Tittle : That Should Be Me

Pairing: KyuMin,YeWook,EunHae

Rate: T

Warn: BL,YAOI,M-PREG

Disclaimer: Kyuhyun dan Sungmin itu saling memiliki. Tapi Sungmin juga milik saya. Yang jelas mereka milik Tuhan,orang tua,nenek,kakek dan sapa aja dah.. Saya hanya pinjam nama. Saya hanyalah yeoja yg Fujoshi dan M-Preg akut

DON'T LIKE DONT READ . Yang ga suka YAOI atau sesuatu di FF ini tinggal klik tanda X di pojok kanan atas aja dah. Gampang kan?

++_++ That Should Be Me ++_++

Namja itu tak henti-hentinya membolak-balikkan dua buah pakaian polos tanpa motif di tangannya. Sedari tadi ia tak mempedulikan tatapan bingung dari orang-orang yang berjalan melewatinya seakan berkata –Bagaimana-Ia-Berjalan-Dengan-Kaos-Menutupi-Wajahn ya. Saat ini ia memang sedang berada di pinggir jalan sambil membolak-balikkan dua buah pakaian yang baru saja ia beli dengan seorang namja manis disebelahnya yang tengah asik meminum Susu Kotaknya.

"Kyunnie ada apa dengan bajunya? Kenapa kau membolak-balikkan terus seperti itu?" Tanya sang namja manis disebelahnya yang dikenal dengan nama Lee Sungmin. Ah ralat - Cho Sungmin.

Namja yang baru saja dipanggil dengan sebutan Kyunnie pun langsung saja melipat dua buah pakaian itu dan menaruhnya kembali di dalam tas belanjanya. "Hanya melihat saja. Siapa tau ada yang cacat atau baju itu kelunturan atau sebagainya. Kau tau min? Baju polos seperti ini sangat sulit mencarinya sekarang. Apalagi Seoul begitu menjunjung tinggi sesuatu yang bernama Fashion,mana ada yang mau membeli baju polos seperti ini. Tapi sepertinya ini hari keberuntunganku min,aku tak menyangka baju seperti ini masih ada yang membuatnya" Kyuhyun pun menjawab pertanyaan istrinya dengan semangat yang menggebu-gebu. Oh jangan lupakan matanya yang berbinar-binar itu seakan-akan ia baru saja mendapat pencerahan.

"Hmm arraseo,kau sampai mengajakku ke Myeongdong segala"

"Hehehe mianhae. Apa kau lelah?"

"Ani. Biasa saja. Yang penting aku sudah dibelikan boneka Bunny baru" Jawab Sungmin sambil mengangkat plastik berisi boneka bunny pink kesukaannya. Siang ini sebelum mereka memutuskan untuk berjalan-jalan di MyeongDong,Sungmin memang merasa ingin sekali menambah beberapa koleksi boneka bunny-nya untuk dibawa saat tidur nanti. Walau awalnya Sungmin meminta boneka bunny nya berwarna Pink dengan pita biru,hijau dan bermata kuning tetapi akhirnya dia pun mengalah dan membeli boneka bunny pink dengan mata biru sebagai gantinya. Sepertinya uri Sungminnie tengah mengidam eoh?

"Ah ming,mampir bentar ke toko ini ne?" Ucap Kyuhyun sambil menunjuk toko yang ada di depannya.

Sungmin pun mendongakkan kepalanya dan melihat sebaris tulisan yang jujur tak dapat ia baca namun ia mengerti bahwa itu adalah Huruf Kanji. "Pemilik toko ini dari Jepang?"

Kyuhyun pun tak menjawab pertanyaan istrinya itu dan hanya dapat mengangguk sambil menarik tangan Sungmin untuk masuk ke dalam. Tidak ada yang istimewa di toko itu. Di dalamnya hanya ada beberapa tumpukan baju yang berserakan dan alat-alat yang tidak diketahui oleh Sungmin. Benar-benar berantakan.

"Aku ingin baju yang berwarna biru ini kau tulis dengan huruf Min dan jangan lupa berikan gambar sekumpulan kelinci kecil mengelilinginya. Sedangkan baju yang pink ini aku ingin kau menuliskan huruf Kyu dengan gambar serigala kecil disetiap sudutnya. Buat selucu mungkin" Kyuhyun pun menjelaskan keinginannya pada seorang namja paruh baya yang Sungmin duga sebagai pemiliknya.

