Sebuah ff yang terinspirasi dari novel berjudul 'INGO' Helen Dunmore.
Genre : Romance, Fantasi.
Rate : T
Main cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun.
WARNING! YAOI! Typo bertebaran!
Disclaimer : saya hanya meminjam nama dari idol favorite saya, ini murni ff abal milik saya, tidak terpaku pada 'Ingo' karena saya ingin hal yang berbeda(malahan beda jauh banget dari ingo, hoho). hahaha
"hey kyu, bagaimana dengan demam-mu? Apakah masih serius?" aku sedikit mengangguk dan menempelkan punggung tanganku di kening-ku sendiri. Setelah kejadian menakjubkan dua hari yang lalu, aku terserang demam tinggi hingga sekarang, mungkin... itu karena aku terlalu lama berada di dalam laut.
"lain kali, jika ingin menyelam, ajaklah teman! ini sudah yang kedua kalinya, Cho kyuhyun."
Sudah yang keberapa kalinya Donghae terus mengomel. Hahh... awalnya, Donghae mengira kalau aku sudah mati terseret ombak, tenggelam atau di makan hiu. Tentu saja, aku menghilang sudah lebih dari tiga hari, tapi perasaanku mengatakan, aku menghilang hanya satu hari. Aku ingat wajah Donghae yang hampir menagis haru setelah menemukanku berjalan terseok menuju pondok dengan di bantu warga setempat yang menemukanku di jalan dekat pemukiman warga.
Sebenarnya aku malu, bisa kalian bayangkan keadaanku kala itu. Baju yang basah dan hanya menggenakan celana boxer tanpa alas kaki serta rambut yang aut-autan.
Aku rindu Sungmin, si merman cantik ku!
Sungmin pergi setelah menemaniku beristirahat di pinggir pantai yang sepi, sejujurnya aku tak ingin membiarkan sungmin pergi dariku. Tapi sungmin telah berjanji bahwa suatu saat nanti, kami akan bertemu kembali.
hah... kejadian yang kualami sungguh menakjubkan, aku tidak meyangka bahwa aku sendiri yang akan mengalami peristiwa ini. Bertemu mermaid-eh tidak, bertemu merman cantik yang sudah menolongku dua kali dari maut.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~MERE~~~~~~~~~~~~~~~~~
sudah satu bulan, tapi tidak ada tanda-tanda dari si merman cantik itu akan datang. Dia berbohong padaku! Setiap senja datang, aku selalu menuju teluk, dimana aku bertemu dengan Sungmin si merman cantik.
"Sungmin..." bisikku pada angin laut, semoga saja, angin laut menyampaikan pesanku untuknya. "Aku... merindukanmu, sungguh, aku merindukanmu sungmin."
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~Mere~~~~~~~~~~~~~~~~
"Donghae..." sahutku pelan sembari memainkan kubik yang biasanya donghae mainkan. Donghae menatapku dengan pandangan 'berhentilah!'. Aku merengut, mengapa tidak ada satupun yang percaya padaku? bahkan, dengan jelas aku berbicara dengannya, menyentuhnya, memegang tangannya bahkan... dadanya, hehe membayangkan itu saja membuatku malu seketika. Entah kenapa aku tak kecewa, meskipun sungmin bukan mermaid, tapi dia adalah merman yang sangat cantik imut dan indah! Entahlah, rasanya aku sudah cukup gila sekarang. Hampir setiap malam, aku selalu bermimpi bertemu dengan sungmin, dalam mimpi, aku dapat memeluk bahkan memcium sungmin. Hahaha miris sekali, sampai saat ini saja aku tak pernah bertemu dengannya lagi.
Eunhyuk ternyata mulai jatuh cinta dengan tempat ini, ia pun memutuskan untuk tinggal lebih lama di sini. Tak apa, rumah semakin ramai. Kami membagi tugas, senin dan selasa, adalah hari donghae untuk menjadi pembantu Cuma-Cuma di pondok kami, rabu dan kamis adalah tugas eunhyuk, sedangkan jumat dan sabtu adalah tugasku dan minggu adalah hari dimana kertas, gunting, batu. Yang kalah dia yang akan bertugas hari itu haha
"Hae, sungguh aku tak gila, aku tak terbentur apapun." Aku terus berusaha meyakinkan Donghae bahwa duyung itu benar-benar ada. Tapi yang kita ketahui, Donghae sangat acuh dan mungkin sudah bosan dengan ceritaku, bahkan Eunhyuk'pun menertawakanku ketika aku mulai bercerita mengenai pertemuanku dengan sungmin. Kulihat Donghae memijat keningnya dan mulai menatapku.
