Neottaemunae (baecause you)
By :
Kim Elin
.
.
Cast :
Namjin
Kim Namjoon
Woo (Kim) Seok Jin
Woo Ji Ho (zico)
.
.
Other Cast :
BAP member,BTS member, Kiddoh Top Dog and other find it your self.
.
.
Genre :
Romance,friendship,little hurt
.
Warning!
TYPO,OOC,bahasa berantakan,GS!(Gender Switch)
.
Summarry:
Woo Seok Jin seorang yeoja cantik sederhana yang bertemu dengan namja kecil yang manis bernama Jiho, anak yang ia temukan di depan pintu rumahnya. Jin yang iba pun merawat Jiho, namun tanpa ia ketahui Jiho membawa ia ke takdirnya. Bertemu dan menjalin kasih, dengan seorang Rapper agency terbesar bernama Kim Namjoon. Namun perjalanan mereka tidak akan berjalan dengan mulus. Banyak rintangan yang menunggu mereka.
.
.
.
Kim Elin Present.
.
.
..
.
.
..
.
.
..
.
BRAK..
Namjoon menggebrak mejanya, dengan cepat ia menutup ponselnya dan segera beranjak pergi. Namun sang CEO menahannya.
"mau kemana kau?" tanya sang CEO.
"aku harus pergi.." jawab Namjoon.
"kau tidak bisa pergi semudah itu.. kau fikir ini acara untuk siapa huh? Kau fikir berapa ratus bahkan juta won yang sudah ku keluarkan untukmu hah? Kau fikir mudah mempertahankan karirmu?" bentak ang CEO
"karirmu bisa hancur Namjoon! Duduk dan ikuti semua mau para wartawan ini.. untuk hari ini saja.. kalau tidak karirmu yang sudah kau bangun sejak 15 tahun yang lalu akan hancur!" ujar sang manager sambil menrik Namjoon. Namjoon menunduk.
"tidak hyung.. keluargaku lebih penting daripada karirku.. Jiho hilang! Dia diculik.. Jin dan eomma pasti panik skarang.. aku harus pergi."
Tanpa banyak bicara lagi Namjoon pun segera pergi tanpa menunggu apapun. Namjoon mngangkat ponselnya, mendial nomer seseorang yang bisa sangat membantu..
"hyung, aku butuh bantuanmu.. Jin Hyosang! Cari dia..!"
.
.
.
,
.
.
.
Hoseok terperanjat ketika ponsel yang berada di tangan kirinya bergetar dan mengeluarkan nada dering yang keras, pasalnya tadi Hoseok tertidur karena mengingat tentang Eunhye.
Hoseok melihat nama yang tertera di ponselnya
'PRINCESS JINNIE'
Mendadak Hoseok merasa persaannya tidak enak
"oppaaa... oppa.. hubungi polisi,, siapa saja.. hikss... Jiho diculik!"
"apa? Aku, segera mengurusnya, kau tenanglah.." ujar Hoseok ia segera berlari keluar tanpa menarik Jas dan beberapa keperluannya ia segera berlari keluar ruangannya.
"kau sudah hubungi namjoon?"
"sudah oppa.."
"bagus, tenanglah sayang.. tunggu Namjoon disana, oppa akan menelfon polisi, Yoongi dan semuanya.. sudah dulu."
Hoseok segera memutuskan sambungan telepon secata sepihak, kemudian segera berlari menuju Lift.
"aish! Lama sekali..."
Kalau bukan mengingat ruangannya yang berada di lantai 12 ia sudah menaiki tangga darurat. Namun ia harus bersabar..
'TING'
Pintu lift pun terbuka, Hoseok pun segera masuk. Ia mulai menelfon seseorang.
"segera tangani semua urusanku aku punya urusan penting dan sampaikan pada pak Ahn, siapkan mobil yang paling cepat." Ujar Hoseok
"..."
"baiklah"
"semoga tidak terjadi apa apa, semoga ini hanyalah mimpi buruk yang hanya datang sementara.." gumam Hoseok.
'TING'
Pintu lift pun terbuka, Hoseok segera berlari keluar namun ia bertabrakan dengan seorang wanita berambut blonde.
DEGG
Tiba-tiba Jantung Hoseok berdetak cepat, ia tidak tahu kenapa ia seperti itu..
"ah, Mian hambnida.. sajangnim.." ujar wanita itu
"ah, tidak seharusnya saya yang minta maaf, maafkan saya, saya harus pergi dulu.. permisi,.."
Tanpa basa basi lagi Hoseok segera pergi sambil memegangi dadanya.
"ada apa ini.. kenapa berdetak seperti ini?" tanya Hoseok pada dirinya sendiri sebelum memasuki mobilnya.
.
.
.
.
.
"appa eomma, aku pulang.." ujar seorang Pria sambil memasuki rumahnya yang terbilang luas itu.
"ah kau sudah pulang? Oh itu siapa?" tanya seorang wanita paruh baya
"ini cucumu eomma.. dia anak Hyemi.. hyemi berbohong.. dia mengatakan anaknya sudah mati tapi ternyata malah ia titipkan ke temannya.." ijar Pria itu..
"apa?! Berani sekali wanita jalang itu!, tapi untung saja dia sudah mati.."
"hikss.. eommaa... kembalikan Jiho pada eommaa..." ujar bayi kecil yang bernama Jiho itu.
"dia bukan eommamu... ayo sini sama haelmonimu sayang.." ujar wanita tua itu.
"andwae! Maldo andwae! Eommaaa... huweeeeeee! Appaaa! Huweee..." Jiho menjerit, semuanya jadi panik.
"Hyosang! Apa benar anak ini anak hyemi?" tanya wanita itu sambil meninggalkan Jiho kecil yang menangis. Hyosang menoleh.
"benar eomma, dia anak yang sama yang aku temui di rumah sakit saat hyemi meninggal.." jawab pria yang bernama Hyosang itu
"tapi dia tidak mau diam.. eomma tidak suka ada yang berisik dirumah ini! Suruh dia diam!" bentak sang ibu.
