dan menaikinya.

"Eommaa! Dorong Jiho!" seru Jiho membuat Jin beralih ke belakang dan mendorong anaknya yang berada diayunan itu pelan.

Puas bermain Jin mengajak Jiho beristirahat di sebuah bangku taman beratapkan pohon yang besar dan rindang.

"Seok Jin?" panggil seseorang membuat Jin menoleh.

"oh, Hai Hyosang!" balas Jin sambil tersenyum.

"sedang apa?" tanya Hyosang.

"menemani anakku jalan jalan.." ujar Jin

"ah, begitu rupanya.." ujar Hyosang

"kau sendiri?"

"aku kebetulan lewat dan melihatmu disini.." jelas Hyosang Jin tersenyum.

"eeomma, dithana ada penjual ethklim!" ujar Jiho sambil menarik tangan baju Jin

"Jiho mau eskrim?" tanya Jin..

"nee! Eomma, belikan Jiho ethklim!" ujar Jiho kembali menarik lengan baju Jin.

"baiklah.. eomma belikan, Hyosang bisa kau jaga Jiho sebentar?" tanya Jin sambil bangkit.

"tentu, kau pergilah.." ujar Hyosang.

Jin pun berbalik berjalan kearah penjual eskrim yang berada di tengah taman,. Namun baru saja ia ingin membayar eskrimnya, ia dan sang penjual eskrim dikagetkan dengan teriakan seorang anak kecil.

"EOMMAA!"

Jin berbalik mendengar suara teriakan Jiho, benar saja ia melihat Jiho dibawa kabur oleh Hyosang. Dengan cepat Jin berseru.

"OH TUHAN ANAKKU! JIHOO!" jin mencoba Berlari

"SIAPA SAJA TOLONG KEJAR ORANG ITU! BAYI IBU INI DICULIK!" sang penjual eskrim ikut mengejar.

Namun sebelum tertangkap Hyosang sudah memasuki sebuah mobil Hitam yang sedaritadi menunggu dan langsung melesat. Jin berteriak seperti orang gila di jalan, ia menangis.

"JIHO! ANAKKU! TOLONG! HYOSANG BERHENTI!" seru Jin sambil mengejar mobil Hyosang yang sudah menjauh,

Jin meraih ponsel yang berada di dompetnya. Ia menelfon seseorang.

.

.

.

.

.

MEANWHILE

.

.

.

"ya! Kau fikir ini tempat bermainmu apa? Kau tidak tahu kami semua menjadi sasaran wartawan, kami semua yang mencoba menjelaskan macam macam scandalmu diluar sana!" seru sang manager

"tapi untuk itulah kau dibayar" balas pria bersurai biru pucat di hadapannya

"kau fikir siapa yang membayarmu?" ujar seorang pria yang tak lain adalah sang CEO.

"dan kau fikir siapa yang memberimu uang huh?" balas Namjoon

"yaiks! Anak ini! Pokoknya aku tidak mau tau, kau harus menjawab semua pertanyaan wartawan hari ini," ujar sang CEO

"itulah alasan kenapa aku ada disini." Balas Namjoon sambil membuka pintu dhadapannya.

Puluhan kilatan lampu kamera langsung saja menyerapnya. Namjoon duduk bersama sang Manager dan CEO, yap hari ini ia akan melakukan konfrensi pers mengenai scandal atau kabar ak sedap yang ia hadapi.

Namun ponselnya sedari tadi bergetar ia menjadi terganggu dan segera menengok ponsel yang berada dibalik saku jasnya.

"kau tidak boleh mengangkat telfon saat ini." Bisik sang manager.

"tapi kurasa ini penting ia menelfonku sedari tadi. Perasaanku juga tidak enak.." balas Namjoon kemudian mengangkat telfon dari kekasihnya itu.

Suasana un menjadi Hening kala Namjoon memberikan isyarat para wartawan agar diam.

"halo.?"

"Namjoonie.. Hiks.. hikss.. tolong.. hikss.." terdengar suara isakan diseberang sana.. Namjoon terperanjat, ia segera menegakkan duduknya.

"Jin? Ada apa? Kenapa kau menangis huh? Coba ceritakan dengan benar.." ujar Namjoon, para wartawan mulai membidiknya.

"hikss... hikss.. Namjoonie.. hikss.. tolong aku..." Jin masih sesegukan, Namjoon makin tidak tenang..

"ada apa? Ayolah Jin jangan buat aku semakin khawatir.." ujar Namjoon.

