Tittle : That Should Be Me

Pairing: KyuMin,YeWook,EunHae

Rate: T

Warn: BL,YAOI,M-PREG

Disclaimer: Kyuhyun dan Sungmin itu saling memiliki. Tapi Sungmin juga milik saya. Yang jelas mereka milik Tuhan,orang tua,nenek,kakek dan sapa aja dah.. Saya hanya pinjam nama. Saya hanyalah yeoja yg Fujoshi dan M-Preg akut

DON'T LIKE DONT READ . Yang ga suka YAOI atau sesuatu di FF ini tinggal klik tanda X di pojok kanan atas aja dah. Gampang kan?

.

.

Previous Chapter-

"Cukup! Aku bilang cukup! Kau benar-benar menyebalkan. Seharusnya kau juga berpikir bahwa posisimu itu juga bagaikan Benalu di keluarga Choi"

Urat-urat kemarahan seketika muncul di pelipis Sungmin. Kemarahannya benar-benar berada di puncak. Dia benar-benar ingin sekali mendorong pemuda dihadapannya saat ini.

"Dasar Brengsek. Mulutmu perlu ku sobek eoh? Dasar manusia jalang. Murahan!" Baru saja Sungmin hendak melayangkan tinjunya ke arah Ryeowook,tetapi tiba-tiba tangan itu terhenti sejenak saat melihat tangan milik orang lain tengah menahan pergelangan tangan miliknya.

"Apa yang akan kau lakukan min?!"

++_++ That Should Be Me ++_++

Sungmin begitu terkejut melihat suaminya yang kini sudah berdiri tepat di sampingnya. Tangannya yang terayun diatas entah kenapa sedikit bergetar ketika melihat wajah mengerikan itu. "A-aku.."

"Katakan! Kau ingin melakukan apa dengan tangan ini nanti?" Tanya Kyuhyun dengan nada yang sedikit keras.

"Aniya! Aku tidak akan mengajukan tanganku jika tidak ada yang memulainya Kyu"

"Apa maksudmu? Kenapa kau selalu ingin berbuat kasar pada Wookie-ah?" Tanya Kyuhyun dengan nada yang sedikit ia lembutkan.

Dengan kasar Sungmin menjatuhkan tangannya dan menampik tangan Kyuhyun.

"Kyuhyun-ah,maksud Sungmin hyung-" Wookie pun mendekat kearah mereka dan bermaksud untuk menengahi,namun suaranya yang justru terdengar seperti sebuah bisikan justru tidak terdengar dan tenggelam dengan teriakan Sungmin.

"Kau selalu saja begitu. Menempatkan ku seakan aku ialah tokoh antagonis yang tengah mengganggu kehidupan harmonis milik kalian"

Kyuhyun sedikit merasa tidak terima mendengar tuduhan dari 'istri' manisnya. Ia sedikit menarik nafas kemudian menjawab ucapan milik Sungmin

"Bukan begitu Ming. Kenapa kau mudah sekali naik darah? Dengarkan aku. Aku hanya tidak suka jika kau selalu dengan mudahnya mengangkat tanganmu apalagi hendak menamparnya"

"Kurasa itu pantas untuk manusia yang begitu mirip dengan Slut. Memberikan dirinya pada orang yang jelas telah menjadi milik orang lain" Ucap Sungmin dengan keras.

"SUNGMIN!" Refleks dan keluar begitu saja nada tinggi milik Kyuhyun. Ia hanya terkejut mendengar Sungmin berbicara seperti itu barusan. "Darimana kau belajar kalimat itu eoh? Kau-"

"Selalu dan selalu saja membelanya" Ucap Sungmin sambil menahan isakannya. "Salahkah jika aku memberontak untuk posisi yang selama ini aku peroleh? Salahkah jika aku berkata kasar pada manusia yang seharusnya tidak berada di rumah ini sedari awal. Salahkah aku membencinya yang telah merebut posisiku. Dan ia juga dengan beraninya memindahkan keberadaanku dari hatimu?" Ucap Sungmin sambil menyeka air matanya.

Kyuhyun terdiam melihat Sungmin yang tengah menangis dihadapannya. Ia sadar. Amat sangat sadar jika selama ini ia begitu berbeda memperlakukan Sungmin jika dibandingkan ia memperlakukan Ryeowook. Otaknya selalu memerintahkan tubuhnya untuk selalu dan selalu ada untuk sosok mungil bernama Ryeowook itu.

Sedangkan Ryeowook yang semakin sadar kini justru memilih untuk terdiam dan duduk bersimpuh di atas lantai sambil menahan isakannya. Ini sungguh berat. Malam ini ia berusaha untuk mengaku. Tapi ia tidak sanggup jika harus seorang diri menghadapi semuanya. Ia butuh Yesung. Ia benar-benar butuh sosok itu saat ini juga.

