Tittle : That Should Be Me
Pairing: KyuMin,KyuWook
Rate: T
Warn: BL,YAOI,M-PREG
Disclaimer: Kyuhyun dan Sungmin itu saling memiliki. Tapi Sungmin juga milik saya. Yang jelas mereka milik Tuhan,orang tua,nenek,kakek dan sapa aja dah.. Saya hanya pinjam nama. Saya hanyalah yeoja yg Fujoshi dan M-Preg akut
DON'T LIKE DONT READ . Yang ga suka YAOI atau sesuatu di FF ini tinggal cabut aja dah. Gampang kan?
Previous Chapter-
"Kunci? Semua? Apa yang kau maksudkan 'Dari semua' itu?"
"Tentu saja masalah milik Kyuhyun dan Sungmin. Segera selesaikan. Aku sudah muak menahan semuanya"
Donghae terdiam sejenak mendengar penuturan dari Hyukkie barusan. Dia sendiri tak menyangka jika Hyukkie pun akan ikut terlibat dalam masalah Kyuhyun dan Sungmin. Tangannya sedikit tergepal melihat sebuah masalah kecil yang entah mengapa semakin besar saat mereka mencoba menggampangkannya.
"Kita akan berkumpul bertiga di sini,di tempat ini. Aku,kau dan juga Yesung"
"Tapi besok aku ada jadwal operasi Hae"
"Kalau begitu lusa. Lusa kita harus sudah berkumpul disini. Segera selesaikan semuanya,aku pun sudah muak dengan semua ini. Aku tidak bisa semakin lama melihat mereka saling menyakiti" ucap Donghae Final.
++_++ That Should Be Me ++_++
Namja tampan itu tengah terduduk diatas kasur yang menggunakan bed cover berwarna biru muda kesukaannya. Tatapan matanya kosong,namun entah mengapa di pikirannya begitu banyak bayangan-bayangan yang seakan beradu untuk meminta sang pemiliknya untuk mencari tau darimana bayangan itu berasal. Namun sang pemilik hanya dapat terdiam. Dia memang selalu terdiam tak bergerak ketika bayangan itu selalu muncul dalam ingatannya. "Siapa mereka? Kenapa mereka selalu dan selalu muncul dalam ingatanku?"
Setelah lama terdiam memikirkan semua hal yang tidak ia ketahui, ia pun mendesah berat dan menyerah dengan segala hal yang ada di pikirannya. Karna bosan,ia pun bangkit dari posisi duduknya dan menuju salah satu kamar istrinya yang akhir-akhir ini jarang ia temui.
"Sedang apa chagi?" Namja itu melayangkan sebuah pertanyaan saat melihat istrinya itu tengah bersandar di kepala ranjang sambil mengelus perutnya yang buncit.
"Ah Kyuhyun-ah? Kau mengagetkanku saja" ucapnya sambil melayangkan buku yang baru saja ia baca sambil menggembungkan pipinya.
Kyuhyun terkekeh melihat tingkah imut yang dilakukan oleh istrinya barusan. Ia pun memilih untuk ikut merangkak ke atas ranjang dan merebahkan dirinya disamping istrinya yang tengah bersantai.
"Wookie-ah sebentar lagi kau melahirkan tapi kenapa kita belum menyiapkan nama hmm?" Kyuhyun bertanya sambil meletakan tangannya diatas perut milik istrinya itu.
"Bukannya itu tugas kau sebagai suami? Hmm kalau begitu lekas beri dia nama"
Kyuhyun pun terdiam sambil meletakan satu jarinya didagu pertanda ia sedang mengajak otaknya untuk berpikir bersama. Semenit kemudian ia pun tersenyum manis kea rah istrinya. "Bagaimana kalau KyuWook?"
Wookie sedikit mengernyitkan dahi pertanda tak setuju. "Ahh menggelikan. Memang bagus sih perpaduan nama kita,tapi kedengarannya aneh" Tolak Ryeowook dengan nada halus.
"Yang membuatnya aneh kan karna namamu"
"Aishhh dasar menyebalkan. Sudahlah terus apa lagi?"
"Ermmm bagaimana kalau RyeoKyu,KyuYeo?"
