fanfiction/yunjaeyoosumin/page-17/part-2/summer spring (long way)
title: summer spring
main cast : all uri DBSK
author : aplle red ocean A.K.A higashi daikichi A.K.A han myo jie
warning : abal,gaje,jelek, NO NC, yunjae moment bertebaran, comedy
genre : drama, little bit angst, friendship ^^
holaaaaa... part- dua dah publish
makasih ya yg udah mw RCL kemaren
ya sud silahkan di baca
HAPPY READING
wah2 siapa tu yang mendesah?andwee...joongie gak boleh liat*tutupin mata ama telinga joongie* (copas koment wulan jaechunsu lovehomin)
reply: wkwkwkwk jaema udah gede jadi biarkan dia liat adegan 17+ wkwkwkwk #di tampol wulan
"kau cari yunho si ketua osis" tanya-nya padaku sambil menatapku dari atas ke bawah.
kenapa dia menatapku dari atas kebawa seperti itu,apa ada cemong di wajahku,atau aku terlihat aneh.
"ia saya mencari yunho senpai" jawabku cepat karena dia menatapku seperti itu dan itu membuatku risih.
Dia berkata kalau yunho senpai biasanya jam segini berada di atap sekolah atau di perpustakaan. tapi mana mungkin dia di perpustakaan aku kan dari sana tadi.
jadi kuputuskan ke atap sekolah, dalam perjalana keatap sekolah seperti biasa "PRIMADONA" sekolah ini membuat keributan di sepanjang koridor sekolah, dasar yoeja-yoeja centil, merusak mood saja.
aku naik ke tangga yang menuju atap sekolah dgn nafas yang cukup menyiksa, saat aku lumayan dekat dengan pintu atap sekolah samar samar ku dengar suara desahan seorang yoeja yang sepertinya kenikmatan akan sesuatu, ku kumpulkan keberanian untuk membuka pintu atap sekolah,
BRAK
BLAM
"kakak sedang apa!"
©©part-2©©
-LETS MAKE A FRIENDSHIP-
aku duduk di bangku panjang yang ada di atap sekolah dengan menahan tawa ku yang rasanya akan meledak karna memergoki yunho senpai yang melihat vidio porno di tablet PC-nya,dengan wajah serius.
"ka-kau jangan tersenyum seperti itu" cibir yunho-senpai padaku yang sedari tadi tersenyum kearahnya.
"mi-mian senpai, aku tidak sengaja,sumpah!" jawabku dengan membentuk huruf V dengan dua jariku.
"terus,ada perlu apa kau datang kemari!" tanya-nya ketus kepadaku sambil mengerucutkan bibirnya.
"a-aku cuma ingin berterima kasih"
"trimakasih untuk appa"
aku mulai bercerita tentang kata-kata yunho senpai saat berada di perpustakaan tadi, dia menanggapinya dengan tersenyum dan menunjukan deretan gigi putihnya.
"jadi, kamu mau berubah ya?" tanya yunho senpai padaku,ku balas hanya mengangukan kepalaku dan lagi-lagi dia tersenyum.
"ohya, hampir lupa, kita belum kenalan, dan aku tak tau namamu?" ucap yunho senpai padaku sambil menjulurkan tanganya padaku,
"aku kim jaejung, aku kelas 1-3, mohon bimbingannyan dan salam kenal" kujabat tangan yang terasa halus dan sepertinya kuat.
"jung yunho, kelas 2-4 jabatan osis, salam kenal jae" ucapnya sambil mengakhiri ritual salaman itu.
Sejak saat itu aku dan yunho senpai berteman, kemana-mana kami selalu bersama, bahkan yunho senpai sering menginap di rumahku, kadang appa juga senang mengobrol dengan yunho senpai, dan parahnya appa bilang "jika mengobrol dengan yunho,serasa aku punya menantu yang baik"
What! Appa ku benar-benar kelewatan,bahkan kadang dia memanggil yunho senpai dengan menantu.
"jae,nanti anak-anak ingin main kerumah mu, apa appa nanti di rumah?"
apa dia bilang 'appa' sejak kapan appa ku jadi appa-nya.
"tidak ada,appa keluar kota mungkin hari minggu pulang?" sejenak aku terdiam menatap yunho senpai yang manggut-manggut mendengar jawabanku.
"oh ya kenapa senpai memanggil appa-ku dengan appa juga?" aku bertanya pada yunho yang berjalan di sampingku. Dia terdiam dan menghentikan langkahnya,dia memutar tubuhnya menghadap padaku, sialnya tatapan tajam matanya membuat jantungku berdetak tak karuan.
"ow itu...itu karna aku sayang padamu,dan aku sudah mengangap appa mu seperti appa ku" tanpa dia sadari mungkin,matanya berkaca-kaca dan berembun.
