Tittle : That Should Be Me
Pairing: KyuMin,YeWook,EunHae
Rate: T
Warn: BL,YAOI,M-PREG
Disclaimer: Kyuhyun dan Sungmin itu saling memiliki. Tapi Sungmin juga milik saya. Yang jelas mereka milik Tuhan,orang tua,nenek,kakek dan sapa aja dah.. Saya hanya pinjam nama. Saya hanyalah yeoja yg Fujoshi dan M-Preg akut
DON'T LIKE DONT READ . Yang ga suka YAOI atau sesuatu di FF ini tinggal klik tanda X di pojok kanan atas aja dah. Gampang kan?
.
.
++_++ That Should Be Me ++_++
Sungmin terdiam dalam posisinya. Sedari tadi ia hanya bisa terduduk diruang tengah dengan memandang lurus ke arah TV yang tengah menyala. Namun pandangan itu begitu kosong. Pikirannya pun sepertinya tengah sibuk bersinggah dan melayang ke beberapa tempat.
"Min kau kenapa? Tiba-tiba pergi begitu saja tadi eoh?" Tanya Kyuhyun sambil mendekat ke arah istrinya.
Sungmin sedikit tersentak dalam posisinya mendengar sapaan yang menurutnya tiba-tiba itu. "A-aniya. Hanya sedang memikirkan sesuatu"
"Jinjja? Coba katakan kau sedang memikirkan apa?" Tanya Kyuhyun - lagi.
Pemuda manis itu berdecih pelan mendengar pertanyaan dari sang suami. Memang menurutnya apa yang membuatnya begitu kesal hingga detik ini? -Pikirnya. 'Tentu saja aku memikirkan dirimu. Kau pikir tak lelah eoh berada di lingkungan tak tentu seperti ini. Kau itu seharusnya milikku. Hanya milikku. Kapan sih Wookie atau kau sadar? Menunggu aku mati dulu heh?' Tutur pemuda manis itu dalam hati.
"Kau itu sebenarnya kenapa? Dokter tidak pernah mengatakan kalau kau itu amnesia" Ucap Sungmin kesal. Walaupun ia sedikit menggigit bibirnya karna takut lagi-lagi Kyuhyun akan kambuh,namun jika ia terus diam dan menerima apa adanya seperti ini bisa-bisa dirinyalah yang akan hancur.
"Amnesia?"
"Ya amnesia. Tidakkah kau ingat jika kau melupakan sesuatu?"
"Melupakan sesuatu? Memangnya ada?" Kyuhyun yang bertanya balik justru membuat Sungmin memutar bola matanya jengah.
"Arghhh kau membuatku kesal. Aku seharusnya sadar jika sedari dulu kau itu tidak pernah serius denganku. Kau hanya menyimpanku di dalam ingatanmu bukan hatimu. Jika pun kau lupa seharusnya kau bisa merasakan ku lewat hatimu. Kau seharusnya ingat tentang keberadaanku jika kau mencintaiku dari hati" Dengus Sungmin dengan nada sedikit keras.
Kyuhyun terdiam. Alisnya sedikit ia tautkan mendengar pidato panjang dari istri keduanya barusan. Jujur saja,ia tak mengerti maksud Sungmin. Di otaknya saat ini tengah sibuk berputar bebrapa kalimat seperti 'amnesia,hati,pikiran dan Sungmin' . Rasanya seperti sebuah Puzzle rumpang yang bahkan otak jeniusnya sendiri tak dapat merangkainya kembali dengan benar.
"Ah ne,ne. arraseo" Ucap Kyuhyun santai. Otaknya sudah terasa ingin meledak mengingat ia baru saja pulang dari sekolah dan ia malas jika harus berpikir lebih jauh. Menyampingkan urusan Sungmin dulu tak apa kan?
"Sedikit pun kau tak ingat aku?" Sungmin menatap tajam mata Kyuhyun.
"A,aku ingat"
"Jinjja?" Jawabnya dengan antusias.
"Ka- kau pernah ku tabrak di jalan depan gereja tempat aku dan Wookie dulu menikah. Benar kan?" Jelas Kyuhyun dengan nada sedikit takut. Dia bingung dengan Sungmin yang sekarang. Bukannya dulu dia tak se antusias ini orangnya?
"Hyaaa jika hal seperti itu justru jangan kau ingat lagi pabo" Teriak Sungmin keras tepat didepan wajah Kyuhyun. Poor Kyuhyun. Ah- biarkan saja.
"Aishh mianhae mianhae. Tapi jujur aku tak mengerti arti dari ucapanmu itu. Sekarang aku ingin tidur,jangan berisik ne" Dengan santainya Kyuhyun merebahkan tubuhnya diatas sofa dengan kepalanya beralaskan pangkuan empuk milik Sungmin.
"Tidak bisa begitu Kyuhyun-ssi. Kau tidak boleh acuh dengan hal ini" Ucapnya sibuk pada diri sendiri sedangkan Kyuhyun sendiri sibuk menoel-noel pelan perut Sungmin.
