Neottaemunae (baecause you)
By :
Kim Elin
.
.
Cast :
Namjin
Kim Namjoon
Woo (Kim) Seok Jin
Woo Ji Ho (zico)
.
.
Other Cast :
BAP member,BTS member, Kiddoh Top Dog and other find it your self.
.
.
Genre :
Romance,friendship,little hurt
.
Warning!
TYPO,OOC,bahasa berantakan,GS!(Gender Switch)
.
Summarry:
Woo Seok Jin seorang yeoja cantik sederhana yang bertemu dengan namja kecil yang manis bernama Jiho, anak yang ia temukan di depan pintu rumahnya. Jin yang iba pun merawat Jiho, namun tanpa ia ketahui Jiho membawa ia ke takdirnya. Bertemu dan menjalin kasih, dengan seorang Rapper agency terbesar bernama Kim Namjoon. Namun perjalanan mereka tidak akan berjalan dengan mulus. Banyak rintangan yang menunggu mereka.
.
.
.
Kim Elin Present.
.
.
..
.
.
..
.
.
..
Hoseok mengetuk rumah minimalis yang berada dihadapannya. Berharap seroang yeoja cantik membuka pintunya.
"siapa?—oh! Hoseok!" benar saja, seorang wanita cantik dengan balutan jas dokter membukakan pintu untuknya.
"urimaniya Yongjae Noona.." ujar Hoseok sambil memeluk Youngjae
"aigoo.. silahkan masuk.." ujar Youngjae.
Hoseok pun masuk kedalam rumah minimalis itu. Rumahnya tidak banyak berubah.. masih seperti dulu.
"tdiak berubah.. aku merindukan rumah ini.." ujar Hoseok.
"kurasa kau sedang mengalami Home sick.. rumah ini memang tidak berubah.. aku sudah pindah kee apartemen baru bersama suamiku, siang ini aku kembali karena ingin membersihkan rumah ini.. " ujar Youngjae.
"oh, Daehyun Hyung? Aku begitu merindukan rumah ini.."
"iya.. kau mau berkeliling? Silahkan... ini rumahmu juga.." ujar Youngjae
"terimakasih.." Hoseok mulai bangkit.
Langkah pertamanya ia gunakan untuk memasuki kamar wanita yang sangat ia cintai. Eunhye.
Kamar itu tidak berubah sama sekali, aroma mawar yang selalu melekat ditubuh Eunhye menguar saat Hoseok membuka pintunya. Kamar yang memang sudah seperti ini sejak terakhir ditinggalkan oleh Eunhye 2 tahun yang lalu..
Buku buku kedokteran dan alat tulis menulis berserkan dimeja belajarnya yang sudah sedikit berdebu. Foto foto kenangan ia bersama sang kekasih pun masih terbingkai indah disana..
"eunhye-ya, bogosipposeo" ujar Hoseok sambil mengelus sebuah bingkai foto dimana seorang wanita cantik yang sedang menemelkan bibirnya di bibir pria tampan yang tak lain adalah dirinya.
Disebuah lemari terletak berbagaimacam hadiah hadiah yang pernah Hoseok berikan padanya.
Hoseok menghela nafas,ditaruhnya sebuket mawar merah yang sangat indah ditempat tidur Eunhye.
"happy anniversarry, aku harap ia adalah dirimu.."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Seluruh stasiun TV baik suasta maupun tidak kini berkumpul di depan kantor Bighit ent. Tujuan mereka tidak lain adalah menunggu sang idola yang kini tengah gempar beberapa minggu yang lalu karena berita pernikahannya yang tersebar luas. Artis itu sebelumnya pernah dicurigai memang, tengah menjalin hubungan dengan seseorang, dan siapa sangka. Itu benar..
(chapter ini nggak ada Vkook yah, disini bakalan di fullin tentang pernikahan Namjin dan masalah Yoonmin.)
Dari mobil mewah itu turunlah seorang namja tampan berambut cokelat yang ditutupinya dengan topi. Tidak menunggu spersekian detik dirinya langsung saja diserbu oleh para wartawan.
"Rapmon-sssi, kapan anda akan menikah?"
"bagaimana persiapan pernikahan anda?"
"apa akan tertutup atau terbuka dengan awak media?"
"Hold on! Tanyakan itu satu persatu. Saya tidak akan lari."ujar Namjoon membela diri
"rapmon-ssi kira kira kapan anda akan menikah?
"mm.. kira kira minggu depan.." ujar Namjoon.
"kira kira kapan dan hari apa hari yang membahagiakan itu tiba?" Namjoon tersenyum
"aku tidak tahu.. biarlah, ayah dan ibuku yang memberitahukannya." jawabnya
"sudah berapa persenkah persiapan pernikahan anda? Dan Rapmon-ssi apa anda tau perkembangan yang terjadi di luarsini?"
"sekitar, 80% karena kita masih dalam proses mempersiapkan gedung, undangannya juga sementara di cetak, fitting beberapa baju pengantin dan foto pre wedd. Ah tentu saja saya tau.." ujar Namjoon.
"jadi bagaimana menrut anda Rapmon-ssi?"
"saya berterimakasih... sebenarnya saya fikir akan ada banyak fans yang akan menolak keputusan saya yang menyebabkan karir saya harus kandas, tapi tidak seperti itu, karena banyak orang di luar sana yang begitu mendukung, bahkan terharu dengan perjuangan cinta saya dan Jin." Ujar namjoon sambil tersenyum.
"kenapa selalu hanya anda saja yang mengutarakannya? Kami juga ingin bertemu dengan Jin-ssi," ujar salah stu wartawan
"dia akan muncul saat waktunya."
.
.
.
.
.
.
.
Yoongi sudah selesai membereskan semua barang barangnya gadis yang kini bersurai blonde itu akan pindah dari kantornya.
Yoongi mulai besok akan dipindah kerjakan ke LA, sebuah perusahaan pengacara negara merekrutnya menjadi salah satu dari mereka. Namun Yoongi tidak akan pergi semudah itu, ia menunggu hingga pesta pernikahan eonninya.
"aku akan pergi dan melupakannya..." ujar Yoongi.
Yoongi mengelus layar computer dan meja kerjanya. Sudah setahun ia disini.. dan ia mengalami banyak hal dimeja ini. Ia menatap seluruh rekan kerjanya yang selalu memperhatikannya walau ia tidak memperhatikan mereka.
"yoongi-ssi apa kau tidak ingin ikutmakan dengan kami?"
"Yoongi-ssi, ada pesta dirumahku, ayo ikut.."
"Yoongi-ssi ini coffe untukmu"
"Yoongi-ssi kau tahu kau jadi lebih cantik dengan rambut pink seperti ini.."
"yoongi-ssi, ayo berkencan"
Yoongi tersenyum. Ucapan terakhir yang menurutnya konyol datang kemarin. Ucapan Ravi rekan kerjanya membuat ia tersenyum.
"konyol sekali..." ujar Yoongi
Yoongi heran dengan Ravi, yang lain suka mengajaknya menonton, makan bersama, pesta. Tapi Ravi mengajaknya berkencan? Heoll.. Yoongi malah tersenyum seperti orang bodoh sekarang.
