Tittle : That Should Be Me

Pairing: KyuMin,KyuWook,YeWook

Rate: T

Warn: BL,YAOI,M-PREG

Disclaimer: Kyuhyun dan Sungmin itu saling memiliki. Tapi Sungmin juga milik saya. Yang jelas mereka milik Tuhan,orang tua,nenek,kakek dan sapa aja dah.. Saya hanya pinjam nama. Saya hanyalah yeoja yg Fujoshi dan M-Preg akut.

DON'T LIKE DONT READ . Yang ga suka YAOI atau sesuatu di FF ini tinggal cabut aja dah. Gampang kan? YANG GA SUKA KARAKTER WOOK JADI ANTAGONIS DISINI SILAHKAN OUT AJA TANPA MENINGGALKAN SESUATU YANG DISEBUT BASHING. JIKA ANDA TETAP MELAKUKANNYA,SAYA UCAPKAN BAHWA ANDA BODOH KARNA TIDAK BISA MELIHAT TULISAN SEHITAM EN SEBESAR INI! SAYA TIDAK BUTUH REVIEW ANDA YANG SEPERTI ITU. TERIMA KASIH!

.

.

.

"Lalu aku harus bagaimana? Berdiam diri dirumah selama aku belum melahirkan dan menjadi orang bodoh seorang diri?"

"Tidak juga. Aku akan mencarikanmu tutor Wookie-ah. Sebentar! Akan kucari di internet. Siapa tau ada yang bersedia menjadi tutor"

Sungmin terdiam mendengar ucapan Kyuhyun. Dia baru sadar jika Ryeowook sedang membutuhkan tutor agar dirinya tetap bisa belajar meskipun tidak sedang bersekolah. Otaknya berpikir dengan cepat dari biasanya. Dan dalam sekejap ada sebuah nama yang terlintas di benaknya.

"Yesung hyung" ucap Sungmin tiba-tiba.

"Mwo? Kau bilang apa min?" ucap Kyuhyun sambil mengalihkan pandangannya dari IPad yang ia pegang.

"Sahabatku yang bernama Yesung Hyung dia seorang Dosen di Universitas NewYork. Aku rasa dia akan bersedia menjadi tutor Ryeowook"

o0o0 That Should Be Me 0o0o

Namja manis itu terduduk di ruang tengah dengan menaikan satu kakinya diatas meja sambil meminum susu coklat kesukaannya. Sang pemilik rumah yang melihat tingkah tamu tak diundangnya itu hanya bisa menggelengkan kepala dan kemudian melanjutkan kembali kegiatannya.

"Sungmin-ah,mau sampai kapan kau disini? Kau hanya merepotkan Donghae saja" tutur namja bermata sipit yang tengah berkutat dengan IPad miliknya.

Mendengar namja itu berbicara, Sungmin pun akhirnya menaruh gelas susunya diatas meja kemudian menurunkan kakinya dan menatap serius kea rah namja yang baru saja menegurnya itu.

"Hyung,aku ada permintaan padamu"

"Aku tidak mau" ucap namja bermata sipit itu dengan nada datar.

"Aku tidak meminta yang macam-macam kok Hyung. Aku yakin kau pasti akan senang mendengarnya" ucap Sungmin dengan semangat menggebu-gebu.

"Tidak ada yang lebih kusenangi daripada uang,Kura-kura dan-"

"Ryeowook. Choi ryeowook" Sungmin segera memotong ucapan namja itu dengan cepat.

Namja bermata sipit itu pun mulai menoleh ke arah Sungmin dan menatapnya tajam. Satu menit lebih dia terdiam tak bergeming hingga akhirnya ia meletakan Ipad serta melepaskan kacamata yang membuat wajahnya semakin terlihat tampan.

"Kenapa tiba-tiba kau sebut namanya?" ucapnya bingung.

"Aisshh Yesung hyung, sekarang ini namja bernama Ryeowook itu sedang membutuhkan seorang tutor"

Namja yang dipanggil dengan nama Yesung itu hanya bisa terdiam dan mengernyitkan dahinya pertanda ia bingung. Sementara Sungmin yang melihat ekspresinya hanya bisa memutar bola matanya. "Aku bingung kenapa kau bisa memiliki Universitas sekaligus menjadi Dosen di NewYork,Hyung" ucap Sungmin frontal.

