Tittle : That Should Be Me

Pairing: KyuMin,YeWook,HaeHyuk

Rate: T

Warn: BL,YAOI,M-PREG,OOC

Disclaimer: Kyuhyun dan Sungmin itu saling memiliki. Tapi Sungmin juga milik saya. Yang jelas mereka milik Tuhan,orang tua,nenek,kakek dan sapa aja dah.. Saya hanya pinjam nama. Saya hanyalah yeoja yg Fujoshi dan M-Preg akut.

DON'T LIKE DONT READ . Yang ga suka YAOI atau sesuatu di FF ini tinggal cabut aja dah. Gampang kan? YANG GA SUKA KARAKTER WOOK JADI ANTAGONIS DISINI SILAHKAN OUT AJA TANPA MENINGGALKAN SESUATU YANG DISEBUT BASHING. JIKA ANDA TETAP MELAKUKANNYA,SAYA UCAPKAN BAHWA ANDA BODOH KARNA TIDAK BISA MELIHAT TULISAN SEHITAM EN SEBESAR INI! SAYA TIDAK BUTUH REVIEW ANDA YANG SEPERTI ITU. TERIMA KASIH!

.

.

.

++_++ That Should Be Me ++_++

"Hae,besok sepertinya aku akan mendapatkan jadwal operasi di Rumah Sakit dan mengurus beberapa file yang belum kuteliti. Jadi,seharian besok mungkin aku tidak akan datang kemari" ucap namja itu sambil tersenyum manis ke arah namja yang ia panggil dengan panggilan Hae.

Namun namja itu tetap terdiam tak bergeming dalam posisi duduknya diatas sofa panjang miliknya. Ia menengadahkan kepalanya keatas dan sesekali mengurut pelipisnya yang terasa pegal dan begitu pening. Melihat itu,namja manis yang diketahui bernama Hyukkie itu pun turut mendudukan dirinya tepat disamping Hae.

"Ada apa? Kulihat kau begitu kebingungan?" Hyukkie pun memijat pelan pergelangan tangan kanan milik namja itu.

"Hyukkie,apa aku itu orang yang sangat jahat?" tanyanya sambil menatap kearah Hyukkie.

Hyukkie sedikit mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan yang terkesan ambigu milik namja yang ia cintai itu. Sedikit berpikir dan sedetik kemudian ia pun tersenyum manis dan menggelengkan kepalanya. "Katakan apa masalahmu. Aku masih mempunyai banyak waktu sebelum aku pergi bekerja"

Donghae pun berdiri dari tempatnya dan berjalan menuju balkon rumahnya sambil menutup mata indahnya itu. Namun namja bernama Hyukkie itu hanya dapat mengikuti langkah Hae dan ikut berdiri di balkon tepat disampingnya. Dia sedikit bingung melihat perubahan sikap Donghae yang tiba-tiba. Sebelumnya ia tak pernah melihat bahwa Donghae se gelisah seperti sekarang ini . "Aku seorang pendosa Hyukkie. Kenapa kau masih saja berada di sampingku?"

Hyukkie sedikit tersentak mendengar ucapan milik Donghae. Dia tidak tau apa maksud ucapan milik Donghae. Setahunya, namja yang ia cintai itu tak pernah melakukan kesalahan fatal hingga ia menyebut dirinya sendiri seorang pendosa. "A,apa kau melakukan suatu kesalahan fatal Hae?" tanya Hyukkie dengan suara bergetar.

"Mungkin lebih dari itu. Aku melakukan perbuatan layaknya seorang iblis"

Donghae menengadahkan kedua tangannya dan melihat tangan kekarnya itu. Sedetik kemudian ia pun menangis hingga tetesan air mata miliknya itu terjatuh tepat di atas tangannya yang tengah menengadah.

"A,apa maksudmu?"

"Jangan dekati aku Hyukkie. Hikss.. akuhh.. orang yang sangat jahat.. hikss.. Aku terlalu jauh untuk ikut campur urusan Kyuhyun dan Sungmin"

Hyukkie pun terdiam mendengar penuturan dari Donghae barusan. Mata indahnya itu kini berubah menjadi kelam. Tubuhnya bergetar hebat dan mukanya yang semula memancarkan cahaya keceriaan,kini berganti menjadi wajah yang penuh dengan ketakutan. Ia beringsut mundur dan memilih untuk terduduk di dinding. Tangannya ia taruh disamping ke dua telinganya sambil menggumamkan sesuatu. "Aniya.. aku tidak melakukannya. Dia yang menyuruhku. Bu,bukan aku. Itu semua bukan aku.. aniya!" racau Hyukkie tidak jelas.