"Jika kau tak gila maka diamlah! Ada apa denganmu kyu... kenapa kau semakin menjadi-jadi setelah tragedi keduamu itu. Hahhh..."
"tapi aku benar, hae."
Eunhyuk datang dan ikut bergabung, kami semua kini tengah berkumpul bersama di depan pondok sembari menikmati suasana senja pantai.
"Gara-gara kau, kyu. Aku jadi penasaran. Mungkin kali ini aku akan sedikit percaya dengan ceritamu." Aku menatap eunhyuk dengan berbinar, sedangkan Donghae menatap tak percaya pada Eunhyuk.
"tadi aku baru saja mencari yeah... informasi-informasi tentang duyungmu itu di internet, ada yang mengatakan duyung itu ada dan tidak, eummmm kalau tidak salah Christopher Colombus disebut pernah bertemu dengan duyung tahun 1493."
"Kau percaya?" tanya dongahe sinis, ahaha sepertinya memang tidak salah jika Eunhyuk tinggal di sini, aku jadi yeah... sedikit mempunyai teman berbagi cerita. Haha
"Tidak juga." Jawab Eunhyuk, aku merengut dan donghae tertawa.
"jelas, untuk apa kau percaya pada orang tua seperti itu, mungkin saja dia rabun dan tidak bisa membedakan yang mana manatee dan yang mana duyung." Dalam situasi seperti ini, ingin sekali rasanya aku menceburkan donghae ke dalam laut! Aku hanya akan diam sekarang, percuma, Donghae selalu menang jika dalam urusan berdebat seperti ini. Menyedihkan...
"apa itu manatee?" tanya eunhyuk.
"eumm sejenis Dugong." Jawabku, Eunhyuk mengangguk dan menyeringai. "Apakah manatee itu memiliki buah dada seperti wanita? Haha."
Sebaiknya kutarik kembali kata-kataku mengenai Eunhyuk, jika seperti ini sama saja! Kita lihat, bagaimana reaksi mereka jika nanti bertemu dengan Sungmin!
~~~~~~~~~~~~~~MERE~~~~~~~~~~~~
Lagi, aku selalu datang ke tempat ini, tempat dimana aku bertemu dengan Sungmin. Hahhh... Sungmin, apakah aku harus tenggelam dulu agar bisa bertemu dengmu? Jika memang seperti itu, akan ku lakukan!
Kubuka baju, celana serta sepatuku, dan Yang tersisa di tubuhku hanya boxer bergambar kura-kura milikku. Aku sudah bertekad! Aku akan tenggelam untuk bisa bertemu denganmu, Sungmin. Aku yakin kau ada di sini dan sedang memperhatikanku. Ku lirik air laut di bawah batu karang yang cukup tinggi, oh tuhan, selamatkan aku. Sungmin, kumohon datanglah!
BYURRR!
Aku melompat, aku berenang dan terus berenang hingga jauh, rasanya kulitku seperti kaku, dan darahku berhenti mengalir. Ini dingin! Sungguh! Aku mulai menyelam dan terus menyelam hingga dalam. Aku berpikir untuk melakukan itu sekali lagi, ya, bernafas di dalam laut. Tapi aku yakin takan bisa, karena yang sungmin katakan kala itu, aku takan dapat melakukannya jika tak ada sungmin, aku harus menyentuh sungmin terlebih dahulu agar dapat melakukannya. Kaki-ku perlahan mulai kaku, air garampun sedikit demi sedikit masuk dalam mulut dan hidungku. Sungmin, apakah kau takan kemari? Menolongku lagi, atau... apakau sudah bosan? Biarlah aku seperti Matthew Trawella yang tewas karena bangsa kalian. Sungmin, aku hanya ingin bertemu denganmu lagi. Sungmin... kumohon. Sepeti yang sudah terjadi sebelum-sebelumnya, kesadarankupun perlahan hilang dan... apakah aku akan benar-benar tewas?
~~~~~~~~~~~~~~~~MER~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Kyu, kyuhyun... bangunlah, hiks, bangunlah..."
Apakah itu suara malaikat? Bidadari? Indah sekali...
"Kyu... hiks, ku mohon..."
Aku tercekat, dan dadaku bergetar seketika. ITU SUNGMIN! Ku buka kedua mataku dengan paksa,
DEGG!