"Tutor? Maksudmu apa aku harus membantunya belajar,begitu?"

"Tidak. Tapi kau harus membantunya bermain Golf" ucap Donghae asal sambil berkutat dengan handphone miliknya.

"Bermain golf? Untuk apa?" Yesung menyaut pernyataan milik Donghae dengan ekspresi babonya.

"Hyung.. Ya! Aku benar-benar bingung kenapa kau bisa menjadi sukses seperti sekarang" Donghae mulai kesal dan kemudian meletakan Handphonenya diatas meja dan menatap tajam ke arah Yesung.

Sungmin yang melihat dua sahabatnya itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya pertanda ia sudah bosan melihat dua makhluk aneh namun tampan yang selalu bertingkah seperti itu.

"Hyung. Coba dengarkan aku. Namja bernama Ryeowook itu sedang membutuhkan tutor untuk membantunya belajar di rumah. Beberapa bulan ke depan,ia akan mulai jarang untuk bersekolah karna dilarang oleh Kyuhyun. Dan aku merekomendasikan dirimu agar dapat menjadi tutornya" Jelas Sungmin panjang lebar sama dengan luas.

"Ohh begitu. hmm begitu ya?" ucap Yesung sambil mengangguk-anggukan kepalanya. Entah mengangguk karna mengerti atau tengkuk nya saja yang agak pegal jadi dia menggerakannya sedikit -,-

"Begitu apanya?" Ujar Donghae dan Sungmin bersamaan.

"Aniya! Hmm,jadi aku harus menjadi seonsaeng namja imut itu,ne?"

"Ya begitulah"

"Kalau begitu kapan aku bisa mulai?"

"Eh? Hyung setuju? Hyung benar-benar serius? Biasanya kan kau malas membantu orang Hyung. Tanpa bayaran loh Hyung. Aku sudah mengatakannya pada Kyuhyun"

"Terserah. Tak di bayar pun tak apa. Uang ku juga sudah banyak" ucapnya santai.

"Jinjja?" Sungmin menarik tangan Yesung dan kemudian menciumi tangannya berulang kali,persis seperti tahanan yang diampuni oleh kerabat si korban.

"Tentu saja tak masalah. Alasannya sudah jelas yang pertama karna dia itu memang sudah sangat kaya dan yang kedua karna ini kesempatan langsung untuk bertemu namja imut yang selalu ia bicarakan" Jelas Donghae sambil menatap lembut ke arah Sungmin.

Sungmin pun berhenti menciumi tangan Yesung dan kemudian menatap ke arah Yesung. "Jangan bilang kalau kau serius dengan Wookie?"

"Apa ada yang bilang jika aku sedang main-main?" ucap Yesung dengan santai—lagi.

"Hajiman-"

Drapp. Drapp.. drappp! Tiba-tiba terdengar suara langkah berat milik seseorang yang terdengar terburu-buru dan semakin keras saat dirasa langkah itu tengah menghampiri mereka.

"Donghae-ah,aku sudah menyiapkan makanannya. Kau bi- Eh... Sungmin-ah kau juga disini?"

Sungmin yang merasa namanya disebut pun kemudian berdiri dan menundukan kepalanya dengan sangat sopan ke arah namja yang baru saja memanggilnya. "Annyeong Hyukkie Hyung. Maaf menganggu. Aku memang sudah datang sedari tadi"

"Oh jinjja? Mungkin aku saja yang tidak tau karna sibuk berkutat di dapur sedari tadi" Ujar namja itu sambil menunjukan GummySmile-nya.

Sungmin pun hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan namja yang ia panggil Hyukkie tersebut dan kemudian melirik ke arah Donghae. "YA! Kenapa tidak bilang jika ada Hyukkie hyung disini? Kan aku bisa saja membantunya di dapur"

Donghae yang diajak bicara pun hanya bisa mengendikan bahunya sambil memasang wajah tak pedulinya. "Gwaenchana Sungmin-ah. Aku sudah biasa memasak tanpa bantuan siapa pun. Oh ya apa kau mau makan bersama kami? Kau juga mau makan disini Yesung?"

