Tittle : That Should Be Me
Pairing: KyuMin,KyuWook,HaeMin,HaeHyuk
Rate: T
Warn: BL,YAOI,M-PREG
Disclaimer: Kyuhyun dan Sungmin itu saling memiliki. Tapi Sungmin juga milik saya. Yang jelas mereka milik Tuhan,orang tua,nenek,kakek dan sapa aja dah.. Saya hanya pinjam nama. Saya hanyalah yeoja yg Fujoshi dan M-Preg akut.
DON'T LIKE DONT READ . Yang ga suka YAOI atau sesuatu di FF ini tinggal cabut aja dah. Gampang kan? YANG GA SUKA KARAKTER WOOK JADI ANTAGONIS DISINI SILAHKAN OUT AJA TANPA MENINGGALKAN SESUATU YANG DISEBUT BASHING. JIKA ANDA TETAP MELAKUKANNYA,SAYA UCAPKAN BAHWA ANDA BODOH KARNA TIDAK BISA MELIHAT TULISAN SEHITAM EN SEBESAR INI! SAYA TIDAK BUTUH REVIEW ANDA YANG SEPERTI ITU. TERIMA KASIH!
.
.
.
Sungmin terduduk manis di kamarnya sambil mendengarkan musik lewat headphone merah jambu yang baru sebulan lalu ia beli. Ia mendesah berat mengingat seharian ini ia lalui hanya dengan bermalas-malasan di rumah seorang diri. Ah tidak seorang diri- tapi berdua dengan seseorang yang tengah bersantai di kamar tepat di sebelah kamarnya. Orang itu- Ryeowook, tengah beristirahat di kamarnya mengingat kandungannya yang sudah berusia mulai memasuki bulan ke-enam dan hingga akhirnya tidak mendapatkan ijin dari Kyuhyun untuk bersekolah terlalu sering. Kyuhyun khawatir dengan keadaan Wookie dan juga anaknya. Sedangkan Sungmin hari ini sengaja meliburkan diri dan beralasan bahwa dirinya merasa tidak enak badan sedari kemarin dan tentu saja Kyuhyun mengijinkannya.
"Aishh ternyata membolos itu membosankan juga. Apa aku pergi keluar dan membuat kue saja ya?" Sungmin sedikit mengerucutkan bibirnya sambil meletakan satu jari telunjuknya kea rah bibirnya dan memasang pose berpikir. "Hmm aku rasa bukan ide yang buruk. Kajja chagi,kita buat kue yang enak hari ini" ucap Sungmin sambil mengelus perutnya dan segera melangkahkan kaki untuk keluar menuju dapur.
"Aku pulang, Wookie,Minnie~" ucap Seorang namja dari arah pintu utama kediaman mereka.
Sungmin sedikit tersentak mendengar suara itu namun sedetik kemudian senyum manis merekah di wajah manisnya. "Ahh ne. Eoseo Oseo Kyuhyun-ah" Sungmin segera berlari kecil menuju kea rah Kyuhyun dan langsung mengambil tas dan melepaskan Jas seragam yang Kyuhyun kenakan.
"Jangan berlari seperti itu Sungmin-ah. Kalau kau jatuh bagaimana eoh?" ujar Kyuhyun dengan nada sedikit keras pada Sungmin.
Sungmin yang baru saja mendengar nada keras keluar dari mulut suaminya pun tak urung menundukan kepalanya. "Mianhaeyo. Aku hanya senang karna kau sudah pulang. Aku kesepian"
Kyuhyun pun tersenyum manis melihat istri keduanya yang menunduk karna terkejut dengan nada bicaranya barusan. Dengan cepat Kyuhyun menarik tangan Sungmin dan memeluknya erat seakan mereka baru saja bertemu setelah perpisahan yang memakan waktu bertahun-tahun lamanya. "Pelukan selamat datang" ucap Kyuhyun hingga berhasil membuat Sungmin merona hebat.
"Oh ne. Eoseo Oseo Kyu" Sungmin pun membalas pelukan suaminya dengan erat sambil sesekali menggesek-gesekkan hidungnya di dada bidang milik Kyuhyun yang selalu berhasil membuatnya nyaman. Namun sedetik kemudian Kyuhyun segera melepas paksa pelukan mereka hingga membuat Sungmin sedikit kecewa.