Flashback
.
"Yoongi-ssi, ayo berkencan" ajak Ravi dengan percaya diri.
Yoongi mengangkat kepalanya dan menoleh kearah pria berambut hitam itu.
"heol apa kau sedang menggodaku Ravi-ssi?" tanya Yoongi.
"tidak, tidak sama sekali..." ujar Ravi.
Namja yang lebih tua setahun dari Yoongi ini hanya tersenyum kepada Yoongi.
"kenapa kau mengajakku berkencan?"tanya Yoongi.
"karena kau sangat cantik,pintar dan juga... emm... sexy Yoongi-ssi" ungkap Ravi yang sedikit membuat Yoongi merona.
"Yak! Byuntae!" seru Yoongi sambil memukul lengan Ravi.
"aniyooo, bukan seperti itu, Oh ayolah Yoongi-ssi apa kau tidak tertarik mendapatkan seorang kekasih? Usiamu sudah sangat matang, dan tentu saja aku ingin mendaftar.." ujar Ravi.
"mendaftar?"
"tenang saja, aku yang mengajakmu kencan, jadi semua yang kau inginkan akan kubayar, jadi bagaimana Yoongi-ssi?" tawar Ravi.
Yoongi ingin sekali menolak, namun ia sudah terlalu banyak menolak ajakan orang, apalagi Ravi. Saat Yoongi ingin menjawab Yoona temannya menghampirinya.
"kau dipanggil sajangnim..." ujar Yoona.
"waeyo?"
"mana kutahu, yang dipanggil kan kau Yoongi-ssi.." ujar Yoongi.
"baiklah."Yoongi segera beranjak namun tangannya digenggam seseorang yang terus saja tersenyum daritadi.
"jadi bagaimana?" tanya Ravi.
"temui aku besok."
.
Flasback end
.
.
Yoongi mencepol rambut pendeknya keatas, dan membiarkan beberapa anak rambut menghiasi wajahnya. Sedikit berdandan dan dia siap. Ia akan menyuruh tuan ahn sopirnya mengambil barangnya dikantor.
"Yoongi-ssi—Waah.." Ravi yang baru datang saat itu seketika juga terkejut.
"ada apa Ravi-ssi?" tanya Yoongi sambil melepas jas kantornya, melipat dan memasukannya kedalam kotak.
"kau mengganti warna rambutmu?" tanya Ravi.
"iya aku menggantinya... apa terlihat jelek?" tanya Yoongi sambil membenarkan rambutnya.
"a-a, tidak... kau terlihat lebih cantik dan manis Yoongi-ssi.." ujar Ravi.
"kita pergi sekarang?" tanya Yoongi yang segera dibalas anggukan oleh Ravi.
"ekhem... kalian mau kemana?" tanya eunbyul.
"kencan, Ravi-ssi yang mengajakku.." ujar Yoongi. Membuat semua orang yang ada diruangan itu menoleh.
"apa?"
"jinjjayo?"
"aish!"
"hahaha kami duluan..." ujar Ravi sambil menggandeng Yoongi pergi
.
.
.
.
.
Jimin mendesah pelan irene yang memintanya menemani belanja membuatnya lelah. Andai saja jika irene itu Yoongi ia tidak akan meminta menemani belanja, ia hanya ingin makan makan makan dan makan.. sama sepertinya yang hobi makan. Ah, mengigat Yoongi membuatnya menjadi kepikiran.
Jimin sudah mencoba menelpon, mengirim pesan, mengirim email, tapi semuanya tak ada satupun yang ia jawab. Jimin sudah hendak putus asa, namun matanya tiba tiba menangkap seorang wanita cantik bersurai pirang yang tengah berjalan bersama lelaki berambut hitam.
Mereka tampak sangat mesra, membuat Jimin terbakar. Tangannya terkepal hingga kukunya memutih saat ia melihat sang pria tengah membersihkan bibir sang wanita dari eskrim. Namun ia hanya mampu memandangi.
"Jimin-h, temani aku kesana.. kulihat bajunya bagus disana," irene manghampirinya dan segera bergelayut di tangannya.
"baiklah..."
.
.
.
.
.
"kudengar kau menyukai makanan Yoongi-ssi" ujar Ravi
"yaa, aku suka makan.. ehmm.. begini, karena hari ini kita kencan tidak perlu se formal itu.." ujar Yoongi.
"anu.. apa boleh?"
"tentu.."
"kalau begitu aku memanggilmu apa? Yoongi?" tanya Ravi
"Yoongi sudah cukup.." ujar Yoongi sambil tersenyum
"karena kau suka makan kita kesini saja..." ujar Ravi setelah memarkirkan mobilnya
"myeondong?" tanya Yoongi
"ya... tidak suka?" ujar Ravi
"sukaa... kalau begitu pertama tama kita hmm.. kedai tteokbukkie!" seru Yoongi.
"hahaha iyaa... ayo kita kesana.." ujar Ravi sambil merangkul Yoongi memasuki kawasan perbelanjaan elit Myeondong"
.
Sudah satu jam mereka berkeliling di myeondong, tak tanggung tanggung sudah berbagai macam kedai makanan mereka kunjungi. Hingga terakhir mereka tengh menikmati 2 iceream cone pesanan mereka.
"bagaimana? Kau senang?" tanya Ravi.
"nee... kau pria yang menyenangkan Ravi, aku heran kenapa tidak ada satupun yeoja yang mau denganmu... memangnya sudah berapa gadis yang kau kencani?" tanya Yoongi sambil menjilati eskimnya.
"sudah banyak memang wanita yang kukencani, tapi semuanya membosankan, tak sama denganmu Yoongi.." jawab Ravi.
"apa yang membuatnya tak sama? Toh juga sama sama wanita.." ujar Yoongi
"tak sama itu sifatnya... kebanyakan yeoja yang kukencani menghabiskan waktu kencan dengan hal hal yang tidak berguna... seperti berbelanja barang2 mereka, makan direstoran mahal yang porsinya sedikit membuatku harus makan ramen sesampai dirumah dan lain lain.. tak pernah ada waktu mengenal satu sama lain lebih dekat dengan obrolan santai seperti ini.." ujar Ravi.
"jadi? Apa aku termasuk wanita yang seperti itu?" tanya Yoongi,
"tidak! Tidak sama sekali.. kau bahkan berbeda.. kau lebih menyenangkan.. awalnya aku mengira kau akan menolak tawaranku Yoongi namun ternyata kau menerimanya.." ujar Ravi
"kau senang?" tanya Yoongi sambil menoleh.
"tentu... hahaha igeoba.. lihat adakah wanita sepertimu yang makan skrim sebelepotan ini?" ujar ravi sambil menghapus sisa eskrim yang menempel di sudut bibir Yoongi.
"hahaha astaga... aku hanya terlalu menikmatinya sampai tidak sadar mengotori wajahku.. Gomawoo~" ujar Yoongi.