BRAKK.
Hyosang membanting barang yang ia pegang dihadapan Jiho membuat anak berumur 1,5 tahun itu berjengit kaget sekaligus takut.
"DIAM! KUBILANG DIAM! Aku ini ayahmu! Ayah kandungmu! Bukan 2 orang manusia menjijikkan diluar sana yang sepertinya sekarang sedang mencarimu! Kau disini untuk dirawat di tempat semestinya! Bukan untuk menangis meraung raung!" bentak Hyosang. Jiho sangat terkejut, pasalnya tidak pernah ada yang bersuara sekeras itu padanya..
"hikss.. ahjuthi.. jiho mau eomma appa.."
"panggil aku APPA! Aku ini appamu!" bentak Hyosang. Jiho kembali berjenggit.
"ahju-"
"anak nakal! Sudah kubilang!"
PLAK
PLAK
"Huweeeee~" tangisan lara itu kembali terdengar dari bibir bayi imut itu..
Hyosang memukul lengan dan menamparnya membuat anak itu terkejut sekaligus kesakitan.. Jiho segera saja menangis, ia tidak pernah diperlakukan seperti ini..
"kubilang panggil aku APPA! ANAK NAKAL! KURANG AJAR! Kau akan menerima hukuman!"
Dengan kasar Hyosang menarik Jiho ke sebuah kamar yang cukup besar dan gelap. Hyosang segera membuka pntunya dan segera menghempaskan tubuh Jiho ke ranjang di kamar itu.
"diam disini! Aku tidak akan pernah membuka pintu ini sebelum kau menyadari kesalahanmu anak durhaka! Kau harusnya minta maaf karena telah membuat aku marah!"
BRAK!
Dengan kasar Hyosang membating pintu itu, meninggalkan Jiho sendirian di kamar yang gelap.. anak berumur 1,5 tahun itu hanya bisa menangis memegangi lengan dan pipinya yang dipukuli tadi..
"eomma.. eommaa huhuhu.. eoditheyoo~ hikss Jiho takut.. napeun! Ahjuthi,.. hiksss.. appoyo~ neommu appoyo.. hikss.."
.
.
.
.
Jin memegangi perutnya yang berulang kali berasa seperti tertusuk, entah kenapa perutnya sangat sakit...
"aahh! Appo!" Jin berseru kala sakitnya makin menjadi
CKIT.
Namjoon segera menghentikan Mobilnya, ia menengok ke arah wanita yang begitu ia cintai itu.
'ada apa sayang? Kau kenapa?" tanya Namjoon
"perutku.. perutku sakit sekali.." ujar Jin sambil berkali kali mengusap air matanya yang turun tanpa sebab.
"apa kau punya penyakit di perut? Atau kau belum makan dari rumah? Uljimma... kau membuatku panik.." ujar Namjoon
"aku tidak tauu.. ahh.. ini sakit sekali.. aku tidak menangis! Airmataku turun sendirinya.." balas Jin.
"apa kau tidak apa apa? Kita kerumah sakit?"
"tidak! Tidak perlu, jalankan saja mobilnya.. aku ingin Jiho cepat pulang... aku merasa perasaanku tidak enak.." ujar Jin. Namjoon segera kembali menjalankan mobilnya.
Di jalan Jin tidak berhenti mengeluarkan air mata walau matanya sudah di tutup sekalipun... ia semakin merasa panik walau dalam hatinya menyuruh ia tenang.
"Jiho sayang.. eomma harap kau baik baik saja.. jangan terluka.. eomma mohon.." ujar Jin sambil mengeratkan genggaman tangannya pada Namjoon.
.
.
.
Namjoon tiba di rumah Jin saat hari mulai sore. Saat ia tiba, Jin tiba tiba saja Pingsan.. Himchan dan Yongguk yang menyambut mereka dengan keadaan panik kini tambah panik.
Namjoon menidurkan tubuh ramping Jin di sofa. Dan menunggunya bangun, entah kenapa kekasihnya ini tiba tiba pingsan saat keluar dari mobil.
"kuharap dari kalian tidak ada yang menonton tv dulu.." ujar Namjoon.
"kenapa?" tanya Hoseok
"sudahlah hyung.. Hyung sudah hubungi polisi?" tanya Namjoon
"ya aku sudah menghubungi mereka, katanya mereka akan mencari di arsip negara tentang Jin hyosang beserta keluarganya,. Mereka berusaha.." ujar Hoseok sambil melonggarkan dasinya. Namjoon berjalan ke arah Himchan yang tengah duduk sambil menatap kosong anak anaknya.
"eomma.. tenang.. aku berjanji akan membawa pulang Jiho kembali.. aku berjanji.." ujar Namjoon sambil berlutut di depan Himchan yang memucat sama seperti Jin.
"eomma mohon Namjoon.. bawa Jiho pulang... bawa dia pulang.. hikss.. eomma mohon.." Himchan terisak, Namjoon memeluknya.
Namjoon berasa begitu terluka melihat wanita berkepala empat ini menangis dihadapannya ia merasa seperti melihat Jaejoong ibunya sendiri menangis dihadapannya..
"aku berjanji eomma.. akan kutemukan..." ujar Namjoon sambil mengapus jejak air mata di pipi Himchan.
"oppa.." ujar Yoongi yang tergesa gesa berlari dari luar, tampak Juga jimin yang berada di belakangnya.
"Yoong! Kau datang juga.." seru Yongguk.
"Namjoon oppa, apa maksudnya semua ini?" tanya Yoongi membuat semua menatapnya heran.
"ada apa yoongi?" tanya Hoseok
"aku membaca artikel tentangmu oppa.. 'Kim Namjoon rela meninggalkan karirnya demi keluarga baru yang akan ia rintis. Sementara berita kemalangan juga menimpanya, anak semata-wayangnya yang bernama Jiho hilang tadi siang sekitar pukul 01.30 kst. Sebelumnya Rapmonster begitu ia akrab disapa menerima telfon dari seorang wanita bernama Jin yang dikabarkan akhir akhir ini tengah digosipkan dengan rapper berbakat yang satu ini. Seusai menerima telfon ia segera meninggalkan ruang konfrensi pers tanpa menunggu respon apapun' " ujar Yoongi sambil membaca artikel yng berada di ponselnya.