"ke..kenapa senpai menangis?" tanyaku pada yunho yang mulai meneteskan air matanya.
"kau tak akan mengerti tentang kehidupanku"
"kalo tidak keberatan senpai bisa cerita kok, aku siap jadi pendengar yang baik" jawabku sambil ku lempar senyum termanisku padanya
(jyj- W)
"chun, harusnya kau menaruh itu disini" sungut yunho senpai sambil menunjuk papan catur yang sedang di mainkan yoochun dan changmin, changmin keponakanku dia anak bibi shim, dia kelas tiga junior hight school, kepandaianya di luar rata-rata anak seusianya, kadang aku berfikir apa mungkin changmin itu anak indigo,
"SKAK MAT" teriak changmin saat membuat raja pion putih punya yoochun tak bisa bergerak, sunggingan senyum changmin yang seperti mengejek kearah yoochun.
Yoochun hanya mendengus sebal pada changmin yang sejak dari tadi permainan di kuasai changmin,
yunho hanya tersenyum senang mendapati yoochun yang kalah berturut-turut.
"permisi" seseorang sepertinya berdiri di depan pintu rumahku, aku bergegas menuju depan dan membuka pintu.
"ah su-ie, silahkan masuk, kamu telat ya?" ku tarik lengan junsu yang ada di depan pintu menuju ruang keluarga, kami mulai bercanda,tertawa dan melakukan hal-hal yang menurut kami menyenangkan,
Seperti inilah kehidupan ku sejak berteman dengan yunho-senpai, aku mempunyai teman baru yang bisa menghiburku.
Malam telah larut,tiga orang sudah pergi menuju Alam mimpi, hanya tinggal Aku dan Yunho Senpai yang masih terjaga, kami duduk di beranda rumah sambil menatap langit malam yang di taburi jutaan bintang, tak lupa segelas coklat hangat menemani kami,kami hanya membuat satu gelas coklat hangat, tadinya aku akan membuat dua gelas tapi senpai melarangku.
Wajah kecil Yunho terlihat sayu saat menatap langit malam,
"benar-benar langit malam yang indah" gumam Yunho sambil menyesap rokok yang terselip di jarinya.
Dia menyodorkan padaku rokok yang sudah ia hisap tadi,
"mau coba, ini enak lho?" ucapnya sambil tetap menyodorkan rokok padaku.
"tidak terima kasih"
"appa kapan pulang, aku sudah rindu pada beliau" ucap yunho sambil menatap langit malam tanpa menoleh kearahku.
lagi-lagi dia memanggil appa-ku dengan appa, sejak kapan dia sah jadi keluargaku.
"err...ohya senpai, kenapa kau memanggil appa, juga appa?" sejenak aku diam dan menatap lekat-lekat kearah yunho, dia mengalihkan pandangannya yang tadi menatap ke langit sekarang menatapku.
"kan sudah kubilang tadi pagi" jawabnya dengan melihat langit kembali.
"ehm iya aku tau,tapi kenapa senpai bilang, kalau hidup senpai teramat rumit" tanyaku padanya,sejenak dia membulatkan mata saat aku bertanya seperti itu.
dia mendesah pelan dan mulai mengambil sebatang rokok dan mulai menghisapnya.
apa aku salah bicara,kenapa wajahnya berubah jadi sendu.
sedikit demi sedikit dia mulai cerita tentang kehidupannya,kehidupannya memang amat sangat serba tercukupi, tapi dia tak dapat kasih sayang dari seorang keluarga, appa dan umma-nya hanya memikirkan uang dan uang, bahkan yunho dulu sempat berfikir kalau uang bisa membeli segalanya tapi tidak bisa membeli kebahagian,
dia menemukan sosok appa yang menyayangi anak dari appa-ku,
dia sempat iri pada kedekatan ku pada appa, kadang ia menangis iri padaku,
uang tak akan membuat bahagia,yang ada hanya membuat kita susah, dan teman yang mau berteman dengan kita hanya karna uang kita,
Yunho senpai memeluk lutut dan menengelamkan kepalanya di antara pelukannya.
"senpai jangan menangis, kamu boleh kok panggil appa-ku, appa?" ku tarik tubuh yunho senpai dan mulai memeluknya erat-erat.
Sejak saat itu Yunho senpai menginap tiap hari di rumahku,kadang aku menyuruhnya pulang tapi dia selalu bilang "aku gelandangan, dan aku tak punya rumah,dan lagi appa mertuaku tidak melarangku tinggal di sini" begitulah tiap kali aku menyuruhnya pulang, kadang aku merasa kesal pada Yunho yang sering menggodaku.
