Jeng jeng jeng! Akhirnya chapter 2 yang ditunggu-tunggu pun tiba juga!
Minna-san maafkan Yuu-chan yang lambat ini dalam mengupdate story :')
Yuu-chan sedang dalam masa-masa sibuknya sekolah :')
Sebagai permintaan maaf, Yuu-chan sudah menyediakan something yang seru di akhir cerita hohoho.
Tunggu, something? Tenang Yuu-chan tidak menyediakan sesuatu yang mesum kok.
Yuu-chan kan tidak mesum guys :3 /plakk
Jadiiii silahkan membaca lalu jangan lupa baca tulisan setelah ceritanya selesai yahhh~
Enjoy~
Disclaimer: Tadatoshi Fujimaki
Story: Keiko Yuu
!WARNING!
BL (Boys Love), tata bahasa yang rada ngaco, typo(s), ooc, dll
Setelah banyaknya kejadian yang menghebohkan sekolah hari ini, tanpa sadar waktu terus berjalan dan sudah menunjukkan waktu makan siang. Bel sekolah pun berbunyi dan semua siswa segera bersiap untuk makan. Ada yang langsung berlari ke kantin, ada juga yang membawa bento dari rumah.
"Aku harus mencari Tetsuya," Ucap Akashi pada dirinya sendiri sambil berjalan keluar dari kelasnya.
Akashi dan Kuroko sebenarnya berada pada kelas yang sama, namun 1 jam pelajaran sebelum waktu makan siang, Kuroko ijin untuk pergi ke uks dengan alasan kurang enak badan.
Namun, Akashi tahu tujuan Kuroko adalah menghindarinya karena jika dia tetap berada di kelas pasti Akashi akan segera menahannya agar tidak pergi saat bel berbunyi.
"Daiki, apa kau melihat Tetsuya?" Tanyanya saat melihat Aomine berjalan di koridor di depan kelasnya.
"Hah? Tidak, aku tidak melihatnya. Kau lihat Kagami tidak?" Aomine bertanya balik.
"Hah? Mana kutahu. Bukan urusanku," Jawab Akashi dingin.
'Damn lovebirds,' batinnya. 'Kenapa kalian tidak jadian saja dan berhenti menggangguku dan Tetsuya?'
Akashi plis. Ngaca dong.
'Jadi aku harus mencari Tetsuya kemana?' batin Akashi. 'Mungkin aku harus mencarinya ke UKS dan perpustakaan'
Namun sudah dicari bagaimana pun juga, tetap saja Akashi tidak bisa menemukan batang hidung manusia rambut biru langit kesayangannya itu. Akashi tahu bahwa hawa keberadaan Kuroko sangat tipis, tapi kemampuannya itu sekarang tidak bisa digunakannya lagi pada Akashi karena Akashi akan selalu tahu jika Kuroko ada di dekatnya, tentu saja karena perasaannya.
Pada saat Akashi sudah hampir menyerah mencari Kuroko, tiba-tiba dia teringat sesuatu.
'Aku kan pernah memberikan duplikat kunci atap kepadanya. Mungkinkah dia ada disana?' Pikir Akashi sambil setengah berlari ke atap.
Clek.
Pintunya tidak terkunci.
"Tetsuya?" Panggil Akashi.
Tidak ada jawaban.
"Tetsuya, kau yakin ingin mengabaikanku?" Panggil Akashi sekali lagi.
Yang dipanggil pun masih tidak terdengar jawabannya.
Saat Akashi memutar untuk melihat di sekitar atap, dia menemukan Kuroko sedang duduk sendirian sambil memakan bento yang dibawanya di bagian atap yang tidak terlihat jika Akashi berdiri di pintu.
"Tetsuya," panggilnya. "Kau masih ngambek?"
"Aku tidak ngambek Akashi-kun," Akhirnya Kuroko angkat suara namun tidak menengok ke arah Akashi.
"Lalu kenapa kau mengabaikan panggilanku tadi?" Tanya Akashi sambil duduk di sebelah Kuroko.
"Karena aku tidak ingin menjawabnya Akashi-kun," Balas Kuroko masih sambil makan dan tidak menatap Akashi sama sekali.
'KENAPA DIA LUCU SEKALI TUHAN?' Ingin rasanya Akashi menjeritkan hal tersebut di depan Kuroko walaupun dia harus ber-ooc.
"Itu namanya kau ngambek Tetsuya," ucap Akashi.
"Tidak," balas Kuroko
"Iya"
"Tidak"
"Iya"
"Ugh, hentikan Akashi-kun. Kau menyebalkan," ucap Kuroko akhirnya.
