Tittle : That Should Be Me
Pairing: KyuMin,YeWook,EunHae
Rate: T
Warn: BL,YAOI,M-PREG
Disclaimer: Kyuhyun dan Sungmin itu saling memiliki. Tapi Sungmin juga milik saya. Yang jelas mereka milik Tuhan,orang tua,nenek,kakek dan sapa aja dah.. Saya hanya pinjam nama. Saya hanyalah yeoja yg Fujoshi dan M-Preg akut
DON'T LIKE DONT READ . Yang ga suka YAOI atau sesuatu di FF ini tinggal cabut aja dah. Gampang kan?
Previous Chapter-
"Hyung,ada apa?" Donghae mencoba berdiri dan menyentuh lengan Yesung.
"Kau pikir aku bodoh eoh?"
"Apa maksudmu Hyung? kumohon katakan dengan jelas"
Yesung sedikit menarik nafasnya untuk mengisi beberapa pasokan oksigen yang sedikit berkurang setelah berlari dari tempat ia memakirkan mobilnya hingga menuju apartement Donghae. Terlebih lagi ia sedari tadi berkata dengan intonasinya yang cukup keras dan tinggi.
"Kau! Kau itu adalah ayah dari bayi yang Wookie kandung. Benar begitu kan?"
++_++ That Should Be Me ++_++
"Kau! Kau itu adalah ayah dari bayi yang Wookie kandung. Benar begitu kan?"
Hyukkie tersentak mendengar suara Yesung yang begitu menggema dan terkesan kasar. Namun yang sesungguhnya bukanlah hal itu yang berhasil membuatnya tersentak,tetapi Pernyataan Yesung lah yang membuatnya jauh lebih mengejutkan dari sekedar suara kerasnya.
Donghae terdiam. Dia hanya mampu menundukan kepalanya mendengar ucapan Yesung. Sedari tadi ia hanya bisa berdiri mematung tanpa menjawab Ya maupun Tidak.
"Yesung,apa maksudmu? Kenapa kau berbicara seperti itu pada Donghae?" Hyukkie menghampiri Yesung yang tengah berjongkok di atas lantai sambil menarik-narik rambutnya.
Yesung tak menjawab. Dia hanya bisa menarik-narik rambutnya sambil menggeram pelan dan mengumpat kasar ke arah Donghae.
Eunhyuk yang melihatnya pun kini menarik tangan Yesung dan menariknya untuk berdiri. Kedua tangannya ia genggam dan menatap mata Yesung dengan penuh kehangatan.
"Katakan. Kumohon ada apa?" Mohon Hyukkie pada Yesung.
Yesung hanya terdiam menatap wajah Hyukkie yang sarat akan kesedihan. Dia mengerti jika Hyukkie pun juga termasuk korban dalam semuanya. Sedari awal ia tak mau mengikuti arus permasalahan mereka,hatinya yang juga terlalu baik tak tega saat melihat Ryeowook menderita. Ia sama sekali tidak menginginkannya. Ia hanya berniat membantu tanpa melihat resiko apa yang akan ia dapat nanti juga akan menyakiti dirinya sendiri.
"Aku hanya menduga-duga Hyukkie-ah. Karna aku mendapat semua kemungkinan itu dari Kyuhyun sendiri" Yesung menjawab sambil menghapus air matanya yang mengalir deras sedari tadi.
"Dari Kyuhyun? Apa yang ia katakan padamu?" Tanya Eunhyuk dengan ekspresi bingungnya.
Yesung terdiam dan kemudian berjalan menjauhi Eunhyuk. Ia melepaskan kacamatanya dan menaruhnya diatas meja nakas yang berada tak jauh dari ia berdiri.
