Tittle : That Should Be Me

Pairing: KyuMin,KyuWook,HaeMin

Rate: T For this chapter

Warn: BL,YAOI,M-PREG

Disclaimer: Kyuhyun dan Sungmin itu saling memiliki. Tapi Sungmin juga milik saya. Yang jelas mereka milik Tuhan,orang tua,nenek,kakek dan sapa aja dah.. Saya hanya pinjam nama. Saya hanyalah yeoja yg Fujoshi dan M-Preg akut J

a/n: Kan udh Debbie bilangin bagi yang ga suka FF Debbie bisa out aja. Ga usah pake bash,karna Debbie benci banget yang begituan. Bagi yang ga suka karakter wookie jadi jahat ya udah,ga usah di baca. Sekali lagi,ini baru chap 1 jadi jangan buat keributan sampe ngirim PM segala. Debbie bingung,kalau dipasang Changmin nanti yang biasnya changmin jadi emosi. Ayolah,ini Cuma FF. Cuma pinjam nama. Demi tuhan,Debbie sayang sama Yesung,terus dia dijadiin karakter super bad boy di FF. Debbie ga bash,malah support FF selagi itu masih bermutu. Jadi Debbie ingetin yang ga suka karakter FF ini,bisa OUT. Karna Debbie jadi males lanjut kalau ada yang nyempil begituan.

DON'T LIKE DONT READ . Yang ga suka YAOI atau sesuatu di FF ini tinggal cabut aja dah. Gampang kan?

Previous Chapter-

"Kau tak mau mengantarku pulang karna sedang bersamanya eoh? Bagus sekali kyu.. terima kasih. Entah aku harus berterima kasih karna kejadian setahun lalu atau dengan siapa.. hikss entahlah"

Dengan kaki yang lemas,Sungmin segera berjalan menuju kamarnya dan kemudian menjatuhkan dirinya di atas kasur empuk miliknya itu dan segera menenggelamkan wajahnya di balik bantal yang menemaninya merasakan pedihnya hati yang ia rasakan selama ini.

Tuhanku, tidurkanlah aku dalam kedamaian dan bangunkanlah aku esok pagi dengan kesegeraan yang kuat untuk memulai dari yang bisa kulakukan dengannya. Sadarkan aku bahwa aku tak mampu hidup tanpanya.

0o0o0o0o0 That Should Be Me Chap 2 0o0o0o0o0

Suara dentingan alat makan itu bagaikan mengisi keheningan yang terjadi di antara ketiganya. Sungmin hanya bisa menatap kearah Ryeowook dan Kyuhyun yang tengah menyantap makanannya dengan khidmat tanpa suara yang keluar dari mulut mereka. Sungmin bingung karna tidak biasanya mereka akan makan dalam suasana hening seperti ini. Karna merasa sudah tidak tahan dengan suasana yang ada,Sungmin pun memberanikan diri untuk memulai pembicaraan.

"Kau tidak jadi pergi Kyu?"

Merasa namanya disebut,Kyuhyun pun mendongakkan kepalanya dan menatap kea rah Sungmin. "Ne,umma bilang sekarang dia sedang ada di Busan jadi kami tidak jadi kesana"

Suasana kembali hening. Kali ini Sungmin mencoba untuk tidak mempedulikan apa yang terjadi di sekitarnya. Dia memang bukan siapa-siapa,dia bukan lagi Sungmin yang dapat mengenggam hatinya. Semua sudah sirna. Mengingat kejadian itu,tiba-tiba membuat Sungmin menyunggingkan sebuah senyuman yang menyiratkan akan kesedihan yang mendalam.

Tingg! Kyuhyun meletakan sendok dan garpunya diatas piring. Dilihatnya tidak sepenuhnya makanan yang ada diatas piring itu sudah berpindah ke dalam perut Kyuhyun,beberapa masih tersisa diatasnya. Sepertinya Kyuhyun enggan menghabiskan makan malamnya hari ini.