"ada apa?" ibuh sang manager,

"aku tak tahu.." alas Namjoon.

"Namjoonppalii.. hikkss... cepat kesini jemput aku.. hikss.. Jiho.." Jin masih terisak.

"Jiho kenapa? Kau dimana? Ayolah sayang.. ada apa?" ujar Namjoon para wartawan semakin gencarr.

"Jiho... hikss.. Jiho diculik.. Hyo-hyosang yang menculiknya..."

"a-apa?"

.

BRAK

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Halo haloo.. maap lama update elin baru ngebut nih.. hehehe...

Gimana chapter ini? Cukup memuaskan?

Gini reader, elin mau curhat dikit.. elin agak bingung bikin confliknya Vkook, jadi untuk Vkook shipper bisa kali ya bantu elin bikin conflik yang bagus..

Untuk MinYoon elin no coment. Tuh pairing paling imut sendiri..

Kalo Hoseok untuk chapter ini gimana? Aku pasangin dia sama OC. Namanya Yoo Eun Hye, sebenarnya itu nama temen elin di fakultas, tapi gapapa lah.. hehehe..

Oiya, elin lagi kesemsem/? Sama MV barunya BTS tuh yang For You. Aaaa . ada Namjin nya.. seneng banget deh,...

Elin juga mau cerita dikit, waktu 2 minggu yang lalu atau 3 minggu yang lalu tuh.. BTS bikin acara Fansign di daerah Gangnam, kebetulan elin ikut. Kan pas banget tuh tempat duduknya, Hoseok, V, Jungkook,Jimin, Yoongi, Jin, Namjoon. Nah pas giliran elin ngasih tandatangan, elin bilang ke Hoseok.

*dimeja Hoseok*

"saya seorang penulis cerita disalah satu blog, tapi itu khusus Indonesia."

Hoseok : "Indonesia? Woah.. hebat"

"saya membuat cerita tentang kalian, dan responnya banyak,. Banyak yang sangat suka dengan cerita saya."

Hoseok : "apa kau membawa ceritanya sekarang? Jadi ingin membacanya.."

"sayang sekali tidak saya bawa, tapi mungkin lain kali.."

Hoseok : teruslah berjuang.

.

*dimejanya V*

V : "ah ada apa disana?" *nunjuk kebelakang*

"jangan bercanda oppa, aku tidak seidiot dirimu.. :D"

V : "ah, sayang sekali.."

"ternyata kau tampan jika dilihat dari dekat"

V : "ah, terimakasih"

"kau tahu siapa ini?" *nunjukin foto Jungkook girl version*

V : "aku tidak tahu tapi dia sangat cantik."

*tertawa* "silahkan simpan saja, kuberikan untukmu, kau tahu wanita ini tepat berada disampingmu,."

V : *loading* "apa? Jungkookie?!"

.

*dimeja Jungkook*

JK : "apa itu?" *lihat foto yg sama V*

V : *tertawa* itu fotomu! Hahaha!"

JK : *natap Horor* "aku membencimu.."

V : *tertawa**nunjukin foto ke Jhope*

"bukan aku yang membuat fotonya, seorang Fans dari indonesia yang membuatnya.."

JK : "Jinjjayo? Tapi aku terlihat begitu seperti perempuan.."

"tapi kau tampan.."

JK : "terimakasih"

"Ber-aegyolah.."

JK : *aegyo*

"lucu! Aaahh! Inilah alasan kenapa mereka membuat foto itu.. kau sangat imut jungkook!"

.

*di meja Jimin*

"dari luar kau terlihat sangat gemuk, tapi saat kau buka bajumu semua orang tidak akan menyangka kalau kau punya abs dan terlihat sangat seksi"

JM : "benarkah? Padahal aku sudah berusaha untuk diet"

"wajahmu seperti Siomay shanghai"

JM : *tertawa*

Suga : *tertawa* "itu benar!"

JM : "kupikir hanya kau fans yang mengataiku Siomay Shanghai dan gendut"

"oh.. tidak aku hanya mewakili berjuta ARMY's di indonesia yang mengataimu gemuk dan semok. Terkadang mereka memanggilmu JiBooty"

JM : *tertawa* "oh tidak perutku sakit karenamu.."

"kalau begitu pergilah kerumah sakit,"

JM : "kau bercanda?"

"tidak aku serius."

JM*tertawa*

"oppa, apa kau menyukai Yoongi?"

JM : *tengok Yoongi* "dia sangat manis, pasti aku menyukainya! Kalau ia wanita."