"kau meninggalkan karirmu?!" tanya Yongguk,
"tidak appa.. aku lebih mementingkan kalian.. kalian suda seperti keluargaku sendiri.. jadi perihal karirku yang akan hancur ataupun tidak, tidak usah dipikirkan.. aku bahagia bersama kalian.. bukan bahagia karena karir dan uang yang aku dapat dalam sekejap.." ujar Namjoon.
"tapi Namjoon.."
"gwaenchana eomma... biarkan saja.. aku yakin, banyak yang akan mendukungku.. terlebih kalian.. sekarang, sebaiknya kita segera memutar otak dan menanyai semua perkembangan yang sudah terjadi,."
.
.
.
Jin melangkah keluar dari sebuah pintu besar yang ia masuki tadi.. ia melihat sebuah ruang tamu yang luas, tidak hanya itu, ia juga melihat Hyosang dan anaknya disana..
BRAKK.
Hyosang membanting barang yang ia pegang dihadapan Jiho membuat anak berumur 1,5 tahun itu berjengit kaget sekaligus takut.
"DIAM! KUBILANG DIAM! Aku ini ayahmu! Ayah kandungmu! Bukan 2 orang manusia menjijikkan diluar sana yang sepertinya sekarang sedang mencarimu! Kau disini untuk dirawat di tempat semestinya! Bukan untuk menangis meraung raung!" bentak Hyosang. Jiho sangat terkejut, pasalnya tidak pernah ada yang bersuara sekeras itu padanya..
"tidak Hyosang! Kumohon jangan membentaknya.. kumohon... Hikss.." Jin berusaha menghentikan Hyosang, namun tak satupun orang melihatnya, ia melihat Jiho berlinang air mata..
"hikss.. ahjuthi.. jiho mau eomma appa.."
"panggil aku APPA! Aku ini appamu!" bentak Hyosang. Jiho kembali berjenggit.
"ahju-"
"anak nakal! Sudah kubilang!"
PLAK
"HYOSANG! Oh tidak! Jiho.. hikss.. Jiho sayang.." Jin berusaha melindungi Jiho namun tak terjadi apapun!
PLAK
"Huweeeee~" tangisan lara itu kembali terdengar dari bibir bayi imut itu..
Hyosang memukul lengan dan menamparnya membuat anak itu terkejut sekaligus kesakitan.. Jiho segera saja menangis, ia tidak pernah diperlakukan seperti ini..
"jiho sayang.. uljima.. hikss.. Hyosang kumohon jangan perlakukan Jiho seperti ini.. hikss kumohon jangan lukai dia.." ujar Jin entah pada siapa
"kubilang panggil aku APPA! ANAK NAKAL! KURANG AJAR! Kau akan menerima hukuman!"
"HYOSANG!" jin berseru
Dengan kasar Hyosang menarik Jiho ke sebuah kamar yang cukup besar dan gelap. Hyosang segera membuka pntunya dan segera menghempaskan tubuh Jiho ke ranjang di kamar itu.
"diam disini! Aku tidak akan pernah membuka pintu ini sebelum kau menyadari kesalahanmu anak durhaka! Kau harusnya minta maaf karena telah membuat aku marah!"
BRAK!
.
.
"OH TIDAK JIHO!" Jin tiba tiba terbangun dengan sangat ketakutan. Membuat semua orang-pun ikut terkejut.
Namjoon terkejut saat Jin tiba tiba berteriak, ia segera memeluk Jin yang saat itu juga segera menangis dengan kencang.
"aigoo.. sayang ada apa.. ada apa?" Tanya Namjoon.
"hikksss.. anakku... hikss Jiho.. hikss.." ujar Jin. Namjoon membelai pipinya dan berusaha tersenyum setenang mungkin..
"ceritakan dengan benar.. janan menangis dulu sayang.." ujar Namjoon.
"nuna ini.." ujar Jimin sambil memberikan segelas air yang langsung ditenggak oleh Jin.
"Jiho.. aku melihatnya.. aku melihatnya dan Hyosang.. Namjoon.."
"sssstt.. jangan tergesa gesa, ceritakan semuanya dengan pelan dan tenang.." ujar Namjoon sambil tersenyum menampakkan dimplenya.
"aku melihat Jiho dan Hyosang, di sebuah ruang tamu.. ruangan itu sangat besar, aku melihat.. hikss.. Jiho dibentak.. dia dipaksa memanggil Hyosang dengan sebutan 'appa' Hyosang membentaknya, dan memukulinya.." ujar Jin
"APA?!"
"Jiho dipukuli dibagian lengan dan ditampar dengan sangat keras.. aku bahkan bisa mendengar suara tangisannya yang begitu kencang.. Hikss.. setelah itu Hyosang membawanya ke sebuah kamar yang gelap dibagian utara.. disitu Jiho dihempaskan dengan keras diatas kasur dan kembali di bentak.. hikss.. setelah itu.. aku sudah terbangun.. hikss.. Jihoo..." ujar Jin sambil menghapus airmatanya yang terus meleleh..
"brengsek.. tak akan kuampuni bajingan itu.." ujar Hoseok sambil bangkit dari tempat duduknya.
"tenanglah Hyung.. tenang.." ujar Jimin sambil menarik Hoseok agar duduk kembali.
Namun, tiba-tiba telfon namjoon berdering. Namjoon segera mengakangkat telfon yang sangat penting itu.
"ya Hyung?"
"..."
"benarkah? Dimana dia?"
"..."
"segeralah kesana dan jangan membunyikan suara apapun agar mereka tidak lari.. kita menyergap mereka bersama.. aku segera kesana."
"..."
"terimakasih Hyung."
.