Yesung menghela nafas beratnya dan mulai berkata. "Dua hari yang lalu sewaktu aku akan mulai mengajar Ryeowook,aku sedikit berniat untuk mengenal Kyuhyun lebih jauh. Aku ingin tau seperti apa sosok Kyuhyun yang berhasil mendapatkan Sahabatku dan juga Wookie. Dia mencurahkan semuanya padaku bahwa dia sangat bahagia memiliki mereka. Dia merasa bagaikan sebuah bunga Petunia yang berhasil meraih Langit Biru yang selama ini ia impikan. Dengan arti dia tidak menyangka bisa memiliki seseorang sesempurna keduanya"
Yesung terdiam,sedikit mencoba menenangkan hatinya untuk menceritakan kembali apa yang Kyuhyun katakan. "Karna terlalu bahagia,Kyuhyun selalu menjaga keduanya saat pertama mereka menikah. Mereka tidak pernah diijinkan untuk keluar dari rumah kecuali dengan diawasi langsung oleh Kyuhyun. Tidak ada yang diijinkan masuk oleh Kyuhyun kecuali kerabat dekat miliknya dan juga teman-teman milik Ryeowook dan Sungmin. Kyuhyun takut jika mereka berdua akan dilukai oleh orang yang dikenal selama ini sering mencari tau tentang kelemahan dari keluarga besar Cho,mengingat betapa suksesnya mereka di Korea"
Hening. Sepertinya Yesung (kembali) untuk mencoba menetralkan desiran-desiran halus di tubuhnya yang nyaris membuatnya menitikan air mata. "Hingga akhirya aku mengetahui bahwa Ryeowook sekarang tengah mengandung delapan bulan dari usia pernikahannya yang baru memasuki bulan kesepuluh"
Hyukkie sedikit mengernyitkan dahinya. Ia merasa itu wajar-wajar saja. Bukannya kehamilan seseorang bahkan dapat diketahui setelah mereka melakukan hubungan intim kurang lebih dua minggu setelahnya.
"Lalu kenapa kau menyalahkan Donghae?" Hyukkie berucap sambil menatap sendu ke arah Donghae yang tengah meringkuk dilantai dan tersenyum kecut mendengar penjelasan Yesung.
"Semuanya terasa janggal saat mengingat Kyuhyun mengatakan bahwa ia menyentuh Sungmin dan Ryeowook pertama kali saat usia penikahannya memasuki bulan kedua akhir. Saat dirinya sudah merasa siap untuk berhubungan dengan mereka. Mungkin Kyuhyun tidak sampai berpikir jika mereka melakukan pada bulan kedua akhir,maka benih itu akan mulai terbentuk pada beberapa jam setelah berhubungan dan itu berarti adalah awal bulan ketiga. Jika pun itu anak Kyuhyun seharusnya Wookie mengandung anak dari benih-nya sekarang bukanlah delapan melainkan tujuh bulan. Lantas siapa yang menidurinya terlebih dahulu sebelum Kyuhyun?"
Yesung sedikit melirik ke arah Donghae dan berjalan ke arahnya. "Dia juga mengatakan bahwa hanya ada satu orang asing yang ia ijinkan untuk masuk ke dalam rumahnya itu mengingat dia adalah sahabat baik milik salah seorang istrinya"
Hyukkie tercekat mendengar ucapan terakhir Yesung. Entah kenapa tubuhnya jadi ikut bergetar dan merasakan firasat yang buruk setelah Yesung mengatakan lebih rinci dari semua permasalahan ini.
Yesung pun menarik kerah Donghae dan mengangkatnya ke atas hingga membuat posisi Donghae yang semula tengah bersimpuh kini berdiri dan terangkat ke atas dengan paksa. "Hanya satu dan dia bernama Lee Donghae" ucapnya dengan nada bergetar.
Donghae pun tak gentar,ia ikut memandang lebih dalam ke arah bola mata milik Yesung. Ia dapat melihat sorot kemarahan,kecewa,dan juga sedih mencampur menjadi satu dalam bola mata indah yang tak tertutup oleh bingkai kaca yang sering menghalangi pandangan orang untuk melihat lebih dalam pada mata indahnya.
"Seperti yang kau duga Hyung. Aku memang pernah meniduri Ryeowook"
DEG!
Perkataan itu lolos dengan mudah dan santainya dari mulut seorang Lee Donghae. Hancur sudah hati seorang Eunhyuk yang terkenal ceria dalam menjalani harinya. Ia menangis sejadinya sambil menutupi mulut mungil itu dengan menggunakan kedua tangannya bermaksud untuk meredam isakan perih bagi siapapun yang mendengarnya.