"Mianhae jika aku memperlakukanmu tidak adil selama ini. Tapi entahlah,tubuhku begitu merespon apapun yang diperintahkan oleh otakku dan itu selalu menjurus pada Wookie" Jelasnya sambil menundukan kepala.

Rasanya Sungmin ingin sekali berteriak saat ini. Rasa marah,kecewa,benci kini begitu terasa dalam hatinya. Tangannya tergepal keras menahan ledakan emosi yang kapanpun bisa terjadi. Dihembuskannya pelan nafas yang baru saja ia hirup kemudian mengulanginya berulang kali dengan cepat. Kentara sekali jika Sungmin tengah mengatasi rasa emosinya yang membuncah.

"Kenapa kau selalu membelanya hah?" Tanya Sungmin tiba-tiba.

Mendengar 'istri' manisnya itu melontarkan pertanyaan ke arahnya,Kyuhyun pun mendongakan kepalanya kemudian menatap lembut ke arah Sungmin.

"Tidak ada yang kubela. Tapi bicaramu sudah begitu kasar pada Ryeowook"

Lagi dan lagi. Sampai kapanpun Kyuhyun akan selalu berbicara seakan ia membela Ryeowook. Jika saja ia berada di samping mereka sedari tadi,mungkin Kyuhyun akan tau apa penyebab 'istri' manisnya itu menjadi se-emosi ini.

"Hikss..Hikss mianhae Kyuhyun. Kumohon jangan salahkan Sungmin Hyung. Aku-aku lah yang salah" Ryeowook berucap sambil menahan isakan keras yang hendak keluar dari mulutnya. Rasanya ia ingin sekali membuat pengakuan saat ini tapi entah kenapa rasa lelah dan pusing yang melanda secara tiba-tiba pada tubuhnya membuat bagian perut buncitnya terasa sangat sakit. 'Tidak. Kumohon jangan sekarang' Ucapnya dalam hati sambil memegangi perutnya yang terasa melilit.

Bukannya ia bodoh tentang keadaan ia dan juga anaknya. Ia paham dengan usia kandungannya yang memasuki bulan ke-9 ini ia harus beristirahat dengan total. Namun dengan hadirnya Yesung yang baru saja datang 'kembali' dalam hidupnya itu benar-benar membuatnya rela tak beristirahat selama beberapa hari guna mencari informasi tentang namja berkacamata itu.

"Ada apa Wookie-ah? Kau ingin berbicara apa?" Kyuhyun datang menghampiri istri pertamanya yang tengah meringkuk diatas dinginnya lantai rumah mewah mereka. Direngkuhnya kedua bahu itu bermaksud untuk membantunya berdiri.

Melihat kebaikan hati Kyuhyun tak urung membuatnya mengalihkan wajah untuk menatap wajah tampan Kyuhyun. Ditatapnya lekat-lekat wajah itu sambil sesekali tersenyum sendu pada Kyuhyun. 'Mianhamnida, aku menyakitimu. Bukan kau yang salah Kyuhyun-ah' Gumamnya dalam hati.

Sungmin merasa jengah melihat mereka berdua yang kini saling memandang satu sama lain. Karna kesal,tubuhnya bergerak begitu saja dan menarik Kyuhyun menjauh dari tubuh Ryeowook. Alhasil karna perbuatannya itu,Ryeowook yang semula telah sedikit terbangun dari posisinya kini harus terjatuh lagi ke atas lantai.

"Arggghh" Pekik Ryeowook saat pantatnya mencium dinginnya lantai. Memang tidak terlalu keras karna Ryeowook baru terbangun dari posisinya sekitar 3 cm saja dari lantai. Tapi itu tetap terasa menyakitkan untuk seseorang yang tengah hamil tua seperti dirinya.

"Ming! Kau itu kenapa eoh?" Tanya Kyuhyun dengan nada keras. Namun Kyuhyun mencoba untuk tak mempedulikannya,kini ia kembali lagi berjalan ke arah Wookie hendak membantunya berdiri.

Sungmin tersenyum sinis melihatnya. Matanya terasa sangat panas melihat moment mereka berdua. "Aku mengerti! Sepertinya memang aku harus pergi dari tempat ini"

Mendengar ucapan keras Sungmin,Kyuhyun sontak memandang Sungmin dengan tatapan bingung. "Apa maksudmu Ming?"

"Kau jahat. Kau melupakanku. Kau melupakan janjimu yang akan mengenalkanku dengan umma mu sebagai istri satu-satunya yang kau miliki. Kau berbohong jika hanya ada aku di hatimu. Kau jahat karna dengan mudahnya menuruti isi otak bodohmu dan melupakan aku yang menurut mulut mu itu ialah pemilik mutlak hatimu. Kenapa kau lupa? Kenapa Kyu?" Sungmin benar-benar kalap saat ini. Ia benar-benar sudah berada di puncak kesabarannya. Ia pun juga manusia seperti Kyuhyun maupun Ryeowook. Meskipun wajahnya bak seorang malaikat,Sungmin tetap lah manusia yang mempunyai batas kesabaran normal.

