Tittle : That Should Be Me
Pairing: KyuMin,KyuWook,HaeMin
Rate: T
Warn: BL,YAOI,M-PREG,FLASHBACK.
Disclaimer: Kyuhyun dan Sungmin itu saling memiliki. Tapi Sungmin juga milik saya. Yang jelas mereka milik Tuhan,orang tua,nenek,kakek dan sapa aja dah.. Saya hanya pinjam nama. Saya hanyalah yeoja yg Fujoshi dan M-Preg akut.
DON'T LIKE DONT READ . Yang ga suka YAOI atau sesuatu di FF ini tinggal cabut aja dah. Gampang kan? YANG GA SUKA KARAKTER WOOK JADI ANTAGONIS DISINI SILAHKAN OUT AJA TANPA MENINGGALKAN SESUATU YANG DISEBUT BASHING. JIKA ANDA TETAP MELAKUKANNYA,SAYA UCAPKAN BAHWA ANDA BODOH KARNA TIDAK BISA MELIHAT TULISAN SEHITAM EN SEBESAR INI! SAYA TIDAK BUTUH REVIEW ANDA YANG SEPERTI ITU. TERIMA KASIH!
.
.
.
"Aku mengenalnya karna kau hyung. Aku selalu mengikuti saat kau pergi sepulang maupun sebelum berangkat sekolah. Aku mengenalnya juga karna dirimu"
Lagi-lagi Sungmin terdiam. Ia mengijinkan Wookie untuk berucap lebih untuk sekedar mengurangi rasa takutnya. "Sejak saat itu aku semakin tertarik untuk membuntuti kegiatan kalian berdua. Hingga akhirnya aku hanya menjadi 'Stalker' Kyuhyun. Dan entah sejak kapan pula aku menjadi sangat mencintainya. Setiap malam aku Berharap agar tuhan bisa memberiku kesempatan untuk bisa mengajaknya berbicara walau hanya sebentar"
Hening. Dalam beberapa menit hanya suasana heninglah yang mengisi keberadaan mereka. Hingga akhirnya Wookie menghela nafasnya dengan berat. "Hyung—" panggilnya dengan sedikit parau.
Sungmin pun menolehkan kepalanya. "Ne wookie-ah?"
"Bolehkah?"
"Hmm? Kenapa?"
"Bolehkah biar aku saja yang menggantikanmu untuk menjaganya sementara?"
o0o0 That Should Be Me Chap 6 0o0o
Sungmin terdiam mendengar permintaan adiknya itu. Ia hanya bisa menunduk dan tidak berkata apapun pada Ryeowook. Sejujurya dia sedikit tidak mengerti apa maksud dari ucapan adiknya barusan. Namun sekilas terbesit rasa takut yang tiba-tiba merasuk dalam hatinya.
"Sungmin-ah?"
Sungmin mendongakkan kepalanya dan melihat kea rah sumber suara yang baru saja tengah memanggilnya. Namja itu tengah berlari dari arah kejauhan dan bergegas mempercepat laju larinya saat melihat penampilan Sungmin yang sedikit berantakan.
"Gwaencha—hoshh..hoshh..nayo?" ucapnya dengan nafas sedikit tersendat.
"Nan gwaenchana,Donghae-ah. Kenapa kau bisa ada disini hmm?"
"Ahh—itu.."
"Aku yang memanggilnya hyung" Dengan cepat Ryeowook memotong ucapan namja bernama Donghae itu setelah tau apa yang akan Donghae ucapkan.
"Ohh" ucap Sungmin dengan ekspresi datar.
Ryeowook yang merasa pertanyaannya belum di jawab pun mulai tersadar dan berniat untuk menanyakannya lagi. "Bagaimana hyung? Bolehkah?"
"Ta,tapi- Ermmm,wookie-ah—anu,itu.."
"Ada apa ini? Apa yang terjadi selama aku belum ada disini eoh?" Donghae yang bingung mendengar percakapan keduanya pun akhirnya mulai membuka suaranya.
Tapi keduanya tetap terdiam. Ryeowook tidak mempunyai niatan untuk membalas pertanyaan Donghae sedangkan Sungmin tengah bingung merangkai kata-kata yang baik untuk menolak halus pertanyaan adiknya itu. 'Bagaimana ini? Apa yang harus kukatakan?' batin Sungmin.
