Tittle : That Should Be Me
Pairing: KyuMin,KyuWook,HaeMin
Rate: T
Warn: BL,YAOI,M-PREG
Disclaimer: Kyuhyun dan Sungmin itu saling memiliki. Tapi Sungmin juga milik saya. Yang jelas mereka milik Tuhan,orang tua,nenek,kakek dan sapa aja dah.. Saya hanya pinjam nama. Saya hanyalah yeoja yg Fujoshi dan M-Preg akut J
DON'T LIKE DONT READ . Yang ga suka YAOI atau sesuatu di FF ini tinggal cabut aja dah. Gampang kan?
Previous Chapter-
"Ta,tapi Leeteuk kan namja?" ucap Heechul penasaran.
"Menurutmu apa aku bukan seorang namja eoh? Kami berdua sama. Kami namja yang diberkahi kelebihan istimewa oleh tuhan" ucap Kibum bangga.
Sungmin yang mendengar itu sontak menutup mulutnya karna mendengar kenyataan yang menurutnya sangat mengejutkan. Ia memang pernah melihat foto umma nya yang ditunjukan oleh Ki Bum kepadanya beberapa tahun yang lalu. Ia memang tidak bertanya yang macam-macam saat itu. Ia mengira bahwa ummanya adalah seorang yeoja karna ummanya begitu cantik dan memiliki senyum yang sempurna bagaikan seorang yeoja sejati.
"Ja,jadi umma Sungmin itu namja?" Kyuhyun juga ikut bertanya karna dia pun ingin ikut memastikannya. Ia memang masih banyak belum tau asal-usul tentang kehidupan Sungmin.
"Ne,umma Sungmin seorang namja. Sama sepertiku"
o0o0 That Should Be Me Chap 4 0o0o
"Ne,umma Sungmin seorang namja. Sama sepertiku"
Hening,seketika suasana rumah menjadi hening. Beberapa pasang mata hanya dapat saling melempar pandangan tak percaya. Mereka berpikir jika umma Sungmin seorang namja itu berarti-
BRUGHH! Tubuh mungil itu tiba-tiba terjatuh. Dia memegangi kepalanya yang terasa pening dan tubuhnya seketika lemas mendengarkan itu. Kakinya bergetar hebat dan lemas seakan tidak kuat menopang berat tubuh meskipun tubuhnya relative mungil. Perutnya terasa aneh,rasanya seperti teraduk-aduk dan sedikit bergetar dan membuat keringat dingin seketika muncul didaerah pelipis namja itu.
"Sungmin-ah!" teriak Kyuhyun dan sedetik kemudian ia langsung menggendong tubuh itu menuju kamar milik Sungmin.
Semuanya pun mengikuti langkah Kyuhyun yang memasuki kamar Sungmin. Terlihat raut muka khawatir terbesit jelas di wajah mereka melihat Sungmin tiba-tiba terjatuh di hadapan mereka. Beberapa pemikiran yang berbeda mulai terbesit di otak mereka sehingga membuat mereka terdiam dan bahkan bingung untuk melakukan apa. Hingga pada akhirnya sedetik kemudian salah seorang mulai mengambil inisiatif untuk memanggil dokter pribadi Cho untuk memeriksa keadaan Sungmin. Tidak perlu menunggu waktu lama,cukup menunggu 30 menit saja dokter yang bermarga Jung itu pun sudah mendatangi kediaman KyuMinWook dan mulai memeriksa Sungmin.
"Apa terjadi sesuatu dengan Sungmin,Jung ahjussi?" Tanya Kyuhyun dengan ramah yang memang sudah mengenal akrab Dokter Jung sehingga memanggilnya dengan sebutan ahjussi.
Dokter Jung pun melepaskan kacamata yang ia kenakan dan kemudian menoleh kea rah Kyuhyun. "Gwaenchana. Dia hanya sedang sakit biasa. Kelelahan dan terlalu banyak pikiran"
Tiba-tiba raut muka kecewa mulai terlihat di muka masing-masing yang berada disana,kecuali seorang yang tengah berdiri di pintu yang sedang tersenyum manis mendengarkan itu.
"Apa kau yakin? Coba kau teliti lagi Jung. Mungkin ada sesuatu yang terlewat" ucap umma Kyuhyun.