"Ming,jujur saja aku tidak mengerti dengan semua ini"

"Tidak mengerti kau bilang? Kau baik-baik saja Kyu. Dokter mengatakannya padaku jika kau baik-baik saja. Kau tidak amnesia,kau tidak GILA!" Teriaknya meskipun tak dapat ia pungkiri ia merasakan sakit di bagian perutnya.

Suasana hening seketika. Yang terdengar saat ini ialah bunyi detik-detik jam dinding dan juga deru nafas mereka yang saling beradu. Ryeowook sudah tidak tahan dengan semua ini. Dengan cepat ia mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan singkat kepada Yesung agar ia cepat datang saat itu juga.

"Ming,aku-"

"Wowww drama keluarga yang sangat menakjubkan,Cho Kyuhyun!"

3 Pasang mata itu sontak menoleh ke arah sumber suara yang baru saja menginterupsi keheningan diantara mereka. Mata Ryeowook sedikit membulat melihat kehadiran Donghae dan juga Eunhyuk.

Kyuhyun sedikit menautkan kedua alisnya,ia tidak terlalu mengenal sosok itu. Tapi dalam ingatannya itu,ia merasa telah bertemu dengan orang tampan bertubuh tegap di hadapannya saat ini. Dan sepertinya-

"Ka- kau?"

"Ya. Ini aku. Lee Donghae!"

Sekali lagi Kyuhyun menautkan kedua alisnya. Ia bingung ada apa gerangan kedatangan Donghae yang masuk begitu saja dalam rumahnya tanpa permisi dan tepat pada saat genting seperti sekarang.

"Mau apa kau? Aku tidak ada urusan denganmu begitu juga dengan Sungmin" Ujar Kyuhyun dingin.

Donghae sedikit mendecih melihat tingkah dingin Kyuhyun. Namun ia tetap menggandeng Eunhyuk yang hanya bisa mengekor dan bersembunyi di belakang punggungnya. "Masih dingin seperti biasa. Kau lupa jika kita dulu pernah bertemu kemudian bergulat karna berebut Sungmin?" Sindirnya sambil mencoba mengais ingatan Kyuhyun.

'Bergulat? Dulu? Karna Sungmin?' Gumamnya dalam hati sambil merangkai satu persatu kata dalam otaknya.

"YA! Dasar anak Autis. Lawan aku. Anak manja sepertimu tidak pantas dengan Sungmin"

"Huh. Dasar ikan bodoh. Sungmin itu punyaku"

"Kalau begitu kemari. Kita bertarung. Siapa yang menang,dialah pemilik Sungmin selamanya"

"Hentikan! Kalian ini sama-sama bodoh. Kalian pikir aku ini barang hah?"

DEG! Ingatan baru mulai satu persatu muncul dalam memory otaknya. Meski bayangan wajah itu tidak terlalu jelas,namun ia dapat mengingat ucapan mereka dengan sangat jelas. Seketika kepalanya menjadi terasa pening luar biasa. Kyuhyun terus dan terus meremas rambutnya setelah beberapa ingatan mulai berganti satu persatu dengan sangat cepat. "Kenapa denganku? Kenapa banyak sekali bayangan di otakku yang belum pernah ku lakukan?" Desis Kyuhyun masih tetap meremas rambutnya.

Donghae dan Sungmin sedikit meringis mendengarnya. Hati Sungmin sakit melihat keanehan pada Kyuhyun, sedangkan Donghae kini mulai berjalan mendekat ke arahnya sambil membawa sesuatu.

"Kau salah. Semuanya sudah pernah kau lakukan. Tapi kau melupakannya. Kau itu pemalas Kyuhyun-ah" sindir Donghae.

"Aku tidak tau. Aku benar-benar tidak tau jika aku dan Sungmin pernah bertemu sebelumnya" ucap Kyuhyun frustasi sambil mundur beberapa langkah.

"Kau jahat juga rupanya Kyu. Kau pikir aku bodoh? Selama ini kau bukannya tidak ingat, tapi kau saja yang tidak mau mencari tau apa yang terjadi dengan otak Jenius mu itu?"

Sungmin sedikit terkejut mendengar ucapan Donghae, matanya ia alihkan kepada sosok manis yang ia ketahui bernama EunHyuk tengah berdiri sambil menggigiti kuku jarinya.

"A-Aku hanya tidak ingin tau" Jawab Kyuhyun terbata.

"Kenapa kau tidak ingin tau?" Tanya EunHyuk tiba-tiba.

Semua yang berada disana pun kini terdiam menunggu jawaban dari Kyuhyun. Kyuhyun sendiri yang merasa tertekan dengan pandangan itu pun akhirnya memutuskan untuk menjawabnya.

