"Tapi tadi aku beneran lihat kak Hali kok disitu!"
"Mungkin saja itu hanya perasaanmu saja!"
"Iya! Beneran! Tadi aku lihat kak Hali tapi iris matanya merah terus tiba-tiba menghilang tanpa jejak!"
"Jangan bercanda Taufan! Kau tahu kalau leluconmu itu sama sekali tidak lucu!"
"Tapi ini bukan bercanda!"
Taufan menatap Halilintar dengan serius sedangkan menonton perdebatan mereka berdua.
Gempa akhirnya maju untuk menghentikan perdebatan mereka, "Sudah, sudah jangan berantem.. Dan mungkin saja kamu salah lihat.. Soalnya dari tadi aku dan kak Halilintar ada di rumah ini dan aku sama sekali tidak melihat kak Halilintar keluar rumah.."
Taufan terkejut mendengarnya, "Berarti kamu tidak percaya sama aku, Gempa!?"
"Bukan itu.. Tapi dari tadi kak Halilintar memang tidak keluar rumah.."
Halilintar mengangguk, "Itu benar! Mungkin saja kamu sedang berhalusinasi atau apa kali! Mana mungkin iris mataku merah terus tiba-tiba menghilang tanpa jejak!"
"Tapi-"
Tiba-tiba terdengar pintu rumah terbuka lalu Taufan segera berlari memeluk orang yang membuka pintu itu, "Boboiboy~! Pasti kau membelakukan~?"
Boboiboy bingung, "Eh? Ada apa?"
Taufan melepaskan pelukannya, "Kamu percaya gak kalau tadi aku lihat kak Hali keluar rumah?"
"Kan terserah dia kalau mau keluar rumah atau tidak."
Taufan menggeleng-gelengkan kepalanya, "Bukan-"
Gempa memegang pundak Taufan, "Sudah.. Mungkin saja itu hanya perasaanmu saja.."
Boboiboy memiringkan kepalanya, "Memangnya ada apa?"
Gempa menghela nafas, "Tadi katanya kak Taufan melihat kak Halilintar di luar tetapi dengan iris mata yang merah-"
DEG!
"-dan juga setelah itu katanya dia menghilang secara tiba-tiba tanpa jejak, dan padahal daritadi kak Halilintar sama sekali tidak keluar rumah.."
Sebutir keringat dingin mengalir di wajah Boboiboy, "Be- be- benarkah?"
Gempa menyadari raut wajah Boboiboy yang secara tiba-tiba berubah, "Kenapa, Boboiboy?"
Boboiboy tersentak, "E- eh? Aku tidak apa-apa kok!"
Halilintar yang daritadi diam menatap Boboiboy, "..." Lalu Boboiboy menyadarinya,
"A- ada apa, Halilintar?"
Halilintar segara mengalihkan pandangannya ke buku yang tadi ia baca sebelum Taufan dan Boboiboy datang.
Taufan menatap Boboiboy, "Jadi, Boboiboy.. Kamu percaya sama aku gak?"
Boboiboy semakin gugup, "Ehmm.. Mungkin saja kamu hanya salah lihat kali..."
Taufan menghela nafas pasrah, "Betul juga.. Mungkin saja aku hanya salah lihat.." Lalu ia berjalan menuju ke kamarnya.
Gempa segera mengalihkan perhatiannya ke Boboiboy, "Oh iya Boboiboy, kamu sudah beli bahan makanan yang kuminta tadi belum?"
"Oh!" Boboiboy memberikan plastik dengan bahan makanan, "Ini!"
Gempa tersenyum, "Terima kasih, Boboiboy. Tapi kau cepat sekali membelinya padahal tokonya lumayan jauh!"
"Hehehe, Sama-sama."
Boboiboy berjalan menuju pintu untuk keluar rumah lalu Gempa menyadarinya, "Mau kemana, Boboiboy?"
"Cuma mau menghirup udara segar aja, kok.."
Saat Boboiboy sudah di luar rumah ia segera berlari ke taman dan duduk di salah satu bangku taman lalu menghela nafas lega, "Hampir saja..."