"Aku sudah selesai. Terima kasih makanannya"

Setelah mengucap itu,Kyuhyun segera bergegas menuju kamarnya. Tapi ada suatu hal yang membuat kedua istrinya membulatkan mata tak percaya. Suami mereka tidak berjalan ke kamar yang biasa ia gunakan,ia terus berjalan melangkahkan kakinya menuju kamar yang diketahui milik sang namja manis istri keduanya. Siapa lagi kalau bukan Sungmin.

"Kyu,kau mau apa kesana?" Tanya Wookie dengan raut muka kesal.

Kyuhyun pun menoleh kebelakang setelah mendengar pertanyaan dari istri pertamanya itu dan kemudian tersenyum lembut. "Tentu saja aku ingin pergi tidur. Bukankah itu kamarku juga?"

"Kenapa bisa seperti itu? Lalu aku dengan siapa malam ini kyuhyun-ah?" Wookie pun berdiri dari kursinya dan mendekat kea rah Kyuhyun sedangkan Sungmin hanya bisa tersenyum penuh kemenangan.

"Tapi aku sudah tidur denganmu selama 2 minggu ini. Jadi tidak salah kan jika aku tidur dikamar Sungmin?" Jawab Kyuhyun dengan santai.

"Tidak bisa. Aku ini sedang hamil,bagaimana jika aku butuh sesuatu eoh?" wookie semakin kesal melihat suaminya yang bersikap acuh seperti itu. Tidak biasanya dia akan memperlakukan Wookie seperti itu.

"Aku hanya ingin bersikap adil wookie ah,nae yeobo" Kyuhyun menyentil pelan hidung wookie dan mencium hidungnya sekilas.

Mendengar itu,Sungmin hanya bisa menghela nafasnya dengan berat. Diletakannya alat makan yang baru saja ia pakai dan kemudian mengambil satu persatu piring kotor yang ada di atas meja dan bergegas untuk mencucinya.

"Kau tidak keberatan kan Min,kalau aku tidur di kamarmu?" Tanya Kyuhyun setengah berteriak.

Sungmin yang baru selesai mencuci pun langsung melepaskan sarung tangannya dan berjalan mendekat kea rah sang suami yang sedang berdiri mematung bersama istri pertamanya.

"Tentu saja Kyu. Kau memang harus bersikap adil bagaimanapun juga" ucap Sungmin dengan mantap.

Mendengar itu Wookie hanya bisa menatap tajam kea rah Sungmin dan sedetik kemudian menatap kembali kearah suaminya dengan tatapan memelas andalannya. "Kau tak sayang lagi padaku eoh? Bagaimana jika aku menginginkan sesuatu?"

Kyuhyun mendekat kea rah istri pertamanya dan kemudian mengelus lembut rambut hitam milik istri yang dicintainya itu. "Kau bisa membangunkanku kapan saja,yeobo. Tapi-"

Ucapan Kyuhyun terhenti sejenak. Kedua istrinya menatap kea rah Kyuhyun dengan menunjukan raut muka penasaran dengan apa yang akan diucapkan oleh suaminya nanti.

"Ehemm,kau bisa membangunkanku saat kau atau uri aegya membutuhkanku karna itu sudah kewajibanku. Tapi tidak sekarang karna malam ini aku ada urusan dengan-"

Lagi,ucapannya terpotong lagi. Tapi dengan cepat Kyuhyun menunjukan seringainya kea rah Sungmin. "Aku menginginkanmu chagiyaaaaaaaaa"

Dengan cepat Kyuhyun menggendong tubuh Sungmin ala bridal style dan mendobrak pintu kamar Sungmin sehabis itu mengunci rapat-rapat pintunya. Melihat Kyuhyun membawa Sungmin,ia mulai mengepalkan tangannya dan sedetik kemudian ia masuk ke dalam kamarnya sambil membanting pintu kamarnya dengan keras.