"Karna aku pikir itu hanya sebuah mimpi. Atau kilasan kejadian yang menurutku sama sekali tidak penting untuk di ingat" Jelasnya hingga mampu membuat mata Sungmin berkaca-kaca.

"Kau ini!" Dengan cepat Donghae melayangkan sebuah Vas Kaca yang sudah sedari tadi ia bawa dan mengarahkannya ke pelipis Kyuhyun.

PRANGG! Darah segar langsung merembes di salah satu pelipis Kyuhyun. Sungmin yang melihat Kyuhyun terluka, tak kuasa untuk menahan isak tangisnya lebih keras. Ia pun mencoba berlari menghampiri Kyuhyun. Namun sebelum ia sampai di tempat Kyuhyun, langkahnya terhenti akibat adanya seseorang yang tengah menggenggam lengan berisi miliknya dengan erat. Ia pun menengok dan sedikit terkejut siapa gerangan yang tengah menghambat jalannya.

"Yesung Hyung. Kau-?"

"Tetaplah disini. Aku yakin Kyuhyun akan baik-baik saja"

"Tidak bisa. Dia terluka"

"Sekali ini saja egois lah untuk dirimu sendiri"

Sungmin pun mengalah. Matanya ia arahkan kembali pada Kyuhyun yang berada jauh darinya. Melihat Kyuhyun terluka benar-benar membuatnya tak kuasa menahan tangis. Tangannya ia gunakan untuk menutupi kedua matanya yang kini tengah menangis hebat. Tak tega melihat Dongsaeng manisnya menangis, ia pun menarik Sungmin ke dalam pelukan hangatnya dan memeluknya dengan erat. "Maafkan kami, ne. Kami terlalu ikut campur urusan kalian. Menangislah jika itu satu-satunya yang bisa meringankan bebanmu saat ini"

Semuanya masih memandang kea rah Kyuhyun yang duduk memegangi kepalanya yang berdarah. Hyukkie yang merasa tak tega pun kini ikut menghampiri Hae. "Kau itu sedang apa? Apa kau ingin membunuhnya?" Hyukkie berucap dengan sedikit nada takut di dalamnya.

"Gwaenchana. Ini akibat karna ia bilang dia tidak peduli. Jika dengan cara halus tidak bisa, kenapa tidak gunakan cara kasar? Aku saja bisa tersadar karna pukulan telak Yesung hyung saat itu, lantas kenapa aku tidak bisa memberikan pada dia untuk membuatnya sadar?" Jawab Donghae santai.

"Tapi itu justru akan membuat luka baru di Kyuhuyn"

"Luka fisik kan? Bukan luka di hati? Ia meremehkan ingatannya sendiri Hyukkie-ah. Kau sendiri yang bilang,jika manusia sudah mengalami apa yang kau dan Ryeowook lakukan itu tidak ada cara penyembuhannya kecuali ia berusaha mengingatnya sendiri"

Eunhyuk sedikit malu mendengarnya. Memang benar inilah yang ia takutkan. Ia takut karna kebingungan mencari obat untuk Kyuhyun. Jika pun melakukan terapi,Eunhyuk tentu akan dicurigai jika secara langsung memintanya pada keluarga Kyuhyun. Itu sama saja membongkar keburukannya bersama Wookie. Satu-satunya cara yang bisa ialah penderita itu sendiri yang harus menyembuhkan dirinya. Namun Kyuhyun sering meremehkan dan mencoba melupakan potongan-potongan memori masa lalunya itu.

"Arghhhh Jeongmal apeuda!" Teriak Kyuhyun sambil memegangi kepalanya. Seketika kilasan-kilasan yang sempat ia lihat dulu kini muncul dengan jelas di otaknya. Berbeda dengan dulu saat ia tak mampu melihat wajah sosok yang berada dalam ingatannya. Kini bahkan terlihat dengan jelas antara dirinya dengan sang istri manisnya.

"Su-Sungmin?" Gumamnya dengan pandangan kosong ke depan.

Donghae jadi merasa bersalah melihatnya. Ia sendiri merasa malu. Bukan Kyuhyun yang salah. Tapi ia dan juga beberapa manusia yang berada di sana lah yang secara tak langsung bisa disebut dengan pelaku utama "Aku mengerti Kyu. Bukan kau disini yang salah. Kami semua pun ikut andil dalam permasalahan" Ucap Donghae.

Kyuhyun mendongakan kepalanya kea rah Donghae. Menatapnya dengan tatapan ingin tau. "A—apa?"

Donghae menghembuskan nafasnya dengan berat. "Kau lihat istrimu yang disana? Yang tengah hamil 9 bulan itu?" Tanya Donghae sambil mengarahkan jari tangannya kearah Wookie.