"Wish upon a star - "
"Ya..Ya.. Dengarkan aku. Kenapa malah menyanyi?"
"Aishh supaya baby cepat tidur Min. Jangan terlalu menghabiskan waktunya dengan makan. Kau tidak berpikir badannya terlalu gemuk untuk ukuran bayi 5 bulan yang masih dalam kandungan?"
"Tapi kau bilang dia Triplet?"
"Kan aku hanya asal menduga Min. Ya sudah besok pagi kita pergi ke dokter untuk memeriksakan uri aegya" Jelas Kyuhyun sambil memutar-mutarkan jari telunjuknya di perut bulat Sungmin.
Sungmin saja dia tidak terlalu peduli tentang itu. Dia dapat merasakan bahwa aegya di dalam perutnya itu baik-baik saja. Bukannya ingin bersikap tak acuh,namun dia benar-benar mengerti tentang tubuh dan juga aegya nya. Tiba-tiba sesuatu melintas begitu saja dipikiran Sungmin. "Ahh aku ingat. Benda itu Kyu. Coba ulurkan kedua tanganmu" Titah Sungmin.
Walau sedikit malas,namun akhirnya Kyuhyun pun menurut dan mengulurkan kedua tangannya. Dan dengan itu terpampanglah sudah ketiga benda yang dikenal dengan sebutan cincin tengah melingkar dengan indah di jari Kyuhyun.
"Ini. Cincin ini. Kau pasti ingat. Kita pernah membelinya beberapa tahun yang lalu"
"EH?" Kyuhyun membeo sambil mengernyitkan keningnya.
"Iya. Kalau kau tak percaya,akan ku ambilkan" Baru saja ia hendak pergi dari tempatnya,namun sesuatu seperti tengah menamparnya saat ini. Apa yang ingin ia lakukan sebenarnya? Apa yang ingin ia tunjukan jika benda yang sebenarnya sudah tak ada lagi padanya. Dengan menyadari kenyataan itu,Sungmin pun terdiam dan mengurungkan niatnya.
"Kau itu kenapa chagi? Cincin ini cincin pertunanganku dengan Wookie dulu. Kau lupa?"
PLAKK! Seperti ditampar berkali-kali mendengar Kyuhyun berbicara seperti itu. Ia lupa. Benar-benar lupa jika ia melakukan suatu hal fatal yang berujung tanduk seperti ini. Ia menghilangkan bahkan sengaja menghilangkan benda itu. Sedikit sakit jika ternyata Wookie sempat berkata bahwa itu ialah cincin pertunangannya dengan Kyuhyun. Rasanya menyakitkan ketika salah satu benda berhargamu itu di ambil alih secara paksa oleh orang yang kita percaya. 'Padahal itu cincin yang sudah kau rencanakan sebagai cincin pernikahan kita kelak'
"Ming? Sudah jam berapa sekarang? Kajja kita pergi tidur" Rayu Kyuhyun sambil menarik-narik pelan lengan Sungmin.
Merasa tak ada tenaga untuk memberontak,Sungmin pun mencoba untuk tak melawan dan memilih untuk mengekor di belakang Kyuhyun yang kini menggenggam tangannya dengan erat menuju kamar mereka.
Belum ada 10 menit mata foxy itu terpejam,entah mengapa ia merasa sedikit tak nyaman dengan posisinya. Tidurnya yang semula baik-baik saja kini mulai merasa risih seperti ada seseorang yang tengah menatapnya.
Dengan cepat Sungmin membuka kedua matanya dan kemudian menatap ke samping kanan tepat dimana suaminya itu berbaring. Kini terlihatlah sudah sang serigala yang tengah menatapnya lekat-lekat dengan tatapan mesum dan...
Seringai yang mengerikan... "Apa Kyu?" Tanya Sungmin saat sedikit merasa takut dengan tatapan aneh milik suaminya.
"Sudah 3 bulan lebih Ming" Jawab Kyuhyun ambigu.
"Apanya yang 3 bulan lebih Kyu?"
Masih dengan seringai yang terlukiskan,Kyuhyun pun mempertipis jarak antara ia dan juga istri manisnya itu. Sungmin sedikit bergidik ngeri melihatnya. Badannya sedikit ia mundurkan ke belakang guna memperlebar jarak antara ia dan juga sang suami yang entah kapan sudah berubah wujud menjadi serigala yang tengah kelaparan.
"Sudah lama aku tak menyentuhmu Min" Ucap Kyuhyun seduktif sambil menjilat telinga Sungmin hingga berhasil membuat sang empu sedikit mendesah dibuatnya.
"4 Bulan lagi Kyu. bersabarlah. Aku tidak ingin mengambil resiko"
"Uapaa? Hwhat? 4 bulan sama saja menunggu 'adik-ku' mati Min" Tutur Kyuhyun dengan suara dibuat-buat. Namun bukan Kyuhyun namanya jika ia menurut begitu saja. Wajahnya memang tengah memasang wajah yang sendu,namun tangannya sekarang telah mulai bergerilya ke sekujur tubuh sang istri dan berhenti tepat di bagian tengah selangkangan milik Sungmin.
