Tittle : That Should Be Me

Pairing: KyuMin,KyuWook,HaeMin

Rate: T For this chapter

Warn: BL,YAOI,M-PREG

Disclaimer: Kyuhyun dan Sungmin itu saling memiliki. Tapi Sungmin juga milik saya. Yang jelas mereka milik Tuhan,orang tua,nenek,kakek dan sapa aja dah.. Saya hanya pinjam nama. Saya hanyalah yeoja yg Fujoshi dan M-Preg akut J

DON'T LIKE DONT READ . Yang ga suka YAOI atau sesuatu di FF ini tinggal cabut aja dah. Gampang kan?

Previous Chapter-

"Jadi begitu? Kau tidak perlu menjawabnya karna aku sudah mengetahui semuanya lewat perlakuan halusmu baru saja. Terima kasih untuk semuanya,tuan cho kyuhyun yang terhormat"

Setelah mengatakan itu,Sungmin langsung bergegas pergi dari rumah Kyuhyun sambil menghapus air matanya yang terjatuh akibat sakitnya yang ia terima. Sedangkan Kyuhyun yang baru saja tersadar atas apa yang ia lakukan,langsung berlari mengejar Sungmin dan meninggalkan wookie.

"Chakkaman! Sungmin.. Kubilang tunggu! Ya! Sungmiiinn"

o0o0 That Should Be Me Chap 3 0o0o

Cinta sejati tak datang begitu saja. Banyak proses yg harus dilalui bersama, menderita, menangis, dan tertawa bersama ialah suatu skenario tuhan yang harus mampu kau jalani.

Sungmin terdiam dan tersenyum manis menatap pemandangan yang membentang di depan matanya. Dinginnya angin di pagi hari tak menyurutkan keinginannya untuk datang ke taman belakang sekolah,tempat favoritenya saat ia ingin sendiri. Ia sudah terduduk disana selama 2 jam tanpa mengenal kata bosan maupun sepi karna memang itulah yang menjadi temannya sedari dulu. Sungmin menyunggingkan sebuah senyuman dan menoleh kea rah samping saat ia merasakan kehadiran seseorang yang sangat ia butuh saat itu juga. Siapa lagi jika bukan sahabatnya,Donghae.

"Min,sudah kukatakan kalau kau itu bodoh. Kau pasti akan menjadi semakin bodoh karna sering membolos seperti ini"

Sungmin mengerucutkan bibirnya dan sedetik kemudian memukul pelan kepala Donghae. " Kau juga bodoh,maka dari itu sesama orang bodoh jangan saling mendahului. Bukannya kau juga selalu membolos sepertiku?"

"Ya! Kau lupa kalau tadi baru saja kau meneleponku hah? Aku harus sampai merelakan ulanganku hari ini dan harus mengikuti ulangan susulan nanti di ruang guru seorang diri. Huwaa tidak ada yang akan membantuku,kau tau?" ucap Donghae histeris.

"Aku bisa membantumu nanti. Aku akan berpura-pura mengantarkan buku dan sehabis itu aku akan memberitahukan jawabannya saat aku mengecohkan guru mapel ulanganmu itu. Seperti yang kemarin aku lakukan itu loh?"

"Andwae! Kau memang datang menolong,tapi asal kau tau saja. Aku malah mendapatkan nilai bebek karna mendapat bantuan darimu kemarin min. Haisssh aku bisa gila karnamu ini"

Sungmin terdiam dan kemudian menundukan kepalanya untuk menyimpan raut mukanya yang sedih dari penglihatan Donghae. Sejujurnya Sungmin memang sedih karna ia mengerti dan tau diri bahwa ia selalu menyusahkan Donghae kapanpun ia mau. Melihat perubahan raut muka sahabatnya,Donghae pun kemudian tersenyum dan membelai lembut rambut Sungmin dan menarik kepala Sungmin untuk bersandar di dada bidangnya.

"Tidak perlu sungkan. Kau panggil saat aku sedang tertidur dalam mimpi terindahku pun aku rela kau bangunkan kapanpun itu min"

"Kenapa? Kenapa kau baik sekali padaku hae?"