Semuanya pun kini mengalihkan pandangan kea rah Wookie yang masih terduduk bersimpuh di lantai. Yesung yang merasa Wookie-nya begitu tertekan sontak melepaskan pelukannya pada Sungmin dan kemudian berjalan kearah Wookie kemudian memeluknya erat. "Shhh gwaenchana. Ada aku disini" Yesung mencoba menenangkan Wookie dengan memeluknya dan menepuk punggunya pelan. Sama seperti dulu yang selalu ia lakukan saat Wookie menangis.

"Ada apa dengannya?"

"Itu anakku Kyuhyun-ah"

JDERR! Bagaikan tersambar petir berulang kali mendengar ucapan Donghae. Kyuhyun melebarkan matanya begitu pula dengan Sungmin. Namun berbeda dengan ekspresi Hyukkie yang sarat akan kepedihan yang mendalam.

"Ka-Kau!" Kyuhyun mencoba berdiri namun sakit dikepalanya membuat ia kembali jatuh terduduk.

"Ya, aku ayahnya. Itulah kesalahan yang aku buat,Kyu" Donghae berucap dengan raut kesedihan yang mendalam.

"Tapi kenapa?" Tanya Kyuhyun dengan suara yang parau. Dia merasa seperti di khianati dari belakang.

"Aku akan memberitahumu,tapi jawab dulu pertanyaanku. Kali ini aku serius Cho, kenapa kau tidak mencoba mengikuti satu persatu ingatanmu,kenapa kau bisa meremehkannya? Kena-

"Sudah Kukatakan Jika Aku Tidak Peduli dengan itu!" Jawab Kyuhyun dengan cepat. Ia malas jika ia sudah mengatakan hal sama sebelumnya dan harus di ulangi kembali disaat ia membutuhkan sebuah jawaban baru.

Berbeda dengan Sungmin. Ia merasa sakit tepat di bagian hatinya. Hati yang sedari dulu telah tersayat,kini harus menerima luka sayatan yang jauh lebih lebar dari sebelumnya hanya karna ucapan Kyuhyun. Ia tersenyum miris mendengarnya.

"Aku mengerti Kyu. Mungkin aku memang tidak lagi penting untukmu" Ucap Sungmin tiba-tiba.

Kyuhyun sontak mengalihkan pandangan kepada kelinci manisnya, dalam hati ia begitu merutuki ucapannya. Bukan ia tidak peduli, bahkan saat ini Sungmin akan selalu menjadi orang yang ia pedulikan lebih dari siapapun.

"Min,aku-

"Terima kasih untuk semuanya selama ini. Kau tidak perlu khawatir Kyu. Aku akan pergi dari hadapanmu saat ini juga"

Setelah mengucapkan itu, Sungmin langsung berlari keluar dari rumahnya. Kyuhyun yang tersadar pun kini berdiri dari posisi bersimpuhnya dan berlari mengejar Sungmin meski dengan langkah sedikit tertatih. Rasa sakit yang luar biasa itu sudah sedari tadi ia lupakan dan terus mencoba mengejar Bunny-nya di depan. Ditembak puluhan peluru pun jika Bunny-nya pergi dari hadapannya, ia masih sanggup untuk berlari.

"Ming-Tunggu. A—aku mohon tunggu"

Langkahnya begitu tertatih saat mengejar Sungmin karna pandangannya yang kini mulai semakin menipis. Jikalau dia dalam keadaan sehat,ia yakin pasti saat ini juga ia telah membawa Sungmin dalam pelukannya mengingat Sungmin yang tengah hamil sehingga ia tidak bisa berlari terlalu kencang.

Mata Kyuhyun membelalak lebar melihat Sungmin terlihat berdiri di depan halte bus. Ia berlari sekuat tenaga, namun kakinya tak sengaja tersandung batu besar hingga Kyuhyun terjatuh di atas kerasnya aspal jalan dan membuat lengannya terluka karna tergesek dengan aspal itu. Namun ia tak menyerah sama sekali, ia kembali bangkit dan melupakan rasa sakitnya saat melihat Sungmin sudah masuk ke dalam bus.

"Andwae! Andwaeeee. Ming dengarkan aku dulu. Ming- Mingggg" Teriaknya kalap tepat di belakang bus yang tengah berjalan dengan cepat. Kurang nya penerangan jalan yang ia tengah lewati saat ini, Kyuhyun pun kembali jatuh tersungkur diatas kerasnya aspal. Membuat lengannya semakin terluka parah karna refleks melindungi wajah miliknya itu. Benar-benar perjuangan cintanya yang begitu besar kepada sang istri.

"MINGGGG.. SUNGMMMIIINN!" Kyuhyun berteriak histeris melihat kepergian Sungmin. Rasanya ia ingin sekali memotong lidahnya yang telah membuat Sungmin terluka.