"Enghh.. Kyuhh.." Sungmin mulai menggigit bibirnya dengan keras. Dia benar-benar tengah menahan suaranya agar serigala dihadapannya ini tak semakin meningkat hasratnya untuk segera memakannya.
Ia pun beringsut mundur menjauhi Kyuhyun. Tetapi entah mengapa kakinya terasa begitu kram dan tubuhnya pun terasa lebih berat dari biasanya. Rasa itu seakan-akan bertumpu pada satu tempat dan itu berada di perut buncit miliknya. 'SHIT! Tubuhku terasa lemas sekali. Bahkan aegya-ku sendiri seakan-akan membantu appa-nya untuk memakan ku hari ini' Ringis nya dalam hati.
"Janganhh.. hari inihh.. pleasehh.." Mohonnya pada sang suami yang kini sibuk membuka kancing teratas piyama yang Sungmin kenakan dan tangan satunya sibuk meremas sesuatu dibawah sana.
Tanpa menunggu ijin dari Sungmin,Kyuhyun pun memagut bibir Sungmin dengan penuh nafsu sambil sesekali memilin nipple Sungmin yang tengah sedikit menegang.
Kyuhyun yang sudah terbakar nafsu langsung membuka piyama tidurnya satu persatu sambil lidahnya terus bermain di mulut hangat milik Sungmin. Tidak perlu membutuhkan waktu lama,kini Kyuhyun pun polos.
Sungmin sibuk menatap tubuh tegap milik suaminya yang terpampang polos tak tertutup sehelai benang apapun dihadapannya. Perhatiannya langsung tertuju pada kejantanan Kyuhyun yang sudah tegak berdiri dan sudah berdenyut keras meminta sebuah kenikmatan darinya.
Kyuhyun dengan nikmat mengulum nipple Sungmin, sementara tangannya memainkan junior milik istrinya yang masih terbungkus dibalik celana piyama yang ia gunakan.. Sungmin bergumam dan mendesah tak jelas.
"Kyunnie - aku …"
Kyuhyun benar-benar tengah dibutakan oleh nafsunya malam ini. Sedari tadi ia tak mencoba untuk mendengarkan permintaan sang istri yang tengah sibuk menahan dada bidangnya agar tak melanjutkan kegiatan ini lebih jauh. Dengan mengumpulkan seluruh kekuatannya,Sungmin pun mendorong Kyuhyun hingga kini Kyuhyun jatuh terlentang diatas kasur mereka berdua. Sungmin benar-benar tidak mood melakukannya malam ini. Tapi sejujurnya ia tak tega melihat suaminya itu tersiksa menahan hasratnya seperti itu.
Sungmin mencoba mengerti apa yang diinginkan suaminya itu. Diapun akhirnya turun diantara paha halus milik Kyuhyun. Tak lupa dia resapi kehalusan paha itu kiri kanan dan memberikan tanda kepemilikan yang membuat beberapa tanda kemerahan di sekitar wilayah paha suaminya.
"Nnmmnnnhhhh minghhh" Merasa tak sabar,Kyuhyun pun mendorong kepala istrinyanya untuk segera memberikan apa yang dia mau. Juniornya sudah licin karena pre-cum yang keluar sedari tadi.
Sungmin segera memasukan junior yang sudah sangat tegang itu kemulutnya. Lidahnya menyapu seluruh bagian benda itu dari ujung hingga pangkalnya. Kepalanya maju mundur menghisap dan mengulumnya. Sementara tangannya dengan lembut memainkan twinsball Kyuhyun.
Suara-suara lenguhan Kyuhyun dan suara kecipak mulut Sungmin mengiringi permainan erotis mereka malam itu.
"Ahh.. Sshh teruss chagii.." Tiba-tiba Kyuhyun mengerang dengan keras di tengah permainan mulut milik Sungmin, tubuhnya tersentak hebat seiring permainan milik istrinya yang terasa semakin hebat ditubuhnya. Hisapan Sungmin makin cepat, Juniornya semakin berkedut keras seakan ada sesuatu yang ingin segera meledak dari dalam tubuhnya. Kyuhyun berteriak sambil mengejang. Matanya terpejam dengan erat,dan kedua kakinya merapat secara refleks hingga tak sadar ia membuat kedua kakinya mengapit kepala Sungmin yang berada dibawahnya. Bersamaan dengan itu cairan kenikmatannya menyembur kedalam mulut Sungmin. Namun Sungmin tak melahap habis cairan putih itu,ia masih menyimpannya didalam mulut dan tak berniat untuk menelannya. Ia takut jika itu akan membuat sesuatu yang buruk untuk aegya-nya.
Melihat suaminya yang tengah sibuk mengatur deru nafasnya yang kian begitu cepat,ia pun menggunakan kesempatannya untuk segera membetulkan pakaiannya dan pergi ke luar kamar untuk mencari tempat teraman dari serangan sang serigala.
