Tittle : That Should Be Me

Pairing: KyuMin,YeWook,EunHae

Rate: T

Warn: BL,YAOI,M-PREG

Disclaimer: Kyuhyun dan Sungmin itu saling memiliki. Tapi Sungmin juga milik saya. Yang jelas mereka milik Tuhan,orang tua,nenek,kakek dan sapa aja dah.. Saya hanya pinjam nama. Saya hanyalah yeoja yg Fujoshi dan M-Preg akut

DON'T LIKE DONT READ . Yang ga suka YAOI atau sesuatu di FF ini tinggal klik tanda X di pojok kanan atas aja dah. Gampang kan?

.

.

Previous Chapter-

"Nde. Maka dari itu kau harus diam" Perintahnya telak.

"Yeyyyyyy allaseo" Jawabnya sambil berjingkrak-jingkrak aneh.

Kyuhyun mulai menghembuskan nafas leganya. Ia hanya mampu terdiam melihat ketiga anak itu berloncat-loncat bersama dihadapannya.

"Eh Chakkaman! Apa kalian kembar?" Tanyanya tiba-tiba saat melihat lebih teliti ke dalam wajah mereka bertiga.

Sang anak yang baru saja menangis itu kini memandang ke arah Kyuhyun,calon pentraktir Ice creamnya "Ne ahjuchi"

"Jeongmalyo? Lalu siapa nama kalian?" ucapnya dengan nada lembut setelah melihat wajah mereka lebih intens. Benar-benar mengingatkannya pada seseorang.

Lalu sang anak yang terlihat memiliki wajah tertua itu kini menjawab pertanyaan Kyuhyun. "Aku SungKyu,yang ini MinHyun dan ini KyuMin"

"MWOYA?" Seketika matanya membulat mendengar nama yang begitu familiar di telinganya.

++_++ That Should Be Me ++_++

"MWOYA?" Seketika matanya membulat mendengar nama yang begitu familiar di telinganya.

Ketiga bocah itu hanya bisa terdiam melihat ekspresi Kyuhyun yang ermmm well bisa dikatakan cukup berlebihan.

"Ahjushi kenapa berteriak?" Tanya si cantik dengan rambut hitam berkilau dan berkuncir dua itu.

Kyuhyun yang sadar ekspresinya yang terlalu berlebihan pun kini merapikan jasnya dan berdehem pelan. "Ermmm gwaenchana. Ahjushi ingin tanya,kemana orang tuamu eoh?"

"Tadi Mommy bilang mau pergi ketemu sama Ahjushi yang punya tempat ini"

"Maksudmu bertemu denganku? lalu dimana Daddy kalian? Kalian datang bersama kan?"

"Aniya. Kata Mommy, Daddy kami cudah mati" Sahut si imut Kyumin.

Kyuhyun terkesiap mendengar penuturan dari bocah itu. Entah kenapa perasaannya kini berubah menjadi sedikit tidak enak. "Ermmm mianhae. Ahjusi tidak bermaksud untuk mengingatkan kalian dengan Daddy kalian itu"

"Gwaenchana. Sungkyu juga belum pernah-"

"Kyuhyun-ah!"

Belum selesai si Sungkyu berbicara, kini Kyuhyun sudah harus dikejutkan dengan suara keras yang baru saja menyebut namanya. Kyuhyun membalikan posisi berdirinya dan menghadap ke arah sumber suara dimana kini terlihat Lee Donghae yang tengah berjalan sedikit berlari ke arahnya.

"Bagaimana?"

"Aku tidak tau. Banyak yang sudah kutanyakan dari Karyawan sampai Office boy tapi tetap tidak tau siapa orang tua mereka"

Kyuhyun sedikit mengernyitkan dahinya. Matanya kini beralih ke arah 3 bocah imut yang tengah memandangnya dengan tatapan datar.

"Hei,kemana orang tua kalian? Jangan membuat Ahjushi bingung. Ahjushi harus rapat sebentar lagi"

"Molla~ Tadi cih Mommy culuh nunggu cebental di mobil. Tapi Minnie liat es klim teluc Minnie beli deh. Habic itu Minnie kecini mau cali Mommy" Jawab Kyumin sekenanya. Donghae dan Kyuhyun yang melihatnya hanya bisa ber sweatdrop ria. Rasanya tangan mereka sudah berkedut seakan ingin sekali mencubit pipi chubby Kyumin.