Di-dimana ini? Aku menoleh dan mendapatkan sungmin yang tengah menutup wajahnya menggunakan sebelah tangannya, sedangkan tangan yang satunya lagi menggenggam erat tangan kananku. Aku mengerjap tak percaya, sungguh, ini sangat di luar akal sehat. Aku... sedang berada di dalam sebuah... mungkin gua, dan... di penuhi dengan air! Ini... seperti gua di dalam laut! Ketika akan membuka suara aku sangat takut, aku masih belum dapat berpikir dengan benar, yang dapat ku lakukan sekarang hanya mengangkat tanganku yang bebas dan balas menggenggam tangan sungmin di tanganku. Nampaknya Sungmin nampak terkejut dan memandangku.
"Kyu!" Sungmin berteriak senang dengan mulut yang tertutup. Ingat, aku masih bisa mendengar suaranya. Sungmin memelukku dengan erat. Sedangkan aku, terseyum senang dan balas memeluknya. Rasanya dadaku hangat sekali.
"Aku sangat takut." Bisiknya yang masih setia memelukku. Teruslah min, teruslah. Aku senang! Haha
"Begitupun denganku, aku sangat takut tidak dapat bertemu dengmu lagi, Sungmin."
Sungmin melepas pelukannya dan menatapku lekat, tatapan itu, hahhh... lebih baik aku pingsan. Aku tak dapat bertahan dengan tatapan indah seperti itu. Sungmin meraih pergelangan tanganku dan menggenggamnya.
"Kenapa kau lakukan ini?"
"Aku hanya ingin bertemu denganmu, Sungmin"
"Kau bisa mati."
"Aku tidak perduli."
"hiks, kau bodoh."
Apakah sungmin menangis? Aku tak dapat melihatnya dari dalam air seperti ini jika ia sedang menangis. Tapi kurasa, sungmin sedang menangis, dia terisak. Aku memeluk sungmin dan kemudian sedikit melonggarkannya. Ku lihat wajah cantik nan indah ini, tuhan, mistery apa yang kau buat untukku. Ku mohon, persatukanlah aku dengannya. Tak tahan melihat wajah indah ini, aku mencium kening sungmin cukup lama. Sungmin hanya diam, ku lepaskan ciumanku dan menatap mata indah itu dengan lekat. Sungmin masih terisak, ayolah... aku tidak bisa melihat wajah ini sedih karenaku.
"Sungmin, berhentilah. Kumohon, maafkan aku."
"Sebaiknya kau pulang, Kyu"
Apa?! Pulang?! Yang benar saja! Aku sudah bersusah payah agar bertemu dengan merman cantik ini, dan sekarang?
"Aku dan pope akan mengantarmu, ayo."
"Tidak!"
Aku mencengkram tangan sungmin dan menatapnya tajam, emmm lebih tepat mungkin ketakukan, Sungmin menatap sendu padaku dan meraih kedua tanganku.
"Ini bukan tempatmu."
"dan setelah aku kembali, kau takan pernah menemuiku lagi? Meninggalkanku?"
"Tidak, tidak seperti itu. Ini... ini terlalu jauh, aku sudah membawamu cukup jauh, kita akan mendapat masalah jika Dewa oannes mengetahui ini."
Aku menggeleng tak percaya. Ini sama artinya sungmin tak ingin menemuiku lagi. Sungmin, merman cantikku.
"Aku tidak peduli, akan kubawa kau pergi bersamaku!"
"dan membiarkan aku mati?"
Mati? sebenarnya ada apa ini! Siapa itu oannes! Persetan dengannya! Sungmin menunduk, entah kenapa aku merasa sangat egois.
"Jika dewa oannes mengetahui ini, aku tidak akan pernah bisa bertemu denganmu lagi. Oannes akan mengurungku."
Aku memeluk sungmin erat, sungguh aku tidak ingin jika sungmin sampai mengalami itu. Aku tak ingin jika sungmin tak menemuiku lagi. Ku harap aku bertemu seorang penyihir seperti di dalam dongeng, dan merubah sungmin menjadi manusia.
~~~~~~~~~~~~~~~~~Mere~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"terimakasih pope!" seruku pada paus biru itu yang semakin lama semakin menjauh. Kini aku dan sungmin berenang bersama menuju daratan yang sepi. Aku bertekad akan bertemu dengan dewa oannes itu, sungmin bercerita, dewa itu berada di dasar laut terdalam. Yang kita tahu, di sana gelap dan mengerikan. Tapi di sana ada sebuah tempat yang sangat indah dan tak dapat di temukan oleh manusia.