"Aku rasa tidak. Memang kau mengharapkan yang bagaimana?" Dokter Jung berucap sambil menuliskan sebuah resep dan kemudian memberikannya pada Kyuhyun.
"Coba kau teliti lagi. Tidak mungkin jika hanya sakit biasa. Mungkin ada suatu sebab yang lain" Kyuhyun mulai tidak percaya dengan apa yang ia dengar dan tetap memaksa dokter Jung untuk memeriksa ulang.
"Aku tau maksudmu Kyuhyun-ah. Tapi apa kau pernah melihat sebelumnya ada tanda-tanda yang menunjukan bahwa Sungmin sedang mengandung? Itukan yang sebenarnya ingin kau tanyakan?"
Kyuhyun terdiam dan kemudian ia pun menganggukkan kepalanya mendengarkan pertanyaan yang diajukan Dokter Jung. "Jadi,Sungmin tidak sedang mengandung? Dia hanya sakit biasa?" Tanya Kyuhyun dengan raut kecewa. Bayangannya beberapa menit lalu sirna sudah saat ia mengkhayalkan rumahnya yang akan menjadi ramai karna beberapa malaikat hatinya yang memberikan keceriaan didalamnya.
"Aku tak merasakan sesuatu didalam sana. Tapi sepertinya Sungmin hanya sedikit stress dan tegang saja. Lebih baik kau juga harus memikirkan keadaannya Kyuhyun-ah"
Hening. Sepertinya orang-orang yang berada disana masih larut dalam pikiran mereka masing-masing. Melihat keanehan raut wajah keluarga itu,dokter Jung hanya menghela nafas nya dengan berat dan bergegas untuk pergi.
"Sepertinya aku harus pergi sekarang karna sebentar lagi aku akan ada jadwal operasi di rumah sakit. Dan kuingatkan untuk selalu menjaga kesehatan Sungmin dan jangan lupa tebus obatnya jika kau ingin istrimu ini sembuh. Aku permisi dulu,Kyuhyun-ah. Dan semoga cepat sembuh Sungmin"
Setelah Dokter Jung pergi meninggalkan kamar Sungmin,wookie yang sedari tadi hanya bisa bersandar pada pintu kamar Sungmin pun memutuskan untuk keluar dan mendecih melihat kelakuan Sungmin yang menurutnya terlalu berlebihan. Para umma dan appa pun kemudian mencium kening Sungmin bergantian setelah itu memutuskan untuk pulang agar Sungmin bisa beristirahat lebih tanpa ada suara yang mungkin akan mengganggu istirahatnya.
"Merasa lebih baik min?" ucap Kyu sambil memijat pelan lengan Sungmin.
Sungmin pun tersenyum manis menerima perlakuan lembut yang sangat jarang dilakukan oleh suaminya itu. "Mianhae Kyu"
"Untuk apa,hmm?"
"Ternyata aku tidak bisa menjadi sepeti istri pertama mu itu. Istri yang kau banggakan"
"Semua istri juga kubanggakan min. Dan ku ralat ucapanmu itu. Bukan tidak bisa,tapi 'belum'. Apa kau tak dengar bahwa umma mu juga seorang namja eoh?"
"Ummaku Namja bukan berarti aku juga bisa menjadi seperti umma. Siapa tau jika darah appa yang lebih banyak mengalir dalam darahku"
"Jangan psimis min. Aku yakin suatu hari rumah ini akan menjadi sangat ramai dengan adanya anak ku dari wookie dan juga kau. Min,tidurlah. Kau harus beristirahat,ne. Aku harus menebus obatmu dulu jadi kau istirahatlah"
Setelah mencium punggung tangan dan kening Sungmin,Kyuhyun pun mengambil jaket yang berada didalam kamarnya bersama Ryeowook dan setelah itu pergi meninggalkan rumah dengan membawa secarik kertas yang sudah terdapat sebuah tulisan dari dokter Jung. Melihat suaminya pergi,namja imut yang sedari tadi menunggu di ruang tengah itu pun kemudian mulai memasuki kamar Sungmin.
"Kabar yang sangat menggembirakan ya Sungmin-ah" ucap namja itu sambil bersandar pada dinding kamar Sungmin.
Sungmin yang mendengar suara aneh dikamarnya pun segera membuka matanya dan mencoba mendudukan dirinya diatas kasur miliknya itu dan menatap tajam kea rah Ryeowook.