Donghae yang melihat Hyukkie begitu histeris seperti layaknya orang kesetanan itu pun segera berlari menghampirinya dan memeluk tubuh kurus itu. Donghae mendekap erat tubuhnya dan membelai lembut rambut milik Eunhyuk sambil sesekali menciumi berulang kali pucuk kepalanya. "Tenang Hyukiie. Ada apa denganmu? Kau kenapa? Katakan padaku!"

"Ani.. ANIYA! Aku tidak melakukannya. Aku bukan orang jahat. Kumohon jangan jauhi aku. Jangan hukum aku. Huwaaaa.. Menyingkir dariku.. PERGI!" racau Hyukkie dengan nada yang semakin keras.

"Hyukkie tenanglah. Aku lah si pendosa itu. Ada apa denganmu? Hyukkie-ah? Tenanglah. Kumohon dengarkan aku!" Gertak Donghae dengan nada yang lebih keras.

"Aku bukan pendosa. Jangan membenciku. Kumohon jangan membenciku Hae. Hikss.. hikss." Ucapannya mulai sedikit melunak setelah mendengar gertakan milik Donghae. Tangannya yang sedari tadi bergetar kini mulai tenang kembali.

"Ne arraseo. Kau itu orang yang sangat baik Hyukkie. Aku tau itu. Tenanglah,sekarang tenangkan dirimu"

"Hikss.. berjanjilah jika kau akan selalu ada di sampingku. Jangan pergi dan jangan membenciku Hae. Kumohon.. Aku takut.. Temani aku" pinta Hyukkie sambil mengenggam tangan Donghae dan mengeratkan pelukannya.

"Jangan takut Hyukkie. Aku pasti akan selalu menemanimu. Percayalah padaku. Kau pasti percaya kan padaku?"

"Hikss.. ne.. Aku selalu percaya padamu Hae" ucapnya dengan sedikit menahan isakan yang keluar dari bibir manisnya.

Keduanya tiba-tiba terdiam menikmati moment kebersamaan mereka yang singkat dan jarang mereka lakukan. Hyukie hanya bisa menatap Donghae dengan pandangan kosong dan tenang dalam dekapan hangat milik pemuda itu. Angin malam yang tengah bertiup kencang menerpa keduanya seakan-seakan menjadi sebuah lullaby terindah bagi Eunhyuk. Seketika hati dan pikirannya menjadi tenang kembali dan semuanya menjadi terasa begitu gelap. Tak perlu menunggu lama,ia pun tertidur dalam pelukan seorang Lee Donghae..

.

.

.

.

.

.

++_++ That Should Be Me ++_++

"Hikss.. Namja itu brengsek sekali. Bisa-bisanya dia meninggalkan yeoja itu sendiri eoh?" Namja manis itu terisak cukup keras dengan pandangan matanya lurus ke depan dan jangan lupakan matanya yang berderai air mata karna sesuatu.

"Sudahlah,itu kan hanya drama, chagi. Cepat suapi aku lagi" Namja tampan yang tengah tertidur itu pun geram melihat namja manisnya menangis hanya karna sebuah drama. Bahkan dulu saat ia terjatuh dari sepeda pun namja manis itu hanya bisa tertawa dan mengejeknya.

"Aishhh arraseo Kyu"

"Aku tidak mau buah anggur,aku ingin apel saja Sungmin yeobo"

Namja yang dipanggil Sungmin pun hanya bisa memutar bola matanya mendengar perintah dari sang suami. Tentu saja Kyuhyun,siapa lagi?

Kyuhyun pun membuka mulutnya lebar-lebar saat tangan milik istrinya tengah memegang sebuah apel yang sudah diiris dan mengarahkan tepat di depan mulutnya.

"Mashita. Lagi min~" Rengek Kyuhyun sambil mengunyah potongan apel didalam mulutnya.

"Sudah habis Kyu. Anggur saja ya? Atau kau mau strawberry,labu atau kau mau makan apa?"