"Aishhh lebih baik kalian pergi saja sendiri. Tidak apa kan pergi ke bawah dan mencari mobil Mommy kalian?" Suruhnya dengan ekspresi datar.

"Tapi Sungkyu cape~ Tadi habis ngikutin Kyumin hyung yang lari kesini naik tangga bareng Minhyun" Ucapnya sambil mempoutkan bibirnya.

"Bukan urusanku,bocah" Jawab Kyuhyun cuek dan berhasil membuat muka imut ketiganya mengkerut.

"Jangan begitu Kyu. Bagaimana kalau kau membawa mereka menuju tempat parkir. Aku yakin pasti Ummanya tengah panik mencari anak-anaknya" Usul Donghae hingga mampu membuat Kyuhyun mendelik ke arahnya.

"Tidak! Untuk apa aku repot-repot membawa mereka menemui Mommy nya?"

"Lalu kau akan berpikir untuk membiarkan mereka lebih tersesat di dalam perusahaan jika kau membiarkannya begitu saja? Lihat sekarang! Bahkan mereka sudah berhasil ke lantai ini. Bagaimana-"

"Ya Ya Ya. Arraseo. Kau terlalu banyak bicara,membuatku semakin malas saja"

Meskipun berkata ketus,tetapi kini Kyuhyun berjongkok guna menyamakan tinggi badan mereka.

"Baiklah. Ada yang ingin kugendong? Tetapi hanya dua orang" Tawarnya pada ketiga bocah itu.

"Minhyun/Kyumin" Dengan cepat kedua bocah itu menaikan tangannya dan langsung menyerbu Kyuhyun.

"Sungkyu kenapa tidak mau digendong?" Tanya Donghae pada bocah bernama Sungkyu.

"Shireo~Sungkyu sudah besar. Biar Noona sama Hyung saja yang digendong"

"EHH?" Kyuhyun dan Donghae membeo bersama. Mereka bingung dengan sebutan 'Kakak' yang baru saja di ucapkan oleh Sungkyu.

Namun Kyuhyun mencoba tak peduli. Dia kemudian menggendong Minhyun di tangan kirinya dan Kyumin berada di tangan kanannya sedangkan Sungkyu hanya mengekor di samping Kyuhyun.

"Coba beritahu ahjushi. Siapa kakak tertua diantara kalian. Sungkyu kah?" Tanya Kyuhyun pada ketiganya.

Namun kedua makhluk dikedua tangannya menggeleng bersama dengan kompak. "Kyumin oppa. Oppa yang paling tua kata Mommy" Celoteh Minhyun sambil mengeratkan pegangan tangannya di leher Kyuhyun.

"Jeongmalyo? Bagaimana bisa? Bahkan untuk berbicara saja Kyumin masih belum bisa. Dilihat dari manapun pasti Kyumin yang paling muda"

"Aniya. Minnie itu Hyung nya Cungkyu,Oppa nya Hyunnie" Jawab Kyumin sambil memainkan rambut Kyuhyun.

"Jadi Minhyun anak kedua? Tidak kusangka, Sungkyu yang terlihat lebih besar dan bersifat lebih tenang justru anak terakhir diantara kalian" gumamnya dengan nada yang sedikit pelan.

Mereka kini telah sampai pada lantai dasar dan bermaksud menuju tempat parkir untuk mencari mobil Umma mereka. Namun Minhyun sedikit menggeliat dan memberontak di gendongan Kyuhyun membuat Kyuhyun heran menatapnya.

"Ada apa?" Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

"Kalau nanti ketemu Mommy berarti Hyunnie ga bisa ketemu Ahjushi lagi" Ucapnya sambil mengerucutkan bibir merahnya.

"Memangnya kenapa?"