"Jika aku memanggilnya dengan nama itu pasti semua tetangga akan mengira bahwa aku sedang memanggil seekor anjing"
Kyuhyun merengut. Sejujurnya dia sudah tidak menemukan lagi nama yang terkesan bagus untuk anak mereka. Kyuhyun pun sadar jika nama yang baru saja disebutkan,mengingatkannya pada anjing besar milik tetangga sebelah yang sering mengonggong jika Kyuhyun berteriak kelaparan di tengah malam.
"Kyu? Wajahmu telihat sedikit pucat. Apa kau baik-baik saja?"
Kyuhyun terdiam (lagi) mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh istrinya. Mau tidak mau,ia harus kembali mengingat beberapa sosok misterius dalam ingatannya.
"Akhir-akhir ini otakku sedikit konslet chagi"
"Kenapa memangnya? Kau pasti karna terlalu banyak belajar kan?"
"Hahaha banyak belajar tidak akan membuat otak jenius ku konslet justru semakin tajam" Ujar Kyuhyun sambil mencubit pipi istrinya.
"Kalau begitu kenapa?"
Kyuhyun mendesah berat dan sedetik kemudian ia pun menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh istrinya itu. "Ada sosok yang tidak kuketahui siapa dan apa selalu berkelebat dalam pikiranku. Aku pusing dengan semuanya"
Wookie sedikit mengerucutkan bibirnya pertanda ia tak mengerti dengan ucapan suaminya. Sedikit berpikir dan tiba-tiba ia teringat kemudian ia pun tersentak saat mengetahui siapa sosok yang sebenarnya ada di dalam pikiran suaminya. Dengan cepat ia letakan tangannya di samping kedua pipi suaminya itu dan menatapnya tajam. "Jangan pikirkan mereka. Lupakan. Mereka orang jahat"
Kyuhyun sedikit merengut mendengar penuturan dari istri pertamanya dan setelah itu melepaskan tangan istrinya yang masih bertengger manis di pipinya dengan pelan.
"Kenapa? Memangnya mereka siapa?"
"Mereka orang jahat. Apa kau tau? Dulu kau hampir saja dibunuh oleh mereka" Ucap Wookie gelisah dan tentu saja penuh dengan kebohongan.
"Jeongmalyo? Kenapa aku tidak mengingatnya? Dan kenapa mereka muncul dalam pikiranku? Kenapa tidak langsung menyerangku saja jika mereka berniat membunuhku. Apa mereka berniat membunuhku melalui pikiran?"
SKAK MAT! Ryeowook nampaknya sedikit bingung dengan apa yang akan ia katakan. Berbicara dengan seorang Kyuhyun memang perlu perhitungan jika kau tidak ingin kalah debat.
Tetapi nampaknya keberuntungan tengah memihak pada Cho Ryeowook. Nyatanya kini Kyuhyun yang merasa istrinya bungkam dan terdiam sedari tadi pun memilih mengalah daripada memperpanjang sesuatu yang justru ia tidak pernah tau."Argghhh aku pusing chagi. Bagaimana kalau-"
TOkkk.. tokkk! Sebuahketukan pintu tiba-tiba saja menginterupsi perkataan sang uri gamer. Mereka berdua pun sontak menengok ke arah sumber suara.
"Kyu? Apa kau ada didalam bersama Wookie-ah?"
Wookie sedikit merengut mendengar suara yang baru saja ia dengar dari balik pintu kamarnya. Suara itu atau lebih tepatnya bukan hanya suara itu yang ia benci. Tapi seluruhnya yang ada dalam sosok itu. Tetapi berbeda dengan suaminya. Kini Kyuhyun tengah tersenyum manis mendengar suara yang ia ketahui milik Sungmin,istri keduanya yang sangat manis. "Ne. Ada apa chagi?"
"Umma baru saja datang Kyu. Dia sedang menunggumu di ruang tengah. Cepat keluar,jangan buat orang tuamu menunggu"
"Ne aku akan segera keluar"
Dengan cepat Kyuhyun pun berdiri dan berjalan keluar menuju pintu kamar Wookie. Sebelum ia sepenuhnya menghilang dari hadapan Wookie,dia sedikit menyembulkan kepala dan tersenyum manis ke arahnya. "Jangan terlalu lelah ne. Dan teruslah memakai pakaian seperti itu. Kau membuatku horny"
BRAKK! Dan pintu itu tertutup terlebih dahulu sebelum Wookie melayangkan boneka jerapah yang sedang duduk disampingnya. Memang saat ini Wookie tengah memakai kemeja kebesaran milik Kyuhyun dan hanya memakai celana dalam saja. Usia kandungannya yang semakin tua,membuat semua pakaiannya benar-benar tidak muat saat ia mencoba memakainya.