"Baiklah tuan. Atas nama siapa?" Tanya sang pemilik toko itu.

"Ermmm Cho Sungmin saja"

Karna penasaran,Sungmin pun mendekat ke arah Kyuhyun-nya yang tengah siap mengeluarkan uang dari dompetnya. "Kenapa yang Pink justru diberi namamu Kyu?" Tanya Sungmin pada suaminya itu.

Kyuhyun pun tersenyum dan sedetik kemudian mencium puncak kepala Sungmin sekilas. "Agar Seorang Sungmin yang menyukai warna pink selalu mengingat Kyuhyun dimanapun. Begitu pun juga denganku"

Sungmin pun hanya dapat mengangguk-anggukkan kepalanya pertanda ia paham. Setelah mendapat uang kembalian dari sang pemilik toko,Kyuhyun pun segera menarik tangan Sungmin untuk segera keluar dari toko itu.

"Min apa kau tau ada apa dengan Wookie akhir-akhir ini?" Kyuhyun pun memulai membuka suaranya setelah suasana hening menyelimuti mereka berdua.

Sedikit mengernyitkan dahi dan mendesah berat pertanda sebal,Sungmin pun akhirnya terpaksa menjawabnya. "Molla~ Memangnya dia kenapa?"

"Sudah beberapa hari ini aku melihatnya terus terpaku pada Laptopnya itu. Kulihat dia juga terlihat sedikit gelisah. Apa dia ada masalah?"

Sungmin terdiam mendengar penuturan dari suaminya itu. Sedikit tidak tega mendengar Ryeowook yang ia kenal dulu sebagai adiknya itu seperti menyimpan sesuatu selama ini. Seperti ada yang mengganjal pikirannya,mungkin?

Drrtt.. Drrrtt.. Drrrtt. Lagi-lagi ponsel Sungmin kembali bergetar di dalam saku mantel tebalnya itu. Dengan cepat ia pun mengambil ponselnya dan segera membaca pesan yang sudah ia ketahui siapa pengirimnya.

"Siapa min?" Tanya Kyuhyun saat melihat Sungmin begitu serius dengan Ponselnya itu.

"Donghae. Dia bertanya apa aku hari ini sibuk,begitu katanya"

"Cih kau terlalu dekat dengannya min. Kau itu tak sadar kedekatanmu dengannya membuatku risih" Ucap Kyuhyun sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.

"Aishhh kan sudah kukatakan kalau Donghae itu hanya sahabatku saja. Sama seperti Yesung hyung"

"Tapi aku rasa banyak juga seorang sahabat yang bisa jatuh cinta dengan sahabatnya sendiri. Jangan terlalu dekat dengannya min"

Sungmin pun sedikit mengulum senyumannya. Akhir-akhir ini Kyuhyun memang begitu terang-terangan mengatakan ketidak sukaannya terhadap kedekatan yang terdapat diantara Sungmin dan Donghae. Dan itu tentu saja berhasil membuat hatinya membuncah bahagia. "Dengarkan aku Kyu. Sudah kukatakan dari dulu bahwa seorang Lee Sungmin hanya mencintai Cho Kyuhyun si pecinta game,evil,jenius dan juga pervert sebagai pegangan dalam hidupnya"

"Jinjja?" Ujarnya dengan wajah yang kembali ia hadapkan ke arah wajah Sungmin.

"Ne. Justru aku yang meragu padamu" Ucap Sungmin kemudian.

Kyuhyun tersentak dengan apa yang Sungmin baru saja katakan. Ia sedikit sedih saat istri manisnya ini ternyata masih belum percaya betul dengan perasaannya. Dengan cepat ia meraih tangan Sungmin dan meletakannya di dada sebelah kirinya. "Kau pasti merasakannya" Kyuhyun pun menggenggam tangan Sungmin yang ia tuntun untuk berada di dadanya.

Sungmin pun tersenyum dengan sangat manis merasakan apa yang baru saja ia rasakan. Detak jantung Kyuhyun yang berdebar begitu kencangnya membuat Sungmin begitu merasakan lengkapnya kebahagiaannya di pagi ini.