Minhyun mengerucutkan bibirnya lebih dari sebelumnya. Wajahnya ia sembunyikan di ceruk leher Kyuhyun sambil bermanja-manja di hadapannya. "Ahjushi harum sekali,ahjushi juga tampan. Kalau sudah besar, Minhyun ingin jadi pengantin Ahjushi"

Kyuhyun sedikit terkekeh mendengarnya. Ia kecup kepala Minhyun tanpa sadar karna melihatnya yang begitu menggemaskan. "Tidak bisa Hyunnie~ Ahjushi sudah memiliki seseorang. Dan selamanya akan selalu ada orang itu"

"Uhh tapi pasti dia ga secantik Hyunnie"

"Geurae. Hyunnie jauh lebih cantik,maka dari itu-"

"Mommmyyy"

Belum selesai ia berbicara pada Minhyun, Kyumin langsung memberontak di gendongan Kyuhyun sambil menyebut kata 'Mommy'. Refleks Kyuhyun menurunkan Kyumin tanpa melihat sosok Mommy yang baru saja dipanggil oleh bocah imut itu.

"Ahjushi, itu mommy Minhyun" tunjuknya pada sosok yang kini tengah melihat Kyuhyun dengan tatapan tajam.

Kyuhyun dengan cepat menolehkan kepalanya guna melihat sosok ibu yang baginya sangat tidak bertanggung jawab itu. Tangannya sudah terarah kepada sosok itu begitu juga dengan matanya yang kini berubah membulat tak percaya.

"Mi-Ming?" Ucapnya sedikit tergagap.

Namun sosok yang baru saja dipanggil Ming itu hanya terdiam mematung melihat Kyuhyun yang berada tepat dihadapannya. Kilasan-kilasan kejadian beberapa tahun yang lalu tiba-tiba muncul dalam benaknya sehingga sukses membuat amarahnya kini membuncah.

"Kemarikan Minhyun!" Perintahnya sambil menatap tajam Kyuhyun.

Namun Kyuhyun hanya bisa terdiam melihat sosok itu. Sosok namja yang begitu manis dan juga cantik yang selalu terbayang-bayang dalam ingatannya selama 5 tahun terakhir ini. Sungguh ia sangat merindukan sosok itu. Sosok yang takan pernah bisa tergantikan oleh manusia siapapun didunia ini. Manusia yang berhasil menjadikan dirinya sebagai pusat dari segala arah hidup Kyuhyun. Kyuhyun bahkan nyaris menitikan air matanya saat teringat kalimat ummanya sebelum ia berangkat menuju kantor tadi pagi. Ini benar-benar keajaiban sekaligus kesempatan yang diberikan oleh tuhan untuknya.

"Mi-Ming? Cho Sungmin?"

Pemuda itu menutup matanya. Rasanya ia sedikit kesal mendengar nama itu terdengar kembali dalam telinganya. "Sepertinya anda salah orang. Namaku Vincent Lee. Dan kemarikan anakku sekarang!"

Kyuhyun membulatkan matanya ketika mendengar ucapan pemuda itu yang mengaku bocah dalam gendongannya saat ini ialah anaknya. Jika ia berkata bahwa Minhyun ialah anaknya,bukankah itu berarti bahwa mereka itu-,

"A-anak? Me-mereka anakmu?" Jawab Kyuhyun dengan nada yang sedikit bergetar. Rasanya ia ingin sekali menangis sekencang-kencangnya detik ini.

Pemuda imut itu tak menggubris kalimat Kyuhyun. Dengan cepat ia berjalan ke arah Kyuhyun dan mencoba untuk merebut Minhyun. Tetapi Kyuhyun mengeratkan kedua tangannya pada tubuh mungil Minhyun seakan enggan untuk melepaskan bocah cantik nan imut yang berada dalam pelukannya. "Katakan padaku! Apa mereka benar anakmu?" Tanya Kyuhyun dengan nada yang cukup keras.

"Kembalikan Minhyun! Dia anakku. Mereka bertiga anakku. Kenapa? Kau tidak suka?" Jawabnya dengan nada tak kalah keras dari Kyuhyun. Ia tetap mencoba menarik Minhyun dari kungkungan kuat Kyuhyun.

"Apa itu berarti aku-"

"TIDAK! Cepat lepaskan Minhyun!"

Mereka berdua kini tetap pada posisinya. Pemuda imut itu tetap menarik Minhyun sedangkan Kyuhyun tetap memeluknya dengan erat dan sesekali menyingkirkan tangan pemuda dihadapannya. Karna takut jika pemuda itu akan membawa Minhyun, ia pun dengan cepat berlari menghindari sosok imut itu dengan membawa lari Minhyun yang hanya bisa melihat Ahjusi kesayangannya berlari memasuki kantornya dengan tergesa-gesa.

