Hari itu para Elemental Bersaudara + Boboiboy berkumpul disitu untuk melihat permainannya skateboardnya Taufan. Beberapa dari mereka pasti tidak mau kecuali kalau dipaksa akhirnya mau.
"Cepetan!"
Taufan cemberut, "Ihh, kak Hali gak ikhlas banget nontonnya!"
Halilintar mendengus, "Tentu saja gak ikhlas! Kamu yang menyeretku kesini!"
Gempa berusaha menenangkan Halilintar, "Sudah, sudah.. Lagipula gakpapakan sesekali?"
Sedangkan Api yang lumayan bersemangat, "Iya! Lagipula permainan skateboardnya hebat juga, kan?"
Dan Air.. Ya, "ZzZz..." Sudah ketiduran.
"Air! Bangunlah! Tega banget ama kakakmu yang tercintah ini~"
Api tertawa, "Hehe! Kak Taufan tahukan dia gak bakal bangun kalau sudah sekali tertidur?"
"Iya sih.."
Lalu Taufan memulai permainannya dan melakukan berbagai macam trik skateboard, mereka semua memang mengakui bahwa Taufan memang jago dalam permainan skateboard. Justru semua Elemental Bersaudara memiliki keahliannya masing-masing!
Tetapi saat Taufan hendak melakukan putaran di langit tiba-tiba ia tidak sengaja menjadi ceroboh lalu ia bisa merasakan tubuhnya terjatuh dan ia menutup matanya. Yang lain kaget dan Boboiboypun juga kaget, ia mulai panik lalu segera diam-diam menggunakan kuasa anginnya. Mereka semua terbelalak matanya dan saat Taufan membuka matanya ia sedang terbang! Ada sebuah pusaran angin yang mengangkatnya!
'Bagaimana bisa!?' Batinnya.
Tetapi Halilintar sudah memiliki kecurigaan siapa yang melakukan itu, ia mengalihkan perhatiannya ke arah Boboiboy lalu Boboiboy menyadarinya, "Shh.."
Halilintar mendengus lalu segera kembali mengarahkan perhatiannya ke Taufan.
Taufan merasa kaget sekaligus kagum, "Aku terbang!"
Api merasa kagum juga, matanya sudah terlihat berbinar-binar, "Itu gimana caranya!? Aku juga ingin terbang!"
Gempa khawatir, "Kak Taufan! Turun! Itu bahaya! Kok kak Taufan bisa terbang!?"
Dan Air masih tidur memeluk sebuah bantal yang ia dapat entah darimana mungkin saja dari makcik kantin.
Boboiboy menggunakan kuasa anginnya dan segera menurunkan Taufan pelan-pelan sampai akhirnya Taufan menginjak tanah.
"Yahh.. Padahal aku masih ingin terbang.."
"Kak Taufan ajarin caranya terbang, dong!"
"Gak apa-apakan?! Kok tadi kak Taufan bisa terbang!?"
"Gak tahu.." Lalu Taufan mengubah raut wajahnya seperti orang yang mau bercerita horror, "Mungkin saja.. Itu tadi ada 'mereka'.."
"Mereka..?"
"Mahluk halus, lah!"
Gempa merasa sedikit percaya dengan itu tetapi, "Kak Taufan! Itu gak mungkin!" Ia menoleh ke arah Halilintar yang daritadi diam saja, "Kan?"
Halilintar hanya mendengus dan mengangkat bahunya.
Lalu Gempa menoleh kearah Boboiboy, "Bagaimana menurutmu, Boboiboy?"
"Eh? Menurutku?" Boboiboy menunjuk dirinya sendiri, "Kalau menurutku mungkin tadi itu hanya fenomena alam..."
Tetapi pendapat Api berbeda, "Mungkin tadi kak Taufan dibantu oleh dewa angin!"
Gempa menatap ke adiknya yang satu ini, "Imanmu kemana?"
Api hanya menggaruk pipinya yang tidak gatal sambil tertawa kecil, "Hehe.."