"Dekat denganmu membuat jantungku nyaris rusak karna berdetak dengan tidak wajarnya seperti ini. Rasanya ingin ku titipkan sebentar jantungku kepada Yesung hyung jika aku bisa"

"Jangan coba-coba kau meragukan perasaanku lagi min. Sudah kukatakan bahwa aku mencintaimu. YA! AKU MENCINTAIMU" Teriak Kyuhyun tiba-tiba hingga membuat orang-orang yang tengah berjalan melewatinya itu menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah keduanya.

"Ah aniya. Jangan pikirkan omongannya. Dia hanya sedang latihan drama. Hahaha iya kan,iya?" Ucap Sungmin sambil memberikan death glarenya yang terkesan gagal.

"Ani~ Aku seri-"

"Hahaha Kyu bagaimana kalau kita pergi ke restoran sebentar? Ah ya yang disana. Kajja~" Sambil menutup mulut Kyu,Sungmin pun menarik tangan Kyuhyun menuju suatu tempat.

"Apa-apaan kau itu min? Seharusnya tadi biarkan saja aku mengatakannya agar kau percaya" Dengus Kyuhyun sambil mengeratkan kembali syal yang ia pakai.

"Ishhh seperti tidak tau Seoul saja. Siapa tau jika ada pengurus gereja yang tak suka dengan hubungan seperti kita ini mendengarnya dan setelah itu menggiring kita untuk dibakar secara massal? Hii~ aku masih ingin melahirkan anakku Kyu"

"Tapi aku mencintaimu" Ucap Kyuhyun keukeuh.

"Arraseo,arraseo. Nado saranghae. Aku percaya padamu Kyu" Jawab Sungmin sambil menyunggingkan sebuah senyuman yang terlihat begitu manis di mata Kyuhyun.

Baru saja Kyuhyun hendak mencium Sungmin,tiba-tiba Ponsel dalam saku mantelnya kembali bergetar hingga sukses membuat Kyuhyun mendesah sebal melihat istrinya kembali sibuk dengan ponselnya itu.

'Min,kau sedang keluar bersama Kyuhyun kan? Kusarankan kau untuk pergi ke toko baru di jalan ByongJul. Disana kudengar menjual banyak boneka bunny kesukaanmu. Datanglah sebelum hari semakin siang'

Sungmin sedikit mengernyitkan dahinya setelah membaca pesan dari Donghae. Ia berpikir tidak biasanya Donghae mengirim sebuah pesan yang terkesan tidak penting seperti itu.

'Jinjja? Hmm baiklah aku akan kesana. Tak biasanya kau berbasa-basi tak jelas seperti ini. Ada apa hmm?'

Tak perlu menunggu lama,balasan pesan dari namja tampan bernama Hae itu pun segera ia terima kurang dari 1 menit lamanya.

'Hahaha tidak ada apa-apa min. Cepatlah kesana,disana sedang ada promosi besar-besaran'

Hanya ada satu kata yang terlintas dipikiran Sungmin setelah melihat antusias Donghae padanya.

"Aneh"

.

.

.

Namja imut itu tak henti-hentinya mengumpat setelah melihat keadaan rumahnya yang begitu kosong saat ia terbangun dari tidur nyenyaknya semalaman. Sedikit menghentakkan kaki,ia membawa tubuhnya yang kian terasa berat itu untuk menuju dapur dan mengambil segelas air putih untuk menghilangkan dahaganya yang begitu menyiksa.

Sedikit mengernyitkan dahi saat ia melihat secarik kertas tertempel dibagian depan lemari pendingin itu.

'Chagi,mianhae aku pergi sebentar dengan Sungmin. Hari ini Sungmin memintaku untuk ditemani membeli boneka bunny yang baru. Maaf jika aku tak mengajakmu karna aku sama sekali tak tega ketika melihatmu tengah tertidur begitu lelap. Sepertinya kau sangat kelelahan? Apa kau baik-baik saja? Aku mengkhawatirkanmu,kau tau? Berhati-hatilah dan jangan lupa cek pintu rumah ne? Jangan pergi kemanapun sebelum aku sampai dirumah. Arraseo?

Saranghae'

Dengan cepat ia pun menarik kertas itu kemudian meremasnya dan membuangnya ke dalam tempat sampah yang letaknya tak jauh dari tempat ia berdiri sekarang.

"Sungmin itu selalu saja mengambil kesempatan saat aku sedang lengah. Menyebalkan sekali dia. Dasar tolol!" Ucapnya sambil meneguk segelar air putih dingin dalam sekali teguk. Kentara sekali jika istri Cho ini tengah mengalami Bad Morning.