"Sudah kukatakan karna aku mencintaimu,menyayangimu,memujamu dan begitu menyukaimu"

"Tapi bukannya sudah kukatakan juga kalau perasaanku itu hanya milik Kyuhyun? Selamanya akan selalu begitu. Berhentilah mencintaiku,kumohon. Aku tak mau membuatmu kecewa" Sungmin mengeratkan pelukannya pada pinggang Donghae dan kemudian mulai terisak pelan.

"Kau tak perlu merasa sungkan pula dengan perasaanku. Cukup dengar dan rasakan saja itu sudah cukup min. Cintaku tulus tanpa menuntut sebuah pembalasan"

Tangis Sungmin semakin keras begitu juga dengan tangannya yang ia lingkarkan di pinggang Donghae. Ia sedikit menggigit seragam donghae dengan pelan untuk meredam isakannya. "Kenapa aku tidak mencintaimu saja hae? Hiksss.. aku pasti akan sangat bahagia jika mencintai dan hidup denganmu."

"Ne. kau memang bodoh karna tidak mempedulikan perasaanku dari awal min. Tapi aku sadar akan diriku sebenarnya. Dari awal kau memang sudah memilih namja itu kan min?"

Sungmin mulai menjauhkan wajahnya dari dada bidang donghae dan menghapus air matanya dengan kasar kemudian menatap wajah Donghae lekat-lekat.

"Ne. dari awal aku memang sudah memantapkan hatiku untuknya. Sudah sangat dalam nama dan apapun tentangnya itu terpatri dengan jelas di hatiku. Tidak bisa diganti apalagi di hapus. Mungkin aku harus mati dulu,setelah itu baru tidak ada lagi perasaanku padanya. Biar perasaan ini kugenggam hingga nanti dan kubawa sampai mati" ucap Sungmin dengan semangat.

Donghae hanya bisa memperlihatkan senyuman kecil yang menghiasi wajah tampannya itu. Mendengar pernyataan barusan membuat hatinya menjadi sangat sedih dan tak bersemangat.

"Baiklah kalau begitu min. Ku doakan yang terbaik untuk kehidupanmu sekarang dan kehidupan setelah matimu"

.

.

.

.

.

.

Seseorang yang sangat pintar tidak akan pernah berhasil bila tidak pernah berusaha,bekerja keras dan membahagiakan orang yang dicintai maupun mencintainya. Sebaliknya seseorang yang sangat bodoh akan menjadi orang yang berhasil karena usaha,kerja keras,keyakinan dan kesabarannya.

Semua orang menatap datar kea rah Sungmin dan Donghae yang tengah berjalan beriringan sambil bergandengan tangan dengan erat. Semua murid sudah terbiasa dengan pemandangan seperti itu,bahkan semuanya mengira bahwa mereka berdua menjalin sebuah hubungan selama ini. Sungmin memang sudah menikah,tapi pernikahannya amat sangat mendadak sehingga hanya dihadiri oleh keluarga besar Cho sedangkan pernikahan Wookie dilaksanakan dengan meriah dan tentu semua murid di sekolah itu mendapat undangan pernikahan wookie dan Kyu sehingga yang mereka tau bahwa istri Kyuhyun hanya satu,Cho Ryeowook.

"Biar kutebak Sungmin-ah,kau pasti baru saja bertengkar dengan suamimu itu hmm?"

Sungmin pun menolehkan kepalanya kemudian membuat pose berpikir yang membuat mukanya yang manis semakin manis. "Sepertinya tebakanmu itu sangat tepat tuan Lee Donghae"

"Coba katakan,apa tuan Cho memarahimu lagi? Atau bahkan sekarang sudah berani melakukan kekerasan?"

Seketika Sungmin menggelengkan kepalanya dengan cepat. Meskipun jawabannya sangat berbeda jauh dengan kenyataannya,tapi mau bagaimanapun juga ia ingin tidak membuat Donghae semakin khawatir dengan keadaannya.

"Aniyo. Seperti biasa,aku sedang bermasalah dengan-"

Belum selesai Sungmin mengucapkan kalimatnya,tiba-tiba sebuah tangan kekar mengenggam erat lengannya kemudian bersiap untuk menyeretnya. Donghae yang melihat orang yang ia cintai merasa tersiksa pun tidak dapat tinggal diam. Ia mengambil salah satu tangan Sungmin yang tidak dipegang oleh namja yang hendak menyeret Sungmin itu hingga membuat langkah keduanya terhenti. Dengan cepat,pandangan mereka pun bertemu.