"Kau tahu kau sudah mengatakan aku menyebalkan dua kali hari ini?" tanya Akashi.
"Tentu saja aku tahu, aku hanya mengatakan fakta Akashi-kun," jawab Kuroko masih belum melihat ke arah Akashi.
"Hoo jadi begitu. Kau tidak mau melihat ke arahku Tetsuya?" Tanya Akashi.
"Untuk apa?" Kuroko bertanya balik.
"Karena aku ingin melihat wajahmu? Apakah alasan itu cukup?" Jawab Akashi sambil meletakkan tangannya di atas kepala kuroko.
Kuroko memang masih tidak mau melihat ke arah Akashi, tapi Akashi bisa melihat semburat merah yang muncul di pipi putih milik Kuroko.
"Yah kalau kau tidak mau melihatku ya apa boleh buat," Ucap Akashi tiba-tiba sambil melepaskan tangannya dan berdiri. "Jadi kurasa kau juga tidak mau kalau aku ada di sini, jadi mungkin aku sebaiknya pergi sebelum kehadiranku menghilangkan nafsu makanmu."
"T-tunggu Akashi-kun," Jawab Kuroko sambil memegang ujung seragam Akashi untuk menahannya. "Jangan pergi."
"Hm? Ada apa Tetsuya? Bukankah kau tidak ingin aku ada disini?" Balas Akashi sambil menundukkan badannya, menyejajarkan wajahnya dan wajah Kuroko.
"Tidak, jangan pergi," jawab Kuroko sambil akhirnya melihat Akashi.
Di situlah Akashi rasanya ingin memeluk dan mencium Kuroko dan melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan di dalam kamar bersamanya yang tentu saja tidak akan ada dalam kisah ini karena ya, ff ini kan Rate-T. Jangan terlalu banyak berharap kalian para fujo/fudanshi.
Bagaimana Akashi tidak merasa seperti itu? Saat ini orang yang sangat dia sayang sedang manahannya untuk pergi sambil memasang wajah memelas yang merah padam, menandingi warna rambut miliknya. Bahkan seorang Akashi pun tidak kuat melihat hal seperti ini. Tapi bukan Akashi Seijuurou namanya jika dia tidak bisa menutupi perasaannya itu di depan Kuroko.
"Tetsuya kau harus melihat bagaimana wajahmu itu di depan cermin," balas Akashi sambil tertawa. "Kau seperti anak kecil yang akan ditinggal orang tuanya sendirian."
"Aku tidak seperti anak kecil Akashi-kun," balas Kuroko
"Hai' hai'. Nanti kau ngambek lagi jika kulanjutkan," Jawab Akashi sambil duduk di samping Kuroko kembali dan mengelus kepala Kuroko.
Tidak sadar akan bunyi pintu dan kemunculan dua mahluk di balik dinding tempat mereka berada.
"Kenapa kau suka mengelus kepalaku Akashi-kun?" Tanya Kuroko tiba-tiba.
"Tidak apa-apa, suka saja," Jawab Akashi
Kuroko langsung terdiam saat mendengar kata 'suka'.
"Tetsuya?" Panggil Akashi saat melihat Kuroko terdiam. "Ada apa?"
"T-tidak apa-apa," Jawab Kuroko gugup.
"Hmm," balas Akashi sedikit ragu. Memang jika menyangkut Kuroko, Akashi tidak bisa asal menebaknya. "Bento yang kau makan itu kau buat sendiri?"
"Ah, iya. Habisnya aku tidak ingin merepotkan Kaa-san," Jawab Kuroko.
"Suapi aku," Pinta, uh, lebih tepatnya perintah Akashi.
"Hah?"
"Suapi aku, aku ingin mencobanya Tetsuya," katanya lagi.
"Kau serius Akashi-kun?" Tanya Kuroko memastikan.
"Untuk apa aku bercanda Tetsuya?" balas Akashi.
"Uh, baiklah. Ini..." Jawab Kuroko sambil menyodorkan salah satu eggrollnya pada Akashi.
"Umm, Tetsuya," ucap Akashi setelah menelan eggroll tersebut.
"Ya?"
"Kau mau jadi istriku tidak?"
"A-a-apa yang k-kau katakan A-akashi-kun?" Jawab Kuroko gugup setengah mati karena ucapan Akashi yang diluar akal sehat.
Tanpa Kuroko dan Akashi sadari, kedua pasang mata yang sudah mendengarkan pembicaraan mereka dari awal pun ikut shock mendengar perkataan Akashi.