"Ya! Wookie-ya. Katakan padaku ada apa?"
"Haishhhh.. diam saja kau. Kau itu orang luar"
"Erghh? Orang luar katamu? Aku ini sahabat Sungmin,jadi aku berhak tau apa pun tentang dia"
"Huh.. dasar manusia tukang ikut campur. Aku memanggilmu kemari karna ingin meminta mu untuk mengantar Sungmin hyung saja,bukan untuk berkata yang tidak seharusnya menjadi urusanmu" Ucap ryeowook dengan ketus.
Sungmin terkesiap mendengar nada bicara Ryeowook yang berubah 180 derajat dari biasanya. Nada bicaranya yang selalu terdengar manis dan menggemaskan entah kenapa berubah menjadi dingin secepat itu. "Kau kenapa wookie-ah?" ucap Sungmin lirih sambil membelai lembut rambut Ryeowook.
"Hishhh. Hyung! Kau tau kan jika aku benci sesuatu yang bernama menunggu. Jawablah pertanyaanku!"
"Per—pertanyaan apa? Ya! Kenapa aku merasa seperti obat nyamuk saja disini eoh?" Donghae kembali membuka suaranya saat merasa keberadaannya di acuhkan sedari tadi.
"Ah,mianhae Hae-ah. Wookie hanya-"
"Aku menawarkan diri untuk menggantikan posisi Sungmin hyung untuk menjaga Kyuhyun selama ia belum sadar" Lagi-lagi Ryeowook memotong ucapan orang lain saat dia tau apa yang akan Sungmin ucapkan karna memang ia lah sumber dari semua ini.
"Eh? Menggantikan Sungmin kau bilang? Jangan bodoh,pendek! Kau pasti ingin mencari kesempatan dalam kesempitan kan? Memangnya aku tidak tau jika selama ini kau menjadi 'Stalker' Kyuhyun,eoh?"
"Sudah kukatakan itu bukan urusanmu,dasar tukang ikut campur!"
"KAU-" Donghae mulai geram melihat perubahan sifat Ryeowook yang begitu menyebalkan baginya saat ini. Ia ingin sekali rasanya meninju muka polos di hadapannya itu yang berani bicara tak sopan pada orang yang lebih tua darinya.
"Sudahlah. Hentikan! Kita sedang berada di rumah sakit. Suara kalian terlalu keras,Wookie-ah,Donghae-ah" Sungmin pun mulai menengahi perkelahian keduanya sebelum salah satu ataupun keduanya juga akan menyusul Kyuhyun untuk di rawat di rumah sakit. Ia tau apa akibatnya jika membiarkan mereka berdua semakin lama untuk adu mulut pasti akan ada baku hantam yang terjadi setelahnya.
Sungmin menghela nafasnya dan kemudian menatap kea rah Ryeowook. "Kenapa kau menginginkan itu? apa yang kau inginkan dari kami?"
Ryeowook terdiam. Tangannya yang sedari tadi berada di belakang punggungnya pun kini terlihat saling bergenggam erat dan salah satu jarinya memegang dengan lembut cincin yang melingkar di jarinya tanpa terlihat oleh dua pasang mata di depannya.
"Aku hanya ingin merasakan seperti apa rasanya berada disamping seorang Cho Kyuhyun,hyung"
"Jika itu yang kau mau,kau boleh ikut denganku untuk menjenguk Kyuhyun setiap harinya. Karna aku tak tega jika harus meninggalkannya sendiri. Aku tak bisa"
"Tapi hyung.. Aku mohon. Berikan aku kesempatan untuk mengenalnya. Hanya mengenalnya. Aku berjanji! Jika saatnya tiba atau jika suatu hari nanti Kyuhyun membuka matanya aku berjanji akan segera menghubungimu. Akan kupastikan bahwa kau adalah manusia pertama yang akan dilihat oleh Kyuhyun saat ia membuka matanya kembali!" janji Ryeowook dengan sungguh-sungguh sambil mengenggam ke dua tangan Hyung nya itu.
"Tapi Wookie-ah. Aku—"
"Jebal,jebal,jebal. Hanya sampai ia tersadar kembali. Biar aku saja yang merawatnya. Aku juga tak tega melihatmu repot Hyung"
"Sejujurnya aku sama sekali tak akan pernah merasa direpotkan jika itu menyangkut seseorang yang kucintai. Aku mencintainya Wookie-ah"
"Kalau begitu,apa kau merasa di repotkan dengan permintaanku?"