~Flashback~
Saat itu Boboiboy sedang tidak tahu harus melakukan apa di rumah karena hari itu adalah hari libur dan Elemental Bersaudara yang ada di rumah hanya dia, Halilintar dan Gempa.
"Aduh!"
Boboiboy dan Halilintar menoleh ke Gempa, "Ada apa, Gempa?"
"Aku lupa membeli bahan makanan untuk makan malam hari ini! Aku harus beli sekarang, tapi tokonya lumayan jauh... Keburu jam makan malam.."
"Bukannya makan malam masih lama?
"Tapi tokonya jauh, kira-kira butuh waktu hampir sejam dengan jalan kaki.."
Daripada tidak ada kerjaan Boboiboy menawarkan diri, "Mendingan aku aja beli! Kamu tinggal kasih tahu aku apa yang perlu dibeli, biar nanti aku beli!"
"Eh, tapi-"
"Tak apa-apa aku saja!"
Akhirnya Gempapun membiarkan Boboiboy untuk membeli bahan-bahan makanannya, ia memberikan notes tentang apa yang harus dibeli lalu Boboiboy berangkat.
Saat Boboiboy sudah kurang lebih setengah jalan ke arah tujuannya ia baru ingat kalau tokonya itu sangat jauh, "Hadooh... Bagaimana bisa Gempa setiap hari pergi ke toko itu?! Gak capek gitu!?"
Karena gak ada kerjaan selain jalan Boboiboy iseng-iseng ngelihatin jam lalu matanya sedikit melebar, "ALAMAK! SUDAH HAMPIR JAM MAKAN MALAM!" Boboiboy berusaha berpikir cara terbaik supaya bisa cepat sampai ke toko itu, 'Oh iya! Aku jadi Boboiboy Halilintar saja!' Boboiboy kembali berpikir, 'Tapi misalnya salah satu dari para Elemental Bersaudara ngelihat aku gimana? Ya sudahlah! Ini sudah lumayan darurat!'
"BOBOIBOY HALILINTAR!"
Setelah Boboiboy menjadi Boboiboy Halilintar ia segera menggunakan kecepatan kilat untuk berlari dan dalam jangka waktu yang tidak lama ia sudah sampai ke tujuan. Sebelum masuk ke toko itu Boboiboy kembali menjadi Boboiboy yang biasa untuk membeli bahan makanannya, setelah ia keluar dari toko itu dan melihat tidak ada orang di sekitarnya ia berubah menjadi Halilintar lalu lari dengan kecepatan kilat untuk pergi ke toko lain.
Di tengah jalan ia tidak sengaja menjatuhkan uangnya lalu ia berhenti sebentar untuk mengambilnya dan apa yang tidak ia sadari adalah bahwa Taufan sedang berada disitu melihat Boboiboy dalam wujud Boboiboy Halilintar tetapi Boboiboy tidak menyadarinya. Setelah ia mengambilnya Boboiboy kembali menggunakan kecepatan kilat lagi dan di tempat itu juga adalah sebuah perempatan jadi ia bagaikan menghilang tanpa jejak.
Taufan tentu saja kaget dan segera berlari pulang dan melihat Halilintar sedang duduk sambil membaca buku dan Gempa yang seperti sedang menunggu sesuatu, "Eh, Kak Taufan sudah pu-"
"Kak Hali! Tadi bukannya kak Hali ada di luar ya?"
Halilintar menoleh ke arah Taufan, "Apa maksudmu? Daritadi aku di rumah, kok!"
"Bohong! Tadi aku lihat kak Hali di luar!"
"Itu hanya perasaanmu."
"Tapi..."
Dan itulah bagaimana perdebatan itu mulai.
~Flashback End~
Boboiboy melihat ke jam dan ia lihat bahwa itu sudah jam makan malam lalu ia segera berjalan pulang.
Humikmika : Ini dia chapter ke 5~ Pengen ngetik tapi males ngetik jadi akhirnya ngetik, deh~ Terima kasih banyak atas review-reviewnya! Favsnya! Dan juga Follownya! Sekali lagi terima kasih banyak! Dan mohon maaf jika masih banyak kesalahan di fic ini, maklum saya masih Author baru.. Hehe..
Terima kasih sudah membaca!
