Keesokan harinya Boboiboypun masih belum kembali dan Gempa mulai panik, "Boboiboy belum balik lho! Jangan-jangan ada apa-apa!"

Halilintar berusaha menenangkan Gempa, "Tenang dulu, Gempa! Kalau dia aku yakin pasti baik-baik saja! Mungkin entar atau besok dia balik!"

Boboiboy Taufan masih melihat mereka dari luar melalui jendela, 'Aku disini..!' Batinnya.

Taufan bingung, "Tapi kok Boboiboy belum pulang-pulang ya?"

"Makanya!"

Halilintar menghela nafas, "Sudahlah Gempa! Nantikan kita bakal ke kantor polisi buat nganterin hoverboard itu. Nanti sekalian bilangin polisi aja.."

Gempa mengangguk pasrah, "Baiklah.."

Api terlihat kecewa, "Eh!? Hoverboardnya mau dibalikkin!? Jangaaaan...! Aku mau coba main dengan ini dulu!"

Halilintar mendelik ke arah Api, "Hoverboard itu bukan milikmu!"

Api mulai marah dan kembaran yang lain menyadarinya, "POKOKNYA JANGAAN! BESOK AJA!"

Mereka semua hanya bisa pasrah jika Api sudah marah jangan pernah ditolak pemintaannya.

"Ya sudah, besok saja kita kasihnya."

Api terlihat senang, "Yeeeey!"

Di luar Boboiboy Taufan terlihat terkejut dan sedih, 'Tidaaaak!' Batinnya.

Taufan menganjurkan sesuatu, "Bagaimana kalau kita coba main ini di halaman rumah saja? Biar gak dilihat orang-orang"

Api mengangguk dengan semangat, "Ayo! Ayo~!"

oO0Oo

Api mencoba menaiki hoverboard itu pelan-pelan, Gempa mulai khawatir, "Api.. Kayaknya mendingan jangan deh.. Kalau jatuh gimana?"

Api hanya tersenyum, "Tenang saja! Aku pasti bisa! Kalo aku jatoh nanti tangkep aku ya~!"

Boboiboy Taufan mengamati mereka di tempat persembunyiannya yaitu di balik sebuah pohon di pojok halaman rumah mereka.

oO0Oo

Di dunia tempat dimana Boboiboy berasal Adudu datang melihat lubang besar yang ada di lapangan itu lalu ia bertanya ke robot yang disebelahnya, "Bagaimana, Boboibot?"

Boboibot mengangguk, "Menurut data, Boboiboy terjatuh ke lubang ini dan bahwa lubang ini adalah portal menuju ke sebuah dunia paralel."

Adudu menyeringai, "Bagus.. bagus.. Apa menurutmu aman jika kita masuk ke lubang ini?"

"Data menunjukkan bahwa lubang ini adalah lubang menuju ke dunia paralel yang mirip dengan dunia kita dan hanya ada beberapa perbedaan saja."

"Perbedaan apa?"

"Perbedaan, seperti pecahan elemental Boboiboy adalah saudara di dunia itu."

"Bagus, Boboibot.. Bagus.. Sekarang marilah kita memasuki lubang ini!"

"Arahan diterima, memasuki lubang."

Lalu mereka berdua loncat ke dalam lubang tersebut.

oO0Oo

Kembali ke dunia para Elemental Bersaudara mereka semua terlihat sedang menikmati bermain dengan hoverboard tetapi kecuali Boboiboy Taufan yang mengamati mereka sedari tadi yang menginginkan hoverboardnya itu balik.

Tiba-tiba ada sebuah robot berwujud Boboiboy mendatangi mereka, dan mereka semua menoleh ke arah robot itu,

"Itukan robot!"

"Tapi kok robotnya berwujud Boboiboy?"

"Mungkin saja Boboiboy ditangkap oleh orang jahat lalu diubah menjadi robot!"

"Ngawur kamu!"

Boboibot menatap mereka semua lalu Halilintar maju, "Siapa kamu?"

"Aku Boboibot, dan sekarang beritahu aku dimana Boboiboy?"

Gempa kaget, "Mau apa kamu dengan Boboiboy?!"

Boboibot menatap Gempa dengan tatapan datar, "Bukan urusanmu."

Halilintar mulai marah, "Siapa kau!? Dan mau apa kau kesini!?"

"Kalian belum menjawab pertanyaanku."

Taufan menatap robot itu, "Tidak mungkin kami akan memberitahu Boboiboy dimana kecuali kau beritahu, siapa kau!"

Jika Boboibot bukanlah robot ia pasti akan menghela nafas.

"Jika kalian tidak akan memberitahuku, sepertinya aku harus memakai kekerasan."

Halilintar mulai siap-siap untuk menerjang robot itu.

"BOBOIBOT API 2.0!"

Mereka semua terkejut apalagi Api, "Itu.. Aku?

Lalu Boboibot berubah menjadi Boboibot Api dan mengangkat senjatanya, "Sekarang beritahu aku. Dimana Boboiboy?"

"Tidak akan!"

"Bobola Api 2.0!"

Mereka semua tidak sempat lari tetapi, "PERISAI TAUFAN!"

Humikmika : Hehehe! Ini chapter 8! Soalnya kemaren pengen santai gitu~ Jadi ya sudahlah! Dan aku juga bikin fic baru lho~! Tenang aja 2 fic ini pasti akan kulanjutkan! Terima kasih atas reviews, favs dan followsnya ya~!

Terima kasih telah membaca.