"wah ini foto mu waktu kecil ya" ucap yunho senpai sambil membolak balikan album foto Tua.
"wah ini siapa,dia cantik sekali!" serunya sambil menunjukan album foto itu pada changmin.
"itu jae hyung, dia cantik kan" celetuk changmin dengan nada semanja mungkin.
Tidak dia pasti melihat foto ku yang memakai bando warna pink,memakai gaun pengantin memegang bucket bunga, alamak dia tertawa lantang, aku berusaha merebut album foto itu tapi dia sudah mengambil foto itu dari dalam album itu.
kami berebut foto itu, karna dia tinggi aku sulit menjangkau benda yang ia naikan tinggi, hingga sesuatu terjadi tanpa sengaja.
BRUGHT
aku terjatuh menindih tubuhnya, bibir kami bertemu, aku tercengang akan hal yang tidak lazim ini.
beda lagi dengan changmin, dia mengambil gambar kami yang tadi saling tumpang tindih, astaga wajahku pasti merah.
yoochun yang tadinya asik melihat vidio adult content langsung berpindah pandang kearah kami, junsu melongoh menatap kami.
"huaaa... ciuman pertamaku" Teriak frustasi kami berdua,
yoochun,junsu dan changmin tertawa lantang, suara mereka mengisi ruang keluarga.
Yunho senpai mengusap-usap bibirnya yang tadi telah ku cium, tidak tidak maksudku kecelakaan yang menyebabkan kami berciuman.
"mana mungkin itu ciuman pertama mu hyung" cibir changmin pada yunho yang masih tetap mengusap-usap bibirnya.
"kalau dengan namja,aku yakin ini yang pertama" Timpal yoochun,
Ini memalukan, ciuman pertamaku dengan seorang namja bukan yoeja.
。。。。。。。。。
Malam sudah sangat larut aku yang ada di kamarku saat ini benar-benar tak bisa memejamkan mataku.
benar kata orang-orang, ciuman pertama memang susah untuk di lupakan, tadinya aku meragukan kata-kata itu.
Tapi kini aku benar-benar merasakannya.
bibir tebal yunho senpai rasanya menempel di bibirku.
(YUI- CHE. )
hari ini hari minggu, mataku terasa berkantung, dan lagi cahaya matahari menyilaukan mataku, yah maklum saja semalam aku tak tidur,
hari ini appa pulang, jadi aku harus memasak yang istimewa, kulihat isi dalam kulkas ku hanya ada sayur baby kaylan dan ikan kakap, padahal appa suka makan steak buatanku.
dengan perasaan yang tak menentu aku membangunkan yunho senpai, awalnya aku malu, ya taulah kejadian kemarin malam saat kami ciuman, eh maksudku tanpa sengaja berciuman.
"yu..yunho senpai, bi bisakah kau mengantarku ke supermarket" ucap ku tergagap-gagap,sedangkan yunho-senpai menaik turunkan wajahnya mengikuti suara-ku.
"kau kenapa jae, kau sakit,kenapa bicara mu begitu?" ucapnya sambil menjulurkan tangannya ke keningku, buru-buru ku tampik tanganya agar tak memegang keningku.
"bi-bisa tidak!" ucap ku dengan nada yang masih tergagap-gagap.
。。。。。
Kami berdua berjalan di supermarket menuju tempat stand daging yang khusus steak.
dan beberapa kacang polong serta sayur mayur, setelah belanja kami pun langsung pulang karna jam sudah menunjukan pukul 9 pagi.
个个个
"Itadakimasu...(selamat makan)" ucap appa dan yunho senpai sambil menatap makanan yang ada di depan bersamaan, kami bertiga makan siang bersama.
"joong-ie, mana steak buat menantuku?" tanya appa padaku, ya aku masak steak hanya satu porsi buat appa.
"daging mahal 17,ons harganya 1250 won (rupiah 11459-rp), jadi aku beli satu" jawabku santai dgn terus memasukan makanan ke mulutku.
"tidak apa apa ,appa mertua aku dan joongie makan ikan cukup" ucap yunho senpai sambil berkedip genit, dan sejak kapan aku jadi istrinya.
setelah acara makan siang selesai kami bertiga berada di beranda depan rumah, kami bersenda gurau menikmati semilir angin di bulan mei,
mobil putih mulus dan terlihat mahal berhenti di depan rumahku, dua orang turun dengan wajah stoik,
seorang yoeja berumur berkisar 30 tahunan dan namja yang berumur berkisar 40 tahunan itu berjalan kearah kami bertiga.
Yunho senpai membulatkan matanya ketika dua orang itu mendekati kami bertiga.
siapakah orang itu?
TEBECE DULU YA SOOOBBB