"Oh Tentu Sa-"

"Annniiiiyyaa. Siapa bilang kau akan makan disini Hyung. Kita akan menuju rumahku. Kau harus sampai disana tepat jam 7 malam" Potong Sungmin dengan cepat sehingga Yesung hanya bisa memasang muka cemberutnya.

"Eh? Ke rumah Sungmin? Memangnya ada urusan apa?" ucap Hyukkie bingung setelah melihat mereka yang mulai beranjak pergi.

"Yesung Hyung akan menjadi tutor Wookie,jadi dia akan mengajar di tempatku"

"MWO?"

.

.

.

.

.

.

.

Cho House at 18.47 KST

"Aku pulang~" namja manis itu berteriak kencang sambil melempar tas yang ia pegang sedari tadi ke atas sofa panjang miliknya.

"Rumah sebesar ini hanya di huni kalian bertiga saja?" tanya Yesung.

"Tidak juga,disini juga ada Maid yang bertugas membersihkan rumah kami. Hanya saja ia bertugas saat kita pergi ke sekolah"

"Lalu saat kalian libur bagaimana? Memangnya Maid itu juga akan libur dan membiarkan rumah ini berdebu dan berkarat?"

"Tidak. Maid itu tetap akan datang. Maksudku kedatangan Maid itu tepat pada waktu sekolah kami bukan berarti dia hanya datang saat kita sekolah saja. Tapi kalau dia tidak datang,tentu Kyuhyun yang akan membersihkannya bersama denganku"

"Bagaimana dengan Wookie?"

"Dia hanya mengatas namakan Kehamilannya dan membuatnya jarang ikut membersihkan rumah ini. Sudahlah Hyung,kau duduk sa-"

"ahh itu mereka" ucap Yesung sambil memotong ucapan Sungmin. Balas dendam mungkin?

Kyuhyun datang bersama Ryeowook yang sedang menggandeng tangannya erat. Tangan satunya sedang menggenggam tangan Kyuhyun dan tangan satunya ia pakai untuk membelai lembut perutnya yang membuncit.

"Oh annyeong haseyo. Selamat datang,apa kau sahabat Sungmin yang akan menjadi tutor istri ku?" ucap Kyuhyun sambil mengulurkan tangannya dan dibalas oleh Yesung.

"Ne aku akan menjadi tutornya. Kim Yesung imnida"

"Cho Kyuhyun imnida"

Setelah berbasa-basi cukup lama dan saling memperkenalkan diri, Yesung pun mulai berdiri dari tempatnya karna mendapat ajakan Kyuhyun untuk menuju tempat dimana ia akan menjadi tutor Ryeowook dan memberikan beberapa pembelajaran untuk istrinya. Ryeowook sedari tadi hanya bisa memandangi Yesung intens. Ia terus memperhatikan Wajahnya,tubuhnya,cara ia berbicara dan juga perilakunya.

"Kenapa kau menatapku terus wookie-ah? Kau suka?" ucap Yesung tepat di telinga Wookie saat Kyuhyun dan Sungmin sedang membicarakan sesuatu dengan posisi membelakangi tempat mereka berdiri sekarang.

"Aniya. Aku hanya berpikir sepertinya kau orang yang misterius. Dan jangan sok akrab denganku"

"Jinjja? Hebat juga kau. Kita kan baru saja bertemu malam ini"

Percakapan singkat mereka tiba-tiba terhenti saat Kyuhyun dan Sungmin mulai menghampiri mereka. Kyuhyun membelai lembut rambut milik Wookie dan mencium pucuk kepalanya. "Aku pergi dulu bersama Sungmin. Dia belum makan malam dan aku pun begitu,jadi aku akan pergi ke restoran dan kau bisa disini bersama Yesung-ssi"

"Panggil aku Hyung saja" ujar Yesung mencoba untuk merubah situasti formalnya. Ia benci dalam situasi formal terlebih lagi mulai saat ini ia akan sering berada di lingkungan itu.

"Arraseo Hyung. Jjja, aku pergi dulu"

"Aku ikut Kyu. Aku juga ingin makan" Wookie pun sebal melihat jika Kyuhyun hanya pergi berdua saja dengan Sungmin,ia pun mencoba untuk ikut bersamanya.