Ia sama sekali tidak bermaksud mengucapkan itu. Ia mengaku bersalah karna selama ini ia mencoba mengenyampingkan potongan-potongan yang baru ia sadari bahwa itu adalah salah satu asset penting untuk kembali mengingat Sungmin-nya. Jikalau ia tau bahwa dirinya dan Sungmin lah yang selama ini muncul dalam ingatannya, ia sudah dipastikan akan pergi ke beberapa tempat yang ia akui sering muncul dalam ingatannya.

"Hikss—Kau salah paham Ming. Aku pun disini terluka. Bukan hanya dirimu. Hiksss"

Berbeda keadaan dari yang Kyuhyun alami. Ke empat manusia itu tetap berdiri di dalam rumah Kyuhyun tanpa mencoba untuk membantu Kyuhyun mengejar Sungmin.

"Kau yang dalam keadaan baik Hae. Kenapa tidak mengejarnya?" Yesung bertanya dengan nada yang sangat keras kea rah Hae yang hanya bisa berdiri mematung.

"Jika aku menahan Sungmin, itu sama saja aku membuatnya bertahan lebih lama dalam kehidupan penuh lukanya"

"Lalu kenapa kau tak segera mengatakannya saja? Kenapa kau hanya mengatakan kesalahanmu saja. Sekarang coba kau lihat. Sungmin pergi dengan membawa rasa benci dan kesalahpahamannya pada Kyuhyun. Andai kau sudah mengatakan apa yang dilakukan Hyukkie dan Wookie, aku yakin Sungmin mau mengerti Kyuhyun. Kau terlalu mengulur waktu Hae. Kau membuat kami semakin terlihat jahat jika begini caranya" Ucap Yesung sambil memeluk Wookie erat.

Donghae terdiam. Air matanya menetes begitu saja. Yesung benar,seharusnya ia langung saja mengatakan kesalahan yang sebenarnya pada KyuMin. Tapi entah mengapa ia merasa takut. Entah kenapa pula ia takut karna Hyukkie sendiri ikut bersalah dalam hal ini.

"Arghhhh appooo" Teriakan Wookie begitu menggema dalam keheningan. Ketiga manusia yang sedari terdiam itu kini beralih menatap Wookie. Eunhyuk yang notabene seorang dokter pun ikut menghampiri Wookie yang tengah meringis memegangi perut buncitnya.

"Wookie-ah. Wookie. gwaenchana?" Yesung begitu panic melihat keadaan Wookie yang berada dalam pelukannya. Tangannya bergetar untuk menghapus beberapa keringat yang berada di pelipisnya.

"Aku memang bukan dokter kandungan. Tapi aku rasa Wookie akan melahirkan" Ucap Hyukkie sontak membuat ke dua namja lainnya membulatkan matanya.

"MWOYA?"

"Disaat seperti ini?"

Semuanya panic mendengar ucapan Hyukkie. Namun Yesung mencoba untuk tenang agar bisa mengambil keputusan terbaik.

"Hae. Kau cepat pergi melihat Kyuhyun Sungmin. Entah kenapa perasaanku tidak enak, dan biarkan kami membawa Wookie ke rumah sakit"

"Tapi Hyung,aku-

"Tenanglah. Percaya saja padaku. Aku akan menjaga anakmu juga" ucapYesung kemudian berlalu meninggalkan Donghae yang masih duduk terdiam.

"Jika kau duduk begitu saja,aku akan membunuh anakmu ketika lahir nanti Hae" teriak Yesung yang akhirnya mampu membuat Hae berdiri dan berlari menyusul Kyuhyun.

++_++ That Should Be Me ++_++

5 Years Later..

CKLEKK! Pintu itu terbuka dan menampakan seorang wanita paruh baya yang tengah berjalan masuk ke dalam kamar milik seseorang. Mulutnya berdecih melihat anak tampannya itu tidur tengkurap tanpa melepas alas kakinya terlebih dahulu. Bahkan jasnya yang semula rapi kini menjadi begitu kusut dibuatnya.

"Kyuhyun-ah. Donghae bilang, hari ini ada Klien yang menunggumu di kantor" Ucapnya sambil menggerakan kaki sang anak.

Namun tak ada jawaban yang ia dapat. Namja itu hanya terdiam dengan wajahnya yang terendam di atas bantal yang dulunya di pakai oleh sang istri manisnya. Wanita itu sedih melihat anaknya yang begitu terpuruk pasca perginya sang istri 5 tahun yang lalu.

"Kau begitu berbeda. Diluar sana kau begitu bersemangat dan terlihat kuat. Namun ketika kau sedang berada di rumah kau terlihat sangat mengerikan,sayang" ucapnya sambil menepuk-nepuk pantat Kyuhyun.

"Hei,bangunlah. Kau itu adalah kebanggaan kami. Kau tak mau mengecewakan appamu kan? Dia sudah memberikanmu kepercayaan untuk memimpin salah satu perusahaannya Kyunnie"

Namja itu pun sedikit menggeliat sambil menggesek-gesekan wajahnya pada bantal itu. Badannya ia sedikit gerakan karna rasa pegal mulai merayap dalam tubuhnya yang tertidur dalam posisi tak nyaman.