"A,aniya. Bukan seperti itu. Hanya saja—ermmm" Sungmin tergagap untuk yang kesekian kalinya. Ia kembali bingung akan menjawab apa pertanyaan adiknya itu.
"Coba lihat dirimu hyung? Kau tak bisa menjawabnya kan? Apa kau tidak mencintaiku?"
"Aku mencintaimu Wookie nae dongsaeng. Kumohon berhenti untuk menyudutkanku. Lebih baik kita diam dan berdoa saja"
Sungmin melepaskan genggaman tangannya pada Wookie dan berjalan menghampiri Donghae sambil mengenggam tangannya erat seakan berharap mendapatkan bantuan dari sahabatnya itu. Namun Donghae hanya bisa terdiam dan sedetik kemudian ia pun menggelengkan kepalanya pertanda ia tidak bisa membantu Sungmin saat ini. Ia ingin Sungmin sendiri yang memutuskan.
"Hanya sampai ia terbangun pun kau tak ingin mengijinkannya Hyung? Aku juga ingin merasakan artinya sebuah memiliki walau hanya sebentar. Membayangkannya saja aku sudah sangat gembira bahkan jantungku berdebar dengan sangat kencang sedari tadi"
Ryeowook berkata sambil memegang dadanya yang berdebar kencang itu. Pandangan matanya yang kosong dan senyumnya yang miris seketika membuat Sungmin yang melihatnya menjadi iba. Ia sedih melihat adiknya itu merasakan kesedihan. Ia sedari kecil bertekad jika ia ingin sekali selalu membuat adiknya itu tersenyum karna dirinya. Sungmin menyayangi Ryeowook. Dan dia juga ingin membahagiakannya sebagai wujud dari rasa terima kasihnya pada keluarga Choi yang telah merawatnya.
"Jadi kau benar-benar menyukainya?" ucap Sungmin ragu.
"Sangat. Aku sangat mengaguminya,menyayanginya,mencintainya dan masih banyak rasa cinta ku padanya" Ryeowook berujar dengan semangat kea rah Sungmin setelah mendengar pertanyaan itu.
Sungmin menggigit bibir bawahnya dengan keras. Ia sedari tadi selalu menimang-nimang sebuah kalimat yang mungkin akan merubah hidupnya. Kata 'Ya' ataupun 'Tidak'yang sulit sekali di pilih oleh Sungmin. Ia terlalu sayang keduanya. Namun sejujurnya di hati Sungmin yang paling dalam terbesit suatu perasaan takut yang semakin betambah. Sesuatu membuat perasan bimbang Sungmin semakin meradang saat di salah satu sisi ia merasa ingin sekali membahagiakan adiknya.
"Apa kau yakin bisa menjaganya?" ucap Sungmin kemudian dengan nada yang terpaksa.
Melihat ada celah yang di berikan oleh Sungmin,Ryeowook pun dengan cepat menganggukan kepalanya dengan mantap dan kembali berkata dengan seribu janjinya pada Sungmin. "Aku berjanji hyung. Percayalah padaku. Aku tak akan mengambil sesuatu yang memang sudah menjadi milikmu dari awal. Aku hanya ingin menjaganya saja. Aku ingin menjadi sosokmu meski aku tau bahwa sosok mu itu tak akan terganti oleh siapapun di hati Kyuhyun"
Sungmin tersenyum miris mendengar ucapan Ryeowook,di lihatnya muka Donghae yang sedang mengernyitkan dahinya pertanda ia khawatir jika pilihan Sungmin itu salah. Donghae khawatir jika ada sesuatu di balik wajah polos adiknya itu.
"Eottokeh,Donghae-ah?" ucap Sungmin di telinga Donghae sambil sedikit berbisik.
Donghae pun sedikit mengulas senyum di bibir manisnya dan setelah itu dia mendekatkan wajahnya ke arah telinga Sungmin. "Mianhae. Kali ini aku tidak bisa membantumu. Aku menyerahkan semuanya padamu karna ini memang urusan kalian bertiga. Aku hanya tidak mau jika suatu hari nanti pendapatku salah dan hanya membuatmu menyesal saja" bisik Donghae dengan sangat pelan berharap tak di dengar oleh Ryeowook yang sedang menatap Sungmin dengan pandangan memelas andalannya.