"Sudah kukatakan bahwa Kyuhyun itu milikku. Selamanya akan menjadi milikku. Kau tidak akan pernah bisa memintanya kembali karna kau sendiri yang memberikannya padaku Sungmin!"

0o0o0o0 At KyuMin Room 0o0o0o0

"Seperti biasa kau manis sekali Sungmin-ah" puji Kyuhyun sambil membelai lembut pipi chubby Sungmin.

Sungmin mengalihkan mukanya ke samping dan tak berani menatap muka suaminya itu. Mukanya yang putih bersih itu sekarang berubah menjadi merah bak kepiting yang baru saja direbus.

"Ya! Jangan kau palingkan wajahmu. Aku ingin melihatnya terus min. Atau aku tidak akan pernah beranjak dari posisiku ini. Ah~ atau memang kau tidak ingin aku beranjak dari posisi ini hingga pagi?" Ucap Kyuhyun sambil tersenyum mesum.

"Ya! Siapa yang bilang seperti itu eoh? Minggir Kyu,kau berat. Jangan menindihku seperti ini" Sungmin mencoba menyingkirkan rasa malunya dengan berpura-pura berjual mahal di hadapan suaminya. Padahal di dalam hatinya dia sudah sungguh sangat merindukan sentuhan suaminya itu.

"Shireo! Kan sudah kukatakan bahwa aku sedang menginginkanmu chagi"

Kyuhyun mulai menjilat,menggigit dan menghisap cuping telinga Sungmin yang menjadi titik sensitive miliknya. Tangannya yang bebas itu mulai bergerilya di atas dada bidang Sungmin dan memelintir nipplenya dari luar baju yang Sungmin kenakan.

"Eungghh.. kyuhh.." Sungmin menggigit bibir bawahnya dengan keras,ia bertahan untuk tidak mendesah setiap kali Kyuhyun menyentuhya. Jujur,dia masih sangat gugup meski sudah sering melakukannya selama ini.

"Tidak perlu ditahan Chagi,jebal keluarkan suara manismu itu. Aku ingin mendengarnya" ucap Kyuhyun sambil tetap bertahan dengan aktivitasnya itu.

"Ti,tidak bisa.. eunghh kyuhhh.. aku ada tugas.. dan. Ahhnnghh.. akuhh belum mengejarkannya,, euhhh" Sungmin berucap dengan sulit karna tangan kyuhyun yang ahli sudah berada di dua titik sensitivenya. Tangan kiri Kyuhyun memelintir nipple Sungmin sedangkan tangan satunya mulai meremas junior Sungmin.

"Aku akan mengerjakannya. Sebutkan saja,berapa jumlah soalmu itu?"

Sungmin mengerjapkan matanya tak percaya. Biasanya Kyuhyun enggan untuk berbaik hati mengerjakan tugas sekolahnya,dia memang mau mengajari Sungmin tapi dia tidak mau mempermudah Sungmin dengan cara mengerjakan tugasnya. Kyuhyun bilang,ia ingin istri-istrinya menjadi orang yang bertanggung jawab dan cerdas dengan pikirannya sendiri.

"Kau yakin akan mengerjakannya kyu? Aku punya 7 nomor dan itu semua tugas matematika"

Kyuhyun tersenyum kecut mendengar ucapan milik istrinya itu. Ditelusurinya wajah manis istrinya dari mata,hidung,pipi dan berhenti di bibir pulm kesukaannya. Tangannya mengusap lembut sudut bibir Sungmin dan kemudian menciumnya dengan lembut namun hanya sekilas.

"Kau lupa jika kau mempunyai suami yang tampan dan berotak jenius eoh? Matematika sudah sedari dulu menjadi bidang andalanku chagi"

"Kalau begitu apa kau akan mengerjakannya sekarang?"

"Tidak sekarang. Karna harga satu nomornya sangat mahal"

"MWO? Kau ini selalu saja begitu. Apa kau ingin aku membayarnya dengan tidak memberikanku uang selama 7 hari ke depan?"