"YA! Minnnnn jangan kabur minnnnnnn" Teriak Kyuhyun dengan nada yang parau pasca orgasmenya.
"Huwaaa padahal aku belum memulangkan 'adik-ku' ke rumahnya" Racau Kyuhyun tak jelas.
**o00 That Should Be Me o00**
Pemuda bertubuh mungil itu begitu tidak mengerti dengan semua ini. Semuanya benar-benar begitu menyulitkan untuk diterima oleh pikirannya. Saat ini yang ada di pikirannya hanya lah satu.
"Dia sudah meninggal. A—aku tidak mengingkari janji. Aku tidak -" racaunya kemudian ia pun jatuh terduduk di pojok kamar apartement. Semuanya kini begitu terasa pusing. Bayangan-bayangan itu kini mulai hadir kembali dan seakan memaksanya untuk bangkit dari sebuah alam hitam yang telah ia ciptakan selama ini.
.
.
.
"Hyungie- kenapa tidak pulang?" Bocah bermata caramel itu begitu antusias melihat seseorang yang ia panggil itu tengah sibuk terduduk di bangku taman seorang diri. Ia sendiri dan memang hanya sendiri. Tak ada satupun yang ingin berteman dengannya. Pakaiannya yang begitu lusuh dan begitu tak terawat membuat siapapun enggan utnuk berkawan dengannya. Namun berbeda dengan bocah bermata caramel itu yang justru begitu antusias dengan bocah tampan yang kerap dipanggil dengan sebutan 'Sampah'.
"Aku harus mencari makan dulu. Tapi aku lelah~" Jawabnya dengan nada lesu.
"Kau belum makan?" Tanyanya kemudian.
"Sudah. Tapi keluargaku belum" Jawabnya sambil menundukan kepalanya dalam-dalam.
Pemuda bertubuh mungil itu pun ikut menundukan kepalanya dalam-dalam. Melihat tingkah polos milik namja imut itu,pemuda tampan itu pun tertawa dan membelai lembut surai hitam milik namja yang sudah 2 bulan terakhir ini selalu berada disampingnya.
"Dasar bocah" Ucapnya sambil terkekeh pelan. Memang benar,anak mungil itu masih sangat kecil dan begitu imut. Usianya saja masih 6 tahun saat pemuda tampan itu menanyakannya. Ah~ bahkan si mungil itu masih tak pasti saat mengucapkan usianya sendiri.
"Kalau hyungie laper,woonie hyung boleh kok ambil ini semua" Tawarnya sambil mengeluarkan beberapa lembar uang won dan kemudian ia ajukan pada namja itu.
Namja bernama Woonie itu membelalakan matanya begitu lebar. Ia bingung dari mana bisa bocah sekecil ini bisa mendapat uang sebanyak itu. Bahkan ia tak yakin bahwa bocah ini mengerti apa yang tengah ia pegang. Menyebut namanya sendiri saja sering lupa. "YA! Darimana kau mendapat semua uang itu?" Tanyanya dengan nada sedikit keras.
"Ambil dari tas milik umma" Ucapnya polos.
"Jangan seperti itu bodoh. Itu sama saja kau mencuri"
"Molla~ Kalau aku ingin es klim,umma selalu memberiku ini. Kalau Woonie hyung ga mau ambil,aku nangis aja" Rajuknya dengan nada sedih yang terdengar begitu menyedihkan. Woonie menggigit bibirnya dengan keras. Ia tak ingin mengambil uang itu,terlebih lagi bocah ini sama sekali tak menerima ijin dari orang tuanya.
"Ambil Hyungie~"
Ia benar-benar bingung. Namun bayangan beberapa keluarganya dirumah yang tengah kelaparan membuatnya semakin bimbang dibuatnya. Ingin rasanya ia berteriak pada seluruh manusia disana untuk menghilangkan perasaan menyebalkan yang tengah bersarang didadanya.
"Baiklah aku ambil. Tapi aku berjanji akan mengembalikannya" Ucapnya kemudian.
"EH? Kenapa?"
"Aku akan mengambilnya,tetapi beritau aku terlebih dahulu siapa namamu"
Anak itu memutar matanya bingung. Dia sudah berkali-kali mengatakan bahwa ia cukup kesulitan melafalkan nama miliknya. Yang ia ingat bahwa Kedua orang tuanya dan Hyungnya itu selalu memanggilnya dengan panggilan..
"Okkie— Hyung ku kadang suka sekali memanggilku seperti itu" ucapnya antusias.
"Okkie?"
"Ne,Okkie" Jawabnya dengan nada cempreng khas miliknya.
"Nama yang aneh" Ucapnya sambil mengernyitkan dahinya. Namun ia tak ambil pusing,secepat kilat ia merubah ekspresi wajahnya dengan ekspresi seceria mungkin dihadapan Okkie.
"Hei,kau lihat bangunan yang besar itu?" Ia pun kemudian menunjuk beberapa bangunan yang menjulang tinggi dan berdiri angkuh dihadapannya.
"Ne" Jawab Okkie dengan satu anggukan mantap.