Sungmin menghela nafasnya dengan berat setelah mendengar ucapan dari Donghae. Di liriknya Ryeowook yang sedang menatapnya dengan tatapan berbinar seakan mengharapkan jawaban Sungmin saat itu juga. 'Sekalipun itu kau Wookie,sejujurnya aku tak rela jika harus memberikan Kyunnie pada siapapun. Tapi aku pun menyayangimu. Keluargamu sudah terlalu banyak membuat aku berhutang budi hingga aku bingung ingin membalasnya dengan apa' batin Sungmin.
"Ba,baiklah. Ku ijinkan kau untuk berada di sisi Kyuhyun selagi ia belum tersadar dari tidur lelapnya itu. Aku harap kau benar-benar menepati janjimu"
"Aku berjanji akan segera menghubungimu langsung saat Kyuhyun tersadar dari Koma-nya"
"Aku harap begitu,wookie-ah" ucap Sungmin lesu.
"Percayalah padaku Hyung"
Donghae pun mendekat kea rah Sungmin dan membisikan sesuatu di telinganya. "Kau adalah orang yang terlalu baik Min. Kau merelakan Kyuhyun begitu saja tanpa memikirkan akibatnya yang bahkan siapapun itu takkan pernah tau. Kuharap keputusanmu itu takkan pernah salah. Aku akan selalu mendoakan kebahagiaanmu"
.
.
.
.
.
Sudah kurang lebih dua bulan Ryeowook membantu Sungmin untuk menjaga Kyuhyun. Selama dua bulan itu pula,dengan cepat ia dapat mengakrabkan diri dengan keluarga Kyuhyun yang selalu datang menjenguk anak mereka. Ryeowook sama sekali tidak berbuat apa-apa. Ia benar-benar menjaga Kyuhyun dengan baik. Bahkan saat orang tua Kyuhyun bertanya apa sebenarnya posisi Ryeowook dalam hidup anak mereka itu pun dengan mantap Ryeowook menjawab bahwa ia hanya seorang teman Kyuhyun. Ryeowook benar-benar menepati janjinya. Entah akan sampai kapan ia bertahan.
"Kau tampan sekali Kyuhyun-ah. Pantas saja Hyungku yang keras itu begitu menyayangi dan mencintaimu"
Ryeowook terus menyentuh wajah Kyuhyun dari kening,pipi,hidung,hingga berhenti di bibir milik Kyuhyun. "Apa kau tau bahwa ada seseorang yang selama ini selalu mengikutimu,memperhatikanmu bahkan rela menerima hukuman saat kau berbuat jahil pada siapapun. Apa kau kenal sosok Ryeowook?"
Hening. Kyuhyun tetap tak menjawab. Dirinya nampak enggan untuk segera membuka matanya di waktu dekat ini. "Bibir ini.. Aku tau bibir ini yang selalu mencium bibir milik Sungmin hyung. Aku selalu melihatnya jika kau sedang bersama Sungmin hyung"
"Kira-kira seperti apa ya rasanya? Bolehkah aku menciummu Kyuhyun-ah?" gumam ryeowook setelah sekian kalinya tak mendapat jawaban dari Kyuhyun.
Hening. Lagi-lagi itu jawaban yang di terima oleh Ryeowook. Mata dan bibir Kyuhyun masih saja terus terkatup rapat meski Ryeowook terus menjejalinya dengan berbagai pertanyaan "Kuanggap itu adalah sebuah jawaban setuju karna kau hanya bisa diam tak menjawab ku Kyu"
Dengan cepat Ryeowook memajukan wajahnya dan mempertipis jarak antara muka milik Kyuhyun dengannya. Tanpa hitungan menit,bibir mungil itu telah berhasil mencium bibir tebal milik Kyuhyun. Hanya sekilas karna setelahnya ia pun akhirnya menjauhkan mukanya. "Kau benar-benar membuatku terpesona,Kyu" Sekali lagi Ryeowook pun mendekatkan kepalanya kea rah Kyuhyun dan mencium bibr tebal itu. Sedikit memberi lumatan pada bibir atas maupun bawah milik Kyuhyun dan setelah itu menghisapnya dengan pelan. Ia begitu lama mencium bibir Kyuhyun karna ia semakin merasakan candu di setiap lumatan-lumatan yang ia berikan. Rasanya manis saat lidahnya menjilat bibir atas maupun bawah milik Kyuhyun.