"lain kali pakai ini... supaya tidak belpotan." Ujar Ravi sambil memberikan sebuah saputangan.
"gomawo, akan ku kembalikan saat selesai di cuci,,"ujar Yoongi.
"baiklah... setelah ini kita kemana?" tanya Ravi.
"setelah ini kita ke toko souvenir dulu, eonniku menyuruh mengecek pesanan souvenir untuk pernikahannya." Uja Yoongi.
"baiklah.. ayo.."
.
.
.
.
.
.
..
..
.
.
.
Sudah sebulan lebih Haeri menjadi sekretaris Hoseok, belum lama memang namun dalam waktu sebulan mereka sudah menjadi cukup dekat.
Selama sebulan itu pula Haeri sudah mulai tertarik pada Hoseok. Haeri tidak hanya tertarik namun sepertinya ia mulai menyukai ayolah.. wanita mana yang tidak akan tertarik pada Hoseok yang lajang, tampan, berwibawa dan mapan itu huh?
Tapi Haeri berbeda, Hoseok yang terlalu baik dan perhatian padanya membuat ia mengartikan itu lain. Hoseok sering sekali mengajaknya makan siang maupun makan malam dan mengantarnya ke rumah membuat Heri semakin menyukainya.
Namun, ada yang membuatnya merasakan keganjalan.. dia bukan lagi gadis remaja yang baru mengalami jatuh cinta, tidak. Baginya Hoseok seperti candu. Haeri merasa ia dan Hoseok sudah mengenal lama, bahkan menyukai ah tidak mencintai Hoseok sejak lama, tapi kapan?
Memikirkan itu semua membuat kepalanya menjadi sakit.
Haeri melangkakan kakinya memasuki ruangan sang bos dengan membawa laporan.
(oiya semua rambut era BTS dope lupa ngasih tau,.. hehehe)
"permisi sajangnim.." ujar Haeri saat melihat Hoseok tengah berkutat dengan tablet pc miliknya.
"ya silahkan masuk.. ada apa?" tanya Hoseok sesaat menaruh PC-nya
"saya membawa beberapa document yang perlu anda tanda tangani dan revisi." Haeri menyerahkan document itu.
"ah, baiklah.. oh iya aku akan memeriksanya di rumah.. kau punya waktu nanti malam?" tanya Hoseok membuat Haeri salah tingkah.
"i-iya, saya punya waktu.. ada apa?"
"saya ingin mengajakmu ke taman masa lalu... kudengar tiap orang yang amnesia ketika datang ke taman itu akan mengingat kembali ingatannya walau hanya sejengkal" ujar Hoseok.
"ah, benarkah? Baiklah sajangnim, berikan saja alamat dimana kita akan bertemu.."
"tidak perlu, aku yang akan menjemputmu.." ujar Hoseok membuat Haeri kembali salah tingkah.
TOOKK TOOKK
Seolah menginterupsi kegiatan mereka ketukan pintu itu muncul.
"masuklah.."
Pintu pun terbuka menampilkan seorang wanita cantik dengan surai hitam ang tengah memakai dress cutton berwarna pink. Wanita itu sungguh cantik, dengan senyuman wanita itu berjalan kearah Hoseok membiarkan Heels-nya beradu dengan lantai marmer ruangan Hoseok.
"Oppaa~" panggil wanita itu sambil membuka tangannya-meminta pelukan-
"aigo.. Jin.." Hoseok segera memeluk Jin "sedang apa kesini hmm?" Hoseok mengelus rambut tebal adiknya sesaat Jin mencium pipinya. Memang seperti inilah mereka berdua, terlalu romantis bak sepasang kekasih.. namun berbeda dengan Yoongi, mereka akan menjadi sepasang suami-istri yang suka bertengkar.
Oh iya, kita melupakan satu hal dimana orang ini tidak tau kebenarannya. Dimana, orang ini tidak tahu jika pasangan yang ada dihadapannya ini adalah kakak-adik.
"umma menyuruhmu pulang oppa, mencoba beberapa pakaian untuk pernikahan nanti.." ujar Jin.
'jadi, Hosok sajangnim sudah memiliki kekasih yang sebentar lagi menjadi istrinya? Lalu aku...?'
"oppa baru saja mau pulang.. jinjjayo? Apa kau sudah mencoba gaun pengantinmu?" tanya Hoseok.
"belum... aku ingin mencobanya saat semuanya sudah ada.. hehehe" ujar Jin
Oh ya, jangan lupakan posisi mereka saat ini yang masih dibilang ehm.. dekat. Hoseok melingkarkan lenganya tepat di pinggul ramping pilik Jin, dan begitu pula Jin yang menggaitkan lengannya di pinggang Hoseok membuat Haeri terbakar cemburu.
'jadi? Semua perhatiannya palsu? Mati kau Lee Haeri! Kenapa bisa jatuh cint pada orang yang segera ingin memiliki rumah tangga huh?!'
"siapa ini oppa?" tanya Jin begitu sadar dengan keberadaan Haeri.
"ah, ya.. ini Haeri, sekretaris oppa" ujar Hoseok.
"ah, annyeonghasseyo nona" ujar Haeri sambil membungkuk.
"ne annyeong Haeri-ssi" ujar Jin.
"saya punya urusan, jadi documenya akan saya tandatangani di rumah. Haeri-ssi tolong hadiri rapat yang akan ada hari ini dan laporkan pada saya hasilnya besok." Ujar Hoseok sambil menyampirkan jasnya dan segera berlalu.
.
.
.
.
.
.
.
Yoongi sudah ingin pulang bersama Ravi ketika tiba tiba seseorang menarik tangannya.
"Yaa!" seru Yoongi saat ia tau yang ia lihat adalah orang yang sudah menyakitinya.
"Yoongi, mari bicara" ujar Jimin sambil menarik Yoongi. Yoongi tidak bergeming ia malah menarik tangannya, ia merasa enggan untuk berbicara dengan Jimin.
"yaa! Siapa kau!" seru Yoongi. Jimin membelalak ia heran mengapa Yoongi menjadi seperti ini.
"yaa! Waeire!" bentak Jimin.
"aku tidak mengenalmu! Pergilah!" ujar Yoongi.
"ya! Min Yoongi!"
"maaf tuan, tapi Yoongi tidak mengenalmu, dan jangan memaksanya" ujar Ravi sambil memisahkan genggaman tangan Jimin, spontan Yoongi bersembunyi dibalik punggung Jimin.
"ayolah, Yoong. Aku hanya ingin bertanya dan meminta maaf, jangan seperti ini.." ujar Jimin sambil memelas
"ada apa Jimin?" seorang wanita yang tak lain adalah irene datang sambil menenteng belanjaannya.
"Khabayo!(pergilah) neo yeojachinggu wasseo! (pacarmu sudah tiba)" ujar Yoongi.
"Yoongi, kumohon.." ujar Jimin.
"sebaiknya kita yang pergi Yoongi, ayo.." ujar Ravi sambil menarik Yoongi menjauh. Yoongi menoleh kearah Jimin, menunjukan tatapan terlukanya yang segera membuat Jimin tersadar, namun setelah itu Yoongi tidak menoleh lagi.