"Lupakan masalah tadi. Sekarang aku harus mencari tau tentang dia"
Dengan cepat diraihnya Laptop yang terduduk manis disamping kirinya yang baru saja ia gunakan untuk aktivitas mendownload sebelum Kyuhyun mengunjunginya di kamar.
"Ok-Jongie NewYork University. Hmm nama yang aneh untuk ukuran sebuah universitas. Aneh sekali universitas aneh ini bisa sebesar dan semegah ini"
Ryeowook terus dan terus berkutat pada layar laptopnya yang tengah memunculkan beberapa informasi tentang Universitas milik Yesung. Ia memang sempat mencatat nama universitasnya saat ia mencoba meminjam buku milik Yesung yang jelas-jelas pernah Yesung katakan bahwa buku itu adalah buku pinjaman dari perpustakaan milik Universitasnya. Dan inilah kesempatannya untuk mencari tau lebih tentang sosok Yesung.
"Apa-apaan ini? Semuanya benar-benar di jaga ketat. Hanya penduduk Universitasnya saja yang bisa melihat siapa pemilik Universitas ini"
Ia pun mencoba mengetikkan nama Kim Ye Sung pada kolom bagian search saat ia melihat beberapa nama dan foto yang ia duga sebagai seorang dosen di Universitas itu. "Pasti bisa jika kucari disini. Dia kan pernah bilang bahwa selain sebagai pemilik dia juga seorang dosen. Hmm Kim Yesung. Dimana kau kepala besar? Seharusnya mencarimu itu mudah"
Lama sekali ia menunggu Loading yang tertulis di layar laptop membuatnya sedikit jengah namun hingga akhirnya sebuah tulisan yang muncul mampu membuatnya sedikit membelalakan matanya. 'Search is Not Found'
"Kenapa? Kenapa namanya tidak ada dalam pencarian?"
.
.
.
.
.
Kyuhyun tengah asik berbaring dipangkuan ummanya dengan memainkan sebuah PSP yang baru saja diberikan oleh umma tercintanya. Umma Kyuhyun memang sengaja datang untuk menjenguk keadaan anaknya setelah mendapat kabar beberapa hari yang lalu dari Sungmin bahwa Kyuhyun kembali pingsan sambil merintih kesakitan pada bagian kepalanya. Persis sepeti hari-hari sebelumnya.
Dengan lembut ia belai rambut milik sang anak yang berwarna coklat ikal itu dan kemudian menepuk pundaknya dengan pelan. "Inilah akibat jika kau tidak mendengarkan umma"
Kyuhyun mendengus kesal untuk kesekian kalinya saat mendengar ucapan yang sama diulangnya berulang kali padanya. "Mendengarkan apa Umma? Apa aku pernah mencoba berani padamu? bukankah aku adalah anak yang selalu menuruti kemauan umma?"
"Kau pikir dengan menikahkan kau di usia dini itu termasuk kemauan umma? Itu adalah paksaan darimu kan? Mana mungkin umma menolak anak umma satu-satunya sekarang. Terlebih anak itu sangat tampan dan pintar seperti ini. Kau itu belum bisa berumah tangga chagi" Ujarnya sambil mencubit pelan pipi Kyuhyun hingga sang pemilik sedikit meringis kesakitan.
"Untuk masalah itu memang pengecualian umma"
"Lihatlah,kau itu masih bocah. Masih hoby bermain PSP,bermanja pada umma dan-"
"Sshhh umma jangan diteruskan. Kalau istriku dengar bisa malu aku"
Dengan cepat ia mem-pause kan permainannya dan mengubah posisinya menjadi duduk disamping umma tercintanya. "Memangnya kenapa? Dulu kau juga pernah merengek pada umma untuk minta di nikahkan dengan seseorang"
"Ishhh ya aku tau. Aku memang meminta dinikahkan dengan Wookie beberapa bulan yang lalu. Umma sudah puas?" ucapnya sambil menaikkan satu kaki di atas meja. Benar-benar anak yang tidak sopan. Ya tapi memang itulah Cho Kyuhyun.