TING..TONG! Nyaris saja istri mungil Kyuhyun ini menyemburkan air didalam mulutnya saat mendengar bunyi bel yang terdengar begitu nyaring dan berbeda dari biasanya. "Cih,sepertinya Kyuhyun sudah mengganti bel-nya dengan yang baru. Apa ia bermaksud membuat semua orang disini tuli dengan bel sekeras itu?"

TING..TONG..TING..TONG..TING..TONG! Bel itu terus dan terus saja mengeluarkan suara nyaringnya yang berhasil membuat Ryeowook yang tengah bad mood kini semakin meracau tidak jelas. "Ne sabar. Aku juga sedang berjalan menuju pintu. Tidak sadar eoh berjalan dengan perut sebesar ini sangat sulit?"

Dengan sedikit mempercepat langkahnya ia pun segera menuju pintu depan dan segera membukanya.

"Annyeong" sapa tamu itu saat melihat Wookie yang tengah membukakan pintunya.

Terkejut! Tentu saja ia terkejut. Bahkan amat sangat terkejut. Berbanding terbalik dengan Sungmin,justru ia merasa paginya ini adalah pagi terburuk yang ia rasakan. "KA-KAU?!"

"Ne ini aku. Setidaknya izinkan aku untuk masuk terlebih dahulu Wookie-ah"

BRAKK! Dengan cepat Wookie menutup kembali pintu rumahnya. Namun sepertinya dia kalah cepat dengan seorang tamu yang kini masih berdiri didepannya sambil menahan pintu yang masih belum sepenuhnya tertutup rapat.

"Biarkan aku masuk. Kumohon. Biarkan aku mengatakan semuanya padamu"

"GA! KAU BRENGSEK. KAU IBLIS" Umpat Wookie semakin keras saat ia melihat satu tangan Donghae berhasil masuk melalui celah pintu yang belum sepenuhnya tertutup. Bagaimanapun juga tenaga Donghae dan Wookie memiliki perbedaan yang besar mengingat dirinya yang tengah hamil tua seperti itu.

"Kumohon wookie-ah menyingkirlah. Aku tidak ingin kau terluka" ucap sang namja tampan yang masih bersikeras untuk menahan pintu itu agar tak tertutup rapat. Sebisa mungkin ia tak mendorong pintu itu dengan keras mengingat Wookie yang kini tengah hamil tua.

"KAU SUDAH CUKUP MELUKAIKU" Teriak Wookie semakin keras saat dirasanya tenaganya semakin menipis.

"Aku mengerti. Maka dari itu biarkan aku berbicara denganmu. Kumohon~"

"TIDAK! PERGI KAU. PERGI ATAU KUPANGGIL SEMUA ORANG UNTUK MEMBUNUHMU" ucap Ryeowook semakin kalap.

"Kumohon.. Biarkan aku melihat anakku sebentar saja~"

BRAKK! Pintu itu terbuka dengan sempurna saat ini. Kata-kata namja itu berhasil membuat pertahanannya sedikit goyah hingga membuatnya sedikit limbung ke belakang dan jatuh terduduk di atas permadani mahal di ruang tamu rumah milik suaminya itu.

"Kau baik-baik saja? Apa kau terluka?" Sang namja tampan itu langsung saja berlari menghampiri Wookie yang kini tengah sedikit meringis menahan sakit diperutnya.

"JANGAN MENDEKAT" Ucapnya dengan nada yang sangat keras.

"Tidak bisa. Aku juga harus melihat keadaan anakku"

Wookie sedikit mendelikan matanya mendengar ucapan namja tampan yang ia kenal bernama Donghae. Dengan dada yang masih terlihat naik turun dengan cepat,Wookie pun akhirnya membalas ucapan Donghae. "Anakmu kau bilang? Ini adalah anakku dan juga Kyuhyun. Cho Kyuhyun,suami sahku" Teriaknya dengan amat keras sehingga suara melengkingnya berhasil menggema di setiap sudut ruangan rumah mewah Cho.

Donghae tersenyum miris mendengarnya. Ia sudah menduga jika Ryeowook akan menyangkal ucapannya itu dan kini sudah terbukti benar setelah mendengar ucapan penolakan meluncur dari bibir mungilnya.