.
.
.
.
.
.
.
.
Disebuah paviliun megah itu 2 keluarga berkumpul. Saling berbagi canda dan tawa masing masing.
"sudah kuduga itu pasti cocok untukmu Hime~" ujar Jaejoong saat melihat Himchan kembali tampil cantik dengan gaunnya.
"apa ini tidak kekinian? Emm.. maksudku, aku sudah tua, apa masih pantas memakai baju seperti ini?" tanya Himchan.
"eishh... kau fikir aku tak lebih tua darimu huh? Penilaian Kim Jaejoong tidak akan pernah salah.. ini fashion himme.. dan ini angat cocok untukmu.. iya kan Bbang~" tanya Jejoong
"saking terpesonanya aku tak mampu berkata kata.. hahaha" canda Yongguk
"benar... Himchan, yang dikatakan Jaejoong itu sudah benar... kau kelihatan cantik.. sama seperti Jae" kini Yunho yang memuji.
"eeomma, lengannya kependekan.." protes Taehyung sambil membenakan kemejanya.
"jinjjayoo? Ah! Minah! Minah! Tolong ambilkan jas yang baru dan berikan pada taetae~" ujar Jaejoong.
"Hoseok? Aigoo... tampannya..." puji jaejoong saat melihat Hoseok keluar dari kamar ganti.
"bagaimana kau suka nak?" tanya Yunho
"suka ahjussi, bajunya sempurna.." ujar Hoseok
"aigooo, aku bahkan tak dapat mengenali anakku sendiri.." celetuk Yongguk
"hahhaha"
Mereka tertawa bersama, seakan akan memang sudah mengenal lama..
"Jin, Yoongi,Kookie dan Namjoon belum keluar juga..." ujar himchan
"aku disini eomma..." ujar Yoongi
"wuuhh~ Yeppoeda!" kali ini Taehyung yang berseru dengan spontan.
"kulitnya putih sekali..." ujar Yunho
"tunggu sebentar... Jae-ie~ tidak bisakah kau ganti warna gaunnya?" kalau seperti ini? Anakku bila menempel ditembok tidak akan kelihatan.." ujar Yongguk.
"benar ahjumma, kupikir hanya aku sendiri yang merasakannya... kulitku terlalu putih dan gaunnya juga putih, bisa bisa aku yang bersinar..." ujar Yoongi.
"kurasa gaun yang ini akan cocok dengannya.." ujar Hoseok sambil menunjuk 2 patung yang memiliki gaun berwarna putih dengan beberapa renda dan ornamen yang berwarna Biru langit dan donker
"ada apa—whoo~" Jungkook yang baru keluar langsung terkejut.
"apa tidak ada yang lebih putih dari ini? Hahaha..." ujar Jungkook membuat Yoongi cemberut.
"awas kau jung!"
"eoh? Kookie? Kenapa tidak memakai gaunnya?" anya Himchan yang melihat Jungkook masih menggunakan hotpants dan kaus baseballnya.
"kookie sudah coba imo, tapi kebesaran dan resletingnya suka macet.." ujar Jungkook
"jinjja? Kalau begitu kalian berdua ganti baju dengan gaun.. mmm yang ini.." ujar Jaejoong sambil memberikan 2 buah gaun yang ditunjuk hoseok tadi
"baiklah ahjumma.." dan mereka pun kembali mencoba baju itu.
"bagaimana ini... pembawa gaun pengantinnya saja sudah bermasalah... kuharap pengantinnya tidak.." ujar Jaejoong
"tidak perlu khawatir Jae, kau kan sudah memastikan bahwa jas dan gaunnya akan cocok untuk Jin dan Namjoon" ujar Yongguk
'iya, memang, tapi bagaimana.. kalau.."
"eomma..."
"aigoo ya.. tampannya.." puji Himchan, saat melihat Namjoon yang sudah rapih dengan setelan jasnya yang berwarna putih dengan setelan baby blue dan dasi donker didalamnya
"Jinnie eodiya?" tanya Namjoon
"dia masih di dalam... maklum gaunnya panjang, pasti rumit memasangnya, bersabarlah dan kau akan melihat calon istrimu sebentar lagii.." ujar Yunho
"eomma sudah bagaimana?" tanya Yoongi yang keluar bersama Jungkook.
"ini lebih baik.." puji Hoseok.
"itu Jin eonni..." seru Jungkook saat melihat Jin yang berjalan sambil dituntun oleh beberapa Maid.
"eomma, appa.. aku sudah selesai.." ujar Jin sambil tersenyum.
"a-aigoo.." Himchan Yongguk dan Namjoon, terlihat shock saat melihat Jin yang mengenakan gaun pengantinnya.
Jin menggunakan gaun pengantin yang sederana namun elegan berwarna baby blue yang saat semakin kebawah rendanya makin berwarna biru tua, bagian belakangnya menjuntai dihiasi beberapa kristal biru langit dan biru tua serta mawar mawar kecil didominasi warna putih,biru dan biru tua.
"Yeppeoo~!" seru Taehyung dan Hoseok bersamaan.
"jinjja yeppeo, eonniee..." ujar Jungkook
"astagah... aku tidak tau kalau hasilnya akan seperti ini" ujar Jaejoong
"jinjjaa.. astagah... Leo dan Haekyeon (orangtua asli Jin) pasti melihatmu dari surga sayang.. kau sangat cantik..."ujar Himchan.
"bagaimana Namjoon? A-aku cocok memakai ini?" tanya Jin gugup, terlihat bahwa pipinya merona
"jinjja yeppoe! A-astaga... aku harus bilang apa lagi... kau sempurna.." ujar Namjoon.
"kalian lupa satu orang... ini dia..." bibi Ahn datang sambil menuntun Jiho yang sudah rapih dengan jas putihnya sama persis dengan Namjoon. Rambut hitamnya juga tidak lupa disisir rapih. (bayangin aja rambutnya Ye Ziyu)
"aigoo... tampannya..." ujar Jungkook yang langsung menggendong Jiho.
"karena semuanya sudah lengkap kita ke taman untuk berfoto keluarga.." ujar Jaejoong.
.
.
Setibanya ditaman mereka segera berfoto sesuai instruksi fotografer, dimulai dari foto bersama.. foto jin Himchan dan yongguk.. foto Jin bersama Hoseok dan Yoongi.. foto Jin bersama Jungkook.. foto Namjoon bersama jaejoong dan Yunho.. Namjoon bersama Taehyung.. dan foto berharga keluarga mereka Namjoon, Jin dan Jiho.
Sore sudah menjelang, sebentar lagi matahari akan kembali ke peraduannya.. tapi justru hal itulah yang ditunggu mereka semua terutama Jin dan Namjoon yang berada di balkon paviliun.
Mereka sudah mengganti pakaian mereka, Jin dengan gaun putihnya (bayangin Chorong apink yang photoshoot pake baju pengantin) dan Namjoon dengan setelan jas hitamnya.
"baiklah, berpegangan tangan... mendekat.." titah sang fotografer yang segera dituruti oleh namjoon dan Jin.
