"Lubang besar itu adalah sebuah portal? Ngigau kau Ochobot?"

"Nggak Atok.. Atok tahukan lubang besar yang ada di lapangan itu?"

Tok Aba mengangguk.

"Lubang itu adalah sebuah portal.."

"Lalu apa hubungannya 'portal' ini dengan keberadaan Boboiboy?"

Mungkin kalau Ochobot bukan robot ia akan menghela nafas, "Haduhh... Maksudku ada kemungkinan Boboiboy tanpa sengaja masuk ke portal itu.."

Tok Aba mendobrak meja, "APA!?"

Ochobot sweatdrop, "Dramatis sekali, Tok.."

"Hehe, tapi darimana kau tahu kalau Boboiboy masuk ke lubang itu?"

"Karena kata Gopal..." Lalu Ochobot mulai menjelaskan kejadian yang kemungkinan terjadi.

Tok Aba mengangguk-angguk (mungkin) mengerti, "Hoo... Jadi begitu ceritanya... Tapi jika Boboiboy jatuh ke lubang itu, kita harus selamatkan Boboiboy!"

"Tapi kita belum tahu kalau aman atau tidak untuk masuk ke lubang itu Tok.."

"Kenapa?"

"Karena sebenarnya dunia ini bukan dimensi satu-satunya, ada dimensi paralel dan sebagainya. Kita tidak tahu apa yang berada di dimensi lain, siapa tahu portal itu mengarah ke sebuah dimensi yang dunianya sudah hancur karena kiamat atau apapun karena itu kita tak boleh sembarangan masuk ke portal, Tok.."

Tok Aba mengangguk, "Ohh..." Lalu ia menatap Ochobot dengan bingung, "Maksudmu apa?"

Ochobot facepalm, "Haah... Intinya kita tidak boleh sembarangan masuk ke sebuah portal karena jika tidak tahu portal itu mengarah ke dimensi apa nanti jadinya bisa bahaya.."

"Oh.. Kenapa gak bilang daritadi, Ochobot?"

"Kan tadi sudah aku bilang.."

"Tapi tetap saja kita harus selamatkan Boboiboy! Karena Boboiboy itu cucunya Atok satu-satunya.. Atok tidak mau kehilangan cucu Atok.."

Ochobot menatap Tok Aba dengan sedih, "Tok.."

"Oh iya!" Tok Aba mendapatkan sebuah ide, "Ochobot panggil teman-teman Boboiboy sekarang!"

"Tapi Tok.. Ini sudah malam-"

"Cepat Ochobot!"

"Baik, baik.."

Ochobot segera menelepon Ying, "Halo Ying?"

Ying yang berada di belakang Ochobot menjawab teleponnya, "Ada apa, Ochobot?"

Ochobot menghadap ke belakangnya, "Kau ni, masih suka muncul tiba-tiba.."

Ying tertawa kecil, "Hehehe! Maaf Ochobot!"

"Tunggu biar aku telepon yang lain."

Lalu Ochobot segera menelepon Yaya, "Halo Yaya!"

Yaya menjawabnya, "Halo Ochobot! Ada apa malam-malam telepon?"

"Ceritanya panjang.. Bisa gak kamu datang kesini?"

"Eh.. Tapi Yaya tidak dibolehin ama Ibu untuk pergi keluar saat sudah lewat jam 6.."

Ochobot menoleh ke Tok Aba yang daritadi juga mendengarkan percakapan mereka, Tok Aba menghela nafas, "Sini teleponnya.. Biar Atok yang urus.."

Ochobot memberi teleponnya ke Tok Aba.

"Halo Yaya?"

"Oh! Halo Tok Aba!"

"Bisa tidak kamu datang ke kedai Tok Aba sekarang?"

"Soal Boboiboy ya?"

Tok Aba hanya bisa menghela nafas, "Iya.. kalau soal tidak diperbolehkan Ibumu untuk datang kesini biar Atok yang urus.."

"Tapi-"

"Ini demi cucunya Atok satu-satunya.."