Kami tiba di permukaan, dapat kulihat cahaya sinar matahari. Perlahan kamipun sampai dan memilih diam di batu karang yang biasa sungmin tempati. Di sini sama sekali tak berpenghuni, wisatawan jarang bahkan sama sekali tidak pernah kemari. Karena penduduk desa mengatakan pada semua wisatawan bahwa ini adalah teluk hantu. Maka dari itulah tidak ada yang berani kemari.
Aku terus bernafas, entahlah, baru pertama kali ini aku rindu akan udara. Mata ini tak pernah lepas dari sosok Sungmin yang tengah bermain dengan rumput laut. Ku genggam tangannya. Sungmin berhenti dengan aktivitasnya dan menatapku.
"Ada apa?"
"Kau sangat cantik dan indah, Sungmin."
Sungmin tersenyum dengan sangat cantik lalu sedikit mencondongkan tubuhnya kepadaku. Seperti magnet, aku tertarik ikut mencondongkan tubuhku pada sungmin. Jarak wajah kami hanya tingal beberapa centi saja. Sungmin mengerakkan tangannya dan kemudian menyentuh dadaku. Sungguh, bisa mati suri aku jika seperti ini, jarak kami sangat sangat dekat. Ku genggam satu tangan sungmin yang bebas. Tak di rencanakan, wajahku mulai mendekat dan... aku mnciumnya. Ini bukan mimpi. Aku mencium bibir indah itu. Aku menciumnya! sungmin sedikit kaget, tapi sungmin tetap diam saja dan perlahan memejamkan matanya ketika aku mulai mengerakkan sedikit bibir atasku. Ku lumat sedikit terus dan terus. Entahlah... ini manis sekali! seperti candu, aku tak ingin melepaskan bibir ini. Tidak ada nafsu dalam ciuman ini. Aku sangat mencintainnya. Aku ingin berlaku lembut pada sungmin. Aku ingin sungmin nyaman berada dekat denganku. Ciuman kami terus berlanjut, kali ini aku melumatnya secara bergantian. Sungmin masih tetap pasif, dia hanya diam. Menikmatikah?
~~~~~~~~~~~~~~Mere~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Sungguh, ada apa dengan otakmu kyu?"
Donghae dan Eunhyuk tengah mengintrogasiku saat ini. Jelas saja, aku hilang semalam, dan baru kembali siang ini dengan keadaan yang saangat kacau. Aku tidak peduli, aku terus mengunyah makanan yang saat ini telah tersedia di hadapanku. Sepiring nasi goreng.
"Setan laut mana sebenarnya, kyu?" ujar donghae pasrah.
~~~~~~~~~~~~~~Mer~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kurebahkan tubuhku di atas kasur nyaman ini. Hahhh... lega rasanya. Mengingat kejadian tadi pagi di teluk, membuatku tak dapat menutup mata. Aku tak dapat berhenti membayangkannya. Aku mencium sungmin, yeah... di bibir indah itu. Dan lucunya, ternyata sungmin tidak tau dengan apa yang aku lakukan padanya, sungmin tak tau apa arti dari 'BERCIUMAN' haha aku tertawa geli, sungmin sangat lucu dan menggemaskan. Sungmin sempat meminta lagi dan lagi, karena menurutnya itu sangat enak. Sungmin menyukainya! Haha
Tapi... sampai saat ini aku masih belum bisa tenang, aku masih memikirkan ucapan sungmin mengenai dewa oannes itu. Sungmin mengatakan, dewa oannes memiliki cairan yang dapat merubah seekor? Eumm seorang? Dari bangsa mere menjadi manusia. Cairan itu sangat di jaga ketat oleh penjaga-penjaga hewan bawah laut sana yang menurut sungmin sangat mengerikan dan menakutkan. Aku yakin akan ada cara.
TBC~~~~~
Thanks yang udah review part 2, sun udah bales di pm masing-masing. Bisa cek aja ok hehe. Maaf buat cerita yang semakin gaje ahhhh typo juga mohon di maafkan u,u, hoho ah iya, sun baru mau ngomong sekarang nih. Don't be a silent reader, wokeh! :)
kireina : ikan pausnya kan jelmaan sun XD (?)
Namename : iya ini udah lanjut chingu :)
Liaa : di kamar sun :)))) #plak! gak tega kalau bikin kyumin pisah u,u#plak tapi gatau juga deng -_-a#apasih...