"Brengsek! Ya!" Namja imut itu menggeram melihat salah satu anaknya diculik tepat dihadapannya sendiri oleh orang asing berwajah tampan itu. Yahhh memang tidak sepenuhnya orang asing.

"Myungsoo! Tolong jaga Kyumin dan Sungkyu. Jangan sampai mereka kabur lagi seperti tadi. Aku akan mengambil Minhyun dari orang gila barusan dan kalian tunggu disini" Perintahnya pada Pemuda berwajah tampan yang masih terpaku melihat kejadian barusan.

"Sialan! Mau apa dia dengan Minhyun!"

.

.

.

Kyuhyun yang masih dalam keadaan menggendong Minhyun kini memasuki ruang kerjanya dan segera menyembunyikan Minhyun tepat dibawah meja kerjanya. Setelah itu ia mengambil beberapa tumpukan buku Ensiklopedia tebal yang berada di rak buku miliknya. Menumpuknya hingga kini Minhyun sedikit tak terlihat dibanding sebelumnya.

"Hyunnie~ kalau Mommy Hyunnie datang kemari,Hyunnie tidak boleh bersuara ne?"

"EH? Waeyo ahjushi?" Tanyanya sambil mengerjapkan matanya berulang kali.

Kyuhyun yang melihatnya hanya mampu tersenyum manis kemudian mencium pipinya dengan lembut. "Ahjushi akan membawamu ke rumah ahjushi. Kau tau? Disana akan ada banyak sekali coklat,permen dan apapun yang kau mau. Termasuk PSP" Ucap Kyuhyun bermaksud mencoba membujuk sosok manis dihadapannya.

"Jinjja? Uhhhh Hyunnie mau~" Jawabnya dengan nada melebihi kata semangat dan anggukan.

"Nde. Kalau begitu Hyunnie harus diam. Yaksok?"

"Yaksok"

Kyuhyun mencoba tidak panik. Ia pun berdiri kemudian merapikan jasnya sambil meneliti satu persatu berkas yang ada di atas mejanya. Ia pun kemudian mendudukan dirinya diatas kursi kebesarannya sambil membaca beberapa berkas itu.

"Sendbill Corporation? Tumben sekali perusahaan ini meminta bantuan dana kepadaku. Bukannya mereka juga tak kalah sukses dari perusahaanku ini?"

Kyuhyun pun kini membuka satu persatu data tentang Perusahaan Sendbill. Dibacanya dengan teliti dari awal berdirinya perusahaan hingga penyebab perusahaan mereka kini mendapatkan rugi yang besar. Yang Kyuhyun ketahui dari dulu ialah Perusahaan Sendbill itu sama besar dan suksesnya dengan perusahaan miliknya. Maklum saja jika ia tidak tau siapa pemilik Perusahaan itu karna ia memang tidak pernah menjalani kontrak kerja sama dengan mereka. Tangannya terus dan terus membuka beberapa lembar berkas-berkas penting dihadapannya hingga akhirnya ia terkejut saat melihat pada halaman terakhir. Halaman pengesahan dari CEO Perusahaan itu.

"Vi-Vincent Lee?" cicitnya sambil pandangannya menerawang jauh ke depan. Otaknya berputar dengan cepat hingga seringaian sinis khas miliknya kini mulai terpampang jelas di wajah tampan itu.

TOK! TOK ! TOK! Bunyi ketukan pintu itu berhasil membuat sang CEO muda bernama Kyuhyun bangkit dari kegiatan melamunnya. Senyumnya sedikit mengembang setelah ia mengetahui siapa yang ada di luar sana.

"Silahkan masuk"

CKLEKK! Pintu itu terbuka dengan sangat lambat oleh seseorang di luar sana. Namun Kyuhyun tersenyum puas melihat pemikirannya barusan 100% benar. Orang itu berada disana dengan tatapannya yang tajam. Memang benar orang yang baru saja ia pikirkan kini masuk dan berjalan ke arahnya.