Kilatan-kilatan kemarahan muncul dalam bola mata Yesung. Sedari tadi ia berdoa dan terus berdoa berharap Donghae mengatakan Jawaban 'tidak' padanya. Seperti yang ia katakan sebelumnya, dia hanya menduga-duga dari semua kemungkinan yang diberikan oleh Kyuhyun. Kyuhyun sendiri yang sangat senang mendengar istrinya hamil,tentu saja tidak memikirkan tentang perihal kejanggalan pada usia kandungan Ryeowook. Kebahagiaan yang menyelimuti membuatnya tak ingin memikirkan hal lain selain membahagiakan seorang manusia bernama Ryeowook.
Yesung mulai melepaskan genggamannya pada kerah baju Donghae. Ia memundurkan langkahnya dan beringsut tepat di pojok dinding ruangan. Melihat itu,Donghae pun berdiri dan bermaksud mendekat ke arah Yesung. "Jangan mendekat!" ucap Yesung.
"Maafkan aku hyung" Donghae berujar sambil menundukan kepalanya. Sesungguhnya dia juga sangat menyesal saat ini.
"Kau meminta maaf semudah kau memetik buah dan kemudian membuangnya setelah kau merasakan manisnya"
"Karna hanya ini yang bisa ku ucapkan sekarang Hyung. Maafkan aku" Donghae semakin dalam menundukan kepalanya.
"Kenapa? Kenapa harus Ryeowook? Aku mencarinya selama ini dan kau dengan mudahnya seakan memberiku kabar yang sangat pelik seperti ini"
"Maafkan aku. Kumohon maafkan aku Hyung" Donghae pun tak kuasa membendung air mata yang sedari tadi ia sembunyikan. Matanya terasa kabur saat air itu mengumpul semakin banyak melihat kondisi sahabatnya yang begitu terpuruk.
"Apa alasanmu Hae? Coba katakan apa alasanmu?" Yesung tiba-tiba berdiri dari posisi meringkuk dan kemudian berjalan ke arah Hae dan berdiri tepat didepan sahabatnya itu. Hyukkie yang melihatnya hanya bisa terdiam. Ucapan donghae beberapa menit lalu sanggup membuatnya terduduk membatu diatas dinginnya lantai apartement milik Donghae.
"Aku membencinya Hyung. Dia jahat. Dia membuat Sungmin menderita. Aku membenci siapapun yang membuat Sungmin menderita" Donghae berteriak dengan sangat keras tepat didepan wajah Yesung hingga mampu membuat Yesung tersentak.
Yesung pun mengepalkan tangannya erat,mencoba menahan amarah yang terasa menumpuk. "Jadi maksudmu kau berniat untuk membalas perbuatan yang dilakukan Ryeowook pada Sungmin?"
"Ya. Aku melakukan itu semua karna aku ingin membalas perbuatannya yang telah ia lakukan pada Sungmin. Perbuatan bodoh pada orang yang kucintai. Dia merebut Kyuhyun dan membuatnya menderita"
Yesung benar-benar geram mendengar ucapan Donghae. Tangannya semakin mengepal erat melihat tampang Donghae yang terkesan angkuh dan tegar saat mengucapkan kalimat barusan. Entah apa yang ada di pikirannya, akhirnya ia mengambil sebuah vas bunga mini terbuat dari kaca yang berada di meja nakas tempat ia menaruh kacamata miliknya.
PRANG! Hyukkie tercekat melihat pemandangan yang terjadi di hadapannya. Yesung mengayunkan Vas itu dan memukulkannya tepat dipelipis Donghae hingga membuat pelipisnya robek dan darah segar mulai mengucur dan menetes pada kaos yang Donghae kenakan.
"Maka aku lah yang akan membalas perbuatan mu Hae. Aku pun tak suka jika ada seorang yang melukai Wookie-ku"
Donghae terjatuh terduduk sambil memegangi pelipisnya yang semakin lama semakin banyak mengeluarkan darah. Eunhyuk yang melihat pun bergegas berlari mencari kotak obat sedangkan Yesung berdiri tegas dihadapan Donghae dan memasukan tangannya ke dalam saku.