"ada apa Namjoon? Telfon dari siapa." Tanya Yongguk. Namjoon tersenyum
"hyung, segera hubungi kepolisian untuk datang ke daerah Cheongdam rumah keluarga Jin Hyosang nomer E 10" ujar Namjoon. Hoseok membulatkan matanya
"kita menemukannya.. kita harus segera pergi sekarang.. jiho akan segera kembali." Ujar Namjoon sambil beranjak
Diikuti oleh Jin yang segera menysul Namjoon, Yoongi dan Jimin, serta Hoseok himchan dan Yongguk.
.
.
.
.
.
"hyosang, bagaimana keadaan anak itu?" tanya sang Ibu sambil bersantai.
"dia kuhukum karena tidak mau memanggilku ayah, aku mengurungnya dikamar Hyemi dulu.." ujar Hyosang.
"apa kau sudah mengecek keadaanya? Aku takut anak itu akan mati disana.. dan kita akan mendapatkan masalah baru.." ujar sang ibu. Hyosang menatapnya malas.
"tidak apa apa ibu, dia tak akan mati kalau hanya diam dikamar." Ujar Hyosang.
"benar juga.." ujar sang ibu. "kau memang bisa diandalkan Hyosang... saat ia besar nanti dia yang akan menjadi penggantimu untuk menghasilkan uang dalam keluarga kita.. dia yang akan aku didik menjadi pebisnis yang hebat dan kita bisa mengalahkan semua perusahaan dikorea.."
Hyosang dan ibunya tertawa puas tanpa mengetahui sekelompok orang berseragam Hitam menyelinap masuk memasuki rumah mereka.
"ANGKAT TANGAN! JANGAN BERGERAK ATAU?"
DORR...!
'KALIAN KUTEMBAK!"
.
.
Seruan sirine puluhan kepolisian memekakkan telinga, membuat para tetangga keluar dari rumahnya untuk melihat apa yang terjadi. Mobil mobil kepolisian itu berbaris rapih didepan sebuah rumah yang paling besar di kawasan itu.
Namjoon, Jin, Hoseok,HimchanYongguk, Yoongi dan Jimin pun tiba dan segera masuk bersama beberapa petugas kepolisian yang lainya.
Saat mereka memasuki ruang tengah rumah itu mereka melihat Hyosang dan ibunya yang sedang berdiri sambil mengangkat tangan mereka.
"pria brengsek!"
PLAK.
PLAK
Jin menampar Hyosang dua kali di depan ibunya, melihat sang anak ditampar sanng ibu tidak tinggal diam ia membalas.
PLAK
Ibu Hyosang menampar Jin. Sekelabat bayangan kemarahan muncul di depan mata jin yang bulat.
"BERANINYA KAU!"
PLAKKK
BRUKK
"EOMMA!"
Tidak hanya menampar, jin juga turut meninju Ibu hyosang hingga tersungkur, semuanya hanya bisa terperangah. Kemarahan jin bahkan melebihi kemarahan Yoongi adiknya.
DUAAKHH
Jin menendang Hyosang hingga ikut tersungkur ia tidak memperdulikan bahwa ada polisi yang berada di hadapanya. Namjoon pun sudah melarang siapa pun mendekati Jin. Ia hanya berkata 'biarkan saja dia membalas semuanya'
"kau pria kurang ajar! Kemana kau sembunyikan anakku!"
DUAGHH DUAGHH..
Jin bertanya sambil menendangi Hyosang tanpa ampun.
"ARGGHHTT" Hyosang hanya bisa mengerang.
"DIMANA! DIMANA KAMAR TEMPAT KAU SEMBUNYIKAN JIHO!"
DUAGHH
DUAGGHH..
Jin kembali menendang. Jin menarik kerah baju Hyosang dan menatapnya tajam.
"di-mana-kau-sembunyikan-anakku?" tanya Jin. Hyosang hanya menatapnya.
BUGHH.
Jin meninju Hyosang dengan sangat kuat tanpa memperdulikan tangannya yang terasa kebas.
"cepat katakan.. hikss... dimana..!"
.
"aku tidak tau kalau Jinnie bisa meninju seorang pria sampai seperti itu.." ujar Hoseok terkagum.
"itulah yang dilakukan seorang ibu.. dulu ibumu juga seperti itu hosiki.. saat baby sittermu yang dulu menjatuhkan Yoongi dari kereta ia segera saja meninju dan menampar baby sitter itu." Ujar Yongguk
"pantas saja.. wanita disini semuanya ganas.." ujar Hoseok.
.
"Jin-ssi..." panggil seorang petugas kepolisian membuat Jin menoleh..
"Jiho!" Namjoon dan Jin segera berlari ke petugas itu yang sedang menggendong seorang anak laki laki yang tak lain adalah Jiho.
Jin segera menggendong Jiho dan mengecup pipinya berkalikali.. namun anak itu dalam kondisi tak sadarkan diri. Namjoon gelap mata, melihat Jiho yang mendapat lebam dipipinya membuat ia mengeluarkan emosinya.
Namjoon berjalan kearah Hyosang yang masih merintih kesakitan. Namjoon mengangkat kerah baju pria itu.
"berani sekali kau melukai anakku.. beraninya kau!"
BUAGGHH!.
Namjoon segera meninju Hyosang membuat darah segar menetes dari sudut bibirnya.
"kau bilang apa? Kau bilang dia anakmu! Tidak dia anakku!" balas Hyosang sambil bangkit.
"cih! Kau pasti sudah frustasi karena Hyemi menghantuimu huh? Kau fikir siapa yang membunuhnya selain kau! Hah! Hari itu tanggal 28 mei hyemi meninggal di rumah sakit karena obat pembeku dara yang kau berikan membuat jantungnya rusak! Kau dan keluargamu yang bejat ini! Yang membunuh Hyemi!" seru Yoongi sambil mennjuk Hyosang dan ibunya bergantian.