35 detik sebelum matahari tenggelam langit berwarna jingga,bunga bunga berwarna putih yang mengelilingi balkon menjadi latar kedua insan yang saling bertatapan sekarang.
"aku mencintaimu.." ujar Namjoon.
"aku juga mencintaimu.."
Namjoon dan Jin menempelkan keningnya, jarak yang sangat dekat membuat mereka dapat merasakan helaan nafas masing masing.
10 detik terakhir.. burung burung camar berterbangan kembali kesarangnya, tepat..
"alright kiss!"
Saat Namjoon dan Jin menyatukan belah bibir mereka membiarkan orang orang menonton sisi keromantisan mereka. Langit senja, burung burung camar dan bunga bunga menjadi latar sempurna foto terakhir mereka untuk hari ini..
.
"igoo romantis sekali..." ujar Jungkook.
"yaa... mereka begitu bahagia sampai kita dapat merasakan kebahagiaan Jin eonni dan Namjoon oppa.." ujar Yoongi.
"cinta mereka butuh perjuangan.. karena memang seperti itulah cinta sayang..." Himchan berkata sambil mengelus rambut yoongi yang sudah panjang..
"cinta itu perjuangan, untuk mendapatkannya kita perlu berjuang, bertarung dalam sakit tangis, tawa bahagia.." sambung Yongguk
"tapi terkadang Cinta tidak harus memiliki... membiarkan yang terkasih bahagia adalah bukti cinta yang nyata... tak sedikit orang di dunia ini yang harus merelakan orang yang dicintainya..." ujar Jaejoong sambil menggendong jiho yang tertidur.
'ya.. seperti aku yang tidak akan pernah bersatu dengannya meskipun aku sudah berjuang mati matian.' Yoongi bermonolog dalam hatinya.
"kalian sudah bekerja keras!" Seru Jungkook.
"hyung, diluar ada wartawan yang ingin melakukan wawancara.. setelah meliput kegiatan foto prewedd pertama kalian disini.." ujar Taehyung
"berapa orang?" tanya Namjoon sambil melepaskan jas miliknya.
"sekitar 14 orang.. yang kutahu dari beberapa stasiun TV" ujar Taehyung.
"ya, dia sempat mewawancarai eomma dan Jungkook yang turun untuk berganti pakaian.." ujar Jaejoong.
"mm. Baiklah biarkan aku berganti pakaian dulu..." ujar namjoon sambil melangkah ke kamar ganti. Begitupula Jin
.
10 menit setelah berganti pakaian Jin tengah menghapus makeupnya bersama Yoongi.
"ah, aku lelah sekali..." ujar Yoongi.
"eonni juga... bagaimana?" tanya Jin
"bagaimana apanya?" balas Yoongi
"kau dan Jimin.."
"aku tidak akan mengejarnya lagi.. gaseumi apa (dadaku sakit) eonni" ujar Yoongi.
"kalau kalian memang jodoh... kalau Jimin memang nantinya akan menjadi milikmu.. dia pasti akan kembali.."ujar Jin sambil mengelus rambut pirang Yoongi.
.
"aku ingin berjumpa wartawan di depan, kau tidak ingin ikut?" tanya Namjoon
"a-aku? a-ah, ini... tapi..." Jin malah tergagap.
"tidak apa apa... kau pasti bisa menjawab pertanyaan mereka.. oh iya Yoongi eomma, appa, Jiho danhoseok mana?" tanya namjoon
"eomma dan appa sudah pulang, ahjumma dan ahjussi masih dibawah mempersiapkan barang yang akan oppa dan unnie bawa ke busan besok.. Jiho sedang bermain dengan bibi Ahn dibawah.. Hoseok oppa pergi... katanya ada urusan.." jelas Yoongi.
"lalu kau? Tidak berniat pulang?" tanya Jin.
"tidak unnie.. kurasa, nanti aku pulang bersama kalian.." ujar Yoongi
"baiklah... Jin? Jadi ikut?"
"ah ya..."
.
.
Namjoon dan Jin menuruni tangga sambil bergandengan tangan tak ayal mereka segera menarik perhatian para wartawan.. Namjoon dan Jin duduk , mereka tersenyum sebagai tanda bahwa wawancara siap dimulai..
Para wartawan turut tersenyum, kamera dan mikrofon mulai menyala.
"akhirnya.. Jin-ssi, anda muncul juga.. kami sudah penasaran kapan kalian bisa interview berdua seperti ini." Ujar salah satu wartawan. Jin tersenyum.
"kami memiliki beberapa jadwal yang berbeda jadi sangat jarang bisa seperti ini.. karena kebetulan kami sedang melakukan sesi foto prewedding disini.." ujar Jin.
"ah, benar foto prwedding kalian sangat bagus, namun sayang kami tidak bisa meliput kegiatan diatas tadi ya.. hahaha jadi untuk konsep prewedding di paviliun ini kami lihat menggunakan nuansa putih dan biru ada apa sebenarnya dengan warna ini?"
"em, begini.. sebenarnya tidak ada unsur apapun dibalik 2 warna ini, hanya karena kami suka dengan warna ini jadi untuk hari ini kami memakai nuansa biru, apalagi tadi sore suasana langitnya sedang cerah.. jadi menambah keceriaan kami.." jawab Namjoon.
"sudah sampai mana persiapan kalian?"
"hmm.. kira kira sekitar 85%, undangannya masih sementara di cetak, emm.. untuk foto kami masih harus ke Busan besok dan ke pantai lusanya.." ujar namjoon.
"Jin-ssi, bagaimana dengan gedung dan gerejanya apa sudah dipersiapkan?"
"jujur saya tidak tahu apapun soal gedung dan gerejanya, mungkin itu bisa ditanyakan kepada appa dan eomma.. kami sama sekali tidak tahu.."ujar Jin
"bagaimana dengan Rumah? Apa kalian berniat tinggal sendiri?"
"soal rumah semua seuami istri pasti ingin punya rumah sendiri yang aman dan nyaman,oleh karena itu saya sudah mempersiapkan sebuah kejutan untuk Jin nantinya.." ujar namjoon sambil tersenyum dan mengeratkan pelukanya pada pinggang Jin.
"apa setelah menikah anda berniat untuk vacum dari dunia hiburan?"
"soal vacum tentu tidak.. karena, appa dan eomma Jin 100% mendukung saya dalam hal ini.. begitu pula dengan Jin.. jadi untuk kedepannya mungkin saya akan kembali.. tapi tentu tidak kembali dengan penampilan solo.. tapi dengan featuring.." ujar Namjoon, jin menatapnya masokis.
"ummaa~~ ummaa~~" seorang batita kecil berlari menuju sang ibu. Sang ibu spontan segera menggendong anaknya dan mendudukannya di tengah.
"annyeong hasseyo Jiho-ya.." sapa para wartawan, jiho segera mendongak menghadap ke kamera.. matanya brkedip lucu hingga ia sadar dan segera tersenyum ke kamera.