"Kau harus menyelesaikan semuanya. Kau harus mengakhiri ini semua" Yesung berujar dengan nada yang sangat keras hingga menggema ke seluruh ruangan.
Dengan sisa-sisa tenaganya,Donghae pun menengadahkan kepalanya ke atas dan berucap. "Siapa Ryeowook itu untukmu? Kenapa kau begitu mempedulikannya?"
Yesung terdiam. Sedikit iba dan tak tega melihat salah satu sahabatnya terluka ditangannya sendiri. Namun ia pun tak suka jika melihat Motivasi Hidupnya disakiti oleh siapapun tak terkecuali oleh Donghae sendiri. "Dia adalah seorang penyemangat hidupku"
.
.
.
.
.
Kyuhyun sedikit merengut saat melihat Ryeowook tengah asik dengan dunianya. Seharian ini ia sama sekali tak ingin diusik dengan kehadiran siapapun tak terkecuali suami yang ia cintai. Ryeowook hanya bisa berkutat dengan Laptopnya sedangkan Kyuhyun sendiri dilarang untuk mencari tau apa yang sedang dilakukan Ryeowook. Karna bosan,ia pun sedikit menyeringai dan mulai berjalan menuju kamar istri keduanya.
"Sungminnnnn~" ucapnya manja saat membuka pintu kamar dan memeluk istrinya yang tengah bersantai di kasur setelah selesai pulang sekolah.
Sungmin tersenyum. Ia pun membalas pelukan Kyuhyun dan menaruh kepala suaminya diatas pangkuan hangat miliknya. "Ada apa hmm?" Sungmin berujar dengan sangat lembut sambil merapikan beberapa helai rambut yang menutupi wajah tampan suaminya.
"Uri aegya apa kabar min?" Kyuhyun sedikit memiringkan kepalanya dan mengecup pelan perut Sungmin yang mulai terlihat membuncit mengingat kandungannya kini yang sudah berusia empat bulan. Waktu memang berjalan dengan sangat cepat.
"Dia baik-baik saja Kyu. Appa-nya saja yang jarang menyapanya jadinya ia agak malas untuk bergerak" Sungmin menggerutu sambil mengerucutkan bibirnya.
Kyuhyun terkekeh melihat ekspresi Sungmin yang terkesan seperti sebuah protes-an halus yang ditujukan pada dirinya. Ia pun kembali membelai lembut perut buncit Sungmin. "Mianhae chagi. Appa terlalu sibuk akhir-akhir ini. Baiklah,seharian ini akan appa habiskan waktu lebih banyak denganmu dan ummamu ne?"
"Hanya hari ini saja?" Ucap Sungmin dengan nada yang masih sama,-menyindir.
"Tentu tidak. Besok dan besoknya lagi hingga seterusnya akan lebih banyak kucurahkan perhatianku pada kalian." Kyuhyun terus memegangi perut Sungmin dan mengecupnya berulang-ulang.
Kyuhyun pun mulai memejamkan matanya sambil memeluk pinggang Sungmin dengan erat. Telinga kanannya sengaja ia rapatkan lebih dalam pada perut Sungmin seakan ingin mendengar apa yang sedang terjadi di dalam sana.
"Seperti bunyi cacing min" Ucap Kyuhyun sedikit terkekeh.
Sungmin yang mendengarnya pun langsung memberikan pukulan sayang pada suaminya. "Kau mengatainya cacing?"
Kyuhyun yang masih dalam keadaan tertawa pelan pun kini memilih untuk duduk disamping istrinya. Posisinya berubah,kini justru ia menarik kepala Sungmin dan menidurkan di atas pangkuannya. Tangan kiri ia gunakan untuk membelai perut Sungmin,tangan satunya ia gunakan untuk mengelus rambut Sungmin dengan lembut.
"Terdengar seperti bunyi perut seseorang yang sedang kelaparan. Apa kau belum makan siang min?"
Sungmin pun menengadahkan kepalanya ke atas dan menatap lekat-lekat wajah Kyuhyun. "Bahkan aku memakan sebanyak dua piring untuk makan siang hari ini Kyu. Lalu kau meminta perutku mengeluarkan bunyi apa? Bunyi bayi yang sedang menangis,begitu?"