Kyuhyun hanya bisa memutar bola matanya mendengar celoteh imut milik istri keduanya itu. Matanya mulai kembali memandangi wajah Sungmin dengan intens dan berakhir di bibir pulm itu. Berulang kali ia kecup bibir itu dengan lembut seakan bibir Sungmin adalah sesuatu yang sangat berharga dan mudah hancur.

"Tidak chagi,karna tugasmu ada 7 nomor maka dari itu kau harus melakukannya dengan ku malam ini selama 7 ronde,kalau perlu sampai aku berhenti karna kelelahan"

Tanpa menunggu persetujuan dari Sungmin,Kyuhyun langsung saja menyambar bibir itu dengan ganas. Tangannya yang menganggur ia gunakan untuk membuka kaos Sungmin dan setelah itu memelintir sesuatu yang berwarna merah kecoklatan di dada milik istrinya itu.

"Ya! kyuuhhh. Andwaeeeee"

Dan dimulailah malam yang panjang dan melelahkan bagi Sungmin tetapi begitu menyenangkan di pihak Kyuhyun. Kyuhyun benar-benar menghajar habis tubuh istri keduanya itu tanpa ampun.

.

.

.

.

.

.

Sungmin mengerjapkan matanya saat melihat cahaya matahari masuk kedalam cela-cela jendela kamarnya yang sedikit terbuka. Matanya menyipit kemudian mengerjap lagi agar segera menyesuaikan bias cahaya yang masuk ke retinanya. Dia sedikit meringis saat mencoba untuk duduk diatas kasurnya,namun usahanya sia-sia karna tubuh mungilnya kembali terhempas ke kasur saat ia merasakan sebuah tangan kekar milik seseorang sedang menariknya kemudian memeluknya dengan posesif.

"Selamat pagi nae yeobo. Kau cantik sekali pagi ini,seperti biasanya aku tak pernah bosan menatap wajahmu itu"

Namja imut itu tersenyum manis ke arah namja tampan yang baru saja memujinya cantik dan sedetik kemudian ia mulai melayangkan ciumannya ke bibir tebal milik namja tampan yang tengah tertidur sambil tersenyum manis disampingnya.

"Selamat pagi Kyu"

Kyuhyun terbangun dari tidurnya dan kemudian duduk disamping tubuh polos istrinya yang hanya mengenakan selimut untuk menutupi tubuh mulusnya itu. Ia terkekeh setelah melihat begitu banyaknya kissmark yang berada ditubuh Sungmin. Dia membuka selimut itu hingga batas perutnya saja dan kemudian membelai perut itu dengan lembut.

"Aku berharap didalam sini juga nanti akan ada keturunanku"

Sungmin membelalakan matanya mendengar ucapan milik Suaminya yang terkesan tiba-tiba itu. Jujur saja,ia baru kali ini mendengar ucapan pengharapan dari mulut suami tercintanya. Ia selalu berpikir bahwa dia selama ini hanya diperlakukan sebagai budak seks saja oleh Kyuhyun. Lama ia larut dalam pikirannya,ia pun tersadar kemudian terbangun dan terduduk berhadapan dengan Kyuhyun.

"Bu,bukannya kau tidak ingin apapun dariku?"

"Aku tidak pernah bilang begitu kan Sungmin-ah. Berhenti berpikiran aneh terhadapku"

"Apa itu berarti kau menerima keberadaanku?"

"Pertanyaan bodoh. Tentu saja aku menerimamu. Aku berharap kau juga sama dengan Wookie. Aku ingin kau juga termasuk salah satu dari namja istimewa itu chagi. Aku titipkan benihku didalam sini,aku berharap dia bisa tumbuh dengan baik" ucap Kyuhyun sambil membelai lembut perut Sungmin dan setelah itu menciumnya.

Sungmin menangis mendengar ucapan Kyuhyun barusan. Tubuhnya bergetar hebat karna menahan isak tangis yang akan keluar dari mulut mungilnya. Melihat istrinya menangis,Kyuhyun pun langsung memeluk tubuhnya dengan erat dan mencium pucuk kepala Sungmin.