"annyeong hatheyo ahjuthii ahjummaa.." ujar Jiho sambil membungkuk dalam duduk.
"uh~ aigoo, charandaa.." puji salah satu wartawan.
"jadi anda akan kembali dengan featuring bersama?"
"Jin.." ujar Namjoon membuat Jin terkejut
"Mwo? Wae nan?" tanya Jin.
"aku pernah mendengarmu menyanyi.. saat ingin menidurkan Jiho, suaramu bagus.. bahkan Jiho tau lagunya," ujar Namjoon membuat Jiho menoleh.
"aku tidak bisa menyanyi..." sanggah Jin.
"Gotjimal.. kau bisa... suaramu bagus.. jinjja... jeongmal.. ya kan sayang?" seolah bertanya pada Jiho Jiho segera menghadap ibunya.
"jinjja! Thuala eomma baguth! Eomma thuka menyanyikan lagu umm.. ummm.. with tyuh! (with You B.A.P)" jawab Jiho
"wah, Jinjja.. sungguh mengejutkan, Rapmonster-ssi jadi kami tunggu come back anda bersama Jin-ssi.." ujar salah satu wartawan yang sedang mencatat. Namjoon mengangguk
"kira kira kapan pernikahan kalian akan berlangsung?"
"sekitar hari kamis atau Jum'at.. adikku akan berangkat ke Los Angeles hari sabtu" ujar Jin.
"ah, kurrae... saya rasa sudah cukup untuk wawancara ini walaupun masih banyak yang ingin kami tanyakan... sebagai penutup, Jiho-yaa.. bisakah kau menyanyi untuk kami?" tanya sang wartawan. Jiho mengerjap lucu.
"nee!" Jiho berseru, Namjoon menyodorkan mikrofone padanya. Jiho mulai menarik napas panjang.. dan
"Folevel With tyu (With tyu With tyu With tyu) Ni gyeote ithulge
EonjekkajinaFolevel With tyu (With tyu With tyu With tyu) Neon honjaga anyaNae thoneul jabaHamkke ithulge "
Lirik sebenarnya :
(Forever With You (With You With You With You) Ni gyeote isseulge
Eonjekkajina Forever With You (With You With You With You) Neon honjaga anya Nae soneul jaba Hamkke isseulge) B.A.P With You"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mobil mewah itu berhenti disebuah Taman yang sangat tak terawat, rumput rumput ilalang mulai meninggi tanaman mawar liar mulai mengelilingi pagar pagar pembatas air mancur. Air mancur yang sekelilingya sudah ditumbuhi lumut namun masih saja berfungsi dan lampu jalan tua berwarna kuning menghiasi taman itu.
Ditengah taman itu terdapat sebuah kursi panjang yang masih kokoh disitu tepat di depan air mancur. Daun daun bekas musim gugur tahun lalu menumpuk menutupi lantai taman beberapa senti membuat kaki yang berpijak terasa empuk.
"inilah taman kenangan Haeri.." ujar Hoseok sambil mendekati kursi taman itu.
'taman dimana kau menungguku dan aku yang datang menyatakan perasaan padamu'
"taman ini... akan indah bila di rawat..." Haeri duduk diatas bangku itu tanpa menghiraukan debu yang menempel.
"sekarang kau bisa tutup matamu dan katakan apa yang ingin kau ingat.." ujar Hoseok
'aku ingin kau mengingatku Eunhye-ah'
Haeri memejamkan matanya membiarkan angin malam membuainya mesra.
"aku ingin... mengingat semuanya.. kembali.." ujar haeri pelan sambil menangkupkan tangannya.
Haeri terenyum, entah kenapa ia memang seolah olah mengingat sesuatu.. seuatu yang sangat dahsyat
"Yoo Eun Hye!"
Yoo Eunhye? Siapa itu?
"Hosiki?"
Hosiki? Siapa lagi ini?
"eunhye-ah sudah lama aku memendam semua ini, sudah sejak kita bertemu pertama kali di taman ini tepatnya sebulan lalu. Waktu itu aku hanya tertarik, tapi entah kenapa semakin lama aku tertarik dalam pesonamu membuatku jatuh cinta.. Yoo Eun Hye, Be My Girl?"
Pernyataan perasaan?"
"kalau kau menerimanya ambil balon berwarna ini, tapi kalau tidak kau bisa ambil balon hitam ini.."
Balon? Ada apa dengan balon?.
"aku menerimamu... tentu saja karena aku juga menyukaimu Hosiki.."
Eunhye? Hosiki? Balon?
.
Haeri membuka matanya tiba tiba... kepalanya terasa berkunang kunang.. ia mengerjabkan matanya berkali kali..
"mengingat sesuatu?" tanya Hoseok.
"teka teki... aku hanya mengingat suara... Eunhye? Hosiki? Kedua orang itu berdialog... Hosiki menyatakan perasaanya.. balon? Hitam dan berwarna... seteah itu Eunhye menerimanya... ini masih teka teki... aku masih tak bisa mengingat apapun.." ujar Haeri.
"mungkin kau harus ke tempat lain lagi..." ujar Hoseok.
"taman ini berguna oppa.. aku mengingatnya.. walau hanya suara yang masih menjadi teka teki.." ujar Haeri sambil beranjak.
'aku sangat ingin kau mengingatku eunhye.. sangat ingin.. aku sudah sangat merindukanmu..'
"sudah waktunya makan malam... sebaiknya kita makan terlebih dahulu..."
.
Di dalam mobil. Mereka terdiam hingga Haeri membuka suara..
"Hoseok oppa.. apa kekasihmu tidak akan mencarimu?" tanya Haeri.
"hah? Kekasih? Siapa?" Hoseok bingung.
"wanita tadi siang... kalian akan menikah?" tanya Eunhye.
"bbfftt.. hahahaha..." tawa Hoseok segera menggelegar dalam mobil.
"ada apa? Apa itu lucu?" tanya Haeri.
"itu adikku... dia yang akan menikah..." ujar Hoseok sambil memarkirkan mobilnya.
"a-apa? Dia adikmu?" tanya Haeri sesaat keluar mobil
"tentu.. dia yang akan menikah bersama dengan Kim Namjoon." Ujar Hoseok sambil mencri tempat duduk yang kosong. Dan ternyata meja itu. Meja dimana ia dan Eunhye merayakan ulang tahun masih ada dan kosong segera saja ia menuju meja itu.
"Kim Namjoon? Seperti pernah mendengar namanya saja.." ujar Haeri sambil menduduki kursinya.
'hanya ada 2 kata kunci, artis dan rapper." Ujar Hoseok
"ah! Kuraepunha! Jadi dia? Woah Jinjja..." Haeri terkagum.
"Hoseok! Urimaniya!" seru seorang pelayan saat memberikan buku menu pada Hoseok.
"woh? Gikwang-ah! Kau masih bekerja disini?" ujar Hoseok seusai menjabat tangan Hoseok.
"woah, semakin tampan saja... oh! Kau dan dia?! Masih?—ssstt!"
Hoseok memberikan isyarat kepada gikwang untuk diam melalui tatapan matanya dan gerakan tangan yang menyatakan bahwa dia amnesia.