Lagi-lagi Kyuhyun tertawa pelan mendengar gerutuan milik istrinya barusan. Dia sedikit mencubit pelan hidung bangir dan pipi chubby milik istrinya. Matanya ia alihkan pada bibir pulm milik Sungmin yang berwarna pink alami tanpa polesan apapun. Dengan cepat Kyuhyun pun menundukkan kepalanya kebawah dan mencium lembut bibir pink yang terasa begitu manis di lidahnya. Lidahnya sedikit menjilat bibir atas dan bibir bawah Sungmin. Karna posisi mereka yang terbilang cukup sulit untuk melakukan ciuman yang biasa mereka lakukan,alhasil Kyuhyun hanya dapat mengecup dan menjilat lembut bibir Sungmin. Tidak ada lumatan-lumatan kasar seperti biasanya yang mereka lakukan.
Lama mereka saling menjilat bibir pasangannya masing-masing,Kyuhyun pun melepaskan bibirnya dari Sungmin saat otaknya teringat sesuatu. "Min,entah mengapa aku sudah memikirkan beberapa nama yang bagus untuk uri aegya"
Sungmin tersenyum mendengar pernyataan milik Kyuhyun. Tangannya ia angkat untuk menyentuh pipi Kyuhyun yang memiliki banyak bekas jerawat di kedua pipinya. Terlihat sekali bahwa sang pemilik wajah sangat malas untuk membersihkan wajahnya sendiri. "Ishhh sudah kukatakan bersihkan wajahmu setiap kau selesai mandi Kyu" Sungmin berucap sambil memegangi beberapa bekas jerawat di wajah tampan milik suaminya.
Kyuhyun sedikit mengerucutkan bibirnya mendengar nasihat dari Sungmin. Segera ia ambil tangan Sungmin dan ia genggam dengan erat agar tangan putihnya tidak dapat lagi menelusuri wajah tampan namun penuh dengan bekas jerawat miliknya itu. "Kau tidak dengar apa yang kukatakan tadi ya min?"
Kali ini giliran Sungmin yang terkekeh melihat Kyuhyun sedikit merajuk padanya. Dibalasnya genggaman tangan Kyuhyun yang mengenggam erat tangannya itu. "Hahahahaha baiklah. Arraseo nae yeobo. Coba kau katakan,apa saja nama yang kau punya?"
Kyuhyun mengangkat tangan satunya sambil menggumamkan beberapa nama yang ia rasa bagus untuk anak pertamanya. Sepertinya dia sedang menghitung jumlah nama-nama itu.
"Kau bisa memilih min. Jumlahnya banyak sekali. Ternyata nama kita sangat cocok jika di gabungkan" Ucap Kyuhyun antusias.
"Jeongmalyo? Kalau begitu coba sebutkan nama-nama itu Kyu"
"Hmm yang menurutku bagus ada Cho SungKyu,KyuSung,SungHyun,MinHyun,HyunMin dan KyuMin. Kau mau yang mana min?"
Sungmin sedikit mengernyitkan dahi dan menaruh jari telunjuk di dagu miliknya itu. "SungKyu dan MinHyun itu bagus Kyu. Tapi beberapa nama ada yang seperti yeoja" Jawab Sungmin sambil menunjukan senyum manisnya.
"Memang sengaja Min. Siapa tau kita akan mempunyai anak seorang Yeoja. Atau bisa saja jika anak kita kembar dan mereka Namja dan Yeoja. Benar kan?"
"Hmm benar juga" Sungmin menyetujui ucapan Kyuhyun sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Kalau uri aegya itu Yeoja,beri dia nama MinHyun. Tetapi jika dia namja,beri dia nama SungKyu. Bagus bukan?" Ucap Kyuhyun dengan bangga.
"Bagaimana kalau mereka kembar? Kembar yeoja maupun namja?" Tanya Sungmin sambil menengadahkan kepalanya.
"Hmm jika kembar dan mereka itu namja,aku akan memberi mereka nama SungKyu dan KyuMin. Jika yeoja,lebih baik MinHyun dan HyunMin. Bagaimana?"