"Waeyo?" Rajuk Sungmin.
"Tidak boleh terlalu erat. Kita bisa menghimpit uri aegya dan membuatnya susah bernapas, arraseo?" Kyuhyun pun berucap sambil mencubit hidung Sungmin dengan gemas dan sesekali mencium bibirnya sekilas. Sedangkan Sungmin hanya mampu terdiam menikmati semua perlakuan lembut yang jarang dilakukan oleh suaminya itu.
"Bagaimana bisa kau merasa kesepian? Bukankah ada Wookie disini?" ucap Kyuhyun setelah melihat Sungmin terdiam cukup lama tanpa mengucapkan satu kata pun.
"Ah. Aku tidak terlalu suka jika bersamanya" Jawab Sungmin dengan jujur dan santai.
"Sudah kukatakan bukan,kalau kau harus bisa mengakrabkan diri dengannya? Mencobalah untuk menjalin suatu hubungan yang baik" Ceramah Kyuhyun hingga membuat Sungmin yang mendengarnya sedikit jengah.
"Ne,ne.. Arraseo"
"Oh ya,mana Wookie? Apa masih berada di kamar?" Kyuhyun pun mulai berjalan menjauh dari Sungmin dan bergegas menuju kamar Wookie. Melihat suaminya pergi meninggalkannya begitu saja,Sungmin hanya bisa menggeram sambil mengepalkan tangannya dengan keras. Pandangannya kembali menjadi sayu dan kosong.
'Lari,larilah. Hentikan dia. Jangan menjadi manusia bodoh yang hanya bisa menggeram di belakangnya. Kau harus bertindak. Dia itu milikmu. Mutlak milikmu'
Entah siapa yang tengah membisikan kata-kata itu,Sungmin menjadi tersadar dari lamunannya dan menatap kembali kea rah Kyuhyun yang hampir menyentuh knop pintu kamar Wookie. Dengan refleks ia pun berlari menghampiri suaminya dan menggenggam tangannya dengan erat. "Eh Sungmin-ah? Ada apa?" Tanya Kyuhyun yang melihat ke anehan pada diri Sungmin.
Sungmin hanya bisa mengenggam tangan Kyuhyun dengan erat namun tidak bisa memandang wajahnya. Ia tidak percaya diri untuk mengatakan ini, tapi entah kenapa sedari tadi nalurinya selalu memaksanya untuk segera mengatakan itu. "Tolong,jangan masuk ke dalam sana"
Sungmin berucap dengan sangat lirih dan Kyuhyun pun hanya bisa mengernyitkan dahinya. Bukan, bukan karna Kyuhyun tak mendengarnya tetapi ia bingung dengan maksud ucapan Sungmin barusan padanya. "Aku tidak boleh masuk? Memangnya kenapa? Apa ada sesuatu disana?"
Sungmin terdiam sejenak memikirkan kembali kata-kata yang akan ia ucapkan. Bibir bagian bawahnya sedikit ia gigit dan bola matanya bergerak gelisah ke kanan dan juga ke kiri. Melihat ada yang aneh dengan Sungmin, Kyuhyun pun segera memegang dagu Sungmin dan mengangkatnya ke atas. Membuat ke dua pasang mata indah itu saling bertemu pandang dan mulai mengagumi satu sama lain dari apa yang mereka lihat di hadapannya. "A,aku juga istrimu kan?" ucap Sungmin sedikit ragu.
"Pertanyaan bodoh macam apa itu? Tentu saja kau itu juga istriku"
"Apa kau mengakui bahwa anak yang ku kandung adalah anakmu?"
"Hei, pertanyaan macam apa itu? Jangan katakan jika kau menusukku dari belakang?" ucap Kyuhyun yang sedikit terkejut dengan ucapan Sungmin.
"Hanya jawab saja, Kyu"
"Tentu saja. Aku yakin itu anakku. Aku yakin sekali jika semua istriku tengah mengandung anakku. Aku sendiri ingat kok kapan proses pembuatan awalnya baik dengan Wookie maupun denganmu." ucap Kyuhyun frontal.
"Kalau begitu, bisakah malam ini kau tidur denganku?" ucap Sungmin dengan cepat.