"Baiklah Tok.." Yaya segera memanggil Ibunya dan memberikan teleponnya ke Ibunya, "Dari Tok Aba!"

Tok Aba dan Ibunya Yaya mulai berbicara,

"Iya.. Saya tahu kalau memang bahaya untuk anak perempuan bepergian malam-malam.. Tapi ini demi cucu saya! Iya.. Iya.. Saya tahu.. Terima kasih!"

Yaya kembali mengambil alih teleponnya, "Bagaimana Tok?"

"Kau diperbolehkan asal jangan lupa mengerjakan PR dan jangan bangun kesiangan.."

"Baiklah Tok! Sebentar lagi Yaya akan kesana!" Lalu Yaya menutup teleponnya.

"Ochobot." Tok Aba memberikan teleponnya ke Ochobot lagi, "Kau saja yang telepon Gopal dan Fang, Atok udah capek.."

"Baik Tok.."

Ochobot segera menelepon Gopal tetapi tidak diangkat-angkat, "Gopal tidak mengangkat teleponnya, sepertinya dia sudah tidur, Tok!"

"Hmm.." Tok Aba menoleh ke arah Ying, "Ying, bisa tidak kamu pergi ke rumah Gopal dan bawa dia kesini?"

Ying tersenyum, "Baik Tok!" Lalu ia pergi.

"Tinggal Fang.." Ochobot menelepon Fang.

"Halo?"

"Fang! Bisa tidak kamu datang ke kedai Tok Aba?"

Hening sejenak lalu Fang berkata, "Tentang Boboiboy ya?"

"Iya.."

"Baiklah aku akan segera kesana." Lalu Fang menutup teleponnya.

oO0Oo

Saat mereka semua sudah berkumpul Ochobot menjelaskan semuanya.

Gopal terlihat takut, "Eh!? Jadi kau minta kami untuk masuk ke lubang itu!?"

"Iya.."

"Tapi misalnya lubang itu ternyata portal ke dunia hantu gimana!? Atau ke dunia dimana ada zombie menguasai dunia atau bahkan-"

Yaya menghentikan Gopal, "Ish kau ni! Kalau memang begitu dan Boboiboy ada disana, kita harus cepat ke dunia itu!"

Ying setuju, "Betul tuh! Betul!"

"Tapi-"

Sekarang giliran Fang berbicara, "Ck, kau itu sangat penakut!"

Gopal menatap Fang dengan tatapan horror, "Ta- tapi misalnya Boboiboy ternyata sudah.."

Yaya menatap Gopal, "Sudah apa!?"

"Eh- Sudah.. Sudah bahagia dan tidak mau kembali ke dunia kita bagaimana!?"

Sekarang giliran Tok Aba yang menatap Gopal, "Tak mungkin cucu Atok seperti itu! Ya sudah! Sekarang kalian tolong cari Boboiboy ya?"

Yaya tersenyum, "Tenang saja, Tok! Kami pasti akan menemukan Boboiboy!"

Ying mengangguk, "Lagipula Boboiboy memang yang paling kuat diantara kita semua-"

"Aku lebih kuat daripada dia-"

Tidak ada yang menghiraukan Fang, "Pasti dia baik-baik saja!"

Fang mendengus, "Walaupun dia memang lebih lemah daripada aku tetapi dia tidak selemah itu."

Gopal hanya bergetar-getar, "I- i- iya..!"

Lalu Ochobot berkata, "Baiklah sekarang, ayo!"

"Ayo!"

Humikmika : Ini chapter ke-9~! Akhirnya setelah sekian lama gak bikin chapter baru akhirnya bikin~! Soalnya akhir-akhir ini gimana gitu.. Gak ada ide, pengen ngelanjutin tapi gak ada ide dan akhirnya pas ada ide ngelanjutin deh~! Oh iya ngomong-ngomong chapter yang sebelumnya pendek dan jalan ceritanya terlalu terburu-buru karena memang saat itu saya lagi buru-buru, padahal pengennya bikin lebih panjang tapi ya sudahlah :v.

Terima kasih ya atas reviews, favs dan followsnya~!

Terima kasih telah membaca!