"Bukannya baru saja kau selesai makan Wookie-ah. Kau sudah makan sebanyak dua piring. Kau tidak boleh terlalu kenyang,arraseo? Lagipula kau tidak sopan jika meninggalkan Yesung Hyung sendiri disini"

"Hajiman-"

"Kajja Min,kita pergi sekarang. Yesung hyung,aku pergi dulu bersama Sungmin. Tolong ajari istriku yang satu ini,dia agak sulit diatur. Dia suka merajuk. Anyyeong"

Kyuhyun pun memakaikan Sungmin mantel tebal miliknya sambil berjalan menuju pintu utama dan setelah itu melingkarkan tangannya di pinggang Sungmin.

"Menyebalkan" Ujar Wookie sebal yang melihat KyuMin moment itu.

"Jjja. Kita mulai belajar kita Wookie-ah. Jangan sebal terhadap mereka. Itu sudah wajar,Sungmin kan juga istrinya" ceramah Yesung sambil menarik tangan Wookie dan mendudukannya di atas karpet merah muda di ruang tengah.

"Tetap saja menyebalkan"

"Kalau begitu apa kita akan membuat YeWook moment untuk menyingkirkan rasa sebal mu itu?" Ujar Yesung sambil menunjukan tampang menggodanya.

"Diam kau Kepala besar"

Yesung yang sudah biasa dipanggil seperti itu pun hanya berekspresi biasa saja dan akhirnya mereka pun larut dalam suasa hening yang mereka ciptakan.

"Kita itu sebenarnya akan belajar atau ritual memanggil setan eoh? Kenapa kau diam saja?" tanya Wookie ke arah Yesung.

"Diam dulu kau pendek. Aku sedang memilih pelajaran apa yang akan kita mulai terlebih dulu" ucap Yesung sambil memilih beberapa buku pelajaran yang sudah tersaji diatas meja tersebut.

Wookie pun mengerucutkan bibirnya pertanda ia sebal jika ia mulai dipanggil seperti itu. Tetapi Yesung hanya diam saja dan kemudian menunjukan satu buku ke arah Ryeowook. "Buku apa itu?" Wookie bingung melihat buku yang ia rasa bukan miliknya karna judul buku itu sendiri bertuliskan dengan tulisan English.

"Itu buku milikku saat mengajar bidang Hukum di Universitas NewYork. Setahuku sekolahmu juga pasti mengajarimu tentang Ilmu Hukum"

"Tapi aku kurang mengerti tentang Bahasa yang ada di buku ini"

"Arraseo. Aku akan membuat satu soal pemanasan untukmu dan melatihmu untuk berpikir. Siapa tau kau bisa menjadi pengacara hebat"

Hening. Keduanya pun terlarut kembali dalam situasi itu. Yesung sibuk menulis soal diatas selembar kertas dan Ryeowook hanya bisa diam memandanginya. 10 menit ia berkutat dengan kertas dan pulpennya, Yesung pun kemudian memberikan kertas itu dan menyuruhnya untuk membaca. Ryeowook pun menurut.

"Seorang Wanita yang merasa dirinya tidak dihargai oleh Suaminya pun menuntut kepada seorang jaksa untuk mengusut tuntas kasus miliknya. Ia mengatakan jika penyebab suaminya berperilaku tidak adil itu karna disebabkan oleh si istri pertama milik suaminya yang melakukan sesuatu terhadapnya. Diketahui jika istri pertamanya itu telah melakukan salah satu tindak kriminal dengan cara melakukan cuci otak saat suaminya jatuh sakit dan dirawat di rumah sa-"

Ryeowook terdiam mendengar ucapannya sendiri. Entah kenapa kasus yang Yesung tuliskan itu seakan menyindir dirinya dan menohok tepat di jantungnya. "Kenapa tidak dilanjutkan?" tanya Yesung polos.

"Kasus milik siapa ini?"

"Aniya. Hanya saja di NewYork sedang trend dengan kasus seperti itu. Memanfaatkan ilmu kedokteran untuk mendapatkan seseorang yang sulit ia gapai. Lagipula kasus ini juga hampir sama milik seseorang ya-"

"Lalu apa maksudmu memberikannya padaku?"

"Sudah kukatakan karna aku akan memancingmu untuk berpikir. Menurutmu,hukuman apa yang harus diberi kepada si pelaku istri pertama itu?"