Kyuhyun pun terdiam dan langsung membangkitkan tubuhnya dari pangkuan sang istri. Memang mereka sedang berada di ruang tengah dengan posisi Kyuhyun tertidur diatas sofa panjang dengan beralas tidurkan pangkuan milik Sungmin. Hari ini sekolah mereka memang sedang libur maka dari itu mereka bisa bersantai ria dirumah sambil menonton bersama seharian penuh. Lalu bagaimana dengan Ryeowook? Tentu saja dia sekarang sedang bersama Tutornya pergi kesuatu tempat untuk belajar dan tentu saja dengan sebuah paksaan. Belajar sambil berjalan-jalan,mungkin? Entahlah apa yang sedang ada dipikiran namja berkepala besar itu tetapi Sungmin sangat berterima kasih padanya.

"Aku mau makan min~"

"Makan apa hmm?" ucap Sungmin sambil memegang pipi Kyuhyun.

"Aku ingin makan Samgyupsal min. Aku lapar"

"Arraseo. Aku akan memasakannya untukmu" Sungmin pun beranjak dari duduknya dan bersiap menuju ke dapur.

"Siapa bilang aku menyuruhmu memasak min? Memangnya kau bisa memasak Samgyupsal? Bahan-bahannya pun tidak ada" Kyuhyun pun segera menyusul langkah istrinya kemudian memeluknya dari belakang dan menaruh dagunya di pundak milik Sungmin.

"Hmm.. Benar juga. Tapi kau bilang kau lapar Kyu? kau mau kumasakan apa?"

"Aku tidak ingin kau memasak. Aku ingin mengajakmu makan malam diluar"

"Tapi dua hari yang lalu kan kita sudah makan malam diluar Kyu. Jangan melakukan pemborosan hanya karna kita diberi uang oleh orang tua kita Kyu"

Kyuhyun yang mendengar ceramah dari istri termanisnya itu pun hanya bisa mengerucutkan bibirnya pertanda ia tak suka. "Segera ambil mantel mu min. Kita akan keluar setelah kau sudah siap"

"Kyu,aku tidak mengiyakan ajakanmu kan?"

"Tapi kau harus mau. Kau turuti saja aku,atau kau yang akan kumakan malam ini juga" ucap Kyuhyun sambil mengeluarkan seringainya.

Sungmin sedikit menelan ludahnya mendengar ucapan Kyuhyun. Batinnya,bukankah mereka sudah melakukannya kemarin malam dan rasanya pun masih sangat sakit hingga sekarang. Jika malam ini ia kembali diserang,bisa-bisa single hole-nya akan menjadi lebih sakit dari sekarang. Bisa-bisa besok dia tidak bisa kembali bersekolah seperti biasanya.

"Hmm.. Kenapa Wookie belum pulang juga ya? Ini sudah malam,aku takut dia kedinginan. Yesung hyung membawanya kemana sih?" ucap Kyuhyun sambil melepaskan pelukannya pada Sungmin.

"Mungkin saja ke jurang. Atau ke kandang buaya? Jika iya,aku akan segera membuat Party atas ke babo-an nya yang menghilang" Gumam Sungmin dengan sangat lirih.

"Eh? Kau bicara sesuatu chagi?"

"Hahaha,aniya Kyu"

.

.

.

.

.

Namja berkepala besar itu tak henti-hentinya menggandeng erat tangan namja mungil yang berada disampingnya yang tengah memasang wajah cemberut. Namja mungil itu tak henti-hentinya mengumpat kasar bahkan tak jarang ia ingin membuat namja disampingnya itu menabrak atau ditabrak sesuatu. Yang namja mungil pinta hanya satu. Ia hanya ingin pulang. Ia sudah gelisah sedari tadi memikirkan kegiatan apa yang dilakukan Kyuhyun dan Sungmin seharian ini.

"Hyung. Kajja kita pulang sekarang" ajak Ryeowook sambil menarik tangan Yesung. Namun namja itu tetap tak bergeming dan masih saja serius memandangi beberapa kacamata yang ada dihadapannya.

"Sebentar chagi. Aku sedang memilih kacamata. Menurutmu lebih bagus yang ini atau ini?" Tanyanya sambil mengajukan dua buah kacamata ke arah Ryeowook.

"Aku tidak mau tau Hyung. Cepat kita pulang sekarang. Dan jangan panggil aku dengan sebutan chagi. Hanya Kyuhyun yang boleh memanggilku dengan sebutan itu. Kau dengar hah?"