"Tapi bagaimana dengan Wookie? Aku khawatir jika ia harus sendiri di kamar tanpa diriku. Dia juga sedang dalam keadaan tidak baik"
"Bagaimana dengan diriku? Kau bilang kalau aku itu istrimu,bukan?"
"Ne,kau istriku Min-ah.. Hajiman~"
"Apa sewaktu hujan petir waktu itu kau mau menemaniku Kyu? Apa sewaktu aku juga sedang sakit demam apa kau pun menemaniku Kyu? Bukankah aku jauh lebih sering merasakan itu? Merasakan kesepian? Apa kau pernah mengerti saja sedikit tentang aku?" Sungmin mulai berucap kea rah Kyuhyun dengan sorot mata dingin. Baru saja ia mendapatkan nasehat dari salah satu sahabatnya – Yesung, bahwa dia harus jauh lebih bertindak. Semakin Sungmin menerima keadaan, maka semakin lama pula ia merasakan hidupnya bak di neraka.
Kyuhyun tersentak melihat perubahan pada diri Sungmin. Ia bersumpah baru pertama kali ini nada bicaranya sangat dingin padanya bahkan melebihi kejadian yang membuatnya menyesal karna telah menampar Sungmin-Nya itu.
"Kau kenapa min? Apa ada masalah?"
"Memangnya jika iya pun,apa kau mau memberi jalan keluarnya padaku? Tidak juga kan?"
"Min,kau aneh. Semenjak kita pulang dari rumah sakit waktu itu kau menjadi sangat aneh. Apa ada seseorang yang menyakitimu?"
"Memang ada. Dan dia itu ada di dekatku. Dia selalu menyakitiku tanpa mengetahui apa yang sudah ia perbuat padaku. Dia merasa aku hanya sebuah bayangan yang hanya bisa mengikutinya kemanapun. Mungkin ia ingin balas dendam secara tidak langsung padaku. Benar begitu?" ucap Sungmin yang semakin tidak jelas arah bicaranya.
"Kau membicarakan siapa min? Siapa yang menyakitimu? Katakan padaku dan aku akan memberinya pelajaran"
"Apa kau ingin memberi pelajaran pada dirimu sendiri? Pelajaran apa yang sekiranya pantas?" Ujar Sungmin lirih sambil berjalan menjauh dari Kyuhyun menuju kamar miliknya sendiri.
"MWO? Tadi dia bicara apa?"
.
.
.
.
.
Sungmin duduk termenung menatap pemandangan kota Seoul dari balkon kamarnya yang berada di lantai dua. Pemandangan di hadapannya sekarang begitu indah dan begitu berbeda jauh dengan suasana hatinya saat ini. Ia berkali-kali merutuki dirinya yang menurutnya masih kurang tegas dalam menghadapi Kyuhyun. Ia ingin sekali berontak,namun keadaan Kyuhyun saat ini membuatnya lebih memilih untuk bungkam. Ia sadar jika ia tak lagi berada di hati Kyuhyun. Kyuhyun telah melupakannya,benar-benar melupakannya. Ingin sekali ia membantu Kyuhyun untuk segera sembuh,namun ia takut. Ia takut jika Kyuhyun mengira bahwa Sungmin adalah seorang pembual yang dengan Pedenya berbicara bahwa dialah satu-satunya orang yang Kyuhyun cintai. Ia takut Kyuhyun membencinya. Ia takut Kyuhyun membuangnya mengingat ia tak punya siapa-siapa lagi di dunia ini.
"Suhu malam ini sangat rendah min. Tak baik untukmu yang tengah mengandung"
Sungmin tersenyum miris mendengar suara yang begitu ia kenal datang menghampirinya sambil memakaikan selimut di kedua bahunya. Ia sedikit menghela nafas hingga membuat udara yang ia hirup keluar membentuk suatu kepulan kecil menandakan rendahnya suhu malam itu.
"Kenapa kau disini Kyu?"
"Karna aku ingin menemanimu Sungmin-ah"
Kyuhyun pun ikut mendudukan dirinya di samping Sungmin dan menarik kepala Sungmin untuk bersandar di pundak miliknya. Satu tangannya ia lingkarkan pada pinggang berisi milik Sungmin.
"Bagaimana dengan Wookie?"
