Humikmika : Chapter yang satu ini ada karena sebuah review yang saya baca :v

Di dunia tempat Boboiboy berasal, Tok Aba menunggu cucu satu-satunya yang tidak balik-balik itu.

"Kemana Boboiboy? Kok belum pulang-pulang?"

Tok Aba melihat Ochobot telah datang dari pencariannya, "Bagaimana Ochobot?"

"Boboiboy sudah aku cari tapi gak ketemu-temu.."

~Flashback~

Tok Aba melihat jam, "Kok Boboiboy tidak datang-datang? Padahal katanya dia mau bantu Atok mengurus kedai! Ochobot coba cari Boboiboy! Soalnya atok tak boleh tinggalin kedai ini!"

"Baik tok!"

Ochobot pergi di tengah perjalanan ia melihat Yaya, "Yaya! Kau lihat Boboiboy tidak?"

Yaya menggelengkan kepalanya, "Eh? Nggak tuh. Memangnya Boboiboy kenapa?"

"Katanya Boboiboy mau membantuk atok tetapi dia tidak datang-datang juga.."

"Hmm... Mau aku bantu cari?"

"Nggak usah, terima kasih Yaya!"

"Sama-sama"

Ochobot kembali mencari Boboiboy lalu ia bertemu dengan Ying yang terlihat sedang terburu-buru,

"Ying! Kau lihat Boboiboy tidak?"

"Eh? Boboiboy? Memangnya kenapa?

"Boboiboy tidak datang-datang padahal katanya mau bantu Atok mengurusi kedainya.."

"Ohh.. Oh iya! Kau sudah dengar belum tentang lubang besar di lapangan?"

"Lubang besar?"

"Iya! Kalau belum coba lihat, yok! Siapa tahu Boboiboy disitu!"

"Oke!"

Mereka pergi ke lapangan dan saat mereka sudah tiba di lapangan terlihat banyak orang berkumpul mengelilingi sebuah lubang besar.

"Ying! Ochobot!"

Ying dan Ochobot menoleh ke sumber suara dan terlihat Gopal berlari ke arah mereka,

"Kalian sudah lihat belum, lubangnya?"

"Ini baru mau lihat!"

Mereka mendekati lubang dengan melewati kerumunan orang-orang yang melihat lubang. Di pinggir lubang sudah dipasang sesuatu seperti yang tanda DO NOT ENTER yang biasa dipakai polisi untuk menutup dimana terjadinya pembunuhan untuk menghindari orang terjatuh ke lubang itu. Sebelum Ying dan Ochobot bisa melihat lubang itu dari dekat para polisi sudah datang dan membubarkan kerumunan orang itu dan saat kerumunan orang sudah mulai berpergian mereka bisa melihat lubang itu dengan lebih jelas walaupun dari jauh.

"Oh iya! Gopal, kamu lihat Boboiboy tidak?"

"Boboiboy? Memangnya kenapa?"

"Katanya Boboiboy mau bantuin Atok buat ngurusin kedai, tapi orangnya gak dateng-dateng!"

Gopal kaget mendengarkannya dan tiba-tiba teringat sesuatu, "Ka- kamu sudah cari di seluruh sudut kota belum?"

"Sudah.. tapi-"

"Kalian ngapain disini?"

Mereka bertiga menoleh dan melihat Fang mendekati mereka.

"Kau sendiri ngapain disini?"

"Aku hanya penasaran tentang lubang besar yang di tengah lapangan."

"Oi, Fang! Kau lihat Boboiboy tidak?"

"Nggak, memang kenapa?"

"Itu tuh, katanya Boboiboy mau bantu Tok Aba buat mengurusi kedainya tetapi Boboiboy tidak datang-datang!"

"Gopal, kamu kenapa?"

Fang dan Ying menoleh ke Gopal dan melihat Gopal berwajah pucat,

"Iya tuh! Kau kenapa?"

"Eh... Tadikan aku mau main ama Boboiboy di lapangan ini sebelumnya buat main bola sebelum ada lubangnya.. Terus aku gak bisa karena disuruh belajar sama appaku, terus Boboiboy bilang kalau gitu dia mau main di lapangan ini sendiri.."

Fang dan Ying memucat sedangkan Ochobot pasti akan memucat juga kalau dia bukan robot.

"Berarti.."

"Tapi..."

"Tidak mungkin... kan...?"

Mereka berempat mendekati lubang itu saat mereka lihat polisinya sedang lengah.

"Hng?"

"Ada apa, Ochobot?"

"Lubang ini... Mengeluarkan gelombang kekuatan yang sangat kuat..."

"Eh?"

"...seperti sebuah portal..."

"Portal?"

"..iya, portal.. Portal ke sebuah dimensi yang lain... Tetapi aku tidak tahu itu dimensi macam apa jadi belum tentu aman untuk loncat ke portal itu..."

~Flashback End~

Humikmika : Hehehe~ Chapter ini adalah chapter yang menunjukkan bagaimana kondisi di dunia Boboiboy yang asli, langsung bikin soalnya ngeliat banyak review yang bikin bahagia~ Saya akan menjawab beberapa pertanyaan, jika kalian punya pertanyaan silahkan review saja!

Kenapa Boboiboy menyembunyikan kekuatannya?

Itu karena dunia yang Boboiboy datangi lebih ke reality. Bayangin misalnya banyak orang tahu kalo Boboiboy punya kekuatan super seperti itu nanti dia diapain? Nanti reaksi orang-orang gimana? Mungkin nanti dia bakal ditakuti oleh orang-orang atau mungkin nanti dia akan ditanya-tanya berbagai macam pertanyaan atau mungkin nanti dia dikira bahwa dia alien atau semacamnya lalu dijadikan sebagai bahan percobaan atau ditangkap karena dianggap membahayakan umat manusia. :v (sebenarnya ini cuma alasan Author juga tapi ini alasan yang lumayan jelas, kan?)

Kok Tok Aba bisa langsung nerima Boboiboy gitu aja? Kan seharusnya elemental bersaudara cuma kembar 5 kan? Tok Aba nggak tau kah kalau cucunya cuma 5?

Itu karena Tok Aba kurang diberi detail oleh orang tuanya mereka dan juga, kan ini seperti di film saat Boboiboy dikira hanya punya mode Angin, Tanah dan Petir tetapi ternyata ia punya mode Taufan, Gempa dan Halilintar, kan? Dan juga kemunculan Api pun tadinya di awal cerita juga tidak terduga oleh mereka semua, kan?

Kalau bingung tentang kenapa orang tuanya Elemental Bersaudara tidak tinggal bersama Boboiboy dan mengapa Halilintar, Taufan dan Gempa harus hidup terpisah dengan Api dan Air, mungkin nanti akan diceritakan di sebuah chapter.

Dan juga salah satu alasan lagi adalah bagi mereka alasan yang paling jelas saat melihat Boboiboy disaat itu adalah bahwa Boboiboy adalah saudara mereka yang hilang.

Dan jika ada yang penasaran kenapa di dunianya Boboiboy ada portal berwujud lubang sedangkan di dunianya Elemental Bersaudara gak ada, nanti mungkin akan diceritakan di chapter-chapter selanjutnya.

Ada beberapa pertanyaan yang tidak saya jawab karena takut Author gak sengaja ngasih spoiler :v.