"oh, jinjjayo? Kalau begitu pesan apa?" tanya Gikwang.
"apa menu 2 tahun lalu masih ada disini? Hahaha" celetuk Hoseok.
"tentu saja ada... eish.. restoran halmoniku ini tetap terjaga.." ujar Gikwang.
"jinjjayo? Kalau begitu pesankan itu saja.. kau hafal kan kami?" tanya Hoseok.
"tentu! Sangat kuhafal! Tunggu sebentar pesanan akan segera datang!" ujar Gikwang kemudian pamit.
Haeri hanya bisa tersenyum dari luar, namun otaknya tengah berfikir keras..
"kau seperti menyembunyikan sesuatu.." ujar Haeri tanpa sadar.
"heung?"
"ah! Aniya..." tukas Haeri.
"jadi kapan adik oppa akan menikah? Kakaknya dilangkahi ternyata... hahaha" ujar Haeri.
"eish! Kau ini.. mereka akan menikah kamis nanti.. kau harus datang walaupun belum disebar undangannya, tapi ini undangan khusus..." ujar Hoseok
"baiklah baiklaahh.. oppa, kenapa kau belum menikah sementara usiamu sudah sangat mapan?" tanya Haeri.
"dia menunggu seseorang.." ujar Gikwang yang tiba tiba datang dengan membawa satu set teokkbukki panas dan sambgyeobsal.
"menunggu seseorang?" tanya haeri.
"yap, menunggu seseorang yang tidak jelas kapan akan kembail walaupun orang itu sudah ada dihadapannya.." ujar gikwang sambil menata meja dengan segala pesanan mereka.
"wah... malangnya..." ujar Haeri walaupun batinnya teriris.
"aish! Jinjja! Gikwang! Sikap embermu takkan pernah hilang huh!"ujar Hoseok sambil menggetuk jari gikwang dengan sumpit.
"hahaha... tapi itulah aku.." ujar Gikwang sambil melenggang pergi...
Hoseok dan Haeri pun memakan makan malam mereka dengan khidmad walaupun dialiri dengan sedikit canda dan tawa..
Haeri memang masih tak tau apapun.. baginya Hoseok memang menyembunyikan sesuatu darinya.. namun ia tak tahu apa itu, hal itulah yang membuatnya terdiam. Memilih fokus dengan kegiatannya..
.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya Haeri kembali ke cafe itu. Suasana siang yang kental membuat cafe itu sedikit sepi dari pengunjung, ia berniat untuk bertanya pada Gikwang sebenarnya apa yang Hoseok sembunyikan. Namun bgitu ia duduk dimeja yang ia duduki sesuatu berbisik, membuat Haeri memejamkan matanya.
"saegil Chukkae chagiya.." ujar seorang pria sambil memberikan seorang wanita itu sebuah cake berbentuk hati.
Wanita itu dirinya! Ia dapat melihat dengan jelas wanita itu dirinya.. namun pria itu? Wajahnya terhalang.. haeri tak dapat melihat apapun..
"gomawo... Hosiki.." ujar dirinya sambil tersenyum.
" tiuplah lilinmu.."
Hosiki? Namja itu lagi? Siapa dia sebenarnya?
Perlahan dirinya mulai memejamkan matanya, menangkupkan tangannya dan mulai berdoa.
'Tuhan, dihari ulangtahunku yang ke 23 ini aku berharap diberikan kesehatan dan umur panjang, berikanlah orang-orang yang aku sayangi selama ini berkah dan panjang umur dan berkatilah hubunganku bersamanya sampai kami berada di depan altar, mengucap janji suci dihadapanmu Tuhan. Aku mencintainya.. kabulkanlah doaku selama ini.. amin..'
Haeri mengingatnya.. dimana ini adalah perayaan ulangtahunnya, namun ia masih mencari tahu namja itu.. siapa dia..
PFFTT..
Lilin itu pun ditiup, perlahan pria itu memngeluarkan sebuah kotak berwarna merah dihadapan dirinya.
"apa ini?".
"buka saja.."
dirinya pun membuka kotak itu. Terlihatlah sebuah kalung berwarna putih yang ia yakini terbuat dari perak. Kalung itu ada 2 buah. Berinisial E&H. dirinya mengambil kalung itu dengan hati hati.
Kalung? Kalung itu seperti milikku! Kalung ini!
"ini untukku?" tanya dirinya sambil menunjukkan sebuah kalung berinisial E.
E? E untuk Eunhye? Aku? aku Eunhye? Apa?
"tidak, yang itu untukmu" ujar pria itu sambil menunjuk kalung yang berinisial H.
"yang ini intukku.." pria itu mengambil kalung berinisial E dihadapannya dan segera memakainya.
Jadi kalung ini punya pasangannya? Siapa pria ini? Hosiki? Siapa dia!
"terima kasih.." dirinya pun memakai kalung itu.
"ini artinya kau milikku, dan aku milikmu.. kita selamanya satu.. dan tidak akan terpisah.."
"ya.. ita tidak akan terpisah..."
Sebuah janji? Janji takkan terpisah? Siapa dia?
.
"nona? Nonaa?"
"astaga!" haeri terkejut ketika Gikwang menepuk bahunya..
"ah-nona yang semalam.." ujar Gikwang.
"aku pesan segelas teh.. dan boleh aku bicara senbentar denganmu? Ohya, Haeri.." ujar haeri sambil mengulurkan tangan
"gikwang.. baiklah tunggu sebentar.." Gikwang membalas uluran tangan haeri dan pergi mengambil pesanan yang dimaksud.
.
"ini pesanannya.." ujar gikwang sambil mendeservekan Teh pesanan Haeri.
"tolong duduk dan jelaskan.." ujar Haeri.
"ne?" tanya Gikwang saat duduk.
"tolong jelaskan.. aku tau Hoseok mengatakan sesuatu padamu semalam.. kumohon, aku sedang kehilangan ingatanku.. aku ingin semuanya kembali aku digentayangi dengan seorng wanita bernama Eunhye yang mirip denganku dan lelaki bernama Hosiki yang aku tak tau wajahnya!" ujar Haeri sambil menangkup tangan Gikwang.
"kau.." ujar Gikwang
"ne?"
"kau! Eunhye itu kau! Kau Yoo Eunhye korban kecelakaan pesawat 2 tahun yang lalu yang hilang tak ditemukan.."ujar Gikwang.
"aku? Yoo Eunhye?" tanya Haeri pada dirinya.
"ya!kau tidak sendirian disini... kau punya satu saudara perempuan yang sehampir gila karena kau menghilang akibat kecelakaan itu.." ujar Gikwang. Tangannya mulai mengetik sesuatu.
"kau mengingatnya Eunhye... kita teman baik.. kita bersahabat... bahkan aku yang mendekatkanmu bersama dia melalui taman itu.." ujar Gikwang.
"dia? Siapa?" tanya Haeri
"separuh jiwa dan hatimu.. dia.. dia orang yang berhak atas nama kalung perak itu" ujar Gikwang sambil menunjuk kalung yang dipakai Haeri.