"Suatu hari nanti aku pasti akan memberikanmu bangunan yang jauh lebih megah dari itu. Kau tunggu saja. Aku akan mengganti uang ini berkali-kali lipat jumlahnya" Tuturnya mantap.
Tidak mengerti apa yang namja itu ucapkan,Okkie pun hanya mampu mengangguk antusias sambil menatap dalam ke arah mata Woonie.
"Tapi kau juga harus berjanji untuk selalu menungguku. Kau harus percaya bahwa aku akan menjadi orang hebat dihadapanmu dan mampu membalaskan dendamku"
"Dendam?"
"Ne. Dendam terhebat didunia ini adalah saat kau berhasil menjadi orang sukses dan mampu berdiri tegap dihadapan orang yang telah menghinamu. Aku akan menunjukan keberhasilanku dihadapan semua orang yang sudah menghinaku. Kau bersedia kan menaruh seluruh kepercayaanmu padaku?" Tanyanya dengan nada sedikit sendu.
Sekali lagi namja imut itu mengangguk antusias. Ia tidak terlalu mengerti,namun setidaknya ia bersedia untuk berjanji. Berjanji untuk menunggu.
"Hei Okkie-ah" Panggil Woonie saat melihat wajah melamun milik Okkie.
"Ne Hyungie?"
"Saranghae. Nan neomu johaeyo" ucapnya tegas.
"Sama Hyungie~" Jawabnya dengan cepat dan jangan lupakan ekspresi cerianya yang ia tunjukan.
Woonie sedikit meringis mendengarnya. Okkie-nya masih terbilang sangat kecil dan umurnya bahkan terpaut hampir 4 atau 5 tahun dengannya. Tentu ia tak tau apa arti ucapannya barusan "Anak pintar. Kalau begitu,aku pergi dulu" Namja tampan itu pun segera berdiri dari tempatnya,bersiap-siap untuk pergi.
"Kemana?" Ada rasa sedikit kecewa saat mengetahui namja itu pergi. Namun cepat-cepat namja imut itu mencoba menahannya agar ia tak menangis melihat orang yang ia sayangi itu hendak pergi.
"Merawat keluargaku. Mereka sedang menungguku dirumah. Besok datanglah kemari. Kita akan bermain seperti biasanya setelah aku selesai bekerja menjual roti"
"Benarkah? Kalau begitu besok aku akan datang kemari dan meminta bantuan hyung ku agar mengijinkanku kemari"
"Hmm ide bagus. Kalau begitu aku pergi dulu ne. bye~"
Namja tampan itu pun berlari dengan cepat menjauh dari bangku taman meninggalkan sang namja imut seorang diri. Kakinya yang tak memakai alas itu tiba-tiba terasa panas dan sakit saat tak sengaja ia menginjak beberapa kerikil kecil yang berada dijalanan. Langkahnya sedikit ia lambatkan dan ingin segera melihat keadaan kakinya,namun belum sempat ia menaikan satu kakinya tiba-tiba sebuah mobil hitam dari arah yang tak jauh darinya dengan begitu kerasnya menabrak tubuh itu dan..
BRAKKK! Dan kini semuanya terasa menjadi begitu gelap dalam pandangan matanya..
.
.
.
"Bagaimana? Sudah mendapatkan apa yang kau inginkan?" Suara baritone itu tiba-tiba menginterupsi kegiatan menyendiri yang tengah dilakukan sang namja imut yang kini tengah meringkuk di pojok ruangan.
"Kemarilah. Lantainya begitu dingin malam ini" Tangan yang memiliki jari-jari mungil itu pun memegang erat kedua pundak milik Wookie kemudian mengantarnya untuk duduk diatas kasur empuk miliknya.
"Hei bicaralah. Aku tidak marah karna kau menyelinap begitu saja kemari. Aku justru -"
"Woonie –"
"Nde?" Namja berkaca mata itu pun kemudian menatap tajam ke arah Wookie yang masih memilih untuk terdiam.
"Woonie? Kim Jong Woon?" Ulangnya sekali lagi. Namun kali ini ada yang berbeda. Wajah imut itu kini menatap lekat wajah Namja berkaca mata dengan raut muka yang bahkan tak dapat dimengerti lagi apa ekspresinya.
Pemuda itu mengulas senyum manisnya pada Wookie. Sedetik kemudian ia pun mengangguk sambil membelai rambut hitam milik Wookie. Meski tanpa suara,Wookie tau apa arti dari semua perlakuan Namja itu padanya. Dia menangis dan menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya. Berusaha meredam isakannya yang sangat sulit ia pendam.
"Tidak ingin memelukku?" Namja tampan itu pun kemudian merentangkan kedua tangannya mengisyaratkan pada Wookie untuk segera memeluknya. Tanpa menunggu lebih lama,Wookie pun menyambut tubuh itu dengan pelukan yang sangat erat dengan menenggelamkan mukanya di dada bidang milik Namja itu.