"Kenapa? Apa kau marah hingga rasanya kau ingin meninju muka ku ini?"
Gotcha! Ucapan ryeowook sangat tepat mengena dengan apa yang baru saja Sungmin pikirkan. Sedari tadi melihat ekspresi Ryeowook yang begitu menjijikan baginya membuat ia ingin sekali meninju muka imut istri kesayangan suaminya itu.
"Kenapa diam? Apa kau tidak punya tenaga atau takut ditampar lagi dengan Kyuhyun?"
"Diam atau aku tidak hanya akan sekedar meninju muka busukmu itu. Aku akan menginjak perutmu itu sampai perutmu hancur"
"Memangnya kau bisa membunuh anak yang begitu diharapkan oleh Kyuhyun ini? Atau kau hanya sekedar iri?"
"DIAM WAHAI KAU PENDUSTA! Tutup mulut busukmu itu. Dasar pengingkar janji. Aku menyesal telah menganggapmu sebagai dongsaeng yang sangat kusayangi dulu"
"Maka dari itu jadi manusia jangan terlalu baik. Kau hanya bisa menyalahkanku tanpa melihat kesalahan dari dirimu sendiri. Kau pun tak sadar dengan kesalahanmu"
"Itu karna aku dulu begitu menyayangimu dan sangat ingin membahagiakanmu wookie-ah. Begitukah pembalasanmu kepadaku? Apa justru kau yang iri karna kurangnya kasih sayang dari seseorang yang bernama 'Kekasih'? Aku tau Kyuhyun itu cinta pertamamu dan kau itu hanya seakan-akan menjadi seorang manusia yang hanya bisa menarik hati Kyuhyun tanpa melihat aku yang sudah berdiri mengenggam hatinya sejak lama. Kukatakan selamat kepadamu karna telah berhasil membuat Kyuhyun mencintaimu bahkan tak ada lagi ruang untukku dihatinya sedikitpun. Tapi apa kau tidak berpikir bahwa kau juga begitu rendah dan menyedihkan?"
BUAGHH! Ryeowook sudah tidak tahan menahan amarahnya yang juga sedari tadi memuncak mendengar ucapan Sungmin. Ia benci dianggap rendah terlebih lagi oleh Sungmin,Hyung yang sempat ia begitu hormati saat sebelum mereka merasakan jatuh cinta. Ia meninju muka Sungmin hingga membuat sudut bibirnya sedikit mengeluarkan darah,sedangkan Sungmin hanya bisa mendecih menerima perlakuan itu.
"Memang manusia menyedihkan kau itu. Ini sudah menjadi bukti bahwa kau menyetujui omonganku barusan"
Ryeowook terdiam melihat Sungmin yang tersenyum sinis ke arahnya. Dia hanya bisa membuang muka dan setelah itu ia pun keluar dari kamar Sungmin dan menutup rapat pintu itu.
"Sebenarnya apa yang sedang kami lakukan? Kenapa kami menjadi seperti ini?" ucap Sungmin lirih.
.
.
.
.
.
.
Sudah satu minggu lebih sejak saat Sungmin jatuh sakit,ia tak kunjung sembuh dari sakitnya. Anehnya,ia lebih sering merasa kakinya melemas dan kepalanya semakin pening saat ia merasa mendapat suatu tekanan sedikit saja. Contohnya malam ini. Malam ini mereka bertiga sedang duduk bersama di ruang tengah dan duduk di sofa dengan posisi Ryeowook-Kyuhyun-Sungmin. Kyuhyun terus-terusan hanya memandang kea rah Ryeowook sambil memegang perut ryeowook yang semakin membuncit. Pernikahan mereka memang belum genap setahun,tapi ryeowook sudah mulai mengandung sebesar itu. Entahlah,mungkin karna Kyuhyun yang terlalu pervert. "Baby,kalau kau sudah lahir nanti kau harus jenius seperti appa ne?" ucap Kyuhyun bermonolog pada perut wookie membuat Sungmin jengah melihatnya.