"Ishhh kau itu berisik sekali. Tidak kusangka suaramu sangat nyaring seperti itu. Ishh baiklah kita pulang sekarang. Kajja chagi"

"Ya! Sudah ku-"

"Diamlah sedikit atau kau ingin aku membungkam mulutmu dengan bibir milikku ini eoh?"

Ryeowook pun terdiam ditempat dan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan miliknya itu sambil menggelengkan kepalanya dengan sangat keras. "Kukatakan padamu ya seonsangnim kurang ajar. Aku hanya milik Kyuhyun. Dan aku hanya mau disentuh oleh Kyuhyun seorang. Oleh suami sah-ku"

"Arraseo,arraseo"

"Dan kukatakan sekali lagi. Lain kali kau tak perlu mengadakan pembelajaran diluar rumah seperti ini dengan cara busukmu itu. Jangan pernah membujuk Kyuhyun-ku untuk menyetujui metode pembelajaran yang kau lakukan. Apa kau tau,akibat dari perbuatanmu itu eoh?"

"Memangnya perbuatanku itu ada akibatnya?" Tanya Yesung dengan santai.

"Kau membuatku tidak memiliki waktu lebih bersama Kyuhyun. Aku tidak suka dan aku sangat tidak suka."

"Katakan saja jika kau cemburu melihat Kyuhyun dan Sungmin hanya berdua dirumah sekarang. Hmm sekarang mereka berdua sedang melakukan apa ya? Di atas meja,sofa atau diatas ranjang?"

"Tutup mulut busukmu itu"

"Busuk? Tadi pagi aku sudah menggosok gigi kok. Sehabis ini juga aku akan membersihkan nya lagi"

"Kau bodoh!"

"Bodoh? Jika aku memang bodoh,bagaimana mungkin aku dapat membangun bangunan mewah dan berstatus sosial tinggi di NewYork itu? Apa aku membangunnya dengan bantuan setan?"

Ryeowook terdiam mendengar ucapan milik Yesung. Jujur saja ia sudah tak memiliki kalimat hinaan apalagi yang akan ditujukan untuk namja dihadapannya ini. Dadanya naik turun pertanda ia lelah setelah pertengkarannya dengan Yesung.

"Seharusnya kau itu sadar Wookie-ah. Sudah berulang kali kukatakan,Sungmin itu juga istri milik Kyuhyun. Jadi ia berhak mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan" ucap Yesung dengan lembut dan melepaskan kacamata yang ia kenakan sambil membersihkannya dengan menggunakan kain putih yang ia ambil dari saku celananya.

Ryeowook sedikit tertegun melihat wajah Yesung tanpa menggunakan kacamata. Meski ia sudah sangat sering melihatnya,namun jujur saja ia tak pernah melihatnya dengan jarak yang sangat dekat seperti ini. Seketika matanya menelusuri tiap lekuk wajah namja bermata sipit itu. Matanya yang sipit terlihat menjadi semakin sipit setelah ia melepaskan kacamatanya.

"Jangan memandangiku seperti itu" Ujar Yesung sambil menengadahkan mukanya dan menatap wajah Ryeowook dengan matanya yang nyaris tertutup.

Entah apa yang tengah dipikirkan Ryeowook,ia pun kemudian mendekatkan dirinya ke arah Yesung dan memegang kelopak mata namja tampan itu. "Mata ini.. Mata ini mirip sekali dengan mata milik Kyuhyun-ku" Gumam Ryeowook.

Meskipun hanya sebuah gumaman,namun jarak mereka yang sangat dekat dapat membuat Yesung mendengar gumaman itu hingga membuatnya tersenyum manis dan menurunkan kedua tangan Wookie dengan pelan. "Eye's reader?" tanya Yesung.

"Hah? Eye's reader?" Jawab Ryeowook yang justru terkesan seperti pertanyaan balik.

"Kau itu memiliki kemampuan membedakan mata milik seseorang,bukan? Kau baru saja melakukannya"

"Tidak,bukan begitu. Hanya saja matamu itu mirip sekali dengan mata milik Kyuhyun-ku. Sorot mata dan warna hitam kelam yang sama persis"

"Benarkah? Apa kau yakin itu wookie-ah?"