"SKAKMAT YOONMIN SHIPPER!"

JM : *bingung*

.

*dimeja Yoongi*

"Oppa.."

Yoongi : *ngedongak sambil senyum* sumpah kalo bukan elin jaga imej elin udah jingkrak jingkrak! Manis banget..

"kalau kau menjadi perempuan siapa yang akan kau kencani?"

Yoongi : *lihat para member* "aku akan pergi bersama Namjoon"

Jin : *nengok ke Yoongi* aduh sumpah itu namjin feelsnya,, elin ampir teriak.. senyum aja..

"kenapa tidak pilih Jimin?"

Suga : "dia pasti sudah punya pacar, kalau kau tempatkan aku dan Jungkook disuatu wadah bersama Jimin kujamin ia akan memilih Jungkook"

"tapi dia bilang menyukaimu oppa."

Suga : " aku menyukai jimin tapi jimin tidak menyukaiku."

JM : "aku menyukaimu Hyung! Saranghae!"

Jin : *tertawa*

Suga : "hentikan iu menjiikkan."

"oppa, kau tahu, banyak Army indonesia yang sangat menyukai MinYoon Couple"

Jin : "jiMin Yoongi?"

Suga : "aish Jinjjayo? Kau dari indonesia."

"ya, banyak army yang menitip salam untukmu.. oh iya, sekali kali kau harus coosplay menjadi maid lagi, tapi dengan tambahan wig. Kau pasti cantik" *pergi sambil ningalin foto editan Yoongi jadi maid*

JM : "Sexxyyy!"

Jin : *tertawa.*

.

*dimeja Jin*

"bagaimana perasaanmu hari ini oppa?"

Jin : "baik sekali"

"pantas saja kau terlihat cantik"

Jin : *Shy*

RM sama Fans lain : *nengok*

"jadi? Bagaimana menjadi eomma di BTS?"

Jin : "sangat melelahkan.. mereka sulit diatur,.. hahaha"

"hahaha.. oppa, bagaimana menurutmu tentang Namjoon Oppa?"

Jin : "Namjoon? Oh! Rapmonster? Dia leader yang baik.."

RM : *nengok*

"apa dia pernah marah?"

Jin : " tidak, kurasa tidak padaku... tapi pada member yang lain dia sedikit tegas.. namun selebihnya dia idiot"

RM : "YAA!"

"kalian sangat serasi, kalian tahu, banyak army indonesia ataupun yang lainnya yang sering memasangkan kalian berdua.. bahkan aku sendiripun seperti itu.."

RM & Jin : Jinjayo?

"nee, terlebih aku salah satu penulis di blog fanfiction. Mereka senang.. oh iya.. more skinship juseyo"

.

*meja Namjoon.*

"oppa, kau sangat pintar, aku selalu menontonmu di problematic men"

RM : " ah, terima kasih"

"IQ mu sangat tinggi, aku saja tidak setinggi itu.."

RM : " IQ-mu berapa?"

"108, sangat terndah.. tapi aku selalu berusaha,"

RM : "semangatlah.."

"oppa, menurutmu Jin oppa lebih ke cantik atau tampan?"

Jin : "Mwoyaaa?"

RM : "dia tampan, tapi dia juga cantik.. itulah sebabnya beberapa fans suka memanggilnya Prrincess Jin"

"kau pernah memberikan Jin oppa hadiah"

RM : "tentu, aku pernah memberinya sebuah hadiah."

"waahh.. baiklah, terimakasih untuk tanda tangannya, ini intukmu.." *kasih foto Namjin yang jadi sampul cerita ini*

RM : "ini foto sampul problematic men, aku tau wanita ini, aslinya Hyuna sunbaenim.. tapi wanita ini siapa?"

Jin : "itu cukup fulgar"

JM : "WOAH!"

"kau pasti tahu siapa yang ada disitu.. oh iya, Jin oppa, aku lupa.. ini untukmu" *kasih hadiah yang dibungkus kertas kado warna pink, isinya buku resep sama foto Jin girl version*

Jin : *lihat foto*

JM : "itu Jin Hyung!"

Jin ; *shocked*

Fans lain : *ikutan liat*

RM : aigoo... mataku..

"sampai jumpa.. terimakasih atas tanda tangannya, semoga harimu menyenangkan.."

.

Sampai sekarang Namjoon nggak tau kalo foto yang Elin kasih itu foto Jin sama dia yang lagi tiduran dikasur... hahaha adoohhh...

More review juseyo.