"Aku bercanda Tetsuya hahahahaha," Akashi tertawa lepas. "Oh tapi aku serius, eggroll yang kau buat ini enak sekali, bagaimana kalau kau buatkan untukku besok?"
"O-ohh, bercanda, kau tidak terdengar seperti sedang bercanda tadi Akashi-kun," ucap Kuroko dengan nada sedikit kecewa.
Kuroko? Kau serius ingin menikah padahal kau masih SMA hah? Yuu-chan kurang mengerti jalan pikiranmu.
"Kenapa? Kau ingin aku serius?" tanya Akashi masih sambil terkekeh. "Jadi bagaimana? Kau mau membuatkanku bento tidak?"
"Cukup bercandanya Akashi-kun," balas Kuroko. "Yah kalau kau mau aku bisa saja sih membuatnya."
"Hehehe, kalau aku tidak mau untuk apa aku minta padamu Tetsuya?" tanya Akashi.
"Baiklah, besok aku buatkan," Jawab Kuroko.
Kalian bertanya kenapa kedua mahluk yang sudah seperti suami-istri ini tidak pacaran? Kalian tahu harga diri seorang seorang Akashi Seijuurou itu sangat tinggi dan dia ingin Kuroko lah yang duluan menyatakan perasaannya pada Akashi. Namun, di sisi lain Kuroko Tetsuya juga adalah orang yang sangat keras kepala. Dia juga ingin sang seme lah yang menyatakan perasaannya duluan.
Baiklah, kita tinggalkan dulu masalah ini untuk melihat pasangan yang memiliki kisah hampir sama dengan AkaKuro kita ini.
OoO
"Oi Midorima, Takao, kalian lihat Kagami tidak? Aku ke kelasnya tapi dia udah pergi," tanya Aomine saat berpapasan dengan Midorima dan Takao.
"O-oi Shin-chan, mereka sudah jadian beneran?" Bisik Takao pada Midorima.
"Urusai Takao mana aku tahu, nanodayo," Bisik Midorima. "Kami tidak lihat Aomine, kau sudah coba mencari ke kantin belum? Bukannya aku peduli atau apa ya, nanodayo,"
"Oh iya betul juga! Bagaimana mungkin aku lupa untuk melihat ke kantin. Yosh, aku pergi ke kantin dulu," Jawab Aomine sambil pergi meninggalkan pasangan MidoTaka ini.
Sebenarnya untuk apa Aomine mencari-cari Kagami seperti itu?
"Oh! Aomine!" Terdengar suara Kagami memanggil Aomine saat melihatnya memasuki kantin.
"Yo Kagami," Jawabnya. "Uwohh! Kau akan menghabiskan roti sebanyak itu?"
"Hah? Apa maksudmu? Ini sudah ku kurangi dari porsiku yang biasa. Coach bilang aku harus mengurangi sedikit porsi makanku tahu," Jelas Kagami panjang lebar sambil membuka salah satu roti dari segunug roti yang ada di tangannya itu.
Aomine shock.
"Aku bingung kemana perginya semua makanan itu. Kau bahkan tidak gendut," Kata Aomine sambil memperhatikan tubuh Kagami.
"Benar kan? Makanya aku bingung, buat apa coach menyuruhku mengurangi makananku coba?" Keluh Kagami.
"Bukan di situ masalahnya, BAKAgami,"
"Sialan AHOmine,"
"Baka!"
"Aho!"
"Terserah kau sajalah," balas Kagami akhirnya.
"Tentu saja," jawab Aomine sewot.
"Oi kau merasa dari pagi orang-orang melihat kita sedikit aneh tidak sih?" Tanya Kagami tiba-tiba.
"Hmm, setelah kau bilang, aku baru memperhatikan," Jawab Aomine setelah melihat orang-orang lalu-lalang yang melihat ke arah mereka dengan pandangan yang... sulit untuk dijelaskan.
"Kira-kira kenapa ya? Apa mereka pikir kita akan berkelahi atau semacam itu?" Tanya Kagami tidak mengerti.
Oh, betapa polosnya dikau Kagami Taiga.
"Ah," Aomine teringat sesuatu. "Mungkin karena kejadian tadi pagi."
"Tadi pagi? Tadi pagi kenapa?" Tanya Kagami masih belum mengerti.
"Tadi pagi! Masa kau lupa?" Tegas Aomine sekali lagi.
"Memang tadi pagi kita kenapa?"
"Kenapa kau bodoh sekali sih?" Kata Aomine.
Padahal saat ini di otak Aomine yang ada hanya, 'bagaimana caraku untuk membawa bocah polos ini ke ranjang'.
Aomine no hentai.