"Kembalikan anakku!" Tanpa basa-basi apapun, pemuda itu langsung meminta anaknya yang baru saja diambil oleh Kyuhyun.

Mata Kyuhyun kini semakin berkaca-kaca dibuatnya. Dengan cepat ia beranjak dari tempat nya bermaksud untuk memeluk sosok yang sangat dirindukannya itu.

"Jangan mendekat!" Kedua tangannya membentuk gesture pertahanan saat melihat Kyuhyun yang hampir saja memeluknya. "Cepat katakan dimana Minhyun!"

"Ming kumohon. Aku sangat merindukanmu. Hikss..biarkan aku memelukmu meski hanya sebentar saja. Sudah cukup Ming.." Mohonnya sambil menahan isak tangis yang hendak meluncur dari bibir tebalnya.

"Minhyun ada dimana? Aku yakin ia ada disini" Tanpa mempedulikan Kyuhyun, pemuda yang kerap kali di panggil Kyuhyun dengan nama Sungmin itu pun kini mengitari seluruh sudut ruangan kerjanya.

"Dia aman berada denganku Ming" Jawabnya dengan nada sedikit parau.

"Bagaimana dia bisa dalam keadaan aman jika ia kini tengah bersama orang asing?" Sungmin terus mencari Minhyun dimulai dari belakang sofa,kamar mandi,hingga belakang rak buku milik Kyuhyun.

"Aku bukan orang asing. Aku Kyuhyun. Cho Kyuhyun. Suamimu Ming. Suami Lee Sungmin" Teriaknya kemudian menarik tubuh Sungmin dan mendekap tubuh itu dengan paksa.

"Brengsek! Lepaskan! Aku tidak mengenalmu Cho!" Sungmin mencoba memberontak dalam pelukan Kyuhyun,tangannya sedari tadi memukul keras dada Kyuhyun bahkan sampai mencakar punggung Kyuhyun. Namun ia sama sekali tidak merasa pelukan itu sedikitpun mengendur,bahkan semakin erat setiap Sungmin mencoba untuk memberontak. Akhirnya Sungmin mencoba untuk mengalah. Tangannya ia jatuhkan dan tubuhnya ia pasrahkan untuk menerima pelukan hangat yang sejujurnya sangat ia rindukan itu.

'Dasar bodoh. Kau bodoh,Sungmin. Lagi-lagi kau tidak bisa bersikap tegas padanya' Umpat Sungmin dalam hati. Ia begitu membenci dirinya yang selalu dan selalu kalah dengan Kyuhyun. Salahkan saja hatinya yang terlalu mencintai sosok yang masih berstatus suaminya itu.

"Kita sudah berpisah" Ujar Sungmin saat Kyuhyun melepaskan pelukannya.

Namun Kyuhyun tidak terima dengan ucapan Sungmin. Diraihnya kedua bahu Sungmin dan mencengkramnya dengan kuat hingga mampu membuat Sungmin sedikit meringis dibuatnya. "Tidak! sampai detik ini kau tetap istriku. Aku tidak pernah sekalipun menandatangani surat perceraian itu. Bahkan aku sudah membakarnya Ming" Jawab Kyuhyun dengan nada yang sangat tegas.

Sungmin terkejut mendengar ucapan Kyuhyun. Memang setelah Sungmin kabur dari kehidupan Kyuhyun, Sungmin sempat mengirimkan surat cerai itu seminggu setelah ia pergi. Tapi yang membuatnya terkejut ialah persoalan tentang Kyuhyun yang belum menandatangani surat itu. Entah kenapa ada sedikit perasaan lega yang tiba-tiba muncul dalam hatinya.

"Kalau begitu aku akan mengirimkannya lagi nanti"

Kyuhyun terkesiap mendengar ucapan dingin Sungmin. Hatinya benar-benar sakit mendengarnya. "Sampai matipun aku tidak akan menandatanganinya Ming"

"Kalau begitu mari kita selesaikan semuanya ke Pengadilan"

"Dan jika kau melakukan itu, aku akan membawa kabur Minhyun pergi selamanya dari hidupmu. Kau pikir aku tidak tau tentang mereka. Mereka anakku kan? Aku appa mereka, bukan?" Tanyanya sambil mencengkram bahu Sungmin.