"aku.."
Haeri terdiam... suara suara masalalu kembali menghantuinya, membuatnya sakit kepala melupakan fakta bahwa ialah Eunhye membuat ia sedikit terbuka fikirannya.. dimana ia tau siapa dia sebenarnya..
"Eunhye!" seorang wanita berjas dokter segera memeluknya yang kala itu terduduk, menghiraukan suasana cafe yang tidak terlalu ramai namun tetap memiliki penghuni.
Gikwang beranjak mengambil sesuatu yang selalu ia simpan. Sebuah bukti pahit yang membuatnya turut menangis mengetahui sang sahabat yang meninggal tanpa jejak.
Haeri membatu ia merasa sangat kenal wanita ini.. wanita yang selalu memeluknya saat bersedih, wanita yang bekerja banting tulang demi membiayai sekolahnya. Yoo Youngjae.
"Young-j-jae unnie.." Haeri mengeluarkan suaranya.
Ia masih shock berat ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa ialah Eunhye Eunhye yang menghilang meninggalkan sahabat dan saudaranya.
"jebal Eunhye.. kumohon.. kutau kau ingat.. kau menguburnya didasar hatimu.. ingatlah kami.." ujar Gikwang sambil memberikan sebuah koran harian seoul yang terlihat sangat lusuh dimana sampul depannya terdapat gambar bangkai pesawat.
Haeri menutup matanya sebuah potongan kejadian melintas dimemorinya
'kita sebentar lagi tiba di seoul..'
'jinjjayo? Ah.. aku ingin ke kamar kecil'
Namun pesawat itu tiba tiba bergetar dengan dahsyat, para penumpang panik berteriak.
'tolong'
'aaaaahhh!'
'eunhyeee!'
BRAAKKK
SPLASSHHH
Pesawat itu jatuh menghantam katang, terguling dan membelah menjadi beberapa bagian
.
Haeri mengerjapkan matanya beberapa kali kepalanya pusing sangat pusing hingga..
BRUK
Iapun jatuh pingsan..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
AYYO WASSUP GUYSS...
Gimana ama lanjutan chapter ini? Ngebosanin? Yaaahhh... Yoonminya? Tenang aja.. masih ada hadiah tersembunyi dichapter depan... mungkin juga sih.. chapter depan udah end ;( yaaahh..
Vkook? Mian.. elin ga tau harus diapain tuh copel paling sempurnah sihh...
Elin mau balas review nihh...
RealDe
Ciyeee yang nungguin ff absurnya Elin.. iyanih si Irene PHO bgtt... eniwey PHO itu apa? Elin ga tau sumpah... buset dah kalo sampe teriak dan ngebangunin sekampung.. elin bisa Famous/?
.
YongInieee
Elin tanggung jawab apaa? Hahaha elin gatau PHO itu apa..
.
Keymingi20
Aigooo firs person call me Noona.. hahaha aigo shippernya Yoonmin... done ini dah di update.. Thankschuu~~
.
Anunya bangtan
Aduhai ada manis manisnya gitu:v
.
KiranARMY
Oke oke, nanti elin bikin undangan buat Kiran supaya jadi tamunya Namjin
.
GitARMY
Aigoo ayah dan adik baru.. hahahaha /tawa evil/
.
Joker950818
Namjin nc-an pas merit.. /plak/ disini pada marahin Jimin yang nggak peka;v
.
Lucky Miku
Kan nggak seru kalo Minyoon Cuma anteng anteng aja...
.
Firda473
Adooh mian nunggu lama wakss.. ini dah tambahin.. gimana bagus nggak? Iyanih elin langsung tertarik ama suga dengan rambut blondenya ituuuu.. astaga jangan teriak teriak, nanti elin dikira rampok..
.
Ashaura pratiwi
Iyanih.. chapter depan mereka meritt.. ooo.. elin masih nggak tau siapa yang bakalan dipilih sibantet:v Hoseok:" done.. thankschuu~
.
Khyxxmingi
Elin sengaja nge GS kenapa? Karena elin menghargai real sexsualitynya BTS. Falaupun kita suka pasangin mereka Yaoi tapi tidak menutup kemungkinan ff ini bisa jadi masalah kalau sampai menyinggung perasaan apalagi orientasi sexual mereka.. iya elin suka datang di fansign.. tapi Yoonmin jarang bikin momentt.. okedeh nanti elin salamin yaa ke Yoonmin.. thankschuu~
.
94shidae
Oohh yang kalimat itu bener kok,.. nggak typo atau wrong correction.. karena Jimin disini Elin bikin lebih tua dar Suga..
.
Sekar000718
Done ini dah panjang bggtt.. tapi Yoonmin belum Goal..
.
Ryn
Done, Thankschuu~~
.
Putry
Kenapa elin fasih bahasa indo? Karena elin SMA setahun setengah di indo, jadi bisa bahasa ini.. tapi elin bisanya yang baku.. jadi kalo bahasa bahasa gaul itu elin nggak bisa... papanya elin kerja jadi pilot maskapai penerbangan industri internasional dan tahun lalu Elin menetap di indo..
.
Virusautis.
Namjoon boleh aja ngelamar kamu tapi pulangnya tinggal nama.. di gorok Jin ditengah jalan/?
.
Dindanafsiah
Aduh.. ade baru Jiho;v vkook kurang yaa.. abis tuh couple udah sempurna..
.
Prasetyo Hestina845
NC? SECEPATNYAA!
.
Shel.
Nggak ada yang tau kalo Yoonmin bisa bersatu atau nggak..
.
.
Oke cukup gitu aja... oiya elin mau ngasih tau soal TRBinNYC waktu itu... emang sih sempat ada masalah karena ada fans yang mau nembak Rapmonster.. gara gara itu ARMY di korea marah dan benci sama ARMY NY. Tapi elin nggak kok.. di halte tempat elin nunggu Bus ada poster buatan ARMY korea yang mengatas namakan seluruh ARMY bahwa mereka meminta maaf atas kesalahan yang dibuat RM pada V yang ngatain kulitnya item.. karena emang bener kulitnya item.. namanya juga netizen..
As info, netizen korea itu ganas chyu melebihi ganasnya pembawa gosip di INA. Netizen itu, semua yang nggak salah dijadiin salah.. yang nggak bener dibikin bener.. ya namanya juga cari hidup apapun itu jadi.. Cuma kalo kayak gitu itu keterlaluan.. apalagi gara gara mereka ada fake FANS yang mau nembak RM yang bikin semua ARMY NY rugi...
Oiya denger denger BTS mau konser di INA yaa? Waaaahh congratss.. kalian bisa jumpa bias!^^.
Yang pingin ngobrol lebih sama Elin add KakaoTalk aja yaa.. ini nomer kakaonya udah lama waktu di INA lalu.. nggak tau masih aktiv atau nggakk.. tapi Ktnya berfungsi kok.. secepat mungkin elin jawab... idnya ( kimeline)
Thanks juga nih yang udah mau review di chapter ini...booo bye bye boo~~!
.
.