"Lepaskan tangan Sungmin" ucapnya dengan nada dingin.

"Kalau aku bilang tidak,kau mau apa Cho Kyuhyun?"

"Aku sedang tidak mempunyai waktu untuk berbicara dengan manusia rendah sepertimu"

"Kau pikir aku juga punya waktu dengan manusia brengsek dan tak adil sepertimu?"

"Apa maksudmu eoh?"

"Memangnya aku tidak tau? Tadi pagi aku melihat di sudut bibir Sungmin mengeluarkan sedikit darah dan tak lupa pipinya itu berubah merah dengan tak wajar. Ohh jangan lupakan tangan murahanmu yang terpampang jelas di pipi Sungmin yang membuatku semakin yakin bahwa kau sudah memberikan sentuhan terlembut dengan Sungmin"

Donghae mengucapkan kalimat itu dengan pelan namun menyiratkan kedengkian didalamnya dan tak lupa ia sedikit memperjelas ucapannya saat mengatakan kata 'Terlembut'. Mendengar Donghae mengatakan itu,Sungmin pun menundukan kepalanya di antara tubuh kedua orang yang tengah beradu mulut. Dia takut jika Donghae akan marah jika tau bahwa ia sudah membohonginya beberapa menit yang lalu. Merasa situasi yang semakin memanas,Sungmin pun kemudian menepis lembut tangan Donghae dan membisikan kata bahwa ia akan segera kembali setelah urusannya dengan Kyuhyun sudah selesai. Setelah mengucapkan itu,Sungmin yang melihat Kyuhyun mulai beranjak pergi pun langsung berinisiatif mengekor di belakang tubuh Kyuhyun karna ia penasaran dengan apa yang ingin suaminya itu katakan. Tak henti-hentinya ia melantunkan doa dalam hati berharap Kyuhyun akan mengatakan kata maaf kepadanya. Setelah lama berjalan,keduanya pun berhenti disebuah tempat yang diketahui Sungmin ialah tempat untuk ia menyendiri selama ini. Dimana lagi kalau bukan taman belakang sekolah.

"Lupakan kejadian tadi pagi" ucap Kyuhyun tiba-tiba.

Sungmin sedikit menyunggingkan senyuman manisnya setelah mendengar ucapan dari Kyuhyun. Apa mungkin Kyuhyun hendak mengakui kesalahan yang telah ia perbuat? – pikir Sungmin.

"Lupakan dan meminta maaflah pada Wookie atas ucapanmu itu Sungmin"

Seketika senyuman manis itu menghilang dari wajah mulusnya setelah mendengar ucapan yang begitu menohok hati hingga membuat tubuhnya nyaris terjatuh karna lemas. "Selalu saja aku yang mengalah. Kau selalu memperlakukan bahwa aku memang yang paling tua diantara kalian tapi kalian sendiri tak pernah menghormatiku. Kalian juga tidak mempedulikan keberadaan dan perasaanku selama ini"

"Min,sudah kukatakan bahwa aku mempedulikanmu. Aku mempedulikan dirimu dan juga perasaanmu. Kumohon jangan memancing emosiku lagi"

Sungmin hanya bisa tersenyum miris mendengarnya. "Kau memang mempedulikan aku Kyu. Tapi itu semua aku tau karna ini hanyalah sebatas sebuah tanggung jawab kan? Kau hanya merasa bersalah jika meninggalkanku sendirian saat itu,bukan? Maka dari itu kau pun mau merawatku hingga saat ini. Cih,aku jadi merasa seperti kucing yang dibuang kemudian dipungut dalam keadaan yang menyedihkan" ucap Sungmin sambil menahan air mata yang nyaris terjatuh sebentar lagi.