Halilintar yang daritadi diam saja akhirnya bersuara, "Ayo pulang sekarang! Lagipula pertunjukan kecilmu sudah selesaikan?"
"Ya sudah! Ayo!"
oo0O0oo
Boboiboy berada di taman yang lumayan sepi, sendirian. Karena melihat pertunjukan Taufan tadi ia jadi ingin mencoba untuk bermain dengan hoverboardnya. Boboiboy melihat ke sekitarnya, 'Tidak ada siapa-siapa!' Lalu..
"BOBOIBOY TAUFAN!"
Ia berubah menjadi Boboiboy Taufan dengan hoverboard tercintanya.
Boboiboy Taufan tersenyum lalu menaiki hoverboardnya ingin mencoba trik-trik skateboard yang dilakukan oleh Taufan tadi, 'Ini hoverboard sih, bukan skateboard.. Tapi siapa tahu masih bisa, kan?"
Sebenarnya Boboiboy bisa meminjam skateboard dari Taufan tetapi biasanya Taufan tidak akan mau meminjamkan skateboardnya itu ke orang lain, mungkin kecuali Api karena ia tahu adiknya yang satu itu jika permintaannya ditolak nanti ia akan berubah menjadi segalak Halilintar, bahkan lebih galak.
Saat ia bermain dengan hoverboardnya itu ia merasa bahagia, karena sudah lama Boboiboy tidak menggunakan hoverboardnya itu sejak kedatangannya ke dunia ini.
Ia berhenti di tengah-tengah karena ingin ke toilet, Boboiboy Taufan meninggalkan hoverboardnya di atas sebuah bangku dan menghilangkan angin yang ada di hoverboard itu supaya hoverboard itu tidak terbang lalu ia pergi ke toilet.
Api sedang berjalan-jalan di sekitar taman itu dan melihat ada sesuatu seperti sebuah skateboard tanpa roda(?) berwarna biru dengan pola seperti yang ada di baju Taufan. Api mencoba melihat bagian bawahnya 'skateboard' itu dan melihat ada sebuah lubang atau sesuatu seperti yang digunakan untuk kendaraan supaya bisa berjalan.
Tiba-tiba 'skateboard' itu menyala dan terbang. Tentu saja Api terkejut melihatnya, lalu matanya berbinar-binar, "Ini hoverboard ya?!"
Boboiboy Taufan yang baru balik dari toilet segera bersembunyi dibalik semak-semak saat melihat Api ada disitu, 'Api!?' Batinnya.
Ia melihat ada seorang satpam mendatangi Api, "Permisi, tapi taman ini gerbangnya akan segera ditutup. Jadi mohon segera keluar dari taman ini dan bawa mainanmu itu. Sekarang tinggal kamu saja yang berada di taman ini."
"Eh, tapi ini bukan punya-"
Satpam itu segera menyuruh Api untuk pergi dari taman itu sebelum ia bisa berkata apa yang mau ia katakan.
Boboiboy Taufan mengikuti Api secara diam-diam dari belakangnya, 'Bagaimana ini!?' Batinnya.
Ia tidak bisa kembali menjadi Boboiboy biasa jika belum memegang hoverboardnya itu, karena Boboiboy Taufan dengan hoverboardnya itu sudah sepaket dan sebuah paket tidak bisa dikembalikan jika tidak lengkap.
Api menatap ke hoverboard itu, "Ini mendingan aku apain, ya?" Ia terlihat berpikir sejenak, "Kayaknya mendingan aku bawa pulang dulu dan nanti aku tanya kak Gempa mendingan harus diapain!"
'Kenapa gak diserahin ke kantor polisi langsung aja!? Kamu udah pernah diajarin itu, kan!?' Batin Boboiboy Taufan.
Sebenarnya ia bisa mengendalikan hoverboard itu dari jauh, tetapi jika ia mengendalikannya kearahnya nanti pasti Api akan mengejar hoverboardnya lalu akan melihat siapakah pemilik hoverboard itu.
Api sampai di rumah, "Aku pulang~!"