"kau bilang apa? Kau bilang kami yang membunuhnya? Kau fikir semuanya seperti yang kau fikirkan salah! Hyemi yang membunuh dirinya sendiri dan aku yang membawanya kerumah sakit! Jangan sok bicara kau bocah bodoh!" seru Hyosang membuat Yoongi naik darah, wajahnya memerah.
"oh tidak, dia memakai kata terlarang yang sangat dibenci Yoongi." Ujar Hoseok
"sebentar lagi dia akan mengamuk.." tambah Yongguk
"beraninya kauu!"
DUAAGHH!
DUAGHH
BRUKK
BUAGHH
Yoongi menendangi dan meninju Hyosang tanpa ampun, sebelum Jimin menariknya, kalau tidak Hyosang akan mati ditangan wanita berambut pink pastel itu.
"kau perlu bukti apa lagi! Sudah kubilang Jiho bukan anakmu!" ujar Namjoon.
"tidak dia anakku! Dia anakku dan hyemi!" seru Hyosang
"tangkap mereka.." perintah Namjoon yang langsung membuat para polisi itu memborgol Hyosang dan ibunya.
"aku ingin test DNA." Ujar ibu Hyosang tiba tiba.
"kalau DNA bocah itu sama dengan anakku, aku akan menuntut kalian atas dasar penculikan tapi kalau tidak kau bebas." Ujar ibu Hyosang
"sebenarnya menurutku Namjoon, tanpa di test DNA pun sudah ketahuan anak ini milik siapa.." ujar kepala kepolisian.
"siapa Suho Hyung?" tanya Namjoon.
"kau dan Jin. Lihat saja wajah bayi ini, walaupun ia tidak sadarkan diri, garis wajahnya mirip sekali denganmu bibir dan matanya mirip sekali dengan Jin-ssi.. jadi untuk apa lagi test DNA? Aku sudah yakin dia anakmu.. kurasa mereka tahanan dengan gangguan kejiwaan.." ujar kepala kepolisian itu
"kau dengar sendiri kan? Dengan katalain, Nyonya Jin dan Hyosang-sii bagaimanapun usaha kalian, kalian tetap akan tertahan.. kami menuntut kalian atas tuduhan, penculikan, penganiayaan,serta bisnis kalian yaitu menyebar luaskan heroin dan shabu yaitu sejenis narkotika yang sangat terlarang di Korea selatan" ujar Jimin
"sidangnya akan kami proses minggu depan." Tambah Yoongi.
"dan sepertinya anda harus menambah 4 tuduhan lagi Jimin-ssi" ujar seorang pria dengan setelan jas yang baru saja tiba.
"Taehyung?" Namjoon terkejut melihat adiknya dan Jungkook berada disini.
"kami menemukan 2 bukti yang sangat kuat untuk memberatkan mereka. Yang pertama.. kami menemukan rekaman cctv yang sekiranya setahun lalu dimana saat itu Hyosang-ssi bersama beberapa anak buahnya menyuruh sahabat kami Jung hyemi meminum suatu obat yang mengakibatkan ia colaps dan dengan tak bersalahnya mereka pergi dan pura pura datang kembali sambil berusaha menyelamatkan Jung Hyemi" ujar Jungkook sambil menyerahkan file rekaman cctv ke tangan kepala kepolisian.
"yang kedua kami menemukan sebuah surat yang masih tertinggal bersama buku tabungan selimut dan barang barang bayi Jiho di depan motel milik Jin Nuuna.." ujar Taehyung
"dimana dalam surat itu menyatakan Hyosang-ssi berusaha membunuh Hyemi-ssi." Lanjut taehyung, sambil menyerahkan surat itu.
"soal bayi Jiho yang kala itu berusia 6 bulan, sudah sepenuhnya diserahkan kepada Jin eonni yang kala itu masih menjabat sebagai mahasiswa di universitas. Memang benar bayi itu adalah bayi hyosang-ssi, namun hyosang-sii sudah resmi membuangnya bersama Hyemi-ssi" ujar Jungkook
"jadi kami turut menuntut.. Hyosang-ssi dengan tuduhan, pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan, penelantaran dan keluarganya dengan tuduhan melindungi pihak yang bersalah dan turut ikut serta dalam pembunuhan yang terjadi.." ujar Taehyung.
Polisi segera membekuk Hyosang dan ibunya, mereka pun segera pergi. Disusul dengan keluarga Namjoon.
.
.
.
.
.
.
"bagaimana kalian bisa tahu soal ini huh?" tanya Namjoon terhadap Jungkook dan adiknya Taehyung.
"umm.. kami melihat berita lah oppa.." ujar Jungkook sambil meminum tehnya.
"berita apa?"
"berita tentang kau yang kehilangan anak dan manager hyung yang pulang dibentak habis habisan oleh sajangnim." Ujar Taehyung
"lalu darimana kalian mendapat semua akal ini?" tanya Yongguk
"begini, appa.. Kookie, dan Taehyung oppa sedang menonton berita, lalu kami terkejut karena Namjoon oppa kehilangan anak, dalam artian itu Jiho, Kookie dan Taehyung oppa langsung pergi.. dalam perjalanan Hoseok oppa menelfon katanya mereka sudah menemukan tempat pelakunya.." ujar Jungkook
"lalu kami pergi ke jalan xxx dan menemui salah seorang satpam. Kami menanyai tentang rekaman cctv yang sekitar tahun lalu, kami menemukan rekaman tentang hyemi, dengan sedikit bayaran rekaman itu berpindah pada kami. Selanjutnya, kami pergi ke motel Jin eonni dulu.. aku kan punya kuncinya, jadi bisa langsung masuk.. nah disitu kami menamukan surat yang kali saja bisa membantu.. setelah itu kami pergi ke lokasi yang Hoseok oppa katakan dan selesaii.." jelas Jungkook panjang lebar.
Selesai ditangkapnya Hyosang mereka pergi ke arah apartemen Namjoon karena memang apartemen Namjoon tempat terdekat disini. Kedatangan Taehyung dan Jungkook memang cukup membuat keterkejutan. Oleh karena itu mereka meminta keterangan kedua pasangan muda itu.