Mata Sungmin bergerak ke kanan dan ke kiri dengan gelisah. Ia tengah memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan Kyuhyun barusan. "Kau jangan salah paham. Mereka bukan anakmu!" Jawabnya dengan nada yang sangat tegas.

Kyuhyun mendecih melihatnya. Ia tau, Sungmin bukan seseorang yang pandai berbohong. Mata Foxy-nya yang berkelit ke kanan dan ke kiri itu saja sudah membuatnya mengerti apa jawaban yang sebenarnya.

"Jika mereka bukan anakku, kenapa kau memberinya nama seperti itu? Kyumin,Minhyun, dan Sungkyu. Kontras sekali seperti nama kita" Kyuhyun berkata dengan ekspresi sinis ke arah Sungmin. Tangannya yang sedari tadi mencengkram bahu Sungmin kini ia lepas dan beralih duduk di atas kursi kebesarannya. Sedangkan Sungmin masih menunduk sambil menggigit bibir bawahnya.

Kepala Minhyun sedikit menyembul dari bawah meja kerjanya saat mendengar keributan antara Mommy dan Ahjushi tampan yang baru saja ia temui. Kyuhyun yang melihat pun hanya bisa tersenyum kemudian berbisik agar Minhyun kembali masuk dan bersembunyi didalam.

"Apa kau kemari bermaksud untuk mempertemukanku dengan anakku?" Tanyanya kemudian.

Segera saja Sungmin mengangkat kepalanya dan menatap tajam ke arah Kyuhyun setelah mendengar pertanyaan yang baginya sangat salah dan begitu berbanding terbalik dengan maksud awalnya. "Jika aku tau perusahaan ini milikmu,aku juga tidak sudi untuk meminta bantuan kepadamu"

Kyuhyun sedikit mengendurkan ekspresi kesalnya barusan. Rasanya ia ingin sekali cepat-cepat menuntaskan segala masalahnya dan kembali bersatu dengan Sungmin juga dengan anak-anaknya.

"Kau butuh bantuanku kan?"

Sungmin menggigit bibir bawahnya sambil berpikir-pikir sejenak. Ia tau sifat Kyuhyun itu seperti apa. Jika ia ingin membantu seseorang pasti harus ada sesuatu hal yang mendukung pula keinginannya.

"Katakan apa maumu Cho" Tantang Sungmin dengan suara keras.

Kyuhyun pun menyunggingkan Evil Smilenya pada Sungmin. Istrinya itu benar-benar mengerti apa yang tengah ia inginkan saat ini. "Pulanglah! Hiduplah denganku dan bekerja sama membesarkan ketiga anak kita"

Sungmin menggeram mendengarnya. Sudah ia duga jika Kyuhyun memohon agar dirinya kembali kedalam kehidupannya yang dulu. "Jangan bercanda. Aku-"

"Atau aku tidak akan membantu masalah yang terjadi pada perusahaanmu Ming" Ucap Kyuhyun tepat pada sasaran.

"Brengsek! Kau memang keji!"

"Membunuh pun aku siap jika memang itu kemungkinan terbaik untuk mendapatkan apa yang telah menjadi bagian dari hidupku"

"Kau tidak bisa seenaknya"

"Kau lah yang seenaknya. Kau pasti tau jika dana yang kau butuhkan ini benar-benar sangat besar bagi perusahaan manapun. Kudengar, semua perusahaan sudah menolak untuk membantumu Ming"

Sungmin mendecih mendengar kenyataan itu. Berulang kali ia mengutuk dan menyebut nama seorang Karyawan yang berkhianat padanya dan menyabotase Produk perusahaan hingga berhasil membuat Perusahaan itu nyaris bangkrut.

"Kau ingin menggaji karyawanmu dengan apa? Kau akan secara tidak langsung akan membuat menderita Karyawanmu beserta keluarganya. Dan satu lagi. Jika kau bangkrut, kau akan memberi makan anakku dengan apa?" Ucap Kyuhyun sedikit memanas-manasi Sungmin.

"Aku masih bisa sendiri. Aku masih bisa mengatasi semuanya"

"Apa kau yakin?"

Sungmin lagi-lagi terdiam. Ego dan juga hal lain begitu berkecamuk dalam pikirannya. Tangannya bergetar dan mulutnya terasa kelu untuk berucap.