"Hah? Apa kau bilang? Kenapa aku jadi kau bilang aku bodoh? Memangnya kau pintar? Dasar bodoh," Ucap Kagami bertubi-tubi.
"Ya ya terserah kau," Jawab Aomine ogah-ogahan. "Jadi kau lupa kejadian tadi pagi?"
"Kejadian apa sih? Tadi pagi kan kita cuma jalan ke sekolah bareng, lalu bertemu dengan Akashi sialan yang ditinggal Kuroko, lalu bocah psiko itu mengancam akan memisahkan kepalaku dengan badanku, lalu karena kau takut kau-" Kagami tiba-tiba terdiam.
"Aku...?"
"...m-menarik tanganku ke sekolah untuk menjauhi Akashi,"
"NAH!" Teriak Aomine di telinga Kagami. "KARENA HAL ITU MAKANYA KITA DILIHAT ORANG-ORANG DARI TADI PAGI BAKAGAMI!"
"O-oi," Jawab Kagami dengan volume kecil dan menundukkan kepala.
"Apa?" Balas Aomine sewot seperti biasa.
"Kecilkan volume suaramu dasar bego. Kau tidak lihat semua orang disini melihat ke arah kita? Kau tidak punya urat malu ya?" Jelas Kagami panjang lebar masih dengan volume suara yang kecil.
"Ah..." Aomine pun sadar dengan volume suaranya yang kelewat sudah kelewat batas. "Ayo kita tinggalkan saja tempat ini."
"Dasar bodoh," jawab Kagami sambil mendahului Aomine.
"Tunggu aku Bakagami," Ucap Aomine sambil menyusul Kagami.
"Kau mau makan dimana?" Tanya Aomine saat mereka sedang berjalan di koridor.
"Entahlah, kalau di kelas pasti semua akan melihat ke arah kita lagi," Jawab Kagami polos sambil berpikir tempat yang tepat.
"Oh!" Ucap Aomine tiba-tiba saat merogoh saku celananya. "Aku punya kunci duplikat ke atap! Kau mau kesana?"
"Hah? Bagaimana mungkin kau memiliki kunci kesana?" Tanya Kagami kaget.
"Kalau tidak salah beberapa hari yang lalu aku diminta mengambil barang yang dijemur disana oleh guru lalu aku lupa mengembalikan kuncinya," jelas Aomine.
"Beberapa hari yang lalu?" Tanya Kagami sekali lagi.
"Yap"
'Jadi dia tidak mencuci celananya selama beberapa hari?' Pikir Kagami.
"A-ah... Baiklah kita ke atap saja," Sahut Kagami akhirnya mengabaikan hal yang barusan dipikirkannya itu.
"Kenapa kau?" Tanya Aomine bingung saat melihat Kagami menjauh satu langkah darinya.
"Tidak apa-apa hehehe, cuaca hari ini bagus ya?"
Benar-benar cara mengalihkan pembicaraan yang kuno.
"Heh? Tidak terkunci?" gumam Aomine saat mencoba membuka pintu ke atap.
"Ada apa Aomine?" Tanya Kagami.
"Pintunya tidak terkunci, kurasa ada orang di atap –hmpph," jawab Aomine
"Sebentar coba kau diam," Ucap Kagami sambil menutup mulut Aomine menggunakan tangannya. "Bukankah itu suara Kuroko dan Akashi?"
"Bwahh! Apa maksudmu menutup mulutku seperti itu ha –eh? Apa kau bilang? Akashi dan Kuroko?"
"Iya! Coba saja kau dengarkan!" balas Kagami bersikeras.
'Kenapa kau suka mengelus kepalaku Akashi-kun?'
'Tidak apa-apa, suka saja'
"O-OI BENAR ITU MEREKA!"
"AHOMINE TENANGLAH KAU KAN BUKAN AKAKURO SHIPPER KENAPA KAU BERTINGKAH SEPERTI ITU?"
"Shhhhh! Kau juga tenanglah Kagami!"
"Kau yang harusnya tenang dasar bodoh!"
Dasar pasangan bego.
Dan pada akhirnya Aomine dan Kagami makan siang di balik dinding tempat Akashi dan Kuroko berada sambil mendengarkan pembicaraan mereka dengan serius.
Kenapa?
Tentu saja karena mereka berdua adalah mahluk dengan rasa ingin tahu tingkat tinggi.
"Kau mau jadi istriku tidak?"
"A-a-apa yang k-kau katakan A-akashi-kun?"
"UHUK" Kagami tersedak roti kesekian yang sedang dikunyah olehnya karena mendengar perkataan Akashi.