Kyuhyun hanya bisa mendesah berat mendengar ucapan dari istrinya itu dan kemudian mendekat ke arahnya sambil membelai surai hitam milik Sungmin dan kemudian mencium kedua kelopak matanya hingga membuat air matanya terjatuh. Jujur saja,entah mengapa hati Kyuhyun miris setiap kali melihat Sungmin menangis karnanya. Dia memang yakin bahwa dirinya tidak pernah mencintai Sungmin,tapi hatinya selalu sakit saat melihat Sungmin menangis di hadapannya. 'Sebenarnya ada apa diantara kita min? aku memang tidak pernah mencintaimu,tapi kenapa rasanya aku pernah mengenal rasa sakit ini' ucap Kyuhyun dalam hati sambil menghapus air mata Sungmin menggunakan tangan lembutnya.

"Baiklah,maafkan aku min jika aku mmeang sangat buruk terhadapmu. Tapi maukah kau kembali ke rumah dalam keadaan lapang dan tak memiliki masalah apapun dengan wookie?"

Hatinya lagi-lagi mencelos medengar ucapan Kyuhyun. Dia sedih selalu saja ada wookie dalam ingatan dan ucapannya seakan Sungmin benar-benar tak diakui keberadaannya.

"Mencobalah untuk akur dengan wookie. Aku tak mau ada masalah lagi yang membebani pikirannya. Kau tau kan kalau dia sedang mengandung anakku sekarang?"

"Aku jauh lebih terbebani Kyu. Pikirkanlah posisiku juga"

Baru saja Sungmin hendak berjalan pergi dari tempat itu, tiba-tiba ucapan Kyuhyun membuat tubuh Sungmin tersentak hingga rasanya ia nyaris berdiri mendengarnya.

"Nanti malam akan ada umma dan appa yang datang berkunjung ke rumah kita. Tak lupa umma dan appa wookie juga akan datang. Jadi kumohon,singkirkan dulu masalah ini min"

0o0 That Should Be Me 0o0

Sungmin berjalan mengendap-endap dari kamarnya menuju ke dapur untuk pergi mencari minum. Ia menghindari ini karna di ruang tengah ia melihat bahwa orang tua Kyuhyun dan Wookie tengah berkumpul dan berbicara dengan sangat bahagia. Sesekali ia mengintip dan melihat umma Kyuhyun sedang berjongkok dan kemudian mencium lembut perut Wookie. Matanya memanas melihat pemandangan yang terjadi saat ini. Seulas senyum pun terukir di wajahnya melihat sekarang suaminya lah yang sedang memeluk dan mencium hangat kening istrinya.

"Seharusnya itu aku. Akulah yang seharusnya berada disana. Bukan dia,tapi aku"

Lama ia mengintip di dapur,tiba-tiba ucapan dari umma Ryeowook membuatnya nyaris menjatuhkan gelas yang tengah ia pegang.

"Kyu,dimana istri keduamu? Sejak kalian menikah,aku tak pernah melihatnya sedikit pun"

Memang benar bahwa umma Wookie sama sekali belum pernah melihat istri kedua Kyuhyun semenit pun karna mengingat pernikahannya yang sangat tiba-tiba. Pada waktu itupun,umma wookie beserta keluarganya sudah pulang dari Seoul setelah upacara pernikahan Wookie dan Kyuhyun. Meski sedikit berat hati karna anaknya akan di madu,tapi umma wookie pun akhirnya mau mengerti keadaan Kyuhyun. Bahkan ia bangga mempunyai menantu yang bertanggung jawab seperti dia.

"Ah chakkaman umma. Sepertinya tadi aku melihatnya berjalan kea rah dapur. Mungkin dia masih ada disana"

Kyuhyun pun melepaskan pelukannya di tubuh ryeowook dan kemudian berjalan ke arah dapur untuk mencari istri keduanya. Benar saja,Sungmin masih berdiri kaku dibalik kulkas yang memiliki tinggi tak jauh berbeda dengannya.

"Min kajja. Jangan seperti itu min. Temuilah mereka,mereka juga keluargamu sekarang. Kau selalu saja bersembunyi jika umma wookie datang" ucap Kyuhyun.