"Kau harus mirip appa. Oh jangan lupakan,hobby mu juga harus mirip appa. Setelah kau besar nanti akan ku ajarkan sesuatu yang sangat menyenangkan. Yahhh meskipun umma melarang appa membelainya selama ada kau di perut ummamu ini. Entahlah,ummamu membuat appa begitu tersiksa tidak membelai kekasih appa selama beberapa bulan ini"
Mendengar ucapan Kyuhyun itu,Wookie hanya bisa terkekeh dan membelai rambut Kyuhyun dengan lembut. "Bersabarlah Kyu. Hanya sampai uri aegya lahir dan kau boleh menyentuhnya"
"Arraseo chagi" Kyuhyun pun mencium bibir wookie sekilas dan setelah itu merebahkan kepalanya di pangkuan wookie sambil mukanya menghadap kea rah perut wookie. Sedangkan Sungmin hanya sebagai penyangga kaki Kyuhyun yang memang sedang menyelonjorkan tubuhnya mengingat kepalanya berada di pangkuan Wookie.
"Aku permisi dulu"
Sungmin kemudian berdiri dari duduknya dan bergegas menuju kamarnya. Tapi tak lama kemudian,lagi-lagi tubuhnya merasa lemas sehingga ia nyaris saja terjatuh.
"Sungmin. Gwaenchana?" Kyuhyun langsung saja menopang tubuh itu dan menuntunnya ke suatu tempat. "Min,kita ke rumah sakit saja. Takutnya kau terkena demam atau sakit lainnya"
"Tidak perlu. Aku hanya sedang banyak pikiran Kyu"
"Memang apa yang sedang kau pikirkan?"
"Dasar tidak peka. Tentu saja masalah di sekolah dan- ya kau harus tau sendiri"
"Kalau kau tak memberitau,ya aku mana tau min. Sudahlah,ayo kita pergi ke rumah sakit."
Ryeowook yang melihatnya hanya bisa mendecih kemudian tersenyum sinis menatap Sungmin. "Sudahlah,turuti saja apa mau Kyuhyun. Siapa tau kau punya penyakit kanker atau sejenisnya kan Hyung?"
"Wookie-ah,jangan berkata seperti itu" tegur Kyuhyun yang membuat wookie hanya bisa memutar bola matanya saja.
"Kajja,aku akan mengambil kunci mobil dan mantelmu dulu min"
"Hajiman-"
"Tak ada tapi-tapian.. Aku tidak mau dianggap suami yang tak bisa mengerti keadaan istrinya ming"
Lagi-lagi Sungmin memasang senyum mirisnya. Baru saja ia merasa senang diperlakukan lebih oleh suaminya tetapi mendengar alasannya itu tiba-tiba membuatnya harus tersadar lagi oleh sebuah kenyataan hidupnya.
"Hanya sebuah anggapan saja. Malang sekali keberadaanmu hyung" ucap Wookie kepada Sungmin.
.
.
.
.
.
.
.
SEOUL HOSPITAL, Pukul 21.57 KST.
Sungmin terduduk lemas dibangkunya menghadap dokter yang baru saja memeriksa keadaannya. Kyuhyun yang berada di sampingnya hanya bisa terdiam menunggu apa yang akan dikatakan oleh sang dokter.
"Tunggu sebentar Tuan Cho. Sepertinya ada yang aneh di hasil rontgen ini"
"Aneh yang bagaimana?" ucap Kyuhyun dengan ekspresi takut.
"Saya bingung kenapa Tuan Cho Sungmin memiliki jumlah organ yang tidak seperti pada pria sewajarnya"
"Jangan katakan jika terdapat daging aneh yang tumbuh didalam tubuhnya" Kyuhyun semakin gusar menunggu ucapan dokter. Ia takut jika ucapan Ryeowook itu menjadi kenyataan.
"Semoga memang tidak,tuan cho. Saya takut jika ini memang daging yang akan tumbuh menjadi parasit dalam tubuh tuan Cho Sungmin. Tapi saya sendiri tidak yakin bahwa ini adalah daging. Tapi lebih baik,anda temui dokter Lim. Dia dokter spesialis penyakit dalam. Mungkin dia bisa mengerti"
Setelah menerima saran dari dokter Kim. Kyuhyun dan Sungmin langsung bergegas menuju ruangan dokter Lim dimana ruangannya yang terletak tidak jauh dari tempat mereka barusan. Mereka dengan perasaan gugup disertai takut pun mulai memasuki ruangan tersebut dan mengobrol dengan sosok pria berjas putih dan sehabis itu Sungmin pun diperiksa secara lebih dalam dan jelas. Setelah kurang lebih diperiksa cukup lama selama 40 menit, Dokter Lim pun megernyitkan dahinya dan sedetik kemudian memanggil asistennya untuk membawakan sebuah map berisi sesuatu dan menulisnya.