"Memangnya kenapa?" ucap Wookie dengan nada malas andalannya. Sepertinya ia sudah kembali ke sifat awalnya beberapa menit yang lalu.

"Menurutku kau itu salah Wookie-ah"

"Bagian mana yang Salah? Bisakah kau berbicara dengan lebih jelas lagi?"

"Aku rasa bukan aku yang mirip dengan Kyuhyun. Tapi Kyuhyun lah yang mirip denganku"

++_++ That Should Be Me ++_++

"Sungmin-ah. Coba lihat ini,manis sekali ne?"

"Aniya! Seleramu norak sekali Kyu. Yang merah muda itu jauh lebih manis daripada pilihanmu itu" Ujar Sungmin sambil meletakan jam tangan yang baru saja disodorkan oleh Kyuhyun.

"Jangan merah muda terus chagi. Aku takut jika anakku menjadi Pink expert seperti eommanya"

"YA! Jadi maksud ucapanmu itu bahwa warna Pink adalah warna yang menjijikan,begitu?"

"Tidak,Sungmin Yeobo. Anu,itu—aku—"

"Apa? Kau tidak bisa menjawabnya kan? Aku tau kalau kau berpikir bahwa warna Pink itu warna yang menjijikan,bukan?"

"Aku tidak berbicara seperti itu,hanya saja-"

Tanpa menunggu ucapan dari Kyuhyun selesai,Sungmin pun segera melangkahkan kakinya untuk segera pergi dari toko jam tangan itu. Langkahnya semakin cepat mendahului suaminya tanpa mendengar suara Kyuhyun yang terus-terusan memanggil namanya. Hingga akhirnya langkah cepat milik Kyuhyun mampu menyusul langkah Sungmin dan menghentikannya. "Jangan begitu chagi. Dengarkan aku. Jangan marah ne. Jebal~"

Sungmin hanya bisa terdiam dan menekuk kedua tangannya didada sambil mengerucutkan bibirnya seakan memancing pikiran Pervert Kyuhyun untuk segera melahap habis bibir pulm itu. "Dengarkan aku min"

"Shirheo"

"Minnie min, maksudku sebenarnya itu kita kan tidak tau jika uri aegya adalah seorang Yeoja. Aku hanya takut jika ternyata dia adalah seorang namja dan menjadi Pink Expert sepertimu. Kalau yeoja sih tak apa"

"Arghhh kau menyebalkan Kyu. Itu sama saja kau mengatakan jijik denganku. Bukankah aku namja dan aku seorang Pink Expert?"

"Minnie-ah. Jangan seperti itu,aku hanya- "

DEGGG!

Kyuhyun tiba-tiba terdiam melihat sesuatu dihadapannya. Pandangan matanya tiba-tiba berubah menjadi tajam dan penuh dengan sorot kebingungan. Dihadapannya sekarang terdapat sebuah toko besar dengan arsitektur menarik dan terkesan sangat mewah. Matanya terus bergerak kekanan dan ke kiri dengan gelisah. Sekelebat suara dan bayangan pun mulai muncul diotaknya seakan sebuah film drama yang tengah diputar ulang dengan cepat.

"Hei,apa kau menyukainya? Aku sudah memesannya beberapa bulan yang lalu untukmu"

"Sudah kukatakan jangan melakukan hal yang tidak perlu"

"Apanya yang tidak perlu chagi? Ini adalah sebuah benda yang akan mengikat kita sampai kapanpun. Hingga dunia tak berpihak dengan kita sekalipun,kita akan tetap bersama. Hei,bukankah cincin ini sangat cantik?"

Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan sangat kencang dan memegang kepala layaknya seseorang yang tengah frustasi hebat. "Aghhhhh.. siapa mereka?" Kyuhyun mulai menggeram sambil memegang kepalanya yang entah kenapa terasa sangat pening saat ini. Suara itu terus bermunculan dan tidak lupa bayangan kedua namja yang tengah memegang dan menautkan cincin dijari pasangannya pun ikut menyertai. Bayangan wajah sosok itu terlihat buram dalam ingatannya seakan ada sesuatu yang menghalangi. Namun yang membuat Kyuhyun bingung,siapakah sosok yang muncul tiba-tiba dalam otaknya itu? Apa hubungannya sosok itu dengan Kyuhyun yang seakan memaksanya untuk mengais lebih banyak tentang sosok misterius itu? Kenapa mereka selalu saja muncul dalam waktu tiba-tiba?