Sungmin pun sedikit mengerucutkan bibirnya dan sedetik kemudian ia pun tersenyum manis sambil mengangguk semangat ke arah Kyuhyun. "Boleh saja Kyu. Nama yang sangat bagus dan cocok untuk uri aegya. Tapi-"
"Tapi kenapa chagi?"
"Apa tidak terlalu cepat? Usia enam bulan saja aku belum melewatinya Kyu" Sungmin sedikit merengut dan memperlihatkan ekspresi sedihnya.
Kyuhyun sedikit tersentak mendengar ucapan Sungmin. Ia mengalihkan pandangannya ke arah sudut lain dan mencoba untuk tidak menatap wajah manis istrinya. Sungmin yang merasa ada yang janggal pada suaminya pun kini terbangun dari pangkuan Kyuhyun dan memilih untuk duduk disampingnya. Diraihnya dagu Kyuhyun dan ia kecup bibir Kyuhyun sekilas.
"Ada apa hmm?"
Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin erat dan menaruhnya didepan dada bidang miliknya. "Aku hanya merasa takut min"
Kening Sungmin berkerut saat mendengar penuturan dari suaminya. Dia pun menarik tangan mulusnya dari genggaman suaminya dan menangkupkan kedua tangannya pada pipi Kyuhyun. "Apa yang kau takutkan? Apa ada yang mengganggumu?"
"Semalam aku bermimpi buruk min. Aku takut jika semuanya menjadi kenyataan"
"Mimpi apa memangnya?"
Kyuhyun sedikit menghela nafasnya dan melirik ke arah Sungmin. Sedetik kemudian ia pun menjawab pertanyaan istri keduanya itu.
"Aku bermimpi bahwa kau akan pergi meninggalkanku" ucap Kyuhyun dengan nada yang sangat lemah.
Sungmin sedikit tercekat mendengar itu. Suasana hening tiba-tiba menyelimuti bergerak gelisah ke kanan dan juga ke kiri. Jujur saja, Sungmin sendiri sedikit takut dengan ucapan Kyuhyun. Namun semenit kemudian ia mencoba tersenyum meskipun hatinya pun sedikit resah. "Benarkah kau merasa takut jika aku pergi dari sisimu Kyu?" Sungmin bertanya dengan ragu.
Kyuhyun pun mengenggam erat (kembali) tangan Sungmin dan menatapnya tajam. "Tentu saja. Siapapun akan takut jika ditinggalkan orang yang ia cintai"
Kali ini ucapan Kyuhyun berhasil membuat dirinya jauh lebih tersentak dari sebelumnya. Tubuhnya menegang dan berkali-kali ia hanya bisa terdiam sambil mengedipkan matanya tanda tak percaya. Matanya sedikit berair mendengar ucapan Kyuhyun yang terbilang adalah sebuah kalimat yang sangat ia dengar setelah kecelakaan Kyuhyun dulu. Namun ia mencoba untuk menepuk pipinya berharap ia akan terbangun jika ini hanyalah sebuah mimpi.
"Kau- kau bilang apa tadi Kyu?" Tanya Sungmin sedikit tersendat.
"Huh dasar kau itu. Simak baik-baik,aku tidak akan mengulanginya lagi"
Sungmin yang mendengarnya pun kini menjadi gugup dan seketika munculah rona merah di kedua pipinya. Kyuhyun yang melihat itu pun tersenyum lembut ke arah Sungmin dan membelai lembut pipi chubbynya. Ia kemudian mendekatkan bibirnya ke arah telinga milik Sungmin dan berkata "Aku mencintaimu. Saranghae"
++_++ That Should Be Me ++_++
"Ayolah. Aku mohon munculah~"
Namja imut itu sedari tadi tak henti-hentinya menatap layar laptop yang tengah ia gunakan. Seharian ini ia mencoba mencari tau tentang sosok Yesung dalam Universitas bernama Ok-Jongie NY University. Ia mencoba mengirim e-mail pada beberapa dosen yang bekerja disana. Walau awalnya ia sedikit bingung karna seluruh dosen di sekolah itu tidak semuanya berasal dari NewYork. Sebagian besar berasal dari Asia dan salah satunya dari Korea. Tetapi hal itu justru membuat Ryeowook senang karna dengan begitu ia mudah untuk bertanya pada salah seorang dosen tentang sosok Yesung dengan mengirimkan pesan melalui e-mail yang tercantum dalam biografi setiap masing-masing dosen.