"Eunghhh"
Ryeowook terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar. Dengan cepat ia menjauhkan tubuhnya dari Kyuhyun dan menutup mulutnya seakan seorang penyusup yang telah ketahuan basah mencuri sesuatu dari pemiliknya.
"Eunghh.." sekali lagi,hanya terdengar lenguhan sarat dengan kesakitan yang mendalam dari mulut Kyuhyun. Matanya sedikit bergerak dan bibirnya pun menggumam tak jelas.
"Eunghh.. min-ah.. ming. Sung-minn" ucapnya dengan nada parau.
Ryeowook masih saja dalam keadaan terpaku di tempatnya terlebih lagi melihat Kyuhyun yang mulai menunjukan kemajuannya selama dua bulan ini. Ia mulai memberanikan diri untuk mendekat kea rah Kyuhyun dan melihat keadaannya. Tetapi sayang sekali,bibir dan mata itu kembali terkatup rapat dan tidak menunjukan tanda-tanda bahwa pemiliknya akan kembali melihat indahnya dunia. Kyuhyun kembali dalam tidurnya.
"Kenapa disaat seperti ini pun kau masih mengingatnya? Bukankah aku yang merawatmu sampai sekarang? Kuberi tau padamu Kyu. Aku adalah Ryeowook. Namja yang menjagamu selama ini. Kau dengar itu?" Ryeowook sedikit emosi saat mengetahui bahwa nama yang disebut Kyuhyun masih saja Sungmin. Ia selalu tidak berhenti berharap setiap harinya bahwa ia ingin sekali namanya dapat diingat oleh Kyuhyun dialam bawah sadarnya sana. Ia yakin bahwa Kyuhyun mendengarnya,merasakan kehadirannya.
"Lupakan dia. Dia terlalu beruntung untuk mendapatkanmu"
Ryeowook terdiam ditempatnya dan terus memandangi Kyuhyun. Matanya terus memandang tak suka kea rah tubuh yang tengah berbaring lemah di hadapannya itu. Namun sedetik kemudian ia teringat. Ia teringat akan ucapan yang baru saja ia ucap dengan lantang kepada Kyuhyun. Dengan cepat ia tutup mulutnya itu dan berjalan untuk menyudutkan diri di sudut ruangan. "Apa yang baru saja ku katakan? Kenapa aku berkata seperti itu?"
Badannya bergetar saat ia tersadar dengan apa yang baru saja ia ucap. Dia takut. Sejujurnya selama dua bulan ini ia selalu merasa takut. Ia takut jika akan mengingkari janjinya kepada Hyung yang begitu ia hormati.
"Aku tak boleh menjadi seorang pendusta. Aku menyayangi Hyung"
Tanpa Ryeowook sadari,sesosok manusia berjas putih itu datang menghampiri Ryeowook yang tengah duduk meringkuk di sudut ruangan. Sosok itu mengulurkan tangannya dan Ryeowook yang mengetahui siapa pemilik tangan itu pun akhirnya memegang tangan itu dan berdiri dengan sedikit diangkat oleh sosok itu.
"Kau kenapa? Kau menyedihkan sekali Wookie-ah"
"A,aniya. Gwaenchanaeyo,hyung" ucap Ryeowook dengan suara sedikit parau.
"Apa sosok itu menyakitimu lagi?" ucapnya sambil menunjuk kea rah Kyuhyun yang sedang tertidur.
"Aniya. Kyuhyun tidak pernah menyakitiku sedikitpun"
Namja itu tersenyum manis dan kemudian menghapuskan air mata yang mengalir di pipi chubby Ryeowook. Sosok itu sebenarnya ialah seorang dokter muda yang baru bekerja beberapa bulan yang lalu di rumah sakit tempat Kyuhyun dirawat. Ia bukanlah dokter yang menangani Kyuhyun,tetapi entah kenapa Dokter muda itu begitu menaruh perhatian pada Kyuhyun dan bahkan sekarang ia menjadi teman akrab Ryeowook. Ia mengetahui seluruh masalah yang dialami Ryeowook karna Ryeowook sendirilah yang memberitau semuanya tanpa ada satupun yang terlewat hingga membuat mereka menjadi sangat dekat seperti sekarang.