"Aku rasa dia baik-baik saja min. Entah mengapa aku jadi ingin sekali menemanimu malam ini"
"Apa karna kasihan?" Sungmin pun mengangkat kepalanya dari bahu Kyuhyun dan segera menatap mata milik suaminya dalam-dalam. Berusaha untuk menyalurkan rasa rindu dan cinta yang terasa begitu menyakitkan.
"Tolong berhentilah menganggapmu sebagai manusia yang menyedihkan min"
"Bukankah aku memang seperti itu? Aku tau Kyu,kau mau menikahiku karna kecelakaan itu. Aku pun tau kau juga merasa iba bukan, karna aku sudah tak memiliki siapapun didunia ini?"
"Shhhshh.. Cukup min. Siapa bilang jika kau tidak memiliki siapapun di dunia ini? Masih ada aku,Wookie,Umma appa ku dan juga umma dan appamu. Ahh~ Jangan lupakan Uri aegya yang sedang tumbuh di perutmu" Kyuhyun pun memandang kea rah perut Sungmin dan setelah itu membelainya dengan lembut. "Annyeong, baby-ah? Sedang apa kau didalam? Apa disana gelap? Apakah kau merasa kedinginan saat ini? Apa disana ada PSP? YA! Tumbuhlah dengan baik karna appa tak sabar ingin melihatmu menjadi CEO dari perusahaan ternama" ucap Kyuhyun menggebu-gebu sambil berkali-kali mencium perut Sungmin.
"Kau sepertinya dari kemarin yakin sekali jika uri aegya itu seorang namja?" ucap Sungmin sambil terkikik pelan.
"Mollaeyo. Tapi entah kenapa aku merasakannya seperti itu min. Sepertinya aegyaku semuanya akan berjenis kelamin namja"
"MWO? Tau darimana Kyu?"
"Insting seorang ayah" ucap Kyuhyun mantap.
"Daripada bermain tebak-tebakan seperti ini,lebih baik jika nanti perutku sudah membesar kita harus pergi ke dokter untuk mengetahui bahwa anak kita itu lelaki atau perempuan"
"Aniya. Aku ingin kelahiran uri aegya menjadi kejutan tersendiri bagi kita min. Pasti akan sangat menyenangkan. Hahhh~ senangnya mengingat sebentar lagi aku akan menjadi seorang appa. Rasanya sangat berdebar-debar dan gugup"
Sekali lagi Sungmin hanya bisa terkekeh melihat tingkah suaminya itu. Malam ini meskipun terasa sebentar namun ia merasa sangat bahagia dibandingkan malam-malam sebelumnya. Mungkin suhu malam ini memang sangat rendah namun entah kenapa tubuh Sungmin merasakan hangat yang sudah lama ia tak dapatkan. Sebuah kehangatan yang memang sedari awal miliknya dan akan selalu menjadi miliknya. 'Aku senang kau sudah mulai berubah Kyu. Setidaknya sifat manjamu itu sudah berangsur-angsur menghilang' batin Sungmin.
"Min,suhu malam ini benar-benar dingin. Kajja kita pergi tidur saja" rengek Kyuhyun kepada Sungmin sambil menggoyang-goyangkan tangan Sungmin. Tingkahnya persis seperti seorang anak yang tidak dibelikan gulali oleh ibunya.
Sungmin yang baru saja berpikir bahwa Kyuhyun sudah mulai meninggalkan sifat manjanya pun kini memutar bola matanya melihat tingkah manja itu kembali. Namun sedetik kemudian ia pun tersenyum. "Ne arraseo. Kajja kita pergi tidur"
Dan kedua orang tersebut pun segera berdiri dari duduknya dan bergegas menuju kasur untuk segera bersembunyi di balik hangatnya selimut mereka. Kyuhyun menarik Sungmin agar lebih dekat ke dalam dirinya. Mereka tidur saling berpelukan dalam dinginnya malam berharap tubuh yang ada dihadapannya ini mampu memberikan kehangatan satu sama lain hingga mampu membuat suhu tubuh mereka kembali normal. Sesekali Kyuhyun membelai rambut Sungmin dengan sangat lembut dan kemudian ia mencium puncak kepala Sungmin . "Jaljayyo minnie-ah. Aku menyayangimu"
Sungmin pun tersenyum mendengarkan penuturan dari suaminya itu. Rasanya membahagiakan meski hanya beberapa kata saja yang terucap. Meski bukan kata 'Cinta' , namun Sungmin masih mampu untuk bersabar menunggu Kyuhyun.