"Dia anakku"

"BUKAN! Dia anak Kyuhyun"

"Tidak Wookie-ah. Tidakkah kau ingat malam dimana-"

"CUKUP! CUKUP! Aku tidak mengingatnya. Aku tidak mengingatnya" Wookie terus saja berjalan mundur saat langkah demi langkah milik Donghae mulai berjalan mendekatinya.

"Terserah kau saja Wookie-ah. Yang jelas maksud kedatanganku kemari karna aku ingin mengatakan sesuatu padamu sekaligus melihat keadaan anakku yang semakin tumbuh besar di perutmu"

Ryeowook sedikit mendelikan matanya mendengar ucapan dari Donghae. Ia benar-benar membenci pemuda yang berada di depannya saat ini. Rasanya ia ingin sekali berlari ke dapur dan setelah itu mengambil sebuah pisau dapur untuk memotong kecil-kecil tubuh gagah dihadapannya itu.

"Jangan takut. Aku takkan melukaimu wookie. Kemarilah" Donghae pun mengulurkan sebelah tangannya ke arah Wookie dan tentu saja dengan cepat ditampik dengan sangat kasar olehnya.

"Jauhkan tangan menjijikanmu itu"

"Kalau begitu ijinkan aku untuk menyentuh anakku sebentar saja. Setelah itu akan kukatakan semua yang ingin kukatakan padamu dan aku akan pergi setelah semuanya selesai ku sampai kan padamu" Mohonnya pada Ryeowook.

"Sudah kubilang ini bukan anakmu. Hanya Kyuhyun yang boleh menyentuhku. Cepat selesaikan urusanmu atau aku akan berteriak"

Donghae benar-benar sudah kehabisan akal untuk membuat jaraknya semakin dekat pada Wookie. Entah ada apa,bayangan Yesung tiba-tiba muncul dalam kepalanya hingga berhasil membuatnya mengatakan sesuatu dengan gamblangnya pada namja imut dihadapannya sekarang. "Sadarlah. Buka matamu Wookie. Kyuhyun itu bukan Jong Woon. Dan Jong Woon bukanlah Kyuhyun"

DEG! Tubuh Wookie yang sedari tadi menegang kini semakin menegang setelah mendengar nama itu. Perasaannya kini semakin kacau antara benci dan juga sedih di waktu bersamaan.

Melihat Wookie yang melamun dengan pandangan kosongnya,Donghae pun mengambil kesempatan itu dengan berjalan pelan ke arah Wookie dan..

GREP! Dengan cepat ia memeluk tubuh Wookie dari belakang dan mendudukan tubuhnya diatas permadani mahal milik keluarga Cho. Seakan tersadar dari lamunannya,dengan cepat Wookie berontak dari pelukan hangat seorang Lee Donghae. Tangannya terus ia gerakkan untuk melepas tangan kekar yang melingkar di perutnya,sedangkan kakinya terus meronta-ronta seakan meminta untuk dibebaskan.

"Hikss.. Kumohon lepaskan aku" ucapnya sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya.

"Shhhh uljimma Wookie-ah. Aku hanya ingin memelukmu sebentar saja. Kumohon sebentar saja"

Wookie pun semakin mengeraskan isakannya yang ia tutup dengan kedua tangannya. Sepertinya dia sudah menyerah dengan dirinya. Dia pasrah dengan apa yang akan terjadi dengannya di menit berikutnya. Baik atau buruk sudah siap ia terima apapun itu.

Namun melihat Wookie yang sedikit mulai tenang,Donghae pun kemudian memberanikan dirinya untuk membelai lembut perut Wookie. Sebuah senyuman ia lukiskan dalam wajah indahnya saat merasakan sebuah getaran dan pergerakan kecil di dalamnya. Anaknya sudah benar-benar tumbuh menjadi seorang bayi yang siap untuk dilahirkan kapanpun itu waktunya. "Annyeong aegya. Apa kabar? Apa kau senang bertemu dengan appa kandungmu?"

Tak ada jawaban. Hanya ada suara isakan Wookie yang terdengar dan itu semakin membuat Donghae semakin merasa bersalah.

"Mianhae. Aku memang bodoh. Amat sangat bodoh" ucapnya sambil terus membelai perut Wookie. Entah mengapa dengan membelai perut Wookie membuat ketenangan tersendiri untuknya.