"Ini sudah saya tuliskan dan salah satu dari anda bisa menandatanganinya. Dan ini adalah foto dari hasil pemeriksaannya,bisa anda lihat dengan seksama"
Kyuhyun dan Sungmin bingung dengan apa yang berada ditangannya. Dia bingung apa maksud gambar yang berada difoto itu. Gelap dan hanya ada sebuah gambar yang membentuk bagian perut sampai pinggul dan itu saja sama sekali tidak jelas.
"Saya tidak tau apa maksudnya. Gambar ini tidak berbeda jauh dengan hasil milik Dokter Kim"
"Anda bisa terlebih dahulu menandatangani surat itu tuan Cho"
Karena bingung,Kyuhyun hanya bisa menuruti ucapan Dokter Lim itu dan kemudian membubuhkan tanda tangannya tanpa membaca terlebih dahulu.
"Pertama kali saya memeriksa Tuan Cho Sungmin,saya merasa bahwa ia memang memiliki sebuah daging yang ada didalam perutnya. Saya terkejut karna saya pikir ini adalah sebuah daging yang mungkin bisa menyebabkan tuan Cho Sungmin menjadi lemah dan itu adalah tanda-tanda sebuah orang pengidap penyakit tumor"
DEGGG! Keringat dingin langsung mengucur deras dipelipis Sungmin. Dia terus menggigit bibir bawahnya menahan isakannya. Namun genggaman tangan Kyuhyun membuatnya sedikit menjadi lebih tenang.
"Saya pun memeriksanya terus dan terus namun anehnya daging itu tak mengecil saat saya menyuntikkan sebuah cairan khusus ke dalam tubuhnya. Daging itu tetap ada dalam wujud awalnya"
Hening. Suasana semakin mencekam. Mereka berdua takut jika akan ada berita buruk menimpa rumah tangga mereka yang akan memasuki tahun pertama.
"Tapi saya memutuskan untuk memeriksanya dengan menggunakan alat yang berbeda. Hanya coba-coba saja dan hasilnya pun cukup membuat saya bingung. Tetapi saya bisa memakluminya karna tidak hanya anda yang sudah mendatangi tempat praktek saya ini mengingat 3 tahun yang lalu pun saya pernah mendapati seorang namja yang sama seperti anda. Dan apa yang ada di tangan anda itu adalah sebuah hasil pengamatan USG. Kebetulan alat saya disini sangat lengkap,tuan-tuan"
"Hah? USG?" Kyuhyun semakin bingung dibuatnya tetapi sedetik kemudian ia tersadar dari lamunannya dan membuka kembali map itu dengan cepat dan terpampang jelas tulisan yang berada di sana.
Nama : Cho Sungmin
Umur : 19 Tahun
Status: Menikah
Dengan ini dinyatakan langsung oleh Pihak Rumah Sakit Seoul bahwa pasien yang bernama lengkap Cho Sungmin tengah hamil berusia 8 minggu.
. o0o0 That Should Be Me Chap 0o0o
Namja tampan dengan mata sipit dan kepala besarnya itu terlihat tengah terduduk santai di ruang tamu apartement sahabatnya,Donghae. Ia baru saja pulang dari NewYork setelah mendapat ijin libur mengajar pada sebuah universitas di NewYork. Ia rindu kampung halamannya,ia rindu sahabatnya dan ia juga sangat rindu dengan namja manis yang tengah tersenyum sumringah dihadapannya sambil memeluk tubuh Donghae.
"Jadi kau hamil Sungmin-ah?" ucap Donghae dengan penuh semangat.
"Puji tuhan. Aku sungguh bahagia. Apa kau tau,sekarang Kyuhyun menjadi lebih baik padaku. Kemarin saja melihat aku yang kembali merasa mual dan ingin mengeluarkan sesuatu dari perutku,ia pun langsung memapahku dan memijat ku dengan lembut. Arghh aku bahagia sekali" ucap Sungmin dengan raut bahagianya.
"Itu memang sudah kewajibannya sebagai suami" ucap Yesung sambil tersenyum.