"Aku tidak tau" Ucap Ryeowook yang mulai sedikit gelisah dan menaruh kembali kertasnya diatas meja.

"Kau harus menja-"

"Siapa kau itu sebenarnya?" tanya Ryeowook kemudian.

"Aku? Tentu saja aku ini Yesung. Kim Yesung seorang pemuda yang berhasil mendirikan sebuah Universitas di NewYork"

"Ceritakan lebih banyak lagi"

"Hmm.. Namaku Yesung,aku seorang murid tampan lulusan terbaik dari Neul Parang High School. Dan setelah itu aku kuliah di Inha University dan selalu berhasil mendapatkan nilai IP tertinggi. Dan aku kemudian mendapatkan panggilan dari seorang dosen besar di NewYork saat aku berusia 20 tahun. Dan setelah itu aku menjadi sukses berkat pengarahan orang tersebut. Aku berhasil menjadi dosen muda dengan bayaran yang sangat tinggi ke satu University ke university lainnya. Dan akhirnya aku pun berhasil mendirikan University disana dan sekaligus menjadi Dosen sesukaku" Jawab Yesung panjang lebar.

Ryeowook mengernyitkan dahinya mendengar penuturan namja di hadapannya. Dia tidak menyangka jika namja tampan itu ternyata secerdas dan sesukses ini. "Ohh begitu"

"Kenapa memangnya?"

"Gweanchana. Ah! Kau sahabat Sungmin kan?"

"Ya begitulah" ucap Yesung santai.

Ryeowook terdiam setelah mendengar jawaban milik Yesung. Entah kenapa ia jadi melamunkan dan berpikir beberapa kemungkinan yang bisa saja terjadi. 'Apa mungkin Sungmin yang menceritakannya? Ah tidak mungkin. Aku sangat yakin jika Sungmin sama sekali tidak tau apa yang aku lakukan di rumah sakit waktu itu. Lalu apa ini bisa disebut suatu kebetulan?' batin Ryeowook.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kyuhyun berjalan beringingan sambil menggandeng tangan Sungmin erat. Tangan satunya ia pakai untuk memandangi beberapa foto yang baru saja ia ambil di PhotoBox bersama namja manis miliknya itu. Sedangkan Sungmin sedang sibuk memakan Ice Cream coklat setelah makan malam bersama mereka.

"Eh? Kau mau apa Kyunnie?" tanya Sungmin yang melihat Kyuhyun sedang menyobek foto mereka menjadi dua bagian.

"Aku ingin menyimpan foto ini min. Dan yang ini kau sendiri yang simpan. Jadi kita akan sama-sama memilikinya" ujar Kyuhyun sambil memasukan foto itu kedalam saku mantel milik Sungmin.

Sungmin pun hanya bisa menganggukan kepalanya dan menjilat kembali sisa ice cream terakhir didalam cone tersebut. "Kyunnie~ Habis.." ujar Sungmin ke arah Kyuhyun dengan raut muka yang sangat menggemaskan.

Kyuhyun pun terkekeh melihat wajah Sungmin yang belepotan dengan sisa ice cream yang menempel disekitar bibir bahkan ada yang terbang menuju pipinya. Dia mengarahkan tangannya menuju pipi milik istrinya itu. Namun,cream itu sepertinya sudah menjadi lengket dan susah untuk dibersihkan jika tak menggunakan air. Karna bingung ingin menggunakan air apa, Kyuhyun pun mengarahkan wajahnya ke arah Sungmin dan kemudian menjilat pipi dan juga bibir milik Sungmin dan tindakan Kyuhyun berhasil membuat Sungmin merona hebat. "Hmm manis. Tapi sekalian saja deh" ucap Kyuhyun.

Setelah mengucapkan kalimat yang tidak dimengerti Sungmin,Kyuhyun pun kemudian mengarahkan bibir tebal miliknya menuju bibir pulm milik Sungmin dan setelah itu bibir mereka pun saling bertautan. "Ahhhh" Sungmin sedikit kesakitan saat Kyuhyun menggigit pelan bibir bawahnya seakan meminta Sungmin untuk membuka mulutnya dan membalas lumatan-lumatan kecil yang di berikan oleh Kyuhyun. Sungmin pun menurut dan membiarkan Kyuhyun untuk menjelajahi lebih dalam lagi ke dalam mulutnya. Meskipun suasana malam itu begitu dingin,namun entah mengapa Kyuhyun merasakan sesuatu di dalam tubuhnya dan membuat darahnya berdesir hebat. Tubuhnya memanas dengan sendirinya. "Min,kau membuatku On" ujar Kyuhyun saat tautan bibir mereka terlepas.