'Setidaknya kau masih berada di sampingku Kyu. Ku ucapkan Terima kasihku pada Tuhan karna dengan takdir-Nya lah aku dapat bertemu lagi denganmu'
0o0o0o0o0 That Should Be Me Chap 0o0o0o0o0
"Materi yang saya ajarkan hari ini saya pastikan akan muncul dalam soal Ujian bla..bla..bla.."
"HOAHMMM"
"YA! Sungmin-ah. Kalau menguap itu segera tutup mulutmu. Kau bisa disuruh keluar dan mencabuti rumput di tengah lapangan sana,kau tau?" ucap Shindong,teman sebangkunya.
"Haiiishh. Tapi apa kau tau? Aku benci sekali dengan matematika. Sedari dulu aku tidak bisa akrab dengan bidang itu. Aku membencinya" Sungmin dengan berani-beraninya menuding-nuding tulisan di papan tulis sambil berbicara kea rah Shindong. Suaranya memang pelan,namun gerakannya itu jauh lebih menarik perhatian guru yang terkenal dengan keganasannya itu.
"Apa yang sedang kau lakukan Lee Sungmin-ssi?"
Sungmin menghentikan pergerakan tangannya yang masih terangkat tinggi dan bahkan tak sopan menggunakan jari tengahnya untuk menuding tulisan itu. Entahlah, sifatnya sekarang memang sedikit urakan dan terlalu frontal. Benar-benar mirip dengan Kyuhyun. Dengan cepat Sungmin pun menoleh kea rah guru itu dan sesekali melempar cengiran khasnya yang membuat beberapa yeoja di kelas itu bersusah payah menahan suaranya agar tidak berteriak histeris.
"A,anu.. itu.. aku..—"
"Kenapa? Ada apa dengan anu-mu?" ucap Guru itu dengan spontan dan wajah yang kebingungan.
Sontak beberapa murid langsung menengok ke arahnya dan memberikan tatapan menyelidik. Beberapa namja maupun yeoja juga ada yang berani-beraninya memandang langsung kea rah errr bagian bawah Sungmin - partner sehidup sematinya.
"Ya! Apa yang sedang kalian lihat eoh? Memangnya Partnerku itu tontonan eoh? Aku—hmphh.." belum selesai Sungmin mengucapkan sebuah kalimat,tiba-tiba perutnya merasa sangat mual dan terasa seperti diaduk-aduk dengan kuat.
"Hoeekk.. hoeekk.. hmphh..uhh" Ia segera berdiri dari tempat duduknya dan mengambil tasnya dengan cepat. Sungmin berusaha mencari plastic besar yang memang sudah ia bawa sedari rumah untuk digunakan pada saat-saat seperti ini. Ia membuka tasnya dan menghamburkan seluruh isinya ke atas meja,namun apa yang sedang ia cari tak ada di dalam sana. Seisi kelas hanya mampu terdiam melihat tingkah panic Sungmin yang tengah mencari sesuatu sambil menutup mulutnya dengan satu tangan.
"Sungmin-ssi. Jika kau memang merasa tak enak badan,lebih baik segera pergi ke ruang kesehatan saja" ucap guru berkepala botak itu.
Sungmin terdiam sejenak menyadari kebodohannya barusan. Namun beberapa detik kemudian ia pun mengangguk. Ia mulai berjalan keluar melewati Shindong untuk segera menjauh dari tempat dimana ia duduk . Sebelum Sungmin keluar dari kelas, Sungmin terlebih dahulu membungkukan badannya dan mengucapkan ijin untuk permisi ke toilet dan setelah itu beristirahat di ruang kesehatan.
"Sial! Perutku mual sekali.. hmphh.. hoek…hoekk.. hahh..hahh.. toilet.. dimana toilet?"
Sungmin segera berlari kecil kea rah tempat yang begitu ia ingin tuju. Perutnya sudah benar-benar sangat mual dan seakan siap untuk segera memuntahkan segala makanan yang sudah susah payah ia telan pagi tadi. Setelah melihat toilet yang sudah tak jauh lagi dari jangkauannya, Sungmin pun mempercepat langkahnya dan segera membuka pintu tersebut.