"Kenapa kau ada disini? Apa tidak apa jika kau harus meninggalkan tugasmu teru-menerus?"
"Gwaenchaneyo. Lagipula aku itu adalah Dokter Muda disini,jadi tidak terlalu banyak jadwal memeriksa apalagi jadwal operasi" ujar namja itu.
"Ohh,baguslah kalau memang begitu keadaannya"
"Apa ada sesuatu yang membuatmu sedih lagi?"
Ryeowook menggelengkan kepalanya setelah mendengar pertanyaan dari namja itu yang ditujukan kepada dirinya dan setelah itu ia pun menghela nafas dengan berat.
"Kau malang sekali Wookie. Nasibmu tidak berbeda jauh denganku" Laki-laki itu mulai tertawa dengan kerasnya dan sedetik kemudian ia pun mengacak pelan rambut hitam legam milik Ryeowook.
"Ya! Hyukkie Hyung. Kau membuat suasana hatiku semakin suram" Wookie mulai memasang wajah cemberutnya ke hadapan namja yang ia panggil Hyukkie itu.
Hyukkie tersenyum manis kea rah Wookie dan kemudian berbalik menatap Kyuhyun yang tengah tertidur. "Sebaliknya darimu. Aku justru membenci dia dan juga kekasihnya itu" Hyukkie berbicara dengan cepat dan tegas sambil sesekali matanya menyiratkan kebencian.
"Kyuhyun dan Sungmin tidak salah apapun. Salahkan saja calon tunanganmu itu yang sudah lancangnya berani mencintai Hyungku"
"Aku juga tidak habis pikir,bukankah aku jauh lebih baik dari namja bernama Sungmin itu?"
Ryeowook terkekeh mendengar ucapan Hyukkie yang terdengar akan kecemburuan yang mendalam. Yahhh siapapun pasti cemburu jika calon tunangannya itu mencintai orang lain dan itu bukan dirimu,bukan? "Di lihat dari manapun itu,Hyung-ku tetap yang termanis" ucap Wookie dengan bangga. "Hyukkie hyung. Kalau aku boleh tau kenapa kau membenci Kyunnie dan Sungmin hyung?"
"Aku tidak suka jika harus bercerita dengan seorang bocah sepertimu" cibir Hyukkie.
"YA! Tinggal ceritakan saja apa salahnya eoh? Kenapa kau mirip sekali dengan hyungku yang suka memanggilku bocah sih?" ucap Wookie frustasi.
Hyukkie pun tersenyum kecut dan menengok kea rah Wookie. "Hahaha ya baiklah.. Ermm- Sebenarnya aku tidak membenci Kyuhyun. Yang aku benci itu Sungmin. Dialah orang yang sudah membuat Donghae enggan untuk segera menjadikanku tunangannya. Dan karna Kyuhyun itu kekasihnya maka dari itu pasti Donghae sakit sekali saat ia selalu bersama dengan Sungmin tetapi ia tak mendapat balasan apapun darinya. Aku hanya benci sosok Sungmin yang secara tak langsung membuat Donghae menjadi sedih"
"Bukannya kau bilang bahwa Donghae juga sudah menyakitimu dengan sangat dalam?"
"Yahhh aku memang sempat benci mengingat dulu keluarganya memintaku menjadi orang yang sukses sebelum boleh menjadikan Donghae tunanganku. Aku selalu berusaha dan berusaha hingga akhirnya menjadi seperti sekarang. Namun pada nyatanya,Donghae menolakku mentah-mentah tanpa melihat usahaku yang hanya aku persembahkan untuknya. Tapi karna aku mencintainya,aku hanya bisa diam dan menunggu. Setidaknya keluarganya sudah setuju denganku" Ujar Hyukkie sambil tersenyum miris.
"Setidaknya perjuangkan cintamu selagi kau bisa" Lanjut Hyukkie setelah melihat ryeowook tertunduk diam mendengar ceritanya.
"Kenapa kau bisa mengenal Donghae?"
"Ya karna Donghae itu adalah sahabat ku sedari kecil. Apa kau tau? Donghae selalu bercerita padaku bahwa dia selalu menjadi sosok yang kuat di hadapan Sungmin. Tapi saat dia berada bersamaku,dia akan mejadi orang yang sangat cengeng. Dia akan memelukku dan menangis sambil menenggelamkan wajahnya begitu dalam di ceruk leherku. Maka dari itu aku sedikit sebal dengan Sungmin."