Sungmin pun menepuk kepala Kyuhyun pelan. "Aniya! Aku sedang lelah Kyunnie. Jika kau berani macam-macam denganku. Aku akan membunuhmu dan memotong adik-mu itu"

"Jinnja? Bukankah kau suka dengannya min? Bukankah dia mainan favorite mu hmm?"

"Aniya" ujar Sungmin dengan wajah yang memerah.

"Kau berbohong min~ Aku bahkan ingat saat Adik-ku mulai memasuki tempat terindahnya dan berhasil membuat pemilik tempat itu bergetar hebat sambil menyebut namaku berulang kali. Kyuuhhhh.. akhhhh.. shhhhnghh.. there Kyunniehh.. Ohh deepppeerr." Kyuhyun mulai menggoda istrinya dan menirukan suara Sungmin saat mereka sedang beraktivitas di atas ranjang mereka.

Sungmin blusshing mendengar suara milik Kyuhyun. Entah kenapa,dirinya juga menjadi sedikit panas dengan mendengar sura desahan milik Kyuhyun yang mengingatkan dirinya sendiri saat dikerjai habis-habisan oleh suaminya itu. "Aniya. Malam ini tidak ada aktivitas ranjang"

"Tapi min,kita kan juga jarang melakukannya. Terakhir kita melakukannya juga sepertinya beberapa hari yang lalu"

"Beberapa hari bukan beberapa bulan yang lalu,kan ?" Ujar Sungmin dengan nada sedikit ketus walau dia sendiri sedang menahan hasratnya. Entahlah,akhir-akhir ini dia sering merasa lelah setelah dia mulai membawa satu nyawa lagi dalam tubuhnya.

Sungmin terdiam saat melihat seorang penjual permen kapas melintas melewati mereka. "Kyunnie~ aku mau itu"

"Eh? Tapi kan baru saja kau menghabiskan ice cream mu min?"

"Aku tidak mau tau. Pentingnya kejar penjual itu Kyu. Sekarang. Aku ingin itu~ berikan aku dua buah permen kapas~"

"Tapi min. Dia sudah jauh sekali"

"Aku tidak mau tau. Kejar dia sekarang"

Dengan sedikit malas Kyuhyun pun menurut perintah yang diberikan oleh istrinya. Dalam hatinya ia terus saja bergumam bahwa ini ia lakukan untuk menyenangkan hati anaknya didalam kandungan istrinya itu. Ia terus berlari mengejar penjual yang nampaknya tidak mendengar teriakan Kyuhyun. Malang sekali,ia harus berlari kencang di tengah dinginnya malam. Poor Kyuhyun.

.

.

.

.

.

.

"Jja,aku pulang sekarang. Nampaknya sudah sangat lama aku disini" ucap Yesung dan kemudian ia pun beranjak dari tempatnya.

Ryeowook hanya bisa mengikuti dari belakang saat Yesung berjalan pelan menuju pintu utama mereka. Yesung pun membalikan badannya berniat untuk mengulurkan tangannya dan mengatakan jadwal pembelajarannya besok.

"Menurutmu,hukuman apa yang akan diberikan pada wanita itu?"

"Kau bicara apa?"

"Kasus tadi. Menurutmu,wanita itu apa harus dihukum dengan hukuman berat? Apa ia akan dihukum?"

#TBC#

Annyeong,kembali lagi dengan saya. Maaf updatenya mungkin sedikit lama dari biasanya. Alasannya karna kakek saya baru saja meninggal dunia dan Akun saya ini baru saja dicuri oleh teman sekelas. #PoorDebbie T_T .

Special thanks to : Reviewers yang sudah berbaik hati menyemangati FF abal milik saya lewat kotak review itu. Sekali lagi terima kasih banyak.

SIDERS = Super Slow Update

Gamsahamnida.. semoga bisa berjumpa di chap berikutnya.. :D

Follow me : Im_YesungWife