Piipp.. Piipp! Tiba-tiba layar laptop Ryeowook mengeluarkan bunyi yang menandakan adanya sebuah pemberitahuan e-mail masuk. Ryeowook sangat bersyukur melihat e-mailnya mendapat balasan setelah mengirim banyak e-mail pada beberapa dosen yang berasal dari Korea namun baru satu ini yang membalas pesannya.
To: Mr. Park Sung Hyun
-Sillyehamnida! (Permisi). Nama saya Cho Ryeowook dari Seoul. Saya sedang mencari beberapa data penting sebagai tugas pemberian dari seonsangnim saya di sekolah. Sekiranya anda dapat membantu?
From: Mr. Park Sung Hyun
-Sekiranya apa yang dapat saya bantu?
Ryeowook sedikit mengambil nafas dan memutar otaknya. Ia berpikir alasan apa yang akan ia gunakan untuk mendapatkan informasi tentang pemilik sebenarnya dari University itu.
To: Mr. Park Sung Hyun
-Ahh begini . Saya mendapatkan tugas dari Seonsangnim untuk mencari sebuah data dari Universitas di Luar Negeri sebagai pembanding dari beberapa Universitas di Seoul. Secara kebetulan saya mendapat tugas untuk mengumpulkan data tentang Universitas dimana anda mengajar sekarang. Hanya garis besar dari Universitas Ok-Jongie.
From: Mr. Park Sung Hyun
-Benarkah? Baiklah, apa yang dapat saya bantu? Ingin mengerti cara pengajaran kami atau syarat masuk ke dalam Universitas ini?"
To: Mr. Park Sung Hyun
-Tidak perlu , karna saya pribadi sudah mendapatkan semua informasinya dari beberapa data yang tertulis. Hanya saja saya ingin mendapatkan informasi yang lebih detail.
From: Mr. Park Sung Hyun
-Baiklah kalau begitu. Informasi apa yang anda inginkan?"
To: Mr. Park Sung Hyun
-Biografi tentang Universitas Ok-Jongie. Siapa sebenarnya pemilik Universitas itu? Apakah benar bahwa beliau seseorang yang berasal dari Korea?
Ryeowook sedikit menggigit kukunya menunggu jawaban dari Mr. Park. Entah mengapa jawabannya tak secepat yang baru saja ia terima. Ia sadar bahwa pertanyaannya itu terlalu cepat,mendesak dan mencurigakan. Didalam hati ia tak henti-hentinya berdoa agar tak curiga dan bersedia memberitahukannya. Tetapi akhirnya kurang lebih sepuluh menit lamanya,laptop Ryeowook kembali mengeluarkan bunyi. Dengan cepat ia membuka pesan itu dan membacanya.
From: Mr. Park Sung Hyun
-Anda benar. Beliau berasal dari Korea. Sama seperti saya.
Ryeowook mulai berdebar membaca balasan e-mailnya. Dengan tangan bergetar,ia mencoba mengetikkan pesan balasan pada .
To: Mr. Park Sung Hyun
-Apakah beliau berasal dari marga Kim?
From: Mr. Park Sung Hyun
-Benar. Beliau memang berasal dari keluarga Kim. Lebih tepatnya Kim Jong Woon.
DEG!
Rasanya Ryeowook ingin sekali melempar Laptopnya ke sembarang tempat untuk melampiaskan rasa terkejutnya. Dia begitu terkejut saat melihat nama itu muncul dari layar laptopnya. Nama itu benar-benar mengingatkannya kembali pada sebuah lubang bernama kesedihan yang ia coba untuk menutupnya selama ini.
Dengan cepat ia menuliskan nama Kim Jong Woon pada kolom search. Setelah menunggu lama,ia pun langsung mendekatkan layar laptop ke arah wajahnya dan melihat hasil yang akan keluar.
Dari hasil pencarian itu kini munculah foto seorang namja tampan dengan kacamata yang menjadi ciri khas dirinya. Beberapa biodata dari nama hingga tempat ia tinggal dulu dan sekarang semuanya tercatat dalam biografi itu.