Umma Kyuhyun yang bernama Heechul kini sedikit mengernyitkan dahinya pertanda ada yang sedikit salah dengannya. Dia merasa sepertinya bukan itu yang ia maksud. "Ah iya aku pun ingat Kyu. Dulu kau pernah merengek juga pada umma tapi namanya kalau tidak salah.. ermmmm.. siapa ya?"
Kyuhyun yang sedari tadi sibuk dengan acara menonton tv-nya pun kini mengalihkan pandangannya kea rah Heechul. "Ryeowook kan? Aku memang meminta untuk dinikahkan dengannya?"
"Bukan chagi. Dulu sewaktu kau sehabis pulang sekolah kau merengek sambil memeluk kaki umma untuk meminta agar dinikahkan dengan seseorang yang sangat manis dan cantik. Siapa ya,hmm?"
Hening. Heechul tengah sibuk berkutat dengan kejadian yang terjadi hampir satu tahun yang lalu. Ia sedikit menengadahkan kepalanya ke atas dan Kyuhyun hanya bisa terdiam memandangi tingkah ummanya yang aneh. "Oh ya aku ingat. Kalau tidak salah kau menyebutnya Minnie BunnyMing. Kelinci gendut yang manis. Ahh iya benar itu" Heechul berujar dengan ekspresi yang begitu antusias.
"Minnie BunnyMing? Sepertinya aku cukup kenal dengan nama itu"
"Mollaeyo chagi" Heechul menjawab sambil mengedikkan bahunya pertanda ia tak mengerti.
"Maksudnya Minnie itu Sungmin?" Kyuhyun pun bertanya dan menatap tajam ummanya dan jangan lupakan ekspresi nya yang terlihat bingung.
"Mungkin saja. Umma tidak tau. Yang penting umma bersyukur sekali pada Tuhan karna sekarang tingkahmu sudah tidak seperti dulu lagi. Kau normal setalah kecelakaan itu"
"Normal? Normal apanya? Apa maksud omonganmu sih umma? Kenapa semua orang hari ini banyak yang berbicara aneh padaku sih?" Kyuhyun begitu frustasi mengingat banyak sekali orang yang membuatnya bingung dengan ucapan mereka hari ini. Dimulai dari Sungmin yang mengatakan bahwa mereka pernah membeli cincin di toko tepat Kyuhyun jatuh pingsan didepannya,Ryeowook yang memberitahu bahwa dirinya sempat dikejar pembunuh, hingga kemudian sekarang umma nya sendiri memanjatkan puji syukurnya pada Tuhan karna kenormalan-nya.
'Apa mungkin dulu itu aku orang yang menyebalkan hingga akhirnya ada seorang pembunuh yang ingin menangkapku? Atau- aishhh ada apa sebenarnya?" Ucapnya dalam hati.
++_++ That Should Be Me ++_++
Donghae sedari tadi tengah sibuk menatap jam dinding berwarna Pink pemberian dari Sungmin. Meskipun ia membenci warna Pink,tapi sebisa mungkin dia akan menerima apa saja yang akan diberikan oleh Kelinci manis kesayangannya. Terlebih jika Sungmin memberikan hatinya pada Donghae. Dia akan merasa menjadi manusia paling bahagia di dunia.
"Sudah dua jam aku menunggu dia. Kemana Yesung sekarang?"
"Dia pasti akan segera datang Hae" ucap Hyukkie menenangkan sahabatnya sambil memijat pelan pundak Donghae.
"Kemarin dia sudah menunda pertemuannya dengan kita. Lantas dia ingin apa lagi? Dia ingin mengatakan alasan apa lagi?" Donghae kemudian mengambil tangan Hyukkie dari pundaknya dan kemudian menarik sosok itu untuk dia peluk dengan erat. Memang kebiasaan Donghae jika sedang gelisah,pasti selalu saja ia membutuhkan sebuah kehangatan milik Hyukkie.
"Tenanglah Donghae. Dia pasti akan datang"
"Kau itu seperti malaikat Hyukkie-ah. Kau baik sekali denganku" ucapnya sambil menyembunyikan kepalanya di ceruk leher milik Eunhyuk.
"Setelah kau mengetahui kebusukan milikku,kau masih mau mengatakan bahwa aku ini bagaikan seorang malaikat?"