"Gomawo. Nan jeongmal saranghaeyo Kyu"

"Ne,cheonma Sungmin"

Tangisan Sungmin semakin keras. Bukan,bukan karna rasa sakit ditubuhnya itu tetapi bahkan rasa sakit itu lebih menyakitkan dari segala apapun rasa sakit yang pernah ia rasakan. Seketika ia tersadar akan sebuah kenyataan yang sangat menyakitkan. Kyuhyun tidak mencintainya lagi. Berulang kali Sungmin mengatakan bahwa ia mencintai suaminya itu,tapi Kyuhyun selalu tidak pernah menjawabnya. Dan itulah yang membuat ia tersadar,dia belum seutuhnya diterima oleh hati Kyuhyun.

.

.

.

.

.

Sungmin sudah siap berangkat menuju sekolah dan berniat menunggu Kyuhyun di ruang makan. Ia menunggu suaminya,karna suaminya itu mengatakan bahwa ia akan mengerjakan tugas Sungmin terlebih dahulu sebelum ia berangkat. Cukup 30 menit untuk mengerjakan 7 nomor soal laknat yang enggan dikerjakan oleh Sungmin.

Setelah kira-kira 30 menit menunggu,tiba-tiba dari dalam kamar yang lain muncul ryeowook yang sudah siap dengan seragam dan tas punggungnya sambil berjalan kea rah Sungmin.

"Dimana suamiku?"

"Tentu saja ada di kamarku. Apa kau lupa kalau tadi malam ia habis berdua saja denganku?" ucap Sungmin sinis.

"Aku sedang tidak ingin bertengkar denganmu Sungmin"

"Begitu pun juga dengan aku. Hanya membuang waktuku saja kau ini"

"Kenapa kau tidak sadar-sadar juga jika kehadiranmu itu tidak diinginkan dirumah ini. Sama sekali tidak. Dasar manusia plin plan"

Sungmin hanya bisa mendecih mendengar itu,dan sedetik kemudian ia pun membalasnya . "Wajar jika aku mengambil sesuatu yang sedari awal memang sudah mutlak menjadi milikku. Dasar sampah jalanan yang tidak tau diri. Kau membohongi sebuah ucapan yang telah kau ucapkan dari mulutmu itu. "

"Tau apa kau tentangku eoh? Justru yang tak tau terimakasih itu kau. Sudah sepatutnya aku mendapatkan semua ini. Dasar namja murahan. Kau hanya anak pungut yang di angkat dari tempat para orang jalang di jalanan"

"YA! Justru kau yang seperti itu. Kau bahkan lebih rendah dari seorang pelacur jalanan dan kau itu adalah lelaki murahan yang hanya bisa menjilat ludahmu sendiri. Dasar penjilat"

"TUTUP MULUTMU SUNGMIN. APA MAKSUDMU BERBICARA SEPERTI ITU?!"

Tiba-tiba sosok Kyuhyun keluar dari dalam kamar Sungmin sambil menatap tajam kea rah istri keduanya itu.

"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya" ucap Sungmin lirih.

"SEBENARNYA YANG BAGAIMANA? KATAKAN PADAKU!" Kyuhyun semakin mengeraskan nada bicaranya. Ditatapnya Sungmin dengan tatapan yang sangat mematikan.

Sungmin mendongakkan kepalanya dan memberanikan diri untuk menatap wajah suaminya yang tengah dalam keadaan marah besar terhadapnya. "Kau tidak perlu tau,Kyu"

"Sebenarnya ada apa dengan kalian? Kenapa kalian sama sekali tidak bisa tenang sebentar saja" ucap Kyuhyun tanpa merendahkan nada bicaranya sedikitpun. "Katakan padaku,mengapa kau berkata seperti itu pada wookie?"