"Oh! Api! Kamu bersama Boboiboy, tidak?"
Api menggelengkan kepalanya, "Nggak tuh, memangnya dia belum balik?"
"Belum.. Ngomong-ngomong apa yang kamu pegang itu?"
Api menunjuk ke hoverboard yang sedang ia pegang, "Ini?" Ia tersenyum bangga, "Aku menemukannya di bangku taman tadi!"
Gempa kaget, "Kamu menemukannya? Apa pemiliknya tidak akan mencari benda itu!?"
"Tadi aku mau bilang ke satpamnya kalau ini bukan punyaku, sebelum aku bisa bilang dia udah mengusirku dari taman. Katanya juga, udah gak ada orang di taman tadi! Aku bingung harus diapain jadi aku bawa pulang aja!"
Gempa menghela nafas, "Ya sudah, besok kita kasih ke kantor polisi ya? Siapa tahu pemiliknya mencari-cari benda itu.. Ngomong-ngomong itu apa?"
"Hehehe! Ini itu.." Api menaruh hoverboard itu dan tiba-tiba hoverboard itu terbang. Gempa membelalakkan matanya, "Itu.. Skateboard terbang!?"
"Bukan!"
"Eh.. Papan selancar terbang?"
"Bukaannn!"
"Ehm.. Snowboard terbang?"
"Bukaaaaaaaaan! Ini namanya hoverboard lho! Yang ada di film-film gitu!"
"Oh..."
Halilintar, Taufan dan Air datang dari kamar mereka masing-masing,
"Ada apa ini?"
Mata mereka melebar, dan Taufan segera mendekati hoverboard itu lalu memegangnya, "Akhir-akhir ini banyak sekali hal baik yang terjadi padaku.."
Api merampas hoverboard itu dari tangan Taufan, "Aku yang menemukannya!"
"Menemukannya?"
Lalu Gempa menjelaskan apa yang terjadi disitu,
"Oh.." Halilintar menepuk jidatnya, "Pertama-tama ada orang gila, penyuka skateboard, berbaju biru dan bermuka sama denganku terbang.." "Hei!" "Lalu sekarang ada hoverboard pula.."
"Besok overboard ini akan aku antar ke-"
"Itu hoverboard!"
"Iya, hoverboard ini akan kuantar ke kantor polisi.. Siapatahu pemiliknya sedang mencari-cari hoverboard itu.."
Setelah itu mereka mulai membicarakan tentang hoverboard itu, bagaimana itu bisa ada, dan tentang hal-hal aneh yang terjadi di hari itu.
Tiba-tiba Gempa teringat sesuatu, "Oh iya, Boboiboy belum pulang ya?"
"Eh?"
Mereka melihat ke sekitar mereka lalu menggelengkan kepala,
"Sepertinya belum.."
Gempa mulai panik, "Gimana dong!? Misalnya terjadi apa-"
Halilintar menepuk pundak Gempa, "Tenang.. Kalau dia, aku yakin pasti dia baik-baik saja.."
Ia sudah sempat berpikir bahwa hoverboard itu milik Boboiboy tetapi kenapa hoverboard itu paling cocok dengan Taufan?
'Dimana kau, Boboiboy?' Batinnya.
Sedangkan di luar rumah mereka, Boboiboy Taufan melihat mereka dari jendela secara diam-diam, 'Gimana caranya aku bisa balik jadi Boboiboy biasa kalau hoverboardku diambil..'
Humikmika : Ini dia chapter ke 7~! Lagi punya ide soalnya, kali ini kayaknya fokusnya ke Taufan dan Api, ya? Tenang saja itu akan ganti-ganti! Aku hanya akan bikin chapter baru kalau aku mau jadi belum tentu besok aku bikin chapter 8 :v. Terima kasih atas reviews, follows dan favsnya, ya~! Maaf kalau ada kesalahan-kesalahan di dalam fic ini! Maklum Author gak terlalu tahu tentang skateboard :b.
Terima kasih telah membaca!