"Mian - mianhae.. Hikss.. Aku berbohong. Aku hikss – mengingkarinya. Aku berdusta" ucapnya sambil terisak keras di pelukan hangat milik seseorang bernama Yesung.
"Gwaenchana"
"Aniya! Kau tidak boleh semudah itu memaafkanku. Pa – padahal aku sudah berjanji"
"Gwaenchana" ucapnya lagi dengan nada datar dan seulas senyum di wajahnya.
"Aku jahat. Aku sudah banyak berbohong. Aku -"
"Daripada itu,lebih baik kau longgarkan sedikit pelukanmu Wookie-ya. Kau bisa melukai Kim Sunghae"
DEG! Kim Sunghae? Mendengar nama asing yang baru saja disebut,Wookie sontak melepaskan pelukannya dan menatap sendu ke arah Yesung. "Ki – Kim Sunghae?"
"Ne? Kim Sunghae. Uri aegya,wookie-ya" Tuturnya dengan senyum merekah diwajahnya. Namun hatinya tak dapat berbohong. Selebar apapun senyumnya,seceria apapun suaranya tentu saja hatinya terasa sakit jika orang yang ia sayangi tengah mengandung anak milik orang lain.
"Ki -Kim?" Tanya Wookie kemudian.
"Kau tidak suka jika aku memberinya marga Kim? Apa kau akan terus berharap anakmu akan berada di ruang lingkup keluarga Cho?"
Ryeowook terdiam. Hatinya mencelos mendengar ucapan Yesung barusan. "A -aku" ucapnya terbata.
"Daripada kau hidup tak jelas di rumah Cho,lebih baik hiduplah disampingku. Aku pastikan,di dunia ini tidak akan ada yang bisa membahagiakanmu selain diriku. Tidakkah kau sadar kata cinta yang Kyuhyun katakan selama ini bisa terjadi karna permainan ciptaanmu itu? Kau tidak ingin sesuatu yang nyata? Kau tidak ingin seorang Namja yang mengakui anakmu?"
"Tidak bisa. Aku sudah banyak sekali salah padamu. A- aku.."
"Tenang saja,ada aku yang akan mengakuinya"
"Hikss andwae. Dia bukan anakmu. Aku tak pantas untukmu. Aku pendusta dan aku mengingkari semuanya" Tangisan Wookie semakin membesar,tangannya sedikit bergetar mengingat semua perbuatan yang telah ia lakukan.
"Shh jangan menangis,kau membuatku semakin terluka. Disini tak ada alasan untukku menolak anak itu. Anak itu ada karna Kau dan juga Donghae"
Mata Ryeowook sedikit membulat mendengarnya. Ia tak menyangka jika Yesung juga akan mengerti tentang hal ini. "Hyungie -"
"Kenapa? Aku memang sudah tau Wookie-ya. Mana mungkin aku bisa menolak anak ini. Appa anak ini ialah sahabatku dan umma-nya ialah orang yang mampu membangkitkan semangat hidupku dan juga daya juang dalam diriku selama ini. Kau pasti tau jika aku mencintaimu kan? Nan neomu johaeyo"
Ryeowook menggigit bibirnya dengan keras. Bingung dengan keputusan yang ingin ia ambil saat ini. Sejujurnya ia ingin sekali memilih Yesung,tapi ia takut bagaimana caranya ia berbicara pada Kyuhyun,pada Sungmin.
"Disini aku pun salah kan?" Tanya Yesung.
Ya benar sekali. Dengan perginya Yesung saat itu,Wookie kecil yang tidak tau apa-apa begitu takut dan mengira Woonie-nya sudah mati dan tak akan kembali. Ketika rasa kesepian dan kerinduannya yang begitu membuncah,suatu hari ia bertemu dengan sosok Kyuhyun. Sosok yang ia anggap sebagai duplikat Yesung. Seandainya ia tak pergi. Seandainya tak ada kejadian seperti itu. Seandainya,Seandainya dan hanya ada kata seandainya...
"Aku tidak akan memaksamu. Aku akan memberimu pilihan dan membiarkanmu berpikir"
Ryeowook terdiam. Kali ini matanya yang sembab menatap lekat ke arah wajah tampan milik Yesung. Namun Yesung yang ditatap seperti itu memilih untuk berdiri dan melangkah keluar menuju pintu. "Jika kau ingin tetap bersama Kyuhyun,pulanglah sekarang. Namun jika kau lebih ingin bersamaku,kau boleh tinggal disini kapanpun kau mau" ucapnya Final.
Yesung pun melangkah keluar dari kamarnya. Tubuh itu berjalan sedikit lemah ke arah dapur guna mencari air untuk menghilangkan rasa dahaganya. Baru saja ia hendak membuka Pintu lemari pendingin,tiba-tiba sepasang tangan mungil memeluknya dari belakang seraya berkata. "Aku juga mencintaimu Woonie" Ujar Wookie dengan semburat merah di wajah imut miliknya.
Dan dengan itu Yesung pun menyunggingkan senyuman manisnya yang penuh dengan rasa kebahagiaan dan kemenangan.