"Shireo. Aku malu kyu. Aku hanyalah manusia sebatang kara didunia ini jadi sudah sepantasnya aku berdiam dan berdiri sendiri disini"

"Malu apanya eoh? Tidak ada yang perlu di khawatirkan chagi"

"A,aku tidak mau Kyu. Aku punya alasan sendiri untuk itu"

"Katakan,apa alasanmu menolak menemui mereka"

Sungmin terdiam. Memang dia tidak punya alasan yang tepat agar Kyuhyun mau menurutinya. Ia sebenarnya sama sekali tidak malu,hanya saja ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Karna tak kunjung mendapat jawaban,Kyuhyun pun langsung saja menarik tubuh Sungmin dan menyeretnya kea rah ruang tengah. Membuat semua orang di tempat itu terkejut kecuali Kyuhyun.

"Annyeong Sungmin-ah. Omo,kau semakin cantik saja" Umma Kyuhyun mendekat kea rah Sungmin dan kemudian memeluknya dengan sangat erat. Ia memang sangat menyukai Sungmin yang menurutnya sangat manis dimatanya.

Namun pandangan Sungmin hanya bisa menunduk kearah bawah. Tak mampu ia menatap 2 pasang mata yang menatap ke arahnya dengan tatapan tak percaya. Sedangkan Wookie hanya bisa berdiri sambil terus menerus merutuki kebodohannya karna ia menyetujui begitu saja saat orang tuanya menghubungi dirinya dan mengatakan bahwa mereka akan datang mengunjungi kediamannya itu.

"Su,sungmin-ah? Benar itu kau?" ucap umma wookie sambil menutup mulutnya agar menahan isakan yang akan keluar dari bibir merahnya.

Sedangkan yang ditanya hanya bisa menganggukan kepalanya dan kemudian mulai memberanikan diri untuk mendongakkan kepalanya. "Ne,kau benar. Sudah lama kita tidak bertemu,Bummie umma,Siwon appa"

Tanpa menunggu lama lagi,umma wookie langsung berlari kea rah Sungmin dan kemudian memeluknya dengan penuh kerinduan.

"Bummie umma. Apa kabar?" ucap Sungmin dengan nada bergetar menahan tangis.

"A,apa maksudnya ini? Apa kalian sudah saling mengenal sebelumnya bummie? Aku bahkan tak mengatakan tentang Sungmin sedikitpun padamu" ucap umma kyuhyun.

Namja yang dipanggil dengan sebutan bummie itu langsung melepaskan pelukannya dan menciumi muka Sungmin berkali-kali membuat Sungmin tak tahan untuk tidak meneteskan air matanya.

"Tentu saja aku mengenalnya. Sungmin juga anakku"

"MWO?"

"Apa maksudmu bummie umma?" ucap Kyuhyun dengan ekspresi tidak kalah terkejutnya. Ia bingung,bukankah sebenarnya Sungmin itu ialah seorang yang sebatang kara. Dan kalimat itu diucapkan sendiri oleh mulut Sungmin dan Ryeowook saat setahun yang lalu.

"Ermmm,meskipun Sungmin bukan anak kandung tetapi kami sudah menganggapnya sebagai anak kami sendiri" sahut Siwon kemudian bergantian memeluk tubuh Sungmin.

"Ba,bagaimana bisa? Arghh kenapa ini begitu membingungkan?" ucap Kyuhyun frustasi.

Sedangkan umma wookie yang melihat Kyuhyun kebingungan hanya bisa tersenyum manis melihatnya. "Kemana saja kau 2 tahun ini? Kau membuat kami khawatir"

Sungmin kembali menundukan kepalanya,tak berani membuat namja yang ia hormati menjadi marah akan acara pergi dari rumah yang ia lakukan 2 tahun yang lalu. "Mianhae umma,aku hanya tidak ingin merepotkan kalian lebih lama lagi"

"Kau sama sekali tidak merepotkan chagia.. Katakan padaku,dengan siapa kau tinggal selama ini? Pernikahanmu baru berusia satu tahun,dan dimana tempat tinggalmu satu tahun sebelumnya?"

"Di rumah sahabatku,appa. Mianhae" ucap Sungmin sambil menunduk seakan-akan dirinya sedang diinterogasi di ruang penyelidikan.