"Nama Kim Jong Woon. Umur 24 tahun. Pemuda dengan IQ tertinggi di Korea pada tahun 20xx. Tinggal di kota Cheonan"
Ryeowook sedikit menganga dibuatnya. Pemuda bernama Kim Jong Woon benar-benar pemuda yang selama ini menjadi tutor-nya. Dan nama itu benar-benar mengingatkannya pada seseorang yang sangat ia sayangi sebelum ia merasakan kenangan pahit yang ingin ia lupakan. Dengan cepat ia raih Handphone yang ia letakan pada meja nakas dan menghubungi seseorang yang menjadi target intaiannya selama ini.
"Yeoboseyo" ucapnya dari sebrang sana.
Ryeowook sedikit mengenyitkan dahinya mendengar suara Yesung yang terdengar sedikit parau. "Kau tidak apa Seonsangnim?"
"Ne,gwaenchanaeyo. Ada apa kau menghubungiku? Apa kau merindukanku pendek?" ucapnya sambil terkekeh.
"Ishhh diam kau. Dasar kepala besar busuk"
"Hahaha baiklah,baiklah aku sedang tak ingin bertengkar denganmu. Kau ingin bicara sesuatu?"
"Bisakah kau mengajar besok?" Tanya Wookie to the point.
"Tapi bukannya aku sedang dalam masa libur mengajar?"
"Aisshhh aku akan mentraktirmu bulgogi sebagai gantinya jika besok kau mengajar"
"Jinjja?"
"Ne. bagaimana?"
"Ah~ Aku tidak percaya padamu. Kau pasti berbohong"
"Arraseo arraseo. Makanannya akan langsung kuhidangkan didepanmu besok"
"Itu baru bagus. Hmm baiklah. Ah satu lagi aku juga mau samgyupsal"
"Ya aku akan memberikannya padamu jika kau mau mencium kakiku dulu" Ucap ryeowook mulai geram.
"Hahahaha baiklah aku akan datang besok. Jangan terlalu sering marah,nanti bayimu menangis" terdengar suara kekehan Yesung di sebrang sana.
"Biar saja,apa pedulimu eoh?"
"Tentu saja aku peduli dan aku hanya peduli padamu" Yesung menjawab dengan tegas dalam nada bicaranya membuat Ryeowook sedikit tersentak.
"Eh kau bicara apa tadi?" Ryeowook sedikit terdiam mendengar ucapan Yesung barusan.
"Hahaha sudahlah Wookie-ya,lupakan ucapanku tadi. Aku akan datang besok ke rumahmu. Sekarang aku sedang sibuk membuat soal,jadi kau tidurlah. Annyeong"
"Oh,ne ne. Annyeong"
Setelah menutup sambungan telpon itu, Wookie langsung melemparkan Handphonenya ke sembarang arah dan memalingkan wajahnya menghadap jendela kamarnya yang masih terbuka.
"Jo-Jong Woon? Dia bukan Jong woon yang pernah aku kenal kan?" Tanyanya entah pada siapa.
Namun sedetik kemudian pandangannya beralih lurus kedepan dengan tatapan kosong tanpa menyiratkan apapun.
"Tidak mungkin dia Woonie. Jong woon yang aku kenal sudah meninggal 11 tahun yang lalu"
#TBC#
Beberapa penjelasan akan dijelaskan di chap depan dan diusahakan dengan rinci. Akan ada beberapa Flashback yang akan dimunculkan juga. Tidak akan sepanjang waktu itu,jadi tenang saja. Maaf jika ada kekurangan,maaf jika aneh,maaf jika membingungkan, dan maaf jika penuh kesalahan karna saya sendiri hanya seorang manusia biasa. Hihihihi : ) Bagi yang bertanya FF ini selesai di chap berapa,tenang saja FF ini akan selesai dibawah chap 20. Jadi mohon bersabarlah sedikit dengan saya. :- ) Jangan salahkan saya jika aneh,karna saya sedang buntu ide efek dari SS5. Kkkkkkk...
Terima Kasih Banyak...^^
Mind to review?