"Biarkan aku merawatmu Ming. Sudah cukup aku membuatmu menderita selama 5 tahun ini"

"Kumohon jangan mempersulitku. Kembalikan Minhyun. Dimana ia sekarang?"

"Kau lah yang membuat semua ini semakin sulit. Kau hanya tinggal menerimanya dan kembali hidup denganku. Minhyun sudah pasti akan kembali jika kau bersamaku. Percuma jika kau mencarinya sekarang,karna aku menyembunyikannya di tempat tersembunyi"

Namun Sungmin tidak menggubris perkataan Kyuhyun, dia terus mengedarkan pandangannya menuju seluruh sudut ruangan yang sangat besar itu. Matanya sedikit ia picingkan saat melihat satu sudut yang belum ia periksa sedari tadi. Baru saja Sungmin hendak menuju ke tempat Kyuhyun, tiba-tiba handphonenya berbunyi dengan sangat nyaring membuatnya lupa dengan tujuan awalnya.

"Mommy. Kyumin lapal~ Mommy lama cekali"

Sungmin sedikit tertawa mendengar suara manja dari anak sulungnya yang memang paling manja itu. "Ne sebentar Baby. Mommy akan segera kesana"

Setelah melihat Sungmin menutup sambungan teleponnya, Kyuhyun pun mendekat ke arah Sungmin hingga berhasil membuat Sungmin terkejut dibuatnya.

"Ini alamat rumahku. Aku akan memberimu waktu untuk berpikir sejenak" Kyuhyun menaruh secarik kertas di dalam saku mantel Sungmin.

Sungmin yang memang sedari tadi terkejut pun kini hanya bisa memegang dadanya yang berdegup sangat kencang. Ia sedikit mengangguk kemudian melangkah pergi meninggalkan ruangan Kyuhyun.

"Tolong jaga Minhyun. Aku akan membunuhmu jika kau sampai melukainya sedikitpun" Ucap Sungmin sedikit ketus dan setelah itu ia beranjak untuk menutup pintu ruangan miliknya.

.

.

.

"Aku pulang" Kyuhyun dengan perasaan yang sangat bahagia mulai memasuki rumahnya sambil menggendong Minhyun. Sedari tadi senyumnya itu tak henti-henti ia hilangkan bahkan saat ia tengah mengendarai mobil sekalipun.

Ke tujuh manusia yang berada di rumah itu pun sontak mengalihkan pandangannya ke arah Kyuhyun.

"Kyuhyun-ah. Bukankah dia bocah yang tadi?" Tanya Donghae pada Kyuhyun sambil menggendong seorang bayi namja di punggungnya.

"Ya begitulah. Kalian sudah lama disini?" Tanyanya pada ke empat manusia dewasa dihadapannya.

"Nde. Kasian rumahmu jika dibiarkan terus kosong" Jawab si Namja berkacamata yang juga tengah bermain dengan seorang baby namja.

"Bilang saja jika kalian memilih rumahku untuk arena bermain anak kalian. Kalian pasti malas kan jika anak kalian mengacau dan membuat kotor rumah kalian" Jawab Kyuhyun sambil mengambil satu permen besar di atas meja kemudian diberikan kepada Minhyun yang menerimanya dengan senang hati.

"Ermmm tapi dia siapa Kyu?" Namja imut yang tengah sibuk mengurusi baby namja nya yang masih berumur satu tahun itu pun tak urung ikut bertanya.

Kyuhyun sedikit menyeringai ke arah 4 orang dewasa didepannya. Membuat ke empat manusia itu hanya bisa mengernyitkan dahi melihat tingkah Kyuhyun yang semakin menyeramkan.

"Kalau aku bilang bocah ini anakku dan Sungmin. Apa kalian percaya?"

1 detik..

2 detik..

5 detik...

"Mwoya/Uapa/Hwhat/Nde?" Jawab mereka dengan kompak dan tentu saja dengan tingkat keterkejutan tinggi.

Namun Kyuhyun hanya bisa terkekeh mengerikan melihat respon ke empatnya. Minhyun yang berada di gendongannya pun sudah menggeliat bahkan nyaris menjatuhkan permennya. Nampaknya ia mulai kelelahan.