"Sudah kukatakan karna itu memang kenyataannya"

"Kenyataan yang bagaimana? Aku tidak suka jika kau menghina wookie. Kau seharusnya menghormati wookie"

Sungmin tersentak mendengar ucapan Kyuhyun dan sedetik kemudian ia mulai memberanikan diri untuk berbicara."Menghormati yang bagaimana? Aku bahkan lebih tua dari wookie dan juga kau. Seharusnya wookie yang menghormatiku,Kyu. Kenapa? Kenapa harus aku? Apa karna aku hanya seorang istri kedua yang tidak diharapkan olehmu?" ucap Sungmin sambil mulai meneteskan air matanya.

"TUTUP MULUTMU. SUDAH KUKATAKAN BAHWA AKU BUKAN ORANG YANG SEPERTI ITU" Kyuhyun semakin marah melihat ekspresi wajah Sungmin yang seakan menantangnya saat ini. Dia benci jika ada orang yang menantangnya termasuk Sungmin. Tangannya bahkan sudah mengepal kuat.

"KENAPA KAU TERUS MEMIKIRKAN DIA KYU? APA KAU BENAR-BENAR TIDAK PERNAH MENCINTAIKU HINGGA DASAR HATIMU YANG TERDALAM EOH? APA UCAPANMU DULU ITU HANYA SEBUAH BUALAN? KENAPA KAU LEBIH MEMILIH NAMJA PENDUSTA DAN MURAHAN SEPERTI DIA?"

PLAKKK! Sebuah tamparan keras diterima oleh Sungmin di pipi kirinya dan meninggalkan sebuah bekas tanparan yang menandakan kerasnya tamparan yang ia terima. Tubuhnya bahkan ikut terjatuh diatas lantai saat menerima tamparan suaminya. Dia tertawa meremehkan melihat keadaannya yang menyedihkan. Entah selama satu tahun ini sudah berapa kali tamparan ia terima,dia masih cukup bisa bersabar. Dia selalu yakin dan yakin bahwa tuhan akan memberikannya kebahagiaan suatu saat nanti. Dengan cepat,ia pun berdiri dan menatap wajah Kyuhyun. Tangan Kyuhyun terasa panas,dia sedikit terkejut dengan perlakuannya terhadap Sungmin barusan. Sedangkan Ryeowook hanya menatap datar dan tak bergeming ke arah Sungmin.

"Jadi begitu? Kau tidak perlu menjawabnya karna aku sudah mengetahui semuanya lewat perlakuan halusmu baru saja. Terima kasih untuk semuanya,tuan cho kyuhyun yang terhormat"

Setelah mengatakan itu,Sungmin langsung bergegas pergi dari rumah Kyuhyun sambil menghapus air matanya yang terjatuh akibat sakitnya yang ia terima. Sedangkan Kyuhyun yang baru saja tersadar atas apa yang ia lakukan,langsung berlari mengejar Sungmin dan meninggalkan wookie.

"Chakkaman! Sungmin.. Kubilang tunggu! Ya! Sungmiiinn"

###TBC###

a/n: Annyeong,ketemu lagi di chap berikutnya masih bersama Debbie ^^. Tuh kan Debbie updatenya super cepet. Padahal baru tadi malem di publish,eh sekarang udh di update aja. Maka dari itu,jangan lupa review ya. Karna Debbie malas ngelanjut kalau liat readersnya banyak tp reviewnya dikit. Apa ada yang mau FF ini berlanjut atau berhenti sampai sini aja? Lemes nih ada yg ga suka karakter di FF ini. Jadi males update deh.. maaf bgt udah bikin umin umma menderita. Tapi tenang aja,pembalasan buat kyu appa sama wookie ahjumma pasti ada kok. Akan kubuat mereka menderita juga. Kekekekek #KetawabarengDdangkoma

SIDERS = SUPER SLOW UPDATE.

TENGKYU banget yang udah mau nyempatin dirinya untuk review FF abal ini. Much love yeorobun. Saranghae dan maaf ga bisa sebutin satu-satu karna debbie emang ga bisa. Maklum masih newbie di . =="