Yoongi,Jin dan Himchan sedang berada di dalam kamar Jin. Mereka menunggui Jiho sadar. Sebelumnya Jin sudah menyuntikkan beberapa anti biotik dan painkiller kedalam tubuh Jiho agar anak itu bangun tidak merasakan sakit lagi..
Perlahan matanya mulai terbuka membuat semuanya makin berharap harap cemas. Jiho yang baru terbangun dan langsung melihat wajah ibunya seketika menangis sangat keeras membuat semua panik.
"Huwweeeehhh~~ ummaa!"
Jin segera mendekap Jiho erat, seolah tak ingin anak itu pergi lagi..
"eomma disini.. hikss.." ujar Jin. Namjoon yang mendengar tangis keras Jiho pun segera berlari ke kamar tanpa memperhatikan apapun.
"Huweeeeeeehhh huweehhh!" Jiho terus mengerang dan mendekap Jin erat.
"ada apa?" Namjoon yang datang dengan tergesa gesa segera naik kearah kasur Jiho.
"aaaappaaaaa!" Jiho berseru memeluk Namjoon. Membuat namjoon segera mendekapnya erat.
"appa disini.. jangan takut... appa disini Jiho-ya.." ujar Namjoon sambil menenangkan Jiho.
Himchan yang melihat cucu kesayangannya begitu tertekan pun menitikkan air mata. Himchan menarik Yoongi keluar dari kamar itu, membiarkan Namjoon dan Jin menenangkan anak mereka.
Setelah beberapa Lama Namjoon dan Jin pun keluar sambil menggendong seorang anak laki laki yang sudah terlihat rapih dan segar.
"Jiho sayang..." seru Hoseok. Jiho berjenggit.
"ada apa sayang? Tidak biasanya kau kaget seperti ini.." ujar Namjoon sambil mengeratkan gendongannya.
"itu samcheonmu.. Hoseok.." ujar Jin. Jiho mendelik..
"oppa biar kulihat.." jungkook berlutut dihadapan Jiho. Jiho menatapnya.
"hai Jiho.. bagaimana.. kabarmu baik?" tanya Jungkook sambil memegang tangan Jiho. Jiho menatapnya
"sepertinya dia trauma... dengan suara keras.." ujar Jungkook. "buktinya saat aku memanggilnya dengan suara halus ia malah mendengar dan meresponku.. hoseok oppa coba lebih halus lagi.." lanjutnya.
"Jiho.." panggi Hoseok lebih halus, Jiho menoleh padanya..
"thamtheon!" serunya.
"sudah kukatakan dia merespon... pasti dia trauma berat.." ujar Jungkook sambil bangkit.
"lalu aku harus bagaimana.. aku takut dia tidak akan tumbuh sebaik anak lain.." ujar Jin
"aaku kenal seorang psikolog.. dia temanku.. sebenarnya dia bukan psikolog.. tapi di mempunyai kemampuan psikologis yang baik.." ujar Taehyung.
"siapa namanya? Kau harus membawanya kesini.." ujar Namjoon.
"namanya Lee Hae Ri, nanti akan aku hubungi dia.." ujar Taehyung.
" jin, sebaiknya kau dan Jiho harus tinggal di rumah.." ujar Himchan.
"sebenarnya aku ingin eomma.. tapi Jiho tidak mau lepas dari Namjoon.." ujar Jin.
"tidak apa apa Jin.. aku akan ikut bersama kalian.." ujar Namjoon.
"ceongmalyo appa?" tanya Jiho
"nee.. appa akan bersama Jiho selalu.." ujar Namjoon.
"Hyung, lalu bagaimana dengan karirmu?" tanya Taehyung.
"iya nak.. kau punya karir.." ujar Himchan
"gwaenchana eomma.. Taehyung.. kalaupun karirku akan hancur dan aku harus mundur dari dunia hiburan tak masalah.. aku lebih mementingkan Jin dan Jiho.. aku akan melamarnya..." ujar Namjoon membuat semuanya menganga.
"hah?" Yoongi menganga
"aku akan melamar Jin secara resmi 3 hari lagi.. tepat dengan kedatangan appa dari London. Eomma sudah setuju.. tinggal tunggu waktunya saja.. kali ini aku serius dan tidak bercanda.. setelah kejadian ini aku kapok dan tidak ingin ada yang terjadi dengan orang-orang yang aku cintai.." ujar Namjoon
Himchan dan Yongguk hanya bisa tersenyum. Yoongi masih menganga dan stuck pada pikirannya. Jimin dan Hoseok hanya bisa bertoss ria.. sementara Jungkook dan Taehyung hanya bisa ikut tersenyum..
"kalau itu memang keinginanmu lakukan.. kami merestui apapun yang kau lakukan, selama itu membahagiakan anak dan cucu kami" ujar Yongguk
"aku sudah merestui.." ujar Hoseok.
"aku masih belum mengerti.." ujar Yoongi. Aish sejak kapan anak ini jadi loading seperti ini?
"Namjoon hyung ingin meelamar Jin nuna dalam artian Namjoon hyung ingin menikahinya.." jelas Jimin.
"ooh, seperti itu.. kalau begitu aku juga setuju!" ujar Yoongi
"jin?"
"ya eomma?"
"bagaimana sayang? Kau menerima lamaran Namjoon?" tanya Himchan.
"eung,... ya.. aku.. sudah tau kan.. emm.. kalau aku tidak akan menolak.." ujar Jin sambil merona.
"terimakasih.." ujar Namjoon
"appa..." panggil Jiho. Semuanya menoleh
"Jiho mengantuk.." ujarnya membuat Namjoon tersenyum.
"tidurlah.. appa disini.."ujar Namjoon sambil memperbaiki posisi Jiho yang berada di pangkuannya..
Jiho pun mulai terlelap.. jin pun memindahkan Jiho kekamarnya.
"sekarang, yang jadi pertanyaan disini kapan kalian jadian?" tanya Namjoon kepada Yoongi dan Jimin.