"Oemma tau kau tidak sedang tidur,sayang"

Namja itu pun mendecih kemudian ikut mendudukan dirinya di atas kasur. "ada apa eomma kemari?"

"Jahat sekali kau. Oemma sangat mengkhawatirkanmu. Seharusnya kau menunjukan wajah bahagiamu di dalam rumah. Kau membuat oemma sedih"

Kyuhyun sedikit meringis mendengarnya. Ia mengerti bahwa Dirinya saat ini mempunyai dua kepribadian ganda. Seperti apa yang eommanya itu katakan,jika berada di luar ia terlihat begitu kuat,tegas dan semangat. Tetapi jika berada di rumah ia sudah menjelma menjadi sosok yang begitu pemurung dan suka berdiam diri di kamar istri manisnya.

"Astaga. Kau mencetak banyak sekali foto Sungmin" Gumam sang oemma ketika matanya melihat wallpaper kamar yang semula berwarna pink kini tertutup dengan foto Sungmin yang sangat besar dan berjumlah banyak. Jangan tanyakan dengan keadaan kamar Kyuhyun. Sudah jelas kamar itu jauh lebih seram dari kamar ini.

"Kau itu seorang Presdir. Tapi kelakuanmu seperti seorang fans yang begitu frustasi memikirkan idolanya yang seakan hilang ditelan bumi" Canda nya saat melihat sang anak kembali menampilkan senyum sendunya.

"Aku memang Frustasi umma. Aku gila. Mana bisa aku tersenyum jika Sungmin saja tidak ada di sampingku" Ucapnya kemudian. Tak dapat lagi ia pertahankan air mata yang sedari tadi bertahan dalam kelopak matanya. Ia benar-benar ingin menumpahkannya saat ini juga.

Sang eomma pun kini memeluk Kyuhyun dengan erat dan tak kuasa menahan tangisnya. "Eomma mohon bangkitlah. Oemma yakin suatu hari kalian pasti akan dipertemukan kembali" Hiburnya dengan suara yang parau.

"Tapi kapan eomma? Ini sudah 5 tahun. Bahkan semuanya sudah bahagia di luar sana,tapi coba kau lihat aku? Aku hanya seorang korban,umma. Apa tuhan akan selamanya menjadikanku seorang korban?"

"Aniya. Tuhan tidak jahat,sayang. Kau hanya cukup bertahan dan sabar menghadapi semuanya. Eomma yakin sebentar lagi Kyunnie. Sebentar lagi kau akan mendapatkan kebahagiaanmu. Percayalah dengan eomma,nak"

Namun Kyuhyun hanya terdiam sambil memeluk eommanya dengan erat. Tangisannya semakin keras namun sedikit terndam di balik bahu milik oemmanya. Kini Kyuhyun hanya mampu mengikuti perkataan oemmanya. Bertahan,sabar,dan percaya. Karna selama apapun itu,Kyuhyun akan tetap selalu dan selalu menunggu Sungmin.

Betapa baiknya Kyuhyun saat ia mulai memaafkan satu persatu orang itu. Ia menceraikan Wookie tepat seminggu pasca Wookie melahirkan dan kemudian menikahkan mantan istrinya itu dengan Yesung. Ia bahkan memaafkan Donghae dan mengangkatnya menjadi seorang Sekretaris di kantornya. Dan juga menjadikan Eunhyuk dokter pribadi keluarga Cho. Ia hanya mencoba untuk melupakan dan memaafkan. Ia sadar, ia akan berubah menjadi orang yang lebih baik. Seperti Sungmin-nya yang memiliki hati bak malaikat.

.

.

.

"Selamat pagi tuan Cho"

"Pagi tuan"

"Selamat pagi tuan. Semoga harimu menyenangkan"

Seperti biasa,setiap kali Kyuhyun sang CEO muda itu berjalan melewati para karyawan yang ia pekerjakan, semuanya berubah menjadi begitu tunduk dan patuh padanya. Imagenya yang terkenal begitu tegas entah mengapa membuat beberapa karyawan sedikit menciut takut dengannya. Minus-para karyawati yang sering mencoba bersikap centil dihadapannya.

"Kyuhyun-ah"

Kyuhyun menengok kea rah sumber suara saat mendengar seseorang memanggil namanya. Manusia itu berjalan kea rah Kyuhyun sambil memberikan beberapa berkas kepadanya.

"Apa ini?" Tanya Kyuhyun.

"Kontrak kerjasama. Salah satunya ada yang meminta bantuan perusahaan kita untuk membantu perusahaannya yang sedang terlibat masalah"

"Meminjam uang maksudmu?"