"Hiks.. kumohon pergilah" Wookie berucap sambil menggigit bibir bawahnya dengan keras. Sungguh ia sudah sangat ketakutan dengan kehadiran Donghae yang saat ini bahkan tak ada jarak sedikitpun dengannya. Bayangan malam itu,tiba-tiba terlintas kembali dengan jelas dalam otaknya.

"Tidak sebelum aku mengatakan ini"

Wookie terdiam menunggu ucapan selanjutnya yang akan keluar dari mulut Donghae. Sedari tadi ia begitu semangat untuk meraup beberapa pasokan oksigen yang telah berkurang banyak dalam paru-parunya.

"Apa kau tau pengertian cinta yang sesungguhnya?" Tanyanya saat Wookie akhirnya bersedia membuka kedua tangan yang menutupi wajah imutnya itu.

Hening. Tak ada suara lagi dari keduanya. Wookie yang mendapat pertanyaan seperti itu pun sama sekali tak mempunyai pemikiran untuk menjawabnya.

"Kalau begitu apa kau tau apa itu obsesi?" Sekali lagi,Donghae mencoba bertanya kepada sosok yang tengah ia sentuh perutnya itu dengan lembut.

Donghae sedikit menghela nafasnya dengan berat. Sosok dihadapannya ini memang sudah dalam keadaan tenang,namun dia tetap saja membungkam mulut nya dan berlaku seakan ia tak mendengar apapun yang Donghae ucapkan. Tentu saja itu membuat seorang Lee Donghae yang benci diacuhkan menjadi sedikit sungkan.

"Pergilah dari kehidupan Kyuhyun. Kembalilah ke tempat dimana seharusnya kau berada. Tempatmu bukanlah berada di sisi Kyuhyun"

.

.

.

Next Chapter-

"Aku hanya sia-sia jika berada disampingmu Hae. Aku tau jika kau hanya mencintai Sungmin"

"Kalau begitu bantulah aku"

"Membantumu?"

"Bantu aku untuk mencoba mencintaimu Hyukkie"

.

.

.

"Tenang saja,ada aku yang akan mengakuinya"

"Hikss andwae. Dia bukan anakmu. Aku tak pantas untukmu. Aku pendusta dan mengingkari semuanya"

"Shh jangan menangis,kau membuatku semakin terluka."

.

.

.

"Min,rasanya ada sesuatu yang mengganjal dengan perasaanku sedari kemarin?"

"Kenapa memangnya?"

"Aku merasa seperti akan ada sesuatu diantara kita"

#TBC#

A/N: Annyeong kembali lagi dengan saya di chapter yang baru. Chapter ini saya publish segera mengingat banyaknya yang kecewa (mungkin) di chap sebelumnya karna tidak adanya KyuMin moment. Bahkan saya mendapatkan review yang amat sedikit dari biasanya. Mianhae,saya hanya menulis dari apa yang di kisahkan Kyu appa dan Umin umma. Mungkin mereka lupa menceritakannya pada saya.. –" Seperti permintaan beberapa reviewers,saya tidak ingin menceritakan NC HaeWook karna katanya bikin nyesek. Ok lah tak apa. Saya pun pasti akan nyesek saat membuatnya T_T

Dan satu balasan untuk Guest yang bash saya. Please jika anda ingin bash saya,tunjukan akun anda dan jangan jadi pengecut seperti itu. Anda mengikuti cerita saya tiap chapter namun selalu menghina disetiap reviewnya. Tidakkah itu memalukan? Ckckck tak apa,insya allah saya sudah kebal dengan itu.. ^^

Oh ya untuk bocorannya,FF ini akan sampai Ming punya anak. Baru rencana sih,selagi mereka rajin bikinnya :D #Senggol KyuMin. Apa hubungannya coba? -,- Tapi tergantung saya sih. Kalau lagi ingin berulah bakal saya bikin sad ending. Jujur saja,dari awal justru saya ingin membuatnya seperti itu. Karna saya pribadi suka sekali FF Nyesek yg sad ending.

Mind to Review? Tolong berikan lah review anda sebagai penanda jika anda telah membaca FF milik saya ini. Budayakan Review jika anda ingin FF ini lanjut. Terima kasih.. ^^ My twitter : Im_YesungWife. Mention for Follback. Tengkyu~

THANKS FOR ALL REVIEWERS. WO AI NI selalu. :*

.

.

.

.

.

Pemalang,5 April 2013 at 2.37 A.M (Begadang Itu asik :D)