++_++ That Should Be Me ++_++
"YA! YA! Kenapa baru bangun hmmmm?" Sindir Sungmin saat melihat Kyuhyun baru terduduk di ruang makan detik ini.
"Kau tau min? Semenjak kemarin malam kau menggantungkanku begitu saja,aku sama sekali tidak bisa tidur. Aku tidur jam 1 pagi,kau tau?" Sungut Kyuhyun dengan nada sedikit ngambek kemudian mengambil sosis yang tersaji diatas meja makan dan mengulumnya.
"Kau tidur jam 1 pagi dan baru terbangun sekarang? Coba lihat Kyunnie. Ini sudah pukul 6 sore. Kau tidur seharian ini,kau tau?" Semprotnya sambil menaruh tangan diantara kedua pinggangnya.
"Sebenarnya aku sudah bangun dari tadi siang Min. Aku sudah bangun dari jam 11 siang"
"Lalu kenapa kau tidak keluar dari kamar?"
"Aku itu ingin kau datang ke kamar. Aku menunggumu dikamar berharap kau akan datang dan menyambutku. Tapi coba lihat? Kau juga tak ada saat aku bangun"
O—oh sepertinya Uri Kyuhyunnie tengah dalam masa mode ngambeknya pasca ditinggal kabur oleh sang istri. Kyuhyun sibuk mengurung diri dikamar dan mencuri makan saat Sungmin tak melihat dirinya mengendap menuju dapur. Dirinya begitu berharap istrinya akan datang ke kamar melihat keadaannya kemudian meminta maaf dan setelah itu melakukan yang 'iya-Iya' menurut versi otak mesumnya. Sedangkan Sungmin sendiri malas masuk kedalam karna ia takut akan diserang lagi oleh Kyuhyun.
DEG! Sungmin sedikit tegang melihat Kyuhyun yang begitu lambat memakan sosisnya. Ia bahkan tak menggigitnya. Ia hanya mengulumnya keluar masuk keluar masuk seakan tengah menggoda Sungmin yang tengah menatapnya. "Makan dengan benar atau kubuang sosis itu" ancam Sungmin.
"Kenapa Ming? Kau pasti berpikir jika saat ini aku bagaikan tengah mengulum juniormu dengan keras kemudian menghisapnya,mengeratnya dan -" ucap Kyuhyun dengan dirty talknya.
"Hyaaaa Kyuhyun babo. Cuk-"
"Aku pulang~"
Suara itu tiba-tiba terdengar begitu lemah dari arah belakang Sungmin. Kyuhyun yang mengenal suara itu pun sontak berdiri dan mendekat ke arah sosok imut yang tengah tersenyum ke arahnya. 'Eh benar juga ya. Wookie pergi dari kemarin malam dan sekarang baru pulang setelah malam lagi. Kenapa tumben sekali aku bisa lupa dengannya ya?' Ucap Kyuhyun dalam hati.
"Kenapa baru pulang?" Tanya Kyuhyun pada Wookie.
"A-aku itu - "
"Wookie sedang reuni Kyu. Kan kemarin malam sudah kukatakan seperti itu" Jawab Sungmin kemudian.
"Selama itu? Pergi pada waktu malam hari dan pulang di malam hari juga?"
"Ahh itu karna aku begitu merindukannya Kyu. Dia teman ku dan aku sudah lama tak bertemu dengannya" Jelas Wookie sambil memasang senyum canggungnya.
"Ermmm begitu?"
"Sudah,sudah. Lebih baik kau segera mandi Kyu. Kau bau" Ucap Sungmin sambil pura-pura menutup hidungnya.
"MWO? Jinjja? Aishhh padahal aku sudah sangat tampan begini. Bukankah tak perlu mandipun aku itu sudah harum?" Meskipun masih menggerutu,Kyuhyun pun beranjak pergi meninggalkan Sungmin dan Ryeowook yang masih terdiam.
Selama beberapa detik keduanya masih terdiam dan saling berpandangan lekat. Namun Sungmin yang terlihat malas kini memutar tubuhnya dan bergerak menjauh dari Wookie.
"Ada tiga orang dirumah ini Hyung. Dan salah satunya kupastikan akan segera pergi dari rumah ini" ucap Wookie tiba-tiba dengan nada datar. Sesungguhnya dia bingung ingin memulai pembicaraannya darimana,dia sendiri pun pribadi orang yang tak bisa merangkai kata-kata. Ia hanya ingin mengucapkan sebuah kata perpisahan yang pantas. Tak lebih.
Sungmin menggeram mendengar ucapan Wookie. Ia pun membalik tubuhnya dan berjalan menuju tempat Wookie berdiri. "Kau baru saja datang dan ingin mencari masalah denganku lagi?"