"Ya begitulah. Kudengar Perusahaan Itu sedang terkena masalah sabotase yang dilakukan oleh karyawannya sendiri"

"Kenapa harus Perusahaanku. Urus yang lain saja" Ucap Kyuhyun dingin.

"Tapi ia menawarkan barang produksi terbaru perusahaan mereka Kyu"

"Apa bedanya dengan Perusahaan ini,Hae. Barang perusahaan kita sudah pasti lebih bagus. Batalkan saja"

"Kyuhyun-ah,tapi-

BRAKKK! Belum selesai ucapan sang sekretaris itu selesai,tiba-tiba Kyuhyun memberhentikan langkahnya. Ia melongok kea rah depan dan seketika itu ia menahan tertawanya saat melihat jas mahal Kyuhyun kini basah terkena tumpahan Ice Cream.

"YA! Apa yang kau lakukan dengan jasku?" Ucap Kyuhyun kalap.

Namun sang penabrak itu hanya mampu terdiam dan meringkuk mundur ke belakang. "Mianhae ahjuchi"

"Donghae-ya! Kenapa bisa ada bocah di kantorku?" Tanya Kyuhyun dengan nada super keras.

"Mo-Molla. Aku tidak ingat jika ada anak kecil sedari tadi"

"Cepat usir dia!"

"Hah? Usir?"

"Ya,tentu sa-

"Hyungie. Gwaenchanaeyo?" Tiba-tiba muncul lagi kedua anak kecil menghampiri bocah super imut yang baru saja menabraknya.

"Oh geez. Apalagi ini. Aku alergi bocah nakal seperti ini" Ucap Kyuhyun sambil menepuk-nepuk jidatnya.

"Sungkyu-ya. Ahjuchi ini malah-malah cama Minnie"

"Eh? Waeyo Oppa?" ucap salah seorang bocah cantik bermata bulat dan berpipi chubby.

"Es klimnya tumpah hyunnie. Huweeeee" Bocah itu tiba-tiba menangis dengan sangat kencang hingga berhasil membuat Kyuhyun dan Donghae panic dibuatnya.

"Ya! Uljimma. Aishhh Donghae. Cepat cari ummanya. Biar aku mengurusi bocah ini"

"Eh? Tapi rapatnya?"

"Sebentar saja! Aku benci melihat bocah yang berisik seperti dia!"

Kyuhyun sedikit meremas rambutnya ketika melihat bocah imut itu menangis. Dadanya naik turun menahan amarah saat mendengar tangisan itu semakin keras menusuk gendang telinganya.

"Baiklah baiklah. Maafkan ahjusi ne. nanti akan ahjushi belikan yang lebih banyak lagi"

Seketika tangisan itu mulai mereda. Mata bulatnya mengerjap-ngerjap imut dan menatapnya bak seorang anak kucing yang meminta ikan asin pada tuannya.

"Jeongmal?"

"Nde. Maka dari itu kau harus diam" Perintahnya telak.

"Yeyyyyyy allaseo" Jawabnya sambil berjingkrak-jingkrak aneh.

Kyuhyun mulai menghembuskan nafas leganya. Ia hanya mampu terdiam melihat ketiga anak itu berloncat-loncat bersama dihadapannya.

"Eh Chakkaman! Apa kalian kembar?" Tanyanya tiba-tiba saat melihat lebih teliti ke dalam wajah mereka bertiga.

Sang anak yang baru saja menangis itu kini memandang ke arah Kyuhyun,calon pentraktir Ice creamnya "Ne ahjuchi"

"Jeongmalyo? Lalu siapa nama kalian?" ucapnya dengan nada lembut setelah melihat wajah mereka lebih intens. Benar-benar mengingatkannya pada seseorang.

Lalu sang anak yang terlihat memiliki wajah tertua itu kini menjawab pertanyaan Kyuhyun. "Aku SungKyu,yang ini MinHyun dan ini KyuMin"

"MWOYA?" Seketika matanya membulat mendengar nama yang begitu familiar di telinganya.

#TBC#

4000 Word saya ketik sudah. Maaf jika kelamaan. Saya agak malas melihat SiDers yang begitu baik hati membaca FF saya. Saya suka melihat satu persatu SiDers mulai muncul karna keterlambatan saya memposting. Maaf jika saya egois. ^^

Duduk di depan computer,mengetik dan memeras otak itu sangat sulit. Saya hanya meminta review itu saja. Jika tidak suka,tidak usah baca. Tapi jika mengikutinya dan membaca dari awal tolong berikan saya sebuah Review sebagai alat penyemangat untuk saya.

Terima kasih^^ Big thanks untuk semuanya.

Jangan lupa untuk membaca FF baru saya "Key of Heart", kisah cinta antara Cyborg (robot) dengan sang Master yang angkuh.

Jo's FB: Justian Kevinius Namja ELF (Pengedit dan Publish FF)

Twitter saya: Im_YesungWife

WeChat ID: xb858580

TENGKYU.