"Ya! Tapi suamiku itu jarang sekali berlaku baik padaku. Jadi tak apakan jika aku bahagia dulu saat ini"
"Kenapa kau tidak berpikir bahwa istri pertamanya tengah hamil juga Sungmin. Jangan bilang,karna anak di dalam perutmu itu sekarang membuatmu amnesia"
"Huh,lupakan tentang dia. Pentingnya biarkan aku bahagia dulu saat ini. Padahal kami sudah begitu ketakutan dengan kemungkinan terburuknya saat itu"
Donghae tersenyum miris melihat Sungmin yang begitu ia sayangi akhirnya mendapat apa yang selama ini ia inginkan. Dirinya seakan ikut larut dalam kebahagiaan itu. Kebahagiaan yang sebenarnya sedikit terbesit rasa sedih dan iri. Ia iri karna bukan ia orang yang menjadi appa dari aegya yang sedang di kandung di perut Sungmin.
"Apa kau tau kalau sebelumnya Dokter Jung kepercayaan keluarga Cho itu salah memeriksa ku. Ya kuakui dia memang sudah tua,mungkin saja telinganya sudah mulai bermasalah makanya tidak bisa mendengar maupun merasakan aegya dalam perutku. Dasar orang tua. Hahahahaha" hina Sungmin sambil tertawa.
"Ya! Jangan bilang jika sifat suamimu itu menurun pada anakmu dan berdampak padamu sekarang min?" ucap Hae jengah.
"Sebentar Sungmin-ah. Kalau kau tidak keberatan,aku ingin melihat istri pertama suamimu itu. Seperti apa wajah manusia yang berhasil membuat Kyuhyun yang dikenal aneh itu menjadi berubah lembut dan dewasa seperti sekarang?" ucap Yesung dengan lembut.
Dengan sedikit malas Sungmin mengambil handphonenya yang ia taruh di saku blazernya dan membuka menu galeri foto yang ada di smartphone miliknya. Setelah melihat foto Ryeowook,dia dan Kyuhyun yang sedang bersama, Sungmin pun langsung memberikan handphonenya ke arah namja bernama Yesung itu.
Seketika senyum manis terbesit di muka tampannya. Ia merasa ada yang aneh dengan dirinya terutama dengan jantungnya saat melihat senyuman manis milik ryeowook yang sedang berpose sambil merangkul pundak Kyuhyun dan jangan lupakan senyuman manis yang menghiasi Baby Facenya.
'Manis. Tak ada cacat sedikitpun. Dia seperti duplikat seorang bayi yang baru lahir. Begitu mungil dan imut' Batin Yesung.
Setelah beberapa menit menikmati muka Ryeowook yang terpampang dalam handphone Sungmin,Yesung pun kemudian mengembalikannya pada sang pemilik.
"Apa yang membuatmu begitu membencinya? Kulihat ia orang yang sangat menarik dan tidak terlalu buruk"
"Kau hanya belum mengenalnya saja,Hyung. Dulu aku pun begitu. Aku begitu menyayanginya Hyung. Entah perasan itu masih ada atau tidak untuknya" Sungmin tersenyum miris saat mengingat masa-masa kecilnya bersama Ryeowook.
"Kalau begitu ceritakan,hingga membuatku tau siapa yang sebenarnya salah diantara kalian. Kau,dia,Kyuhyun atau takdir saja yang sedang membuat kalian menjadi seakan dipermainkan"
"Eh? Maksudmu?"
"Ceritakan semuanya padaku. Apa yang telah terjadi saat aku tak ada disini. Saat aku tak bisa menghadiri upacara pernikahan kalian"
###TBC###
No comment deh,, tapi tetep..
Bersediakah chingudeul mereview FF Gaje milik Debbie ini agar bisa terus lanjut hingga chap berikutnya? Debbie butuh suntikan semangat dari kalian..
Big Matur Nuwun buat yang udah review.. Apalah arti karya Debbie tanpa review kalian..
MUCH LOVE.. Maaf jika ada typo,maklum tidak melalui tahap pengeditan sebelum di publish.. dan maaf jika pendek,karna Debbie takut kalau kepanjangan malah mbuat jadi gak nyambung dan semakin gaje :D Yang belum baca FF It was Destiny,jangan lupa mampir ya..
Follow me: Im_YesungWife