"Kenapa? Kenapa suara dan sosok itu muncul kembali? Siapa mereka?" ucap Kyuhyun sambil terduduk diatas tanah sambil memegangi kepalanya yang berdenyut-denyut sedangkan Sungmin hanya mampu berteriak meminta tolong pada siapapun yang berjalan melewatinya.

.

.

.

.

.

"Sudah lebih tenang Hyukkie-ah?" Namja tampan itu memberikan secangkir coklat panas kepada namja bernama Hyukkie itu dan memilih untuk duduk bersila dibawahnya.

"Ne,gamsahamnida Hae-ah" ucapnya sambil menyeruput coklat panas itu hingga membuatnya semakin terlihat nyaman dari sebelumnya.

Donghae hanya mampu terdiam sambil menatap lekat-lekat sosok manis yang tengah meminum coklat panas miliknya itu. Dalam hatinya,dia merasa jika sosok dihadapannya itu pun sama dengannya sekarang. Mereka sedang terlilit dalam masalah berat yang sulit mereka selesaikan hingga membuat mereka begitu tertekan dengan semuanya dan terasa muak jika mengingat kembali apa yang telah mereka lakukan. "Bagaimana? Apa kau mau menceritakannya padaku?" ucap Hae saat melihat Hyukkie meletakan kembali cangkir berisi coklat panas buatannya itu.

Hening. Hyukkie hanya bisa terdiam mendengar pertanyaan Donghae yang entah mengapa justru seakan terdangar seperti sebuah permintaan. Eunhyuk mengerti,saat ini Donghae sudah terlihat sangat jelas bahwa ia sedang menunggu penjelasan darinya.

"Jika kau ingin tau,kau bisa bertanya langsung pada Yesung. Dia akan menjadi kunci dari semua ini. Aku sudah menceritakan semuanya pada pemuda itu"

"Kunci? Semua? Apa yang kau maksudkan 'Dari semua' itu?"

"Tentu saja masalah milik Kyuhyun dan Sungmin. Segera selesaikan. Aku sudah muak menahan semuanya"

Donghae terdiam sejenak mendengar penuturan dari Hyukkie barusan. Dia sendiri tak menyangka jika Hyukkie pun akan ikut terlibat dalam masalah Kyuhyun dan Sungmin. Tangannya sedikit tergepal melihat sebuah masalah kecil yang entah mengapa semakin besar saat mereka mencoba menggampangkannya.

"Kita akan berkumpul bertiga di sini,di tempat ini. Aku,kau dan juga Yesung"

"Tapi besok aku ada jadwal operasi Hae"

"Kalau begitu lusa. Lusa kita harus sudah berkumpul disini. Segera selesaikan semuanya,aku pun sudah muak dengan semua ini. Aku tidak bisa semakin lama melihat mereka saling menyakiti" ucap Donghae Final.

#TBC/END?#

A/N: Maaf disini saya memang sengaja memberikan konflik yang sedikit rumit karna memang itu yang terlintas dipikiran saya. Dan sepertinya saya akan memunculkan beberapa moment mereka dulu,karna sepertinya saat menuntas konflik mereka ber enam nanti akan berkurang moment milik mereka. Sejenak saya kehilangan semangat menulis saat melihat kurangnya apresiasi dari readers pada FF milik saya ini. Mungkin FF saya semakin membosankan dan saya menyadari itu. Tapi saya tetap berusaha untuk para reviewers yang telah menyemangati saya. Maaf sekali jika FF abal ini semakin tidak bermutu dan membuat kalian kecewa. Jujur saja,saya sedih dan malu sendiri melihat FF abal ini yang semakin ngalor ngidul kagak ngeh. Saya sedikit hilang semangat melihat SIDERS yang semakin WOOWW jumlahnya.

BIG THANKS TO: Semua yang sudah membaca mereview dan memberi semangatnya pada saya. Review dari kalian benar-benar memberi semangat saat saya mengalami buntu ide. Tidak henti-hentinya saya ucapkan thank you pada semua yang sudah mereview FF ini. ^^ *Bow*

Mind to review? ^^

Bisakah para SILENT READERS memberikan saya sebuah review pada FF ini? ^^

Tertanda

Debbie KyuMinYeWook Aegya