Umma Kyuhyun yang melihat itu hanya bisa menghela nafas berat melihat kejadian yang saat ini terjadi di hadapannya. "Dunia memang sempit. Tak kusangka anakku ini bisa mendapat istri yang berstatus kakak dan adik sekaligus. Hebat juga kau,nak"

Mendengar itu,Kyuhyun hanya bisa membelalakan matanya ke arah ummanya yang bermulut usil sedangkan Kibum hanya bisa terkekeh mendengar ucapan milik sahabat cantiknya,heechul. Yeoja itu sudah menjadi sahabatnya sedari dulu ia masih bersekolah di Senior High School bersama satu orang sahabatnya lagi. "Apa kau tau Park Leeteuk,chullie-ah? Istri dari Lee Kangin?"

Mendengar nama Leeteuk disebut,Yeoja yang dipanggil dengan panggilan chullie pun sontak menoleh ke arah KiBum dan mentapnya dengan wajah yang serius. "Tentu aku mengingatnya. Dia kan namja yang sangat baik hati dan lembut,mana mungkin aku melupakannya. Lalu kenapa?"

Kibum yang sedari tadi merangkul tangan Sungmin pun kemudian menoleh ke arah Sungmin dan membelai rambut hitam milik Sungmin. "Anak manis ini adalah anak kandung Leeteuk dan Kangin sahabat kita"

"MWO? Kau bilang apa barusan? Lee,leeteuk yang mempunyai lesung pipi yang sangat dalam itu? leeteuk sahabat kita?"

Kibum pun mengangguk sambil menyunggingkan sebuah senyuman manisnya. "Dia anak sahabat kita. Sahabat yang telah pergi mendahului kita. Leeteuk dan Kangin"

"Ta,tapi Leeteuk kan namja?" ucap Heechul penasaran.

"Menurutmu apa aku bukan seorang namja eoh? Kami berdua sama. Kami namja yang diberkahi kelebihan istimewa oleh tuhan" ucap Kibum bangga.

Sungmin yang mendengar itu sontak menutup mulutnya karna mendengar kenyataan yang menurutnya sangat mengejutkan. Ia memang pernah melihat foto umma nya yang ditunjukan oleh Ki Bum kepadanya beberapa tahun yang lalu. Ia memang tidak bertanya yang macam-macam saat itu. Ia mengira bahwa ummanya adalah seorang yeoja karna ummanya begitu cantik dan memiliki senyum yang sempurna bagaikan seorang yeoja sejati.

"Ja,jadi umma Sungmin itu namja?" Kyuhyun juga ikut bertanya karna dia pun ingin ikut memastikannya. Ia memang masih banyak belum tau asal-usul tentang kehidupan Sungmin.

"Ne,umma Sungmin seorang namja. Sama sepertiku"

###TBC###

a/n: Omo~ apaan ini chap? Kayaknya sinetron banget dan semakin mbosenin. Hikss Debbie ngerasain itu T-T. Maaf ne kalau semakin aneh ceritanya. Tapi Debbie tetap akan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk semuanya. Buat yang meminta Flashback,tenang aja pasti ada. Kalau perlu aku kasih Full Chap Flashback. Dan akan kujelasin semuanya di chap itu. Kayaknya tinggal 1 chap atau 2 chap lagi baru nongol tu FlashBack. Jadi tunggu dan ikuti terus FF Debbie ya. Saran dan kritik,Debbie terima bgt. Terus buat yang Bash Debbie sampai segitunya kemarin,Debbie Cuma ingetin kalau Debbie emang Newbie tapi newbie di . Kalau masalah tulis menulis,Debbie udh nyambangin di berbagai FP SUJU di FB sebagai spesialis FF jadi jangan asal bash kalau ga tau asal usul ku sebenarnya ya. Tapi tetep tengkyu udh nyempetin baca kalau gitu ^^

Terima kasih banyak buat yang udah review apalagi sampai berkali-kali. Wah I lup u pull deh yeorobun. Tuh kan Debbie update cepet lagi,reviewnya memuaskan sih. Maka dari itu review ya yang ingin FF gaje ini lanjut.

Akhir kata,Mind to review? Please? ^^ *BOW Bareng Wookie ahjumma*

Wookie: "dasar bego,ga liat gw lagi bunting gini suruh baw bow baw bow segala."

Debbie: hehehe,sorry oppa eh ahjumma *nyengir banteng