"Hoekkk.. hoekkk.. sudah..sudah.. aku lemas"
Sungmin terhenti sejenak melihat pemandangan didepannya itu. Ia hanya mampu berdiri mematung di samping pintu toilet sekolahnya. Terlihat jelas jika suaminya itu tengah bersama dengan istri pertamanya sambil memijat-mijat tengkuk namja imut itu.. Siapa lagi jika bukan Ryeowook?
"Maka dari itu sudah kukatakan jangan berangkat dulu chagiya~ Aku bisa mengurus semuanya. Aku akan mengatakannya pada appaku. Dan aku akan mencarikanmu tutor. Jangan membuatku cemas. Apa kau tau aku begitu khawatir saat mendengarmu di bawa ke ruang kesehatan tadi?"
"Ta,tapi Kyuhh—hahhh.. aku.. hanya tidak mau tertinggal mata pelajaran Kyu" ucap Ryeowook lemah.
"Tidak akan. Aku akan selalu membantumu Wookie-ah. Kau itu beda sekali dengan Sungmin. Sungmin justru agak malas-malasan dalam sekolah"
"Haishhh jangan sebut namanya saat sedang bersamaku" Ujar Wookie dengan nada membentak.
"Arraseo yeobo~. Mianhae"
Sungmin terdiam menyaksikan dan mendengar percakapan itu. Tangan yang sedari tadi ia pakai untuk menutup mulutnya kini terjatuh begitu saja. Entah mengapa rasa mualnya hilang begitu saja setelah melihat suaminya bersama dengan mantan dongsaeng yang ia sayangi itu. Matanya menatap nanar ke arah Kyuhyun yang tengah membelai lembut perut Wookie dan mengucapkan beberapa doa berharap anak mereka dapat mendengarnya. Sedangkan Sungmin hanya bisa menonton sambil memegang perutnya sendiri. Mencoba menenangkan anaknya seorang diri.'Terima kasih nae aegya. Kau sudah mau mengerti keadaan umma dan tidak membuat umma semakin menahan sakit seorang diri' batin Sungmin.
Sungmin pun melangkahkan kakinya menuju suatu tempat. Suatu tempat yang mampu membuatnya nyaman dan melepaskan segala penatnya selama ini. Dimana lagi jika bukan taman belakang sekolah?
.
.
.
.
.
.
Di ruangan tengah nampak Kyuhyun dan Ryeowook yang tengah berkutat dengan tugas yang diberikan oleh Lim Seonsangnim- Guru Kimia mereka. Mereka mengerjakannya bersama dan sesekali mereka tertawa renyah saat Kyuhyun menceritakan hal yang lucu pada Ryeowook.
"Aku tidak tau kapan kejadiannya. Hanya terlintas sekejap saja di benakku. Tetapi dulu aku pernah tidak sengaja ikut lari marathon dan melintasi jembatan tua. Karna sempit aku pun tak sengaja menyenggol pak tua yang sedang memancing disitu. Apa kau tau? Dia nyaris terjatuh jika kakinya itu tidak menyangkut pada tali jembatan! Dan akibatnya dia jadi tergantung dengan kepala dibawah dan kaki yang terikat diatas. Hahahahaha " Ucap Kyuhyun sambil tertawa dengan sangat lebar begitu juga dengan Ryeowook.
"Memangnya Kapan kau mengalami itu Kyu?" tanya Wookie setelah ia mulai bisa mengontrol tawanya.
"Mollaeyo. Aku lupa. Hanya saja sepintas aku melihat kejadian itu dengan samar-samar. Ermmm.. kapan ya?"
"Hari Sabtu kejadian 5 tahun yang lalu tepatnya saat kau berusia 13 tahun" ucap Sungmin dengan cepat. Tentu saja ia mengingat kejadian itu. Karna Kyuhyun sendiri yang pernah menceritakannya pada Sungmin tepat beberapa jam setelah kejadian itu terjadi.
"Eh? Benarkah min? Kau tau dari mana?"