"Semua orang juga pernah melakukan kesalahan"
"Tapi dosa ku besar Hae. Aku menghancurkan orang lain. Aku,aku-"
Mendengar isakan yang kembali keluar dari bibir mungil Eunhyuk,Donghae pun segera memeluknya dengan sangat erat melebihi pelukan yang sebelumnya. "Shhshh tenanglah. Bukan hanya kau,tapi aku pun begitu. Aku jauh lebih jahat darimu"
"Tapi Hae,aku-"
Belum selesai Hyukkie dengan ucapan yang hendak ia lontarkan,tiba-tiba pintu apartement terbuka dengan sangat keras hingga menimbulkan bunyi debuman yang lumayan kuat. Sesosok namja tampan dengan kacamata yang selalu bertengger manis di wajahnya kini tengah berjalan dari arah pintu dan langsung menarik tangan Donghae kemudian mencengkram kerah bajunya dengan erat.
"Kemari kau Hae!"
"Yesung! Apa yang kau lakukan pada Donghae" Hyukie berusaha menahan pegangan tangan Yesung saat mencoba mencekik kuat leher Donghae. Ia terus berusaha hingga akhirnya tangan Yesung berhasil lepas dari leher mulus milik Donghae.
"Ada apa denganmu.. uhukk..uhukk.. hyunghh"
Yesung mendecih melihat salah satu sahabatnya tengah kesakitan akibat perbuatannya barusan. Namun ia mencoba tidak peduli,karna hatinya sekarang lah yang jauh lebih sakit. Dia merasa kecewa baik dengan dirinya sendiri maupun sahabatnya. Dia menyesal karna dulu ia telah meninggalkan seseorang yang begitu ia cintai. Dia menyesal jika seseorang yang membuatnya berhasil seperti sekarang kini harus hancur ulah salah satu sahabatnya. 'Dia pasti sangat menderita selama ini. Aku tau bahwa kau lah yang paling menderita Wookie-ah. Maafkan aku atas keegoisan ku dulu' ucapnya dalam hati sambil menahan air yang terbendung di dalam mata indahnya.
"Hyung,ada apa?" Donghae mencoba berdiri dan menyentuh lengan Yesung.
"Kau pikir aku bodoh eoh?"
"Apa maksudmu Hyung? kumohon katakan dengan jelas"
Yesung sedikit menarik nafasnya untuk mengisi beberapa pasokan oksigen yang sedikit berkurang setelah berlari dari tempat ia memakirkan mobilnya hingga menuju apartement Donghae. Terlebih lagi ia sedari tadi berkata dengan intonasinya yang cukup keras dan tinggi.
"Kau! Kau itu adalah ayah dari bayi yang Wookie kandung. Benar begitu kan?"
#TBC#
A/N: Maaf untuk masalah punya Donghae memang sudah saya pikirkan saat saya sebelum menulis FF ini. Jadi intinya tidak bisa protes karna memang inti masalah Donghae mutlak seperti ini. Ikuti saja apa yang terjadi sebenarnya ^^
Kecuali dengan adanya Yesung dan Hyukkie itu adalah Request dari beberapa readerdeul yg membaca. Konfliknya ga ribet kok kalau misalnya bacanya pelan-pelan,dipahami,dihayati dan diteladani (?). Beneran deh ga sulit kok.
Buat yang Protes kenapa lama updatenya, hiksss maafkan saya karna sebenarnya saya menunggu reviewnya sampai 600 dulu.. Eh ternyata berhenti Cuma sampe 596 doang. Ya sudahlah.. Tapi saya cukup senang dgn adanya SIDERS yang mau nongol memberikan sepatah patah (?) tulisannya di kotak review.
Special thanks to : Yang udah kasih REVIEWnya sama saya untuk FF abal ini. Terimakasih untuk masukan dan kritiknya walau pun ada kritikan yang rasanya kayak Lombok Ijo tapi tetap saya terima. Terima kasih banyak. Berkenankah kalian me REVIEW kembali chap ini? ^^
SIDERS WOOWW: Super Slow Update. #ini ciyuss lohh xD
Jangan lupa kunjungi FF saya yang baru kemarin di Publish berjudul Our Second Life ya. Silahkan R&R disana dan juga disini. ^^ Sampai jumpa..My Twitter: Im_YesungWife