Hening. Keduanya memilih untuk terdiam saat Hyukkie berhenti berbicara tentang masalah pribadinya. Namun sedetik kemudian ia pun kembali melanjutkan ucapannya.
"Aku tak menyangka bahwa dunia begitu sempit seperti ini. Aku bahkan tak menyangka jika kemarin baru saja aku bertemu dengan sosok bernama Sungmin itu. Aku iri sekali pada Sungmin yang bisa memeluk Donghae kapanpun ia mau. Sedangkan aku hanya bisa memeluk Donghae jika ia sedang berduka saja"
Tangan Wookie mengepal mendengar ucapan itu. Dari sudut Hatinya yang lain entah kenapa seakan ingin wookie bertindak lebih terhadap Kyuhyun. Sedari awal ia ingin sekali keluar dari lingkaran janji itu. Tetapi Ryeowook takut jika ia harus menjadi orang yang jahat seorang diri. Namun mendengar bahwa Sungmin secara tak langsung menyakiti hati Donghae itu,akhirnya ia pun tak lagi ragu. Ia seakan mempunyai alasan untuk berbuat hal yang lebih jauh. Egonya bahkan mulai merambat dari semula yang hanya di akalnya saja kini mulai berjalan perlahan menuju hatinya. Ego mulai menguasai hati murninya. Sepertinya ia salah dalam mengartikan posisi Sungmin.
"Bagaimana kalau kita melakukan itu?" ucap Wookie kemudian.
"Eh? Melakukan apa?" Hyukkie menengok kearah Wookie dan memasang tampang bingung.
"Apa kau bisa membuat Kyuhyun melupakan masa lalunya? Lakukan sesuatu dengan memory Kyuhyun"
"YA! Itu perbuatan Kriminal" ucap Hyukkie dengan lantang.
"Bukannya kau membenci hyungku? Bukannya jika Kyuhyun melupakannya,pasti hyung ku akan merasa sangat sedih. Dia bisa merasakan sakitnya saat orang yang ia cintai tidak membalas perasaannya. Aku rasa itulah balasan yang cocok untuk membalas rasa sakit yang Donghae,aku maupun kau alami. Bukannya itulah alasan mengapa kau membenci hyungku? Kau juga bisa balas dendam dengannya!" ujar Wookie dengan santai sambil menyunggingkan seringainya. Hatinya benar-benar sudah tertutup.
###TBC/END?###
A/N: Ga cape-cape nya Saya ingetin buat yang ga suka Chara Wookie jadi antagonis disini maka bisa OUT ga usah pake review. Apa anda BODOH atau tidak bisa membaca tulisan yang ada di atas? (Ini buat yang bash aja pastinya). Kalau mau,PM saya saja ga usah tulis di kotak review. Saya suka sesuatu yang berbeda. Bukankah sifat Wookie oppa yang innocent itu udh terlalu sering? Makanya saya ingin membuat sedikit perbedaan. Bukankah karena sebuah perbedaan itulah yang membuat suatu hal menjadi lebih menarik? Dan untuk yang mengatakan bahwa cerita ini terinspirasi dari FF Naruto, Saya mengatakan bahwa FF ini murni 25000000% dari otak saya. Saya memang cinta banget Film Naruto namun satupun FF Naruto belum ada yang saya mau baca. Kalau anda mau,silahkan PM saya dan berikan judul FF itu agar saya tau dimana letak miripnya. Kalau ga suka chara Wookie oppa jadi antagonis ya udh ga apa,tapi ga perlu mengarang sesuatu yang memang tidak real terjadi (untuk seseorang tanpa nama) Saya masih Newbie di FF. net jadi maaf jika saya sering tersinggung..
TERIMA KASIH BANYAK untuk yang udh Review dan yang sudah memberikan kritik yang membangun maupun penyemangat,saya ucapkan banyak terima kasih juga. Gamsa Sensei ^^
Ngomong-ngomong kok readersnya jumlahnya masih sama tapi reviewnya berkurang? Apa udh mulai malas untuk baca FF ini ya? Hikss jadi sedih.. #ElapIngusDiKolorYeye. Kalau begitu mohon beritahu ya dimana letak salahnya FF Saya ini ^^
Mind to review? Follow me Im_Yesungwife