"uh? Siapa?" tanya Yoongi.
"kau dan Jimin" tanya Namjoon, semuapun menatap mereka berdua.
"apa? Kami? tidak.. hanya berteman.. kami hanya berteman.." jawab Yoongi
'ya, kami hanya berteman?" jawab Jimin.
"jangan lupa traktirannya kalau kalian Jadian," ujar Jungkook
"Ya!"
"Ya! Jiho sedang tidur kau ingin membangunkan ponakanku huh?" tegur Hoseok.
"awas kau Jeon! Ku pelintir kepalamu.." todong Yoongi
"uuuhh~! Oppa aku takut" ejek Jungkook sambil berlindung dibelakang Taehyung.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Taehyung melangkahkan kakinya keluar dari mobil mewah miliknya. Sejenak, kilatan lampu flash dari para wartawan segera menyergapnya.
"kim Taehyung-ssi bagaimana pendapat anda mengenai karir hyung anda yang tengah berada di ujung tanduk ini.."
"kemarin kami mendengar bahwa anaknya menghilang karena diculik apa itu benar?"
"dan yang masih perlu ditanyakan lagi apa benar wanita yang bernama seok Jin itu adalah istri dari rapmon-ssi?"
"tunggu sebentar.. aku hanya akan menjawab 3 pertanyaan itu.." ujar Taehyung
"karir hyung-ku memang tengah di ujung tanduk, sebagai adik yang baik saya mendukung apapun keputusan yang dikeluarkan oleh hyungku.. bagaimanapun kalau sampai hyungku mundur dari dunia hiburan akan banyak fans yang kecewa apalagi hanya masalah sepele seperti ini.. olehkarena itu dengan segala hormat tolong tetap dukung Rapmon-hyung agar tidak mundur dari dunia hiburan ini.." ujar Taehyung.
Dengan cepat para wartawan merekam perkataan Taehyung dengan recorder ataupun ponsel mereka.
"Jiho memang diculik, tapi dia sudah ditemukan malamnya. Ia diculik oleh seseorang dan mendapatkan perlakuan tak menyenangkan hingga jiwanya dan psikologisnya terguncang." Ujar Taehyung.
"soal Jin Nuna saya tidak akan memberikan komentar apapun sebelum hyung-ku sendiri yang mengatakannya.. permisi," dan Taehyug pun memasuki gedung agency untuk memperiapkan comeback stagenya yang tinggal beberapa jam lagi.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hoseok memijat keningnya, kepalanya terasa begitu pening. Kurang tidur, kecapean karena kemarin membuat kinergi kerjanya berkurang. Hoseok menoleh kala sekretarisnya memasuki ruangannya.
"sajangnim, saya membawa daftar beberapa karyawan baru yang akan dipekerjakan di perusahaan ini.. saya juga mempunyai daftar beberapa pekerja baru yang akan menjadi sekretaris anda karena sebentar lagi saya tidak akan bekerja lagi sajangnim.." ujar sekretaris Park sambil memberikan berkas berkas.
" kau tidak akan bekerja disini lagi?" tanya Hoseok ketika mendengar perkataan sang sekretaris.
"ya.. sajangnim... kehamilan saya sudah akan memasuki bulan ke 3 sesuai dengan kesepakatan saya dan suami saya, ketika kehamilan saya memasuki usia 3 bulan saya akan berhenti bekerja sajangnim.." ujar sekretaris park.
"benarkah? Wah, selamat.. kalau begitu kau boleh berhenti bekerja kapanpun kau mau.." ujar Hoseok
"terima kasih sajangnim, tapi.. saya tidak bisa berhenti begitu saja, sajangnim pasti.."
"tidak apa apa, saya bisa mengurusnya.. saya ingin nanti bayi anda lahir dengan selamatdan anda tidak terlalu capek.. saya akan memberikan uang tunjangannya langsung pada rekening anda Park Chorong-ssi" ujar Hoseok.
"terimakasih sajangnim anda baik sekali.. kalau begitu saya permisi dulu.." ujar sekretaris Park sambil melangkah keluar.
.
Hoseok membolak balik berkas berisikan data diri daftar para pekerja yang akan menjadi sekretarisnya dengan malas, namun tiba-tiba Hoseok menghentikan kegiatan membolak balikan kertas tak berdosa tu.
"Eunhye?" gumam Hoseok
Hoseok menatap lembaran kertas yang dijepit dengan beberapa foto wanita cantik berambut blonde.
"aku yakin ini Eunhye! Gaya rambutnya saja yang berbeda.." ujar Hoseok sambil membaca data diri wanita yang ia kira sebagai eunhye itu.
Name : Lee Hae Ri
Date of birth : 18th october
Blood type : O
"apa? Namanya Haeri? Tapi aku yakin ini eunhye!" ujar Hoseok kembali membaca data itu.
"dia bahkan memakai kalung pemberianku.."
.
.
.
.
.
.
.
Taehyung dan Jungkook baru saja menyelesaikan comeback stage mereka di salah satu stasiun tv terkenal. Kini mereka tengah beristirahat di backstage.
"aku ke toilet dulu.." ujar Jungkook sambil melangkah pergi.
Baru saja Taehyung ingin bermanja manja padanya tapi Jungkook malah pergi ke toilet.
Taehyung menghela napas berat, sudah 20 menit Jungkook berada di dalam kamar mandi tapi ia tak kunjung menghampiri Taehyung. Taehyung yang lelah terus menunggu Jungkook pun bangkit dan menyusulnya di kamar mandi.
(nggak sampai masuk kedalam kamarmandi cewek juga loh-_-)
Saat Taehyung tiba di lorong/? Tempat kamar mandi itu berada ia malah melihat Jungkook yang sedang mengobrol dengan seniornya Yook SungJae. Sebenarnya Taehyung tidak ingin menghampiri Jungkook karena mereka tengah berjalan kearahnya, namun mata sipit berlapis eyeliner miliknya menangkap/? Sesuatu dibalik punggung Jungkook.