"Tidak perlu berlebihan seperti itu. Yesung hyung,urusi saja Sunghae dan Ryeosung mu. Dan Donghae-ya, perhatikan anakmu baik-baik. Jangan terus menerus bengong karna perkataanku. Eunhae mu bisa jatuh lagi" Kikik Kyuhyun hingga berhasil memecahkan suasana penuh kejutan akibat perkataannya.

"Sungmin kembali?" Ucap mereka berempat kompak,-lagi.

.

.

.

Sungmin terdiam sambil menyeruput Coffee Latte-nya diruang tengah. Sedari tadi ia begitu gelisah. Ia begitu merindukan putrinya. Namun disatu sisi ia masih begitu enggan jika harus bersatu kembali dengan suaminya.

"Sial! Apa yang harus kulakukan? Mengendap ke rumahnya kemudian menculik Minhyun? Hahhhh sejak kapan otakku jadi kriminal seperti ini?" ucapnya sambil mengacak-acak rambutnya.

Melihat Mommynya yang begitu gelisah, Kyumin dan Sungkyu pun datang dan menghampiri Mommy mereka.

"Minhyun kemana cih mom?" tanya si Kyumin sambil menidurkan kepalanya di pangkuan Sungmin.

"Ermmm Hyunnie~ Itu.."

"Mommy, ahjushi tadi itu siapa? Kenapa Minhyun dibawa pergi?" Si Sungkyu yang begitu dewasa dan penuh pengertian itu kini berganti bertanya pada ibunya.

Namun Sungmin tak menjawab. Ia hanya bisa memalingkan wajahnya dan menghindar dari tatapan manja sang anak.

"Mommy~ Cebental lagi kan Kyumin cekolah"

Sungmin tersenyum menanggapinya. Sedetik kemudian ia membelai lembut rambut hitam Kyumin dan Sungkyu. "Lalu?"

"Temen-temen Min punya Mommy cama daddy. Tapi kok Kyumin Cuma punya Mommy cih?"

Sungmin meringis pelan mendengar ucapan polos Kyumin. Dibelainya lagi rambut lembut sang anak sambil sesekali menciumi keduanya. "Ermmm,nanti Mommy pikirkan lagi sayang"

"Emang Mommy mau pikil apa? Mau mikil cali Daddy ya? Emang daddy itu dijual cama cepelti pelmen?"

"Hahaha memangnya kau pikir Daddy itu sebuah barang yang bisa kau beli di toko eoh? Mereka juga manusia sayang. Mereka yang paling bertanggung jawab melindungi keluarga"

"Jinjja? Kalau begitu,Sungkyu ingin punya Daddy,Mom"

"Ne. Kyumin juga. Pacti enak cekali. Mommy kan jalang dilumah"

Sungmin semakin gelisah mendengar celotehan kedua anaknya. Bibir merahnya tak henti-hentinya ia gigit saat mendengar pemintaan sang anak.

'Haruskah..?'

#TBC#

Maaf karna tetap tidak bisa di END di chap ini. Pasti nanti kesannya terlalu terburu-buru. Bahkan saya merasa chap ini juga terkesan terlalu terburu-buru karna saya sendiri sedang dalam keadaan gugup menulisnya. Well saya menulis ini diam-diam meskipun besok saya semester. Bandel sedikit tak apa lah? -,-

Terima kasih untuk responnya yang sangat baik di chap sebelumnya. Saya suka jika banyak REVIEW masuk makanya saya akan update lebih cepat dari sebelumnya meskipun saya tau ini masih bisa dibilang lelet ^^

TERIMA KASIH banyak untuk responnya. Walau jumlah Viewersnya masih tidak sebanding,tapi setidaknya ada perubahan. Saya suka dan sekali lagi TERIMA KASIH ^^

Tenang,saya usahakan CHAP depan END. Insya Allah.. saya juga tidak sabar untuk segera menuntaskan FF abal saya satu ini.

Jangan lupa untuk membaca FF baru saya "Key of Heart", kisah cinta antara Cyborg (robot) dengan sang Master yang angkuh.

Jo's FB: Justian Kevinius Namja ELF (Pengedit dan Publish FF)

Twitter saya: Im_YesungWife

WeChat ID: xb858580

TENGKYU.