"Kau kalau tersedak jangan berisik bisa tidak?" Ucap Aomine masih sambil mendengarkan pembicaraan AkaKuro di seberang sana dengan serius.
"Kau ini... Bukannya menolong malah terus memperhatikan mereka. Teme," gumam Kagami sedikit kesal.
"Apa kau bilang?"
"Bukan apa-apa," Jawab Kagami sambil membuang muka. "Sana perhatikan saja AkaKuro disana"
THIS IS SO FRIGGIN CUTE YUU-CHAN GATAHAN BAYANGIN KAGAMI KAYAK GINI WOI HELP.
Oke skip.
"Haah? Kau kenapa Kagami?" Tanya Aomine tidak tahu apa yang membuat Kagami tiba-tiba seperti tsundere di komik shoujo.
"Tidak apa-apa"
"Masa kau ngambek karena aku memperhatikan akakuro disana?" Tanya Aomine asal tebak
Bluuuussshhhhhh
Lalu, semburat merah pun menutupi wajah Kagami yang cute itu ohohohohohohoho /abaikanyuu-chan
'tebakanku benar ya?' Pikir Aomine.
"Ahh tiba-tiba aku mengantuk," ucap Aomine tiba-tiba.
"H-hah?"
"Pinjam pahamu, aku ingin tidur bangunkan aku jika kau sudah ingin kembali ke kelas," ucap Aomine sambil tidur di paha Kagami sebelum Kagami sempat menjawab.
"Aku bahkan belum menyetujui hal itu dasar bodoh," balas Kagami sambil menutupi semburat merah di wajahnya.
"Ohh jadi kau tidak mengijinkan?" Tanya Aomine.
"B-bukan! Maksudku... Ah sudahlah terserah kau saja," balas Kagami kalah.
"Tentu saja," sahut Aomine sambil tersenyum menang dan menutup matanya untuk tidur.
'Ah. Kalau dia tidur lalu aku mengobrol dengan siapa? Aku sendirian dong?' pikir Kagami saat sadar dia sendirian.
"Dasar Aomine bego," bisik Kagami sambil membenarkan poni Aomine yang sedikit berantakan.
'Kau juga bodoh karena tidak menyadari perasaanku padamu' pikir Aomine yang sebenarnya belum terlelap.
Oke... Jika AkaKuro di balik dinding belum saling menyatakan perasaan karena gengsi mereka yang sama-sama tinggi, maka pasangan AoKaga disini belum saling menyatakan perasaan mereka karena mereka berdua sama-sama bodoh dan lemot tidak sadar akan perasaan satu sama lain. BAKAgami berpikir jika Aomine melakukan hal-hal tersebut kepada semua teman dekatnya padahal Aomine hanya seperti itu pada Kagami. Dan AHOmine berpikir jika Kagami bereaksi seperti itu hanya karena kepolosannya dia saja.
Kalau begini, lalu kisah ini akhirnya bagaimana?
Disini Yuu-chan akan meminta bantuan para reader untuk memutuskan hohoho :3
Kalau sudah selesai baca, coba buka profile Yuu-chan lalu lihat dibagian atas profile Yuu-chan ada tulisan "Poll: Siapa yang harus menyatakan perasaannya duluan?". Nahh kalau udah liat, tinggal klik aja tulisan "Vote now!".
Kalian dikasih kebebasan buat milih 2 orang dari antara AkaKuro dan AoKaga untuk siapa yang harus menyatakan perasaannya duluan.
Bagaimana? Seru tidak? :3 :3 :3
Polling akan di tutup tanggal 31 Oktober jadiii sebarin ff ini ke yang lain yah supaya nanti polling yang kalian mau menang hohoho /sekalianpromosi :3
Yuu-chan tunggu polling dari kalian semua yaaaa
Edited:
Sepertinya masih ada yang kurang mengerti sama votenya jadi Yuu-chan jelasin sekali lagi :3
Jadi disini kan ada 2 pair, akakuro sama aokaga
Yuu-chan minta bantuan para reader buat milih siapa duluan yang harus 'nembak'
Misalkan, dari akakuro yang nembak duluan Akashi, trus dari aokaga yang nembak duluan Kagami
Jadi kalian pilih 1 orang dari pair aokaga, dan 1 orang dari pair akakuro :3
Nahhh makanya itu Yuu-chan minta kalian untuk milih 2 orang :3
Chapter 3 akan di publish seminggu setelah polling ditutup :3
Mind to review?
Yuu-chan menerima kritik dan saran yang akan membuat cerita ini makin seru dan hot (seperti biasa) :3