Taehyung melihat tangan sungjae yang hendak melingkar di pinggang Jungkook. Melihat hal itu Taehyung merasa dadanya memanas dan emosinya naik hingga ubun ubun.
Tanpa pikir panjang Taehyung segera menghampiri Jungkook dan Sungjae yang segera menurunkan tangannya yang hendak melingkar di pinggang Jungkook. Taehyung segera menggandeng Jungkook dengan posesif. Jungkook yang terkaget karena Taehyung yang tiba tiba berada disana hanya bisa tersenyum, jantungya berdetak tak karuan.
"aishh.. oppa, kkamchagiya.. (mengagetkanku)" ujar Jungkook.
"hehehe mian.. oh, annyeong hasseyo hyung.." ujar Taehyung sambil pura pura membungkuk.
"nado annyeong hasseyo, Taehyung" ujar Sungjae sambil tersenyum. Picik. Pikir taehyung.
"ohh.. chagi, sedang apa disini lama sekali.. aku merindukanmu.." ujar Taehyung sambil mencium perpotongan bahu Jungkook.
(ciyeee.. pamer kemesraan, Sungjae ama elin aja sini..*plak)
"aish oppa jangan seperti ini, ada Sungjae oppa disini, apa oppa tidak malu?" tanya Jungkook sambil menjauhkan kepala Taehyung.
"tidak, biarkan saja.. toh Sungjae hyung akan terbiasa."balas Taehyung ketus.
"ah iya benar Kookie~, jadi kalian betul betul pacaran? Aku pikir hanya setingan.. atau semacamnya.." ujar sungjae
"tidak, kami betul betul pacaran.. memangnya untuk apa setingan itu? Sampai aku di angkat ke BigHit? Ayo, sayang kita pulang.." ujar Taehyung, sambil menarik Jungkook pergi.
.
"oppa.. kau tidak bisa seperti itu pada Sungjae oppa.. itu tidak sopan.." jejar Jungkook saat mereka memasuki mobil pribadi mereka berdua.
"kenapa tidak boleh?" tanya Taehyung
"itu tidak sopan.. Sungjae oppa lebih tua dari kita.. oppa harus lebih sopan." Ujar Jungkook. Taehyung menghela nafas berat.
"oh ayolah Jung! Kenapa kau tidak mengerti juga sih!" tanya Taehyung.
"mengerti apa? Jangan ulangi lagi oppa, aku yang malu... Sungjae oppa itu—"
"teruslah bicarakan soal Sungjae! Sungjae! Sungjae! Dan Sungjae! Enapa kau tidak pacaran saja dengan dia huh! Aku selalu salah.. dan lihat, siapa yang seharusnya minta maaf disini malah memarahi orang!" bentak Taehyung Jungkook terkejut
"oppa kau—"
CUP!
Taehyung tak tahan lagi ia sudah terlalu cemburu pada Jungkook. Taehyung segera membungkam bibir tipis milik Jungkook dengan bibirnya. Taehyung melumat bibir atas dan bawah milik Jungkook secara bergantian. Jungkook yang awalnya kebingungan kini mulai mengimbangi permainan Taehyung.
Taehyung mendorong jungkook kearah pintu mobilnya dengan lembut tanpa melepaskan tautan mereka.
"unghh" Jungkook mendesah membuat Taehyung melepaskan pangutannya.
"aku cemburu Jung! Kau harus mengerti.." ujar Taehyung.
(hayo reader mikirin apa pas elin bikin Jungkook ngedesah? Hayoo?)
"jadi..."
"Sungjae hyung ingin meenggandengmu tadi, tapi untung saja aku datang. Aku cemburu Jungkook.. bukan maksudku untuk berbuat kasar.. tapi dia yang mulai duluan.." ujar Taehyung.
"uhh... Mian.."
"apa?"
"mianhae, sudah buat oppa marah, sudah buat oppa cemburu.. mulai besok aku akan jagga jarak dari siapapun agar oppa tidak cemburu dan memarahiku lagi.." ujar Jungkook
"kau milikku Jungkook, milik Kim Tae Hyung.."
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
.
HAI AYANGEKK, ELIN BEK LAGI, seperti biasa karena elin agak sibuk jadi agak telat dikit, hehehe tapi tenang aja kok, pasti dilanjutin..
Nah lo? NamJin udah mau nikah... tapi karir namjoon gimana?
Ini YoonMinnya kok nggak maju maju? Emang syahrini apa, maju mundur cantik?
Adooh, si Hoseok gimana nih? Dia ketemu lagi sama cewe yang mirip eunhye..
Jiho gimana? Kasian dia diculik... aduuhh.. Hyosang jahat yaa? Apa Elin yang jahat?
Vkooknya aduh.. siapa ya yang bakalan jadi PHO disini?
Elin mau curhat dikit nih... ada beberapa reader yang tanya kapan ada NC-nya? Aduh... jangan masih bulan puasa.. pada puasa kan? Heran darimana elin tau? Gini, kawasan aparemen tempat elin tinggalitu kawasan islami.. jadi tiap mau masuk jam 6 pas elin mau masuk apartemen, banyak tuh tetangga tetangga yang ngantarin takjil ato nggak kue kue gitu.. abis tu ada kan mesjid dibagian belakang jalan, sekitar 3 blok dari gedung elin, nah udah mulai ngaji.. pas waktunya buka udah ada azannya.. selain itu juga temen elin si shafira dia agama islam juga.. nah dia kasih tau kalo dia lagi puasa...
Makanya untuk reader.. bulan ini nggak ada nc ncan.. hehehe tapi tetep bakalan ada kok, nanti pas namjin udah merit/?
Oke ayangek, sekian dulu curhatan elin. DI RIVIEW YE! JAN CUMA ADI SIDERS AJA.. MASA YANG BACA ADA 3000 LEBIH TAPI YANG KOMEN CUMA SECUIL! BULAN PUASA NIEEYY! ANGGAP AJA AMAL KE ELIN.. NANTI DAPAT PAHALA.. KALO KAGA DAPAT PETAKA