"Aku tau semua apa yang ada dalam dirimu meskipun hal yang tidak kau ketahui sekalipun"
Mendengar jawaban itu Ryeowook menjadi geram dan menatap dingin kea rah Sungmin sedangkan Sungmin membalasnya dengan senyum yang tak kalah mengerikan dari Ryeowook. Mereka seakan-akan siap saling menghancurkan satu sama lain. "Tau apa kau tentang Kyuhyun? Kau hanya serangga di rumah tangga kami"
"Jinjja? Bukannya kalimat itu lebih pantas ditujukan untuk dirimu?" ucap Sungmin dingin sambil menyeruput kembali susu coklat yang baru saja di buatkan oleh Kyuhyun.
Kyuhyun yang mencium adanya bau perselisihan pun tak urung menghela nafasnya. Ia sudah geram sekali melihat kedua istrinya terus bertengkar. Bahkan dulu saat beberapa minggu mereka menikah,wajah Wookie dan Sungmin yang semula putih bersih menjadi dipenuhi luka lebam di mana-mana. Ia tau sepertinya masalah diantara kedua istrinya ini tidak main-main seperti yang ia duga sebelumnya. Tapi masalah apa sebenarnya? "Kalian berdua diamlah!" ucap Kyuhyun tiba-tiba.
Sungmin dan Ryeowook pun terdiam setelah mendengar bentakan keras dari suaminya itu. Ryeowook yang berada di tepat samping Kyuhyun merasa sedikit takut. Pasalnya ia tau,jika Kyuhyun sudah mengeluarkan aura marah pasti akan menjadi sangat mengerikan dari biasanya. Sedangkan Sungmin hanya biasa saja melihatnya. Ia sudah mengetahui sosok Kyuhyun. Amat sangat mengetahui.
"Kita lupakan masalah ini. Kita kembali pada masalah sekolahmu Wookie-ah" ucap Kyuhyun kemudian.
"Aku tidak merasa ada masalah Kyu?" ucap Wookie bingung.
"Aniya. Untuk beberapa bulan ke depan,kau tidak akan ku ijinkan untuk bersekolah terlalu sering. Bukankah itu sudah kukatakan padamu?"
"Lalu aku harus bagaimana? Berdiam diri dirumah selama aku belum melahirkan dan menjadi orang bodoh seorang diri?"
"Tidak juga. Aku akan mencarikanmu tutor Wookie-ah. Sebentar! Akan kucari di internet. Siapa tau ada yang bersedia menjadi tutor"
Sungmin terdiam mendengar ucapan Kyuhyun. Dia baru sadar jika Ryeowook sedang membutuhkan tutor agar dirinya tetap bisa belajar meskipun tidak sedang bersekolah. Otaknya berpikir dengan cepat dari biasanya. Dan dalam sekejap ada sebuah nama yang terlintas di benaknya.
"Yesung hyung" ucap Sungmin tiba-tiba.
"Mwo? Kau bilang apa min?" ucap Kyuhyun sambil mengalihkan pandangannya dari IPad yang ia pegang.
"Sahabatku yang bernama Yesung Hyung dia seorang Dosen di Universitas NewYork. Aku rasa dia akan bersedia menjadi tutor Ryeowook"
###TBC###
Annyeong.. Kembali lagi dengan FF saya yang semakin gaje.. hihihi lihat? Udah bukan Flashback kan? Saya tau kok untuk ga menceritakan semuanya dalam sebuah FB,Saya hanya menceritakan sebuah garis besar dari apa yang terjadi di antara KyuMinWook. Ada beberapa flashback penting yang masih sengaja belum saya ceritakan karna itu akan menjadi kunci FF ini. #halah bahasa lo.. Karna banyak yang minta agar FB nya udahan,ok deh saya turutin.. Saya menerima request selama itu bisa nyambung cerita ^^
Buat yang udah REVIEW,saya ucapkan beribu-ribu terima kasih dan salam cium dari saya. #NyengirKadal :D. Satu review dari chingu benar-benar penyemangat tersendiri untuk saya pribadi.
Semoga kiranya Chingudeul masih berkenan untuk mereview Chap ini agar menjadi semangat saya untuk melanjutkan FF yang super gaje ini..
SIDERS = Super Slow Update.
Eh? Chingu,tanya dong.. Diavolos penulis uncontrolled desire itu beneran ngilang? Terus Mami Ju2E itu juga kenapa ga ada ya? Ada yang bisa kasih tau?
Annyeong,sampai jumpa di chap selanjutnya ^^ *BOW 475 derajat bareng Sungmin umma*