Ryeowook tersentak mendengarnya. Sungguh ia tak bermaksud untuk seperti itu. Seseorang yang akan pergi yang ia maksud ialah dirinya,bukan seseorang yang Sungmin asumsi-kan saat ini. "Bu - bukan. Maksudku—"
"Kau benar-benar menyedihkan. Kau masih begitu berharap jika aku harus pergi dari rumah ini eoh? Seharusnya kau sadar. Seharusnya hanya aku yang menjadi istri Kyuhyun. Bukan manusia tak berguna sepertimu" ucap Sungmin sedikit kalap.
Ryeowook mencoba bersabar mendengarmya. Ia sudah diberi bekal semangat khusus oleh Yesung jika sewaktu-waktu ia salah berucap. Dan kuncinya adalah sabar. Keras dilawan dengan sesuatu yang keras juga tidak akan cepat berakhir.
"Kau salah. Aku tidak bermaksud bicara seperti itu. Kenapa kau itu sok tau sekali sih Sungmin Hyung kkkkk?" Ryeowook mencoba mencairkan suasana yang sedikit keras dengan mengimbuhkan suara tawanya di akhir ucapannya. Dia sama sekali tidak ingin menghina Sungmin,dia hanya ingin berucap seperti itu agar ruang lingkup dingin itu dapat tercairkan dengan mudah. Namun sepertinya Ryeowook berucap sesuatu yang salah hingga justru membuat Sungmin semakin marah. Sungmin justru mengira ucapan Wookie barusan ialah sebuah tabuhan genderang perang yang baru saja ia layangkan.
"Apa maksudmu? Sok tau? Kau merasa dirimu itu paling benar? Dasar manusia pembohong,pendusta. Pandai bersilat lidah" Hujat Sungmin berulang-ulang.
Tidak bisa. Ryeowook paling benci jika ia dihina. Siapapun itu meskipun pelakunya ialah Sungmin yang notabenenya ialah mantan kakaknya yang ia sayangi itu. "Hyung,aku sudah mencoba untuk bersabar. Tapi kau tak mau mendengarkanku"
"Mendengarkan apa? Mendengarkan kebohonganmu? Hahaha kau ingin mengumbar apalagi Wookie-ya? Setelah cincin itu,kau ingin berkata apalagi? Lidahmu itu benar-benar pandai dan terlatih. Hidupmu memang penuh kebohongan" Sungmin begitu kerasnya mengatakan semua itu. Hatinya sudah tidak kuat. Cukup sudah ia bertahan hampir satu tahun lamanya dalam keadaan seperti itu.
"Cukup! Aku bilang cukup! Kau benar-benar menyebalkan. Seharusnya kau juga berpikir bahwa posisimu itu juga bagaikan Benalu di keluarga Choi"
Urat-urat kemarahan seketika muncul di pelipis Sungmin. Kemarahannya benar-benar berada di puncak. Dia benar-benar ingin sekali mendorong pemuda dihadapannya saat ini.
"Dasar Brengsek. Mulutmu perlu ku sobek eoh? Dasar manusia jalang. Murahan!" Baru saja Sungmin hendak melayangkan tinjunya ke arah Ryeowook,tetapi tiba-tiba tangan itu terhenti sejenak saat melihat tangan milik orang lain tengah menahan pergelangan tangan miliknya.
"Apa yang akan kau lakukan min?!"
.
.
.
Next Chapter –
"Kenapa kau selalu membelanya hah?"
"Tidak ada yang kubela. Tapi bicaramu sudah begitu kasar pada Ryeowook"
"Aku mengerti! Sepertinya memang aku harus pergi dari tempat ini"
.
.
.
"Wowww drama keluarga yang sangat menakjubkan,Cho Kyuhyun!"
"Ka - kau?"
"Ya. Ini aku. Lee Donghae!"
.
.
.
"Kau itu seorang Presdir. Tapi kelakuanmu seperti seorang fans yang begitu frustasi memikirkan idolanya yang seakan hilang ditelan bumi"
"Aku memang Frustasi umma. Aku gila. Mana bisa aku tersenyum jika Sungmin saja tidak ada di sampingku"
.
.
.
"Chakkaman! Apa kalian kembar?"
"Ne ahjuchi"
"Jeongmalyo? Lalu siapa nama kalian?"
"Aku SungKyu,yang ini MinHyun dan ini KyuMin"
"MWOYA?"
#TBC#
A/N : Annyeong. Maaf baru dateng setelah hiatus beberapa minggu ya. Wah jujur saya sibuk sekali akhir-akhir ini. Maaf atas keterlambatannya. Tapi untuk chap ini adalah chap terpanjang yang pernah saya bikin. Sesuai janji saya kan? ^^ Wah tidak terasa akan beberapa chappie lagi FF ini akan END. Mungkin 2 chap lagi ^^
Terima Kasih untuk semua readers yang masih mengikuti karya saya hingga saat ini. Untuk para reviewers yang begitu baik hati meluangkan waktunya untuk membaca FF abal milik saya.
Mari saling menghargai. Saya harap SIDERS mau memberikan sepatah katanya untuk saya di kotak review. GamsaHAE. ^^
.
.
.
(Pemalang, 2 Mei 2013 . 10.22 P.M)
Follow me : Im_YesungWife
WeChat ID : xb858580
